cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
DeReMa (Development Research of Management) Jurnal Manajemen
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
PENGARUH INFORMATION TRANSPARENCY TERHADAP PURCHASE INTENTION YANG DIMODERASI OLEH REGULATORY FOCUS [THE EFFECT OF INFORMATION TRANSPARENCY ON PURCHASE INTENTION WHICH IS MODERATE BY REGULATORY FOCUS] Indra Atmaja; Teofilus Teofilus
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 18, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v18i2.7087

Abstract

Indonesia is one of the countries with the largest population in the world. This has resulted in the demand for basic needs of the people in Indonesia increasing over time, one of which is clothing. Erigo's position as a local clothing industry requires this company to compete with many competitors from within and outside the country. This study aims (1) to analyze whether the information transparency variable has an influence on the variable interest in buying Erigo products (2) to analyze whether the regulatory focus moderates the relationship between the information transparency variable and the buying interest variable. The variables used in this research are information transparency, regulatory focus, and purchase intention. This research is conducted due to the phenomenon where the increased transparency of information in the digital era is believed to be connected to consumer purchasing interest. This is because transparency plays a crucial role in consumer decision-making process. The population of this research is all consumers who have visited the Erigo pop-up store. The number of samples in this study were 90 respondents with the criteria of having visited Erigo's pop-up store, aged 17 to 30 years, and had compared Erigo's products with other similar clothing products. Data collection was carried out by distributing questionnaires via Google forms to respondents who matched the criteria. The results of the data in this study were processed using SPSS software with the Confirmatory Factor Analysis method. The results of this study are that the higher the information transparency, the higher the buying interest, but the addition of the regulatory focus variable to the initial model makes the results negative.Abstrak dalam Bahasa Indonesia.Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Hal ini mengakibatkan permintaan kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia meningkat seiring berjalannya waktu. Salah satu kebutuhan yang perlu dipenuhi yaitu pakaian. Kedudukan Erigo sebagai industri pakaian lokal mengharuskan perusahaan ini untuk bersaing dengan banyaknya pesaing dari dalam maupun luar negeri. Untuk dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya, Erigo harus mampu meningkatkan minat beli dari konsumen terhadap produk-produknya. Minat beli seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu kepercayaan konsumen terhadap suatu merek, di mana kepercayaan konsumen dapat dipengaruhi oleh transparansi informasi perusahaan. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis apakah variabel transparansi informasi memiliki pengaruh terhadap variabel minat beli produk Erigo (2) untuk menganalisis apakah regulatory focus memoderasi hubungan antara variabel transparansi informasi dengan variabel minat beli. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel transparansi informasi, fokus regulasi, dan minat beli. Penelitian ini diangkat karena fenomena dimana transparansi informasi yang sudah lebih modern di era digital ini dianggap memiliki keterhubungan terhadap minat beli konsumen. Hal ini dikarenakan dalam proses pengambilan keputusan konsumen, transparansi memegang peran penting. Populasi penelitian ini adalah semua konsumen yang pernah mengunjungi pop-up store Erigo. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 90 responden dengan kriteria pernah mengunjungi pop-up store Erigo, berusia 17 hingga 30 tahun, dan pernah membandingkan produk Erigo dengan produk pakaian sejenis lainnya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner melalui google formulir kepada responden yang dinilai cocok dengan kriteria. Hasil data pada penelitian ini diolah menggunakan software SPSS dengan metode Confirmatory Factor Analysis. Hasil dari penelitian ini pada model 1 yang menguji pengaruh transparansi informasi terhadap minat beli adalah positif, artinya semakin tinggi transparansi informasi, maka minat beli konsumen juga akan semakin meningkat. Uji yang dilakukan pada model 2 yang menguji pengaruh transparansi informasi terhadap minat beli yang dimoderasi oleh regulatory focus hasilnya adalah berpengaruh secara negatif yang artinya semakin tinggi tingkat transparansi informasi, minat beli dari konsumen akan semakin menurun.
FACTORS AFFECTING THE SATISFACTION OF CUSTOMERS BUYING FOOD WITH LAST-MILE DELIVERY SERVICE ON E-COMMERCE PLATFORM IN VIETNAM [FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PELANGGAN YANG MEMBELI MAKANAN DENGAN LAYANAN PENGIRIMAN LAST-MILE PADA PLATFORM E-COMMERCE DI VIETNAM] Nhung Thi Hong Le; Phuong Mai Le; Huyen Thi Nguyen
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 18, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v18i2.7257

