cover
Contact Name
Titik Rahmawati
Contact Email
sawwa@walisongo.ac.id
Phone
+6281249681044
Journal Mail Official
sawwa@walisongo.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Jl. Prof. Hamka - Kampus 3, Tambakaji Ngaliyan 50185, Semarang,Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sawwa: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19785623     EISSN : 2581121     DOI : 10.21580/sa
Core Subject : Social,
Sawwa: Jurnal Studi Gender focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines
Articles 441 Documents
PERANAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM DALAM MENINGKATKAN MORAL NARAPIDANA ANAK: Studi pada BAPAS Kelas I Semarang Safa'ah Safa'ah; Yuli Nur Khasanah; Anila Umriana
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.408 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i2.1709

Abstract

This paper describes the role of Islamic guidance and counseling to improve the morality of kid prisoners in the Probation and Parole Office (BAPAS) Class I Semarang. Initially, kid prisoners have low morals. However, having conducted Islamic guidance and counseling, the moral increased to be better. It was proven that Islamic guidance and counseling could help the kid prisoners restoring their spiritual mental and optimism in changing their behavior for the better moral quality. In addition, Islamic guidance and counseling has an important role to improve the kid prisoners’ moral in the Probation and Parole Office (BAPAS) Class I Semarang. Its activities are particular­ly focused on the consciousness reversion through the faith strength, confidence, acceptance, and patience. Furthermore, patience and gentleness of the mentors make the kid prisoners have more spirit and confidence to participate in the process of Islamic guidance and counseling activities._________________________________________________________Tulisan ini mendiskripsikan tentang peranan bimbingan dan konseling Islam dalam meningkatkan moralitas narapidana anak di BAPAS Kelas I Semarang. Pada awalnya narapidana anak memiliki moral yang ren­dah, tetapi setelah dilakukan kegiatan BKI moral menjadi me­ningkat. Bimbingan Konseling Islam membantu narapidana anak mengembali­kan mental spiritual, dan sikap optimisme dalam merubah perilaku mereka menjadi lebih baik, sehingga tercipta moral yang berkualitas. Bimbingan dan konseling Islam memiliki peran penting dalam meningkatkan moral narapidana anak di BAPAS Kelas I Semarang ter­utama merubah perilaku ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Kegiatan bimbingan konseling Islam lebih dikhususkan pada peng­ambilan kesadaran melalui kekuatan iman, keyakinan, penerimaan, dan kesabaran. Kesabaran dan kelembutan pembimbing menjadikan narapidana anak semakin semangat dan percaya diri dalam meng­ikuti proses bimbingan dan konseling Islam.
To Cheat or not to Cheat? Sex Differences and Academic Performance as Factors of Cheating Behavior Ibnu Hadjar
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.736 KB) | DOI: 10.21580/sa.v14i1.4071

Abstract

Cheating behavior at higher education is a global phenomenon since it is found at any university in any country. This study is to examine whether sex differences and academic performance reflect the different likelihood of doing cheating among students. Using a questionnaire, data were collected from 436 students selected from different semesters and study programs in all faculties at a State Islamic University. Data were analyzed by using logistic regression, both separately and simultaneously. The results of data analysis revealed that male students tend to be more likely to do cheating categories than that of their female counterparts. It also found that academic performance affects negatively the likelihood of students to cheat in three categories of cheating behavior, but not in the other three. There is no stimulant effect of sex and academic performance on the likelihood of all categories of cheating behaviors. In other words, the effect of sex differences is not depended on academic performance and vice versa.
MENDUDUKKAN PERSOALAN ANTARA PERTAHANAN AJARAN AGAMA DENGAN HAK PENDIDIKAN ANAK Moh. Rosyid
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.477 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i2.632

