KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture)
KARSA is a peer-reviewed national journal published by Institut Agama Islam Negeri Madura. It has been nationally accredited SINTA 2 since 2017 by Ministry of Research Technology and Higher Education of Republic Indonesia. It is published twice a year (June and December). It publishes articles of research results, applied theory studies, social issues, cultural studies, and Islamic culture issues. The aim of KARSA is to disseminate cutting-edge research that explores the interrelationship between social studies and (including) culture. The journal has scope and seeks to provide a forum for researchers interested in the interaction between social and cultural aspects across several disciplines. The journal publishes quality, original and state-of-the-art articles that may be theoretical or empirical in orientation and that advance our understanding of the intricate relationship between social science and culture. KARSA accepts manuscript with a different kind of languages are Indonesian, English, Arabic, or French.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA"
:
11 Documents
clear
LOGOSENTRISME JACQUES DERRIDA DALAM FILSAFAT BAHASA
Eko Ariwidodo
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.38
Tradisi filsafat Barat sepenuhnya didasarkan pada apa yang disebut sebagai logosentrisme atau ‘metafisika kehadiran’ (metaphysics of presence). Logosentrisme merupakan sistem metafisik yang mengandaikan logos atau kebenaran transendental di balik segala hal yang tampak di permukaan atau segala hal yang terjadi di dunia fenomenal. Makna tidak pernah hadir kecuali dalam intertekstualitas tanda. Derrida mengajak untuk melampaui bahasa seperti yang dihasilkan oleh sistem linguistik dan logika. Hubungan antara bahasa dan pikiran merupakan hubungan yang timpang. Pikiran selalu diperlakukan lebih tinggi danpada kata-kata, Pikiran menjadi sumber dari bahasa, sementara bahasa hanya kepanjangan tangan dari pikiran. Bahasa bertugas menyampaikan sesuatu yang ingin diekspresikan oleh pikiran. Derrida menolak supremasi pikiran sebagai fakultas tersendiri yang bebas dari bahasa, dan sebaliknya menegaskan bahwa pikiran juga terkontaminasi oleh bahasa dan diferensialitas tanda-tanda. Derrida mengoperasikan differance untuk membedah kelemahan internal dari metafisika Barat. Pengaruh dari differance juga melebar ke institusi-institusi pengetahuan lainnya yang membentuk nalar epistemik dari setiap pemikiran yang baku, tertutup, dan final. Differance menjadi anasir yang tak terelakkan dalam setiap disiplin keilmuan. Sistem-sistem pemikiran dibangun di atas ‘teks’ dan beroperasi dengan cara kerja teks, tak dapat menghindar dari differance. Kehadiran differance juga menggerakkan seluruh permukaan teks yang terlihat datar dengan memfungsikan kembali ‘logika permainan’ yang direpresi oleh logika yang dominan. Kebenaran, makna, atau referens dalam teks tidak menjadi prioritas utama yang dicari. Semua ini dialami lebih sebagai proses. Differance secara terus-menerus mempertanyakan asumsi-asumsi yang mapan dan mengujinya dengan kemungkinan-kemungkinan baru yang lebih radikal, paradoksal, atau bahkan absurd.