Abstract

The study aims to explore specific factors that affecting the satisfaction of customers buying food with last- mile delivery service on e-commerce platform in Vietnam. The authors develop a research model consisting of 5 independent variables: service capacity of the transport unit, complaint and refund policy, freight cost, the factor about delivery staff, the form of goods upon receipt. The research apply simple random sampling method then conduct data analysis after collecting a sample size of 295 by SPSS 2.0 software. The research model explains 60.9% of the overall relationship of the above 5 factors with the satisfaction of last-mile delivery service when purchasing food. Implications and recommendations for further research are also discussed. The authors also propose some solutions to boost customer satisfaction when buying food for last- mile delivery services on the e-commerce platform.Abstrak dalam Bahasa Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi kepuasan pelanggan yang membeli makanan dengan layanan pengiriman last-mile pada platform e-commerce di Vietnam. Penulis mengembangkan model penelitian yang terdiri dari 5 variabel bebas: kapasitas pelayanan unit angkutan, kebijakan komplain dan refund, biaya angkut, faktor petugas pengiriman, bentuk barang setelah diterima. Penelitian menggunakan metode simple random sampling kemudian melakukan analisis data setelah terkumpul sampel sebesar 295 dengan software SPSS 2.0. Model penelitian menjelaskan 60,9% dari keseluruhan hubungan 5 faktor di atas dengan kepuasan pelayanan pesan antar jarak jauh saat membeli makanan. Implikasi dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya juga dibahas. Penulis juga mengusulkan beberapa solusi untuk meningkatkan kepuasan pelanggan saat membeli makanan untuk layanan pengiriman jarak jauh di platform e-commerce.
THE DYNAMICS OF FAMILY-OWNED SME SUSTAINABILITY IN RURAL AREAS [DINAMIKA KEBERLANJUTAN UKM KELUARGA DI PEDESAAN] Muhammad Setiawan Kusmulyono
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 18, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v18i2.6727

Abstract

SMEs in rural areas have characteristics that are closely related to the character of a family business. This can be seen in the management of the SME business which is fully controlled by the family. This situation shows that SMEs in rural areas are more dominated by family-owned SMEs. As a family-owned SME, this village entrepreneur has a big challenge to be able to regenerate the business for the next generation. This study seeks to identify the things that affect the dynamics in realizing the sustainability of family-owned SMEs in the village. This study uses a qualitative approach by conducting interviews through purposive sampling to culinary informants who run their businesses in rural areas and have the next generation. The results of the study show that in addition to all SMEs in the village being dominated by family businesses, these SMEs have hopes that their families will continue their business, but on the other hand it was also found that there are SMEs who do not care who will continue their business. This study produces interesting findings that can be developed to help improve the sustainability of SME development in Indonesia. Abstrak dalam Bahasa Indonesia. UKM di pedesaan memiliki karakteristik yang erat kaitannya dengan karakter usaha keluarga. Hal ini terlihat dari pengelolaan usaha UKM yang sepenuhnya dikendalikan oleh keluarga. Keadaan ini menunjukkan bahwa UKM di pedesaan lebih didominasi oleh UKM milik keluarga. Sebagai UKM milik keluarga, pengusaha desa ini memiliki tantangan besar untuk bisa meregenerasi bisnisnya untuk generasi selanjutnya. Kajian ini berupaya mengidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi dinamika dalam mewujudkan keberlanjutan UKM milik keluarga di desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara melalui purposive sampling kepada informan kuliner yang menjalankan usahanya di pedesaan dan memiliki generasi penerus. Hasil kajian menunjukkan bahwa selain seluruh UKM yang ada di desa didominasi oleh usaha keluarga, UKM ini memiliki harapan agar keluarganya tetap melanjutkan usahanya, namun disisi lain juga ditemukan adanya UKM yang tidak peduli yang akan melanjutkan usahanya. Kajian ini menghasilkan temuan menarik yang dapat dikembangkan untuk membantu meningkatkan keberlanjutan pengembangan UKM di Indonesia. 
ENTREPRENEUR’S ROLES DURING BUSINESS GROWTH STAGE AND THEIR EXIT ROUTES: THE CASE OF THE PUBLIC RELATIONS INDUSTRY [PERAN PENGUSAHA DALAM TAHAP PERTUMBUHAN BISNIS DAN RUTE KELUAR DARI BISNIS TERSEBUT: KASUS INDUSTRI PUBLIC RELATIONS] Tuong-Minh Ly-Le; Viet Tho Le
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 18, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v18i2.7294

