cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abied76@gmail.com
Editorial Address
Street Pramuka 156. Po. Box. 116 Ponorogo 63471, East Jawa, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : 10.21154/muslimheritage
Core Subject : Humanities, Art,
Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas, is a double-blind peer-reviewed academic journal published by the Postgraduate of State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes Islamic education, Islamic law, and Islamic economic. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of education, law,and economic.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
Qanun Aceh No 14 Tahun 2003 Tentang Khalwat Dalam Pandangan Fik{ih dan KUHP Ali Geno Berutu
Muslim Heritage Vol 2, No 1 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.426 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i1.1047

Abstract

Abstract: Interdiction of khalwat (seclusion) is the early prevention of fornication, because it is basically starts from the things that lead to it. The establishment of Qanun No. 14 of 2003 on khalwat (seclusion) as Qanun in jinayat in the early application of Islamic law in Aceh is not without reason, that selection has at least two reasons. The first reason, khalwat (seclusion) is the one form of immoral deed (haram) in Islamic law and very disturbing on society. The second reason, there is euphoria on society in the form of "people's justice" to this Qanun in jinayat. Therefore in order to avoid any vigilante among society in Aceh, Aceh Government established Qanun No. 14 of 2003 to anticipate any chaos among society in Aceh. Abstrak: Larangan khalwat merupakan pencegahan dini terhadap perbuatan zina karena perbuatan zina pada dasarnya dimulai dari hal-hal yang mengarah kepadanya. Pengesahan Qanun No 14 Tahun 2003 tentang Khalwat pada awal penerapan syariat Islam di Aceh sebagai qanun dalam bidang jina>ya>t bukannya tanpa alasan, pemilihan qanun tersebut sekurang-kurangnya memiliki dua alasan. Alasan yang pertama, perbuatan khalwat mmerupakan bentuk maksiat (haram) dalam syariat Islam dan sangat meresahkan masyarakat namun belum tertangani dengan baik. Kedua, adanya euforia di dalam lapisan masyarakat dalam bentuk “peradilan rakyat” terhadap jenis yang diatur dalam qanun jina>ya>t ini, guna untuk menghindari main hakim sendiri ditengah-tengah masyarakat, maka Pemerintah Aceh mengesahkan Qanun No 14 Tahun 2003 sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai kekacauan di lapisan masyarakat Aceh.
Ijȃrah Muntahiyah Bi al-Tamlȋk: Sebuah Alternatif Pemberdayaan Tanah Wakaf Iza Hanifuddin; Sunan Autad Sarjana
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.156 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1239

Abstract

Abstract: Indonesia has a very extensive waqf land. Every year is always increasing. Size donated land is a great potential for the public welfare if managed with productive and professional. However, the institution of waqf as nȃdhir often find it difficult to finance the development and management of the donated land. This article is a literature review that aims to seek an alternative agreement that can be used to empower the donated land. The results showed that much of the literature of jurisprudence has defined-contract agreement for the empowerment of waqf land. Among the contract is ijȃrah classifiedtraditional ceremony in the empowerment of waqf land. Therefore, more advanced economic system, then the contract development experience and innovation to be ijȃrah muntahiyah bial-Tamlik.This contract helped nȃdhir in financing to empower the donated land. Because all costs empowerment of financiers, and after completion of the contract, the investor will transfer ownership of the building to nȃdhir.Abstrak: Indonesia memiliki tanah wakaf yang sangat luas. Setiap tahunnya senantiasa mengalami peningkatan. Luas tanah wakaf ini merupakan potensi besar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan produktif dan profesional. Akan tetapi, lembaga wakaf sebagai nȃdhir seringkali mendapatkan kesulitan untuk membiayai pengembangan dan pengelolaan tanah wakaf tersebut. Artikel ini merupakan kajian pustaka yang bertujuan untuk mencari akad alternatif yang bisa digunakan dalam memberdayakan tanah wakaf.  Hasil kajian menunjukkan bahwa banyak literatur fikih telah menentukan akad-akad untuk pemberdayaan tanah wakaf. Di antara akad tersebut adalah ijȃrah yang tergolong akad tradisional dalam pemberdayaan tanah wakaf. Oleh karena sistem perekonomian yang semakin maju, maka akad tersebut mengalami pengembangan dan inovasi hingga menjadi ijȃrah muntahiyah bi al-tamlîk. Akad ini banyak membantu nȃdhir dalam pembiayaan untuk memberdayakan tanah wakaf. Karena semua biaya pemberdayaan dari pemodal, dan setelah selesai akad, pemodal akan mengalihkan kepemilikan bangunan kepada nȃdhir.
KECERDASAN INTERPERSONAL, INTRAPERSONAL DAN KECERDASAN EMOSI SISWA KELAS V SD MUHAMMADIYAH PONOROGO Pryla Rochmahwati; Mufidatul Afifah
Muslim Heritage Vol 3, No 2 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.626 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i2.1285