Abstract

Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki setiap jiwa sejak dalam kandungan hingga mati. Naskah ini mendalami HAM bagi anak warga Samin di Kudus yang harus dilindungi khususnya aspek pendidikan formal. Dipilihnya komunitas Samin karena sebagian masih mempertahankan ajaran leluhurnya yang tidak me­ngenyam sekolah formal, wujud penolakan kebijakan Kolonial Belanda, meskipun kini sebagian sekolah formal dan mayoritas taat peraturan pemerintah lainnya. Fokus naskah ini pada hak anak Samin bila tidak sekolah formal dalam perspektif perundangan. Metode riset untuk mendapatkan data dengan wawancara dan observasi langsung dengan objek penelitian. Analisisnya deskriptif kualitatif. Kajian ditemukan: 1) harus di­sedia­kan guru agama Adam dalam proses pembelajaran pen­didikan formal bagi warga Samin. Di sisi lain, negara ber­anggap­an bahwa agama Adam bagi warga Samin dikategorikan aliran ke­percayaan, 2) Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik terutama hak non-derogable (hak absolut) khususnya hak atas kebebasan beragama harus dipenuhi negara terhadap warga Samin. Hal ini sebagai modal untuk memahami ajaran agama warga Samin dalam wadah pendidikan formal, 3) Ke­mendikbud RI harus segera menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Sekolah Rumahan karena amanat UU Sisdiknas, 4) Bagi warga Samin yang anaknya tidak sekolah formal, pemerintah harus melakukan pendekatan persuasif agar menjadi warga yang taat peraturan di bidang pendidikan, sebagaimana amanat PP 48 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar Pasal 15 (1), (2), dan (3).
The Changes in the Daily Activities Cycle of Women Informal Workers during the COVID-19 Pandemic: Vulnerability and Resilience Desintha Dwi Asriani; Dati Fatimah; Mida Mardhiyyah; Aminatun Zubaedah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 1 (2021): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.503 KB) | DOI: 10.21580/sa.v16i1.7112

Abstract

Productive work is often identified with public work that generates money, even though productive work is work that has production value. This article is based on research discussing the daily activities cycle of women that work in the informal sector during the Pandemic of COVID-19 in Yogyakarta. The research method is qualitative, followed by gender perspective, to affirm the narrative based on women’s experiences and gender analysis. On one side, economic recession due to the Pandemic of COVID-19 has increased the vulnerability of women in the informal sector because their income depends on daily economic activity. Conversely, implementing social distancing has increased women’s workload at home. However, culturally, women’s works in private sectors such as care work and mothering, tend to be normalized. Economic activity is associated with men’s jobs as breadwinners and is limited to public space. Therefore, women seem unproductive economically despite endless work (at home). This article does not only explore one single aspect of women’s double burdens but discusses how women’s identical activity with care work has been disconnected from the economic cycle chain itself. Meanwhile, living during the COVID-19 pandemic time shows that women’s works become a vital pillar of resilience in handling health and economic crises. Therefore, it is important to reconstruct the meaning of productive roles from a gender perspective, namely roles that have production value both at the public and domestic levels.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI KEGIATAN EKONOMI BERKEADILAN (SIMPAN PINJAM SYARIAH PEREMPUAN) Siti Hasanah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.699 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i1.666

Abstract

Pemberdayaan perempuan dalam bidang simpan pinjam memiliki potensi untuk untuk mengatasi kemiskinan yang dihadapi kaum perempuan dan keluarganya dalam rangka me­ningkatkan peng­hasilan perempuan dengan melakukan pem­ber­dayaan dalam bidang ekonomi. Seperti: bantuan modal usaha, bantuan simpan pinjam, membuat koperasi, dan lain sebagai­nya. Ke­giat­an sim­pan pinjam perempuan ini sejalan dengan salah satu prioritas pembangunan yang harus dicapai pada Tahun 2015 dalam Millenium Development Goals (MDG’s) yaitu mendorong ke­setaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Potensi organi­sasi perempuan dapat diberdayakan untuk menge­lola sim­pan pinajm dengan menarapkan sistem yang bebas bunga karena bunga (interest) dilarang al-Qur’an. Solusi yang di­tawar­kan adalah bunga yang selama ini telah menjadi sumber pen­dapatan organisasi perempuan dapat digantikan dengan me­nerapkan: pertama; akad jual beli yaitu dengan akad mu­rabahah, salam dan istishna’, kedua: akad partnership yaitu berupa akad mudharabah, musyarakah dan muzara’ah dan ketiga akad ijarah atau sewa menyewa. Ketiga akad ini dengan tujuan komersil atau sebagai sumber pendapatan profit organi­sasi akan tetapi akad dengan tujuan tolong menolong dapat me­nerap­kan qard al-hasan.
PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM KEBIJAKAN PERUBAHAN IKLIM DI INDONESIA Rusmadi Rusmadi
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.211 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i1.1470

