At-Taqaddum
AT-TAQADDUM, adalah Jurnal Peningkatan Mutu Keilmuan dan Kependidikan Islam, terbit setahun 2 kali oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Jurnal ini menekankan kedalaman pembahasan, mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian, dan mensosialisasikan kajian-kajian kontemporer tentang studi islam dan kemanusiaan.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017"
:
11 Documents
clear
PERGESERAN MAKNA DALAM KESENIAN NDOLALAK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT DI PURWOREJO
Mahsun, M
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1154.484 KB)
|
DOI: 10.21580/at.v9i1.1786
Penelitian ini dilatar belakangi oleh asumsi adanya pergeseran makna dalam seni tari ndolalak. Awalnya ketika seni tari tersebut dikreasi mengandung pesan-pesan dakwah yang tersirat dalam lirik lagunya. Namun kenyataannya sekarang telah terjadi perubahan. Perubahan itu adalah antara lain; lirik lagu tidak lagi bernuansa dakwah, dahulu penarinya laki-laki, sekarang perempuan.Ada tiga masalah yang dikaji yaitu: Pertama, mengapa terjadi pergeseran nilai dalam seni tari ndolalak? Kedua, faktor apa yang memengaruhi pergeseran nilai tersebut? Ketiga, apa implikasinya dalam kehidupan sosial-keagamaan masyarakat di Purworejo?.Metode pengumpulan data terdiri dari intervew dan dokumentasi. Sedangkan analisisnya menggunakan metode induktif dengan menggunakan dua pendekatan yakni antropologi dan sosiologi. Dalam analisisnya, menggunakan teori Clifford Geertz yakni teori simbol/pergeseran nilai, untuk menganalisa pergeseran nilai dan faktor yang mempengaruhi; dengan memposisikan tari ndolalak sebagia sebuah simbol yang di dalamnya tersimpan nilai-nilai. Sementara analisis implikasi sosialnya menggunakan teori dialektika sosialnya Peter L. Berger.Temuannya adalah pertama, terjadi pergeseran nilai dalam seni tari ndolalak karena adanya tarik menarik antara etika/norma dan estetika dalam memahami seni. Kedua, ada 2 faktor yang memengaruhi pergeseran nilai tersebut yaitu faktor intrinsik terdiri dari SDM, keindahan (beauty), gerakan dan lirik lagu. Dan faktor ekstrinsik meliputi ekonomi, dinamika sosial, paham keagamaan, intervensi pemerintah, maraknya musik orgen tunggal dan dangdut. Ketiga, Implikasi sosialnya adalah terjadi pro dan kontra terhadap eksistensi seni tersebut terutama setelah muncul fatwa haram dari MUI Purworejo tahun 1985.
MANAJEMEN STRATEGIK LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN STUDI KASUS DI MADRASAH ALIYAH NAHDLATUL ULAMA GONDANG SRAGEN
Kurniawati, Etik
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1053.758 KB)
|
DOI: 10.21580/at.v9i1.1784
The quality of education in Islamic educational institutions today is encouraged unmediately by the various strategies and approaches. It is underpinned based on a strong desire to build a more dignified education. A strong desire is unfortunately not based on good management so that some Islamic educational institutions should decline. Eventually some Islamic educational institutions today are often considered as an institution that has not been able to manage and produce out put that satisfy customers. The focus of this research is: (1) How is the formulation strategy Islamic educational institutions in improving the quality of education in MA NU Gondang Sragen? (2) How is the implementation strategy of Islamic educational institutions in improving the quality of education in MA NU Gondang Sragen? (3) How is the evaluation strategy of Islamic educational institutions in improving the quality of education in MA NU Gondang Sragen?. In this study, researchers used a qualitative approach with case study design. The data collection conducted by interview, observation and documentation. Data were analyzed by using data reduction techniques, followed by a presentation of data, and drawing conclusions. Results of this research are: (1) Formulation of strategies in MA NU Gondang Sragen done by first formulating the vision and mission of taking into account the internal and external environment, followed by setting goals and targets and continued by the determining strategies. (2) Implementation of the strategy at MA NU Gondang Sragen done by outlining strategies have been formulated in the form of activities. Technical implementation is submitted to the coordinator of activities in coordination with the principal. System monitoring is done by applying an intensive communication and routine control to the coordinator of activities. (3) Evaluation strategies in MA NU Gondang Sragen done through formal and informal meetings. Formal meetings are routinely performed both at the internal level and overall field. By this meeting, then formulated corrective measures forward.