Abstract

Abstract: This study aims to determine the correlation between three variables, namely, interpersonal, intrapersonal and emotional intelligence at the fifth grade students in Muhammadiyah Elementary School Ponorogo at the 2016/2017 Academic Year.  It employed correlational research design. The population of this present research was 125 students of the fifth grade students in Muhammadiyah Elementary School Ponorogo and it assigned 94 students as sample by using proportinate random sampling technique. The data was collected through questionnaire. It utilized multiple correlations formula by using SPSS 16 for Windows as data analysis. The findings showed that there is significant correlation of interpersonal and intrapersonal intelligence on emotional intelligence at the fifth grade students in Muhammadiyah Elementary School Ponorogo at the 2016/2017 Academic Year and its value was 0.75.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat korelasi kecerdasan interpersonal dan intrapersonal dengan kecerdasan emosi siswa kelas V SD Muhammadiyah Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif berjenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 125 siswa. Dengan menggunakan teknik proportinate random sampling diperoleh 94 siswa sebagai sampel.  Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan teknik korelasi berganda dengan menggunakan bantuan SPSS versi 16.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kecerdasan interpersonal  dan intrapersonal dengan kecerdasan emosi siswa kelas V SD Muhammadiyah Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017 dengan nilai korelasi sebesar 0,75.
Faktor Pengaruh Keputusan Berbelanja Warga Nahdliyin di Mini Market Buana Intan puspitasari
Muslim Heritage Vol 4, No 1 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.184 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i1.1615

Abstract

AbstractCooperation  in the economic field would  be an option for the owner of funds with limited ability to develop personal assets and groups. Cooperation of mini market establishment of Buana conducted by MWC NU Kebonsari sub-district with manager and shareholder. The establishment of a mini market formed by Nahdliyin residents in the midst of the Nahdliyin community created a new problem when the business unit formed together collapsed. This condition showing Nahdliyin residents need  more study that commitment of  Nahdliyin people to NU values is different from Nahdliyin's commitment to the business unit formed by the NU organization.This study aims to explore the factors that influencing interest of shopping among the Nahdliyin citizens. Quantitative research data was collected by questionnaires of 73 respondents are randomly selected. This research was anallyzed by using descriptive quantitative and  inferential statistic method using regression and correlation test. The result of empirical test proves that economic factor is influencing shopping interest by 89%. AbstrakKerjasama di bidang ekonomi sering kali  menjadi pilihan guna mengembangkan aset kelompok. Kerjasama dalam rangka meningkatkan kemandirian oaganisasi keagamaan. Pembentukan mini market Buana yang dilakukan oleh MWC NU kecamatan Kebonsari dilakukan penggalangan dana pengurus dan anggota serta pengelola yang dianggap kompeten di bidang jual beli. Pendirian unit usaha bersama bertujuan untuk meningkatkan kemandirian organisasi dan pemenuhan kebutuhan seluruh warga Nahdliyin secara ekonomi. Mini market bentukan warga Nahdliyin di tengah-tengah masyarakat Nahdliyin menimbulkan permasalahan baru ketika unit usaha yang dibentuk secara bersama-sama ini mengalami kemunduran. Hal ini menjadi tanda tanya apakah warga Nahdliyin memang membelanjakan uangnya di tempat lain, di sisi lain timbul pertanyaan komitmen warga Nahdliyin terhadap nilai-nilai NU memang berbeda dengan komitmennya terhadap unit  usaha yang dibentuk oleh organisasi NU. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami faktor-faktor yang mempengaruhi minat berbelanja di kalangan warga Nahdliyin.  Pengumpulan data penelitian kuantitatif dilakukan dengan penyebaran angket terhadap 73 responden yang dipilih secara random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis metode deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial menggunakan uji regresi dan korelasi. Hasil uji empiris membuktikan bahwa bauran pemasaran mendominasi pengaruh minat berbelanja sebesar 89%.
Riba dalam Al-Qur’an (Studi Pemikiran Fazlurrahman dan Abdullah Saeed) Riza Taufiqi Majid
Muslim Heritage Vol 5, No 1 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.424 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i1.1989

