cover
Contact Name
Felicia Risca Ryandini
Contact Email
felicia_riska@stikestelogorejo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@stikestelogorejo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 22526854     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan STIKES Telogorejo Semarang meruapkan jurnal yang memfasilitasi bagi peneliti atau penulis yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada area keperawatan dan kebidanan. Jurnal ini juga dapat menjadi wahana belajar bagi masyarakat khususnya dosen dan mahasiswa terkait dengan hal-hal kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
PERBEDAAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DAN PASIEN UMUM TENTANG MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN UNIT RAWAT INAP KELAS 3 RSUD DR. H SOEWONDO KENDAL Ema Fitriyanah; I’ien Noer’aini; Taufiq Priyo Utomo
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.346 KB)

Abstract

Mutu pelayanan keperawatan merupakan salah satu indikator kualitas pelayanan kesehatan dan menjadi faktor penentu citra institusi pelayanan kesehatan.Salah satu indikator dari mutu pelayanan keperawatan adalah apakah pelayanan keperawatan tersebut berkualitas memuaskan pasien atau tidak. Berdasarkan hasil survey Depkes RI tahun 2008 di 27 Rumah Sakit kabupaten dan kota di Jawa Tengah, pelayanan kesehatan khusus nya keperawatan masih jauh dari apa yang diharapkan oleh pasien. Penelitian oleh Putra (2015) menyatakan 43,7% pasien BPJS tidak puas dengan pelayanan keperawaan di ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS dan pasien umum tentang mutu pelayanan keperawatan berdasarkan karateristik reliability, responsiveness, assurance, emphaty dan tangibles di unit rawat inap kelas 3 RSUD dr. H Soewondo Kendal. Rancangan penelitian menggunakan Deskrisptif Analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel 86 responden dengan teknik Quota Sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien BPJS dan pasien umum yang menerima pelayanan keperawatan di satu ruang rawat inap kelas III RSUD dr. H Soewondo Kendal. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien BPJS dan pasien umum tentang mutu pelayanan keperawatan (karateristik reliability dengan p value= 0,013). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien BPJS dan pasien umum tentang mutu pelayanan keperawatan (karateristik Assurance (p value= 0,10), Tangibles (p value= 0,107), Emphaty (p value= 0,107), dan Responsiveness (p value= 0,485)). Hasil analisis uji beda independent t test dari kelima karateristik tersebut didapatkan p value= 0,035<0,05 sehingga dapat disimpulkan tedapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kepuasan pasien BPJS dan pasien umum tentang pelayanan keperawatan di unit rawat inap kelas 3 RSUD dr. H Soewondo Kendal. Rekomendasi penelitian ini adalah agar perawat lebih meningkatkan mutu pelayanan keperawatan khusus nya yang berakitan dengan responsiveness supaya kepuasan pasien juga meningkat.
Efektivitas Relaksasi Napas Dalam dan Counter-pressure Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Ibu Primigravidadi RS Sebening Kasih Pati W, Kusnanto
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan adalah proses pengeluaran janin yang cukup bulan (37-42 minggu), lahir  spontandengan presentasi  kepala  tanpa  komplikasi  baik ibu maupun janin.  Nyeri  persalinan  adalahmanifestasi dari adanya kontraksi (pemendekan) otot rahim.Kontraksi inilah yang menimbulkanrasa  sakit  pada  pinggang,  daerah  perut  menjalar  kearah  paha.Penanganan  nyeri  persalinandengan  tehnik  non  farmakologi  yaitu  relaksasi  napas  dalam dan  Counter-pressure.Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui efektivitas relaksasi napas dalam dan Counter-pressure terhadappenurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida di RS Sebening Kasih Pati.Metode penelitian ini  menggunakan Quasi  eksperimen dengan desain  pre test dan  post  testdesign dengan menggunakan sampel 30 responden terbagi menjadi 2 kelompok, 15 respondendilakukan tehnik relaksasi  napas dalam dan 15 responden dilakukan tehnik  Counter-pressure.Hasil  penelitian dapat  disimpulkan bahwa ada efektifitas  relaksasi  napas dalam dan  counterpressureterhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida dengan pvalue 0.001 (&lt;0,05). Dari hasil penelitian ini tehnik  counter-pressure lebih efektif menurunkannyeri persalinan dengan nilai  mean rank 9.20 lebih kecil  dibandingkan tehnik relaksasi  napasdalam dengan nilai mean rank 21.80.
ANALISIS STRES SEBAGAI FAKTOR RESIKO HIPERTENSI Diyono, Diyono
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.476 KB)

