cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
abied76@gmail.com
Editorial Address
Street Pramuka 156. Po. Box. 116 Ponorogo 63471, East Jawa, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS
ISSN : 2502535X     EISSN : 25025341     DOI : 10.21154/muslimheritage
Core Subject : Humanities, Art,
Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas, is a double-blind peer-reviewed academic journal published by the Postgraduate of State Islamic Institute (IAIN) Ponorogo. The journal is a semi-annual publication publishing two issues (June and December) each year. It strives to strengthen transdisciplinary studies on issues related to Islam and Muslim societies. Its principal concern includes Islamic education, Islamic law, and Islamic economic. The journal reserves as a knowledge exchange platform for researchers, scholars, and authors who dedicate their scholarly interests to expand the horizon of education, law,and economic.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
ISU KONTEMPORER PERAN NOTARIS DALAM AKAD MURABAHAH DI LEMBAGA KEUANGAN SYARI’AH Dudi Badruzaman
Muslim Heritage Vol 4, No 1 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.945 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i1.1589

Abstract

ABSTRACT In the growth and development of the Islamic Financial Institution (LKS) in Indonesia, there are three major challenges: First: how LKS can be an alternative financial institution for the community, especially the Muslim community. Second: Product innovation and growth must develop and still be able to compete with conventional financial institutions. And third: the products offered must still maintain the principles of Islamic shari'a. In providing guarantees of safety and comfort to customers, the role of the notary in the LKS is to provide legality. In the service function, a notary who has an attitude of honesty, fairness, transparency and neutrality (impartial to anyone) becomes an added value for the community to trust sharia financial institutions as a place for murabahah financing contracts that use collateral / collateral as a condition of the financing contract. With the descriptive method, this paper describes how the position and role of the notary in the Murabahah contract in the Syari'ah Financial Institution. In Murabahah financing, the role of the notary as a general official making deed becomes the legal strength of the parties in: making a Deed of Sale (AJB), Fiduciary contract / agreement, Power of Attorney (SKMHT) and Deed of Recognition (APHT) and Recognition Deed Debt. So that the parties who are in agreement can get a guarantee that is legally binding on the contract and can be used as an authentic deed if there is a dispute or something else related to the law. Keywords: Notary Role, Murabahah Agreement, LKS, Authentic Deed.                                                                                                                                                                                       ABSTRAKDalam pertumbuhan dan perkembangan Lembaka Keuangan Syari’ah (LKS) di Indonesia, terdapat tiga tantangan besar:, Pertama: bagaimana LKS bisa menjadi lembaga keuangan alternatif bagi masyarakat, khusunya ummat Islam. Kedua: Inovasi dan pertumbuhan produk harus berkembangan dan tetap bisa bersaing dengan lembaga keuangan konvensional. Dan ketiga: produk-produk yang ditawarkan harus tetap memepertahankan prinsip-prinsip syari’at Islam. Dalam memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan pada nasabah, peran notaris di LKS sebagaipemberi  legalitas (kekuatan hukum). Pada fungsi pelayanan, notaris yang memiliki sikap kejujuran, keadilan, transparansi dan netral (tidak memihak siapapun) menjadi nilai tambah untuk masyarakat dapat mempercayai lembaga keuangan syariah sebagai wadah tempat terjadinya akad pembiayaan murabahah yang menggunakan agunan/jaminan sebagai syarat akad pembiayaan tersebut. Dengan metode deskriptif, tulisan ini menguraikan bagaimana kedudukan dan peran notaris dalam akad Murabahah dalam Lembaga Keuangan Syari’ah.  Dalam pembiayaan Murabahah, peran notaris sebagai pejabat umum pembuat akta menjadi kekuatan hukum para pihak dalam: membuat Akta Jual Beli (AJB), akad/perjanjian Fidusia, Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) dan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) dan Akta Pengakuan Hutang. Sehingga para pihak yang berakad sama-sama mendapatkan jaminan yang berkekuatan hukum atas akadnya dan bisa dipergunakan sebagai akta otentik jika dikemudian hari terdapat sengketa atau hal lain yang berkaitan dengan hukum.Kata kunci: Peran Notaris, Akad Murabahah, LKS, Akta Otentik.   
Modal Intelektual Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Ekonomi pada Bank Syariah Mandiri KCP Ponorogo Damai, Domi Cahyo
Muslim Heritage Vol 5, No 1 (2020): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.415 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v5i1.1987

