cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi)
ISSN : 14403346     EISSN : 25274902     DOI : -
Jurnal IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi merupakan jurnal penelitian dalam bidang komunikasi dan teknologi informasi yang diterbitkan oleh Balai Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BPPKI) Yogyakarta. BPPKI Yogyakarta adalah Unit Pelayan Teknis di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Jurnal IPTEK-KOM pertama kali terbit tahun 1998. Saat itu, BPPKI Yogyakarta masih bernama Balai Penelitian Pers dan Pendapatan Umum (BP3U) di bawah naungan Departemen Penerangan RI. Jurnal IPTEK-KOM fokus pada bidang komunikasi, kebijakan publik, serta teknologi informasi dan komunikasi Jurnal IPTEK-KOM terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
Model Pengelolaan Komunikasi Politik di Media Online widodo Agus Setianto
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 15, No 2 (2013): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.15.2.2013.103-116

Abstract

Penggunaan media online sebagai sarana komunikasi politik menarik untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari model pengelolaan komunikasi politik di media online. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus deskriptif. Model pengelolaan media online Partai Gerindra adalah dengan menjadikan semua saluran komunikasi politik di media online sebagai kesatuan jaringan integratif, dengan pola hubungan interaksi berpola sentrum dan periferi dimana website DPP Partai Gerindra menjadi sentrum, sementara jaringan komunikasi online dari pengurus daerah, pengurus cabang, individu dan komunitas menjadi periferi yang berperan sebagai media ekstensi bagi DPP Partai Gerindra. Model pengelolaan konten media online khususnya pada website DPP Partai Gerindra mengikuti model komprehensif dengan memasukkan banyak fitur yang sejalan dan mendukung idiologi dan program-program Partai Gerindra yang diharapkan dapat menjadi daya tarik dan menumbuhkan simpati publik untuk bergabung dan memenangkan Partai Gerindra dalam memperjuangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI 2014 – 2019 pada pemilu 2014 mendatang.
Studi Komparasi Pengembangan e-Government Negara-Negara Anggota Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Mendukung Pengembangan e-Government di Indonesia Igif G Prihanto
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 15, No 2 (2013): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.15.2.2013.155-170

Abstract

Studi ini menggunakan data 10 negara anggota PBB peringkat tertinggi di dunia yang diambil dari data UNPAN (United Nations Public Administration Network) mengenai e-Government survei tahun 2012, dengan tujuan mengetahui apakah terdapat perbedaan peringkat dan komparasi antara negara-negara anggota PBB dalam pengembangan e-Government-nya. Metode analisisnya melalui Uji statistik Krushal-Wallis. Hasilnya menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan peringkat negara-negara anggota PBB yang signifikan dalam pengembangan e-Government berdasarkan komponen layanan online, komponen infra­struktur telekomunikasi, dan komponen sumber daya manusia; (2) Republik Korea menduduki peringkat pertama dalam pengembangan e-Government di tingkat dunia, diikuti oleh Belanda, Inggris, Denmark, Amerika Serikat, Perancis, Swedia, Norwegia, Firlandia, dan Singapura; dan (3) Indonesia menduduki peringkat ke-97 di tingkat dunia dan peringkat ke-7 di tingkat ASEAN, sehingga tertinggal jauh dibanding negara-negara anggota PBB lainnya, baik di tingkat dunia maupun di tingkat ASEAN.
Harapan dan Realitas Inovasi Nilai Kesetaraan Gender pada Era Otonomi Daerah C. Elly Kumari Tjahya Putri; Andari Soetji
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 16, No 2 (2014): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.16.2.2014.167-180

Abstract

Selama kurun waktu satu dasa warsa diberlakukannya Undang-Undang No 23 tahun 2004 mengenai Penghapusan Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga, ternyata masih terjadi kekerasan. Pada tahun 2011 seiring diberlakukannya Undang-Undang Otonomi Daerah, tercatat 189 peraturan daerah yang dinilai diskriminatif terhadap perempuan. Oleh sebab itu perlu disusun model difusi dan inovasi egalitas gender, untuk menyebarluaskan nilai kesetaraan gender dalam kehidupan keluarga. Dari hasil penelitian terungkap pelaksanaan difusi dan inovasi meningkatkan pemahaman dan pengetahuan, namun belum sepenuhnya mengubah sikap para responden untuk mengadopsi nilai-nilai egalitas gender dalam kehidupan keluarganya. Hal ini terjadi karena masih kentalnya budaya patriarkhi di lokasi penelitian, dan belum berfungsinya peraturan pemerintah yang mengatur diberlakukannya UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga No 23 Tahun 2004.Kata kunci: Difusi dan Inovasi, nilai kesetaraan gender
Radio Komunitas untuk Pemberdayaan Perempuan Ressi Dwiana; Hermin Indah Wahyuni
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 15, No 2 (2013): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.15.2.2013.117-134

