cover
Contact Name
Mohammad Subhan Zamzami
Contact Email
mszamzami@iainmadura.ac.id
Phone
+6281232684323
Journal Mail Official
islamuna@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Madura Jalan Raya Panglegur KM. 4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : http://doi.org/10.19105/islamuna
Islamuna specializes in Islamic Studies which are the results of fieldwork research, conceptual analysis research, and book reviews from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics. This journal encourages articles that employ an interdisciplinary approach to those topics and aims at bridging the gap between the textual and contextual approaches to Islamic Studies.
Articles 254 Documents
RELASI TRADISI SUNNI SYIAH Studi atas Tajhin Ressem pada Masyarakat Madura di Kota Pontianak Syarif, Syarif
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v4i1.1413

Abstract

Islam dan Pembangunan Manusia di Era Globalisasi bukhari, as'ad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1907

Abstract

Di era globalisasi membuat manusia semakin terus besaing dan meningkatkan kemampuan untuk dapat menjadi manusia yang produktif.Pembangunan manusia merupakan hal utama dalam melakukan perubaan serta kemajuan dalam kehidupan.Dalam pembahasan Pembangunan manusia di era globalisasi yang merupakan program dunia melalui persatuan bangsa-bangsa tidak terlepas dari kajian Islam.Sehingga Islam sebagai agama dapat masuk untuk menjadi pembahasan yang sangat penting dalam isu-isu pembangunan tentunya.Pembangunan nasional menjadi tugas utama pemerintah dari tingkat daerah sampai provinsi, sehingga mempersipakan sumberdaya manusia sebagai bentuk peggerak dan pengelolanya.Kebijakan terhadap pembangunan sumberdaya manusia selalu mengalami dinamika dan perkembangnnya dari segi sosiologi, antropologi dan budaya.Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia menjadi penentu dan memiliki pengaruh besar terhadap isu pembangunan secara nasional.Islam dan pembangunan manusia di era globalisasi menjadi hal terpenting untuk membangun Indonesia menjadi negara yang berbudaya, berkarakter dan berkemajuan. Dengan demikian proses pembangunan menjadi bagian utama untuk merekonstruksi infrastuktur, manusia, jaringan dan setiap aspeknya. Konstruksi dalam pemikiran agama yakni pemikiran studi Islam dalam proses pembangunan menjadi tujuan agar tercipatanya pembangunan di era globalisasi. Hal tersebut juga sebagai bentuk memajukan masyarakat dan pola pikir manusia yang melek digital serta sadar akan ilmu pengetahuan, teknologi, pembangunan dan kehidupan di era globalisasi dalam bentuk hubungan internasional
MODERATE ISLAM IN LOCAL CULTURE ACCULTURATION: The Strategy of Walisongo’s Islamization Muna, Moh. Nailul
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v7i2.3661

Abstract

The issue of radicalism or extremism is often addressed to Muslims today. This article aims to solve the polemic of extremism because the reading of the phenomenon of extremism is done partially and refers only to conflict areas. Therefore, a series of puzzles need to be completed through religious practices in other regions. In Indonesia, many practices manifest moderate Islamic teachings. This article focuses on the process of Islamization carried out by Walisongo, especially Sunan Kudus, as an initial search for the embryo of Islamic moderation in Indonesia. Based on Emile Durkheim’s theory of social change, this article descriptively-analytically shows that the moderation of Islam in the archipelago has led to the Islamization carried out by Walisongo which was carried out in a peaceful, innovative, and inclusive way, so that the teachings of Walisongo continue to this day.[Isu radikalisme atau ekstrimisme sering dialamatkan kepada umat Islam dewasa ini Artikel ini bertujuan untuk memecahkan polemik ekstrimisme, karena pembacaan atas fenomena ekstrimisme bersifat parsial dan hanya mengarah kepada kawasan-kawasan konflik. Oleh karena itu, rangkaian puzzle perlu dilengkapi melalui praktik keagamaan di kawasan lain. Di Indonesia, banyak praktik yang memanifestasikan ajaran Islam moderat. Artikel ini fokus pada proses Islamisasi yang dilakukan Walisongo, terutama Sunan Kudus, sebagai upaya penelusuran awal terkait embrio dari moderasi Islam di Indonesia. Berdasarkan teori perubahan sosial Emile Durkheim, artikel ini secara deskriptif-analitis menunjukkan bahwa moderasi Islam di Nusantara bermuara kepada islamisasi yang dilakukan oleh Walisongo yang dilakukan dengan cara damai, inovatif, dan inklusif, sehingga ajaran Walisongo tetap lestari hingga saat ini]
ISLAM DAN MODERNISME Suaidi, Sholeh
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.558