Abstract

Perbankan Syariah di Indonesia mulai diminati dalam kegiatan keuangan. Hal tersebut membuat kemungkinan terjadi sengketa meningkat. Penyelesaian sengketa dilakukan dengan litigasi atau lelang agunan dianggap merugikan karena harga jual agunan akan turun drastis. Terdapat konsep modal intelektual yang merupakan aset perusahaan sebagai alternatif penyelesaian sengketa ekonomi pada perbankan syariah. Pendalaman aspek modal intelektual mampu menjadi alternatif penyelesaian sengketa di Bank Syariah Mandiri KCP Ponorogo. Aspek modal manusia mampu menjadi alternatif penyelesaian sengketa ekonomi karena modal manusia memberikan segala pemikiran serta berupaya menyelesaikan sengketa dengan nasabah sebaik mungkin. Aspek modal struktural mampu menjadi alternatif penyelesaian sengketa ekonomi karena terdapat kebijakan maintainance pembiayaan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperbaiki sengketa ekonomi dengan mencari iktikad baik dan mencoba mengatasi masalah bersama. Aspek modal relasional juga mampu menjadi alternatif penyelesaian sengketa ekonomi karena terdapat praktik penjualan agunan kepada relasi bank. Penjualan tersebut dapat menjadi sarana penyelesaian sengketa ekonomi karena harga jual sesuai harga pasar tanpa merugikan nasabah apabila dijual dalam proses lelang.
Pengaruh Sistem Waralaba Terhadap Retail Kecil Di Ponorogo Tinjauan Maṣlaḥah Siti Wulandari
Muslim Heritage Vol 1, No 1 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.066 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i1.384

Abstract

Abstract: One of the indications of the acceleration of economic progress in Ponorogo is the rapid development of the real sectors, especially the proliferation of modern businesses using the franchise system. Therefore, small retail businesses today are facing new competitors with huge capital and reliability of modern management. This study tries to find out the impact of the franchise system invasion to the existence of small retails, and how it affects the maṣlaḥah (safety) of small retails in Ponorogo. This study uses the theory of maqāṣid al-sharīah in the aspects of ḥifẓ al-māl to analyze the sustainability of small retail businesses amid the proliferation of franchise businesses. Maṣlāḥah is thinking about the advantages and disadvantages on the basis of religious teachings by thinking about priorities and side with the community (al-maṣlaḥah al-'āmah). The results of this study found out the threat of franchise trading system to the existence of small retails. Therefore, the maṣlaḥah for small retail of businesses means the realization of the safety from the expansion of large investors, such as monopoly.Abstrak: Salah satu indikator meningkatnya laju perekonomian Kabupaten Ponorogo ditandai dengan pesatnya perkembangan sektor riil terutama dengan menjamurnya berbagai jenis toko-roko modern (khususnya dengan sistem waralaba) yang terus bertambah jumlahnya. Lalu bagaimana dengan para pebisnis retail kecil yang kebanyakan mereka memiliki usaha dengan modal yang tidak terlalu besar. Penelitian ini berupaya mengetahui adakah  pengaruh yang terjadi akibat adanya toko-toko dengan sistem waralaba terhadap eksistensi retail kecil, serta adakah pengaruhnya terhadap kemaslahatan retail kecil yang ada di Ponorogo. Penelitian ini menggunakan teori keberlangsungan usaha yang dikaitkan dengan maqāsid al-shar’īah  aspek kemaslahatan hifz al-māl untuk menguji pengaruh kemaslahatan retail kecil dengan adanya bisnis waralaba. Hasil penelitian ini menunjukan hubungan signifikan, artinya terdapat pengaruh negatif sistem waralaba terhadap eksistensi retail kecil dan juga mengganggu kemaslahatannya. Maslāhah menurut Abd al Wahhāb Khallāf adalah sesuatu yang dapat menarik suatu manfaat dalam suatu masyarakat, menolak bahaya, atau menghilangkan kesulitan bagi peradaban umat manusia. Kemaslahatan dari aspek hifz al-māl adalah terciptanya kesejahteraan dalam masyarakat dengan terjaga dari monopoli usaha, serta kesenjangan  ekonomi dan taraf hidup. Dalam konteks retail kecil di Ponorogo, agar keberlangsungannya dan kemaslahatannya terjaga, harus mampu berkreasi dan berinovasi mengembangkan usahanya dalam menghadapi persaingan global.
International Human Right and Islamic Law: Sebuah Upaya Menuntaskan Wacana-Wacana Kemanusiaan Mukhis, Febri Hijroh
Muslim Heritage Vol 2, No 1 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.121 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i1.1043