HERMENEUTIK ONTOLOGIS-DIALEKTIS (SEBUAH ANATOMI TEORI PEMAHAMAN DAN INTERPRETASI PERSPEKTIF HANS-GEORGE GADAMER DAN IMPLIKASINYA DALAM DAKWAH)
Hasanah, Hasyim
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (770.134 KB)
|
DOI: 10.21580/at.v9i1.1785
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemikiran Hans-Georg Gadamer mengenai hermeneutika filosofis. Jens penelitian library research, menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika filosofis menurut Gadamer bukan sebagai suatu metode berfilsafat, melainkan kesadaran estetis berfilsafat dari fenomena pemahaman. Pemahaman bukanlah aktivitas sadar pada pilihan manusia ketika menghadapi obyek (teks), tetapi respon atau interpretasi dari pengalaman dalam horizonnya, bersifat historis, menurut dunia masing-masing (dunia teks, dunia pengarang, dan dunia interpreter/pembaca) yang penuh dengan prejudice. Dasar penafsir adalah sifat kekinian yang diwariskan tradisi, maka proses pemahaman selalu berlangsung terus menerus, bersifat dinamis, dan kontekstual. Memahami makna merupakan kerja produktif melalui perjalanan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Untuk dapat menghadirkan kesadaran pemahaman menyejarah, maka Gadamer sangat memperhatikan konsep the force-understanding dan pre-understanding, kemudian menentukan pentingnya prejudice, melibatkan waktu, dan fusion of horizons. Pemahaman merupakan sebuah upaya bersifat produktif yang dilakukan secara dialektik. Gadamer melakukan penjelajahan intelektual filosofis dan teoretis, dengan mengklarifikasi interpretasi hermeneu-ekspresivist melalui dialog estetis yang disebut dialektiko-spekulatif.
PETA PERINGKAT AKREDITASI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM SEBUAH KAJIAN AWAL
Sururin, S
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (768.16 KB)
|
DOI: 10.21580/at.v9i1.1783
Akreditasi adalah kegiatan penilaian untuk menentukan kelayakan Program Studi dan Perguruan Tinggi. Sampai saat ini peringkat akreditasi prodi PTKIS mayoritas C (1039 prodi), sebagian B (383 prodi) dan hanya 13 prodi yang memperoleh akreditasi A. Peringkat akreditasi program studi pada PTKIN lebih baik di bandingkan dengan PTKIS, akan tetapi jauh di bawah PTN. Data dari BAN PT per 6 Agustus 2016 menunjukkan 169 prodi terakreditasi A, 718 prodi memproleh nilai B, dan masih terdapat 299 nilai akreditasinya C.Sampai saat ini baru 3 institusi yang kerakreditasi A, sebagian besar institusi (28 PTKIN) terakreditasi B, dan terdapat 19 institusi terakreditasi C. Dari seluruh jumlah PTKIN, 5 diantaranya belum diakreditasi. Kondisi tersebut lebih baik, dari pada PTKIS. Belum ada satu pun institusi PTKIS yang terakrediatsi A, baru 7 perguruan tinggi yang mendapatkan nilai B, dan mayoritas, 140 PTKIS mendapatkan peringkat akreditasi C. Menurut data Diktis, terdapat 627 institusi, dan 147 yang terakrediatsi. Berarti terdapat 480 institusi yang belum mengajukan akreditasi. Meurut peraturan yang ada, tahun 2019 seluruh institusi harus sudah terakreditasi agar bisa beroperasi.Akreditasi eksternal yang dilakukan oleh BAN PT merupakan cerminan dari mutu pendidikan tinggi. Masih rendahnya akrediatsi program studi dan institusi, khsuusnya PTKIS, dibutuhkan kemauan politik serta kebijakan yang memihak untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Perlu strategi khusus untuk mengatasinya. Dua hal yang harus dikuatkan adalah SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) dan data PD DIKTI (Pangkalan Data Pendidikan Dikti), oleh karena ke depan akreditasi berbasis pada SPMI dan PD DIKTI.