ASPEK RELEVANSI DALAM TERJEMAHAN TINDAK-TUTUR KINÂYAH AL-QUR’AN
Mohamad Zaka Al-Farisi
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.515
Teori relevansi memandang penerjemahan sebagai ekspresi dan rekognisi dari intensi penulis teks sumber. Penelitian ini bermaksud mengungkap aspek relevansi dalam terjemahan Al-Qur’an. Untuk itu dipilih 13 tindak-tutur kinâyah tentang jima’ beserta terjemahannya, yakni terjemahan Depag RI dan terjemahan alternatif. Selanjutnya 30 mahasiswa dimintai tanggapannya tentang aspek relevansi kedua terjemahan tersebut. Hasilnya, terjemahan Depag RI kurang menghadirkan aspek relevansi terhadap maksud tuturan. Halini terjadi, selain karena bahasa Indonesia tidak memiliki konsep kinâyah, juga lantaran penggunaan diksi yang berpotensi menimbulkan ketaksaan. Sementara itu, terjemahan alternatif menggunakan diksi yang jelas dan tedas sehingga tidak memerlukan processing effort yang besar untuk sampai pada maksud tuturan.Copyright (c) 2016 by KARSA. All right reservedDOI: 10.19105/karsa.v21i2.515
KOMUNIKASI SANTUN DALAM AL-QUR’AN
Moh. Zahid
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.516
Komunikasi santun merupakan etika yang diterima secara universal dan turutmenjadi faktor penentu efektivitas suatu komunikasi. Al-Qur’an tidak sajamemerintahkan untuk berkomunikasi secara santun, tetapi juga memberikancontoh-contoh bentuk-bentuk komunikasi santun dalam berbagai situasi dankondisi. Perintah Al-Qur’an tersebut menggunakan beberapa istilah, sepertiqawlan karîmâ (perkataan yang mulia), qawlan maysûrâ (perkataan yangmenyenangkan), qawlan maʻrûfâ (perkataan yang baik), qawlan layyinâ (perkataanyang lembut), qawl sadîd (perkataan yang jujur), dan istilah lainnya yangsemakna dengan istilah-istilah tersebut. Istilah-istilah tersebut terdapat dalamberagam contoh konkrit komunikasi santun dalam Al-Qur’an, baik komunikasiantara Tuhan dan manusia atau sebaliknya maupun komunikasi antar manusia.
LOK-OLOK DALAM TRADISI LISAN DI MADURA
Mohammad Hefni
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.517
Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki tradisi khas. Madura sebagai salahsatu suku bangsa di Indonesia memiliki tradisi khas, yaitu kerapan sapi.Dalam event kerapan sapi, penonton tidak hanya disuguhi kecepatan sapi,tetapi juga tradisi lok-olok yang berlangsung setelah kerapan sapi berakhir.Dalam hubungan ini, persoalan yang diketengahkan dalam tulisan ini adalahbagaimana deskripsi tradisi lok-olok dan bagaimana perspektif etnometodologisatas tradisi lok-olok tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatankualitatif berjenis etnemetodologis. Jenis kajian ini dipilih karena tradisi lokolokberlangsung dalam setting institusional tertentu, yaitu lapangan kerapansapi. Dalam kajian etnometodologi, beberapa pakar etnometodologi memusatkanperhatiannya pada analisis percakapan. Konsep terpenting dari modelini adalah apa yang disebut dengan adjacency pair (pasangan yangberdekatan). Konsep ini mencakup observasi pertanyaan dan jawaban atau pernyataan dan respons yang dilakukan secara berpasangan. Yang terpentingdalam hal ini adalah bahwa respons orang atau pihak kedua mendudukiposisi penting. Dalam pidato lok-olok, respons yang ditunjukkan olehpenonton, sebagai pihak kedua, atas pidato yang disampaikan oleh tokang lokolok,sebagai pihak pertama, bisa berupa kesetujuan dan ketidaksetujuan.Kese-tujuan dan ketidaksetujuan tersebut ditunjukkan melalui kata-kata danperilaku tertentu.
PROSES SILANG BUDAYA KOMUNITAS MUSLIM “WONG LUMPUR”, GRESIK
M. Alie Humaedi
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.518
“Wong Lumpur” adalah komunitas unik yang berada di wilayah Gresik. Mereka dikenal sebagai kelompok kebudayaan marginal dan memiliki perbedaan yangcukup signifikan dengan “orang Giri”, sebagai pemegang dari budayamainstream-nya. Hal ini dipengaruhi oleh posisi kota Gresik yang menjadiwilayah industri dan menjadi pendukung utama pertumbuhan ekonomiSurabaya. Dari sisi praktik, kebudayaan hybrid kota ini telah kehilanganmaknanya sebagai “kota santri” atau “kota wali”, sebagaimana yang dikenalsebelumnya. Penelitian etnografi yang diawali dari deskripsi sejarah ruang sosialkota Gresik dari perspektif ekonomi politik, telah menunjukkan adanyapengaruh hybrid terhadap praktik kebudayaan dan bahasa masyarakat,khususnya di Desa Lumpur. Pengaruh ini terlihat pada aspek perkawinan danpenggunaan bahasa ibu pada keluarga pasangan campuran yang berasal daripemegang kebudayaan mainstream dan kebudayaan marginal.
