cover
Contact Name
Arsyad Ramadhan Darlis
Contact Email
arsyad@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jte.itenas@itenas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika
ISSN : 23388323     EISSN : 24599638     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ELKOMIKA diterbitkan 3 (tiga) kali dalam satu tahun pada bulan Januari, Mei dan September. Jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya pada Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, dan Teknik Elektronika.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Perancangan dan Analisis Perbandingan Implementasi OSPF pada Jaringan IPv4 dan IPv6 RAHMIATI, PAULINE; ARYANTA, DWI; PRIYADI, TAUFIQ AGUNG
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 2, No 1 (2014): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v2i1.40

Abstract

ABSTRAKOSPF (Open Shortest Path First) adalah suatu routing protokol bersifat terbuka dan didukung oleh berbagai perangkat network. IPv4 telah mencapai batas maksimum dalam jumlah alamat sehingga IPv6 merupakan solusi dalam hal tersebut. Seperti IPv4, IPv6 juga sudah mulai diimplementasikan untuk routing protokol OSPF, oleh karena itu pada penelitian ini akan dirancang suatu routing protokol OSPF IPv6 dan sebagai bahan perbandingan akan dibandingkan dengan OSPF IPv4. Software Cisco Packet Tracer 5.3 digunakan untuk mensimulasikan perancangan jaringan yang dibuat. Pada penelitian ini akan dibandingkan 2 buah jaringan berbasis routing protokol OSPF, yaitu OSPF untuk IPv4 dan IPv6. Skenario pertama dilakukan 100 kali dalam 5 kasus untuk mengetahui nilai delay OSPF IPv4 dan OSPF IPv6. Skenario kedua dilakukan pemutusan link dilakukan sebanyak 30 kali, hal yang dilihat dari pengujian ini adalah hasil trace route dari cost yang ada. Skenario ketiga dilakukan dengan mengamati waktu konvergensi dari OSPF IPv4 dan IPv6. Secara keseluruhan nilai delay OSPF IPv6 lebih kecil dibandingkan dengan OSPF IPv4 sebesar 3-6%, Trace route dan nilai cost pada OSPF IPv6 dan OSPF IPv4 sama tetapi nilai delay OSPF IPv6 lebih kecil sebesar 3-6% dan waktu konvergensi OSPF IPv4 bernilai sama dengan OSPF IPv6 yaitu 10 detik.Kata kunci: OSPF, IPv4, Ipv6, delay, konvergensiABSTRACTOSPF (Open Shortest Path First) is a routing protocol that opened and supported by a wide range of network devices. IPv4 has reached the maximum limit on the number of addresses that IPv6 are a solution in this case. Same as IPv4, IPv6 also has begun to be implemented for the OSPF routing protocol, therefore this study wiould design an IPv6 OSPF routing protocol and as a comparison will be compared to IPv4 OSPF. Cisco Packet Tracer 5.3 software was used to simulate the made network design. This research would compare two pieces of network-based routing protocol OSPF, OSPF for IPv4 and IPv6. The first scenario was done 100 times in of 5 cases to determine the value of delay OSPF OSPF IPv4 and IPv6. The second scenario was carried out link terminations 30 times, it was seen from the tests was the result of trace route from the existing cost. The third scenario was done by observed at the convergence time of OSPF IPv4 and IPv6. The overall delay value OSPF IPv6 better than IPv4 OSPF by 3-6%, the trace route and the OSPF cost value of IPv6 and IPv4 OSPF were same but delay OSPF IPv6 was better 3-6% and convergence time was the same as IPv4 OSPF OSPF IPv6 as 10 seconds.Keywords: OSPF, IPv4, IPv6, delay, convergence
Indeks Subjeks dan Indeks Pengarang -, - INDEKS
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 7, No 2 (2019): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v7i2.%p

Abstract

Indeks Subjeks dan Indeks Pengarang
Desain dan Implementasi Virtual Laboratory Materi Osilator Analog berbasis IC OP-AMP FUADA, SYIFAUL; WIBOWO, AJI WIDHI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 2 (2016): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i2.134

