cover
Contact Name
Roberto I. C. O. Taolin
Contact Email
ricotaolin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
savana.cendana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
AGRIMOR
Published by Universitas Timor
ISSN : 25021710     EISSN : -     DOI : -
AGRIMOR is a open access journal. All article published trough peer review process. It’s published four times a year, in January, April, July and October. Each time published at least five articles. International Standard Serial Number (ISSN) of AGRIMOR is 2502-1710.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
Analisis Pendapatan Usahatani Sawi Manis di Kelurahan Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara Emanuel Opat; Adeline Norawati Hutapea
AGRIMOR Vol 2 No 03 (2017): AGRIMOR - July 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.305 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i03.306

Abstract

Masyarakat Kelurahan Oelami yang berada di Kecamatan Bikomi Selatan pada umumnya menggantungkan hidup mereka pada usahatani sayuran daun seperti sawi, kangkung, bayam, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran usahatani sawi manis; 2) pendapatan yang diperoleh dari usahatani sawi manis; dan 3) keuntungan relatif yang diperoleh dari usahatani sawi manis di kelurahan Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU, pada Bulan Mei sampai Agustus 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani sawi manis yang berjumlah 50 KK dengan 33 orang diambil sebagai responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan teknik wawancara langsung dengan responden atau petani dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis pendapatan dan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan usahatani sawi manis yang dilakukan petani di Kelurahan Oelami menggunakan lahan sendiri. Tahap kegiatan usahatani sayur sawi manis dimulai dari pengolahan lahan, persemaian, penanaman, penyulaman, pemeliharaan, pengendalian hama, pemupukan, panen dan pasca panen. Biaya yang di keluarkan dalam kegiatan usahatani sayur sawi manis adalah biaya variabel dan biaya tetap dengan rata-rata total biaya sebesar Rp 962.255,55 dan total biaya sebesar Rp 31.754.433, sedangkan penerimaan dari petani sayur manis dalam satu kali musim tanam rata-rata Rp. 2.754.090 dan total penerimaan sebesar Rp. 90.885.000, sehingga petani sayur sawi manis memperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp. 1.791.835,354 dengan total pendapatan sebesar Rp. 59.130.566. Rata-rata keuntungan relatif dalam kegiatan usahatani sayur sawi manis yang diperoleh petani sebesar 2,86 artinya kegiatan usahatani sayur sawi manis yang dilakukan oleh petani di kelurahan Oelami menguntungkan secara ekonomis.
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Petani terhadap Produksi Usahatani Jagung di Desa Badarai Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka Evylinda Hoar; Yosefina Marice Fallo
AGRIMOR Vol 2 No 03 (2017): AGRIMOR - July 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.886 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i03.307

Abstract

Untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi usahatani jagung di desa Badarai maka perlu diketahui gambaran usahatani secara detail dan faktor sosial ekonomi yang berpengaruh. Penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui 1) gambaran usahatani jagung; dan 2) faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi usahatani jagung di desa Badarai kecamatan Wewiku kabupaten Malaka. Penelitian dilaksanakan di desa Badarai, Kecamatan Wewiku, kabupaten Malaka, pada Bulan Mei sampai Agustus 2016. Teknik pengambilan dan penetapan jumlah sampel penelitian dilakukan dengan cara menggunakan rumus slovin. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder diperoleh dari instansi atau lembaga terkait. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan usahatani jagung di desa Badarai dilakukan melalui tahapan 1) persiapan dan pengolahan lahan dengan cara tofa rumput atau membabat rumput-rumput liar lalu membakarnya; 2) penanaman dilakukan dua kali setiap musim tanam yakni batar ahuklean (jagung musim panjang) dan batar tinan (jagung umur pendek) dengan cara ditugal menggunakan asuak, setiap lubang diisi 2-3 biji jagung lalu lubang ditutup dengan tanah; 3) pemeliharaan dilakukan dengan cara manual yakni tofa rumput yang telah tumbuh lalu dikumpulkan dan ditumpuk di sekitar tanaman sehingga nantinya berubah menjadi kompos; 4) pemanenan dilakukan dengan manual yakni jagung dipatah dan dipisahkan dari tangkainya lalu dikumpulkan untuk diangkut ke tempat penyimpanan. Luas lahan, bibit, curahan tenaga kerja, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, pendidikan, dan umur secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung, sedangkan secara parsial hanya variabel luas lahan, bibit, dan pendidikan yang berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung, sedangkan pengalaman berusahatani, jumlah tanggungan keluarga, umur, dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung.
Analisis Pendapatan Nelayan Perahu Motor Tempel dan Perahu Motor Lampara di Kelurahan Humusu C Kecamatan Insana Utara Rofinus A. Suri; Simon Juan Kune
AGRIMOR Vol 2 No 03 (2017): AGRIMOR - July 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.822 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i03.308