PERSPEKTIF ISLAM DAN PSIKOLOGI TENTANG PEMAAFAN
Khasan, Moh
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (618.012 KB)
|
DOI: 10.21580/at.v9i1.1788
This study aims to explore and describe the concept of forgiveness in the perspective of Islam and psychology. The research conducted by analytical descriptive method is intended to answer the question how far the relationship between Islam and psychology about the concept of forgiveness. The research materials are taken from books, journals, and authoritative sources in Islam. The result of this research is that forgiveness is a character in the human being who strongly expresses the tendency to understand the mistakes of others, avoids revenge, always maintains good relations with others, and creates peace and safety for all. Forgiveness in the concept of Islam is dominantly influenced by religious factors (religiosity). This is because, for a Muslim, religion is the ultimate inspiration and the source of the doctrine of goodness that must be articulated in real life for the benefit and the sake of the universe.====================================================Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan konsep pemaafan dalam perspektif Islam dan ilmu psikologi. Penelitian yang dilakukan dengan metode deskriptif analitis ini bermaksud untuk menjawab pertanyaan sejauhmana kedekatan hubungan antara Islam dan psikologi tentang konsep pemaafan. Adapun bahan-bahan penelitian diambil dari buku, jurnal, serta sumber otoritatif dalam Islam. Hasil penelitian ini adalah bahwa Pemaafan adalah sebuah karakter dalam diri manusia yang secara kuat mengekspresikan kecenderungan untuk memahami kesalahan orang lain, menghindari balas dendam, selalu memelihara hubungan baik dengan sesama, dan menciptakan kedamaian dan keselamatan bagi semua. Pemaafan dalam konsep Islam sangat dominan dipengaruhi oleh faktor keberagamaan (religiusitas). Hal ini karena, bagi seorang Muslim, agama adalah inspirasi utama dan sumber ajaran kebaikan yang harus diartikulasikan dalam kehidupan nyata demi kemaslahatan dan kerahmatan alam semesta
RETRACTION: MANAJEMEN STRATEGIK LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Studi Kasus di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Gondang Sragen
Kurniawati, Etik
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/at.v9i1.1784
The quality of education in Islamic educational institutions today is encouraged unmediately by the various strategies and approaches. It is underpinned based on a strong desire to build a more dignified education. A strong desire is unfortunately not based on good management so that some Islamic educational institutions should decline. Eventually some Islamic educational institutions today are often considered as an institution that has not been able to manage and produce out put that satisfy customers. The focus of this research is: (1) How is the formulation strategy Islamic educational institutions in improving the quality of education in MA NU Gondang Sragen? (2) How is the implementation strategy of Islamic educational institutions in improving the quality of education in MA NU Gondang Sragen? (3) How is the evaluation strategy of Islamic educational institutions in improving the quality of education in MA NU Gondang Sragen?. In this study, researchers used a qualitative approach with case study design. The data collection conducted by interview, observation and documentation. Data were analyzed by using data reduction techniques, followed by a presentation of data, and drawing conclusions. Results of this research are: (1) Formulation of strategies in MA NU Gondang Sragen done by first formulating the vision and mission of taking into account the internal and external environment, followed by setting goals and targets and continued by the determining strategies. (2) Implementation of the strategy at MA NU Gondang Sragen done by outlining strategies have been formulated in the form of activities. Technical implementation is submitted to the coordinator of activities in coordination with the principal. System monitoring is done by applying an intensive communication and routine control to the coordinator of activities. (3) Evaluation strategies in MA NU Gondang Sragen done through formal and informal meetings. Formal meetings are routinely performed both at the internal level and overall field. By this meeting, then formulated corrective measures forward.
