Jurnal Studi Islam
Islamuna specializes in Islamic Studies which are the results of fieldwork research, conceptual analysis research, and book reviews from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics. This journal encourages articles that employ an interdisciplinary approach to those topics and aims at bridging the gap between the textual and contextual approaches to Islamic Studies.
Articles
250 Documents
KEBIJAKAN SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 OMBEN SAMPANG DAN SMPN 2 PAMEKASAN
Moh Sahlan
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/islamuna.v3i1.950
Artikel ini mendeskripsikan kebijakan sekolah pengembangan mutu PAI, khususnya di SMPN 1 Omben Sampang dan SMPN 2 Pamekasan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi studi kasus, diketahui bahwa pertama; Proses perumusan kebijakan sekolah dalam pengembangan mutu PAI di SMPN 1 Omben Sampang menggunakan pedekatan school based sedangkan di SMPN 2 Pamekasan menggunakan pendekatan home based, Kedua; implementasi kebijakan sekolah dalam pengembangan mutu PAI baik di SMPN 1 Omben Sampang dan SMPN 2 Pamekasan sama-sama berjalan efektif, bedanya di SMPN 1 Omben dilaksanakan di luar jam efektif sedangkan di SMPN 2 Pamekasan dilaksanakan di luar dan di dalam jam efektif, ketiga; evaluasi kebijakan sekolah dalam pengembangan mutu PAI di dua sekolah tersebut sama-sama dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan untuk menjamin mutu PAI.
HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN PERSPEKTIF `ABDULLĀH NĀṢIH `ULWĀN DALAM KITAB TARBIYAH AL-AWLĀD FĪ AL-ISLĀM
Moh. Mahfud
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/islamuna.v3i1.951
Artikel ini mengurai pemikiran ‘Abdullāh Nāshiḥ ‛Ulwān dalam kitab Tarbiyah al-Awlād fī al-Islām tentang hukuman dalam pendidikan. Dengan menggunakan telaah pustaka dan analisis isi terhadap kitab tersebut, diketahui bahwa `Ulwan memandang hukuman tidak mutlak diperlukan. Hukuman merupakan alternatif terakhir jika semua cara dan metode sudah digunakan tapi tidak membuahkan hasil. Hukuman akan menjadi kontrol bagi peserta didik agar bisa mematuhi aturan. Untuk melakukan hukuman, terdapat sejumlah metode, syarat, dan bentuk-bentuk yang perlu diperhatikan.
TUJUAN, MATERI, DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF IBN KHALDŪN
Abd Mannan
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/islamuna.v3i1.952
Ibn Khaldūn merupakan salah satu tokoh pemikir Islam yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Ibn Khaldūn lebih banyak dikenal sebagai ahli sejarah dan sosial. Meskipun demikian, ia juga layak disebut sebagai tokoh pendidikan Islam. Hal ini dapat dibuktikan dalam kitab Muqaddimah yang tidak hanya membahas kajian sejarah dan sosiologi, tetapi juga mengkaji persoalan pendidikan. Bahkan hampir sepertiga kitab Muqaddimah membahas tentang pendidikan. Pandangan Ibn Khaldūn tentang pendidikan berpijak pada konsep dan pendekatan filosofis-empiris. Melalui pendekatan ini, ia mengurai pandangannya tentang tujuan, isi, dan metode pendidikan Islam secara teoretis dan praktis.
DINAMIKA PERKEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI
Ismail Makki
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/islamuna.v3i2.1150
Kurikum PAI di perguruan tinggi, baik PTKI maupun PTU mengalami dinamika sesuai dengan perubahan iklim politik.Perbedaan orientasi, visi dan misi sebuah rezim pemerintahan, akan berimplikasi pada muatan kurikulum PAI. Beberapa regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah mengukuhkan posisi PAI di perguruan tinggi, meskipun orientasi PAI disesuaikan dengan kebijakan politik pemerintah yang sedang berkuasa. Tujuan utama PAI di perguruan tinggi adalah menguasai ajaran agama Islam dan mampu menjadikannya sebagai sumber nilai dalam berperilaku serta menjadi “intellectual capital” yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt, berakhlak mulia dan berkepribadian Islami.
menejemen mutu madrasah ibtidaiyah berbasis kearifan lokal
Saiful Hadi
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/islamuna.v3i2.1151
abstract: Problem utama kelembagan pendidikan Islam khususnya Madrasah Ibtidaiyah swasta di Kecamatan Proppo Pamekasan adalah standar pengelolaan masih belum memiliki renstra/RPS/RPM, dan budaya sekolah. Program pengabdian pendampingan manajemen mutu madrasah diarahkan pada penyelesaian problem kepemilikan dokumen rencana kegiatan madrasah sampai pada rencana strategis.Mengelola madrasah dengan pendekatan manajemen mutu adalah mengembangkan sekolah kearah keunggulan dengan memperhatikan perubahan seperti sarana dan prasarana, manajemen persekolahan, visi misi sekolah, dan profesionalisme guru. Model pendampingan ini difokuskan pada delapan standar pendidikan nasional...
