Articles
309 Documents
PERKEMBANGAN ANAK USIA PRASEKOLAH YANG DIASUH OLEH IBU BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA
Ramadhani, Dwi Yuniar
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.933 KB)
Perkembangan merupakan proses perubahan yang terlihat dari aspek motorik, kognitif, bahasa, personal pada anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan adalah pola asuh orang tua. Intensitas pertemuan orang tua khususnya ibu memberikan dampak pada perkembangan anak. Ibu bekerja memiliki intensitas bertemu dengan anak tidak banyak sedangkan ibu tidak bekerja bisa menemani anak sepanjang hari. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan anak usia prasekolah 2-4 tahun yang diasuh oleh ibu bekerja dan tidak bekerja di Wilayah RW 01 dan RW 06 Kelurahan Ujung Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Desain penelitian analitik komparatif. Sampel adalah anak usia prasekolah 2-4 tahun yang diasuh oleh ibu bekerja dan tidak bekerja yang diambil dengan teknik simpel random sampling berjumlah 39 responden dari jumlah populasi 64 responden. Pengukuran perkembangan anak menggunakan lembar observasi KPSP. Hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai (p= 0,271) dimana tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara perkembangan anak usia prasekolah yang diasuh oleh ibu bekerja dan tidak bekerja. Ibu bekerja dan tidak bekerja memiliki kesempatan yang sama untuk merawat anaknya walaupun intensitas waktunya tidak sama. Orang tua lebih memperhatikan perkembangan anak dan sering melatih kemampuan yang belum dicapai oleh anak, serta bisa memilih ibu pengganti yang dapat dipercaya untuk mengasuh anak dalam kesehariannya.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN POLISI LALU LINTAS TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI SEMARANG
Rahmah, Festi Fiki;
Setyawan, Dody
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (219.166 KB)
Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan bagian dari pengelolaan gawat darurat medik yang bertujuan untuk mencegah berhentinya sirkulasi atau berhentinya respirasi. Polisi lalu lintas merupakan salah satu orang yang harus menguasai keterampilan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas sehingga perlu dilatih keterampilan dalam menangani kasus gawat darurat sebelum korban tersebut ditangani oleh petugas kesehatan yang profesional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan polisi lalu lintas tentang bantuan hidup dasar pada korban kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif survey. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Responden dalam penelitian ini adalah 110 polisi lalu lintas Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden yaitu 62,7% memiliki pengetahuan dalam kategori baik. Pada bagian breathing polisi lalu lintas memiliki pengetahuan paling baik dengan total persentase 93,6% dan paling buruk dengan total 51,8%. Peneliti menyarankan agar tim kepolisian dapat bekerja sama dengan instansi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan BHD dengan cara mengadakan pelatihan BHD untuk seluruh anggota polisi lalu lintas.
KESADARAN AKAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO HIV/AIDS MENDORONG PSK UNTUK MELAKUKAN VCT
Tyas, Nila Titis;
Handayani, Fitria
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.496 KB)
VCT merupakan suatu pembinaan dua arah atau dialog yang berlangsung tak terputus antara konselor dan kliennya dengan tujuan untuk mencegah penularan HIV, memberi dukungan moral, informasi, serta dukungan lainnya kepada ODHA, keluarga, dan lingkungannya. Salah satu tujuan utama konseling HIV/AIDS dalam proses VCT adalah mencegah penularan HIV dengan cara mengubah perilaku. Pelayanan klinik VCT bagi para PSK yang meliputi screening berkala yang dikombinasikan dengan tambahan informasi mengenai cara pencegahan IMS dilaporkan telah meningkatkan penggunaan kondom dan mengurangi prevalensi IMS dan HIV di antara para PSK. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 7 PSK yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling di Lokalisasi Dukuh Sukosari RT 06 RW VI Kelurahan Berokan, Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Analisa data yang digunakan adalah content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para PSK memutuskan untuk menjalani VCT karena menyadari akan faktor-faktor risiko pekerjaan yang mereka jalani. Kesimpulan penelitian ini adalah VCT dianggap sangat bermanfaat bagi PSK dan mampu mengubah paradigma PSK akan kesehatan serta mampu meningkatkan kewaspadaan dan proteksi diri PSK akan faktor-faktor risiko yang ada. Pemerintah dan LSM terkait hendaknya turut memfasilitasi para PSK untuk mempertahankan perilaku hidup bersih sehat setelah melakukan VCT dengan screening berkelanjutan.