Abstract

Sumberdaya ikan bersifat terbuka untuk dimanfaatkan oleh siapa saja dan dikategorikan sebagai sumberdaya yang dapat pulih. Kelurahan Humusu C, merupakan salah satu kelurahan yang berada di kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara yang wilayahnya berada di pesisir pantai dengan sebagian masyarakat memilih untuk bermata pencaharian sebagai nelayan. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui 1) gambaran umum nelayan perahu motor Tempel dan perahu motor Lampara; dan 2) besar pendapatan yang diperoleh nelayan perahu motor Tempel dan perahu motor Lampara di kelurahan Humusu C kecamatan Insana Utara yang dilakukan pada bulan Desember 2015 sampai Januari 2017. Untuk mengetahui gambaran umum usaha tangkapan ikan maka digunakan analisis deskriptif kualitatif sedangkan untuk mengetahui pendapatan nelayan dilakukan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan dengan menggunakan perahu motor Tempel dan perahu motor Lampara. Perahu motor Tempel menggunakan alat tangkap dengan memakai pukat ¼ Ins, pukat 1 Ins, pukat 2 Ins, dan pancing dengan ukuran yang berbeda-beda antara lain motor kecil 5,5 PK, yang beroperasi di siang hari dan motor besar 9-28 PK. Rata-rata pendapatan perahu motor Tempel adalah Rp. 29.145.845 dengan pendapatan tertinggi Rp. 42.085.455 dan pendapatan terendah Rp. 12.402.455. Sedangkan usaha penangkapan ikan yang menggunakan perahu motor Lampara dengan memakai pukat Lampara dan pancing, yang beroperasi pada malam hari dengan ukuran motor Tempel 17 x 3 m dengan kekuatan 300 PK. Rata-rata pendapatan perahu motor Lampara adalah Rp. 81.061.600 dengan pendapatan tertinggi Rp. 95.402.643 dan pendapatan terendah Rp. 72.213.883.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Padi Sawah di Desa Angkaes Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka Maria Delviani Tou
AGRIMOR Vol 2 No 03 (2017): AGRIMOR - July 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.221 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i03.309

Abstract

Sebagai bahan makanan pokok atau kebutuhan dasar untuk hidup, permintaan pasar akan beras akan terus sejalan dengan pertambahan penduduk. Angkaes adalah salah satu desa di kecamatan Weliman kabupaten Malaka yang sebagian besar masyarakatnya melakukan usahatani padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran usahatani padi sawah; dan 2) faktor-faktor yang mempengaruhi usahatani padi sawah di desa Angkaes kecamatan Weliman kabupaten Malaka. Penelitian dilaksanakan di desa Angkaes, Kecamatan Weliman, kabupaten Malaka, pada bulan November 2015 sampai Mei 2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Populasi berjumlah 433 KK dan sampel berjumlah 60 petani. Untuk menjawab tujuan pertama maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, sedangkan menjawab tujuan kedua, digunakan fungsi Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan petani di desa Angkaes melakukan usahatani padi sawah dengan tahapan 1) persiapan lahan persemaian; 2) persiapan benih; 3) persemaian benih; 4) pengolahan lahan; 5) penanaman dan pengairan; 6) pemupukan; 7) penyiangan dan pengendalian hama; 8) panen; dan 9) pasca panen. Luas lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman petani, dan pendidikan petani secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah sebesar 87,374%. Terdapat tiga variabel yang secara mandiri berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani padi sawah yaitu luas lahan, benih, tenaga kerja, sedangkan pengalaman dan pendidikan petani tidak berpengaruh nyata pada produksi usahatani padi sawah.
Dampak Faktor Sosial Ekonomi terhadap Produksi Home Industri Tempe di Kelurahan Oelami Kecamatan Bikomi Selatan Emmanuel Taimenas; Marsianus Falo
AGRIMOR Vol 2 No 03 (2017): AGRIMOR - July 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.037 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i03.310

