cover
Contact Name
Moh. Nur Ichwan, M.A., Ph.D.
Contact Email
-
Phone
+62274515856
Journal Mail Official
jurnal.dakwah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah
ISSN : 14115905     EISSN : 26141418     DOI : https://doi.org/10.14421/jd
Jurnal Dakwah memuat berbagai artikel yang mendiskusikan tentang dakwah, baik secara normatif maupun historis. Diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, dua nomor setiap tahun. Redaksi menerima tulisan tentang berbagai persoalan yang terkait dengan dakwah dalam berbagai aspeknya. Isi tulisan yang dimuat tidak harus sejalan atau pun mencerminkan pandangan redaksi.
Articles 328 Documents
Dakwah Lintas Iman Perspektif Said An-Nursi dalam Risala-i Nur dan Relevansinya dengan Gerakan Dakwah Lintas Iman di Indonesia M Khoirul Hadi al-Asy’ari
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.312 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19101

Abstract

Penelitian ini - berbasis library reseach, dengan tema “Dakwah lintas Iman perpektif Said an-Nursi dalam Risala-i Nur dan relevansinya dengan gerakan Dakwah lintas iman di Indonesia. Dalam artikel ini ada beberapa pertanyaan penelitian yang menjadi fokus masalah, pertama bagaimana pandangan Said An-Nursi berkaitan dengan pola Dakwah keberagamaan (lintas Iman) dan keberimanan antar Umat beragama di dalam Risala-I Nur? kedua bagaimana sosiohistoris kehidupan Said An-Nursi? dan apa relevansinya dengan perkembangan gerakan Dakwah lintas Iman di Indonesia? Dengan pendekatan konten analisis untuk mendeskripsikan pandangan kebragamaan dan dakwah lintas iman dalam pandangan Said Nursi di dalam kitab Risala-i Nur dan pendekatan sejarah untuk mengkaji biografi kehidupan Said an-Nursi, serta mencoba mencari simpul hubungan dengan gerakan Dakwah Lintas Iman di Indonesia, penelitian ini menghasilkan beberapa point penting pertama, mendeskripsikan pemikrian Said Nursi tentang konsep Dakwah Lintas Iman, dalam karya Risala-i Nur  dan kedua biografi Said Nursi sebgai pembacaan sosiohistoris kehidupan Said Nursi, dan ketiga mengetahui relevansi konsep dakwah lintas Iman Said Nursi dengan dakwah lintas iman di Indonesia.
ISU-ISU KONTEMPORER KETERPADUAN ANTARA ISLAM DENGAN PERDAMAIAN Nur Hidayat
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.423 KB) | DOI: 10.14421/jd.2012.13104

Abstract

Secara teori setiap ajaran agama mengajarkan kepada umatnya untuk hidup rukun damai saling toleransi dan menghargai kepada perbedaan pendapat dan paham dan tidak mengajarkan pada umatnya melakukan perbuatan kekerasan atau anarkis terhadap umat lainnya atau golongan lain. Tapi secara praktek di lapangan masih sering terjadi penyerangan saling mencela antara satu paham dengan paham yang lainnya bahkan terhadap agama yang berbeda.Dalam artikel ini penulis ingin menyampaikan tentang missi Islam yaitu suatu agama yang Rahmatan Lil‘alamiin, disini agama mengajarkan kepada umatnya untuk hidup saling mencintai antar sesama, menegakkan perdamaian dan saling toleransi antar sesama manusia tanpa membedakan agama dan paham, akan tetapi realitas di lapangan masih muncul sifat dan sikap saling mencela, dan kekerasan yang mengatasnamakan agama Islam.
GENEALOGI PETILASAN SUNAN KUDUS: Representasi Masjid Wali Sebagai Ruang Dakwah Sunan Kudus di Desa Jepang, Mejobo, Kudus Kastoro, Widiarsih; Mas'udi Mas'udi
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 14, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3203.849 KB) | DOI: 10.14421/jd.2013.14104

Abstract

Dalam usaha memasyarakatkan Islam ke seluruh pelosok Kudus, Sunan Kudus tidak hanya menempakkan sentralitas penyiaran agama di kawasan Kauman tempat berdirinya Masjid al-Aqsha atau Masjid Menara Kudus. Salah satu tempat didirikannya masjid luar dari kawasan Kauman adalah Masjid Wali Al-Ma’mur Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, yang masih memiliki keterhubungan sejarah dengan Masjid Menara Kudus, yang pembangunannya bertarikh tahun 956 H (1549 M). Realitas ini tampak dari kesamaan tata ruang yang mengitari Masjid Wali Al-Ma’mur Desa Jepang. Peletakan kuburan orang-orang berpengaruh di zamannya diletakkan di belakang masjid serupa dengan ditempatkannya makam  Sunan Kudus di belakang Masjid Menara Kudus.
KEMERDEKAAN INFORMASI: Catatan atas Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik Akhmad Rifai
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 9, No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3249.144 KB)