Abstract

Modernisasi bukanlah sesuatu hal yang substansial untuk ditentang kalau masih mengacu pada ajaran Islam. Sebab Islam adalah agama universal yang tidak akan membelenggu manusia untuk bersikap maju, akan tetapi harus berpedoman kepada Islam. Dalam Islam yang tidak dibenarkan adalah Westernisasi, yaitu total way of life di mana faktor yang paling menonjol adalah sekularisme, sebab sekulraisme selalu berkaitan dengan ateisme dan sekularisme itulah sumber segala imoralitas. Inti dari modernisasi yang kemudian menjadi esensial dan sejalan dengan ajaran agama Islam adalah rasionalisasi yakni usaha untuk menundukkan segala tingkah laku kepada kalkulasi dan pertimbangan akal. Rasionalisasi pada selanjutnya akan mendorong ummat Islam untuk bisa bersikap kritis dan meninggalkan taqlid yang dikecam dalam Islam. Dengan demikian, pada dasarnya modernisasi bukanlah sebuah esensi yang bertentangan dengan ajaran dasar agama Islam.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA KELAS UNGGULAN DI STAIN PAMEKASAN Bunai, Bunai
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i2.2082

Abstract

The article results of this study describe learning management in the superior class at STAIN Pamekasan. There are three focus in this research, namely: (a) how is the preparation of learning in the superior class at STAIN Pamekasan ?; (b) how are the learning activities in the superior class at STAIN Pamekasan ?; and (c) how to evaluate learning in the superior class at STAIN Pamekasan? The purpose of this study was to describe and explain learning preparation in the superior class at STAIN Pamekasan, learning activities in the superior class at STAIN Pamekasan, and evaluating learning in the superior class at STAIN Pamekasan. The results of this study indicate that first, the lecturers in giving lectures to the superior classes at STAIN Pamekasan had made preparations before giving lectures such as: seeing silabi, making course outlines, Lecture Event Units (SAP). Second, the lecturers were able to teach the excellent classes at STAIN Pamekasan well, starting to open until closing the lesson. Third, the lecturers were able to carry out learning evaluations on the superior classes at STAIN Pamekasan with various forms of evaluation well.[Artikel hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang manajemen pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan. Ada tiga fokus dalam penelitian ini yaitu: (a) bagaimana persiapan pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan?; (b) bagaimana kegiatan pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan?; dan (c) bagaimana pengevaluasian pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan? Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang persiapan pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan, kegiatan pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan, da pengevaluasian pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, para dosen dalam memberi kuliah pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan telah melakukan persiapan sebelum memberi kuliah seperti: melihat silabi, membuat course outline, Satuan Acara Perkuliahan (SAP). Kedua, para dosen mampu mengajar pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan dengan baik, mulai membuka sampai menutup pelajaran. Ketiga, para dosen mampu melaksanakan evaluasi pembelajaran pada kelas unggulan di STAIN Pamekasan dengan berbagai bentuk evaluasi secara baik]
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH Kamilah, Siti
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.563

Abstract

Pemikiran pendidikan Islam adalah serangkaian proses kerja akal dan kalbu secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan Islam. Muhammad Abduh adalah tokoh pembaharu yang tidak asing lagi, dunia Islam dan Barat mengakuinya. Ia adalah seorang tokoh salaf, tetapi tidak menghambakan diri pada teks-teks agama. Ia memegangi teks-teks agama tapi dalam hal ini ia juga menghargai akal. Ia terkenal sebagai bapak peletak aliran modern dalam Islam karena kemauannya yang keras untuk melaksanakan pembaruan dalam Islam dan menempatkan Islam secara harmonis dengan tuntutan zaman modern dengan cara kembali kepada kemurnian Islam.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FIQH MAWARITS DI MADRASAH ALIYAH Mufris, Akh.
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i2.569

Abstract

Fiqh Mawarits merupakan hal yang sangat penting untuk diajarkan di tingkat sekolah/madrasah, mengingat hukum mempe-lajarinya adalah fardu kifayah. Dalam Kurikulum 2006, materi fiqh mawarits diajarkan di kelas XI semester dua di tingkat Madrasah Aliyah sesuai dengan Peraturan Menteri Agama No. 2 tahun 2008. Dalam tataran praktis pembelajaran fiqh mawarits menghadapi sejumlah problema, yaitu dari aspek tenaga pendidik, aspek materi, aspek alokasi waktu, dan aspek aplikasi.
ISRĀĪLĪYĀT: PERKEMBANGAN DAN DAMPAKNYA DALAM TAFSIR AL-QUR`AN Samsuri, Ahmad Sa`id
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i2.662

