cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
ESOTERIK
ISSN : 24607576     EISSN : 225028847     DOI : -
Core Subject :
Esoterik: Jurnal Akhlak dan Tasawuf is academic journal published by Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri Kudus collaborated with Konsorsium Tasawuf dan Psikoterapi Indonesia (Kotaterapi). Esoterik: Jurnal Akhlak dan Tasawuf publish two times a year (each June and December). The focus of his study are Tasawuf, Sufism, Thariqah, Islamic Psychology, Islamic Psychotherapy, Spirituality, Mystical Experiences. Esoterik journal is open to lecturers, students and researchers who are interested in the above studies.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016)" : 20 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN KESOLEHAN SOSIAL DENGAN ZAKAT DAN WAKAF lestari, ana indah; Sari, Aulia Candra
ESOTERIK Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v2i2.1901

Abstract

Islam adalah agama yang mengatur semua lini kehidupan secara lengkap. Islam mengatur hubungan antara seorang hamba dengan Khaliq-nya (kesolehan individu), antara manusia dengan manusia yang lain (kesolehan sosial), dan juga mengatur hubungan antara manusia dengan alam sekitarnya (kesolehan lingkungan). Kehadiran Islam di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang tidak hanya dengan manusia, namun dengan Allah SWT sebagai sang Khaliq dan juga alam sekitar. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang upaya meningkatkan kesolehan sosial melalui ajaran zakat dan wakaf. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat merupakan ajaran Islam yang bersifat mengikat kepada setiap orang yang telah memenuhi syarat. Hakikat zakat adalah harta titipan Allah SWT yang harus dikeluarkan oleh seseorang untuk kemaslahatan bersama. Kemaslahatan yang ditimbulkan zakat dapat membersihkan jiwa dan harta pembayar zakat (Muzakki) dan dapat memberi ketenangan batin. Ini karena pembayar zakat (Muzakki) telah melaksanakan kewajiban yang ditentukan Allah SWT. Sedangkan wakaf merupakan bentuk mendonasikan sebagian harta untuk dimanfaatkan secara produktif oleh umat. Asset wakaf dapat digunakan untuk aktifitas tertentu dan juga untuk pelayanan publik sebagai bentuk kebaktian seseorang kepada bangsa dan perkhidmatan kepada para generasi yang akan datang. Wakaf merupakan amal jariyah untuk menumbuhkan jiwa kepedulian antar sesama yang pahalanya terus mengalir meskipun Wakif telah meninggal dunia.
Nabi Sulaiman, Magnum Opusnya Hedonisme Islami Khima, Aufal; Prameswari, Slamet Anam
ESOTERIK Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v2i2.1893

Abstract

Hedonisme Islami penting bagi dunia sekarang, masyarakat terperangkap dalam pola pikir pemuasan kesenangan diri dan berpaling dari dimensi batin, akibatnya tumbuhlah gaya hidup yang materialis dan hidonis. Hal ini menyebabkan penyimpangan-penyimpangan dalam berbagai hal. Seorang manusia yang tidak dibekali dasar iman yang kuat, mudah terpengaruh setiap budaya dan perubahan baru yang muncul dimasyarakat, sehingga pendidikan islami penting diberikan sejak dini dan secara kontinyu. Di samping itu, kita harus meneladani Nabi Sulaiman yang fenomenal dengan kekayaan dan kejayaan di masa hidupnya adalah orang yang setiap perbuatannya selalu dilandasi iman, bukan hawa nafsu. Kekayaan dan kejayaan tidak membuatnya buta tapi dijadikan sebagai media menegakkan agama Allah.
Kesehatan Mental Pelaku Sholat Tahajjud Muzdalifah, Muzdalifah
ESOTERIK Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v2i2.1963

Abstract

Research on "Mental Health of Tahajjud Pray Student’s  at STAIN Kudus to find out about the state of mental health of students who do Tahajjud Pray  in  STAIN Kudus. The method  is qualitative method.Data collection tools used were self observation . The data source is the subject of eleven   Student’s at  STAIN Kudus. Analysis of data using three pattern proposed by Miles and Huberman are data reduction, data presentation and conclusion at before, during and after the research process in the field.The results of this study showed that students who do Tahajjud pray are this can be seen from the characteristics that appear in them as follows: quiet soul, ability to control emotions, the spirit works, clearer mind and concentrate in dealing with problems, easy in finding sustenance, and avoid stress, a healthy body or away from the disease and increased social skills
MYSTICAL EXPERIENCE DALAM PRAKSIS DALAIL QUR’AN SEBAGAI PENANGGULANGAN DEGRADASI MORAL SANTRI DARUL FALAH JEKULO KUDUS Fitriyah, Anis; Na’mah, Lathifatun
ESOTERIK Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v2i2.1897