Abstract

Krisis moneter yang terjadi saat ini membuat perdebatan penafsiran beberapa pemikir Islam tentang keharaman dan kehalalan bunga bank. Beberapa dari mereka beranggapan bahwa bunga bank yang umumnya berlaku dalam sistem dunia perbankan dewasa ini adalah termasuk riba. Setidaknya terdapat dua pendapat mendasar yang membahas tentang riba yaitu penafsiran secara tekstualis dan penafsiran secara kontekstualis. Paham tekstualis dipelopori oleh gerakan neo-revivalisme Islam, sedangkan paham kontekstualis dipelopori oleh kaum neo-modernisme Islam. Dalam tulisan ini, akan membahas bagaimana hermeneutika double movement Fazlurrahman dan hermeneutika kontekstual Abdullah Saeed digunakan sebagai model interpretasi ayat riba dalam Al-Qur’an pada masa pewahyuan dan konteks ketika ayat riba akan ditafsirkan. Berdasarkan analisis data penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, Fazlurrahman menyimpulkan bahwa larangan riba dalam Al-Qur’an menekankan aspek moral daripada menekankan aspek legal-formal pelarangan riba. Riba yang dilarang dalam Al-Qur’an adalah riba jahiliyyah yang mempraktikkan riba yang berlipat ganda (ad}’a>fan muda}>’afatan) QS. Ali Imran: 130. Ideal moral dari ayat tersebut adalah larangan melakukan eksploitasi terhadap kaum ekonomi lemah. Dengan demikian, selagi bank tidak menerapkan tambahan yang berlipat ganda (eksploitatif), maka hal itu dapat dibenarkan. Kedua, dalam menafsirkan ayat riba dalam Al-Qur’an, Abdullah Saeed lebih menekankan aspek moral (h}ikmah) daripada aspek literalnya. Statemen lakum ru’usu amwa>likum (bagimu pokok hartamu) telah diberi penekanan moral melalui penjelasan la> taz}limu>n wa la> tuz}lamu>n (kamu tidak melakukan penganiayaan dan tidak pula kamu dianiaya). Statemen pertama “penambahan dalam pinjam meminjam di atas pokok pinjaman” dianggap sebagai ‘illah, sementara statemen yang kedua “kamu tidak melakukan penganiayaan dan tidak pula kamu dianiaya” merupakan h}ikmah.
Pembiayaan Bagi hasil Sektor Usaha Mikro di BMT Hasanah Ponorogo Arlinta Prasetian Dewi
Muslim Heritage Vol 1, No 1 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.706 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i1.383