PELAKSANAAN INTERVENSI CAKUPAN INFORMASIKU MELALUI PENDEKATAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA
Lestari, Puspita Hanggit;
Setiawan, Agus;
Widyastuti, Tri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.334 KB)
Perilaku seksual berisiko pada remaja dapat berdampak negatif pada kondisi fisik, psikologis, ekonomi dan sosial remaja. Dukungan keluarga dapat membantu remaja untuk mencegah perilaku seksual berisiko. Intervensi Cakupan Informasiku (Kecakapan Hidup, Informasi, Motivasi Dan Perilaku) melalui pendekatan asuhan keperawatan keluarga dilaksanakan sebagai upaya pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan pengaruh Pelaksanaan Intervensi Cakupan Informasiku sebagai bentuk intervensi keperawatan keluarga pada remaja. Desain penelitian ini adalah studi kasus.. Penelitian dilaksanakan selama 6 bulan melibatkan 10 keuarga yang ditentukan melalui tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan keluarga mengenai pencegahan perilaku seksual serta terjadi peningkatan tingkat kemandirian keluarga. Intervensi Cakupan Informasiku dapat dilaksanakan sebagai intervensi keperawatan keluarga untuk pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENERAPKAN KEDISIPLINAN PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT PADA ANAK SEKOLAH
Suciwati, Suciwati;
Nuraini, I'ien
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (32.679 KB)
Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh pola asuh orang tua dalam menerapkan kedisiplinan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sekolah pada siswa sekolah dasar kelas II, III, IV dan V di SDN Kalibanteng Kulon 01 Semarang. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Responden penelitian terdiri dari 125 anak kelas II , III, IV dan kelas V di SDN Kalibanteng Kulon 01 Semarang Barat, diambil dengan menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner dengan menggunakan skala penilaian skala likert. Analisis Dari uji mann whitney, diketahui bahwa nilai P Value = 0,0001 ( < 0,05). Ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dalam menerapkan kedisiplinan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) sekolah pada siswa kelas II s/d V di SDN Kalibanteng Kulon 01 Semarang.
PENERAPAN TEORI SELF CARE UNTUK MENGATASI INTOLERANSI AKTIVITAS PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTIM KARDIOVASKULAR
Ryandini, Felicia;
Nurachmah, Elly
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (110.741 KB)
Ketidakmampuan dalam beraktivitas merupakan keluhan yang sering muncul pada gangguan kardiovaskular. Kondisi iniakan mempengaruhi aktivitas dan istirahat, lama dirawat dan secara tidak langsung mempengaruhi kualitas hidup. Saatini keperawatan kardiovaskular menitikberatkan pada modifikasi gaya hidup dengan upaya meningkatkan kemampuanmanajemen perawatan diri. Diperlukan adanya asuhan keperawatan dengan pendekatan teori Self Care yang telahdikemukakan oleh Dorothea Orem. Metode yang digunakan adalah studi kasus sebanyak 31 kasus kelolaan yang didapatpada fase pemulihan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi diRS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Hasil studi kasus didapatkan bahwa kasus terbanyak adalah AcuteCoronary Syndrome (55%). Teori Orem dapat diterapkan pada kasus kardiovaskular yang mengalami intoleransiaktivitas. Pengkajian teori Orem dapat digunakan untuk menggali secara holistik. Penggolongan intervensi dapatmemudahkan perawat dalam memodifikasi sesuai dengan kondisi pasien. Tahap evaluasi terdapat pengelompokanberdasarkan tingkat kebutuhan, untuk menggambarkan sejauh mana kemampuan pasien setelah dilakukan tindakankeperawatan.
PENGARUH PEMBERIAN SEMANGKA TERHADAP PRODUKSI ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGAYU KOTA SEMARANG
Puspita, Nella;
Istiharjanti, Agnes
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 3 (2016): Edisi Khusus September 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (21.834 KB)
ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi penting bagi pertumbuhan dan kehidupan bayi selama 6 bulan pertama kehidupan, ASI mengandung kebutuhan energi dan zat yang dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan. ASI berisi banyak unsur atau zat yang memenuhi kebutuhan individu dan walaupun terjadi kemajuan teknologi, ASI tidak dapat digantikan secara akurat oleh susu buatan, ASI seringkali dirujuk sebagai cairan kehidupan (Pollard, 2015). Belum maksimalnya capaian asi eksklusif pada bayi dimana untuk Kota Semarang cakupan ASI eksklusif tahun 2016 sebanyak 67,16% termasuk di wilayah kerja Puskesmas Karangayu Kota Semarang. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian control group design with pretest posttest. Sampel yang digunakan 54 orang dengan uji T test. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari 27 responden setelah dilakukan breastcare, 16 responden mengalami peningkatan produksi ASI (59,25 %). Sedangkan 11 responden lainnya tidak mengalami peningkatan produksi ASI (40,75%). Dari 27 responden yang diberikan ASI dan semangka didapatkan, peningkatan ASI dengan menggunakan breastcare dan pemberian semangka didapatkan responden yang mengalami peningkatan ASI sebanyak 21 responden (77,78 %) dan terdapat 6 responden (22,22 %) yang tidak mengalami peningkatan produksi ASI.