Abstract

Lahirnya rancangan Undang-Undang Kebebasan Informasi Publik itu sendiri dilatarbelakangi oleh beberapa pertimbangan yang mengarah pada terbentuknya masyarakat informasi. Pertama, informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengem-bangan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional. Kedua, hak dalam memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik. Ketiga, kebebasan memperoleh informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik. Keempat, pengelolaan informasi publik merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi. Tulisan ini bukan untuk mencermati keseluruhan isi yang telah tertulis dalam UU KIP tersebut, namun sekedar ingin memberikan catatan seperlunya. Catatan pada klausul-klausul yang mungkin agak kurang bisa diterima, baik dalam kaitannya dengan realitas hak keterbukaan atau kebebasan informasi publik itu sendiri maupun dalam kerangka dasar bangsa membangun negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat Indonesia yang transparan, partisipasitif dan akuntabel.
AISYIAH DI MUNA: Negosiasi Dakwah dan Politik Asliah Zainal
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3526.702 KB) | DOI: 10.14421/jd.2014.15102

Abstract

Indonesia menjadi satu wilayah jajahan kolonialisme bangsa barat dengan tiga gerakan (3G), yaitu glory, gold, dan gospel. Kedatangan Belanda dengan Gerakan 3G merupakan motif utama dalam upaya penyebaran agama Kristen ke berbagai pelosok Indonesia. Akibatnya muncul perlawanan dari bangsa Indonesia, baik dalam bentuk organisasi maupun individu. Salah satunya adalah Muhamadiyah dengan gerakan sosial, gerakan keagamaan yang dicirikan oleh reformasi dan pembaharuan pemikiran (tajdid). Begitu pula dengan organisasiAisyiah (1917) sebagai organisasi sayap perempuan Muhamadiyah. Dalam perkembangannya, Muhamadiyah dan Aisyiah dipersamakan oleh sifat kepemimpinanya yang tunggal dan tidak berganti (charismatic leader). Akan tetapi mempunyai nilai historisitas dan progresivitas kemajuan yang berbeda. Perbedaan keduanya dapat dilihat dari progresivitas yang dimiliki Aisyiah dan stagnasi yang dipunyai oleh Muhammadiyah sebagai organsisi induk. Oleh karena itu, penulis tertarik mengkaji progresivitas dan persoalan sosial politik yang melatarbelakangi perkembangan Aisyiah di Muna.Aisyiah di Muna menyuguhkan dua fakta, pertama, Aisyiah menyuguhkan potret bahwa kekuasaan tidak harus menindas (coercive). Kedua, Aisyiah sebagai proses negosiasi yang taktis dan substantif lewat dakwah bil hal. Entitas Aisyiah dengan kekuasaan produktifnya merupakan kekuatan sekaligus kerentanan. Kekuatan yang dibangun Aisyiah lewat sistem patronase, negosiasi politik, dan dakwah akan terus berlanjut sehingga melahirkan kekuasaan yang produktif.
BIMBINGAN KONSELING ISLAM KEPADA WARIA Isnaini Isnaini; Slamet Slamet
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 11, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.642 KB)

Abstract

Kehidupan agama menjadi suatu realitas dikotomis bagi waria.  Di  satu  sisi  waria  seringkali  dihadapkan dengan praktik seks bebas (pelacuran), minum-minuman sampai obat-obatan terlarang tetapi disisi lain waria  juga mempunyai kesadaran untuk hidup secara religius. Karena pada hakikatnya waria adalah juga manusia yang merupakan makhluk religius (homo  religious) dan memiliki hak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi keinginan tersebut terbentur dengan realitas sosial yang belum bisa menerima mereka. Hal ini merupakan daya tarik mengangkat  kegiatan bimbingan konseling Islam di Pondok Pesantren Waria Senin-Kamis  di  wilayah Notoyudan Yogyakarta yang menjadi wadah untuk  mendalami ilmu-ilmu agama Islam dan tempat untuk memfasilitasi kegiatan beribadah mereka.
DAKWAH PADA MASYARAKAT MUSLIM MINORITAS ETNIS BALI DI KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Mansur Mansur
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.476 KB) | DOI: 10.14421/jd.2015.16203