Abstract

Abstract: Islam brings universal messages involve justice, equality, respect and humanity. These actually are the sacred Sunnah of the Prophet. However, the current problems of human are so varied, in line with the development of information and technology which are so advanced. Those problems could be positive if everyone really understands the universal messages of Prophet by always on the side of social-humanity. This article seeks to examine the problem of human rights and Islamic law as the one of efforts to resolve the dichotomy between Islam and the humanity problems. This article is the conceptual study which specifically uses qualitative descriptive study. The conclusion of this study is the dichotomy between the concept of human rights and Islamic law must be resolved, both are on one purpose involve justice, equality and humanity. Human right is a common concern regardless of any interest, whether religious, politic, culture, and even science. If there is no harmony in the concept of humanity in a religious frame or tauhid, then the understanding of humanity must be freed from all forms of identity of interests.Abstrak: Islam membawa pesan universal yang abadi, yakni: keadilan, persamaan, penghargaan, dan kemanusiaan. Pesan universal inilah yang sebenarnya Sunnah Nabi yang suci. Namun problem terkini umat manusia begitu variatif, dengan semakin majunya informasi dan teknologi. Problem tersebut bisa menjadi positif jika semua orang benar-benar memahami pesan universal kenabian dengan selalu memihak kepada sosial-kemanusiaan. Artikel ini berupaya mengkaji problem HAM dan hukum Islam sebagai salah satu upaya untuk mengakhiri dikotomi antara Islam dan problem kemanusiaan. Artikel ini merupakan kajian konseptual, dengan jenis kajian kualitatif deskriptif. Kesimpulan dari kajian ini yaitu, dikotomi antara konsep HAM dan hukum Islam haruslah dituntaskan, kedunya berada pada satu ujung tujuan, yakni keadilan, kesetaraan dan kemanusiaan. Urusan kemanusiaan adalah urusan bersama tanpa memandang kepentingan apapun, baik agama, politik, budaya, bahkan pengetahuan. Jika tidak adanya keharmonisan dan kesepahaman antara konsep kemanusiaan dalam bingkai keagamaan atau tauhid maka pemahaman tentang kemanusiaan haruslah dibebaskan dari segala bentuk kepentingan identitas.
Standar Proses Pembelajaran Sebagai Sistem Penjaminan Mutu Internal di Sekolah Heppy Puspitasari
Muslim Heritage Vol 2, No 2 (2017): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.32 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v2i2.1115

Abstract

Abstract: The quality of the learning process is manifested into the achieving standards in learning. These standards will be guidelines for all the process of learning activities, namely, planning, implementing and monitoring / evaluation. SMPN 1 Geger is one of the formal educational institutions that run the learning process by applying internal quality assurance to certify that the learning process is guaranteed and in accordance with predetermined standards. The result of this research revealed that in ensuring the quality of learning process, SMPN 1 Geger has a policy refers to the applicable legislation and internal policies made by the institution. Policies in the learning process comprises planning, implementation, assessment and supervision of learning. Quality assurance mechanism of learning process is conducted in five stages, namely; Quality mapping, compiling of quality fulfillment plan, quality fulfillment, conducting evaluation / quality audit, and formulating standard above SNP. There are several excellent programs implemented at SMPN 1 Geger, including implementing IT / E-Learning learning,  ICT Day, English Day, and Dinten Boso Jawi program, sister classes, GLS culture and teaching and learning system outside the class.Abstrak: Kualitas mutu proses pembelajaran dinyatakan dalam bentuk pencapaian standar-standar dalam pembelajaran. Standar-standar tersebut akan menjadi pedoman seluruh aktivitas proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan monotoring/evaluasi. SMPN 1 Geger merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang mengawal proses pembelajaran dengan menerapkan penjaminan mutu internal untuk memastikan bahwa proses pembelajaran terjamin dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dari penelitian ini diketahui bahwa dalam menjamin mutu proses pembelajaran, SMPN 1 Geger memiliki kebijakan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebijakan internal yang dibuat lembaga. Kebijakan dalam proses pembelajaran meliputi perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengawasan pembelajaran. Mekanisme penjaminan mutu proses pembelajaran yang dilakukan di  SMPN 1 Geger dilakukan melalui lima tahapan, yakni; pemetaan mutu, penyusunan rencana pemenuhan mutu, pemenuhan mutu, evaluasi/audit mutu, dan penyusunan standar di atas SNP. Terdapat beberapa program unggulan yang diterapkan di SMPN 1 Geger, diantaranya adalah menerapkan pembelajaran berbasis IT / E-Learning, terdapat juga program ICT Day, English Day, dan Dinten Boso Jawi, serta membentuk kelas rujukan, budaya GLS dan menggerakkan sekolah lapang atau sistem belajar mengajar di luar bangku sekolah.
Fluktuasi Biaya Haji Dalam Rupiah, Dolar AS dan Dinar: Perspektif Investasi Syariah Arina Hidayati
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.984 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1300

