cover
Contact Name
Moh Syahri Sauma
Contact Email
syahrima@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
annidasby@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/I. Kec Mulyorejo. Kota Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 25984012     EISSN : 23546328     DOI : -
FOKUS Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. SKOP Jurnal ini berisi kajian Komunikasi dan Penyiaran yang meliputi Komunikasi, Dakwah, Strategi, Penyiaran, Media, Jurnalistik.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2023): September" : 6 Documents clear
STRATEGI PROMOSI PERGURUAN TINGGI ISLAM SWASTA DI KOTA METROPOLITAN (STUDI KASUS DI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM LUQMAN Al-HAKIM SURABAYA) Rudi Trianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i1.647

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Promosi Perguruan Tinggi Islam Swasta di Kota Metropolitan dengan studi kasus di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Luqman Al-Hakim Surabaya. Dilatarbelakangi oleh pencapaian jumlah mahasiswa yang meningkat tiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran dalam mempromosikan STAI Luqman Al-Hakim Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subyek peneliti dalam penelitian ini adalah divisi marketing dan communication di STAI Luqman Al-Hakim Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teori Integrated Marketing Comunication (IMC), yakni Marketing Mix oleh Kotler dan Keller. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran dalam mempromosikan STAI Luqman Al-Hakim Surabaya telah menggunakan teori Integrated Marketing Communication (IMC), yakni Marketing Mix 7P atau bauran pemasaran meliputi strategi product, price, place, phisycal evidence, people, process, dan promotion. Program promosi yang dilakukan adalah pembuatan tools promotion, penguatan dan optimalisasi tim promosi, presentasi dan networking, iklan dan publikasi di media online, cetak, dan elektronik, optimalisasi website, penguatan branding di media sosail, optimalisasi jaringan ikatan alumni, referensi SMA almamater mahasiswa, optimalisasi buzzer stail, open house mahasantri, beasiswa atau diskon biaya kuliah.
KOMUNIKASI DAKWAH AYAH KEPADA ANAK DALAM AL- QUR’AN Moh Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i1.648

Abstract

Berbagai problematika pengasuhan yang ada dewasa ini bisa kita jawab andai kita umat Muslimin mau merujuk kembali dan mentadaburi Al Qur’an. Al-Qur’an yang kata sebagian ulama sepertiga berisi kisah sejarah menyajikan potret orangtua-orangtua hebat yang layak kita teladani. Mereka berhasil membesarkan, mengasuh, membimbing, dan mendidik anak-anaknya menjadi orang-orang sukses, bukan hanya aspek duniawi, bahkan hingga urusan akhirat. Salah satu aspek adalah bagaimana komunikasi seorang ayah kepada anak. Komunikasi dakwah ayah kepada anak dalam al-qur’an dalam penelitian ini hanya menggunakan perspektif Tafsir Ibnu Katsir. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu melakukan penelitian dengan cara library research. Adapun gambarn umum komunikasi dakwah ayah kepada anak dalam al-qur’an perspektif Tafsir Ibnu Katsir, maksudnya yaitu menyampaikan pendekatan berupa ajakan untuk taat kepada Allah SWT oleh orang tua (ayah) kepada anaknya sesuai pedoman kitab suci umat Islam (Al-Qur’an).
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MEDIA DAKWAH DI ERA GLOBALISASI Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i1.649

Abstract

Kemajuan zaman menuntut agar aktivitas dakwah mampu mengikuti perkembangan kemajuan dan kecanggihan teknologi. Maksudnya adalah bahwa aktivitas dakwah harus ikut hadir dan mewarnai dalam kehidupan dunia media modern seeperti media televisi, radio, media cetak maupun kecanggihan internet dan serba serbi di dalamnya. Sudah menjadi keniscayaan bahwa di era yang serba canggih seperti sekarang ini, untuk mencapai dakwah yang efektif maka diperlukan media. Dimana hal ini merupakan salah satu wujud dari starategi dan metode dakwah di era keterbukaan informasi. Adapun fokus penelitian ini adalah bagaimana perkembangan khususnya kelebihan dan kelemahan media dakwah di era globalisasi. Tujuan penelitian adalah untuk meneropong perkembangan, kelebihan dan kelemahan media dakwah di era global. Dalam penelitian ini juga dipaparkan dengan jelas kondisi media dakwah sebelum era global yang serba canggih. Dimana relaita media dakwah saat itu bisa dibilang sangat sederhana bila dibandingkan dengan kondisi sekarang ini. Hasil simpulan dari penelitian ini adalah dakwah sebagai salah satu kegiatan komunikasi keagamaan dihadapkan pada kemajuan yang semakin canggih dan tidak terlepas dari adaptasi terhadap kemajuan. Artinya dakwah dituntut agar tidak monoton pada ceramah-ceramah di masjid atau tabligh akbar. Saat ini, dakwah harus dikemas lebih menarik sebagai bagaian dari mengikuti perkembangan kemajuan dan kecanggihan zaman. Begitu pula realita media dakwah baik itu berupa media cetak maupun elektronik masing masing dijabarkan dengan jelas baik itu kelebihan maupun kelemahannya.
ELABORASI KOMUNIKOLOGI AL-QUR’AN; SUB-KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PERSPEKTIF AL-QUR’AN Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i1.650

