cover
Contact Name
Roberto I. C. O. Taolin
Contact Email
ricotaolin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
savana.cendana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
AGRIMOR
Published by Universitas Timor
ISSN : 25021710     EISSN : -     DOI : -
AGRIMOR is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of AGRIMOR is 2502-1710.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
Analisis Pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Petani di Desa Usapinonot Bernardus Seran Kehik; Medan Yonathan Mael
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.911 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.319

Abstract

Desa memiliki peran yang sangat penting dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan umum desa serta pelayanan kepada masyarakat secara lebih terarah, terfokus dan lancar terutama program kegiatan pemerintah desa yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat desa dengan dasar pertimbangan bahwa akan memberikan suatu kehidupan yang layak dan makmur bagi masyarakat desa. Desa Usapinonot adalah salah satu desa di kecamatan Insana Barat, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang juga memperoleh ADD sebagaimana desa lainnya di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran pengelolaan ADD dalam peningkatan perekonomian masyarakat petani di desa Usapinonot. Penelitian dilaksanakan di desa Usapinonot, kecamatan Insana Barat, kabupaten TTU pada bulan April sampai Juli 2017. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sampel diambil menggunakan metode purposive, berjumlah 9 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara 1) pengamatan (observation); 2) wawancara (interview); dan 3) studi pustaka (dokumentation study). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ADD di desa Usapinonot telah dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian antara program dengan kebutuhan masyarakat. Untuk terjaminnya seluruh rangkaian program kegiatan masyarakat dalam pengelolaan ADD maka manajemen pengelolaan keuangan yang baik dan tepat sesuai anggaran telah ditetapkan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa dana yang telah disiapkan dalam kaitannya dengan kegiatan yang menjadi urgen dalam kehidupan masyarakat dilaksanakan sesuai dengan mata anggaran yang tersedia dengan memperhitungkan dan mempertimbangkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan menjamin kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Keselarasan program kegiatan dilaksanakan dengan cara keseluruhan kegiatan pembangunan yang ada harus diarahkan pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat agar hasil dari pembangunan yang dilaksanakan tidak mubazir dan pada akhirnya masyarakat memberikan respon yang positif terhadap rangkaian kegiatan pembangunan yang dilaksanakan. Pertanggungjawaban dilakukan secara sistematis berdasarkan keseluruhan program yang ada maka dengan sendirinya membuka nuansa keterbukaan atau transparansi yang bersifat positif.
Implementasi Kebijakan Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani melalui Program Padat Karya Pangan di Kecamatan Noemuti Medan Yonathan Mael
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.824 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.321

Abstract

Penanggulangan masalah sosial rawan pangan di kabupaten TTU dilakukan pemerintah lewat berbagai program, salah satunya adalah pemerintah menerapkan program Padat Karya Pangan (PKP). Dalam tataran pelaksanaan, program PKP belum sepenuhnya mencapai target baik mencakup tujuan maupun sasaran yang ingin dicapai. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program PKP di kecamatan Noemuti, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2017. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Populasi adalah seluruh aparatur pemerintah yang bekerja pada Dinas Pertanian kabupaten TTU dan RTS-PM di kecamatan Noemuti sehingga total populasi berjumlah 192 orang. Responden ditentukan menggunakan metode purposive sampling berjumlah 28 orang. Secara operasional ukuran yang digunakan dalam mengkaji kebijakan pemerintah dalam program PKP di kecamatan Noemuti meliputi perencanaan (pleaning), pelaksanaan atau implementasi, pengawasan, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan (observation), wawancara (interview), dan studi pustaka (dokumentation study). Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisa data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan program PKP yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten TTU belum maksimal sebab belum memberikan motivasi dan penyadaran bagi masyarakat akan pentingnya memahami hal-hal yang akan dilakukan berkaitan dengan pengelolaan PKP. Pada tahapan pelaksanaan program PKP telah berjalan namun belum secara efektif dan efisien, sehingga program PKP hingga tahun ketiga tidak memenuhi target luas lahan RTS-PM sebesar 75 are sebagaimana yang dikehendaki oleh ketentuan pelaksanaannya. Tahapan Pengawasan program padat karya pangan telah berjalan, namun hanya dilakukan tiga kali sehingga perlu ditingkatkan agar pelaksanaan program tepat sasaran sesuai dengan target menuju pensiun petani. Evaluasi dari program PKP yang hanya berjalan atau dilaksanakan pada tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat dilakukan pada tingkat kabupaten sehingga dapat merealisasi masukan-masukan yang merupakan tindakan konkret sebagai lanjutan yang dapat digunakan untuk mengatasi kendala-kendala dalam pelaksanaan PKP.
Eksistensi Banul sebagai Kearifan Lokal Pelestarian Lingkungan oleh Lembaga Adat di Desa Tun’noe Kecamatan Miomaffo Timur Fidelis Atanus; Theodorus Monaldus Yanuaris Nabu; Medan Yonathan Mael
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.183 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.322

