cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017" : 10 Documents clear
ANALISIS PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MEMPERTAHANKAN STANDAR CARE OF PATIENT SESUAI AKREDITASI JCI DI RUMAH SAKIT AWAL BROS TANGERANG Bertharia Ginting; Siti Komariah; Agustinus Bandur
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.418 KB)

Abstract

Fokus utama penelitian ialah mengenai peran kepemimpinan transformasional dalam mempertahankan standar Care Of Patient sesuai akreditasi JCI. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi persepsi kepemimpinan transformasional dalam mempertahankan standar Care of Patient sesuai akreditasi JCI di rumah sakit Awal Bros Tangerang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini kualitatifetnografi dengan partisipasi 11 informan kunci koordinator keperawatan. Tehnik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara mendalam direkam dengan audio-digital recorder dan hasil wawancara kemudian ditranskip verbatim sebelum dimasukkan ke dalam software Nvivo 11 Plus untuk tujuan analisis data. Tehnik analisis data dalam penelitian ini adalah tehnik analisis eksploratif. Dalam tehnik tersebut,peneliti melakukan tehnik koding dan analisis isi untuk mendapatkan tema utama. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan tema utama dalam kepemimpinan transformasional adalah: stimulasi intelektual, pertimbangan individual, inspirasional motivasi, pengaruh yang ideal, dan hambatan yang dihadapi koordinator dalam menjalankan kepemimpinan. Kepemimpinan transformasional dengan pendekatan teorikeperawatan Human Caring Jean Watson dapat membantu koordinator dalam memberikan perhatian terhadap stafnya dan menghadirkan nilai caring pada staf di dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. Untuk dapat terus mengembangkan kepemimpinan transformasional dalam keperawatan disarankan perlunya evaluasi pelaksanaan kepemimpinan transformasional, meningkatkan dan mengembangkan pendidikan formal maupun informal terhadap seluruh koordinator, dan evaluasi terhadap implementasi standar akreditasi rumah sakit.
EFEKTIVITAS SENAM KAKI DIABETIK DENGAN FREKUENSI YANG BERBEDA TERHADAP VASKULARISASI EKSTREMITAS BAWAH PADA KLIEN DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH PUSKESMAS SRONDOL Syamsul Arif; Tri Wiji Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.745 KB)

Abstract

Diabetes mellitus merupakan sejumlah gangguan yang memiliki ciri – ciri meningkatnya kadar glukosa dalam darah (Maulana, 2009). Salah satu komplikasi yang menimbulkan permasalahan yang besar adalah terjadinya gangguan vaskularisasi ekstremitas bawah. Untuk menghindari komplikasi tersebut, maka perlu adanya upaya-upaya pencegahan salah satunya dengan melatih senam kaki diabetik. Tujuannya adalah untuk mengetahui Efektivitas Senam Kaki Diabetik Dengan Frekuensi Yang Berbeda Terhadap Vaskularisasi Ekstremitas Bawah Pada Klien Dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Srondol. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experiment dengan rancangan pre and post test control group. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing 10 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil uji dependen t-test kelompok 1 diperoleh nilai signifikan p = 0,053 artinya tidak terdapat perbedaan nilai ABI. Sedangkan pada kelompok 2 & 3 dengan nilai signifikan 0,001 & 0,000. Hasil uji one-way ANOVA dan uji Post Hoc menunjukkan nilai p = 0,000. Dengan perbedaan nilai ABI pada kelompok 1 & 3 sebesar 0,000 diikuti kelompok 2 dan 3 sebesar 0,002. Disarankan agar frekuensi senam kaki diabetik selama 3 kali dalam seminggu menjadi pertimbangan untuk meningkatkan vaskularisasi ekstremitas bawah.
HUBUNGAN DENGAN SUAMI DALAM PERAWATAN MASA NIFAS DENGAN KEJADIAN BABY BLUES Uswatun Kasanah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.142 KB)

