cover
Contact Name
Titik Rahmawati
Contact Email
sawwa@walisongo.ac.id
Phone
+6281249681044
Journal Mail Official
sawwa@walisongo.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Jl. Prof. Hamka - Kampus 3, Tambakaji Ngaliyan 50185, Semarang,Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sawwa: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19785623     EISSN : 2581121     DOI : 10.21580/sa
Core Subject : Social,
Sawwa: Jurnal Studi Gender focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines
Articles 441 Documents
Analysis of Family Resilience: The Effects of the COVID-19 Sagita, Dony Darma; Amsal, Mutiara Felicita; Fairuz, Shafna Utami Nur
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2020): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.909 KB) | DOI: 10.21580/sa.v15i2.6542

Abstract

This study aims to analyze family resilience during the COVID-19 pandemic. The COVID-19 pandemic is a worldwide health problem at this time, including Indonesia, with a massive spread. Various issues arise due to the COVID-19 pandemic in economic, social, cultural, educational, and social welfare. This research was conducted on the people who lived in the COVID-19 red zone at Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi) area, with a total sample of 311 people. This study's data are political data collected using the Family Resilience instrument distributed using the Google Form application and data analysis using the Rasch Model and SPSS. Based on the research, it was found that the level of family resilience during the COVID-19 pandemic was in a suitable category. Therefore, it is necessary to increase parents' understanding in maintaining harmony and stability in the family conditions.
TRAFFICKING: SISI BURAM MIGRASI INTERNASIONAL Yuli Kusmanto, Thohir
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.341 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i2.633

Abstract

Migrasi internasional akan selalu berlangsung sampai kapanpun. Modernisasi dengan kemajuan teknologi transportasi dan infor­masi berpengaruh sangat signifikan bagi meningkatnya volume migran. Banyak faktor yang mendorong orang untuk bermigrasi, diantaranya; politik, agama, pendidikan, psikologis dan ekonomi. Faktor ekonomi merupakan yang paling dominan. Kesejahteraan hidup merupakan tujuan utama mayoritas orang bermigrasi. Segala cara seringkali dilakukan para migran agar bisa mencapai daerah tujuan dan men­dapatkan pekerjaan. Cara legal dan atau ilegal seringkali harus ditempuh. Mereka yang menggunakan cara legal akan me­rasa lebih aman dan nyaman di negara tujuannya. Namun de­mikian, mereka harus me­nempuh prosedur yang rumit dan biaya yang mahal. Kondisi ini membuat banyak orang yang menempuh cara-cara ilegal. Akibatnya banyak yang terjebak dalam mafia internasional yang meraup ke­untung­an dari se­mangat bermigrasi orang-orang yang tidak mau dan mampu me­nempuh cara legal. Mafia pekerja internasional sering­kali meng­arahkan migran masuk dalam pasar hitam dunia kerja. Mereka diperdagangkan (trafficking) untuk menjadi budak, be­kerja secara sembunyi-sembunyi, pekerja seks komersial, dan pekerja anak-anak dengan resiko tinggi. Mafia kerja tersebut me­manfaat­kan kelemahan-kelemahan para migran, diantaranya: minimnya pendidikan, minim­nya ke­te­rampil­­­an, kelemahan fisik (karena perempuan dan anak), mereka yang terjebak utang dan lain-lain. Realitas ini menjadi setali tiga uang karena mayoritas pekerja migran adalah perempuan. Indonesia termasuk negara yang jumlah pekerja migrannya cukup banyak di dunia, dan pekerja migran per­empuan selalu paling banyak setiap tahunnya.
PERAN TERAPI KELUARGA EKSPERIENSIAL DALAM KONSELING ANAK UNTUK MENGELOLA EMOSI Mintarsih, Widayat
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.909 KB) | DOI: 10.21580/sa.v8i2.658

Abstract

Keberhasilan proses konseling anak sangat membutuhkan peran dari anggota keluarga. Keluarga merupakan tempat yang per­tama bagi anak untuk mendapatkan pendidikan bagaimana me­nge­lola emosi dengan baik.Tujuannya adalah agar anak dapat me­laksana­kan tugas perkembangan secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk mengatasi jika terjadi masalah pada anak ada­lah dengan melakukan konseling anak berbasis terapi keluarga eks­periensial dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Terapi keluarga eksperiensial menekankan pada proses per tumbuh­an alamiah dalam keluarga untuk meningkatkan rasa memiliki keluarga dan memberikan kebebasan sebagai individu dalam keluarga agar memiliki pengalaman dalam meng­ekspresikan emosi. Terapi eks­periensial bersifat eksistensial, humanistik, dan feno­meno­logis. Tujuan terapi ini adalah mem­bantu memperjelas ko­munikasi dalam keluarga, menghindarkan adanya keluhan-keluhan, sehingga ada usaha untuk menemukan solusi. Untuk itu seluruh anggota keluarga ikut aktif terlibat dalam proses konseling dan tetap mempertahankan harga diri yang positif. Konseling anak dengan terapi keluarga eksperiensial diharapkan mampu melahirkan efek fungsi terapis dan dinamika psikologis bagi anak dalam berperilaku yang positif, sesuai dengan peran dalam me­menuhi kebutuhan emosionalnya. Cara yang dilakukan anak untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya berdasarkan cara pandang yang terbaik menurut yang mereka ketahui. Hal itu me­rupa­kan tantangan bagi orang tua dan anggota keluarga bagaimana menghadapi dan mengelola perkembangan emosional secara positif yang terjadi pada anak.
PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN: Sebuah Strategi Mencegah Berbagai Resiko Masalah Reproduksi Remaja Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.404 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i2.1456

