cover
Contact Name
Mohammad Subhan Zamzami
Contact Email
mszamzami@iainmadura.ac.id
Phone
+6281232684323
Journal Mail Official
islamuna@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Madura Jalan Raya Panglegur KM. 4 Pamekasan 69371 - Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam
ISSN : 2407411X     EISSN : 24433535     DOI : http://doi.org/10.19105/islamuna
Islamuna specializes in Islamic Studies which are the results of fieldwork research, conceptual analysis research, and book reviews from various perspectives i.e. education, law, philosophy, theology, sufism, history, culture, economics, social and politics. This journal encourages articles that employ an interdisciplinary approach to those topics and aims at bridging the gap between the textual and contextual approaches to Islamic Studies.
Articles 250 Documents
JUSTICE IN ISLAM ON GENDER ISSUES (The Study of Discourse on Polygamy Regulation in Pamekasan Regency) Trisnawati, Trisnawati
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v3i2.1155

Abstract

The issue of gender equality has long rolling and be on the agenda in many countries, including the Islamic discussion. Many studies and thinking about these gender issues by Muslim thinkers influencing the discourse of feminism studies. Muslim thinkers view that Islam has had in common with the concept of equality brought feminism. All the rules in Islam always puts equality and justice. But feminists do not think they declare Islam demikain contradictory to the spirit of justice and equality. Finally, many of the legal texts and passages that have been governing the relationship between men and women in Islam be re-examined, disassembled and modified to suit the gender equality perspective. This article exemplifies the study of discourse regulations to legalize polygamy in Pamekasan with the intention of positioning gender issues and perspectives of polygamy in Islam as true according to the quran and hadith
DINAMIKA PERKEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PERGURUAN TINGGI Makki, Ismail
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v3i2.1150

Abstract

Kurikum PAI di perguruan tinggi, baik PTKI maupun PTU mengalami dinamika sesuai dengan perubahan iklim politik.Perbedaan orientasi, visi dan misi sebuah rezim pemerintahan, akan berimplikasi pada muatan kurikulum PAI. Beberapa regulasi yang diterbitkan oleh pemerintah mengukuhkan posisi PAI di perguruan tinggi, meskipun orientasi PAI disesuaikan dengan kebijakan politik pemerintah yang sedang berkuasa. Tujuan utama PAI di perguruan tinggi adalah menguasai ajaran agama Islam dan mampu menjadikannya sebagai sumber nilai dalam berperilaku serta menjadi “intellectual capital” yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt, berakhlak mulia dan berkepribadian Islami.
ISLAM DAN DEMOKRASI Rohmah Iftitah, Naili
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v1i1.557

Abstract

Demokrasi merupakan istilah yang selalu hangat diper-bincangkan oleh berbagai kalangan baik kalangan politisi, akade-misi maupun rakyat kalangan atas sampai kalangan bawah. Istilah ini sering kali dikaitkan dengan berbagai persolan dalam kehidupan, baik dalam kehidupan bernegara bahkan beragama. Dalam kaitan-nya dengan agama, khususnya agama islam, demokrasi marak di-perbincangkan. Sehingga tulisan ini mencoba menjelaskan tentang Islam dan demokrasi, mulai dari pengertian demokrasi, hubungan agama dan demokrasi, islam dan demokrasi, serta Islam, demokrasi dan pendidikan kaitannya dengan demokratisasi pendidikan islam.
ADAB PERGAULAN DALAM PERSPEKTIF AL-GHAZÂLÎ: Studi Kitab Bidâyat al-Hidâyah Arif, Muhamad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v6i1.2246

Abstract

Adab plays an important role in human life, especially in socializing with the community, because today many people forget about adab, such as adab of children to parents, adab of students to teachers, and adab to friends. This research was carried out because the crisis of adab was increasingly exposed in the community. This research is based on al-Ghazâlî’s Bidâyat al-Hidâyah, a book on ethics and morals. This study uses a literature study with Bidâyat al-Hidâyah as a primary source and other literature as a secondary source. The conclusion of the study is the style in the perspective of al-Ghazâlî in the Bidâyat al-Hidâyah more comprehensively than other scholars, which includes adab in carrying out daily activities, ways to leave immorality, and adab to fellow humans, so that it is suitable for daily life as a solution facing a crisis of adab that is increasingly prevalent today.[Adab berperan penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam pergaulan di tengah-tengah masyarakat, karena saat ini banyak manusia yang melupakan adab, seperti adab anak kepada orang tua, adab murid kepada guru, dan adab kepada teman. Penelitian ini dilakukan karena krisis adab semakin menguak di tengah masyarakat. Penelitian ini berdasarkan pada Bidâyat al-Hidâyah karya al-Ghazâlî, sebuah kitab tentang etika dan akhlak. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan Bidâyat al-Hidâyah sebagai sumber primer dan literatur lain sebagai sumber sekunder. Kesimpulan penelitian adalah corak dalam perspektif al-Ghazâlî dalam Bidâyat al-Hidâyah lebih komprehensif daripada ulama lain, yang meliputi adab dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, cara meninggalkan maksiat, dan adab kepada sesama manusia, sehingga cocok untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai salah satu solusi menghadapi krisis adab yang kian marak dewasa ini]
STUDI ANALISIS KOMPARATIF METODE MUTAKALLIMÎN DAN AHNÂF DALAM MENYELESAIKAN PERTENTANGAN DALIL HUKUM Jalil, Abd
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v4i1.1327

