cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 448 Documents
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI POKOK TEKANAN SISWA KELAS VIII B SEMESTER 2 MTS NU MIFTAHUL ULUM MARGASARI KABUPATEN TEGAL TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015 Muhazir, Agus Sudarmanto, Muhazir, Agus Sudarmanto
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2015.5.2.82

Abstract

Pembelajaran Ilmu IPA pada siswa MTs memberikan suatu tantangan yang besar bagi para pengajarnya. Hal itu disebabkan oleh sebagian besar materi Ilmu IPA terdiri dari dari konsep-konsep yang abstrak yang harus diajarkan. MTs NU Miftahul Ulum Margasari Kabupaten Tegal kelas VIII B, dalam kegiatan belajar mengajar maupun dalam penugasan siswa cenderung pasif dan menunggu temanya untuk mengerjakan tugas. Beberapa siswa bahkan sama sekali tidak mengerjakan tugas dan lebih memilih bercakap-cakap atau bermain-main dengan temannya. Dalam diskusi kelompok siswa cenderung diam, tidak aktif dan induvidualis, hal ini menunjukan aktivitas belajar masih rendah.          Dari keadaan di atas,  maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran  jigsaw, peneliti berusaha untuk menerapkan efektifitas pembelajaran pada siswa. Peningkatan kualitas proses dapat diamati dari meningkatnya partisipasi dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran, sedangkan kualitas hasil belajar dapat diketahui dari adanya peningkatan rerata hasil belajar. Adapaun pelaksanaannya terdiri dari : Pra-Siklus, Siklus I, dan Siklus II. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, pengumpulan data, dan refleksi.          Hasil dari penelitian ini adalah pada saat kondisi Pra-Siklus dengan metode konvensional, tingkat ketuntasan hasil belajar siswa  17 % dengan nilai rata-rata 58, sedangkan untuk keaktifan 22 %. Setelah melaksanakan pembelajaran pada Siklus I dengan metode diskusi, tingkat ketuntasan hasil belajar siswa mengalami kenaikan yaitu menjadi 46 % dengan nilai rata-rata 62, untuk keaktifan ketuntasan siswa 54 %. Pada saat melaksanakan pembelajaran pada siklus II dengan metode jigsaw, di dapat hasil untuk tingkat persentase ketuntasan hasil belajar siswa 83 %, dengan ketuntasan keaktifan siswa 82 % dan rata-rata hasil belajar siswa 80, hal ini membuktikan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dari hasil belajar siswa dan keaktifan siswa dari tahap Pra-Siklus, siklus I dan siklus II.  Dan juga membuktikan bahwa penggunaan metode pembelajaran jigsaw pada mata pelajaran IPA materi Tekanan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas VIII B MTs NU Miftahul Ulum Margasari Kabupaten Tegal Tahun ajaran 2014 / 2015.
KESESUAIAN BUKU TEKS KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA DENGAN KOMPETENSI DASAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII choirunissa, lulu
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pendidikan yang diemban oleh Kurikulum 2013 menja- dikan guru harus merubah sistem pembelajarannya di kelas. Untuk itu pemerintah telah menyiapkan berbagai perangkat sebagai panduan di lapangan, diantaranya adalah buku teks pelajarn untuk guru dan untuk siswa. Oleh karena itu sudah seharusnya apabila buku teks ini sesuai den- gan kaidah kurikulum 2013. Namun pada kenyataannya pada buku teks siswa kelas VII untuk mata pelajaran Matematika terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan ketentuan Kurikulum 2013. Untuk itu perlu di- lakukan analisis isi terhadap buku ini agar kekurangannya dapat menjadi perbaikan. Kajian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian isi buku teks se- bagai pegangan siswa kelas VII mata pelajaran Matematika dengan Kom- petensi Dasar yang tercantum dalam Permendikbud No. 68 tahun 2013 tentang Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs. Hasil ka- jian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa Kompetensi Dasar di buku yang tidak berasal dari Permendikbud tersebut, dan juga terdapat bebera- pa Kompetensi Dasar yang ada di Permendikbud yang belum termuat di dalam buku teks.