Abstract

Banul merupakan salah satu kearifan lokal di desa Tun’noe, kecamatan Miomaffo Timur, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Banul juga merupakan salah satu tradisi larangan adat yang masih berlaku di desa Tun’noe sampai sekarang dalam era otonomi daerah ini. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang tingkat keteraturan, tingkat kepatuhan dan tingkat kesesuaian Banul di desa Tun’noe, kecamatan Miomaffo Timur, kabupaten TTU. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Juli 2017 di desa Tun’noe, kecamatan Miomaffo Timur, kabupaten TTU, menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Pengambilan data dari lapangan digunakan beberapa teknik antara lain pengamatan yang mendalam (observasi), wawancara (interview) dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Banul dari aspek tujuannya sebenarnya cukup membantu masyarakat dalam mengelola lingkungan dan kesejahteraannya, selain itu Banul juga bernilai Sosial. Hal ini disebabkan karena dengan Banul maka kehidupan sosial masyarakat, panen dan keseimbangan lingkungan dapat diatur. Kepatuhan masyarakat terhadap Banul belum maksimal diterapkan karena perbendaan persepsi tentang hak milik terhadap apa yang dilarang. Di satu sisi ada hukum adat yang melarang namun disisi lain apa yang dilarang adalah kepemilikan pribadi atau suku. Seharusnya Banul tidak mengenal kepemilikan pribadi atau suku karena berkaitan dengan keseluruhan lingkungan atau ekosistem dan merupakan kesepakatan seluruh masyarakat. Tradisi Banul belum searah dengan hukum formal, sehingga perlu adanya peraturan daerah dan peraturan desa tentang pelestarian kearifan lokal untuk memperkuat eksistensi Banul.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Kain Tenun Songket (Lotis) di Desa Oabikase Kecamatan Insana Barat Yudith Maria Sonbay
AGRIMOR Vol 3 No 3 (2018): AGRIMOR - July 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.102 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i3.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pembuatan kain tenun songket serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga kain tenun songket di Desa Oabikase Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Juli 2017. Penentuan sampel dilakukan secara Purposive sampling dengan pertimbangan responden memproduksi kain tenun songket pada tahun 2016, sehingga dari 80 KK yang memproduksi kain tenun songket di Desa Oabikase diambil 50 responden. Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif kualitatif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan kain tenun songket terdiri dari penggulungan benang, mengurutkan benang (Non), Naet dan menenun (Tenu). Secara simultan faktor harga produk saingan, pengalaman menenun, pendidikan formal, besaran permintaan, biaya produksi berpengaruh nyata pada harga kain tenun, dengan memiliki nilai sebesar Fhitung = 38,09 > Ftabel 2,09 pada taraf kepercayaan 10%. Secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh pada harga kain tenun songket pada taraf kepercayaan 10% adalah faktor harga produk saingan dengan nilai thitung sebesar 1,80 > nilai ttabel sebesar 1,30, faktor besaran permintaan dengan nilai thitung sebesar 1,35 > nilai ttabel sebesar 1,30 dan faktor biaya produksi dengan nilai thitung sebesar 9,97 > nilai ttabel sebesar 1,30.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Jagung di Desa Bannae Kecamatan Insana Barat Metriana Hoar Kehik
AGRIMOR Vol 3 No 3 (2018): AGRIMOR - July 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.13 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i3.244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran usahatani jagung; 2) pendapatan yang diperoleh dari usahatani jagung; dan 3) faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan usahatani jagung di Desa Bannae Kecamatan Insana Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Agustus 2017. Teknik penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik acak sederhana sehingga dari 415 yang berusahatani jagung diambil 80 responden. Metode analisis data dalam penelitian ini meliputi metode deskriptif kualitatif, analisis pendapatan dan analisis Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jagung di Desa Bannae Kecamatan Insana Barat Kabupaten TTU dilakukan melalui tahapan 1) persiapan lahan; 2) pemilihan benih jagung; 3) penanaman; 4) pemeliharaan; dan 5) panen dan pasca panen. Produksi jagung digunakan untuk konsumsi (19,69%), sebagian dijual (40,08%), bibit (3,81%), lain-lain (37,14%). Modal yang dikeluarkan untuk berusahatani jagung selama satu musim tanam sebesar Rp15.200.000,00 sedangkan total penerimaan yang diperoleh petani jagung sebesar Rp42.180.000,00 dari hasil penjualan jagung dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp527.250,00 sehingga total pendapatan petani jagung sebesar Rp26.980.000,00 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp530.575,00. Secara simultan variabel modal, luas lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman, pendidikan berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan usahatani jagung pada α = 5%. Secara parsial variabel yang berpengaruh nyata yaitu luas lahan, pendidikan, tenaga kerja, jumlah penjualan sedangkan yang tidak berpengaruh nyata adalah benih, dan umur.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Selada Air di Desa Popnam Kecamatan Noemuti Yohanes Akoit
