cover
Contact Name
Mohammad Subhan Zamzami
Contact Email
mszamzami@iainmadura.ac.id
Phone
+6281232684323
Journal Mail Official
islamuna@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Madura Jalan Raya Panglegur KM. 4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : http://doi.org/10.19105/islamuna
Islamuna specializes in Islamic Studies which are the results of fieldwork research, conceptual analysis research, and book reviews from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics. This journal encourages articles that employ an interdisciplinary approach to those topics and aims at bridging the gap between the textual and contextual approaches to Islamic Studies.
Articles 250 Documents
URGENSI SUMBER DAYA INSANI DALAM MEMBENTUK BUDAYA KERJA ISLAMI Haryanto, Rudy
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v4i1.1355

Abstract

Individual and organizational activity is a management process undertaken by human resources, no activity can be undertaken without human resources despite the rapid development of tenure at the present time. Organizations or companies make human resources as the primary element in existing resources in the organization or company. Human resources are all holistic human capabilities and capable of using these capabilities to achieve personal and organizational goals in accordance with Islamic Shari'a. So with the conduct of management activities in the element of human resources then every human or employee will perform its duties and functions with amah. With the existence of reliable human resources, the management of the organization or company takes place efficiently and effectively, and ultimately the goal is achieved. Organizational management or human resource based company, making spirituality as the main element and inseparable from the work culture and performance in the organization or Companies to achieve goals. The activity of human resources will achieve the goal that can develop the individual self in person and whole. Attitudes or mental spiritual or muraqabatullah in human resources will have a tremendous impact on the performance of employees and of course also for the capsity of organizations or companies that are efficient and highly competitive.
PENDIDIKAN ISLAM TRADISIONAL DI LANGGHAR AL-HIDAYAH DAN LANGGHAR AL-IKHWAN ORAY PAMAROH KADUR PAMEKASAN Abidin, Zainal
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i2.2083

Abstract

Langghar as two non-formal education institutions deserves to be maintained and developed. Among the aspects that need to be maintained is the method of traditional Islamic education in Langghar in order to always instill Islamic values from an early age. Whereas among the aspects that need to be developed are facilities and infrastructure so that the implementation of Islamic education in Langghar continues. The results show that: first, the method used in Langghar al-Hidayah is a collaborative method. The method used in Langghar al-Ikhwan is a traditional method. Second, the reason Langghar al-Hidayah still maintains the method because it is able to instill Islamic values in the santri, while the reason for the Langghar al-Ikhwan is because the method is able to educate students to memorize the basics of aqeedah, fiqh and morals. While the inhibiting factors are the same, namely the santri stops or is lazy to recite when he wants to continue his education to junior high school, the level of delinquency of the santri and the intelligence of the different santri. While the supporting factors are in Langgharal-Hidayah, namely the teacher's experience and the book used. Whereas in Langghar al-Ikhwan, there is a free teacher experience.[Langghar sebagai dua lembaga pendidikan nonformal layak untuk dipertahankan dan dikembangkan. Di antara aspek yang perlu dipertahankan adalah metode pendidikan Islam tradisional di Langghar agar senantiasa menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Sedangkan di antara aspek yang perlu dikembangkan adalah sarana dan prasarana agar pelaksanaan pendidikan Islam di Langghar tetap berjalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, metode yang digunakan di Langghar al-Hidayah adalah metode kolaboratif. Adapun metode yang digunakan di Langghar al-Ikhwan adalah metode tradisional. Kedua, alasan Langghar al-Hidayah tetap mempertahankan metode tersebut karena mampu menanamkan nila-nilai keislaman dalam diri santri, sedangkan alasan Langghar al-Ikhwan karena metode tersebut mampu mendidik santri menghafal dasar-dasar akidah, fikih dan akhlak. Sedangkan faktor penghambatnya sama, yaitu santri berhenti atau malas mengaji ketika sudah mau melanjutkan pendidikan ke SMP, tingkat kenakalan santri dan kecerdasan santri yang berbeda. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu kalau di Langgharal-Hidayah yaitu pengalaman guru dan kitab yang digunakan. Sedangkan di Langghar al-Ikhwan yaitu pengalaman gurudan gratis]
PENDIDIKAN INTEGRATIF PADA TARBIYATUL MU’ALLIMAAT AL-ISLAMIYAH PONDOK PESANTREN AL-AMIEN PRENDUAN SUMENEP Ummah, Fiena Saadatul
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v5i1.1740