Abstract

Lahirnya UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran memberi peluang bagi masyarakat marginal untuk menggunakan frekuensi penyiaran sebagai alat untuk memperkuat kelompoknya seperti dilakukan oleh organisasi perempuan Hapsari di Deli Serdang, Sumatera Utara. Organisasi ini mendirikan radio Hapsari FM sebagai media untuk menyuarakan kepentingan perempuan. Penelitian dengan metode studi kasus ini bertujuan mengetahui empat aspek terkait, yaitu  proses pendirian radio, struktur organisasi, program dan programing, serta relasinya dengan komunitas dan stakeholder. Hasil riset menunjukkan bahwa proses pendirian Hapsari FM terkendala oleh kurangnya profesionalisme aparat negara sehingga cenderung mempersulit dan berpotensi menekan keberadaan Hapsari FM melalui celah-celah regulasi. Dalam operasionalisasi siaran radio tersebut terkendala oleh rendahnya kapasitas SDM sehingga radio tersebut tidak maksimal dalam memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan perempuan. Minimnya kualitas SDM menyebabkan porsi waktu untuk siaran penguatan perempuan sangat sedikit sehingga radio tersebut lebih banyak menyiarkan acara hiburan. Akibatnya komunitas perempuan tidak mampu membangun sikap profesional dalam bermedia. 
The Structural, Representation, and Interaction Aspects of Governmental Social Networking Account Lestari Yayuk; Dewi Surya Rahmi; Puspita Yesi
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 16, No 2 (2014): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.16.2.2014.121-132

Abstract

This study was inspired by the growth of media and technology, particularly social networking accounts. Such accounts help people interact and participate in political decisions in spite of geographical, time and socio-economic barriers. However, West Sumatera provincial government has yet to optimize media as a means of communicatingwith the public. In the study, we use public sphere theory proposed by Habermas. Dahlgren developed it further into three dimensions: structural, representation, and interaction. Of two accounts examined, i.e. Solok and Pariaman city administrations’, the three dimensionsof public sphere have not existed. Public relations unit as the department that manages the accounts, still puts social networking accounts as a means of image polishing of the institutions rather than a means to disseminate information to the public. Social networking management that has not been taken as a performance appraisal tools has made social networking accounts as an additional task, although essentially they realise the importance to manage them.Keywords: Public sphere, Social networks, structural, representation, interaction
Media Coverage of Edward Snowden in 2013 and 2014 Wendratama Engelbertus
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 16, No 2 (2014): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.16.2.2014.89-104

Abstract

Whistleblowing has been acknowledged as an important contributor to government transparency and the watchdog function of the press. However, there has long been a tension between the U.S. government and its employees who decide to blow the whistle. The relationship between the U.S. government and whistleblowers is as complicated as the relationship between national security and the American press. This study explored howthe image of Edward Snowden, who revealed the extensive use of  Americans’ surveillance in National Security Agency, was covered in ten different websites from 2013 to 2014. Snowden’s image appeared to be more positively viewed with the passage of time.Keywords: whistleblowing, national security, Edward Snowden, NSA surveillance programs
Penggunaan Internet Mobile di Kalangan Mahasiswa Siti Wahyuningsih
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 15, No 2 (2013): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.15.2.2013.171-184

Abstract

Penggunaan Internet mobile, merupakan salah satu pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang kini semakin meningkat di Indonesia. Mengacu pada teori uses and gratifications yang diperkenalkan Herbert Blumer dan Elihu Katz (1974), pengguna media adalah pihak yang aktif dalam proses komunikasi, berusaha untuk mencari sumber media yang paling baik dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Survei ini dilakukan dengan maksud untuk mendeskripsikan data tentang penggunaan Internet mobile di kalangan mahasiswa di Kota Yogyakarta. Hasil pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner terhadap 100 responden mahasiswa pada April 2012 menunjukkan, sebagian besar mahasiswa setuju bahwa Internet mobile merupakan media untuk memenuhi kebutuhan mereka akan informasi,  hiburan, dan iritasi.  
Pengembangan Layanan Monumen Pers Nasional Berbasis Kebutuhan Pengguna Novian Anata Putra
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 15, No 2 (2013): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.15.2.2013.135-154

Abstract

 Monumen Pers Nasional (MPN) sebagai penyelenggara layanan publik telah mengkhususkan diri dalam layanan dokumentasi dan konservasi pers nasional. Dengan mengetahui suara pengguna, MPN berusaha mengembangkan layanan yang memenuhi harapan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pengguna layanan MPN sekaligus untuk mengetahui jenis-jenis layanan yang dibutuhkan masyarakat untuk dikembangkan. Penelitian ini ingin melihat suara pengguna dengan mengintegrasikan teori model Kano dengan SERVQUAL agar diperoleh hasil yang maksimal. Hasil riset memperlihatkan bahwa publik membutuhkan layanan yang bersifat tangible. Selain itu ternyata pengunjung akan sangat terpuaskan jika layanan buka hari Sabtu–Minggu dilakukan oleh MPN. Layanan yang diutamakan untuk hari Sabtu dan Minggu adalah layanan museum pers, perpustakaan, dan media center.
Sistem Keamanan Pada Pengiriman Data Informasi Dini Tsunami Berbasis Android Pada Pihak Berwenang Secara Nasional Wiko Setyonegoro; Ryan Zulham Ramadhani
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 18, No 1 (2016): JURNAL IPTEKKOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.18.1.2016.15-34