RETRACTION: MANAJEMEN STRATEGIK LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Studi Kasus di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Gondang Sragen
Etik Kurniawati
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/at.v9i1.1784
The quality of education in Islamic educational institutions today is encouraged unmediately by the various strategies and approaches. It is underpinned based on a strong desire to build a more dignified education. A strong desire is unfortunately not based on good management so that some Islamic educational institutions should decline. Eventually some Islamic educational institutions today are often considered as an institution that has not been able to manage and produce out put that satisfy customers. The focus of this research is: (1) How is the formulation strategy Islamic educational institutions in improving the quality of education in MA NU Gondang Sragen? (2) How is the implementation strategy of Islamic educational institutions in improving the quality of education in MA NU Gondang Sragen? (3) How is the evaluation strategy of Islamic educational institutions in improving the quality of education in MA NU Gondang Sragen?. In this study, researchers used a qualitative approach with case study design. The data collection conducted by interview, observation and documentation. Data were analyzed by using data reduction techniques, followed by a presentation of data, and drawing conclusions. Results of this research are: (1) Formulation of strategies in MA NU Gondang Sragen done by first formulating the vision and mission of taking into account the internal and external environment, followed by setting goals and targets and continued by the determining strategies. (2) Implementation of the strategy at MA NU Gondang Sragen done by outlining strategies have been formulated in the form of activities. Technical implementation is submitted to the coordinator of activities in coordination with the principal. System monitoring is done by applying an intensive communication and routine control to the coordinator of activities. (3) Evaluation strategies in MA NU Gondang Sragen done through formal and informal meetings. Formal meetings are routinely performed both at the internal level and overall field. By this meeting, then formulated corrective measures forward.
HERMENEUTIK ONTOLOGIS-DIALEKTIS (Sebuah Anatomi Teori Pemahaman dan Interpretasi Perspektif Hans-George Gadamer dan Implikasinya dalam Dakwah)
Hasyim Hasanah
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/at.v9i1.1785
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemikiran Hans-Georg Gadamer mengenai hermeneutika filosofis. Jens penelitian library research, menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika filosofis menurut Gadamer bukan sebagai suatu metode berfilsafat, melainkan kesadaran estetis berfilsafat dari fenomena pemahaman. Pemahaman bukanlah aktivitas sadar pada pilihan manusia ketika menghadapi obyek (teks), tetapi respon atau interpretasi dari pengalaman dalam horizonnya, bersifat historis, menurut dunia masing-masing (dunia teks, dunia pengarang, dan dunia interpreter/pembaca) yang penuh dengan prejudice. Dasar penafsir adalah sifat kekinian yang diwariskan tradisi, maka proses pemahaman selalu berlangsung terus menerus, bersifat dinamis, dan kontekstual. Memahami makna merupakan kerja produktif melalui perjalanan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Untuk dapat menghadirkan kesadaran pemahaman menyejarah, maka Gadamer sangat memperhatikan konsep the force-understanding dan pre-understanding, kemudian menentukan pentingnya prejudice, melibatkan waktu, dan fusion of horizons. Pemahaman merupakan sebuah upaya bersifat produktif yang dilakukan secara dialektik. Gadamer melakukan penjelajahan intelektual filosofis dan teoretis, dengan mengklarifikasi interpretasi hermeneu-ekspresivist melalui dialog estetis yang disebut dialektiko-spekulatif.
