cover
Contact Name
Titik Rahmawati
Contact Email
sawwa@walisongo.ac.id
Phone
+6281249681044
Journal Mail Official
sawwa@walisongo.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Jl. Prof. Hamka - Kampus 3, Tambakaji Ngaliyan 50185, Semarang,Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sawwa: Jurnal Studi Gender
ISSN : 19785623     EISSN : 2581121     DOI : 10.21580/sa
Core Subject : Social,
Sawwa: Jurnal Studi Gender focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines
Articles 441 Documents
SECERCAH PANDANG MENGUNGKAP KASUS NIKAH SIRRI DI INDONESIA Kurnia Muhajarah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.795 KB) | DOI: 10.21580/sa.v10i2.1434

Abstract

Salah satu bentuk pelecehan terhadap perempuan yang dapat menghilangkan hak-haknya adalah nikah sirri, yakni melaksanakan pernikahan rahasia. Bahkan tidak jarang terjadi lahir hubungan seks di luar pernikahan dengan dalih nikah sirri. Inilah yang kemudian me­lahir­kan istilah lelaki dan perempuan piaraan. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Hasil pembahasan me­nunjuk­kan bahwa beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran makna suci pernikahan. Fenomena ini ditandai dengan maraknya prosesi nikah sirri atau nikah di bawah tangan. Ada berbagai pendapat di kalangan ulama mengenai halal tidaknya nikah sirri ini. Sebagian ulama menilai pernikahan sirri dihalalkan asal memenuhi syarat dan rukun nikah oleh negara. Nikah sirri selain berpotensi menimbulkan fitnah, juga secara hukum sangat merugikan kaum wanita. Meski "sah" menurut agama, namun pernikahan sirri  tidak barakah (berkah) dan luput dari perlindungan hukum perkawinan. Dengan buku nikah menjadi bukti pernikahan yang dilakukan telah dicatat oleh negara. Suami dan isteri mempunyai hak yang sama dalam hukum per­kawinan. 
PENGARUH MINAT DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPUTUSAN WANITA MUSLIM BERWIRAUSAHA Nurudin Nurudin
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.347 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i3.2085

Abstract

Entrepreneurship is the creative and innovative ability that is used as the basis, the tips and resources to find opportunities for success. Currently, many women are moved to create a variety of businesses that can be used as a foundation of life. Entrepreneur­ship is based on interest and family environment. Interest is the source of motivation that encourages a person to do the dream. Furthermore, the business experience of the family will provide an indirect experience to a person to have an entrepreneurial interest.The purpose of this study is to determine the influence of family interest and environment on the decision of Muslim women entrepreneurship. The population in this study is all Muslim women who entrepreneurship in the Village Sukodono Bonang District Demak District with a total sample of 30 respondents. Analytical techniques in this study using multiple linear regression analysis techniques.The results showed that the interest (X1) has a significant effect on the decision of Muslim women entrepreneur­ship with p value (sig) of 0.048 below 0.05. Similarly, the family environment variable (X2) has a significant influence on the decision of Muslim women entrepreneurship, this is indicated by p value (sig) of 0.004 below 0.05._________________________________________________________Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Saat ini, wanita pun banyak yang tergerak untuk membuat berbagai macam usaha yang dapat dijadikan tumpuan hidup. Kewirausahaan dilatar belakangi oleh faktor minat dan lingkungan keluarga. Minat merupakan sumber motivasi  yang men­dorong seseorang untuk melakukan hal yang diimpikan. Selanjut­nya, pengalaman usaha dari keluarga akan memberikan peng­alaman secara tidak langsung kepada seseorang untuk me­miliki minat berwirausaha.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minat dan lingkungan keluarga terhadap keputusan wanita muslim berwirausaha. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita muslim yang berwirausaha di Desa Sukodono Ke­camatan Bonang Kabupaten Demak dengan jumlah sampel se­banyak 30 responden. Teknik analisa dalam penelitian ini meng­gunakan teknik analisa regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa Minat (X1) berpengaruh signifikan terhadap ke­putusan wanita muslim berwirausaha dengan dengan p value (sig) sebesar 0,048 di bawah 0,05. Begitu juga variabel lingkungan keluarga (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan wanita muslim berwirausaha, hal ini ditunjukkan dengan p value (sig) sebesar 0,004 di bawah 0,05.
Perempuan, Jilbab, dan Solidaritas Kemanusiaan: Studi Gerakan Perempuan Berhijab Pasca Tragedi New Zealand Wildani Hefni
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 14, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.133 KB) | DOI: 10.21580/sa.v14i1.3511