Abstract

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi tahun 2025 sekitar 29% orang dewasa di seluruh dunia akan mengidap hipertensi. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan 25,8% penduduk Indonesia mengidap hipertensi, dan di tahun 2016 hasil Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) meningkat menjadi 32,4% (Kemenkes RI, 2017). Perawat rumah sakit mempunyai peran penting dalam upaya prevensi hipertensi, melalui pemberian edukasi faktor resiko. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran stres sebagai faktor resiko hipertensi. Rancangan penelitian adalah korelasi dengan desain case control. Responden berjumlah 111 (51 kelompok kasus dan 60 kelompok control). Data dianalisis menggunakan uji Chi Square Test. Hasil penelitian menunjukkan riwayat stres mempunyai hubungan yang signifikan sebagai faktor resiko hipertensi (p=0.001:OR:17.76), sebagai faktor resiko hipertensi sistolik (p=0.001;OR=56.8) dan berhubungan dengan faktor resiko hipertensi diastolik (p=0.001:OR=8.81). Kesimpulan penelitian adalah riwayat stres merupakan faktor resiko hipertensi. Rekomendasi dari penelitian adalah perawat diharapkan mampu menurunkan prevalensi hipertensi dengan melakukan edukasi tentang peran stres sebagai faktor resiko hipertensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SELF CARE MANAGEMENT PASIEN DIABETES MELLITUS DALAM KONTEKS ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM SEMARANG Ismonah -
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.482 KB)

Abstract

Dewasa ini Indonesia menempati urutan keempat terbesar pasien DM. Kejadian komplikasi akibat DM adalah 57,9% atau dari lima orang yang menderita DM terdapat tiga orang yang mengalami komplikasi. Untuk mencegah terjadinya komplikasi tersebut perlu dilaksanakan self care management DM dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan self care management pasien DM di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang. Desain penelitian adalah cross sectional, jumlah sampel 135 responder dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan DM, keyakinan tentang kemampuan diri, dukungan keluarga dan lama sakit DM dengan self care management DM (p < 0,05). Faktor-faktor yang mempunyai hubungan paling signifikan adalah keyakinan tentang kemampuan diri dan dukungan keluarga dengan self care management DM. Responden yang mempunyai keyakinan tentang kemampuan diri berpeluang 20 kali untuk melaksanakan self care management DM baik dibanding dengan yang kurang mempunyai keyakinan tentang kemampuan diri (OR=20,12). Sedangkan responden yang mendapat dukungan keluarga baik berpeluang 10 kali untuk melaksanakan self care management DM baik dibanding yang tidak mendapat dukungun keluarga (OR=10,30). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar selalu meningkatkan pengetahuan DM, meningkatkan keyakinan tentang kemampuan diri dan pentingnya dukungan keluarga sehingga pasien mampu melakukan self care management DM dengan baik.Kata kunci : diabetes mellitus. self care management, pengetahuan, keyakinan tentang kemampuan diri, dukungan keluarga
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI RUMAH SAKIT TELOGOREJO Asti Nuraeni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1780.452 KB)