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada profesionalisme muballigh dalam mengakomodir berbagai keterbatasan masyarakat minoritas muslim etnis Bali di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Keterbatasan dakwah masyarakat muslim etnis Bali tidak hanya pada keterbatasan sarana dan prasarana dakwah tetapi juga keterbatasan muballigh dalam mengakses area ini. Keterbatasan juga terlihat pada kemampuan para muballigh dalam mengakomodir kesulitan menemukan waktu antara muballigh dengan masyarakatnya. Kesulitan-kesulitan ini terjadi karena berprofesi mereka yang variatif.  Data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisivasi dan analisis telaah dokumen, dengan prosedur analisis data yang digunakan adalah reduksi data (Data reduction), penyajian data (Data Display) dan verivikasi data (Conclusion Drawing). Penelitian ini menghasilkan bahwa pola dakwah pada masyarakat muslim minoritas di wilayah ini adalah pola ceramah. Efektifitas pola ini banyak kelemahan sehingga dikembangkan pola dialog terhadap tema-tema aktual di masyarakat. Upaya tranformasi nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak muslim di wilayah ini. dilakukan dengan beberapa cara : a. Pengajian dasar; b. Pengajian majelis taklim; c. Pengajian kitab kuning; d. Pengiriman anak mereka belajar di luar daerah; e. Melalui kesenian Islami (hadrah). Serta pola dakwah yang tepat untuk digunakan adalah dialog khusus membahas permasalahan sosial keagamaan yang dihadapi oleh masyarakat minoritas muslim di wilayah ini.
KECENDERUNGAN INTERNET ADDICTION DISORDER MAHASISWA FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI DITINJAU DARI RELIGIOSITAS A. Said Hasan Basri
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 15, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3730.118 KB) | DOI: 10.14421/jd.2014.15209

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi risiko mahasiswa untuk mendapatkan kecenderungan Internet Addicted Disorder. Hal itu dikarenakan status mahasiswa di perguruan tinggi untuk mendapatkan semua informasi. Di sisi lain, mahasiswa mudah terpengaruh oleh internet karena tidak memiliki pengendalian diri yang lemah. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara religiositas dengan kecenderungan Internet Addiction Disorder. Selain itu, sejauh mana perbedaan religiositas dan kecenderungan tersebut ditinjau dari jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Purposive sampling, sedangkan subyek penelitian ialah mahasiswa di Fakultas Dakwah dan Komunikasi yaitu mahasiswa laki-laki dan perempuan angkatan 2009-2011.Ada 148 mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini, 70 laki-laki dan 78 perempuan. Hasil Korelasi Pearson dengan menggunakan analisis product moment menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dan negatif antara religiositas dan kecenderungan Internet Addiction Disorder, dengan nilai (r) = 0,444 korelasi, dan p <0,01, itu adalah 0,000. Hasil analisis regresi dengan (R Square) adalah 0,468 yang menjelaskan religiositas memberi efek terhaadap kecenderungan Internet Addiction Disorder sebanyak 4,68%. Perbandingan hipotesa dengan menggunakan uji t juga menunjukkan bahwa ada perbedaan antara religiositas dan kecenderungan Internet Addiction Disorder dilihat dari jenis kelamin. Perbandingan tingkat riligiositas pada mahasiswa perempuan lebih tinggi daripada laki-laki dengan skor 70,04 untuk pria dan 71.04 untuk perempuan. Hasil derajat perbandingan kecenderungan Internet Addiction Disorder menunjukkan bahwa laki-laki 63,76 dan 66,09 untuk wanita.
SELF MANAGEMENT OPTIMALKAN POTENSI DA'I Siti Julaiha
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 9, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2102.573 KB)

Abstract

Seorang da'i, dituntut untuk menguasai ilmu yang komprehensif dan tentu saja dibarengi dengan akhlak yang mulia, karena sejatinya mutu dan penampilan da'i sangat menentukan kelemahan dan kekuatan dalam berdakwah. Memang melahirkan seorang da'i tidaklah mudah seperti halnya membalik telapak tangan, tetapi sebetulnya mengembangkan potensidiri seorang da'i yang handal lebih sulit manakala tidak ada perhatian serius yang dimulai dari diri pribadi seorang da'i. Betapapun seorangda'i telah memiliki retorika dakwah dan pengetahuan keislaman yang mendalam namun tidak bisa memanfaatkan atau mengembangkan potensi yang dimilikinya, maka ia akan ketinggalan zaman dan ditinggalkan oleh zaman. Salah satu altematif yang ditawarkan penulis dala m menjawab pertanyaan tersebut, sekaligus upaya membangun potensi diri seorang da'i adalah dengan tinjauan self management (pengelolaan diri) da'i.
Telaah Buku: Masjid yang Terbelah: Kontestasi Antaraliran Islam dalam Masyarakat Jawa Sri Suwartini
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.668 KB) | DOI: 10.14421/jd.2018.19207

Abstract

Judul                     : Masjid yang Terbelah: Kontestasi Antaraliran Islam dalam Masyarakat JawaPenulis                   : Ahmad SalehudinPenerbit                 : Cantrik Pustaka, YogyakartaTahun                     : 2018Jumlah Halaman       : xxii, 131 halaman

Page 10 of 33 | Total Record : 328