Abstract

ABSTRAK Laboratorium virtual merupakan salah satu platform laboratorium modern yang dapat mendukung kegiatan praktikum yang berjalan secara tradisional (Hand-on Laboratory).Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan mengimplementasikan Virtual Laboratory pada materi pembangkit sinyal dengan subtopik: Wien Bridge sebagai osilator RC, Hartley dan Colpitts sebagai osilator LC dan Astable Multivibrator sebagai osilator relaksasi,yang dibangun berbasis IC Operational Amplifier (OP-AMP).Jenis penelitian ini merupakan R&Dyang terdiri dari enam tahapan, yaitu:konsep, desain, pengumpulan bahan, pembuatan, pengujian dan pendistribusian. Aplikasi perangkat lunak berbasis dekstop ini telah diuji secara fungsional dengan 6 (enam) aspek parameter yakni:uji polaritas kapastor; uji wiring; uji mode frekuensi dan mode perioda pada alat ukur frequency generator; uji specific decission pada trainer kit osilator hartley dan colpitts; uji kesesuaian antara frekuensi ouput dari masing-masing osilator dengan perhitungan teorema dan hasil percobaan sesungguhnya; dan uji kualitas media. Hasil secara keseluruhan telah sesuai dengan ekspektasi didalam story board. Kata kunci: IC OP-AMP, Osilator analog, Laboratorium virtualABSTRACTThe Virtual Laboratory is as one of modern laboratory platform which able to supportthe hand-on worklab. The goal of this research are for designing and implementing a Virtual Laboratory of signal generator material with subtopics i.e. the Wien Bridge as an RC oscillator, the Hartley and Colpitts as LC oscillator and the astable multivibrator as relaxation oscillator which assembled based on Operational Amplifier Integrated Circuit (OP-AMP).This research is R&D type which consists of six stages, i.e. concept, design, materials collection, assembling, testing and distribution. This desktop-based software application has been functionally tested with six aspect of parameters such as: capacitor polarity testing; wiring testing; testing of frequency mode and period mode in frequency counter instrument; Specific decission test of the hartley and colpitts oscillator; fit-test for comparasion results between output frequency from each of oscillators with theorem calculations and actual experimental results; and quality test of media. The overall results was in line in expectations based on the story board.Keywords: Analog oscillator, IC OP-AMP, Virtual Laboratory
Indeks Subjeks dan Indeks Pengarang -, - INDEKS
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 2 (2017): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i2.

Abstract

Indeks Subjeks dan Indeks Pengarang
Antena J-Pole Berbahan Aluminium Rod pada Komunikasi Handy Talky ARYANTA, DWI; LIDYAWATI, LITA; AKMAL, MULIA EZA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v6i3.367

Abstract

ABSTRAKPerangkat komunikasi Handy Talky (HT) yang ada saat ini masih relatif banyak dipergunakan mengingat nilai ekonomis yang dimilikinya. Pada beberapa tipe, perangkat ini memiliki kekurangan dalam hal jangkauan. Penelitian ini bertujuan untuk merealisasikan dua buah antena J-Pole menggunakan bahan aluminium rod yang diaplikasi pada perangkat HT pada frekuensi 144 MHz. Hasil realisasi kedua antena diperoleh gain antena 1 dan 2 masing-masing sebesar 6,23 dB dan 6,34 dB, dimana VSWR didapatkan sebesar 1,27 dan 1,16. Nilai Return Loss pada antena 1 dan 2 masing-masing sebesar -18,58 dB dan -22,48 dB. Antena J-Pole yang diaplikasikan dapat menambah jarak jangkau HT yang digunakan sejauh 2,46 km dari penggunaan antena existing.Kata kunci: J-Pole, Handy Talky, VSWR, Gain, Omnidirectional. ABSTRACTHandy Talky (HT) communication devices that exist today are still relatively widely used considering the economic value it has. In some types, this device has a deficiency in terms of range. This study aims to realize two J-Pole antennas using aluminum rod material applied to HT devices at a frequency of 144 MHz. The second antenna gain result obtained antenna gain 1 and 2 respectively equal to 6.23 dB and 6.34 dB, where VSWR got equal to 1.27 and 1.16. Return Loss values on antennas 1 and 2 are respectively -18.58 dB and -22.48 dB. The applied J-Pole antenna can increase the range of HT used as far as 2.46 km from the use of existing antenna.Keywords: J-Pole, Handy Talky, VSWR, Gain, Omnidirectional
Implementasi Visible Light Communication (VLC) Pada Sistem Komunikasi DARLIS, ARSYAD RAMADHAN; LIDYAWATI, LITA; NATALIANA, DECY
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 1, No 1 (2013): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v1i1.13