PENGARUH MOTIVASI, FAKTOR KELUARGA, LINGKUNGAN KAMPUS DAN AKTIF BERORGANISASI TERHADAP PRESTASI AKADEMIK shaleh, mihayati
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh mo- tivasi, faktor keluarga, lingkungan kampus dan aktif organisasi terhadap prestasi akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo Semarang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan menggunakan kuesioner yang diedarkan ke responden. Populasi adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Walisongo Semarang yang berada pada semester 3 ke atas. Untuk pemilihan sampel digunakan teknik simple random sampling. Analisa data menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menun- jukkan bahwa  variabel  bebas  yang  berpengaruh  positif  dan  signifikan terhadap prestasi akademik adalah motivasi, faktor keluarga, lingkungan kampus dan aktif organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa FITK.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MATERI KELISTRIKAN MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA KIT sumaryatun, s
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar fisika materi kelistrikan melalui pemanfaatan alat peraga KIT bagi peserta didik kelas IXF SMP Negeri 1 Kaliwungu Kudus pada semes- ter 1 tahun 2012/2013. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil subyek peserta didik kelas IXF SMP Negeri 1 Kaliwungu Kudus sejumlah 33 anak terdiri dari 15 anak laki-laki dan 18 anak perempuan, dimana peneliti seb- agai guru IPA (fisika) pada kelas tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan dari bulan September 2012 sampai bulan Januari 2013.Metode yang digunakan dalam penelitian ini   adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari II siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing) dan refleksi (reflecting). Pada siklus I tindakan yang dilakukan dengan memanfaatkan alat peraga KIT kelompok besar, sedangkan pada siklus II tindakan yang dilakukan dengan memanfaatkan alat peraga KIT kelompok kecil.Hasil penelitan menunjukkan bahwa secara teoritik dan empirik me- lalui pemanfaatan alat peraga KIT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar fisika materi kelistrikan bagi peserta didik kelas IXF SMP Negeri 1 Kaliwungu Kudus pada semester 1 tahun 2012/2013. Peningkatan akti- vitas belajar fisika sebesar 48,5% dari kondisi awal 30,3%  menjadi 66,7% pada siklus I dan 78,8% pada akhir siklus II. Sedangkan Peningkatan hasil belajar fisika sebesar 39,16% dari kondisi awal 36,36%   (tuntas KKM= 12, rata-rata= 64,85) menjadi 60,61% (tuntas KKM= 20,  rata-rata= 71,51) pada siklus I dan 75,76% (tuntas KKM= 25, rata-rata= 74,85) pada akhir siklus II.
MELATIH KREATIVITAS DAN DAYA NALAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN RME m, mujiasih
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atas dasar ijin dari Kementerian Pendidikan Nasional, maka model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) telah dilaksanakan di seluruh Indonesia. Di setiap provinsi, telah ditunjuk beberapa sekolah untuk melak- sanakan pembelajaran RME ini. Oleh karena itu, maka mahasiswa Prodi Tadris Matematika perlu disiapkan se- cara dini, dengan pengetahuan tentang model pembela- jaran RME ini, yakni mengetahui sintaks (urutan langkah pembelajaran), dan mampu mempraktikkannya. Dalam pembelajaran matematika di sekolah, ada tiga dimensi utama yang berkaitan dengan pembelajaran matematika di sekolah, yaitu (1) kegunaan matematika dalam kehidu- pan sehari-hari, (2) matematika sebagai alat berpikir, dan (3) matematika sebagai produk budaya manusia. Pembe- lajaran matematika harus mampu mengembangkan ke- mampuan siswa untuk memberikan alasan (reasoning), mengembangkan kreativitas (creativity), daya nalar (think logically), dan pembuktian (proof). Hal ini dapat dicapai me- lalui pembelajaran RME.Jadi, pembelajaran matematika di sekolah perlu dija- dikan sarana untuk melatih dan mengembangkan kreativi- tas siswa dalam kapasitasnya sebagai anggota masyarakat yang kelak akan beraktivitas dengan memerlukan kreativi- tas yang tinggi. Salah satu caranya adalah dengan mener- apkan RME (Realistic Mathematics Education) di sekolah.
PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR KONSEP SISTEM GERAK PADA MANUSIA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT PADA SISWA KELAS VIIID SMP NEGERI 1 BANDUNGAN purwanti, eko
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran secara konvensional membuat siswa cepat bosan dan tidak berminat untuk mengikuti pembelajaran dengan maksimal. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana jika menggunakan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pembelajaran kooperatif TGT (Team Game Tournament) dapat meningkatkan minat belajar konsep sistem gerak pada manusia pada siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Bandungan tahun pelajaran 2013/2014. (2) Bagaimana pembelajaran kooperatif TGT dapat meningkatkan hasil belajar konsep sistem gerak pada manusia pada siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Bandungan tahun pelajaran 2013/2014. Tujuan penelitian ini untuk (1) Mendeskripsikan peningkatan minat belajar konsep sistem gerak pada manusia melalui pembelajaran kooperatif TGT  pada siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Bandungan tahun pelajaran 2013/2014. (2)  Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar konsep sistem gerak pada manusia melalui pembelajaran kooperatif TGT  pada siswa kelas VIIID SMP Negeri 1 Bandungan tahun pelajaran 2013/2014.  Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Action Research) yang dirancang melalui dua siklus yaitu dengan prosedur: (1) Perencanaan (Planning), (2) Pelaksanaan tindakan (Acting), (3) pengamatan (Observing), (4) refleksi dalam tiap-tiap siklus (reflecting). Hasil penelitian ini adalah pembelajaran dengan kooperatif TGT dapat meningkatkan minat belajar siswa yang ditunjukkan dengan parttisipasi dalam pembelajaran sebesar 81,76 %, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIID tahun pelajaran 2013/2014 sebesar 19,7 %. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan untuk diadakan penelitian lanjutan mengenai pembelajaran dengan model kooperatif  TGT yang dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa.
Peer And Self Assessment Sebagai Penilaian Autentik dalam Kurikulum 2013 nirwana, ratih rizqi
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan kurikulum 2013 dilakukan dengan pendekatan scientific, dengan proses pembelajaran yang diharapkan adalah yang kontekstual dan berpusat pada peserta didik (student centered active learning). Dalam pembelajaran dengan menggunakan kurikulum 2013, sangat dianjurkan agar guru mengutamakan penilaian kinerja (performance assessment). Akan tetapi pada praktiknya,  seorang guru akan mengalami kesulitan kaetika harus mengamati 30-40 peserta didik yang berada dalam satu kelas. Untuk mengatasi hal tersebut, guru bisa berkolaborasi dengan peserta didik dalam penilaian dengan menggunakan peer and self assessment. Dengan menerapkan peer and self assessment, keuntungan yang didapatkan peserta didik antara lain Pemahaman  standar kualitas kinerja , proses belajar lebih mandiri, pengembangan keterampilan metakognitif, pengembangan kemampuan berpikir kritis, belajar lebih banyak tentang hal-hal yang dipelajari ketika peserta didik melihat kinerja teman, praktik dan pengembangan keterampilan komunikasi dan social, penanaman karakter sekaligus pengetahuan.
KEBERSAMAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN TIK Prayitno, Edi
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2015.5.2.78

Abstract

Semangat kebersamaan merupakan salah satu karakter yang mendukung kesiapan sumber daya manusia menghadapi Masyarakan Ekonomi ASEAN. Pembelajaran matematika yang kooperatif dengan bantuan TIK mendukung peningkatan semangat kebersamaan di antara para peserta didik. Simpulan ini diperoleh dari hasil penelitian pemanfaatan TIK dalam pembelajaran matematika di SMA 4 Semarang tahun 2014. Pola pembelajaran mengalokasikan 2/3 waktu (60 menit) pembelajaran untuk kegiatan kolaboratif mandiri dalam bentuk kerja kelompok. Pembelajaran menampilkan kompetensi dasar “Penentuan volume benda putar”. Guru sepenuhnya bertindak sebagai fasilitator dan mediator dalam pembelajaran. Dalam kerja kelompok para peserta didik berkolaborasi memahami uraian kompetensi dasar, memahami konsep benda putar, memahami konsep volum benda putar dan berlatih menyelesaikan soal. Interaksi selama kerja kelompok dilaksanakan menurut rambu-rambu yang telah ditentukan guru. Rambu-rambu dibuat untuk menghindari munculnya dominasi interaksi oleh satu atau beberapa peserta didik yang lebih dominan dalam kemampuan berkomunikasi atau dalam kemampuan penguasaan materi. Tiap kelompok kerja terdiri dari 3-4 peserta didik dengan kemampuan yang beragam, mulai dari yang paling menguasai materi prasyarat sampai yang paling tidak menguasai materi. Rambu-rambu antara lain menyebutkan bahwa dalam diskusi kelompok peserta didik secara bergantian mendapat giliran pertama mengutarakan pendapat atau menjawab pertanyaan; giliran untuk menanggapi pembicara pertama juga dilakukan oleh peserta didik secara bergantian sesuai rotasi yang telah ditentukan. Selain untuk menjaga kebersamaan, rambu-rambu ini juga menjamin hak dan kewajiban yang sama kepada seluruh anggota kelompok untuk mempersiapkan materi dan bertanggung jawab atas nama kelompok dalam memberi jawaban atau mengungkapkan pendapat.
PENERAPAN CRITICAL REVIEW ARTIKEL PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYUSUN PROPOSAL SKRIPSI parmin, p
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research is to improve students’ ability in develop- ing a proposal thesis by applying critical review of scientific articles come from journals. The research is designed by class action research. The results showed 63% of students thesis proposals on Research Methodology course scored above 80. Based on the results obtained it can be concluded that the application has been critical review or critical study of scientific articles can enhance students’ ability in preparing research proposals.
KAJIAN PENILAIAN ASPEK NON-KOGNITIF SISWA DI PESANTREN AS-SUNNAHDALAM KEGIATAN PRAKTIKUM IPA POKOK BAHASAN SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA Gloria, Ria Yulia
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Sains and Technology Faculty, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas siswa dan ketertarikan siswa pesantren khususnya pada pelajaran IPA diantaranya adalah dengan mengadakan praktikum.Hal ini sesuai dengan pendapat Arends (2008), bahwa belajar yang baik adalah bila anda terlibat secara pribadi dalam pengalaman belajarnya (experiential Learning). Maka dilakukan penelitian dengan rumusan masalah bagaimanakah kegiatan dan kajian kemampuan non-kognitif siswa pesantren As-Sunnah dalam kegiatan praktikum uji makanan pada materi pencernaan makanan pada manusia. Hal ini bertujuan   untuk mengkaji kegiatan praktikum di pesantren As-Sunnah dan mengkaji kemampuan non-kognitif siswa. Penelitian ini dilakukan di pesantren As-Sunnah dengan metode penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif inquiry. Hasil penelitian diperoleh sebagai beri- kut bahwa kegiatan praktikum di pesantren As-Sunnah yaitu di MTs Kelas VII putri jarang dilakukan karna beberapa kendala salah satunya adalah kendala sarana dan prasarana terutama ketersediaan laboratorium, namun demikian kegiatan praktikum masih tetap bisa dijalankan di ruang belajar (kelas). Untuk kajian non kognitif didapatkan kesimpulan, tingkat kesiapan siswa dalam melakukan praktikum cukup baik, keterampilan siswa dalam praktikum termasuk kedalam kategori cukup kompeten, sikap siswa sangat baik dalam kegiatan praktikum yang terdiri dari kerjasama, kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab. Sedangkan untuk respon terhadap kegiatan praktikum dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki rasa ingin tahu terhadap hasil praktikum cukup besar, yaitu 77,8%.

Page 2 of 45 | Total Record : 448


Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 4, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA Vol 1, No 1 (2011): Jurnal Pendidikan MIPA More Issue