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan tentang strategi penanganan kasus kekerasan seksual pada perempuan melalui pemahaman kesehatan reproduksi bagi perempuan. Kesehatan reproduksi merupakan suatu kondisi sehat pada semua sistem organ, fungsi, dan proses reproduksi. Islam memiliki sikap sangat hati-hati terhadap upaya mencapai kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi amat penting untuk dilakukan, mengingat masih banyak remaja tidak memiliki pengetahuan yang akurat mengenai kesehatan reproduksi. Pendidikan tersebut juga diperlukan agar remaja dapat menghindari perilaku seks yang beresiko, yang membahayakan kesehatan reproduksi dan seksualnya. Pemahaman terhadap kesehatan reroduksi bagi remaja juga berfungsi sebagai strategi untuk menghindari tindak kekerasan seksual pada remaja.
Empowering Female Farmers Against Mining Capitalism Huda, Miftahul; Chusna, Alfa
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 1 (2020): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.724 KB) | DOI: 10.21580/sa.v15i1.5311

Abstract

Women mostly depend on agriculture, which indicates that women have their economic resources to help the family economy. The presence of the Kulon Progo Coastal Farmers Association of Farmers is the beginning of a bright future for farmers, women. This article discusses the empowerment of women in the Kulon Progo Coast Farmers Association. The purpose of this study is to find out how far women can be empowered with the organization of the Kulon Progo Coastal Farmers Association. This research is a qualitative study with data collection techniques using a purposive sample. The data collection process is done by in-depth interviews and snowball after the key informant is found. The data obtained were analyzed using the Longwe analysis framework. The results of this study indicate that female farmers are equal in agricultural areas, but in the political domain (organization) female farmers are still below male farmers.
PEREMPUAN, JERAT NARKOBA DAN STRATEGI DAKWAHNYA Hasanah, Hasyim
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 7, No 2 (2012): April 2012
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.708 KB) | DOI: 10.21580/sa.v7i2.649

Abstract

Narkoba merupakan problem sosial yang kian hangat diperbincangkan. Berbagai peristiwa ramai menghiasi layar kaca dan menjadi headline news di media massa. Ironinya, perempuanlah yang banyak memainkan peran masuk dalam jerat narkoba, mulai dari kurir, pengedar, pemakai bahkan yang lebih mem­prihatinkan banyak nyawa per­empu­an me­layang. Diduga kuat, terjeratnya perempuan dalam jerat narkoba dikarenakan faktor psikologis dan eko­nomis. Pemenuhan kebutuh­an yang semakin kom­pleks dan kemiskinan yang dialami sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya perempuan sebagai pelaku domistik dalam keluarga menjadi salah satu penyebab mereka ter­jebak dalam jerat narkoba. Iming-iming terbebas dari masalah, men­dapatkan kesenangan, penghasilan yang besar men­jadi faktor perempuan terjebak dalam jerat narkoba. Bagi se­bagian perempuan, masuk dalam jerat nar­koba mendatangkan untung yang menjanji­kan, namun di balik itu semua, hukuman bahkan ancam­an ke­matian ada di sekitar mereka. Untuk dapat me­minimalisir ke­cen­derung­­­an perempuan masuk dan ter­libat dalam jerat nar­koba, maka diperlukan stra­tegi dawah yang tepat, model dakwah yang dapat me­nyentuh aspek psikologis dan mem­berikan landasan pedoman kehidupan yang jelas dan ma­tang.
BIAS GENDER DALAM VERBA: Sebuah Kajian Leksikon dalam Bahasa Inggris Setiyaningsih, Sri Isnani
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.133 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i1.1445