Abstract

Abstrak: Pendidikan integratif pondok pesantren merupakan sistem perpaduan antara pendidikan agama dan pendidikan umum yang diterapkan di sebuah pesantren. Seiring perkembangannya, pesantren pun terus meningkatkan pola-pola pendidikan yang lebih modern. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi partisipan, wawancara semi terstruktur, dan metode dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu selama penelitian dan setelah penelitian dilakukan. Pelaksanaan pendidikan integratif di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan terbagi menjadi tiga aspek, yaitu perencanaan, proses dan evaluasi. Perencanaan sistem tersebut melalui studi banding dan bersilaturrahim ke beberapa pondok di Jawa Timur, membentuk tim kecil untuk menyusun kurikulum hingga terbentuk kurikulum hidup dan kehidupan. Program-program yang terbentuk yaitu program intrakurikuler, program ko-kurikuler, program ekstrakurikuler, dan program bimbingan dan penyuluhan.
ISLAM DAN KEKERASAN: Perspektif Alquran tentang Persekusi di Indonesia Khoiri, Ahmad; Windariana, Rofiatul
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v6i1.2210

Abstract

The persecution was transformed as a new round of complicated problems which, among other things, were caused by religious exclusivism. In the Indonesian context, religion which should accommodate harmony in the midst of religious plurality is actually used as an excuse that is engineered to launch immoral acts such as persecution. This research aims to answer three main issues, namely the Islamic view of violence as a substantive part of persecution, the relationship of the case of persecutions with offense engineering, and the Quran’s view of persecution. With the Quranic interpretation and phenomenological approach, this study investigated three cases of persecution which attracted controversy, namely a case of persecution of Fiera Lovita, a doctor in Solok, West Sumatra, a persecution case against Abdul Somad, a famous dai, and a case of persecution of Khalid Basalamah, a Wahabi figure in Indonesia. This study succeeded in revealing that persecution was contrary to Islamic teachings, especially the Quran, and the three sample cases indicated that persecution was more a result of the accumulation of engineered ignorance rather than defending Islam, so that it must be stopped so that Indonesia would return to peace.[Persekusi menjelma sebagai babak baru persoalan pelik yang, di antaranya, disebabkan oleh ekslusivisme agama. Dalam konteks Indonesia, agama yang seharusnya mengakomodasi kerukunan di tengah pluralitas beragama justru dijadikan sebagai dalih yang direkayasa untuk melancarkan tindakan amoral semacam persekusi. Penelitian ini hendak menjawab tiga persoalan utama, yaitu pandangan Islam tentang kekerasan sebagai bagian substantif dari persekusi, hubungan kasus perseksusi dengan rekayasa ketersinggungan, dan pandangan Alquran tentang persekusi. Dengan pendekatan tafsir dan fenomenologi, penelitian ini menyelisik tiga kasus persekusi yang menuai kontroversi, yaitu kasus persekusi terhadap Fiera Lovita, seorang dokter di Solok, Sumatra Barat, kasus persekusi terhadap Abdul Somad, seorang dai kondang, dan kasus persekusi terhadap Khalid Basalamah, seorang tokoh Wahabi di Indonesia. Penelitian ini berhasil mengungkap bahwa persekusi bertentangan dengan ajaran Islam, terutama Alquran, dan tiga sampel kasus tersebut mengisyaratkan bahwa persekusi lebih merupakan hasil akumulasi rekayasa keterhasutan-ketersinggungan daripada membela Islam, sehingga harus dihentikan agar Indonesia kembali tenteram]
MANUSIA DAN AGAMA Arif, Solehan
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i2.659

Abstract

Kajian tentang manusia dapat dilihat dari berbagai perspektif dan disiplin ilmu, seperti ilmu antropologi, ilmu filosofi, ilmu sosiologi, ilmu psikologi, dan ilmu al -Qur‟an. Tulisan ini mengetengahkan tentang manusia menurut pandangan Islam. Islam berpandangan bahwa manusia itu terdiri dari dua unsur, yaitu unsur materi dan non materi. Ada empat kata yang digunakan al-Qur‟an untuk menunjuk manusia, yaitu al-basyar, al-insān, al-nās, dan banī ādam. Manusia merupakan makhluk yang paling mulia dan sangat unik. Manusia dianugerahi berbagai potensi dan petunjuk kebenaran dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Manusia memiliki potensi dasar yang dapat membedakan dengan makhluk lainnya, yaitu akal, qalbu, dan nafsu. Dalam kehidupan di dunia, selain sebagai hamba Allah, manusia juga diberi tugas men-jadi khalifah di bumi serta mengelola dan memelihara alam.
MENUMBUHKEMBANGKAN KULTUR AKADEMIK DAN MERAWAT TRADISI PESANTREN DI UIN SUNAN AMPEL SURABAYA Bakhruddin, Mukhammad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v4i2.1594