Abstract

Depresi pasca persalinan, merupakan kondisi yang sama sekali di luar dugaan perempuan yang mengalaminya, dampaknya mengakibatkan tidak optimalnya perkembangan bayinya baik fisik maupun psikologis. Berdasarkan survey awal dengan wawancara kepada 10 responden ibu nifas di Puskesmas Gabus II Kabupaten Pati bahwa 4 ibu (40%) tidak mengalami baby blues, mengatakan dukungan suami baik, dan 6 ibu 60%) menunjukkan terjadi baby blues, mengatakan 2 ibu (20%) mendapat dukungan suami sedang dan 4 ibu (40%) dukungan suami kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan suami dalam perawatan masa nifas dengan kejadian baby blues. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 32 ibu nifas minimal hari ke 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami baby blues sebanyak 18 orang (56,25%) dan hanya 14 orang (43,75%) yang tidak mengalami baby blues. Ibu nifas yang mengalami baby blues mendapat dukungan suami dengan kategori kurang mendukung sebanyak 17 orang (53,1%) sedangkan kategori mendukung sebanyak 15 orang (46,9%). Berdasarkan hasil uji korelasi chi square menunjukkan bahwa kejadian baby blues berhubungan dengan dukungan suami dalam perawatan masa nifas (X2 hitung > X2 tabel (4.400 > 3.841) dan ρ value 0,036 < 0,05). Bagi tenaga kesehatan (bidan) agar melibatkan keluarga, terutama suami dalam perawatan masa nifas dan bayi, memberikan informasi tentang tanda dan karakteristik baby blues, memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan ibu setelah melahirkan kepada suami dan cara merawat bayi untuk mengurangi kecemasan ibu yang bisa menyebabkan terjadinya baby blues.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS MOBILISASI DINI DAN BLADDER TRAINING TERHADAP WAKTU ELIMINASI BAK PERTAMA PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL Fitrotun Navisah; Machmudah -; Rahayu Astuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.15 KB)

Abstract

Sectio caesarea adalah suatu tindakan pembedahan untuk melahirkan bayi melalui sayatan yang dibuat pada dinding perut dan rahim. Pada persalinan sectio caesarea dengan anestesi spinal Ibu sering kali tidak mampu merasakan bahwa kandung kemihnya penuh dan tidak mampu memulai atau menghambat berkemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas mobilisasi dini dan bladder training pada ibu post sectio caesarea di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Desain penelitian menggunakan Quasy Experiment, dengan rancangan penelitian post test - only non equivalent control group. teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 16 responden untuk kelompok perlakuan mobilisasi dini dan 16 responden untuk kelompok perlakuan bladder training. uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara waktu eliminasi BAK pertama pada ibu post section caesarea dengan diperoleh nilai ρ-value 0,032 karena nilai ρ < 0,05 dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan efektivitas antara mobilisasi dini dan bladder training terhadap waktu eliminasi BAK pertama pada ibu post sectio caesarea di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DAN BOOKLET TERHADAP KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD Dr. H. SOEWONDO KENDAL Icha Violet Rahmatika; Ismonah -; Supriyadi -
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.004 KB)

Abstract

Hemodialisa merupakan suatu tindakan pada pasien GGK yang dilakukan untuk membersihkan darah dari akumulasi sampah sisa-sisa metabolisme. Ketergantungan pasien terhadap terapi hemodilisa yang dijalani seumur hidup memunculkan permasalahan fisik dan psikis, salah satunya adalah kecemasan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dan booklet terhadap kecemasan pasien GGK yang menajlani hemodialisa di RSUD dr. H. Soewondo Kendal. Penelitian ini menggunakan desainpenelitian pra experiment dengan rancangan two group pre-post test. Jumlah sample pada penelitian ini sebanyak 26 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi pendidikan kesehatan dan kelompok pemberian booklet dengan masing-masing kelompok sebanyak 13 responden dengan teknik pengambilan purposive sampling. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji dependent t-tes dengan hasil p-value sebesar 0,000 pada masing-masing kelompok, yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatanmaupun booklet terhadap kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Dilanjutkan uji independent t-test diperoleh hasil selisih mean kelompok pendidikan kesehatan lebih besar daripada selisih mean kelompok booklet sebesar 11.3846 yang berarti pendidikan kesehatan lebih efektif dibanding dengan booklet terhadap tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DI AXILLA DAN DI FEMORAL TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DEMAM USIA PRASEKOLAH DI RSUD AMBARAWA Riskha Masruroh; Sri Hartini Mardi Asih; Rahayu Astuti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.984 KB)