Abstract

The movement of humanities solidarity that is widely voiced is the women's movement specifically to wear the hijab (hijab) as a form of solidarity with Muslims. women take a role that is based on the awareness of the importance of togetherness wearing headscarves as a symbol of strength to reject any rhetoric of hatred on any basis, be it identity, religion, race, and ethnicity. This paper describes the veiled women's movement as a form of humanitarian solidarity in the aftermath of the New Zealand tragedy. A descriptive qualitative study of library research was conducted using the Durkheiminism approach. This study produces findings that the hijab has a symbol of religious meaning that is closely related to solidarity and social identity. The veil becomes a symbol of social solidarity as well as resistance to abuse. The hijab movement was born as a collective act to revive the spirit of togetherness among religious followers in combating various acts of radicalism and terrorism.
KONSEP-KONSEP TENTANG GENDER PERSPEKTIF ISLAM Maslamah Maslamah; Suprapti Muzani
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 2 (2014): April 2014
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.513 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i2.636

Abstract

Islam selalu menempatkan semua hal pada posisi yang se­imbang. Islam juga menempatkan Laki-laki dan perempuan sebagai manusia yang memiliki posisi seimbang dan sama. Meskipun demikian, masih banyak anggapan membedakan peran dan ke­dudukan laki-laki dan perempuan. Faktor penyebab pem­beda­an kedudukan ini diantaranya adanya kesalahan pemahaman dalam mengkonstruksi peran sosial antara laki-laki dan per­empuan sebagai akibat dari interpretasi teks suci al-Qur’an secara particular dn terkesan tidak utuh. Hal ini tentu meng­akibatkan terjadinya konsepsi-konsepsi yang tidak se­imbang dalam me­nempatkan posisi laki-laki dan perempuan dalam kehidupan masyarakat. Islam telah meletakkan dasar filosofis dan argu­men­tative dalam menempatkan kedudukan laki-laki dan per­empuan secara seimbang. Oleh karenanya, meletakkan keduduk­an laki-laki dan perempuan secara se­imbang sesuai dengan kadar keimanan dan ketakwaan menjadi salah satu upaya jalan tengah yang harus ditempuh para Muslim dan Muslimat.
Women Friendly Mosque in Banda Aceh: A Study of the Concept of Gender Justice and Gender Planning Perspective Faradilla Fadlia; Ismar Ramadani; Siti Nur Zalikha
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 16, No 1 (2021): April
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.723 KB) | DOI: 10.21580/sa.v16i1.6330

Abstract

All public spaces, including mosques, should be accessible to everyone and must accommodate the needs of all gender groups. This paper analyzes several mosques in Aceh which are considered unfriendly to one gender and several mosques which are considered gender responsive and their impact on the convenience of women to worship in the mosque. This study used a qualitative method with in-depth interviews and gender planning theory as an analytical tool. This study found several findings. First, the female and male congregations experience comfort and discomfort related to spatial planning and facilities. Second, spatial planning and facilities have discriminated against one gender group. Third, mosques in Aceh are generally reserved for men. This resulted in the layout of the mosque not accommodating the needs of women. Therefore, this study recommends that all public spaces, especially mosques, must be designed as gender-friendly buildings, accommodating all needs for worship for both men and women, parents and children, without reducing the value and spatial aspects of the mosque building.
STRATEGI SEMIOTIK KAMPANYE IKLAN SUSU FORMULA SETELAH LAHIRNYA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 33 TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI PEREMPUAN Panji Suryo Nugroho
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.063 KB) | DOI: 10.21580/sa.v9i1.670

