cover
Contact Name
-
Contact Email
biospecies@unja.ac.id
Phone
+6282234478333
Journal Mail Official
biospecies@unja.ac.id
Editorial Address
Biology Education Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi, Jl. Jambi-Ma.Bulian Km 15 Mendalo Darat, Jambi, Indonesia
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Biospecies
Published by Universitas Jambi
ISSN : 19790902     EISSN : 25030426     DOI : 10.22437
The journal specializes in tropical biology research with a multidisciplinary scope encompassing zoology, botany, microbiology, ecology, environmental science, biotechnology, bioinformatics, and evolutionary biology. Distinct from conventional biology journals, BIOSPECIES emphasizes the integration of biodiversity research with indigenous knowledge systems and innovative approaches rooted in tropical ecosystems.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014" : 6 Documents clear
Pengaruh Penambahan Beberapa Cairan Rumen Terhadap Produksi Biogas dari Kotoran Sapi Sri Suciati Ningsih; Yuni Ahda; Dezi Handayani
Biospecies Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i2.1734

Abstract

Pengembangan teknologi bahan bakar alternatif perlu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil. Salah satu teknologi bahan bakar alternatif yang memiliki prospek baik untuk dikembangkan adalah biogas. Penambahan biostarter dapat memaksimalkan produksi biogas. Cairan rumen dapat dijadikan sebagai biostarter yang baik karena di dalamnya terdapat bakteri selulolitik dan metanogenik. Penelitian ini mengenai pengaruh penambahan beberapa cairan rumen terhadap produksi biogas dari kotoran sapi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Universitas Negeri Padang. Metode yang digunakan adalah eksperimen yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan menggunakan cairan rumen sapi (P1), kerbau (P2), kambing (P3), dan tanpa penambahan cairan rumen (P0). Fermentor berisi substrat dengan perbandingan kotoran sapi:air:cairan rumen adalah 1:1:1 difermentasi selama 7 hari. Variabel yang diukur adalah volume balon penampung biogas (cm3) dan lama nyala biogas (dt). Berdasarkan hasil uji ANOVA (P<0,05) dan uji lanjut DNMRT diketahui bahwa penambahan cairan rumen berpengaruh signifikan terhadap produksi biogas dari kotoran sapi. Penambahan cairan rumen sapi, kerbau, dan kambing pada fermentor yang difermentasi selama 7 hari dapat meningkatkan volume biogas dibandingkan tanpa penambahan cairan rumen. Rerata volume maksimal biogas P1 sebanyak 71,97 cm3, P2 sebanyak 80,26 cm3 sedangkan P0 sebanyak 2,88 cm3. Volume biogas tertinggi diperoleh dari penambahan cairan rumen kambing dengan rerata volume 102,7 cm3 pada hari ke-4.
Analisis Fisik Kimia Perairan untuk Mendeteksi Kualitas Perairan Sungai Rambang Kabupaten Ogan Ilir Sumatra Selatan Soraya Soraya; Zazili Hanafiah; Yuanita Windusari
Biospecies Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i2.1735