Abstract

Sebagian pemenuhan kebutuhan akan tempe di kabupaten TTU khususnya dalam kota Kefamenanu berasal dari industri kecil atau industri rumahan yang dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah usaha pembuatan tempe di kelurahan Oelami kecamatan Bikomi Selatan. Industri kecil tempe menjadi salah satu primadona industri berbasis keluarga bagi masyarakat di Kelurahan Oelami, karena secara ekonomis industri ini cukup menjanjikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) gambaran usaha pembuatan tempe; 2) dampak faktor sosial ekonomi terhadap produksi home industri tempe di kelurahan Oelami, kecamatan Bikomi Selatan, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di kelurahan Oelami, kecamatan Bikomi Selatan, kabupaten TTU, pada bulan Desember 2016 sampai April 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengusaha tempe di kelurahan Oelami yang berjumlah 11 pengusaha. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pembuatan tempe di kelurahan Oelami meliputi kacang kedelai disortir dari kotoran, direbus dengan air selama 30 menit, direndam dengan air dingin selama 5-8 jam, dicuci untuk dipisahkan dari kulit kacang, disiram dengan air panas untuk membunuh kuman dan menghilangkan zat asam, dicampur dengan ragi, dibungkus dengan menggunakan plastik yang dilubangi kecil dengan ukuran plastik 15 x 25 cm, kemudian diratakan untuk memperlancar proses fermentasi. Secara bersama-sama umur, tenaga kerja, pendidikan, pengalaman, bahan penolong, biaya produksi, dan bahan baku berpengaruh nyata pada produksi tempe. Pendidikan, bahan penolong, biaya produksi, dan bahan baku secara parsial berpengaruh secara nyata terhadap produksi tempe sedangkan umur, tenaga kerja, dan pengalaman tidak berpengaruh secara nyata.
Analisis Pendapatan Usahatani Jagung pada Kelompok Tani Oelbubuk di Desa Oeolo Kecamatan Musi Kabupaten Timor Tengah Utara Alfrida Karbaju; Adeline Norawati Hutapea
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.568 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.311

Abstract

Jagung di pulau Timor masih menjadi bahan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat di pedesaan sehingga selalu dibudidayakan pada saat musim hujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran usahatani jagung; dan 2) pendapatan usahatani jagung Kelompok Tani Oelbubuk di Desa Oeolo Kecamatan Musi Kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di kelompok tani Oelbubuk, desa Oeolo, Kecamatan Musi, Kabupaten TTU, pada Bulan Januari sampai Agustus 2016. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus sehingga semua anggota kelompok tani menjadi responden yakni 20 responden. Untuk menjawab tujuan pertama digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, sedangkan untuk menjawab kedua dilakukan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jagung yang dibudidayakan adalah jagung lokal yang dipersiapkan dari musim panen tahun lalu. Persiapan lahan dilakukan dengan memilih lahan yang akan mencukupi bagi seluruh anggota kelompok tani selanjutnya melakukan pembersihan dengan sistem tebas bakar pada lahan yang akan diolah. Penanaman jagung dilakukan pada bulan September-November dengan membuat lubang tanam dengan kedalaman 2,5 cm dan pada tiap lubang ditanami 3-4 biji jagung dengan jarak tanam 40-50 cm. Penyiangan dilakukan sekali dalam seminggu dengan menggunakan Roundup untuk membasmi gulma yang tumbuh di antara tanaman. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk kandang. Jagung dipanen setelah berumur 95-100 hari. Panen dilakukan dengan cara memetik jagung dalam bentuk berkelobot setelah itu jagung dijemur di bawah sinar matahari hingga kering kemudian disimpan dan hasil produksinya siap untuk dipasarkan. Produksi pada musim panen tahun 2016 berkisar antara 195-250 kg dengan total keseluruhan produksi usahatani jagung sebesar 4.648 kg. Total produksi yang dijual sebesar 3,448 kg dengan harga jual Rp. 3.500/kg. Total penerimaan kelompok tani Oelbubuk sebesar Rp. 12,068,000. dengan rata-rata Rp. 603.400 per anggota. Pendapatan total sebesar Rp. 5,732,500 dengan rata-rata pendapatan masing-masing anggota sebesar Rp. 286,625. per musim tanam.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kacang Hijau di Desa Tunabesi Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Esterlina Moy; Yosefina Marice Fallo; Marsianus Falo
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.911 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.312