Abstract

Perubahan iklim menjadi persoalan serius yang dihadapi oleh masya­rakat global saat ini. Persoalan yang muncul tidak hanya menyangkut keberlanjutan lingkungan, tetapi juga sosial, seperti ketidakadilan gender. Penyebanya, karena perubahan iklim dirasakan berbeda dam­pak­nya antara laki-laki dan perempuan. Perempuan dan anak-anak adalah kelompok yang paling rentan pada saat terpapar dampak perubahan iklim. Pada saat yang sama, perempuan tidak memiliki kapasitas adaptasi yang cukup perempuan dalam meng­hadapi ben­cana iklim akibat minimnya akses, control, dan partisipasi dalam kebijakan perubahan iklim. Tulisan ini menyajikan pentingnya pengarusutamaan gender (PUG) dalam kebijakan perubahan iklim. Melalui PUG, dimaksudkan agar perempuan tidak mengalami ke­rentanan lebih akibat kebijakan perubahan iklim yang kurang res­ponsif gender. Pada saat yang sama, juga akan meningkatkan kualitas kebijakan perubahan iklim, baik di tingkat nasional maupun di tingkat lokal. Semakin tinggi level kesadaran gender yang dimiliki, maka semakin tinggi pula kualitas kebijakan perubahan iklim yang di­hasilkan.
Survivor of Sexual Violence in Quranic Perspective: Mubādalah Analysis toward Chapter Joseph in Tafsir al-Azhar Muhammad Haris Fauzi; Yuyun Affandi; Arikhah Arikhah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2020): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.321 KB) | DOI: 10.21580/sa.v15i2.6154

Abstract

This research aims to examine and understand cases of sexual violence that befell the Prophet Joseph that was recorded in the verses of the Quran. The Prophet Joseph as a survivor of sexual violence suffered from verbal sexual harassment, attempted rape compulsion, and victim-blaming. The data is obtained by library research and analyzed using the socio-historical approach and qirā’ah mubādalah to analyze the method. The research results indicate that men and women must create a safe space of sexual violence and avoid destructive actions. The Prophet Joseph's strategic move came out of the circle of sexual violence and became a survivor by implementing the unity of God's values in various conditions.
PENDIDIKAN PRALAHIR: MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK DENGAN BACAAN AL-QUR’AN Kusrinah Kusrinah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.588 KB) | DOI: 10.21580/sa.v8i2.657

Abstract

Pendidikan anak dimulai sejak masih dalam kandungan sebab masa-masa selanjutnya sangat ditentukan oleh masa anak dalam kandungan. Semenjak dalam kandungan janin sudah me­lewati proses belajar. Janin sudah mulai bisa mendengar de­ngan jelas pada usia enam bulan dalam kandungan sehingga ia dapat meng­gerak-gerakkan tubuhnya sesuai dengan irama nada suara ibunya. Al-Qur’an adalah mukjizat yang telah Allah jamin kemurniannya hingga hari kiamat kelak. Ada banyak kemuliaan dan kebaikan yang ada dalam al-Qur’an, salah satunya adalah al-Qur’an dapat merangsang otak anak dan meningkatkan intelegensinya. Hal ini disebabkan karena bacaan al-Qur’an yang dibaca dengan tartil dan sesuai dengan tajwidnya memiliki frekuensi dan pan­jang gelombang yang mampu mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangan dalam tubuh. Al-Qur’an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi.
PENANGANAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI PPT SERUNI KOTA SEMARANG Siti Nafisah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.657 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i2.1455