Abstract

Diare merupakan salah satu gejala dan sekumpulan penyakit yang mempunyai gejala utama sama, yaitu ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja melembek sampai cair dan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dan biasanya, lazimnya tiga kali atau lebih dalam sehari. Indonesia mempunyai beban masalah penyakit menular yang begitu besar yaitu masih berjangkitnya penyakit menular seperti penyakit diare yang menjadi penyakit rakyat sebagai akibat dan kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat, menurunnya kualitas lingkungan hidup, rendahnya gizi masyarakat, pendidikan den keadaan sosial ekonomi. Sampai saat ini penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia baik ditinjau dan angka kesakitan atau angka kematian yang ditimbulkannya. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang harus segera ditanggulangi, karena angka kesakitan yang tinggi, menyebabkan banyak kematian dan kekurangan gizi serta beberapa etiologi dapat timbul sebagai penyebab Kejadian Luar Biasa (DepKes RI, 2000). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Rumah Sakit Telogorejo tahun 2008. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan metode pendekatan potong lintang (cross sectional). Pelaksanaan penelitian dimulai bulan September 2008 sampai dengan Oktober 2008, dengan jumlah sampel sebanyak 120 responden. Hasil penelitian menunjukkan, proporsi kejadian diare pada balita di Rumah Sakit Telogorejo tahun 2008 yaitu 84,2%; pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah balita dalam keluarga, jenis kelamin balita, dan jenis sumber air minum utama keluarga pada penelitian ini tidak terdapat adanya hubungan yang bermakna dengan kejadian diare pada balita; balita dengan status tidak dilakukan imunisasi campak lebih banyak terkena diare 90%, statistik ada hubungan yang bermakna antara status imunisasi campak dengan kejadian diare; balita dengan tidak diberikan ASI eksklusif terkena diare sebanyak 87,5%, secara statistik ada hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif pada balita dengan kejadian diare dengan nilai OR 0,037 (OR < 1). Rekomendasi yang dapat diberikan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui aspek lain yang belum diteliti yang kemungkinan berhubungan dengan kejadian diare pada balita serta menilai variabel apa yang dominan berhubungan dengan kejadian diare pada balita serta analisis penelitian yang lebih baik.Kata kunci: diare, faktor yang berhubungan dengan diare
ANALISIS HUBUNGAN LAMANYA DIARE DENGAN TINGKAT DEHIDRASI DAN PENURUNAN BERAT BADAN PADA ANAK BALITA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Diena Gustiana; Sri Hartini M.A; Wulandari Meikawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.988 KB)

Abstract

Salah satu penyebab tingginya angka mortalitas dan morbiditas diare karena kurangnya antisipasi dalam penatalaksanaan diare sebelum dehidrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lamanya diare dengan tingkat dehidrasi dan penurunan berat badan pada anak balita. Desain penelitian ini adalah Cross sectional dengan jumlah sampel 20 anak balita yang mengalami diare, untuk metode pengumpulan data dengan data primer yaitu lembar observasi dan data sekunder yang didapat dari medical record RSUD. Tugurejo Semarang. Variabel independen pada penelitian ini adalah lamanya diare, sedangkan variabel dependen yaitu tingkat dehidrasi dan penurunan berat badan dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis antara lamanya diare dengan tingkat dehidrasi diperoleh balita yang mengalami diare akut dengan tingkat dehidrasi ringan lebih banyak yaitu 14 anak (93.3%), hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,554 yang berarti (p > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara lamanya diare dengan tingkat dehidrasi pada anak balita. Hasil analisis antara lamanya diare dengan penurunan berat badan diperoleh balita yang mengalami diare akut dengan berat badan naik atau tetap lebih banyak yaitu 12 anak (80%), hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,278 yang berarti (p > 0,05) maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara lamanya diare dengan penurunan berat badan pada anak balita.Kata Kunci : Lamanya diare, tingkat dehidrasi, dan penurunan berat badan.
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP PENGONTROLAN HIPERTENSI PADA ANGGOTA KELUARGA YANG LANSIA DI GAMPONG BENTENG KECAMATAN KOTA SIGLI NANGGROE ACEH DARUSSALAM Marlina -
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.578 KB)