Abstract

Abstract: Financing is one of the products of the Baitul Mal wat Tamwil (BMT) much in demand, in the form of profit sharing and is based on Islamic principles. However, such products is in fact high risk, because the profits and losses will be shared. One of the evidence of that is that the troubled financing in BMT Hasanah currently reaches 10%, and urgently needs immediate actions to avoid deterioration. This study examined  BMT Hasanah commitment to operational standards for this kind of financing. The results showed that the financing mechanism in the form of profit sharing in BMT Hasanah has several stages; namely the examination stage, the analysis stage and the stage of the disbursement of funds. Risk management cycle begins with risk identification, risk measurement and risk management. BMT Hasanah manages the risks through preventive measures, revitalizing and curative measures or takeover of collateral. To minimize risks, the BMT Hasanah implements three strategies, the strategy of the finance portfolio, the strategy of collection of receivables and the collateral strategy.Abstrak: Pembiayaan merupakan salah satu produk lembaga keuangan yang banyak diminati. BMT sebagai lembaga keuangan mikro yang menjalankan operasional kerjanya dengan prinsip syariah, identik dengan pembiayaan bagi hasil. Meskipun demikian, tingkat pembiayaan bagi hasil pada sebagian lembaga keuangan masih rendah. Hal ini dikarenakan pembiayaan bagi hasil masuk dalam kategorihigh risk, karena keuntungan maupun kerugian akan ditanggung oleh kedua belah pihak. Pembiayaan bermasalah di BMT Hasanah saat ini mecapai 10%, jika tidak segera diambil tindakan kemungkinan bertambah akan tinggi. Maka, penelitian memfokuskan bagaimana kesesuaian pembiayaan bagi hasil di BMT Hasanah dengan fatwa DSN MUI sekaligus manajemen resikonya terhadap pembiayaan yang bermasalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, mekanisme pembiayaan bagi hasil di BMT Hasanah dibagi menjadi beberapa tahapan, tahap pemeriksaan, tahap analisa dan tahap pencairan dana. Siklus manajemen resiko diawali dengan Identifikasi resiko, pengukuran resiko dan pengelolaan resiko. Pengelolaan resiko BMT Hasanah melalui tindakan prefentif, revitalisasi dan kuratif/ pengambil alihan agunan. Untuk meminimalisir resiko, BMT mengelompokkan strategi kedalam tiga kelompok, yaitu: strategi penyaluran pembiayaan, strategi pengumpulan piutang dan strategi jaminan.
Manajemen Pendidikan Keterampilan (Vocational Skill) Di MAN Kembangsawit Zumrotul Masruroh
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.813 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.607

Abstract

Abstract: One part of Life Skill concept is strengthening Vocational skills. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit Kebonsari Madiun since 2007 has developed a curriculum with vocational skills as added value. The aims of adding vocational skills is to facilitate learners in order to channel the interests and talents. This article discusses the implementation of vocational skills management in Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit Kebonsari Madiun. From the study and the data analysis is concluded that: 1) Execution vocational skiil a response to the expectations of people who want learners are not only capable in science but also have the skills for the provision of life skills in the community. 2) Management skills education program in MAN Kembangsawit, consists of three phases: planning, implementation, and evaluation.Abstrak: Salah satu bagian dari konsep Life Skill adalah penguatan ketrampilan kerja (Vocational skill). Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit Kebonsari Madiun sejak 2007 telah mengembangkan kurikulumnya dengan menyelenggarakan program pendidikan keterampilan (vocational skill). Program Keterampilan ini bertujuan untuk memfasilitasi peserta didik agar dapat menyalurkan minat dan bakatnya. Artikel ini membahas implementasi manajemen pendidikan kecakapan keterampilan (vocational skill) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kembangsawit Kebonsari Madiun.  Dari kajian dan analisis data disimpulkan bahawa: 1) Pelaksanan vocational skiil merupakan jawaban dari harapan masyarakat yang menginginkan peserta didik tidak hanya mampu dalam  ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki kecakapan ketrampilan untuk bekal kehidupan di masyarakat. 2) Pengelolaan Program pendidikan ketrampilan di MAN Kembangsawit, terdiri dari tiga tahap: Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Pengembangan Aktualisasi Diri Peserta Didik Dalam Meningkatkan Mutu Lulusan di Pondok Pesantren Al-Iman Putra Ponorogo Nurhadi Nurhadi
Muslim Heritage Vol 2, No 2 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.849 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i2.1114