AGRIMOR Vol 3 No 3 (2018): AGRIMOR - July 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.242 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i3.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani selada air; dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani selada air di Desa Popnam Kecamatan Noemuti. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Popnam Kecamatan Noemuti Kabupaten TTU pada bulan April 2017 sampai bulan Agustus 2017. Penentuan sampel dengan metode simple random sampling dengan cara menggunakan rumus slovin dimana jumlah sampel yang digunakan adalah 51 responden. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survei. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani selada air di Desa Popnam dilakukan secara monokultur dengan luas lahan yang berbeda-beda berkisar antara 3-15 are. Tahapan usahatani yang dilakukan di lokasi penelitian antara lain persiapan lahan, pengolahan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Faktor modal, luas lahan, bibit, tenaga kerja, pengalaman usahatani dan pendidikan petani secara bersama-sama (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi selada air. Secara parsial faktor tenaga kerja dan pendidikan berpengaruh nyata terhadap produksi selada air, sedangkan variabel modal, luas lahan, bibit, dan pengalaman usahatani tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani selada air.
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Terong Ungu di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A Kecamatan Insana Jefrianus Tanik
AGRIMOR Vol 3 No 3 (2018): AGRIMOR - July 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.374 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i3.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan : Untuk mengetahui gambaran usahatani terong ungu di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A Kecamatan Insana , Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani terong ungu di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A Kecamatan Insana. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan September 2017. Teknik penentuan sampel dilakukan mengunakan teknik sampel jenuh/sensus .Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 responden. Metode analisis data dalam penelitian ini meliputi: metode deskriptif kualitatif dan analisis Cobb-Douglass. Tahapan usahatani terong ungu yang dilakukan di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A meliputi: Persiapan lahan, Pemilihan benih, Persemaian, Penanaman, Pemeliharaan, Panen dan pasca panen. Input yang digunakan yakni: luas lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman berusahatani, pendidikan dan tanggungan keluarga. Hasil penelitian menyatakan bahwa usahatani terong ungu di Kelompok Tani Koko Naibate Desa Manunain A menggunakan pola tanam tumpang sari. Produksi terong ungu dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu luas lahan dan benih sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani terong ungu yaitu tenaga kerja, pengalaman berusahatani,pendidikan dan tanggungan keluarga.
Pengaruh Fakor Sosial Ekonomi Petani terhadap Produksi Usahatani Jagung di Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah Patrigius Maumabe
AGRIMOR Vol 3 No 4 (2018): AGRIMOR - October 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.351 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i4.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani jagung; dan 2) faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi produksi usahatani jagung di Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah Kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah Kabupaten TTU pada bulan Oktober sampai bulan November 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dimana data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Populasi adalah semua petani responden yang berusahatani jagung di Desa Lanaus dengan jumlah 207 KK. Responden yang diambil 30 responden dengan pertimbangan responden yang berusahatani jagung lebih dari 10 tahun. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan regresi linear berganda Kelayakan model akan diuji menggunakan uji F, koefisien determinasi (R2), dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan usahatani jagung di lokasi penelitian dilakukan melalui tahapan 1) persiapan lahan dan pengolahan lahan; 2) pemilihan benih; 3) penanaman; 4) penyiangan; 5) panen dan pasca panen. 73,8% produksi usahatani jagung di Desa Lanaus dijelaskan oleh luas lahan, pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, umur, benih dan curahan tenaga kerja, sedangkan 26,2% produksi usahatani jagung dipengaruhi faktor lainnya, walaupun demikian secara simultan variabel-variabel tersebut tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung di Desa Lanaus. Demikian juga secara parsial variabel luas lahan, pendidikan, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, umur, benih dan curahan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung di Desa Lanaus.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Beras di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka Andreas Asa
AGRIMOR Vol 3 No 4 (2018): AGRIMOR - October 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.539 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i4.324