Abstract

Study of methodology istinbâth of Islamic law, good flow of madhhab Ushul Fiqh and expert of Islamic law termed with ta'ârud al-adillah, ta'âdul al-adillah and taqâbul al-adillah. In addressing ta'ârud al-adillah, the flow of Mutakallimîn and Ahnâf takes unequal steps and methods; First, the stages and methods pursued by Mutakallimîn's flow in resolving the first prefix, al-jam'û wa al-taufîq; Second, al-tarjîh; Third, al-naskh and the last with tasâqut al-dalîlain. While the Ahnâf flow, stages and methods of settling the contradictory propositions use steps; First, al-naskh; Second, al-tarjîh; Third al-jam'u wa al-taufîq and fourth, tasâqut al-dalîlain. Secondly, the similarity of the Mutakallimîn and Ahnâf flows when encountering the arguments of the theorem, both of which use the same method, which is different at the stage of step or stage they are used. Stages and methods adopted by the first Mutakallimin flow of al-jam'u wa al-taufîq, while the first stage and method of Ahnâf flow of the naskh. The flow of Mutakallimîn takes precedence over al-jam'u wa al-taufîq rather than doing tarjîh, while the Ahnâf tarjîh school takes precedence rather than compromise the proposition or al-jam'u wa al-taufîq.
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER KH. M. HASYIM ASY‘ARI: Studi Kitab Âdâb al-‘Âlim wa al-Muta‘allim Handayani, Titik; Fauzi, Achmad
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v6i2.2285

Abstract

Moral decadence that befalls most students in Indonesia is very alarming. The moral values which are expected belong to themselves increasingly decline. It is proven by the brawl among students, pregnant out of wedlock, drug abuse, and the persecution on the teachers significantly increase. By using analytical-descriptive method, this study concerns to the character education in KH. M. Hasyim Asy‘ari’s perspective taken from his book entitled Âdâb al-‘Âlim wa al-Muta‘allim which is focused on the students ethics in studying, including ethics in learning, student’s ethics to the teacher, and student’s ethics in dealing with the lesson. The result of this study shows that character education in KH. M. Hasyim Asy‘ari’s perspective has a harmony even precedes a number of values within character education materials of the Research and Development Agency, Curriculum Center of the Ministry of National Education, Indonesia. Thus, it can be developed within character education discourse that is being carried out and it can produce the knowledgeble students and also having good personalities.[Krisis akhlak karimah yang menimpa mayoritas peserta didik di Indonesia semakin memprihatinkan. Nilai moral yang diharapkan ada dalam diri mereka semakin terkikis, sehingga mengakibatkan tawuran antarpelajar, siswa hamil di luar nikah, penggunaan narkoba semakin merajalela, serta penganiayaan siswa terhadap guru yang bahkan sampai berujung kepada kematian sang guru. Dengan metode analitis-deskriptif, penelitian ini mengkaji tentang pemikiran KH. M. Hasyim Asy‘ari tentang pendidikan karakter dalam Âdâb al-‘Âlim wa al-Muta‘allim yang difokuskan pada etika peserta didik dalam menuntut ilmu, yang mencakup etika dalam belajar, etika siswa terhadap guru, dan etika siswa dalam menghadapi pelajaran. Penelitian ini mengungkap bahwa pemikiran KH. M. Hasyim Asy‘ari tentang pendidikan karakter selaras bahkan mendahului sejumlah nilai dalam materi pendidikan karakter dari Badan Penelitian dan Pengembangan, Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional, Indonesia, sehingga bisa dikembangkan dalam wacana pendidikan karakter yang sedang marak dilakukan dan bisa mencetak peserta didik yang tidak hanya berilmu luas tetapi juga berkarakter]
AKTUALISASI AKHLAK DALAM PENDIDIKAN Subahri, Subahri
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i2.660