Abstract

This research article aims to examine the entrepreneur’s roles during the business growth stage and their exit routes, with a focus on the public relations industry in Vietnam. The findings highlight the transition of entrepreneurs from hands-on involvement in all aspects of the business to assuming strategic roles during the growth stage. Founders play a crucial role in setting the company’s vision, establishing a solid organizational culture, and fostering innovation. The decision of whether to maintain control or delegate management responsibilities is critical, with some entrepreneurs choosing to retain control due to their emotional attachment, while others recognize the need to delegate to professional managers.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Artikel penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pengusaha selama tahap pertumbuhan bisnis dan rute keluarnya, dengan fokus pada industri hubungan masyarakat di Vietnam. Temuan menyoroti transisi pengusaha dari keterlibatan langsung dalam semua aspek bisnis untuk mengambil peran strategis selama tahap pertumbuhan. Pendiri memainkan peran penting dalam menetapkan visi perusahaan, membangun budaya organisasi yang solid, dan mendorong inovasi. Keputusan apakah akan mempertahankan kendali atau mendelegasikan tanggung jawab manajemen sangat penting, dengan beberapa pengusaha memilih untuk mempertahankan kendali karena keterikatan emosional mereka, sementara yang lain menyadari kebutuhan untuk mendelegasikan kepada manajer profesional.
EVALUATING THE READINESS FOR ISO 9001:2015 CERTIFICATION: A CASE STUDY Omallao, Oriel; Gano-an, Jonathan
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 19, No 1 (2024): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v19i1.7293