Abstract

Artikel ini berusaha untuk mengeksplorasi bagaimana mereka merancang, menerapkan, dan menggabungkan kedua perbedaan sumber budaya kelembagaan, yakni universitas dan pesantren. Dengan kata lain, penulis berasumsi bahwa tidak mudah mengintegrasikan beberapa fitur budaya pesantren di universitas. Sebentar lagi, pondok pesantren menerapkan budaya akademik bebas zat dari universitas. Tapi, untuk artikel ini akan menjajaki hasil studi di UIN Sunan Ampel Surabaya, berdasarkan tiga fokus studi; desain integrasi, tantangan dalam implementasi, dan beberapa pendekatan strategis untuk menghapus kelemahannya. Kesimpulannya, salah satu strategi yang harus dilakukan disebut 'tradisi pesantren implan'. Artinya, budaya dan tradisi yang sangat besar di pesantren tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya. UIN Sunan Ampel Surabaya hanya mendukung dan menerapkan tradisi pesantren minimalis, seperti menghormati ceramah, sikap disiplin, dan tradisi spiritual-religius, seperti berdoa sebelum mempelajari materi pelajaran dalam program kelas.
RELASI TAHFÎDZ AL-QUR’ÂN DENGAN PRESTASI BELAJAR: Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Huda, Gorontalo Arif, Muh; Solong, Najamuddin Petta; Gamar, Nur
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v6i2.2673

Abstract

This article aims to reveal the urgency of memorizing al-Qur’an (tahfîdz al-qur’ân) at Al-Huda Islamic Boarding School, Gorontalo. Tahfîdz al-qur’ân program is the interaction between santri and al-Qur’an, and it is also the valuable religious experience, thus it is considered as their learning achievement. This study focuses on tahfîdz al-qur’ân program at Al-Huda Islamic Boarding School, Gorontalo, which is a minimum of five juz for five semesters.  Therefore, it is closely related to the santris’ academic and non-academic achievements in this boarding school. This study used educational and psycological approach by qualitative-descriptive method. The result shows that the santri have various ability to memorize al-Qur’an, from one to six juz, eventhough in the same ways. In addition, tahfîdz al-qur’ân program has closely relation to santris’ academic and non-academic achievements. Thus, the better their memorization of al-Qur’an, the better their academic and non-academic achievements.[Artikel ini mengungkap tentang urgensi hafalan al-Qur’an (tahfîdz al-qur’ân) di Pondok Pesantren Al-Huda, Gorontalo. Program tahfîdz al-qur’ân merupakan interaksi santri dengan al-Qur’an dan pengalaman beragama yang berharga, sehingga dianggap terkait dengan capaian prestasi belajarnya. Penelitian ini fokus pada program tahfîdz al-qur’ân yang merupakan program Pondok Pesantren Al-Huda, Gorontalo, yakni minimal lima juz selama lima semester, sehingga terkait erat dengan prestasi akademik dan non-akademik santri di pondok ini. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan edukasi dan psikologi dengan metode kualitatif-deskriptif. Penelitian ini mengungkap bahwa kemampuan santri dalam menghafal al-Qur’an selama berada di pondok beragam, yakni satu sampai dengan enam juz, kendati mereka menghafal dengan cara yang sama. Selain itu, relasi program tahfîdz al-qur’ân dengan prestasi santri tidak saja pada aspek akademik, tetapi juga pada aspek non-akademik, sehingga semakin baik hafalan al-Qur’annya, semakin baik pula prestasi akademik dan non-akademik yang diraih oleh santri]
ETIKA BELAJAR PUTRA KIAI DI PONDOK PESANTREN (Studi Kasus di TMI Al-Amien Prenduan Sumenep) Muzayin, Muzayin; Kuswandi, Iwan
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i1.655