Abstract

Kajian gender merupakan analisis yang digunakan dalam me­nempat­kan posisi setara antara laki-laki dan perempuan untuk mewujudkan tatanan masyarakat sosial yang lebih egaliter. Tulisan ini akan mem­bahas bias gender dari sisi bahasa, karena bahasa telah mewakili sistem kehidupan masyarakat. Kemungkinan besar setiap bahasa mempunyai sisi-sisi bias gender, tidak terkecuali bahasa Inggris, dimana jenis masyarakat dalam kenyataan hidup lebih diwakili oleh kaum laki-laki dan perempuan. Bias gender pada bahasa ini lebih difokuskan pada ranah verba (kata kerja/yang menunjukan aktivitas) dalam sistem leksikon dengan melihat bagaimana struktur kosakata bahasa Inggris tersusun dalam mensimbolkan keberadaan dua jenis kelamin dan hubungan keduanya. Bias gender pada kategori ini dapat dilihat dalam empat bentuk, yaitu (1) aktivitas yang secara tradisional dianggap layak dilakukan oleh gender tertentu, (2) aktivitas yang secara tradisional biasa dilakukan oleh gender tertentu, (3) aktivitas yang memang dilakukan gender tertentu demi gender lain, dan (4) aktivitas yang secara kodrati hanya bisa dilakukan gender tertentu dan aktivitas yang mendeskreditkan atau bermakna negatif pada gender tertentu
DINAMIKA PENGARUSUTAMAAN GENDER PADA PENDIDIKAN TINGGI ISLAM Kusmanto, Thohir Yuli
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.577 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i3.2091

Abstract

Gender equality has not been realized in practical terms in public life. Factors that influence it; socio-cultural, political, economic, religious, and others. State policy to overcome them on gender mainstreaming in the form of Presidential Decree 9 of 2000. Praxis has lasted 14 years, socialization and implementation is mostly done, but it needs evaluation. The reality of interesting research in higher education institutions of Islam, because the discourse and praxis which is still being debated, as well as the strategic position for the development and application of knowledge about gender relations. Interesting problem include; outlook leaders Islamic State University Walisongo on gender mainstreaming, the imple­men­tation of gender mainstreaming and its implications in the campus environment. This research is a qualitative descriptive case study with a gender perspective, which identifies the gender gap in multi aspect. The study's findings indicate that the views of leaders there Walisongo UIN integral and partially on gender main­streaming, Implementation PUG; there is a policy that opens the academic community to gain an important position in the hierarchy structure at UIN Walisongo. Research take gender issues openly and freely. Many women researchers examined a variety of themes, education and training to strengthen the capacity of women, and quantitative mapping of gender. PUG strengthen the struggle gender equality, achieving gender equality and equity at a certain level, Islamic lectures Gender Equality and the proportion of women increased structural served._________________________________________________________Keadilan gender secara praksis belum terwujud dalam kehidupan masyarakat. Faktor yang mempengaruhinya; sosial budaya, politik, ekonomi, agama, dan lain-lainnya. Kebijakan negara untuk meng­atasi­nya diantaranya tentang gender mainstreaming (peng­arusutamaan gender), berupa Inpres No.9 Tahun 2000. Praksisnya telah berlangsung 14 tahun, sosialisasi dan implementasi banyak dilakukan, tetapi perlu evaluasi. Realitas tersebut menarik pe­nelitian pada lembaga pendidikan tinggi Islam, karena wacana dan praksis yang masih menjadi perdebatan, serta posisinya strategis bagi pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan tentang  relasi berkeadilan gender. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pandangan pimpinan UIN Walisongo ada yang integral dan parsial tentang pengarusutamaan gender, Implementasi PUG; ada kebijak­an yang terbuka civitas akademika untuk meraih posisi penting dalam struktur hierarkhi di UIN Walisongo. Penelitian mengambil isu gender terbuka dan bebas. Banyak peneliti per­empuan meneliti beragam tema, pendidikan dan pelatihan penguatan kapasitas per­empuan, dan pemetaan kuantitatif tentang gender. PUG mem­perkuat perjuangaan kesetaraan dan keadilan gender, ter­capai­nya kesetaraan dan keadilan gender pada tingkatan tertentu, per­kuliahan Islam Kesetaraan Gender dan proporsi perempuan menjabat struktural meningkat.
Front Matters: Front Cover, Editorial Team, and Table of Contents Sawwa, Admin
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 1 (2021): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.489 KB)

Abstract

Back Matters: Author Guidelines, Acknowledgement, and Back Cover Sawwa, Admin
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 1 (2021): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.106 KB)

Abstract


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2025): October Vol. 20 No. 1 (2025): April Vol. 19 No. 2 (2024): October Vol. 19 No. 2 (2024) Vol. 19 No. 1 (2024): April Vol 18, No 2 (2023): October Vol. 18 No. 2 (2023): October Vol 18, No 1 (2023): April Vol. 18 No. 1 (2023): April Vol 17, No 2 (2022): October Vol. 17 No. 2 (2022): October Vol 17, No 1 (2022): April Vol 16, No 2 (2021): October Vol. 16 No. 2 (2021): October Vol 16, No 1 (2021): April Vol. 16 No. 1 (2021): April Vol 15, No 2 (2020): October Vol. 15 No. 2 (2020): October Vol 15, No 1 (2020): April Vol 14, No 2 (2019): October Vol 14, No 2 (2019): Oktober Vol 14, No 1 (2019) Vol 14, No 1 (2019): April Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 1 (2018): April Vol 13, No 1 (2018): April Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 More Issue