THE LANGUAGE USAGE IN THE DISCOURSE OF FRIDAY PREACHING IN JAVA, INDONESIA
Kundharu Saddhono
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.519
Tulisan ini hendak menjelaskan karakteristik khutbah Jum’at dalam perspektifsosio-pragmatik dan budaya Jawa. Data tulisan ini diambil secara purposifdari khutbah Jum’at di daearh Surakarta, Jawa Tengah. Dalammengumpulkan data, penulis menggunakan teknik rekaman. Konteks sosialkomponen tutur digunakan sebagai alat analisis. Dengan menggunakandelapan komponen ujaran (Setting, Participants, Ends, Act, Keys,Instrumentalities, Norms, dan Genre) menurut Dell Hymes, tulisan inimencakup karakteristik tertentu. Berbeda dengan lainnya, khutbah Jum’atmemiliki aturannya tersendiri, meskipun dalam banyak hal dipengaruhi olehkhatibnya. Khatib memiliki otoritas penuh dalam menyampaikan khutbahJum’at dengan gaya bahasanya sendiri walaupun sesungguhnya ia haruspatuh pada aturan yang berlaku.
IDEOLOGI DALAM TEKS BERITA“ROOTS OF THE NORTH MALUKU CONFLICT” DI THE JAKARTA POST
Sunaidin Ode Mulae;
Sutiono Mahdi
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.520
Analisis wacana kritis sering diterapkan untuk menganalisis isu-isu kekuasaan, ideologi, dominasi, dan strategi dalam sebuah teks. Penelitian ini bertujuanuntuk mengidentifikasi proses transitifitas teks berita dengan pendekatansistemik fungsional. Analisis data dilakukan berdasarkan teori analisis wacanakritis dan tata bahasa fungsional. Analisis teks berita dari sudut pandangtransitifitas membuat kita dapat mempelajari bahasa, terutama bagaimanaproses-proses teks berita itu dihasilkan dan difungsikan. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis dan pendekatantata bahasa fungsional. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalahberita berbahasa Inggris di Jakarta Post berjudul Roots of the North MalukuConflict. Berita ini terdiri atas 40 klausa, 13 paragraf, dan 602 kosakata. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa proses transitifitas dalam teks tersebutditemukan sebanyak 14 proses material, 3 proses mental, dan 3 proses relasional.Secara keseluruhan, proses transitifitas dalam teks tersebut adalah 20 klausa.Sedangkan proses verbal, proses eksistensial, dan proses behavioral tidakditemukan dalam penelitian ini. Totalnya, terdapat 20 klausa yang tidak menunjukkan ciri proses transitifitas.