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang etika belajar di pesantren secara umum serta etika belajar putra kiai yang mondok di pesantren, khususnya di TMI Al-Amien Prenduan Sumenep. Jenis dan pendekatan yang digunakan adalah kualitatif lapangan, dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi dan doku-mentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa etika belajar di pesantren dilandasi oleh kepercayaan yang utuh, kesadaran yang tinggi, ke-mauan dan usaha yang keras, dan hidayah Allah Swt. Adapun etika belajar putra kiai yang mondok di TMI Al-Amien Prenduan, me-reka memiliki kemauan yang keras untuk berdisiplin dan belajar, didukung oleh aturan disiplin di TMI yang dijalankan tidak pan-dang bulu, membuat para putra kiai sangat takut untuk melanggar. Selain itu, putra kiai yang mondok di TMI tetap memiliki etika yang baik kepada para gurunya, karena bagi mereka guru laksana orang tua.
TINJAUAN KRITIS PENDIDIKAN KARAKTER DI INDONESIA PERSPEKTIF PERADABAN ISLAM Saleh, Akhmad Hasan
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v4i2.1591

Abstract

Pendidikan karakter merupakan kunci utama suksesnya sebuah pendidikan yang dilakukan oleh sebuah bangsa. Setiap bangsa memiliki pendidikan karakter yang khas sejalan dengan cara pandang berbeda dengan bangsa-bangsa lain dalam memberikan makna. Bangsa Indonesia harus memiliki konsep tersendiri tentang makna pendidikan karakter. Indonesia sebagai negara mayoritas muslim perlu melihat sejarah kejayaan Islam dalam membangun peradabannya. Dominasi ilmu menjadi warisan utama Islam dalam membangun masyarakat yang mulia, memiliki good moralistic dan  intelligent quotien serta mampu berfikir kritis terhadap konsep-konsep yang tidak sesuai dengan karakter bangsa. Pendidikan karakter Indonesia harus dimaknai ulang sesuai dengan amanat undang-undang yang menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang denokrais serta bertanggungjawab. Dalam kajian ini penulis menggunakan literature studies untuk membandingkan konsep pendidikan karakter yang selama ini dijadikan patokan pemerintah dengan pendidikan karakter masa peradaban Islam berjaya. Sehingga komparasi yang diperoleh mampu menjadikan patokan bagi lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia dalam penerapan pendidikan karakter bagi anak didiknya, maka akan tercapai tujuan pendidikan Nasional.
ISLAMIZATION, SHIA, AND IRAN: The Historical Background of Shia-Iran Sensitive Issues Pramasto, Arafah
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v7i1.2629

Abstract

After the Syrian civil war broke out in the year 2011, many news outlets around the world have accused the Iranian Shia regime of interfering in the region by means of promoting sectarian violence. The chain of issues can be tracked back to emergence of Iran as an Islamic Republic in 1979 after which many countries including Pakistan and Indonesia feared revolutions like Iran. This resulted in negative perceptions of the Iranian regime. This Research shows that negative perceptions about the current Iranian regime among many Sunnite-Majority countries exist because of past conflicts between the Sunnite and the Shia. Islamization of present-day Iran or Persia in the past along with spread of Islam in Iran by Arabs in the early days of Islam has always caused conflicts between Arabs and Persians e.g. Shiasization of Persia under Shah Ismail I of Safavid Dynasty and atrocities against Sunnis.[Setelah perang saudara Suriah pecah pada tahun 2011, banyak outlet berita di seluruh dunia menuduh rezim Syiah-Iran mencampuri wilayah tersebut dengan cara mempromosikan kekerasan sektarian. Rantai masalah dapat dilacak kembali pada kemunculan Iran sebagai Republik Islam pada tahun 1979 setelah banyak negara, termasuk Pakistan dan Indonesia, takut pada revolusi seperti Iran. Ini menghasilkan persepsi negatif tentang rezim Iran. Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi negatif tentang rezim Iran saat ini di antara banyak negara mayoritas Suni ada karena konflik masa lalu antara Suni dan Syiah. Islamisasi Iran di masa kini atau Persia di masa lalu yang bersamaan dengan penyebaran Islam di Iran oleh orang Arab di masa awal Islam selalu menyebabkan konflik antara orang Arab dan Persia seperti Syiasisasi Persia di bawah Shah Ismail I dari Dinasti Safawi dan kekejaman terhadap orang-orang Suni]

Page 5 of 25 | Total Record : 250