Abstract

Tulisan ini bertujuan: 1) Untuk men­des­krip­sikan bagaimana pe­nanganan perempuan korban kekerasan seksual di PPT Seruni Kota Semarang; 2) Untuk menganalisa bagaimana pe­nanganan perempuan korban kekerasan seksual di PPT Seruni Kota Semarang ditinjau dari perspektif bimbingan konseling Islam dengan fokus penelitian pada penanganan perempuan korban kekerasan seksual. Sumber data dalam penelitian ini adalah pengurus, konselor dan klien di PPT Seruni. Hasil penelitian menunjukkan PPT Seruni dalam menangani per­empu­an korban kekerasan seksual ber­basis gender menggunakan beberapa tahapan, meliputi; konseling, pen­­dampingan hukum, pen­dampingan medis, pendampingan psiko­logis, menyediakan rumah aman (shelter), melakukan penguatan ekonomi, dan men­sosialisasi­kan hak-hak perempuan. Kedua, pe­nanganan yang diberikan PPT Seruni relevan jika ditinjau dari fungsi Bimbingan Konseling Islam, yaitu: fungsi pre­ventif (menjaga atau mencegah timbulnya masalah diri korban, contohnya dengan meng­adakan sosialisasi dan pe­nyuluhan hukum tentang hak-hak perempuan ber­basis gender), kuratif (membantu korban dalam memecahkan masalah, contohnya melakukan konseling dan pendampingan yang diperlukan korban), presentatif (korban terjaga dari masalah, contoh­nya dengan adanya rumah aman atau shelterbagi korban), dan developmental (membantu individu memelihara dan mengembangkan situasi yang lebih baik, dengan melakukan penguatan ekonomi terhadap korban).
Eksistensi Dā’iyah di Tengah Domestikasi Citra Diri Perempuan Shalihah: Perspektif Feminis Eksistensialis Faridatus Sholihah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 13, No 1 (2018): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.191 KB) | DOI: 10.21580/sa.v13i1.2799

Abstract

Being an empower women by actively showing her existence in the publicity is not easy. Moreover when it is related to leadership in the religion issues, where it is still dominated by men. This study aims to describe the existence that is fought by dā'iyah in the public space, whereas social construction holds them with domestication. This research uses descriptive qualita­tive methods. Techniques of collecting data by an in-depth interview, and validating by triangulation. The results show that “shalihah” concept is still closely related to domestic works, while the “imam” concept in the religion is still understood as a status that must be played by men. The criteria by sex are still in line with the quality of da’wah materials, da’wah methods, or even the knowledge of the missionary. So, dā'iyah feels a dilemma in carrying out their roles in the public and domestic space. For this reason, various strategies have been carried out by dā'iyah to maintain their existence.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2025): October Vol. 20 No. 1 (2025): April Vol. 19 No. 2 (2024): October Vol. 19 No. 2 (2024) Vol. 19 No. 1 (2024): April Vol. 18 No. 2 (2023): October Vol 18, No 2 (2023): October Vol 18, No 1 (2023): April Vol. 18 No. 1 (2023): April Vol 17, No 2 (2022): October Vol. 17 No. 2 (2022): October Vol 17, No 1 (2022): April Vol 16, No 2 (2021): October Vol. 16 No. 2 (2021): October Vol 16, No 1 (2021): April Vol. 16 No. 1 (2021): April Vol 15, No 2 (2020): October Vol. 15 No. 2 (2020): October Vol 15, No 1 (2020): April Vol 14, No 2 (2019): October Vol 14, No 2 (2019): Oktober Vol 14, No 1 (2019) Vol 14, No 1 (2019): April Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 1 (2018): April Vol 13, No 1 (2018): April Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 More Issue