Abstract

Rendahnya angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia diduga kuat salah satu penyebabnya karena gencarnya promosi susu formula yang salah satunya melalui iklan di berbagai media massa. Strategi semiotik yang dibangun ternyata mampu meng­hambat kampanye ASI di Indonesia. Bagaimana strategi semio­tik itu tampak dalam iklan yang akan menjadi fokus tulisan ini. Metoda yang digunakan adalah analisis semiotik yang diharap­kan dapat menangkap makna sekaligus menguak strategi semiotik iklan susu formula melalui sistem pertandaan yang di­bangunnya. Hasil penelitian menunjukkan dua strategi tampak dalam iklan susu formula yaitu pertama dengan adanya janji atau mimpi bagi para orang tua untuk mampu memenuhi mitos menjadi orang tua sempurna dengan salah satu keberhasilannya adalah mempunyai anak sempurna alias anak bintang. Strategi semiotik kedua adalah dengan brand tunggal untuk susu formula bayi dan balita sehingga menjadikan konsumen tidak awas akan perbedaannya. Kedua strategi ini terbukti dapat me­lumpuhkan tingkat pem­berian ASI di Indonesia sehingga berada di titik yang meng­khawatir­kan. Penelitian lanjutan yang di­saran­kan dapat berupa studi lapangan tentang bagaimana modus pemasaran dijalankan di tataran praktek melalui kegiatan-kegiatan di berbagai sekolah atau pusat perbelanjaan yang disponsori oleh perusahaan susu formula, kegiatan pe­nelitian dan seminar-seminar yang dibiayai oleh perusahaan susu formula, hingga wawancara dengan tenaga ahli kesehatan terutama para bidan di daerah tentang praktek pemasaran lang­sung yang dijalankan perusahaan susu formula terutama setelah lahirnya PP ASI.
STRATEGI PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK Amin Zamroni
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.742 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i2.1544

Abstract

Moral education for children should be done as early as possible. So when they grow into adult, they have good personality. Parents especially mother has the most important role to educate their children because she is the first madrasah for her children. A child is like a clean white paper with no stain, while parents have freedom to paint any colors as they want. Good and bad morality depends on the education provided by their parents. Therefore, parents and teachers should have such methods to educate their children at home and school in order to become a shalih-shalihah children. The moral education methods include habituation, exem­plary method, advice and attention. Further­more, moral education strategy is divided into two namely direct and indirect educations. Direct education includes exemplary, suggestion, and practice. While in­direct education includes prohibition, punish­ment, reward and supervision._________________________________________________________Pendidikan akhlak pada anak-anak harus dilakukan sedini mungkin. Sehingga ketika dewasa anak tersebut mempunyai akhlak yang mulia. Orang tua terutama ibu mempunyai peran paling penting dalam mendidik anaknya, karena ia merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Seorang anak ibarat kertas putih bersih tanpa noda, sedangkan orang tua mempunyai kebebasan untuk mem­beri­kan warna apapun sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Baik dan buruknya akhlak anak tergantung pada pendidikan yang diberi­kan oleh orang tuanya. Oleh karena itu, orang tua maupun guru yang akan mendidik anak di rumah maupun disekolahan harus mem­­­­punyai metode, agar nantiya bisa mendidik anak dengan baik dan menjadi anak yang shalih-shalihah. Metode pendidikan akhlak diantaranya adalah metode pembiasaan, metode keteladanan, metode nasihat dan metode perhatian. Kemudian untuk strategi pendidikan akhlak­nya ini dibagi menjadi dua yaitu pendidikan langsung dan pendidikan tidak langsung. Pendidikan langsung di­antaranya adalah keteladan­an, anjuran, latihan. Pendidikan tidak langsung diantara­nya adalah larangan, hukuman, hadiah dan peng­awasan.
(RETRACTED) The Reconstruction of Women's Position and Role through Irigaray's Ethics of Sexual Differences in the Culture of Manggarai, Flores, East Nusa Tenggara Priskardus Hermanto Candra; Asih Zunaidah; Frederik Masri Gasa
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2020): October
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.963 KB) | DOI: 10.21580/sa.v15i2.6510

Abstract

Reason for Retraction (March 26th, 2021):This paper is retracted by the editors due to publication ethics misconducted by authors (simultaneous publication in another journal). According to the author's statement, the manuscript was published in another journal under the title “Relasi Perempuan dan Laki-laki menurut Luce Irigaray.” DOI: 10.15408/harkat.v16i2.16887
MELINDUNGI ANAK DARI KONTEN NEGATIF INTERNET: STUDI TERHADAP PERAMBAN WEB KHUSUS ANAK Masyari Ulinnuha
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 8, No 2 (2013): April 2013
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.077 KB) | DOI: 10.21580/sa.v8i2.661