Abstract

Puasa Dalail Quran merupakan puasa tahunan الدهر)) dengan disertai membaca al-Quran 30 juz dalam jangka hatam 1 (satu) bulan. Adapun masa puasa ini adalah 1 (satu) tahun penuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa Dalail Quran memiliki banyak faidah yang biasa disebut dengan mystical experience. sebuah pengalaman yang mampu memberikan pengaruh terhadap pelakunya sehingga mereka dapat mengontrol emosi bahkan perilaku. dengan demikian, degradasi moral yang terjadi dapat ditanggulangi.
METODE TAFSIR ISYĀRIDALAM KITAB “HAQĀ-IQ AL-TAFSĪR” KARYA ABDUL-RAHMAN AL-SULAMI Zumrodi, Zumrodi
ESOTERIK Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v2i2.1962

Abstract

Al-qur’an adalah sumber ajaran dan petunjuk untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia. Al-Qur’an berisi  hal-hal yang bersifat global. Karena itulah, dibutuhkan suatu penafsiran. Tafsir adalah suatu aktifitas penjelasan ayat-ayat al-Qur’an sesuai kehendak Allah SWT. menurut kadar kemampuan manusia.Oleh karena itu, usaha penafsiran muncul  dengan berbagai metode, mulai dari tahlili, ijmāli, muqāran, mauḍū’i sampaihermeneutika.Kitab tafsir karya al-Sulami ini mempunyai spesifikasi dibanding yang lain. Keunikan tafsir al-Sulami ini terletak, pada semua ayat-ayat yang dipahami melalui isyarat-isyarat. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk menelaah kitab tafsir tersebut. Artikel inimngemukakan dua metode penafsiran al-Sulamiyaitu: metode “al-Istidlāl bi al-Syāhid ala al-Gā’ib” dan metode menangkap pesan utama (magza) dari suatu ayat. Metode al-Istidlāl bi al-Syāhid ‘ala al-Gā’ib adalah pengiasan sesuatu yang bersifat kongkrit dengan yang abstrak atau membawa makna dhahir ke makna  batin. Sedang yang dimaksud menangkap pesan utama suatu ayat adalah pemaknaan ayat yang tidak secara tekstual akan tetapi dipahami dari kandungan ayat. Untuk mencapai kompetensi al-Istidlāl bi al-Syāhid ‘ala al-Gā’ib dan kompetensi menangkap pesan utama ayat harus ada upaya penjernihan batin, menjahui kesombongan, meninggalkan kebiasaan berdosa, penghayatan dan konsentrasi ketika membaca al-Qur’an, yaitu dengan melalui tadabbur, taŹakkur, tafakkur, tayaqquẕdan huḍūr al-Qalb.Ketika menafsirkan ayat al-Qur’an, al-Sulami lebih banyak merujuk pada pendapat ahli tasawuf yang terkenal seperti: Ibnu Atha’, Ahmad Sahal al-Tustari, Ja’far al-Shadiq dan Junaid al-Baghdadi. Gagasan  asli dari al-Sulami sangat minim. Pendapat tokoh-tokoh sufi ini mempengaruhi al-Sulami dalam hal penyelarasan antara syari’at dan hakikat. Ayat-ayat al-Qur’an yang ditafsirkan secara isyāri mencakup pada berbagai bidang: keimanan, hukum, akhlak, kishah, sosial, dan ayat-ayatkauniyah atau ayat kealaman.
Komunikasi Transendental: Nalar-Spiritual Interaksi Manusia Dengan Tuhan (Perspektif Psikologi Sufi) Ainiyah, Nur; Isfironi, Mohammad
ESOTERIK Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v2i2.1898