Abstract

Lansia sering mengalami masalah kesehatan, karena perubahan fisiologis yang terjadi selama proses penuaan dan pengaruh dari lingkungan yang akan rentan terhadap penyakit. Hipertensi merupakan suatu penyakit yang sering terjadi pada lansia dan lebih lama proses penyembuhannya, sehingga perlu adanya dukungan dari keluarga dalam upaya pengontrolan hipertensi agar dapat membantu lansia dalam mengatasi masalah kesehatannya. Desain penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan metode total Sampling, jumlah sampel 32 orang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2010 Di Gampong Benteng Kecamatan Kota Sigli Nanggroe Aceh Darussalam. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dengan 25 item peryataan, dan metode yang digunakan adalah wawancara terpimpin dengan berpedoman pada kuesioner. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada 24 (75%) responden yang mendapat dukungan informasional yang baik dari keluarganya, ada 20 responden (62,5%) yang mendapat dukungan penilaian yang balk dari anggota keluarganya, ada 18 responden (56,3%) yang mendapat dukungan instrumental dari anggota keluarganya dan ada 17 responden (53,2%) yang mendapat dukungan emosional dari anggota keluarganya sehingga diperoleh hasil bahwa dukungan anggota keluarga untuk pengontrolan hipertensi pada lansia di Gampong Benteng Kecamatan Sigli NAD adalah 18 responden (56,3%) yaitu memperoleh dukungan yang baik dari anggota keluarganya.Kata kunci: Dukungan keluarga, hipertensi, lansia
HUBUNGAN PENDAMPINGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN KALA I Pevi Primasnia; Wagiyo -; Elisa -
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1057.139 KB)

Abstract

Kehamilan merupakan periode krisis maturitas yang dapat menimbulkan stress dan kecemasan. Perasaan cemas yang seringkali menyertai kehamilan akan mencapai puncaknya pada saat persalinan. Pada tahun 2008 di Indonesia terdapat 373.000.000 orang ibu hamil, dan yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan ada sebanyak 107.000.000 orang. Aspek psikologis ibu dapat dipengaruhi oleh dukungan yang diterima di lingkungan tempatnya melahirkan, termasuk dari mereka yang mendampinginya. Ibu yang bersalin harus ditemani oleh orang yang ia percaya dan membuatnya merasa nyaman, namun tidak semua rumah sakit mengizinkan suami atau anggota keluarga lainnya menemani ibu di ruang bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi proses persalinan kala I. Janis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah rancangan Analitik (Observasional) dengan metode pendekatan Case Control Design yang menggunakan teknik sampling jenuh dengan populasi dalam waktu satu bulan yaitu bulan November 2012 adalah sebanyak 43 orang, dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 46 responden. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan Chi-Square test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi proses persalinan kala 1 dengan nilai p= 0,007. Dilihat dan Odds Ratio(OR) dapat disimpulkan bahwa ibu primigravida yang menghadapi proses persalinan kala 1 tanpa didampingi oleh suami mempunyai peluang 6,750 kali untuk terjadi kecemasan dibanding ibu primigravida yang menghadapi proses persalinan kala I dengan didampingi oleh suami.Kata Kunci: Ibu primigravida, pendampingan suami, tingkat kecemasan kala I
FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN ASMA BRONKIAL PADA ANAK (STUDI KASUS DI RS KABUPATEN KUDUS) Purnomo -; Arwani -; Halena I. Duke
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.518 KB)

Abstract

Asma merupakan suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu yang menyebabkan peradangan. Di Indonesia prevalensi asma usia 13-14 tahun 1-2%, Jawa Tengah 6,2%. Asma menyebabkan hilangnya 16% hari sekolah pada anak-anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian asma bronkial pada anak. Metode yang digunakan adalah case control study. Diagnosis asma didasarkan pada anamnesis, tanda-tanda klinik, pemeriksaan tambahan. Kelompok kontrol adalah anak yang tidak didapati menderita asma berdasarkan anamnesis, tanda klinik, pemeriksaan tambahan oleh dokter spesialis anak. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dengan chi square test serta analisis multivariat dengan metode regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian asma adalah jenis kelamin (OR=8,25; 95%CI; 1.252-54,364; p=0,028), kepemilikan binatang piaraan (OR=30.65; 95%CI; 1.538-610.7; p=0.025), perubahan cuaca (OR =19,27; 95%CI : 2.169-171,3; pn 0,008), riwayat penyakit keluarga (OR=8,27; 95%CI; 1,505-45,434; r0,015), asap rokok (OR=23,13; 95%C I; 4,141-129,2; p=<0,001). Probabilitas individu untuk terkena asma bronkiale dengan semua faktor risiko adalah sebesar 46,51%. Faktor risiko yang tidak terbukti berpengaruh adalah perabot rumah tangga sumber alergen, jenis makanan, debu rumah. Ketiga faktor tersebut berpengaruh akan tetapi besar risiko yang diakibatkan lebih kecil, dan secara statistik tidak bermakna. Simpulan: faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian asma bronkial anak adalah jenis kelamin, kepemilikan binatang piaraan, perubahan cuaca, riwayat penyakit keluarga, asap rokok. Saran: bagi masyarakat agar waspada apabila setiap terjadi keluhan sesak nafas untuk segera menghubungi petugas kesehatan untuk pengelolaan selanjutnya.Kata kunci: studi kasus kontrol, asma bronkial, faktor risiko asma.
PENGARUH TERAPISPRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP KADAR KORTISOL DAN IMUNOGLOBULIN E: (Studi Kecemasan pada Ibu Hamil di Bidan Praktek Mandiri Kota Semarang) Yuniarti -; Ari Suwondo; Runjati -
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.442 KB)