Abstract

Al-Qur`an mengungkapkan kisah-kisah umat terdahulu, baik sebagai ibrah, penukilan hukum dan penjelasan ketauhidan serta pengungkapan kisah yang sebenarnya. Namun pengungkapan al-Qur`an tentang kisah itu sangat sederhana, tidak sedetail kitab-kitab terdahulu karena al-Qur`an bukan kitab dongeng, melainkan kitab suci. Kisah tersebut disebut isrāīlīyāt. Penuturan isrāīlīyāt menjadi berkembang pesat setelah orang Yahudi dan Nasrani ba-nyak memeluk agama Islam, mereka banyak mengintrodusir pe-ngetahuan agama yang mereka anut sebelumnya ke dalam Islam (Tafsir al-Qur`an).Pada kurun atbā‘ al-tābi‘īn, merupakan puncak perkembangan isrāīlīyāt dalam mewarnai tafsir al-Qur`an. Peng-ungkapan isrāīlīyāt secara tidak selektif akan berdampak pada kemurnian ajaran Islam, aqidah umat Islam dan maksud yang ter-kandung dalam al-Qur`an. Para ulama berbeda pendapat dalam ke-bolehan mengisahkan isrāīlīyāt, antara yang melarang dan yang membolehkannya, yang kesemuanya demi menjaga kemurnian dari ajaran Islam (al-Qur`an).
KESATUAN ILMU DALAM BINGKAI PEMIKIRANPENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF ISMAIL RAJI AL-FARUQI Abdussamad, Abdussamad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i2.667

Abstract

Merefleksikan nilai-nilai keilmuan para mujtahid dan ulama zaman dahulu adalah idealitas untuk mengantarkan ilmu pengetahuan pada pembudayaan ilmu keislaman yang integralistik. Idealitas itu adalah hal yang layak diimpikan, mengingat betapa umat Islam dahulu pernah mengalami zaman kemajuan intelektual. Islam kini dan masa lalu sungguhpun berbeda pengalaman dalam memberlakukan nilai-nilainya, tetapi kerangka teoretiknya memi-liki substansi keislaman yang holistik-integralistik, tidak parsial, tetapi padu. Kenyataannya setelah Islam melewati masa-masa kejayaan tersebut, Islam berada dalam dominasi frame keislaman megapuritanistik dan megasekuleristik. Entah ini konstruksi ala-miah atau west high conspiration (konspirasi besar barat), yang jelas kondisi yang berlaku saat ini adalah diskursus-diskursus ter-sebut. Oleh karena itu harus ada parameter terbarukan dalam per-spektif integralisasi ilmu, sebagaimana dikembangkan oleh Ismail Raji al-Faruqi, konsep kesatuan ilmu atau islamisasi ilmu penge-tahuan yang mampu membawa pengembangan ilmu pengetahuan pada kedudukan yang sebenarnya.
OPTIMALISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MELALUI PENGEMBANGAN BUDAYA RELIGIUS (Studi pada SMK Darul Ulum Bungbungan Bluto Sumenep) Laisa, Emna
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v3i1.949

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan upaya SMK Darul Ulum dalam mengembangkan budaya religius di sekolah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi kasus, diketahui bahwa  pengembangan budaya religius dilakukan di sekolah, di luar sekolah bersama warga, dan terhadap lingkungan/alam. Strategi pengembangan budaya religius dilakukan dengan cara merekrut guru lokal, menyemarakkan kegiatan keagamaan di luar kegiatan rutin sekolah, pelibatan guru untuk mengawasi praktik budaya religius, menjadikan kegiatan keagamaan sebagai kegiatan wajib, menggunakan metode pembelajaran yang menarik, pemberlakuan absensi siswa, dan penggunaan simbol-simbol budaya sebagai penguat. Faktor pendukung dalam pengembangan budaya religius adalah dukungan dari warga sekolah, orang tua, dan tokoh masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya adalah lingkungan sosial yang tidak kondusif dan pengaruh negatif iptek. Dampak positif budaya religius bagi siswa di SMK Darul Ulum, yaitu memupuk sikap istiqamah dalam beribadah, membentuk generasi Islam yang berjiwa pemimpin, menjadi wadah pengembangan bakat, serta meminimalisasi berbagai bentuk kenakalan re

Page 6 of 26 | Total Record : 254