Abstract

Dunia teknologi dan internet berkembang sangat pesat di dunia, tak terkecuali Indonesia. Imbasnya, jumlah pengguna internet saat ini semakin besar dan bertambah terus setiap harinya. Sebagian dari pengguna internet tersebut adalah anak-anak. Sementara banyak sekali situs web yang tidak layak men­jadi konsum­si anak-anak. Untuk itu diperlukan pembatasan bagi anak-anak dalam mengakses situs web.Tulisan ini mem­bahas be­berapa peramban web khusus anak. Ada 4 peramban yang dibahas yaitu KidZui, Hoopah Kidview Computer Explorer, Peanut Butter PC dan NoodleNet. Keempat peramban tersebut dengan segala ke­lebihan­nya bisa menjadi alternatif untuk mem­batasi anak dari dunia internet yang sangat luas. Namun keempat peram­ban tersebut tetap mempunyai kelemahan se­hingga peran orang tua tetap di­perlu­kan agar anak tidak ter­jebak ke dalam situs yang tidak layak.
PERSEPSI DAN MOTIVASI IBU TERHADAP PEMILIHAN PONPES SEBAGAI TEMPAT PENDIDIKAN BAGI ANAK Yuli Nurkhasanah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.243 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i1.1465

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menarik yang terjadi di Pondok Ngruki Surakarta. Maraknya pemberitaan berbagai media massa tentang Pondok Ngruki yang dikaitkan oleh berbagai aksi teror di Indonesia dan berujung pada terbentuknya asumsi negatif publik bahwa Pondok Ngruki merupakan sarang teroris, tidak menyurutkan para orang tua untuk tetap menyekolahkan anaknya di pondok ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis persepsi dan motivasi para orang tua terhadap pemilihan Pondok Ngruki sebagai tempat pen­didikan anak di tengah asumsi publik tentang Pondok Ngruki dan Issu terorisme. Penelitian kuali­tatif ini menggunakan teknik analisis des­kriptif, dan teknik pemerolehan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menyebutkan bahwa persepsi para orang tua terhadap asumsi dan pemberitaan berbagai media umum tentang Pondok Ngruki dan Issu terorisme yang terjadi di Indonesia adalah negatif, hal itu disebabkan oleh hasil persepsional mereka yang dibentuk media berbanding terbalik dengan hasil persepsional atau penginderaan mereka secara langsung. Proses Belajar Mengajar (KBM) dan kegiatan-kegiatan di asrama berjalan normal dan wajar, sebagaimana yang terjadi di pesantren-pesantren lain. Motivasi terkuat para orang tua untuk menyekolahkan anak mereka di Pondok Ngruki adalah motivasi internal yang bersifat mental, yaitu dorongan untuk mendapatkan kebaikan dan kebenaran pada anak. Kebaikan supaya anak mereka menjadi anak salih yang mempunyai bekal ilmu agama dan umum, serta kebenaran- supaya anak mereka memahami kebenaran ajaran agama Islam dan mampu mengamalkan dalam kehidupan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa persepsi para orang tua terhadap asumsi dan pemberitaan media tentang Pondok Ngruki dan Issu terorisme; negatif dan persepsi mereka tentang KBM; positif, sehingga mereka mempunyai motivasi internal yang kuat untuk menyekolahkan anak di Pondok Ngruki.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 2 (2025): October Vol. 20 No. 1 (2025): April Vol. 19 No. 2 (2024) Vol. 19 No. 2 (2024): October Vol. 19 No. 1 (2024): April Vol. 18 No. 2 (2023): October Vol 18, No 2 (2023): October Vol 18, No 1 (2023): April Vol. 18 No. 1 (2023): April Vol 17, No 2 (2022): October Vol. 17 No. 2 (2022): October Vol 17, No 1 (2022): April Vol 16, No 2 (2021): October Vol. 16 No. 2 (2021): October Vol 16, No 1 (2021): April Vol. 16 No. 1 (2021): April Vol. 15 No. 2 (2020): October Vol 15, No 2 (2020): October Vol 15, No 1 (2020): April Vol 14, No 2 (2019): October Vol 14, No 2 (2019): Oktober Vol 14, No 1 (2019): April Vol 14, No 1 (2019) Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 2 (2018): Oktober Vol 13, No 1 (2018): April Vol 13, No 1 (2018): April Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 3 (2017): Oktober 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 2 (2017): April 2017 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 2 (2016): April 2016 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 2 (2015): April 2015 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 10, No 1 (2014): Oktober 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 2 (2014): April 2014 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 9, No 1 (2013): Oktober 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 8, No 2 (2013): April 2013 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 Vol 7, No 2 (2012): April 2012 More Issue