Abstract

Indonesia terletak di kawasan yang memiliki potensi tsunami. Informasi mengenai tsunami yang akan terjadi wajib diberikan pada pejabat wilayah yang diprediksi akan terkena dampak bencana tsunami agar segera mempersiapkan diri untuk mengevakuasi warganya. Mekanisme pemberian informasi ini ke tiap daerah terdampak perlu memperhatikan sistem keamanan sistem komunikasinya karena jika data dan informasi jatuh ke pihak yang tidak berwenang dapat menyebabkan stabilitas keamanan daerah penerima informasi terganggu. Untuk, itu tujuan penelitian ini ialah membuat aplikasi sistem komunikasi data informasi dini tsunami yang terenkripsi pada android antara BMKG dan penerima pesan yang berwenang. Metode penelitian ini menggunakan teknik steganografi dengan menggunakan metode LSB (Least Significant Bit) metode enkripsi Caesar chipper pada aplikasi android. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi android yang dirancang dengan teknik staganografi dan penyisipan password md5 dapat mengirimkan pesan privasi/rahasia pada media atau data-data digital yang dikirimkan dari BMKG untuk pejabat yang berwenang terhadap informasi dini tsunami tanpa terbaca oleh pihak yang tidak berwenang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan K-Cloud di Kementerian Komunikasi dan Informatika Yan Andriariza Ambhita Sukma
IPTEK-KOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi Vol 18, No 1 (2016): JURNAL IPTEKKOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi)
Publisher : BPSDMP KOMNFO Yogyakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33164/iptekkom.18.1.2016.1-14

Abstract

Cloud computing merupakan model komputasi dimana sumber daya seperti daya komputasi, media penyimpanan, jaringan, dan software dijalankan sebagai layanan melalui media jaringan. Kementerian Kominfo mempunyai aplikasi yang merupakan salah satu penerapan dari cloud computing, yaitu K-Cloud. Berdasarkan pada perhitungan data pengguna portal kominfo yang ada di PDSI, banyaknya pengguna K-Cloud hanya sebesar 19.3%, dan masih jauh dari angka ideal penggunaan K-Cloud, dimana idealnya seluruh pegawai di Kominfo telah memanfaatkan fasilitas tersebut. Karenanya penelitian ini ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan K-Cloud di Kementerian Kominfo, yang dilihat dari 3 faktor, yaitu faktor teknologinya, organisasinya dan lingkungannya, seperti yang digambarkan melalui TOE (Technology-Organization-Environment) Framework. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan datanya adalah survei, yang dilakukan dengan melaksanakan penyebaran kuisioner. Berdasarkan pada hasil penelitian, maka diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan K-Cloud adalah faktor Teknologi dan Organisasi. Sedangkan faktor lingkungan tidak mempunyai pengaruh terhadap adopsi K-Cloud di Kementerian Kominfo

Page 4 of 16 | Total Record : 154


Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 26 No 1 (2024): Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi) Vol 25 No 2 (2023): Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi) Vol 25 No 1 (2023): Bahasa Indonesia Vol 24 No 2 (2022): Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi) Vol 24 No 1 (2022): Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi) Vol 23, No 2 (2021): JURNAL IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi) Vol 23, No 1 (2021): Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi) Vol 22, No 2 (2020): Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal IPTEK-KOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Komunikasi) Vol 21, No 2 (2019): JURNAL IPTEK-KOM (JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI) Vol 21, No 1 (2019): JURNAL IPTEK-KOM (JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI) Vol 20, No 2 (2018): JURNAL IPTEK-KOM (JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal IPTEK-KOM (JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI) Vol 19, No 2 (2017): JURNAL IPTEK-KOM (JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI) Vol 19, No 1 (2017): JURNAL IPTEK-KOM (JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI) Vol 18, No 2 (2016): JURNAL IPTEK-KOM (JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI) Vol 18, No 1 (2016): JURNAL IPTEKKOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi) Vol 17, No 2 (2015): JURNAL IPTEKKOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi) Vol 17, No 1 (2015): JURNAL IPTEKKOM (Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi) Vol 16, No 2 (2014): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi Vol 16, No 1 (2014): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi Vol 15, No 2 (2013): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi Vol 15, No 1 (2013): JURNAL IPTEKKOM : Jurnal Ilmu Pengetahuan & Teknologi Informasi More Issue