Abstract

Io kufeu adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malaka yang sebagian besar masyarakatnya melakukan usahatani kacang hijau. Salah satu faktor yang menentukan keuntungan ekonomis suatu usahatani adalah jumlah produksi usahatani tersebut, sementara produksi itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sebuah usahatani sangat penting untuk diteliti agar diketahui bagaimana kontribusi setiap faktor terhadap produksi usahatani tersebut, sekaligus menjadi dasar bagi petani agar menjaga efisiensi pemanfaatan dari setiap faktor produksi serta sebagai input pengambilan keputusan dalam pengembangan usahatani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kacang hijau di desa Tunabesi, kecamatan Io kufeu, kabupaten Malaka. Penelitian dilaksanakan di desa Tunabesi, Kecamatan Io Kufeu, kabupaten Malaka, pada Bulan Februari sampai Juni 2016. Populasi berjumlah 554 orang dengan sampel sebanyak 51 orang. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 82,3% produksi usahatani kacang hijau dipengaruhi oleh luas lahan, benih, curahan tenaga kerja, tingkat pendidikan, dan pengalaman secara bersama-sama sedangkan sisanya 17,7% adalah variabel lain. Secara parsial hanya variabel benih dan pengalaman petani yang berpengaruh terhadap produksi kacang hijau sedangkan luas lahan, curahan tenaga kerja dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kacang hijau.
Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat Desa di Bidang Ekonomi Kemasyarakatan Bernardus Seran Kehik
AGRIMOR Vol 3 No 1 (2018): AGRIMOR - January 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.772 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i1.315

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu rangkaian tindakan yang sistematis dan melibatkan berbagai komponen organisasi formal dan non formal. Adapun program yang dilakukan di desa Naiola, kecamatan Bikomi Selatan, kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bentuk nyata pemberdayaan yang dilakukan selama ini seperti pembinaan dan pelatihan perkoperasian ditingkat namun semuanya ini belum berjalan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat desa dalam bidang ekonomi kemasyarakatan di desa Naiola, kecamatan Bikomi Selatan, kabupaten TTU. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2016 di desa Naiola, kecamatan Bikomi Selatan, kabupaten TTU menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh dengan responden berjumlah 7 (tujuh) orang. Data yang dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan teknik analisa yang bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam rangka peningkatan kesejahteraan hidup masyarakatnya terutama dibidang ekonomi. Untuk itu dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat harus direncanakan secara bersama antara pemerintah desa dengan masyarakat dalam menentukan skala prioritas kebutuhan yang ada di dalam kehidupan masyarakat terutama yang berkaitan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat desa. Masih perlu upaya peningkatan dalam beberapa hal antara lain 1) pembinaan kelompok usaha ekonomi masyarakat agar lebih berusaha secara baik dalam rangka menyejahterakan kehidupan masyarakat; 2) ketrampilan menjahit bagi masyarakat agar mereka dapat memanfaatkan ketrampilan yang dimiliki dalam rangka pemenuhan kebutuhan dalam kehidupan keluarga oleh masyarakat yang bersangkutan; 3) penyuluhan kepada masyarakat untuk memelihara ternak secara profesional dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat; 4) pemanfaatan teknologi tepat guna oleh masyarakat dalam rangka menunjang aktivitas dalam kehidupan masyarakat seperti hand tractor yang dimanfaatkan untuk membajak sawah masyarakat; dan 5) pengolahan pekarangan masyarakat sebagai dapur hidup bagi masyarakat dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat.
Evaluasi Implementasi Kebijakan Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) di Kabupaten Timor Tengah Utara Fidelis Atanus
AGRIMOR Vol 3 No 1 (2018): AGRIMOR - January 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.031 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i1.316