PERAN AGAMA ISLAM DALAMPERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT
Halimatus Sa'diyah
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/islamuna.v3i2.1152
Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat tidak terlepas dari pengaruh positif dan pengaruh negatif, sehingga perlu adanya pedoman, dan petunjuk yang bisa mengarahkan manusia dalam mengikuti perubahan sosial di masyarakat. Dalam hal ini, peran agama menjadi sangat penting.Dalam interaksi sosial di masyarakat adanya kemajuan mempengaruhi prilaku dan pola sikap masyarakat, sehingga banyak prilaku menyimpang di masyarakat, yang dapat menggangu stabilitas kehidupan bermasyarakat. Dengan aktualisasi nilai-nilai agama Islam di masyarakat secara kontinu dan berkelanjutan, akan semakin menunjukkan perubahan sosial di masyarakat yang bernilai positif. Selain sebagai pedoman, agama Islam juga dapat digunakan sebagai filter terhadap dampak negatif dalam perubahan sosial di masyarakat. Agar masyarakat bisa lebih selektif dalam menerima dan bisa mengakomodir budaya-budaya baru yang datang dari Barat
MENGURAI PROBLEMA PAI DALAM KELUARGA PADA MASYARAKAT PESISIR TOTALE
Dawiyatun Dawiyatun
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/islamuna.v3i2.1153
Keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama dan utama bagi setiap anak (madrasatul ulā). Pendidikan dalam keluarga lebih mengarah pada pembentukan kepribadian anak serta mempersiapkannya menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab.Secara kontekstual banyak keluarga yang terjerat permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam mendidik anak-anaknya.Beberapa problema pendidikan yang dihadapi masyarakat pesisir Tatole adalah penyerahan total pendidikan anak ke langgar dan madrasah/ponpes, krisis keteladanan orang tua, dan ketidaksesuaian antara pendidikan langgar dan madrasah/ponpes dengan keluarga. solusi dari problematika tersebut ialah: melaksanakan program parenting education dengan nama program Kompolan Mera (Meara Anak)
Tafaqquh fî al-dîn dan Human resources pesantren
Affan Affan
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/islamuna.v3i2.1154
Dinamika umat Islam dapat disimak dari berbagai perubahan yang menimpanya atau perubahan yang memang diprogramkan dalam sebuah proses dan sistem, begitu pula dalam dunia pesantren. Dengan berbagai perubahan zaman dan peradaban umat manusia yang selalu tumbuh dan berkembang, diperlukan suatu upaya bagaimana umat Islam mengetahui tentang perilaku pesantren sebagai sebuah institusi pendidikan, sumber daya manusianya, baik yang menyangkut pimpinan pesantren (kiai), ustadz, santri dan apresiasi masyarakatnya terhadap pesantren. Masyarakat akan merasakan keberadaan serta eksistensi pesantren apabila pesantren mampu berbuat secara kongkrit perubahan-perubahan positif di tengah berbagai elemen masyarakat. Di satu pihak pesantren harus secara terbuka bekerjasama dengan sistem-sistem yang lain di luar dirinya yang tidak selalu sepaham dengan dirinya, di pihak lain pesantren dituntut untuk menemukan identitasnya kembali
JUSTICE IN ISLAM ON GENDER ISSUES (The Study of Discourse on Polygamy Regulation in Pamekasan Regency)
Trisnawati Trisnawati
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/islamuna.v3i2.1155
The issue of gender equality has long rolling and be on the agenda in many countries, including the Islamic discussion. Many studies and thinking about these gender issues by Muslim thinkers influencing the discourse of feminism studies. Muslim thinkers view that Islam has had in common with the concept of equality brought feminism. All the rules in Islam always puts equality and justice. But feminists do not think they declare Islam demikain contradictory to the spirit of justice and equality. Finally, many of the legal texts and passages that have been governing the relationship between men and women in Islam be re-examined, disassembled and modified to suit the gender equality perspective. This article exemplifies the study of discourse regulations to legalize polygamy in Pamekasan with the intention of positioning gender issues and perspectives of polygamy in Islam as true according to the quran and hadith
مفهوم الفقر في القرآن
Yuanda Kususma
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19105/islamuna.v3i2.1156
Kitab suci al-Qur’an adalah sumber utama bagi orang islam untk menghadapi hambatan dan kesulitan hidup. Oleh karena itu, penting adanya untuk mengetahui metode yang tepat yang bisa membuat kita mampu mencari, meneliti dan memeriksa inti dan isi dari Al-Qur’an secara intensif.Penulis menginginkan, melalui jurnal ini, menggali lebih dalam makna dari kemiskinan.Dengan menggunakan metode tematik (Tafsit Mauwdlhu’i). Ada beberapa langkah untuk menerapkan metode Tafsir Mauwdlhu’i: (1) pilihlah tema; (2) susunlah ayat- ayat al-Qur’an kemudian kelompokkan; (3) lakukan tabulasi berdasarkan Makkiyah atau Madaniyah; (4) kemudian pahamilah tentang Asbab al Nuzul; (5) pahamilah ayat dengan mengetahui Naskh, Mansukh, “Am, Khas, Muthlaq, Muqayyad dan Munasabat; (6) analisis ayat dengan Tafsir atau Sunnah. Penulis juga memberikan penyebab dan jenis- jenis kemiskinan dan solusinya.Hasil dari penelitian ini adalah pemahaman baru tentang kemiskinan; penyebaanya, jenisnya, serta solusinya berdasarkan kitab suci Al-Qur’an dan Islam