Abstract

Desa Babotin Maemina merupakan salah satu desa yang mengalami peralihan pola konsumsi dari pangan non beras ke pangan beras di Kabupaten Malaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi beras dan faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi beras di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka. Penelitian dilakukan di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka yang dimulai dari bulan Juni sampai dengan September 2017 dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Desa Babotin Maemina yang berjumlah 228 KK. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus yaitu seluruh populasi diambil sebagai sampel. Untuk mendapatkan gambaran pola konsumsi beras dilakukan analisis deskriptif kualitatif, sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi beras digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2012 masyarakat Desa Babotin Maemina mulai beralih dari pola konsumsi pangan non beras ke beras. Rata-rata konsumsi beras dari 228 KK di Desa Babotin Maemina adalah 24,43 kg/kapita/bulan dengan rata-rata harga beras di tingkat konsumen Rp9.951,00. Harga beras dan jumlah tanggungan keluarga secara nyata berpengaruh terhadap konsumsi beras sedangkan pendapatan konsumen, tingkat pendidikan dan selera tidak berpengaruh terhadap konsumsi beras. Jika harga beras meningkat satu rupiah maka permintaan akan beras akan menurun sebesar 0,512 kg dan setiap penambahan satu orang sebagai tanggungan keluarga maka konsumsi beras akan meningkat 0,749 kg.
Strategi Pengembangan Usaha Penggemukan Ternak Sapi Potong di Kelompok Tani Nekmese di Desa Usapinonot Kecamatan Insana Barat Frederikus Nofrianto Liu
AGRIMOR Vol 3 No 4 (2018): AGRIMOR - October 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.614 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i4.326

Abstract

Agar usaha ternak sapi potong yang berkembang dengan baik dan memberikan manfaat bagi para anggota kelompok tani maka perlu ditentukan strategi pengembangan usaha yang tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui 1) gambaran kelompok tani usaha penggemukan ternak sapi potong; 2) mengetahui strategi pengembangan usaha penggemukan ternak sapi potong di kelompok tani Nekmese, Desa Usapinonot, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai April 2018. Untuk mengetahui tujuan pertama digunakan analisis deskriptif. Sedangkan untuk mengetahui strategi yang tepat dalam pengembangan sapi potong digunakan matriks SWOT. Berdasarkan hasil penelitian, alternatif strategi S-O yang dirumuskan yaitu i) meningkatkan jumlah ternak sapi potong untuk memenuhi kebutuhan pasar; ii) mengoptimalkan kemampuan peternak dalam mengembangkan usaha penggemukan ternak sapi potong; dan iii) ciptakan suatu wadah yang dapat menampung dan mengelola sendiri modal usaha kelompok. Alternatif strategi W-O yang dirumuskan yaitu i) mengembangkan dan meningkatkan kemampuan SDM peternak dalam berusaha ternak sapi potong; dan ii) membuka peluang jaringan kerjasama dengan berbagai pihak baik dalam hal pengembangan usaha maupun pemasaran ternak. Alternatif strategi S-T yang dirumuskan yaitu i) mengadakan pelatihan pengenalan pakan dan waktu pengambilan pakan serta pemberian pakan; dan ii) pengadaan pelatihan mengenai penggunaan obat-obatan dan pemberian kekebalan tubuh serta sanitasi yang aman bagi ternak sapi potong. Alternatif strategi W-T yang dirumuskan yaitu i) mengadakan pelatihan dan pemberdayaan kepada peternak dan SDM petugas teknis peternakan di desa; dan ii) melakukan pembinaan atau pelatihan-pelatihan kepada peternak untuk meningkatkan dan mempertahankan bobot badan maupun kualitas ternak sapi potong.

Page 7 of 20 | Total Record : 199