Abstract

This quantitative exploratory paper evaluates the degree of adoption of a cooperative to Total Quality Management (TQM) practices as a precursor study for its readiness for ISO 9001:2015 Quality Management System certification.  Questionnaires were developed to explore practices already implemented within the ambit of TQM.  Selected participants were grouped into two: (1) Management which is the middle-level management up to the CEO and (2) Governance composed of the Board of Directors, elected and appointed officers. A total number of 37 respondents were surveyed simultaneously.  Primary data gathered from survey questionnaire were tested statistically for non-parametric datasets using SPSS16 for descriptive statistics and test of normality. Test statistics using Mann-Whitney U Test examines if the adoption of Quality Management Principles (QMPs) of ISO 9001-2015 is equally perceived by the two variable groupings.  The study concluded that the seven QMPs are somewhat adopted based on the result of the overall mean score.  Results of descriptive statistics for each of the QMP revealed that Leadership has the highest mean.  Whereas other QMPs such Customer Focus, Improvement, Process Approach, Evidence-Based Decision Making, Engagement of People, and Relationship Management are somewhat adopted.  Results of Mann-Whitney U Test revealed that TQM adoption is perceived more by the Governance group than by the Management group and the two variable groupings have differing perceptions on the adoption of TQM, thus rejecting the null hypothesis of similarity among the two groups.  Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Makalah eksploratif kuantitatif ini mengevaluasi tingkat adopsi suatu koperasi terhadap praktik Total Quality Management (TQM) sebagai studi pendahuluan untuk kesiapan sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Kuesioner dikembangkan untuk mengeksplorasi praktik yang telah diimplementasikan dalam lingkup TQM. Peserta yang dipilih dibagi menjadi dua kelompok: (1) Manajemen yang terdiri dari manajemen tingkat menengah hingga CEO dan (2) Tata Kelola yang terdiri dari Dewan Direksi, pejabat terpilih, dan diangkat. Sebanyak 37 responden disurvei secara bersamaan. Data primer yang dikumpulkan dari kuesioner survei diuji secara statistik untuk dataset non-parametrik menggunakan SPSS16 untuk statistik deskriptif dan uji normalitas. Uji statistik menggunakan Uji Mann-Whitney untuk memeriksa apakah adopsi Prinsip Manajemen Mutu (QMP) ISO 9001-2015 sama-sama dirasakan oleh dua kelompok variabel. Studi ini menyimpulkan bahwa ketujuh QMP sedikit diadopsi berdasarkan hasil skor rata-rata keseluruhan. Hasil statistik deskriptif untuk masing-masing QMP mengungkapkan bahwa Kepemimpinan memiliki rata-rata tertinggi. Sedangkan QMP lainnya seperti Fokus pada Pelanggan, Peningkatan, Pendekatan Proses, Pengambilan Keputusan Berbasis Bukti, Keterlibatan Masyarakat, dan Manajemen Hubungan sedikit diadopsi. Hasil Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa adopsi TQM lebih dirasakan oleh kelompok Tata Kelola daripada kelompok Manajemen, dan kedua kelompok variabel memiliki persepsi yang berbeda tentang adopsi TQM, sehingga menolak hipotesis nol tentang kesamaan di antara kedua kelompok.
THE IMPACT OF INTERNAL COMMUNICATION ON VIETNAMESE GEN Z EMPLOYEES’ WORK SATISFACTION Ly-Le, Tuong-Minh; Phuong Le, Hanh Canh
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 19, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v19i2.8165

Abstract

This study aims to explore how effective internal communication influences the job satisfaction of Vietnamese Gen Z employees, and to understand whether good internal communication can enhance Gen Z employees’ comprehension of their job roles, promotion opportunities, relationships with supervisors, and co-worker interactions, ultimately leading to increased job satisfaction.The research comprises two phases: a pilot survey and in-depth interviews. The pilot survey confirmed the importance of internal communication and its perceived influence on job satisfaction. Subsequently, in-depth interviews provided nuanced insights into how internal communication practices affect their understanding of work nature, promotion opportunities, relationships with supervisors, and co-workers.The findings indicate that effective internal communication positively affects Gen Z employees’ understanding of their job roles, increases their awareness of training and promotion opportunities, enhances relationships with supervisors, and fosters productive co-worker interactions. While it did not directly influence salary levels, these internal communication efforts significantly improved job satisfaction. Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi internal yang efektif mempengaruhi kepuasan kerja karyawan Gen Z di Vietnam, dan untuk memahami apakah komunikasi internal yang baik dapat meningkatkan pemahaman karyawan Gen Z tentang peran pekerjaan mereka, peluang promosi, hubungan dengan atasan, dan interaksi dengan rekan kerja, yang pada akhirnya meningkatkan kepuasan kerja. Penelitian ini terdiri dari dua fase: survei pendahuluan dan wawancara mendalam. Survei pendahuluan mengonfirmasi pentingnya komunikasi internal dan pengaruhnya terhadap kepuasan kerja yang dirasakan. Selanjutnya, wawancara mendalam memberikan wawasan yang lebih mendetail tentang bagaimana praktik komunikasi internal memengaruhi pemahaman mereka tentang sifat pekerjaan, peluang promosi, hubungan dengan atasan, dan rekan kerja. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi internal yang efektif secara positif mempengaruhi pemahaman karyawan Gen Z tentang peran pekerjaan mereka, meningkatkan kesadaran mereka tentang peluang pelatihan dan promosi, memperbaiki hubungan dengan atasan, dan mendorong interaksi yang produktif dengan rekan kerja. Meskipun tidak secara langsung mempengaruhi tingkat gaji, upaya komunikasi internal ini secara signifikan meningkatkan kepuasan kerja.
EXPLORING CHALLENGES IN IRAN'S KNOWLEDGE-BASED ICT FIRMS: IMPLICATIONS FOR EDUCATIONAL TECHNOLOGIES Fotoohi, Arezoo
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 19, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v19i2.8623