Abstract

Abstract: Haji fee always fluctuated from time to time due to changes in economic conditions. The study compared fluctuations Haji Cost of Year 1998-2017 in the currency Rupiah, US Dollar and Gold Dinar to determine the stability of Hajj Cost fluctuations from year to year as consideration of financial planning in preparation for Hajj and other long-term needs as a form of investment sharia. The research method in this study is qualitative descriptive method. Data collected from the Presidential on Fees Hajj of the Year 1998-2017, the data exchange in the BI and the price of the dinar in geraidinar.com then process the data in the form of a non descriptive statistics. From the discussion of research on the fluctuation of the Year 1998-2017 Haji fee in Rupiah, US Dollar and the Dinar result that the US dollar is more stable than the amount, is more stable than Rupiah Dinar and Dinar value and purchasing power of the most volatile than Rupiah and US Dollar. Dinar most encouraged to be the choice of savings in preparing for Hajj fees and other long-term funding needs, poor second to the US Dollar and Rupiah ranked third. Islamic investment safest long term is in dinars, as it has a value and purchasing power of the most stable, followed by the US dollar and the rupiah is recommended only used in everyday financial transactions in the short term.Abstrak: Biaya Haji senantiasa mengalami fluktuasi dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan kondisi perekonomian. Penelitian ini membandingkan fluktuasi Biaya Haji dari Tahun 1998-2017 dalam satuan mata uang Rupiah, Dolar AS dan Dinar Emas untuk mengetahui stabilitas fluktuasi Biaya Haji dari tahun ke tahun sebagai bahan pertimbangan perencanaan keuangan dalam rangka persiapan Ibadah Haji dan kebutuhan jangka panjang lainnya sebagai bentuk investasi syariah. Metode penelitian dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dari Kepres tentang Biaya Haji dari Tahun 1998-2017, data nilai tukar mata uang di BI dan harga dinar di geraidinar.com kemudian mengolah data dalam bentuk non statistik deskriptif. Dari pembahasan penelitian terhadap fluktuasi Biaya Haji dari Tahun 1998-2017 dalam Rupiah, Dolar AS dan Dinar diperoleh hasil bahwa Dolar AS lebih stabil daripada Rupiah, Dinar lebih stabil daripada Rupiah dan Dinar memiliki nilai dan daya beli paling stabil daripada Rupiah dan Dolar AS. Dinar paling dianjurkan menjadi pilihan tabungan dalam mempersiapkan Biaya Haji dan kebutuhan dana jangka panjang lainnya, urutan ke dua Dolar AS dan Rupiah diurutan ketiga. Investasi syariah jangka panjang paling aman adalah dalam Dinar, karena memiliki nilai dan daya beli paling stabil, disusul Dolar AS dan Rupiah dianjurkan hanya digunakan dalam transaksi keuangan sehari-hari dalam jangka pendek.
TRANSPARANSI KEUANGAN DAERAH DALAM PERSPEKTIF ISLAMIC GOOD GOVERNANCE miftahul akla
Muslim Heritage Vol 4, No 1 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.356 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i1.1581