Abstract

Abstract: This study aims to explain the program of self-actualization development of learners in improving the quality of graduates in al-Iman Male Boarding School Ponorogo. The approach used in this study was a qualitative approach and the design was case study. The results concluded: (1) self-actualization development program consists of two forms, namely structured / fixed and temporary programs. Both forms of the program are in terms of fostering the spirit of learning through existing programs, developing the ability to be leaders and improving the ability to interact with human beings. Self-actualization is influenced by internal and external factors. (2) Vision, mission and goals are the motors of self-actualization development program. In achieving the vision, mission and purpose of al-Iman Male Boarding School Ponorogo has some guidelines, including al-Qur'an, panca soul. (3) The implications of the program of self-actualization development of students in improving the quality of graduates are: (a) create various achievements, (b) graduates of al-Iman Male Boarding School obtain good response from various institutions and society, (c) graduates of al-Iman Male Boarding School Ponorogo can be enrolled in various local and international universities.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan program pengembangan aktualisasi diri peserta didik dalam meningkatkan mutu lulusan di Pondok Pesantren al-Iman  Putra Ponorogo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Hasil penelitian menyimpulkan: (1) program pengembangan aktualisasi diri terdiri dari dua bentuk yaitu terstruktur/tetap dan temporer. Kedua bentuk program tersebut mencangkup tiga hal yaitu: menumbuhkan semangat belajar kepada peserta didik melalui program-program yang ada, menumbuhkembangkan kemampuan menjadi pemimpin dan menumbuhkan kemampuan berinteraksi sesama manusia. Aktualisasi diri dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern. (2) Visi, misi dan tujuan merupakan penggerak program pengembangan aktualisasi diri. Dalam merealisasikan visi, misi dan tujuan Pondok Pesantren al-Iman   Putra Ponorogo mempunyai beberapa pedoman, diantaranya al-Qur’an, panca jiwa. (3) Implikasi program pengembangan aktualisasi diri peserta didik dalam meningkatkan mutu lulusan yaitu: (a) menghasilkan dengan berbagai macam prestasi, (b) lulusan Pondok Pesantren al-Iman  Putra mendapatkan tanggapan baik dari berbagai lembaga dan masyarakat, (c) lulusan Pondok Pesantren al-Iman  Putra bisa diterima di berbagai perguruan tinggi baik dalam negeri maupun luar negeri
Legal Standing Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Dalam Perkara Ekonomi Syari’ah di Pengadilan Agama Siti Azizah
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.819 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1299

Abstract

Abstract: This study aims to analyze legal standing restraints of LPK authorized by law to litigate in the Religious Courts in sharia economic cases and to explain the reasons and legal considerations of the judges of Religious Courts of Madiun in the decision of case number: 403 / Pdt. G / 2014 / PA.Mn. This research employed a qualitative approach by systematically describing the right of Consumer Protection Institution of Sharia Institution and legal consideration of judges of Religious Court of Madiun  in case verdict number: 403 / Pdt.G / 2014 / PA.Mn then it analyzed thoroughly to find the legal standing of the Consumer Protection Institution in the case of sharia economy in the Religious Courts.The findings showed that Article 46 verse (1) letter c of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection is associated with the main principle in Law No. 7 of 1989 related to the subject of law is the applicability of the Islamic personality has authorized LPKSM to propose a sharia economic case in the Religious Courts in the framework of protecting consumers in certain terms and conditions. The next findingis that the judges of the Religious Court of Madiun deemed the legal standing that has been guaranteed by the law, in consideration of the non-acceptance of cases  by LPKSM merely because of defects in the power of attorney made by consumers to LPKSM.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan batasan legal standing LPK yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk berperkara di Pengadilan Agama dalam perkara ekonomi syariah dan mengetahui serta menjelaskan alasan dan pertimbangan hukum majelis hakim Pengadilan Agama Kota Madiun dalam putusan perkara nomor:403/Pdt.G/2014/PA.Mn. Peneletian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menguraikan secara sistematik tentang hak gugat Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Lembaga  syariah  dan pertimbangan hukum majelis hakim Pengadilan Agama Kota Madiun dalam putusan perkara nomor:403/Pdt.G/2014/PA.Mn kemudian menganalisanya dengan seksama sehingga menghasilkan temuan mengenai legal standing Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat dalam perkara ekonomi syariah di Pengadilan Agama. Berdasarkan proses pengumpulan data dan analisis data, penelitian ini menghasilkan temuan-temuan bahwa Pasal 46 ayat (1) huruf c UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dikaitkan dengan prinsip utama dalam UU No 7 Tahun 1989 terkait dengan subyek hukum adalah berlakunya  asas personalitas keislaman telah memberikan kewenangan kepada LPKSM untuk mengajukan perkara ekonomi syariah di Pengadilan Agama dalam rangka perlindungan terhadap konsumen dengan beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Temuan berikutnya, majelis hakim Pengadilan Agama Kota Madiun  tidak mempertimbangkan negative terhadap legal standing yang telah mendapat jaminan undang-undang, dalam pertimbangan tidak diterimanya perkara yang diajukan oleh LPKSM semata-mata karena ada cacat dalam surat kuasa yang dibuat konsumen kepada LPKSM.
WAKAF UANG DALAM TINJAUAN HUKUM, POTENSI, DAN TATA KELOLA nur kasanah
Muslim Heritage Vol 4, No 1 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.363 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i1.1582