Abstract

Pelaksanaan kebijakan Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) belum sepenuhnya berjalan secara optimal. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-September 2017 di kabupaten TTU dengan tujuan melakukan evaluasi implementasi kebijakan Desa Mandiri Cinta Petani (Sari Tani) di kabupaten TTU. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Fokus penelitian ini adalah mengevaluasi kebijakan program Sari Tani dalam pengelolaan lahan kering yang meliputi mekanisme pelaksanaan, implementor dan indikator pencapaian. Situs penelitiannya adalah Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) kabupaten TTU dan semua kelompok tani penerima manfaat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen sedangkan teknik analisa datanya menggunakan teknik analisa data Miles dan Haberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pelaksanaan kebijakan Sari Tani di kabupaten TTU belum berjalan dengan baik, SDM yang dimiliki UPST tidak memadai dan kurangnya sosialisasi program serta pola rekrutmen PKM tidak melihat pada latar belakang pendidikan dan PKM yang dipilih tidak menetap di desa sehingga PKM tidak melaksanakan tugasnya dengan baik dan Pengembalian dana sari tani menjadi terhambat dikarenakan pemahaman dan kesadaran masyarakat belum baik, kesalahan pembentukan kelompok tani menjadikan dana tersebut tidak digulirkan.
Evaluasi Program Pemberdayaan Masyarakat Miskin Pedesaan Burhanuddin Burhanuddin; Bernardus Seran Kehik
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.89 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.317

Abstract

Fakta yang terjadi di desa Oenenu kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) bahwa setelah program-program pemberdayaan berjalan, pemerintah desa belum melakukan evaluasi secara sistematis sebagai pertanggungjawaban dari pemerintah desa terhadap keseluruhan program. Dengan tidak dilakukan evaluasi secara baik oleh pemerintah desa untuk melihat kembali program yang telah dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat maka sangat sulit untuk mengetahui sejauh mana suatu program pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan memberikan dampak positif kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran sejauh mana pemerintah desa Oenenu Utara melaksanakan program pemberdayaan masyarakat miskin. Penelitian dilaksanakan di desa Oenenu, kecamatan Bikomi Tengah, kabupaten TTU pada bulan Januari sampai bulan April 2017. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan masyarakat miskin di desa Oenenu yang berjumlah 12 orang, sampel berjumlah 12 orang dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara, dan studi pustaka. Data dianalisa menggunakan teknik analisa data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa dan masyarakat desa Oenenu Utara telah bersama-sama menjalankan berbagai kegiatan dalam upaya peningkatan kesejahteraan dalam bidang pendidikan, ekonomi dan peningkatan keterampilan masyarakat. Kegiatan tersebut berjalan melalui program-program antara lain pemberantasan tuna aksara, pelatihan kader, penyuluhan tentang cara hidup sehat, penyuluhan tentang gotong royong, pembinaan kelompok usaha ekonomi masyarakat, ketrampilan menjahit, penyuluhan memelihara ternak, pemanfaatan teknologi tepat guna, pengolahan pekarangan, dan pemanfaatan hasil lokal. Pemerintah desa telah berperan aktif dan secara serius berupaya mengeluarkan masyarakat dari lingkaran garis kemiskinan yang ada di desa Oenenu Utara.

Page 6 of 20 | Total Record : 199