Abstract

akhlak adalah sifat yang melekat pada diri seseorang dan menjadi identitasnya. Akhlak mulia merupakan fondasi utama da-lam pembentukan pribadi muslim paripurna. Guna terbentuknya pribadi yang beraklak mulia, sangat penting dilakukan usaha sejak dini penanaman nilai-nilai akhlak mulia, di antaranya melalui dunia pendidikan. Usaha aktualisasi nilai-nilai akhlak memerlukan proses yang lama, agar penanaman tersebut bukan sekedar formalitas namun telah masuk dalam tataran praktis. Namun, tidak mudah me-nanamkan akhlak yang baik melalui pendidikan. Ada sejumlah problem yang dihadapi, yaitu keteladanan guru (pendidik) yang kurang; suasana sekolah yang tidak kondusif; sekolah kurang op-timal dalam aktualisasi akhlak; karakter siswa yang beragam yang berasal dari keluarga yang beragam pula; kurangnya komunikasi antara orang tua peserta didik dan sekolah (institusi); serta dampak negatif arus modernisasi yang kian tak terbendung.
PERAN SOSIOLOGI AGAMA DALAM PEMECAHAN MASALAH BUDAYA DAN PERILAKU KORUPSI Sinarwidi, Sinarwidi
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v4i2.1595

Abstract

Salah satu fenomena sosial yang selalu menjadi racun bagi masyarakat adalah korupsi. Perilaku korupsi yang sudah menjadi masalah sosial yang dihadapi oleh sebagian besar negara di dunia, khususnya negara Indonesia. Indonesia yang memiliki segudang praktik-praktik korupsi maka imbasnya adalah kemelaratan dimana-mana. Dan sebagian besar objeknya selalu tertuju pada kaum kelas bawah. Korupsi memang menjadikan faktor penghambat roda organisasi maupun institusi dalam pencapaian tujuan organisasi maupun lembaga yang ada dalam masyarakat. Tulisan ini berupaya untuk mengungkap peranan sosiologi agama dalam kaitannya untuk ikut memberikan solusi dari kasus korupsi yang ada dimasyarakat.
ISLAMIC EDUCATION IN INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0 ERA: Considering Fazlur Rahman’s Thought about Islamic Education Modernization Maulana, Imron
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v7i1.3012

Abstract

Islamic education always intersects with the movement of dynamic times. Islamic education is currently in the industrial revolution 4.0 era. which involves industrial competition. With cyber-based, this competition makes Islamic education at a crossroads. This article efforts to express the thought of Islamic education by considering Fazlur Rahman’s thought and its relevance to education in the industrial revolution 4.0 era. With the descriptive-analysis method, this article shows that Fazlur Rahman is concerned about strengthening the education system and strengthening the quality of Islamic education output through the renewal of Islamic education. Islamic education must be able to answer the needs in modernity, because surviving the old tradition is an intellectual suicide process, so that it is relevant to the industrial revolution 4.0 era.[Pendidikan Islam selalu bersinggungan dengan gerak zaman yang dinamis. Pendidikan Islam saat ini berada pada era revolusi industri 4.0. yang melibatkan persaingan industri. Dengan berbasis cyber, persaingan ini membuat pendidikan Islam berada pada persimpangan jalan. Artikel ini berupaya mengungkapkan pemikiran pendidikan Islam Fazlur Rahman dan relevansinya dengan pendidikan di era revolusi industri 4.0. Dengan metode analisis-deskriptif, artikel ini menunjukkan bahwa Fazlur Rahman memerhatikan penguatan sistem pendidikan serta penguatan kualitas output pendidikan Islam melalui pembaharuan pendidikan Islam. Pendidikan Islam harus mampu menjawab kebutuhan zaman, karena bertahan pada tradisi lama merupakan proses bunuh diri intelektual, sehingga ia relevan dengan era revolusi industri 4.0]
ISLAM DI MADURA Amrullah, Afif
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i1.654

Abstract

Islam pertama kali datang ke wilayah Madura melalui perdagangan, terutama melalui wilayah Madura bagian timur (Su-menep). Perkembangan Islam secara massif tampak sejak peran ak-tif dari Walisongo. Keberhasilan penyebaran Islam di Madura tidak terlepas dari strategi dakwah yang diterapkan oleh mubaligh yang bersifat santun dan akomodatif terhadap budaya lokal yang ada. Dukungan dari para penguasa juga menjadi salah satu faktor pen-dukung suksesnya penyebaran Islam di wilayah Madura. Bahkan, orang Madura sering diidentikkan dengan keIslaman.

Page 7 of 25 | Total Record : 250