Abstract

AbstractThe presence of technological developments impacts on the increasing of information disclosure. Also, it is occurred in every government agency, including in the center, province and district / city. This openness is very important since the community can directly observe various policies and developments in the region as well as the use of the budget. This issue of openness is very important as a foundation for development in this region. The financial transparency leads community to conduct both direct and indirect monitor of its usage. It is expected that the regional development will be enlarged and the misuse of financial budget can be reduced. Therefore, it will be possible to realize development and creates a good government. AbstakPerkembangan teknologi membuat era keterbukaan informasi semakin terbuka lebar. Ini juga terjadi di setiap instansi pemerintah mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten / kota. Keterbukaan ini sangat penting agar masyarakat dapat secara langsung memantau berbagai kebijakan dan perkembangan di wilayah tersebut. Termasuk penggunaan anggaran di masing-masing instansi pemerintah. Masalah keterbukaan ini sangat penting, sebagai landasan dalam pembangunan di kawasan ini. Masyarakat menginginkan transparansi keuangan regional sehingga mereka dapat berkontribusi untuk pemantauan langsung dan pemantauan. Dengan keterbukaan ini, pembangunan akan dimaksimalkan dan meminimalkan penyalahgunaan atau penyalahgunaan anggaran keuangan daerah. Dengan begitu, akan mungkin untuk mewujudkan pembangunan yang mengambil sisi dari rakyat dan menciptakan pemerintahan pemerintahan yang baik.
PENGUATAN PENDIDIKAN PANCASILA SEBAGAI JATIDIRI, REFLEKSI, DAN TANTANGAN DALAM MEMBATASI PAHAM RADIKALISME MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI ISLAM PONOROGO Lukman Hakim; Rahmi Faradisya Ekapti
Muslim Heritage Vol 4, No 2 (2019): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.799 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v4i2.1850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penguatan  Pancasila sebagai jatidiri, refleksi, dan tantangan dalam membatasi paham radikalisme mahasiswa di Perguruan Tinggi Islam  Ponorogo. Jenis penelitian ini merupakan gabungan penelitian dan pengembangan R&D (Research and Development) dan deskriptif kualitatif. Data validasi diperoleh dari 3 orang dosen yaitu ahli materi dari bidang agama, bidang pendidikan pancasila dan bidang bahasa. Data uji coba terbatas diperoleh dari 100 mahasiswa yaitu 25 orang dari kampus IAIN Ponorogo, 25 orang dari kampus Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan 25 orang dari kampus UNIDA Gontor, dan 25 orang dari INSURI. Hasil pengembangan buku ini sesuai dengan kriteria kelayakan ahli diperoleh persentase rata-rata sebesar 76,67% dengan kategori layak. Kedua, Dari hasil uji coba terbatas diketahui 69% mahasiswa mengatakan paham konsep pancasila, persentase tingkat pemahaman lebih dalam mengenai pancasila sebagai jati diri, refleksi, dan tantangan sebesar 75,27% yang dapat dikategorikan tingkat pemahamannya baik. Ketiga, Pengendalian karakter mahasiswa dalam membatasi paham radikalisme mahasiswa di beberapa kampus yang ada di Ponorogo diperoleh persentase rata-rata sebesar 73,82% sehingga dapat dikatakan Buku kendali karakter ini dapat digunakan dengan baik dan menghasilkan karakter yang positif dalam pengimplementasian nilai-nilai pancasila dalam kehidupan.
Implementasi Fatwa DSN-MUI Terhadap Praktik Pembiayaan Murabahah Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat KCP Ponorogo Abdul Latif
Muslim Heritage Vol 1, No 1 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.106 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i1.379