HUBUNGAN PENDAMPINGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA DALAM MENGHADAPI PROSES PERSALINAN KALA I
Primasnia, Pevi;
-, Wagiyo;
-, Elisa
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehamilan merupakan periode krisis maturitas yang dapat menimbulkan stress dan kecemasan. Perasaan cemas yang seringkali menyertai kehamilan akan mencapai puncaknya pada saat persalinan. Pada tahun 2008 di Indonesia terdapat 373.000.000 orang ibu hamil, dan yang mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan ada sebanyak 107.000.000 orang. Aspek psikologis ibu dapat dipengaruhi oleh dukungan yang diterima di lingkungan tempatnya melahirkan, termasuk dari mereka yang mendampinginya. Ibu yang bersalin harus ditemani oleh orang yang ia percaya dan membuatnya merasa nyaman, namun tidak semua rumah sakit mengizinkan suami atau anggota keluarga lainnya menemani ibu di ruang bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi proses persalinan kala I. Janis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah rancangan Analitik (Observasional) dengan metode pendekatan Case Control Design yang menggunakan teknik sampling jenuh dengan populasi dalam waktu satu bulan yaitu bulan November 2012 adalah sebanyak 43 orang, dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 46 responden. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan menggunakan Chi-Square test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendampingan suami dengan tingkat kecemasan ibu primigravida dalam menghadapi proses persalinan kala 1 dengan nilai p= 0,007. Dilihat dan Odds Ratio(OR) dapat disimpulkan bahwa ibu primigravida yang menghadapi proses persalinan kala 1 tanpa didampingi oleh suami mempunyai peluang 6,750 kali untuk terjadi kecemasan dibanding ibu primigravida yang menghadapi proses persalinan kala I dengan didampingi oleh suami.Kata Kunci: Ibu primigravida, pendampingan suami, tingkat kecemasan kala I
PENGARUH TERAPI BERMAIN M ENGGUNTING KAIN FLANEL TERHADAP PENINGKATAN P ERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DALAM KEGIATA N MENGGUNTING DI TK TARBIYATUL ATHFAL 31 SEMARANG
Permata, Hesti Dian;
Hartini M.A, Sri;
Astuti, Rahayu
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan motorik dapat dilatih dengan kegiatan bermain. Menggunting merupakan salah satu kegiatan bermain yang paling anak sukai, dengan kegiatan menggunting motorik halus pada anak akan terasah. Menggunting merupakan salah satu kegiatan bermain dengan menggunakan koordinasi jarijari tangan yang bertujuan untuk melatih motorik halus pada anak, menggunting bukan hanya dengan media kertas saja tetapi juga bisa menggunakan media lain yaitu dengan menggunakan kain flanel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain menggunting kain flanel terhadap peningkatan perkembangan motorik halus pada anak prasekolah. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan pendekatan one group pre and post design, jumlah responden 39 dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 39 siswa. Uji statistik yang digunakan Uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh terapi bermain menggunting kain flanel terhadap peningkatan perkembangan motorik halus pada anak di TK Tarbiyatul Athfal 31 Semarang dengan p value 0,000. Hasil penelitian ini merekomendasikan bagi institusi TK Tarbiyatul Athfal 31 Semarang agar terapi bermain menggunting kain flanel dapat dijadikan salah satu terapi bagi anak untuk meningkatkan motorik halus.
HUBUNGAN LAMA PEMASANGAN INFUS DENGAN KEJADIAN PLEBITIS DI SMC RS. TELOGOREJO
-, Suharti;
Meira, Hanifah;
Udhiyah, Heny;
Rizky, Monica
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 1 (2015): Edisi Khusus Maret 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Terapi intravena merupakan prosedur dalam pelayanan dirumah sakit yang diberikan pada pasien rawat inap, pemberian terapi interavena dapat menimbulkan komplikasi salah satunya yaitu plebitis. Plebitis adalah suatu inflamasi pada pembuluh darah yang di karenakan oleh lamanya pemasangan infus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lamanya pemasangan infus dengan kejadian plebitis di SMC RS Telogorejo. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi, dengan populasi pasien yang terpasang infus diruang rawat inap SMC RS Telogorejo. Jumlah sampel 82 responden dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan uji rank spearman dengan tingkat kemaknaan yang ditetapkan  α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lama pemasangan infus pada hari ke-5 (72,7%) dan yang mengalami plebitis sebanyak 24 responden. Sedangkan dari keseluruhan responden yang terjadi plebitis sebanyak 42 responden (51,2%). Berdasarkan uji analisis didapatkan nilai r = 0,384 didapatkan  kekuatan hubungan sedang  dengan nilai p value = 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan lama pemasangan infus dengan kejadian plebitis di SMC RS Telogorejo. Lama pemasangan infus dapat menyebabkan masuknya mikroorganisme kedalam jaringan yang mengalami trauma dan terjadi plebitis. Dengan demikian diperlukan rotasi tempat pemasangan infus setelah terpasang selama 3 hari, selain itu perlu di perhatikan faktor-faktor lain yang menyebabkan plebitis.