Abstract

Komunikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manusia, manusia akan merasakan keterasingan jika tidak berkomunikasi, sejak sebelum lahir bahkan di alam ruh manusia melakukan komunikasi tansendental dengan Tuhan yang dikenal dengan komunikasi pertama yakni komunikasi primordial. Lebih lanjut kemudian manusia dengan nalar dan spiritualistasnya mencoba memahami tiap pesan verbal (tekt) yang ada dalam al-quran yang disampaikan Tuhan melalui Malaikat dan para Nabi. Selain pemahaman akan pesan verbal ini, manusia juga memahami tiap simbol non verbal dari tanda-tanda kebesaran Tuhan yang terhampar di alam semesta baik melalui bantuan teks maupun melalui proses nalar –spiritualnya. Dengan pemahaman Tuhan sebagai komunikator tunggal atas kekuasaan semesta serta kecintaan manusia akan tiap takdir dan fitrah yang Tuhan berikan maka tiap tahapan dari penerimaan pesan, keikhlasan menjalani pesan bahkan menjalani tiap fase komunikasi spiritual untuk dekat dan cinta terhadap tuhan dilakukan oleh manusia melalui jalan sufi atau jalan tasawuf. Proses penerimaan makna komunikasi transendental yang dimulai dengan Tobat, Wara’, Faqr, Sabar, Tawakkal dan Ridha. Merupakan proses komunikasi tansendental efektif yang dilakukan manusia dengan pendekatan keagamaan secara praksis agar manusia memperoleh ketenangan jiwa dan raga.
PERAN PEMUDA DALAM MENJAGA ISLAM YANG RAHMATAN LIL-‘ALAMIN (Pendekatan Tasawuf) Syamsuddin, Syamsuddin
ESOTERIK Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v2i2.1899

Abstract

Tulisan ini bertujuan Membendung faham radikalisme yang merupakan hal yang wajib kita lakukan, selain dengan mengantisipasi banyaknya pertumpahan darah, juga demi wajah Islam itu sendiri, sebagaimana Islam merupakan Agama yang damai, ramah, beradap serta Universal. Dengan demikian ini merupakan tugas besar terhadap kaum muslimin-muslimat umumnya dan pemuka agama (ulama’) khususnya untuk senantiasa menumbuhkan karakter Islam yang rahmatan lil’alamin kepada generasi muda, sebab dipunggung merekalah amanah ini akan dialaminya dan dipikulnya. Pemudalah yang akan menggantikan amanah ini nanti pada waktunya, namun tugas ini bukan sepenuhnya tanggung jawab para pemuka agama, melainkan tugas kita bersama dalam menumbuhkan karakter Islam yang rahmatan lil-‘alamin terhadap generasi muda sebagaimana pernah dicontohkan para pemuda terdahulu yang mampu mengangkat prestasi Islam dengan wajah Islam yang rahmatan lil-‘alamin, yaitu pada masa muda Nabi Muhammad dengan karakternya yang sesuai dengan apa yang dijelaskan sekarang dalam Al-Quran al-‘Adzim atau dalam berbagai buku sejarah yang mengindikasikan dengan wajah Islam rahmatan lil’alamin. Dimana beliau mampu menyebarkan Islam dengan ditemani para sahabat-sahabatnya yang mana sahabat-sahabatnya mayoritas para kaum muda, serta ajaran Islam ini mampu meyebar luas di muka bumi ini dengan perjuangannya serta sifat dan karakternya yang dijadikan panutan dalam menyebarkan Islam. Disinilah sebenarnya peran pemuda yang mampu memiliki kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan.
EKSISTENSI SEDEKAH BUMI DI DESA GONDANG MANIS KUDUS DALAM USAHA MENGOBATI PENYAKIT HATI (KETIDAKPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN) Fenomena Budaya dikaji dalam perspekstif Tasawuf dan Sains Modern Jalil, Muhamad
ESOTERIK Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v2i2.1895

