cover
Contact Name
Muh. Idris
Contact Email
idristin@gmail.com
Phone
+6282333231990
Journal Mail Official
stailsby@gmail
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak VI/1 Mulyorejo, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ta'dibi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 23546301     EISSN : 25024035     DOI : -
Focus Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Manajemen Pendidikan Islam baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. Scope Jurnal ini berisi kajian Manajemen Pendidikan yang meliputi Kepemimpinan, Kurikulum, Sarana, Keuangan dan Evaluasi Pendidikan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2025): Maret" : 6 Documents clear
KECEMASAN (ANXIETY) PADA REMAJA DAN SOLUSINYA DALAM PERSPEKTIF WAHYU Nur Huda; Selma Ulayya Putri Aima
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/tadibi.v13i2.814

Abstract

Kecemasan (anxiety) merupakan masalah kesehatan mental di kalangan remaja yang semakin meningkat akibat tekanan akademik, sosial, dan perubahan hormonal. Gejalanya meliputi kekhawatiran berlebihan, sulit konsentrasi, dan gangguan fisik seperti sakit kepala atau jantung berdebar. Kesemua kecemasan bermuara pada rasa takut (khouf) dan kesedihan (huzn). Jika tidak ditangani, kecemasan dapat mengganggu kehidupan sosial, dan emosional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kecemasan serta menawarkan solusi holistik berdasarkan perspektif wahyu. Pendekatan ini memaknai penyebab kecemasan yang sesungguhnya dan mensyaratkan adanya keyakinan yang tinggi penderita terhadap kekuatan Allah SWT. Pendekatan ini juga mengasumsikan bahwa yang paling tahu tentang jiwa manusia adalah Allah SWT. Beberapa cara untuk menyembuhkan kecemasan seperti, membaca Al Qur’an, tawakkal, doa, dzikir, sabar, amal sholeh, bersyukur dan peran keluarga. Selain itu, konseling Islami dapat menjadi alternatif untuk membantu pasien mengelola emosi secara sehat dengan menggabungkan pendekatan psikologis dan spiritual. Artikel ini menyajikan solusi komprehensif untuk mengatasi kecemasan sekaligus memperkuat ketahanan mental dan spiritual remaja.
INOVASI PENDIDIKAN ISLAM: TRANSFORMASI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM (PTKI) MENUJU UNIVERSITAS BERDAYA SAING GLOBAL Nanang Noerpatria; Mohammad Nurul Huda
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/tadibi.v13i2.815

Abstract

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang kompeten dalam ilmu agama Islam serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Inovasi dalam PTKI menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi pendidikan Islam dalam era modern. Makalah ini membahas berbagai aspek inovasi dalam PTKI, termasuk pengembangan kurikulum, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta transformasi kelembagaan dari Sekolah Tinggi Islam (STI) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Perjalanan inovasi PTKI mencakup perubahan kelembagaan dari STI menjadi UII, kemudian PTAIN, IAIN, hingga UIN. Transformasi ini ditujukan untuk mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Selain itu, inovasi dalam metode pembelajaran, seperti pemanfaatan e-learning, pembelajaran aktif, serta penguatan kurikulum berbasis kompetensi juga menjadi bagian dari perkembangan PTKI. Lebih lanjut, inovasi dalam tata kelola pendidikan tinggi Islam terlihat dari peralihan status UIN menjadi Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (PT BLU) dan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Status ini memberikan PTKI lebih banyak fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan akademik, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang untuk mencapai status World Class University (WCU). Tulisan ini merupakan jenis riset kepustakaan (library research) atau juga disebut studi pustaka, karena penulis mengumpulkan data pustaka, membaca, mencatat dan mengolah dari berbagai sumber, sumber data utama adalah dari buku, hasil penelitian dan jurnal. Tulisan ini diharapkan bisa memberikan manfaat tentang inovasi perguruan tinggi keagamaan islam (PTKI) di Indonesia.
DEEP THINKING SEBAGAI PENDEKATAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN ISLAM Muh Idris; Slamet
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/tadibi.v13i2.816

Abstract

Pendekatan deep thinking menjadi tema penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam karena kebutuhan akan transformasi pembelajaran yang tidak lagi berpusat pada hafalan, tetapi pada kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual sesuai tantangan abad ke-21. Pendidikan Islam perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman yang mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang mengeksplorasi teori dan prinsip deep thinking dari literatur klasik dan kontemporer di bidang filsafat pendidikan, psikologi kognitif, dan pedagogi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi deep thinking ke dalam kurikulum Islam melalui metode seperti diskusi halaqah, analisis kasus fiqh kontemporer, refleksi nilai Qur’ani, serta pembelajaran berbasis masalah (PBL), mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara mendalam, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan daya adaptasi terhadap dinamika sosial modern. Selain itu, peningkatan kompetensi guru dan reformasi pendekatan evaluasi juga menjadi prasyarat keberhasilan penerapan kurikulum berbasis deep thinking.
TEKNIK SUPERVISI INDIVIDU DAN KINEJA GURU Ulil Multazam; Suroso
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/tadibi.v13i2.817