Abstract

This study explores the multifaceted growth challenges faced by Knowledge-Based Firms (KBFs) within Iran’s Information and Communication Technology (ICT) sector. The research identifies critical barriers across several domains, including financial constraints, market development limitations, and political, regulatory, and legal complexities. Through a comprehensive analysis, the study reveals that financial challenges are intensified by limited access to high-quality equipment and skilled personnel. Additionally, both domestic and international market development face significant hurdles. Regulatory and legal issues, such as inadequate intellectual property protections and cumbersome administrative processes, further exacerbate these challenges. The study underscores the need for strategic policy reforms, improved governmental coordination, and targeted support mechanisms to address the evolving needs of these firms. The findings highlight the importance of optimizing tax policies, facilitating international market entry, revising regulatory frameworks, and enhancing support for knowledge-based law enforcement to foster sustainable growth and innovation in Iran’s ICT sector.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi tantangan pertumbuhan yang kompleks yang dihadapi oleh Perusahaan Berbasis Pengetahuan (KBFs) dalam sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) di Iran. Penelitian ini mengidentifikasi hambatan kritis di berbagai bidang, termasuk keterbatasan keuangan, keterbatasan pengembangan pasar, serta kompleksitas politik, regulasi, dan hukum. Melalui analisis yang komprehensif, penelitian ini mengungkapkan bahwa tantangan keuangan diperparah oleh terbatasnya akses terhadap peralatan berkualitas tinggi dan tenaga kerja terampil. Selain itu, pengembangan pasar domestik dan internasional menghadapi hambatan yang signifikan. Masalah regulasi dan hukum, seperti perlindungan hak kekayaan intelektual yang tidak memadai dan proses administratif yang rumit, semakin memperburuk tantangan ini. Penelitian ini menekankan perlunya reformasi kebijakan strategis, peningkatan koordinasi pemerintah, dan mekanisme dukungan yang tepat untuk mengatasi kebutuhan yang berkembang dari perusahaan-perusahaan ini. Temuan ini menyoroti pentingnya mengoptimalkan kebijakan pajak, memfasilitasi masuknya pasar internasional, merevisi kerangka regulasi, dan meningkatkan dukungan untuk penegakan hukum berbasis pengetahuan guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inovasi dalam sektor ICT di Iran
EXAMINING THE IMPLICATION OF TQM, CUSTOMER SATISFACTION, SERVICE QUALITY, AND MARKET ORIENTATION IN PRIVATE BANK IN SURABAYA Audrey, Evelyn; Sutrisno, Timotius F. C. W.
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 19, No 1 (2024): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v19i1.7314