Abstract

Sebagian masyarakat Indonesia masih terkena penyakit kufur nikmat. Terbukti dengan adanya kerusakan alam dimana-mana. Dalam tasawuf, kejahatan yang dilakukan manusia disebabkan oleh adanya hati yang sakit atau mati. Salah satu sarana untuk mengobati penyakit hati adalah sedekah bumi. Penelitian menggunakan library research dengan didukung studi lapangan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menjelaskan prosesi sedekah bumi di Gondangmanis; (2) menjelaskan upacara sedekah bumi di Gondangmanis Kudus sebagai sarana untuk mengobati penyakit hati (ketidakpedulian terhadap lingkungan); dan (3) menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam prosesi sedekah bumi. Hasil yang diperoleh adalah prosesi sedekah bumi di lakukan di dalam Masjid Jami’ dengan cara warga bermuhasabah dengan membaca tahlil. Usaha untuk mengobati penyakit hati ketidakpedulian terhadap lingkungan adalah dengan jalan muhasabah dengan cara bertobat, beristighfar, dan berdzikir dalam rangkaian tahlil. Nilai-nilai yang terkandung adalah syukur, peduli terhadap lingkungan, bangga terhadap identitas nasional, dan tanggung jawab sosial.
HUBUNGAN TASAWUF DENGAN MUSIK SPIRITUAL (AS-SAMĀ’) (Meneropong Kedalaman Sejarah, Sebagai Fenomena Mistisisme Spiritual ) Nasir, Amin
ESOTERIK Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v2i2.1961

Abstract

Pendidikan, dikenal banyak pada peradaban kuno; Khoudarta China dan India. Sebagai orang Yahudi Maret dan Kristen mistisisme, tasawuf Muslim. penggunaan musik pada sufi kuno dan modern masuk akal, yang merespon logika dan esensi dari mistisisme, dalam mistisisme bahwa, dalam banyak arti dan manifestasi kecenderungan filosofis atau kecenderungan untuk menyingkirkan komponen tanah liat manusia dari dunia dan lumpur, dan pergi ke dunia roh dan terlibat di dalamnya selamanya. Oleh karena itu, fungsi mendengar musik, sesuatu yang penting ketika sufi untuk mencapai mereka akhir spiritual. Mungkin Ibn Arabi mistik terkenal, dianggap sebagai salah satu Sufi atas yang dirawat subjek dalam tulisan-tulisan mereka dan musik spiritual metafisik pengobatan filosofis, tanpa India, Yunani, pengaruh Yahudi dan Kristen. Mendengar, musik telah menjadi fitur dari beberapa sufi, sementara beberapa sufi menolak. Sedangkan menurut orang lain antara dua posisi. Hal ini dimengerti bahwa Darwis dan pemimpinnya Jalaluddin Rumi dari pendukung terbesar sidang dan menari dzikir sufi. Karena sidang yang memfasilitasi irama kasih sayang untuk jiwa. Gerakan tari di Adhkaar eskalasi keinginan dan penjinakan yang sama, dan simbol dari gerakan siklis orbit, planet-planet dan semangat Drunken Bashq ilahi. Secara umum, sufi yang terkait dengan mendengarkan satu atau lain cara apakah mereka telah menggunakan rebana dan drum dan Almzahr Alnayat atau mereka hanya berbicara Situs tertimbang menurut penyanyi Maqamath dan melodi.
Perilaku Keagamaan Anak Dalam Keluarga; Belajar Dari Tingkah Laku Sufistik Anak Desa Mutih Wetan Wedung Demak Bastomi, Hasan
ESOTERIK Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, Jurusan Ushuluddin IAIN KUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/esoterik.v2i2.2447

Abstract

Anak merupakan dambaan bagi setiap orang tua, kehadirannya sangat dinantikan setiap keluarga, sebagai penerus keturunan orang tua. lingkungan keluarga sangat memberikan pengaruh dalam pembentukan keagamaan, watak serta kepribadiaan anak yang terkadang memunculkan sikap sufistik yang bisa dijadikan pelajaran, yaitu hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan, sehingga disadari benar bahwa seseorang berada di hadirat Tuhan. Perilaku sufistik anak Desa Mutih Wetan tergambar dalam; (1) Kebanyakan anak memiliki gagasan dan bayangan yang jelas tentang Tuhan. Dengan mudah mereka mengakui adanya kekuatan tertinggi yang suci. (2) Identitas sejati anak-anak terungkap ketika mereka berhubungan dengan pemandu batin mereka (Tuhan dalam diri mereka). Inilah cara hidup bawaan mereka yang spontan dan kreatif. (3) Anak-anak merasakan pengalaman dengan Tuhan melaui banyak cara. Hubungan itu berubah sejalan dengan pertumbuhan dan perubahan mereka. Tugas orantua mengingatkan anak-anak akan kekuatan Tuhan “Tuhan adalah Super Hero yang Mahakuat dan Tuhan selalu menghendaki yang terbaik”.

Page 1 of 2 | Total Record : 20