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi telah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, terutama untuk bidang komunikasi. Hal ini terbukti dengan banyaknya media komunikasi baik itu nirkabel dan kabel. Pada penelitian ini dimanfaatkan cahaya tampak sebagai media dalam sistem komunikasi, dimana selama ini cahaya hanya digunakan sebagai penerangan saja. Visible Light Communication (VLC) adalah sebuah teknologi komunikasi yang memanfaatkan pancaran cahaya tampak dari lampu pada sistem komunikasi. Sistem komunikasi visible light ini terdiri dari pemancar dan penerima. Pemancar terdiri dari Light Emitting Dioda, audio transformator dan baterai, dan pada penerima terdiri dari solar cell dan photodioda, amplifier dan catu daya. Hal-hal yang dapat mempengaruhi hasil output sistem komunikasi adalah jarak, terang cahaya lampu pemancar dan cahaya luar. Pada penelitian ini, komunikasi menggunakan VLC dapat dilakukan pada jarak pengiriman data sebesar 2,5 m dan dengan range frekuensi 600 Hz sampai dengan 45 kHz dimana data dapat disalurkan dengan baik.Kata kunci: Visible light, Sistem komunikasi, Light Emitting Dioda, solar cell, photodioda.ABSTRACTTechnological developments have shown a significant increase, especially in the field of communication. This is proved by the many communications media using both wireless and wired. This study utilized the visible light as a medium of communication system, which has been used as an illumination light only. Visible Light Communication (VLC) is a communication technology which utilize visible light emitted from the lamp in the communication system. The visible light communication system consists of a transmitter and receiver. The transmitter consists of a Light Emitting Diode, audio transformer and battery, and the receiver consists of a solar cell and a photodiode, amplifier and power supply. Things that can affect the output of the communication system is the distance, bright light and outdoor light. In the research, the results that obtained from this study is the data transmission distance of 2.5 m and a frequency range of 600 Hz to 45 kHz data can be routed properly.Keywords:  Visible light, Communication systems, Light Emitting Dioda, solar cell, photodioda.
Dynamic Spatial Diversity Combiner pada Kanal Fading ARYANTA, DWI; LONDONG ALLO, RIENZY PRATAMA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 7, No 3 (2019): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v7i3.466

Abstract

ABSTRAKKanal transmisi radio berkontribusi pada terjadinya efek fading yang dapat berpengaruh pada terjadinya penurunan kualitas sinyal pada penerima. Salah satu solusi yang digunakan untuk menekan efek fading adalah penggunaan Spatial Diversity di sisi penerima. Pada penelitian ini digunakan suatu teknik Dynamic Spatial Diversity Combining yang memadukan Selection Combining, Equal Gain Combining, dan Maximal Ratio Combining untuk mendapatkan kinerja combiner yang lebih efektif dan efisien. Simulasi dilakukan dengan menggunakan modulasi BPSK pada beberapa jenis kanal yaitu Rayleigh, Rician, Nakagami-m, Weibull, dan Suzuki. Hasil simulasi MATLAB menunjukkan bahwa secara umum kanal yang mendapatkan perbaikan kinerja penerimaan, dimana nilai terendah sebesar 2 dB terjadi pada kanal Suzuki dan tertinggi sebesar 4 dB pada kanal Weibull.Kata kunci: fading, spatial diversity, rayleigh, rician, weibull, nakagami, suzuki. ABSTRACTRadio transmission channels contribute to the occurrence of fading effects that can affect the decrease in signal quality at the receiver. One solution that is used to suppress fading effects is the use of Spatial Diversity on the receiving side. In this research, a Dynamic Spatial Diversity Combining technique is used which combines Selection Combining, Equal Gain Combining, and Maximal Ratio Combining to get a more effective and efficient combiner performance. Simulation is done using BPSK modulation on several types of canals, namely Rayleigh, Rician, Nakagamim, Weibull, and Suzuki. The MATLAB simulation results show that in general canals that get improved performance, where the lowest value of 2 dB occurs on the Suzuki channel and the highest is 4 dB on the Weibull canal.Keywords: fading, spatial diversity, rayleigh, rician, weibull, nakagami, suzuki.
Alat Monitoring Infus Set pada Pasien Rawat Inap Berbasis Mikrokontroler ATmega 8535 NATALIANA, DECY; TARYANA, NANDANG; RIANDITA, EGI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 1 (2016): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i1.1