KAJIAN SOSIOLINGUISTIK TERHADAP BAHASA DAKWAH AKTIVIS DAKWAH KAMPUS (ADK) SURAKARTA
Siti Isnaniah
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.521
Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk dan makna jargonyang digunakan oleh ADK Surakarta, alasan yang mendasari ADKmenggunakan jargon tersebut, dan kontribusi jargon yang digunakan olehADK Surakarta terhadap dakwah Islam. Bentuk-bentuk bahasa (jargon)dakwah yang digunakan oleh ADK Surakarta kebanyakan berasal dari bahasaArab. Penggunaan bentuk-bentuk bahasa dakwah tersebut hanya berupa katadan gabungan kata, tidak ada yang berupa kalimat. Penggunaan jargondakwah tersebut tidak dibedakan berdasarkan status sosial, letak geografis,dan tingkat pendidikan. Makna dari bentuk-bentuk bahasa (jargon) dakwahyang digunakan oleh ADK Surakarta tidak hanya makna leksikal, tetapisituasi dan kondisi (konteks) komunikasi sangat menentukan makna jargondakwah yang digunakan. Alasan yang mendasari ADK Surakarta menggunakanbentuk-bentuk bahasa (jargon) dakwah adalah untuk memasyarakatkanbahasa Arab di kalangan masyarakat umum, suasana komunikasilebih akrab dan mempererat ukhuwah Islamiyah, menunjukkan jati dirikomunitas ADK untuk mempermudah syiar (dakwah) Islam, jargon ADKSurakarta dapat memberikan kontribusi terhadap dakwah Islam, yaitumemperkuat ukhuwah Islamiyah, ekspansi dakwah Islam, dan menyatukanmasyarakat Islam dengan menngunakan jargon bahasa Arab yang sama.
DUA KEBENARAN DALAM NASKAH SUNDA CARIOS TAMIM
Rohim Rohim
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.522
Artikel ini bertujuan menghadirkan teks naskah Sunda Carios Tamim yangberbentuk wawacan melalui suntingan teks dan analisis struktur. Selainsuntingan teks dan analisis struktur, untuk mengetahui keterpaduanperistiwa dalam mengeksplorasi tokoh digunakan teori aktan dan modelfungsional yang dikembangkan oleh Greimas. Dari hasil pembahasandiperoleh simpulan bahwa struktur formal Carios Tamim menggunakan 14jenis pupuh dengan 390 bait, 2644 larik dengan tiga unsur pembangun ceritayaitu manggala, isi cerita, dan penutup. Hasil analisis struktur teks naratifCarios Tamim ditemukan jalinan erat alur, tokoh, penokohan, dan latar sehingga terungkap tema cerita yaitu tegaknya kebenaran di antara duakebenaran. Kebenaran dalam teks Carios Tamim berhubungan denganmasalah munâkahah (pernikahan). Berdasarkan uraian aktan dan modelfungsional yang diajukan oleh Greimas, tokoh Tamim Ibnu Habib Al-Dâridan istrinya sebagai subjek berhasil memperoleh objek berkat peristiwa yangdialami keduanya saling berkaitan dalam hubungan sebab akibat.
EFEK ESTETIK DAN MAKNA DALAM PUISI YANG BERNAFASKAN ISLAM
Akhmad Taufiq
Karsa: Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/karsa.v21i2.523
Tulisan ini mendeskripsikan bunyi bahasa ditinjau dari aspek efek estetikdan makna. Ditinjau dari aspek estetik dan makna, kajian terhadap bunyibahasa menarik dilakukan. Dalam kajian ini digunakan metode analisisfonem; yakni pada fonem vokal dan konsonan. Terdapat lima jenis vokal,yakni /a/,/i/,/u/,/e/,/o/, dan enam fonem konsonan/p/,/b/,/m/,/h/,/?/,/ng/ yang dianalisis. Hasil analisis dari kajian inimenyatakan bahwa bunyi bahasa, secara khusus berupa fonem vokal dankonsonan dapat menimbulkan efek estetik dan efek makna. Efek estetiktersebut dapat muncul dengan bertolak dari daya imajinatif yangditimbulkan. Efek makna dalam konteks tersebut dapat ditimbulkan darinilai rasa tertentu, baik hal itu pengaruh dari fonem vokal maupunkonsonan. Dalam puisi yang bernafaskan Islam juga tidak luput dalampenggunaan kekuatan bunyi bahasa itu dalam rangka memperkuat dayaimpresinya kepada pembaca. Lebih lanjut, hasil kajian ini dapatdikembangkan lebih luas, misalnya terhadap efek estetik dan maknavarian-varian fonem vokal dan fonem konsonan yang lain, yang belumdibahas dalam tulisan ini.