Abstract

Komunikasi al-Qur’an sebagai salah satu kajian dengan berbagai variannya telah banyak dilakukan oleh para ilmuan komunikasi yang memiliki background ilmu keislaman. Namun demikian kajian komunikasi Antarpribadi perspektif Al-Qur’an belum banyak dilakukan para ilmuan komunikasi. Atas dasat itulah tulisan ini menjadi urgen dan memiliki ciri khas tersendiri dibanding karya lainnya. Karya ini mencoba melakukan eksplorasi teori dan konsep komunikasi Antarpribadi menurut ilmuan barat, konsep komunikasi Antarpribadi menurut ilmuan muslim atau ilmu al-Qur’an, dan berikutnya akan dikaji korelasi atau hubungan keduanya. Kajian komunikasi Antarpribadi perspektif al-Qur’an ini sebenarnya merupakan bagian dari kajian komunikasi lainnya dengan sudut pandang al-Qur’an sebagai critical thinkingnya. Dalam kajian komunikasi dengan berbagai variannya dalam perspektif al-Qur’an dikenal istilah komunikologi al-Qur’an yaitu sebuah upaya mengkaji berbagai bidang keilmuan komunikasi perspektif al-Qur’an. Hasil riset keilmuan komunikasi Antarpribadi perspektif al-Qur’an ini menghasilkan temuan perbedaan dan persamaan/keterkaitan menurut konsep al-Qur’an dan menurut para ahli barat.
STUDI SURAH AL-GHASYIYAH TENTANG MATERI DAN METODE DAKWAH DALAM KITAB AL-TAFSÎR AL-MUNÎR KARYA WAHBAH AL-ZUHAILÎ Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i1.651

Abstract

Penelitian ini punya beberapa alasan : (1) Surah al-Ghâsyiyah mengandung materi dakwah yang sistematis dan metode dakwah yang unik (2) Penelitian terdahulu tentang materi dan metode dakwah dalam surah al-Ghâsyiyah dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya wahbah al-Zuhailî belum penulis temukan, (3) materi dan metode dakwah dalam Surah al-Ghâsyiyah memberikan kontribusi positif kepada petugas dakwah dan akedemisi dakwah (4) Secara ideologis, Nabi Muhammad SAW membaca surah tersebut pada salat jumat. Tujuan penelitian ini untuk menemukan materi dan metode dakwah yang difokuskan pada Surah al-Ghâsyiyah dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber primer penelitian ini adalah kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî. Sumber sekunder berupa jurnal yang terkait dengan judul di atas, kitab-kitab tafsir lain yang relevan, dan buku-buku dakwah yang ditulis oleh sarjana muslim terdahulu dan sekarang. Kitab-kitab dan buku-buku tersebut dikaji dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian ditarik kesimpulan tentang materi dan metode dakwah dalam Surah al-Ghâsyiyah dalam kitab al-Tafsir al-Munîr karya Wahbah al-Zuhailî.
KONSEP KOMUNIKASI DAKWAH DALAM METODE PEMBINAAN PEMAHAMAN AL QUR’AN miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/annida.v12i1.652

Abstract

Berdakwah adalah proses mengkomunikasikan pesan-pesan Ilahiyah kepada orang lain. Agar pesan tersebut bisa dipahami dengan baik, diperlukan adanya penguasan komunikasi yang efektif. Muhammad SAW sebagai seorang utusan Allah SWT, punya tugas utama membawa kabar gembira dan memberi peringatan kepada seluruh umat manusia. Kegiatan penyampaian wahyu dan ajaran beriman kepada Allah biasanya disebut dakwah. Karena itu, perlu pengembangan paradigma dakwah, yang salah satunya adalah dengan memahami metode dakwah yang tepat untuk membina dan memahamkan Al-qur’an kepada umaat. Metode dakwah yang dapat diimplementasikan dalam melakukan pembinaan dan pemahamaan Al-qur’an kepada umat. Ada beberapa metode dakwah yang bisa dilakukan. Pertama, metode Bil-hikmah kedua, Metode Mau’idzah Hasanah. Ketiga, Mujadalah billati hiyya ahsan. Al-Qur’an memberikan panduan tentang metode-metode dakwah untuk membina dan memahamkan Al-Qur’an kepada seluruh umat manusia, yaitu menyampaikan dengan lemah lembut dan perkataan-perkataan yang baik. Dengan demikian komunikasi Dakwah memegang peranan yang sangat penting di dalam menentukan dan memastikan seorang pembina pembawa risalah untuk senantiasa bekerja lebih produktif, efektif, dan efesien untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Tanpa komunikasi dakwah maka proses pembinaan tidak akan berlangsung dengan baik. Dalam konteks inilah dapat juga dikatakan bahwa pembinaan pada hakekatnya juga proses komunikasi secara terus menerus, dalam pengertian komunikasi dilakukan oleh seorang pembawa risalah ilahi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6