Abstract

ABSTRAKMetode yang digunakan untuk mengetahui volume cairan Infus adalah dengan cara mendeteksi tetesan yang berada pada chamber Infus. Tetesan dideteksi oleh sensor cahaya yaitu LED infra merah dan photodioda. Sinyal tegangan dari sensor dikondisikan dengan IC komparator LM339 . Mikrokontroler ATmega 8535 digunakan sebagai pengolah data  I/O dari komparator sehingga informasi dari parameter  yang dimonitor dapat ditampilkan pada LED dan LCD serta bunyi buzzer. Tegangan keluaran sensor infra merah saat mendeteksi tetesan adalah sebesar 1,02 V sedangkan saat tidak mendeteksi tetesan tegangan keluaran sebesar 180 mV. Parameter yang dapat dideteksi dari alat ini diantaranya jumlah tetesan per menit dengan maksimal jumlah tetes / menit yang dideteksi sebesar 255 tetes, peringatan bila tetesan tidak terdeteksi selama 10 detik dan peringatan bila cairan Infus akan habis (± 50 ml). Suara yang dihasilkan buzzer masih terdengar jelas dan tidak berbahaya bagi pendengaran perawat berdasarkan nilai ambang batas tingkat kebisingan meskipun keadaan di ruangan perawat dalam kondisi ramai.Kata kunci: Infus set, intravena, photodioda, infra merah, mikrokontroler ATmega 8535, Infus. ABSTRACTThe method used to know the volume of Infusion fluid is detecting droplets that are on Infusion chamber. The droplets are detected by the light sensors is infrared LED and  photodiode. The voltage signal from the sensor is conditioned by the digital comparator IC LM339. ATmega microcontroller 8535 is used as a data processor of the comparator output so that information from the monitored parameters can be displayed on the LCD and LED and buzzer flame. The output voltage when infrared sensors detect a drop is 1.02 V, while sensor does not detect a drop the output voltage drops is 180 mV. Parameters that can be detected from these tool include the number of drops per minute with a maximum number of drops / min was detected at 255 drops, a warning when the droplets are not detected for 10 seconds and a warning when Infuse fluids will run out (± 50 ml). Buzzer?s sound still clearly audible and not dangerous for nurse?s hearing based on noise level threshold value though the situation in the nurse?s room in crowded conditions.Keywords: Infusion sets, intravenous, photodioda, infra red, microcontroller, Infusion.
Perancangan Alat Ukur Digital untuk Tinggi dan Berat Badan dengan Output Suara berbasis Arduino UNO AFDALI, MUHAMMAD; DAUD, MUHAMMAD; PUTRI, RAIHAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1 (2017): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.106

Abstract

ABSTRAKAlat pengukur tinggi badan dan penimbang berat badan yang sekaligus memberikan informasi berat badan ideal akan sangat bermanfaat bagi para pengguna. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, dirancang dan direalisasikan suatu alat ukur yang sekaligus dapat mengukur tinggi badan dan berat badan serta memberikan informasi ideal atau tidaknya berat badan yang terukur. Alat ukur ini menggunakan Arduino Uno sebagai otaknya, sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan, dan sensor strain gauge untuk mengukur berat badan. Data dari kedua sensor tersebut diolah oleh Arduino untuk mendapatkan indeks massa tubuh (IMT) dan berat badan ideal (BBI). Nilai tinggi badan, berat badan, dan berat badan ideal akan ditampilkan pada LCD. Selanjutnya, informasi suara menyangkut kondisi berat badan yaitu ideal, gemuk, atau kurus akan dikeluarkan oleh speaker. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data maka diperoleh nilai persentase keberhasilan rata-rata pada pengukuran tinggi badan adalah 96,80% dan pada pengukuran berat badan adalah 99,04%. Sedangkan tingkat keberhasilan penampilan informasi suara adalah 95%.Kata kunci: Alat ukur digital, tinggi badan, beratbadan, Arduino, output suara.ABSTRACTAn instument for measuring height and weight while providing information ideal weight for users will be very helpful. Therefore, in this study, it was designed and realized a measuring instrument which can simultaneously measure the height and weight as well as providing the ideal information whether or not the weight measured. This instrument uses an Arduino Uno as the brain, the ultrasonic sensor to measure the height and strain gauge sensor for measuring weight. Data from the sensors is processed by the Arduino to get a body mass index and ideal weight. The values of height, weight, and ideal weights will display on LCD. Furthermore, voice information regarding the ideal conditions of weight, namely ideal, fat, or thin will be emitted by a speaker. Based on test results and data analysis, obtained that values of the average percentage of success at the height measurement was 96.80% and the weight measurement was 99.04%,respectively. While the success rate of emitting the sound information is 95%.Keywords: Digital measuring instrument, height, weight, Arduino, sound output.
Pengendalian Kamera berdasarkan Deteksi Posisi Manusia Bergerak Jatuh berbasis Multi Sensor Accelerometer dan Gyroscope MELITA, RAHMI AGUS; BHASKORO, SUSETYO BAGAS; SUBEKTI, RUMINTO
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 6, No 2 (2018): ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v6i2.259