Abstract

Penelitian terhadap kualitas dan kondisi perairan Sungai Rambang Kabupaten Ogan Ilir telah dilakukan selama Juli - November 2012. Sampel air diambil di 5 lokasi dengan 3 titik yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Penentuan lokasi sampel  berdasarkan metode Purposive Random Sampling. Analisis kualitas air dilakukan secara langsung di lapangan dan di Laboratorium  kimia FMIPA  Universitas Sriwijaya. Hasil menunjukkan bahwa kondisi fisik-kimia Sungai Rambang termasuk dalam kategori baik.  Kisaran suhu cenderung sama dengan suhu udara sekitar perairan yaitu 26-31 ºC, tingkat kecerahan 7-40 %, TSS 32-161 mg/L, TDS 41-278 mg/L, DHL 18-238 µS/cm, kecepatan arus 6-13 cm/detik, DO 5,90-12,35 mg/L, BOD 0,47- 5,42 mg/L, COD ttd- 14,5 mg/L, pH 4,85-6,95, dan lemak 211-289 mg/L. Nilai-nilai parameter ini masih sesuai dengan standar Baku Mutu Air (BMA) perairan sungai tahun 2010. Kualitas fisik kimia perairan berpengaruh terhadap keanekaragaman jenis dan distribusi plankton. Curah hujan mempengaruhi kondisi perairan, dan mempengaruhi jumlah serta jenis plankton dalam perairan tersebut. Pada musim penghujan, indeks keanekaragaman spesies plankton cenderung rendah  dibandingkan pada musim kemarau yaitu 1,22 – 2,26, dengan Indeks keseragaman  antara 0,31- 0,58 yang berarti tidak ada dominansi suatu populasi plankton. Kehadiran dan keanekaragaman populasi plankton merupakan indikasi kualitas lingkungan perairan. Hasil uji parameter  fisik kimia perairan yang dilakukan menunjukkan bahwa kualitas perairan sungai Rambang masih layak untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, namun tidak disarankan untuk digunakan sebagai sumber air minum.
Penampakan Morphologi Kulit Luar Marmut Terhadap Pemberian Minyak Atsiri Tanaman Zodia Secara Rutin Muhamat Muhamat; Hidayaturrahmah Hidayaturrahmah
Biospecies Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i2.1736

Abstract

Minyak atsiri zodia merupakan salah satu minyak atsiri yang mempunyai daya penolak dari aktivitas nyamuk menghisap darah.  Minyak tersebut dapat dikembangkan menjadi bahan pelindung tubuh maka perlu dilakukan penelitian tentang keamanan bahan ini terhadap manusia (pemakai). Karena pemakaian berhubungan langsung dengan permukaan kulit maka penelitian ini difokuskan pada pengamatan terhadap penampakan morfologi kulit akibat pemaparan minyak atsiri zodia.  Pengujian dilakukan denga uji iritasi primer menggunakan metode Draize dengan cara mengolesi minyak atsiri konsentrasi 5% ke kulit marmut. Pengamatan dilakukan setiap hari meliputi pengamatan morfologi  kulit marmut secara makrokospis (eritema dan edema), perubahan warna kulit serta kehalusan kulit.  Pengamatan juga dilakukan terhadap  perubahan tingkah laku selama penelitian.  Hasil pengamatan terhadap semua sampel kulit marmut yang  diolesi minyak atsiri zodia  tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kerusakan kulit baik eritema maupun edema.  Kulit yang diolesi minyak atsiri menunjukkan tekstur kulit yang lembut, mengkilat dan licin, yang berbeda dari kulit yang tidak diolesi minyak atsiri. Pengamatan perilaku marmut tidak menunjukkan adanya perilaku keracunan seperti tidak punya nafsu makan, muntah-muntah, diam atau agresif.  Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah minyak atsiri zodia dengan konsentrasi 5% tidak menyebabkan inflamasi pada kulit marmot, bahkan kulit marmut menjadi lebih lembut dan halus.
Kelimpahan dan Keragaman Semut dalam Hutan Lindung Sirimau Ambon Fransina Sarah Latumahina; Musyafa Musyafa; Sumardi Sumardi; Nugroho Susetya Putra
Biospecies Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i2.1755

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada areal pertanian lahan kering bercampur semak dalam Hutan Lindung Sirimau dengan tiga metode pengambilan sampel yakni hand collecting, bait trap (umpan gula dan  ikan tuna) dan pitfall trap dari bulan Juli hingga september 2011. Penelitian bertujuan mengetahui penyebaran semut pada areal pertanian lahan kering  dalam kawasan Hutan Lindung Sirimau Ambon. Hasil penelitian menemukan 1 family, 4 genus dan  19 jenis semut dengan total individu mencapai  14.456. Jenis – jenis semut yang sangat dominan dalam kawasan yakni Anoplolepis gracilipes, Pheidole sp 1, Odontoponera denticulata, Pheidole megacephala, Technomyrmex albipes, Tetramorium simillimum, Tetramorium bicarinatum, Tapinoma melanocephalum, dan Paratrechina longicornis. Kelimpahan jenis semut mencapai 0,934 tergolong sedang dengan penyebaran jumlah individu semut dan tingkat kestabilan komunitas sedang. Penyebaran semut dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari, suhu, kelembaban, angin, air dan musim. Perbedaan suhu mikro, iklim, cahaya, kelembaban, pola makan, kompetisi interspesifik, variasi ketersediaan sumber makanan, kualitas habitat dan aktivitas manusia juga ikut mempengaruhi penyebaran semut dalam kawasan.
Keragaman dan Kelimpahan Kupu-Kupu Endemic Jawa (Lepidoptera: Rhopalocera) di Hutan Gunung Slamet Jawa Tengah Imam Widhiono
Biospecies Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i2.1756