Abstract

Kompres merupakan salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh. Lokasi kompres turut mempengaruhi penurunan suhu tubuh. Lokasi kompres diantaranya yaitu di ketiak (axilla), di lipatan paha (femoral) dan di dahi (frontal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres hangat di axilla dan di femoral terhadap penurunan suhu tubuh anak demam usia prasekolah di RSUD Ambarawa. Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimen murni (true eksperiment). Jumlah sampel 76 anak usia prasekolah yang mengalami demam dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan suhu tubuh anak demam sebelum diberikan kompres hangat di axilla rata-rata 37,8°C sedangkan di femoral rata-rata 37,8°C. Suhu tubuh anak demam sesudah diberikan kompres hangat di axilla rata-rata 36,5°C sedangkan di femoral rata-rata 37,1°C. Penurunan suhu tubuh anak demam sesudah diberikan kompres hangat di axilla rata-rata 1,3°C sedangkan di femoral rata-rata 0,7°C. Ada perbedaan yang bermakna suhu tubuh sebelum dan sesudah diberikan kompres hangat di axilla dengan p value 0,000 dan di femoral p value 0,000. Ada perbedaan yang signifikan antara pemberian kompres hangat di axilla dan di femoral terhadap penurunan suhu tubuh pada anak demam dengan p value 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa di axilla lebih efektif dibandingkan di femoral. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar dijadikan masukan dan bahan informasi bagi perawat dalam pemilihan intervensi keperawatan khususnya penanganan demam pada anak.
EFEKTIVITAS KOMBINASI GINGER AROMATHERAPY DENGAN RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP PENURUNAN MUAL MUNTAH PASIEN KEMOTERAPI DI SMC RS TELOGOREJO Putri Agustina Nur Kholifah; Sri Puguh Kristyawati; M. Syamsul Arief
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.801 KB)

Abstract

Angka kejadian kanker tertinggi pada tahun 2013 yaitu terdapat pada provinsi DI Yogyakarta, disusul dengan provinsi Jawa Tengah dan disusul dengan provinsi Bali. Kanker merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak diobati dengan baik. Salah satu pengobatan kanker yaitu dengan kemoterapi, kemoterapi mempunyai beberapa efek samping diantaranya yaitu mual muntah. Upaya untuk mencegah serta mengurangi mual muntah pasien kemoterapi dapat dilakukan dengan pemberian ginger aromatherapy dan relaksasi autogenik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi pemberian gingeraromatherapy dengan relaksasi autogenik terhadap penurunan mual muntah pasien kemoterapi di SMC RS Telogorejo Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental dengan rancangan nonequivalent control group pre test and post test design. Jumlah sampel sebanyak 42 responden dengan teknik acidental sampling. Dari uji mann whitney didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05) sehingga kombinasi pemberian ginger aromatherapy dengan relaksasi autogenik lebih efektif dibandingkan hanya dengan relaksasi autogenik dalam menurunkan mual muntah pasien kemoterapi di SMC RS Telogorejo.
PERBEDAAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DAN PASIEN UMUM TENTANG MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN UNIT RAWAT INAP KELAS 3 RSUD DR. H SOEWONDO KENDAL Ema Fitriyanah; I’ien Noer’aini; Taufiq Priyo Utomo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.346 KB)