Abstract

AbstractIn the Islamic economy system, waqf has not been explored maximally, but very potential as one of the instruments for social and economic empowerment of muslim societies. One kind of waqf is cash waqf.Even though there are some others who debate the legitimacy, cash waqf is lawful, by considering the opinion of hadith scholars such as voiced by some Hanafi and Shafi’i scholars that cash waqf does not refer to manifestation form of the money but share the value, so the eternality of waqf assets can be hold out. Indonesian Ulama Council (Majelis Ulama Indonesia/MUI) released fatwa that legitimated cash waqf on May 11th 2002. And later reinforced by the presence of Law No. 41/2004 that concerning on waqf stating that waqf objects are not only immovable assets but also can be movable assets such as money. The potency of cash waqf in Indonesia is so great, even can be collected at least IDR 3 trillions/year. With concept that waqf assets is eternal and not be lost, so the using of cash waqf for investment purposes can be diversified. Economically, cash waqf has a great potency for increasing the value of micro economy of societies and the nation’s macro economic activity. Even if cash waqf was managed profesionally, managerially and transparant, its impact is very fantastic and could be alternative solution for poverty alleviation. Abstrak Dalam sistem ekonomi Islam, wakaf belum banyak dieksplorasi secara maksimal, padahal sangat potensial sebagai salah satu instrumen untuk pemberdayaan sosial dan ekonomi umat Islam.Salah satu bentuk wakaf adalah berupa uang tunai. Meskipun legitimasi dari wakaf uang masih diperdebatkan, namun dengan merujuk pendapat dari  ulama hadits madzhab Hanafi, dan sebagian ulama Syafi’iyah, maka wakaf uang adalah sah, karena bukan wujud uangnya yang diwakafkan tetapi yang dimanfaatkan adalah nilainya sehingga kelanggengan harta wakaf tetap utuh. MUI mengeluarkan fatwa tanggal 11 Mei 2002 tentang bolehnya wakaf uang. Hal ini kemudian diakomodir dalam UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, yang salah satunya mengatur tentang wakaf bahwa objek wakaf bukan hanya harta tetap tapi juga  benda bergerak berupa uang. Potensi dari wakaf uang di Indonesia sangat besar, bahkan bisa mencapai setidaknya Rp 3 trilyun dalam setahun. Dengan konsep bahwa harta wakaf bersifat kekal dan tidak bisa hilang, maka pemanfaatan wakaf uang untuk tujuan investasi dapat terus berkembang. Secara ekonomi, wakaf uang memiliki potensi yang sangat besar dalam meningkatkan kegiatan ekonomi umat secara mikro dan makro. Bahkan, bila dikelola dengan profesional, manajerial dan transparan, nilainya amat fantastis dan dapat menjadi alternatif  bagi penanggulangan kemiskinan.

Page 7 of 22 | Total Record : 211