Abstract

Total Quality Management (TQM) has gained significant attention across various industries as a concept to enhance organizational performance, including in banking industry. This research paper aims to investigate the implementation and impact of TQM principles in the banking industry, exploring its essential indicators including service quality, market orientation, and customer satisfaction. The study begins by reviewing the existing literature on TQM and its application in the banking industry, highlighting key concepts, methodologies, and discussion. Empirical data was taken from 185 bank workers in East Java Region of the Republic of Indonesia, especially Surabaya City. This study uses Confirmatory Factor Analysis to test construct reliability and validity, while the relationship between variables is examined with Partial Least Square/ PLS-SEM. This research uses purposive sampling, we are targeting private bank workers in Surabaya through online questionnaires spread by social media. This research contributes to the existing body of knowledge by providing a comprehensive review and analysis of TQM implementation in the banking industry. This research findings demonstrate that TQM has a significant relationship with Customer Satisfaction, Service Quality, and Market Orientation.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Manajemen Mutu Total (TQM) telah mendapatkan perhatian signifikan di berbagai industri sebagai konsep untuk meningkatkan kinerja organisasi, termasuk dalam industri perbankan. Makalah penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki implementasi dan dampak prinsip-prinsip TQM di industri perbankan, mengeksplorasi indikator-indikator pentingnya termasuk kualitas layanan, orientasi pasar, dan kepuasan pelanggan. Studi ini dimulai dengan meninjau literatur yang ada tentang TQM dan aplikasinya dalam industri perbankan, menyoroti konsep-konsep kunci, metodologi, dan diskusi. Data empiris diambil dari 185 pekerja bank di Wilayah Jawa Timur Republik Indonesia, khususnya Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan Analisis Faktor Konfirmatori untuk menguji reliabilitas dan validitas konstruk, sementara hubungan antar variabel diperiksa dengan Partial Least Square/PLS-SEM. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, kami menargetkan pekerja bank swasta di Surabaya melalui kuesioner online yang disebar melalui media sosial. Penemuan penelitian ini berkontribusi pada tubuh pengetahuan yang ada dengan memberikan tinjauan dan analisis yang komprehensif tentang implementasi TQM di industri perbankan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa TQM memiliki hubungan yang signifikan dengan Kepuasan Pelanggan, Kualitas Layanan, dan Orientasi Pasar.
BEYOND MOTIVATION AND HEAVY WORK INVESTMENT: THE CRITICAL ROLE OF BEHAVIORAL-FOCUSED SELF-LEADERSHIP IN ACHIEVING ACADEMIC RESEARCH PERFORMANCE Napitupulu, Herta
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 19, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v19i2.8460

Abstract

Many studies highlight the influence of motivation on lecturers' research performance. However, further research is needed to understand the mechanism behind this relationship better. This research aims to determine how behavioral-focused self-leadership and heavy work investment mediate extrinsic and intrinsic motivation to improve academic research performance. Based on social cognitive theory, extrinsic and intrinsic motivation enable individuals to develop strategies and expend effort to achieve expected performance. Data was collected through an online survey involving lecturers at universities in Indonesia (N = 216). The instrument used in the form of a questionnaire was developed from several measuring tools that have been widely used and have been validated. Data analysis was carried out using PLS-SEM. Research findings reveal that behavioral-focused self-leadership directly influences academic research performance and mediates the relationship between academic extrinsic motivation and academic intrinsic motivation on academic research performance. Academic extrinsic and intrinsic motivation have a positive effect on heavy work investment. However, in this study, there is insufficient evidence to suggest that there is a significant influence between heavy work investment and academic research performance. These findings indicate that more than heavy work investment is needed to influence academic research performance significantly. These results expand our understanding of the existing literature on work motivation and self-leadership. These findings have implications for higher education management. Emphasis on developing behavioral-focused self-leadership strategies for lecturers' human resources will increase the effectiveness of heavy work investments and prevent mental health problems that workaholic tendencies may cause. Abstrak dalam Bahasa Indonesia Banyak penelitian menyoroti pengaruh motivasi terhadap kinerja penelitian dosen. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme di balik hubungan ini dengan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana kepemimpinan diri yang berfokus pada perilaku dan investasi kerja yang berat memediasi motivasi ekstrinsik dan intrinsik untuk meningkatkan kinerja penelitian akademik. Berdasarkan teori kognitif sosial, motivasi ekstrinsik dan intrinsik memungkinkan individu mengembangkan strategi dan mengeluarkan usaha untuk mencapai kinerja yang diharapkan. Data dikumpulkan melalui survei online yang melibatkan dosen di universitas di Indonesia (N = 216). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dikembangkan dari beberapa alat ukur yang telah banyak digunakan dan telah divalidasi. Analisis data dilakukan menggunakan PLS-SEM. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan diri yang berfokus pada perilaku secara langsung memengaruhi kinerja penelitian akademik dan memediasi hubungan antara motivasi ekstrinsik akademik dan motivasi intrinsik akademik terhadap kinerja penelitian akademik. Motivasi ekstrinsik dan intrinsik akademik memiliki pengaruh positif terhadap investasi kerja yang berat. Namun, dalam penelitian ini, tidak ada cukup bukti yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara investasi kerja yang berat dan kinerja penelitian akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa investasi kerja yang berat saja tidak cukup untuk mempengaruhi kinerja penelitian akademik secara signifikan. Hasil ini memperluas pemahaman kita tentang literatur yang ada mengenai motivasi kerja dan kepemimpinan diri. Temuan ini memiliki implikasi bagi manajemen pendidikan tinggi. Penekanan pada pengembangan strategi kepemimpinan diri yang berfokus pada perilaku untuk sumber daya manusia dosen akan meningkatkan efektivitas investasi kerja yang berat dan mencegah masalah kesehatan mental yang mungkin disebabkan oleh kecenderungan kerja berlebihan.
MBAS AND ENTREPRENEURSHIP: A PERFECT PAIRING OR POTENTIAL MISMATCH? Kleinova, Ivona
DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen Vol 19, No 1 (2024): May
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/derema.v19i1.7473