Abstract

Kinerja guru pada dasarnya merupakan unjuk kerja yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Kualitas kinerja guru akan sangat menentukan juga kualitas hasil dari mutu pendidikan. Menghasilkan guru-guru yang berkompeten dibidangnya tentu membutuhkan sebuah proses, kaitannya dalam hal ini yaitu proses supervisi. Sebagaimana diketahui bahwa supervisi ialah suatu proses pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dalam melakukan pekerjaan mereka lebih professional dan lebih efektif. Supervisi dilakukan oleh kepala sekolah selaku supervisor di sekolah. Secara garis besar teknik supervise dibagi dua yakni teknik supervisi individu dan teknik supervisi kelompok. Teknik supervisi individu merupakan pendekatan supervisi perorangan yang berfokus pada bantuan langsung kepada seorang guru oleh seorang supervisor untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya melalui kegiatan seperti kunjungan kelas, observasi kelas, dan penilaian diri sendiri, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah spesifik guna memperbaiki proses pembelajaran Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa teknik supervisi individu dan implikasinya bagi peningkatan kinerja guru. Teknik supervisi ini diantaranya merupakan teknik yang sering diterapkan di sekolah. Teknik ini diperlukan oleh supervisor yang ingin meningkatkan kinerja guru yang dilakukan secara individu antara seorang supervisor dengan seorang guru.
RESPONS PENGELOLA LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM MENYIKAP PERUBAHAN KURIKULUM DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH Faishal; Raudatul Jannah
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/tadibi.v13i2.818

Abstract

Perubahan kurikulum dan kebijakan pendidikan merupakan fenomena yang terus berulang dalam sistem pendidikan Indonesia. Kurikulum Merdeka dan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) adalah kebijakan terbaru yang menuntut lembaga pendidikan untuk melakukan adaptasi secara cepat. Artikel ini membahas bagaimana pengelola lembaga pendidikan merespons perubahan kebijakan tersebut, baik di tingkat sekolah dasar, menengah, maupun perguruan tinggi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka terhadap sembilan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola lembaga pendidikan memberikan respons positif terhadap inovasi kurikulum, meskipun menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan pemahaman guru, minimnya sarana, serta kebutuhan pelatihan berkelanjutan. Respon proaktif pengelola sekolah dan perguruan tinggi dalam menyiapkan perangkat ajar, inovasi pembelajaran, serta strategi manajemen menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kurikulum.
MODEL PR EMPAT LANGKAH DAN IMAGE REPAIR DALAM PENGUATAN REPUTASI PESANTREN: KASUS AR-ROHMAH PUTRA HIDAYATULLAH MALANG Damanhuri; M. Hidayat
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2025): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/tadibi.v13i2.819

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi humas untuk meningkatkan citra positif Lembaga Pendidikan Islam Ar-Rohmah Putra Pesantren Hidayatullah Malang, dengan tujuan memetakan konfigurasi praktik yang paling efektif serta menjelaskan mekanisme bagaimana strategi tersebut membentuk persepsi publik. Metodologi kualitatif deskriptif diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan telaah dokumentasi; keabsahan dijaga lewat triangulasi sumber, pemeriksaan anggota, dan jejak audit. Analisis tematik menautkan temuan lapangan dengan proses empat langkah hubungan masyarakat (pendefinisian masalah, perencanaan, tindakan/komunikasi, evaluasi) dan pendekatan pemeliharaan citra. Hasil menunjukkan enam komponen yang saling menguatkan: (1) pelayanan terpadu dan keramahan yang menstandarkan sapaan, waktu tanggap, dan penyelesaian keluhan; (2) publikasi dan penceritaan institusional yang terkurasi lewat kalender konten; (3) sistem tindak lanjut yang menutup siklus penanganan isu secara akuntabel; (4) silaturahmi, alumni, dan kemitraan sebagai modal relasional dan saluran umpan balik; (5) konsistensi identitas visual serta tata kelola merek yang memastikan koherensi pesan; dan (6) penguatan kehadiran digital melalui pengelolaan media sosial dan iklan terbatas dengan pemantauan keterlibatan. Diskusi menegaskan mekanisme kausal dari pengalaman layanan menuju persepsi, peran tata kelola dan pedoman editorial-visual, serta pentingnya indikator berlapis (proses, keluaran, hasil) untuk evaluasi yang andal. Kesimpulannya, studi ini menawarkan model “humas integratif” yang operasional dan dapat diaudit bagi lembaga pendidikan Islam sejenis; implikasinya meliputi penegakan standar layanan, penutupan loop keluhan, dan orkestrasi konten lintas kanal. Riset lanjutan disarankan mengadopsi metode campuran guna menguji besaran pengaruh tiap komponen dan melakukan perbandingan lintas lembaga serta wilayah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6