Abstract

Wanita hamil primigravida hampir semuanya mengalami kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan baik selama hamil, saat menghadapi persalinan maupun setelah persalinan. Kekhawatiran dan kecemasan pada ibu hamil apabila tidak ditangani dengan baik akan membawa dampak dan pengaruh terhadap fisik dan psikis, baik pada ibu maupun janin. Metode pengontrolan stress dan cemas secara psikoterapi sangat penting karena tidak membahayakan bagi ibu maupun janin. Salah satu terapi dari berbagai terapi psikoreligius adalah terapi SEFT.Jenis penelitian ini adalah Quasy-experiment dengan desain  Pretest-Postest with Control Group Design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Terapi SEFT terhadap kadar hormon kortisol dan kadar Imunoglobulin E pada ibu hamil. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil normal primigravida trimester III di Bidan Praktek Mandiri di Kota Semarang.  Pengambilan sampel dengan consecutive sampling dengan jumlah sampel 30 responden yang terbagi dalam dua kelompok. Pada kelompok perlakuan sebanyak 15 responden dan kelompok kontrol sebanyak 15 responden.Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan Mann-Whitney dengan taraf signifikansi = 0,05. Terdapat pengaruh yang bermakna terapi SEFT terhadap penurunan kadar hormon kortisol dan kadar Imunoglobulin E pada ibu primigravida trimester III. Rata-rata penurunan kadar hormon kortisol sebesar 74,08 nmol/L, sedangkan rata-rata penurunan kadar Imunoglobulin E sebesar 7,39 IU/mL. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai signifikansi p = 0.024 (p< 0.05) dan nilai signifikansi p = 0.011 (p< 0.05). Terapi SEFT memberikan hasil penurunan kadar hormon kortisol dan kadar Imunogloblun E sehingga terapi SEFT efektif untuk menurunkan stress/ kecemasan dan meningkatkan imunitas pada ibu primigravida trimester III. Kata Kunci: Spritual Emotional Freedom Technique, Kortisol, Imunoglobulin E

Filter by Year

2009 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018 Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018 Vol 3, No 3 (2018): Juni 2018 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 8, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 2, No 5 (2016): Desember 2016 Vol 2, No 4 (2016): Juni 2016 Vol 1, No 2 (2016): Edisi Khusus September 2016 Vol 1, No 1 (2016): Edisi Khusus Maret 2016 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 2, No 3 (2015): Desember 2015 Vol 2, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 1, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015 Vol 1, No 10 (2014): Juni 2014 Vol 6, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014 Vol 2, No 1 (2014): Desember 2014 Vol 5, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 9 (2013): Desember 2013 Vol 1, No 8 (2013): Juni 2013 Vol 4, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 1, No 7 (2012): Desember 2012 Vol 3, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 3, No 1 (2011): Juni 2011 Vol 1, No 5 (2011): Desember 2011 Vol 1, No 4 (2011): Juni 2011 Vol 2, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 3 (2010): Desember 2010 Vol 1, No 1 (2009): Desember 2009 More Issue