Abstract

The world economy has been experiencing and indeed appreciating the golden era of entrepreneurialism for quite some time now. The crucial element in this movement is entrepreneurs plentifully consuming accessible know-how and contemplating various funding options while benefiting from the digitised and globalised world. However, they often fail to succeed. In this paper, I assess the experience and knowledge of MBA graduate entrepreneurs on starting and running real businesses. I aim to explore what areas of new business development an MBA assists a nascent entrepreneur in launching a business. The research also intends to explore crucial MBA management tools and strategies vital in the start-up phase of a new business. To establish valid and robust empirical findings, I in-depth interviewed 10 MBA graduate entrepreneurs best acquainted with the research area. The study highlighted several areas within a new business formation where an MBA could assist a new entrepreneur and indicates as many as 26 MBA management tools and strategies that can be employed.Abstrak dalam Bahasa Indonesia. Ekonomi dunia telah mengalami dan benar-benar menghargai era keemasan kewirausahaan untuk waktu yang cukup lama. Elemen krusial dalam gerakan ini adalah para pengusaha yang melimpah mengonsumsi pengetahuan yang mudah diakses dan mempertimbangkan berbagai pilihan pendanaan sambil memanfaatkan dunia yang terdigitalisasi dan terglobalisasi. Namun, mereka seringkali gagal untuk berhasil. Dalam makalah ini, saya menilai pengalaman dan pengetahuan para pengusaha lulusan MBA dalam memulai dan menjalankan bisnis nyata. Saya bertujuan untuk menjelajahi bidang-bidang pengembangan bisnis baru di mana seorang MBA membantu seorang pengusaha pemula dalam meluncurkan bisnis. Penelitian ini juga bermaksud untuk menjelajahi alat-alat manajemen dan strategi MBA yang penting dalam fase awal sebuah bisnis baru. Untuk mendapatkan temuan empiris yang valid dan kuat, saya melakukan wawancara mendalam dengan 10 pengusaha lulusan MBA yang paling akrab dengan area penelitian. Studi ini menyoroti beberapa area dalam pembentukan bisnis baru di mana seorang MBA dapat membantu seorang pengusaha baru dan menunjukkan sebanyak 26 alat manajemen dan strategi MBA yang dapat digunakan.