Abstract

Penelitian keragaman spesies kupu-kupu endemik Jawa (Lepidoptera: Rhopalocera) pada berbagai tipe hutan dan ketinggian di Gunung Slamet dilakukan pada bulan Juni sampai Oktober 2010. Tipe hutan yang diteliti meliputi hutan alam kayu lain (HAKL, hutan sekunder), hutan produski terbatas Damar (HPT Damar), hutan wisata (HW) dan agroforestry (AGF). Variasi ketinggian tempat yang diteliti hanya di hutan damar mulai ketinggian 600 m dpl, 800 m dpl, 1000 m dpl dan 1200 m dpl. Pengambilan sampel kupu-kupu dilakukan pada 4 transek tetap untuk setiap kategori. Data kekayaan spesies dan kelimpahanya dianalisis dengan Shannon-Wienner, Simpson Indeks, Indeks kemerataan (E) dan Indeks Kesamaan Jaccard dengan bantuan program BDPro 7 (Mc Neely, 1997). Hasil penelitian menemukan 10 spesies kupu-kupu endemik Jawa (71%), yaitu Cynitia iapsis Fruhstorfer, Cyrestis lutea Zinken-Sommer, Elymnias ceryx Boisduval, Euploea gamelia Hubner, Rohana nakula Moore, Tannecia trigreta Moore, Mycalesis sudra Felder, Ypthima nigricans Snellen, Neptis nisea De Niceville dan Prioneris autothisbe Hubner dengan jumlah individu 542 pada keempat tipe habitat dan 9 spesies dengan jumlah individu 781 pada keempat ketinggian berbeda. Pada semua lokasi penelitian menunjukan bahwa indeks keragaman kupu-kupu endemik sangat rendah dan didominasi oleh dua spesies yaitu Mycalesis sudra dan Ypthima nigricans dengan jumlah lebih dari 50% dari total individu spesies kupu-kupu endemik yang ditemukan. Selain kedua spesies tersebut, spesies kupu-kupu endemik kelimpahannya sangat rendah dan dapat dikategorikan sebagai “rare species”. Hutan di Gunung slamet masih mampu mendukung keberadaan spesies kupu-kupu endemik Jawa.
Kajian Etnobotani Peralatan Rumah Tangga Suku Anak Dalam di Taman Nasional Bukit Dua Belas Kabupaten Sarolangun, Jambi Dwi Mairida; Bambang Hariyadi; Fachruddin Saudagar
Biospecies Vol. 7 No. 2 (2014): Juli 2014
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v7i2.1757

Abstract

Suku Anak Dalam (SAD) merupakan salah satu kelompok masyarakat pedalaman hutan Jambi yang memiliki kemampuan dan kemandirian dalam membuat peralatan rumah tangga. Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) merupakan kawasan pelestarian alam yang menyediakan potensi berbagai jenis flora bagi masyarakat SAD untuk memenuhi berbagai keperluan, salah satunya adalah untuk membuat kerajinan tradisional peralatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis peralatan rumah tangga yang digunakan SAD, mengkaji karakteristik dan cara pembuatan setiap peralatan, mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan, serta mengkaji perubahan penggunaan peralatan rumah tangga SAD. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik snowball sampling. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi partisipasi aktif dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menemukan 11 jenis peralatan rumah tangga yang biasa digunakan oleh SAD.  Peralatan tersebut dibuat dengan memanfaatkan 21 spesies tumbuhan yang termasuk kedalam 12 famili.

Page 1 of 1 | Total Record : 6