PETA PERINGKAT AKREDITASI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM Sebuah Kajian Awal
S Sururin
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/at.v9i1.1783
Akreditasi adalah kegiatan penilaian untuk menentukan kelayakan Program Studi dan Perguruan Tinggi. Sampai saat ini peringkat akreditasi prodi PTKIS mayoritas C (1039 prodi), sebagian B (383 prodi) dan hanya 13 prodi yang memperoleh akreditasi A. Peringkat akreditasi program studi pada PTKIN lebih baik di bandingkan dengan PTKIS, akan tetapi jauh di bawah PTN. Data dari BAN PT per 6 Agustus 2016 menunjukkan 169 prodi terakreditasi A, 718 prodi memproleh nilai B, dan masih terdapat 299 nilai akreditasinya C.Sampai saat ini baru 3 institusi yang kerakreditasi A, sebagian besar institusi (28 PTKIN) terakreditasi B, dan terdapat 19 institusi terakreditasi C. Dari seluruh jumlah PTKIN, 5 diantaranya belum diakreditasi. Kondisi tersebut lebih baik, dari pada PTKIS. Belum ada satu pun institusi PTKIS yang terakrediatsi A, baru 7 perguruan tinggi yang mendapatkan nilai B, dan mayoritas, 140 PTKIS mendapatkan peringkat akreditasi C. Menurut data Diktis, terdapat 627 institusi, dan 147 yang terakrediatsi. Berarti terdapat 480 institusi yang belum mengajukan akreditasi. Meurut peraturan yang ada, tahun 2019 seluruh institusi harus sudah terakreditasi agar bisa beroperasi.Akreditasi eksternal yang dilakukan oleh BAN PT merupakan cerminan dari mutu pendidikan tinggi. Masih rendahnya akrediatsi program studi dan institusi, khsuusnya PTKIS, dibutuhkan kemauan politik serta kebijakan yang memihak untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Perlu strategi khusus untuk mengatasinya. Dua hal yang harus dikuatkan adalah SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) dan data PD DIKTI (Pangkalan Data Pendidikan Dikti), oleh karena ke depan akreditasi berbasis pada SPMI dan PD DIKTI.
PERSPEKTIF ISLAM DAN PSIKOLOGI TENTANG PEMAAFAN
Moh Khasan
At-Taqaddum Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21580/at.v9i1.1788
This study aims to explore and describe the concept of forgiveness in the perspective of Islam and psychology. The research conducted by analytical descriptive method is intended to answer the question how far the relationship between Islam and psychology about the concept of forgiveness. The research materials are taken from books, journals, and authoritative sources in Islam. The result of this research is that forgiveness is a character in the human being who strongly expresses the tendency to understand the mistakes of others, avoids revenge, always maintains good relations with others, and creates peace and safety for all. Forgiveness in the concept of Islam is dominantly influenced by religious factors (religiosity). This is because, for a Muslim, religion is the ultimate inspiration and the source of the doctrine of goodness that must be articulated in real life for the benefit and the sake of the universe.====================================================Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan konsep pemaafan dalam perspektif Islam dan ilmu psikologi. Penelitian yang dilakukan dengan metode deskriptif analitis ini bermaksud untuk menjawab pertanyaan sejauhmana kedekatan hubungan antara Islam dan psikologi tentang konsep pemaafan. Adapun bahan-bahan penelitian diambil dari buku, jurnal, serta sumber otoritatif dalam Islam. Hasil penelitian ini adalah bahwa Pemaafan adalah sebuah karakter dalam diri manusia yang secara kuat mengekspresikan kecenderungan untuk memahami kesalahan orang lain, menghindari balas dendam, selalu memelihara hubungan baik dengan sesama, dan menciptakan kedamaian dan keselamatan bagi semua. Pemaafan dalam konsep Islam sangat dominan dipengaruhi oleh faktor keberagamaan (religiusitas). Hal ini karena, bagi seorang Muslim, agama adalah inspirasi utama dan sumber ajaran kebaikan yang harus diartikulasikan dalam kehidupan nyata demi kemaslahatan dan kerahmatan alam semesta