Abstract

Abstract: Mura>bah}ah is the flagship product of Bank Syariah Mandiri Branch Office Ponorogo and Bank Muamalat Indonesia Branch Office Ponorogo. Currently, the percentage of mura>bah}ah financing at Bank Syariah Mandiri and Bank Muamalat almost reaches an average of 60% -70% of the total financing. Mura>bah}ah helps customers to finance certain needs. This study examines the financing mechanism of mura>bah}ah at Bank Syariah Mandiri and Bank Muamalat Ponorogo, and how the implementation of the fatwa of the National Sharia Board of Indonesian Ulema Council (DSN-MUI) on the practice of mura>bah}ah financing. The study concluded that the mura>bah}ah financing at Bank Syariah Mandiri and Bank Muamalat Ponorogo practices the finance of mura>bah{ah bi al-waka>lah or mura>bah{ah by proxy. Therefore, the identity of this transaction becomes unclear and ambiguous between sale and loans. That is because the products offered by the bank are not goods to purchase, but financing limit. As the result, the mura>bah{ah financing in Bank Syariah Mandiri Ponorogo and Bank Muamalat Indonesia Ponorogo are not fully in accordance with the fatwa  of DSN-MUI on mura>bah}ah.Abstrak: Akad mura>bah{ah menjadi produk unggulan di Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat KCP Ponorogo. Saat ini prosentase pembiayaan mura>bah{ah di BSM dan Bank Muamalat hampir rata-rata mencapai 60%-70% dari pembiayaan lainnya. Pembiayaan mura>bah{ah ini umumnya bertujuan untuk membantu pembeli dalam pengadaan objek tertentu di mana pembeli tidak memiliki kemampuan keuangan yang cukup untuk melakukan pembiayaan secara tunai. Penelitian ini mengkaji mekanisme pembiayaan mura>bah{ahdi BSM dan BMI KCP Ponorogo, dan bagaimana implementasi fatwa DSN-MUI terhadapa praktik pembiayaan mura>bah}ah. Temuan dalam penelitian ini bahwa, praktik pembiayaan mura>bah{ah di Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat KCP Ponorogo menggunakan pembiayaan mura>bah{ah bil wakalah{ atau dengan mura>bah{ah yang diwakilkan, sehingga terjadi kerancuan antara jual beli barang atau pinjam meminjam uang. Karena yang disodorkan oleh pihak bank bukan barang tetapi limit pembiayaan, maka pembiayaan mura>bah{ah di BSM dan BMI KCP Ponorogo belum sepenuhnya sesuai dengan fatwa DSN-MUI tentang mura>bah}ah.
Tata Kelola Mahasiswa Terhadap Integritas Akademik Dan Plagiarisme Abid Rohmanu
Muslim Heritage Vol 1, No 2 (2016): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.109 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v1i2.603

Abstract

Abstract: This research would like to see how the instituion of Postgraduate Program (PPs) STAIN Ponorogo to manage about the scholars academic integrity and plagiarism, and how ideal the respond of PPs STAIN Ponorogo about that scholars’ attitude is. This research is quite important because of many things. First, the scientific writing in short paper (makalah) is the entry point of education and teaching in PT. Second, in other side, PPs STAIN Ponorogo is immediately charged to address and respond an indication of plagiarism di the scholars level, and it needs the research as its basis. This research basically is survey quantitatively toward active scholars in Sharia Economic Study amount of 37 scholars. Instrument used is questionnaire with analysis technique of descriptive statistic. This research concludes that as many as 53% of respondents accustomed to cite exactly what words, phrase, sentence say from reference even though not in the context of direct citation (word for word plagiarism). According to it, so the implication of policy can be taken is socialization about academic integrity in any kind and forum, integrating strict rule about plagiarism in the academic guide, shaping an institution “Language Service (Layanan Bahasa)”, and “ Assembly of Academic Consideration (Majelis Pertimbangan Akademik)” which concern about plagiarism and software of plagiarism detector, and no less important is building academic culture which is full of integrity holistically.Abstrak: Penelitian ini ingin melihat bagaimana pengelolaan mahasiswa PPs STAIN Ponorogo terhadap integritas akademik dan plagiarisme, dan bagaimana idealnya respon kebijakan PPs STAIN Ponorogo terhadap sikap mahasiswa tersebut. Penelitian ini dirasa cukup penting karena beberapa hal. Pertama, penulisan karya ilmiah dalam bentuk makalah merupakan ujung tombak pendidikan dan pengajaran PT. Kedua, di sisi yang lain, PPs STAIN Ponorogo dituntut untuk segera menyikapi dan merespon gejala plagiarisme di tingkat mahasiswa, dan ini membutuhkan penelitian sebagai basisnya. Penelitian ini pada dasarnya adalah penelitian survey yang bersifat kuantitatif terhadap mahasiswa aktif Program Studi Ekonomi Syariah yang berjumlah 37 mahasiswa. Instrumen yang dipakai adalah angket dengan teknik analisis statistik deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebanyak 53% dari responden terbiasa untuk mengutip secara persis kata, frase dan kalimat dari sumber rujukan walaupun bukan dalam konteks kutipan langsung (word for word plagiarism). Berdasar hal tersebut, maka implikasi kebijakan yang bisa diambil adalah sosialisasi tentang integritas akademik dalam berbagai bentuk dan forum, mengintegrasikan aturan tegas tantang plagiarisme dalam pedoman akademik, membentuk lembaga “Layanan Bahasa”, dan “Majelis Pertimbangan Akademik” yang konsen pada persoalan plagiarisme dan penyediaan software pendeteksi plagiarisme, dan yang tidak kalah penting adalah membangun kultur akademik yang penuh integritas secara holistik.

Page 9 of 22 | Total Record : 211