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menyajikan pengembangan sistem surveillans berbasis multisensor secara portable dengan memberikan peringatan terkait aktifitas yang tidak biasa. Sistem menginformasikan pengguna atau pengasuh melalui email ketika mendeteksi aktifitas yang abnormal, seperti gerakan jatuh (lansia atau anakanak). Penelitian ini menggunakan multisensor antara lain accelerometer, gyroscope, dan menambahkan sensor kamera untuk membuat informasi lebih akurat. Evaluasi dibagi menjadi dua kategori. kategori pertama adalah deteksi jatuh manusia, dan kategori kedua adalah menangkap gambar. Hasil evaluasi mendeteksi gerakan jatuh adalah accuracy sebesar 88%, recall 88%, specificity 88%, dan precision 93%. Selain itu, hasil evaluasi pengambilan gambar adalah accuracy 86% dengan ketepatan pergerakan kamera ke arah objek sebesar 51%.Kata kunci: bergerak jatuh, kamera, internet of things, accelerometer, gyroscope, fuzzy logic. ABSTRACTThis research presents the development of multi-sensor based portable surveilance system with intrusion alert notification. The system will notify theuser or caregiver by email immediately when an abnormal activity is detected, such as falling motion (elderly or children). This research using multisensor there are accelerometer, gyroscope, and adding camera sensor to make information more accurate. The evaluation divided into two categories. first category is human falling detection, and second category is capturing image. The result of falling detection are 88% for accuracy, 88% for recall, 88% for specificity, and precision is 93%. The result of capturing image are 86% for accuracy 86%, with camera motor movement precision is 51%.Keywords: falling motion, camera, internet of things, accelerometer, gyroscope, fuzzy logic.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1: Published January 2026 Vol 13, No 4: Published November 2025 Vol 13, No 3: Published July 2025 Vol 13, No 2: Published April 2025 Vol 13, No 1: Published January 2025 Vol 12, No 4: Published October 2024 Vol 12, No 3: Published July 2024 Vol 12, No 2: Published April 2024 Vol 12, No 1: Published January 2024 Vol 11, No 4 (2023): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektr Vol 11, No 4: Published October 2023 Vol 11, No 3: Published July 2023 Vol 11, No 2: Published April 2023 Vol 11, No 1: Published January 2023 Vol 10, No 4: Published October 2022 Vol 10, No 3: Published July 2022 Vol 10, No 2: Published April 2022 Vol 10, No 1: Published January 2022 Vol 9, No 4: Published October 2021 Vol 9, No 3: Published July 2021 Vol 9, No 2: Published April 2021 Vol 9, No 1: Published January 2021 Vol 8, No 3: Published September 2020 Vol 8, No 2: Published May 2020 Vol 8, No 2 (2020): ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektro Vol 8, No 1: Published January 2020 Vol 8, No 1 (2020): ELKOMIKA Vol 7, No 3 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 3: Published September 2019 Vol 7, No 2: Published May 2019 Vol 7, No 2 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 1 (2019): ELKOMIKA Vol 7, No 1: Published January 2019 Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 3: Published September 2018 Vol 6, No 3 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 2 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 2: Published May 2018 Vol 6, No 1 (2018): ELKOMIKA Vol 6, No 1: Published January 2018 Vol 5, No 2: Published July - December 2017 Vol 5, No 2 (2017): ELKOMIKA Vol 5, No 1: Published January - June 2017 Vol 5, No 1 (2017): ELKOMIKA Vol 4, No 2: Published July - December 2016 Vol 4, No 2 (2016): ELKOMIKA Vol 4, No 1 (2016): ELKOMIKA Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Elkomika Vol 4, No 1: Published January - June 2016 Vol 3, No 2 (2015): ELKOMIKA Vol 3, No 2: Published July - December 2015 Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Elkomika Vol 3, No 1 (2015): ELKOMIKA Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Elkomika Vol 3, No 1: Published January - June 2015 Vol 2, No 2 (2014): ELKOMIKA Vol 2, No 2: Published July - December 2014 Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Elkomika Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Elkomika Vol 2, No 1: Published January - June 2014 Vol 2, No 1 (2014): ELKOMIKA Vol 1, No 2: Published July - December 2013 Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Elkomika Vol 1, No 2 (2013): ELKOMIKA Vol 1, No 1: Published January - June 2013 Vol 1, No 1 (2013): ELKOMIKA Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Elkomika More Issue