Abstract

Mutu pelayanan keperawatan merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan kesehatan dan menjadi faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan.Salah satu indikator dari mutu pelayanan keperawatan adalah apakah pelayanan keperawatan tersebut berkualitas memuaskan pasien atau tidak. Berdasarkan hasil survey Depkes RI tahun 2008 di 27 Rumah Sakit kabupaten dan kota di Jawa Tengah, pelayanan kesehatan khusus nya keperawatan masih jauh dari apa yang diharapkan oleh pasien. Penelitian oleh Putra (2015) menyatakan 43,7% pasien BPJS tidak puas dengan pelayanan keperawaan di ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS dan pasien umum tentang mutu pelayanan keperawatan berdasarkan karateristik reliability, responsiveness, assurance, emphaty dan tangibles di unit rawat inap kelas 3 RSUD dr. H Soewondo Kendal. Rancangan penelitian menggunakan Deskrisptif Analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 86 responden dengan teknik Quota Sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien BPJS dan pasien umum yang menerima pelayanan keperawatan di satu ruang rawat inap kelas III RSUD dr. H Soewondo Kendal. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien BPJS dan pasien umum tentang mutu pelayanan keperawatan (karateristik reliability dengan p value= 0,013). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien BPJS dan pasien umum tentang mutu pelayanan keperawatan (karateristik Assurance (p value= 0,10), Tangibles (p value= 0,107), Emphaty (p value= 0,107), dan Responsiveness (p value= 0,485)). Hasil analisis uji beda independent t test dari kelima karateristik tersebut didapatkan p value= 0,035<0,05 sehingga dapat disimpulkan tedapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien BPJS dan pasien umum tentang pelayanan keperawatan di unit rawat inap kelas 3 RSUD dr. H Soewondo Kendal. Rekomendasi penelitian ini adalah agar perawat lebih meningkatkan mutu pelayanan keperawatan khusus nya yang berakitan dengan responsiveness supaya kepuasan pasien juga meningkat.
PENGARUH PEER GROUP TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER Sri Puguh Kristiyawati; Felicia Risca Ryandini
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker adalah penyakit kronis yang mempengaruhi dimensi fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi kehidupan individu. Seseorang dinyatakan menderita kanker, secara khas akan mengalamai ketakutan, kecemasan, depresi dan ketidakberdayaan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas hidup pasien tersebut. Kualitas hidup pasien kanker harus selalu dijaga dan ditingkatkan. Kualitas hidup adalah konsep yang mencakup karakteristik fisik, mental, sosial, emosional, yang mencakup komplikasi dan efek terapi suatu penyakit secara luas yang menggambarkan kemampuan individu untuk berperan dalam lingkungannya dan memperoleh kepuasan dari yang dilakukannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan peer group dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pada pasien kanker di Komunitas Center Information And Support Center Suluh Hati Semarang. Desain penelitian ini menggunakan quasi-experiment. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah responden adalah 52 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2018. Data dianalisa menggunakan uji t. Hasil penelitian diketahui koefisien determinasi  diperoleh  sebesar 0,064 yang berarti sebesar 6,4% kualitas kehidupan manusia dapat dijelaskan oleh Peer Group sedangkan sisanya dijelaskan oleh sebab lain di luar variabel Peer Group. Peer Group berpengaruh terhadap kualitas kehidupan manusia dengan  koefisien regresi 0,253  dan tingkat  signifikan 0,070 > 0,05 sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas kehidupan manusia. Sehingga Ha:  Ada pengaruh peer group terhadap peningkatan kualitas hidup pada pasien kanker di Komunitas Center Information And Support Center Suluh Hati Semarang, ditolak. Simpulan yang didapatkan sebesar 6,4% kualitas kehidupan manusia dapat dijelaskan oleh Peer Group sisanya oleh faktor lain. Rekomendasi yang diberikan adaah mengidentifikasi faktor lain yang dominan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.   Kata kunci: pasien kanker, peer group, kualitas hidup manusia Referensi: 28 (2005 – 2017)
PENGARUH COGNITIVE THERAPY TERHADAP TINGKAT DEPRESI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI SMC RS TELOGOREJO SEMARANG Dwi Ari S; Sri Haryani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, angka kejadian gagal ginjal kronik (GGK) pada tahun 2013 sebanyak 499,800 kasus. Masalah yang sering terjadi pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa adalah depresi. Upaya untuk menangani depresi pasien dengan cara cognitive therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cognitive therapy terhadap tingkat depresi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di SMC RS Telogorejo Semarang. Rancangan penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan desain penelitian one grup pre-test post-test. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 37 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Shapiro Wilk dan dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian cognitive therapy berpengaruh terhadap tingkat depresi pasien dengan p value 0,000. Mayoritas tingkat depresi sebelum dilakukan cognitive therapy adalah 25 responden (67,6%) yang mengalami depresi ringan dan 12 responden (32,4%) depresi sedang. Sedangkan mayoritas tingkat depresi setelah dilakukan cognitive therapy terdapat perubahan yaitu sebanyak 11 responden (29,7%) tidak depresi, sebanyak 17 responden (59,5%) depresi ringan, dan sebanyak 9 responden (24,3%) depresi sedang. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar perawat menerapkan cognitive thearpy untuk menangani tingkat depresi pasien.   Kata Kunci                  : GGK, hemodialisa, depresi, cognitive therapy

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue