cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Tadulako
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 23551933     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kedokteran FKIK Universitas Tadulako.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KATETER DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RSUD UNDATA PALU Mutiarasari, Diah; Imelda M., Iis
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data yang ditemukan dari rekam medis menunjukkan tidak adanya angka kejadian infeksi saluran kemih yang terjadi karena penggunaan kateter pada tahun 2012 di RSUD Undata berbeda dengan teori yang menyebutkan pasien pengguna kateter beresiko terkena infeksi saluran kemih. Sedangkan pasien yang membutuhkan pemasangan kateter cukup banyak yakni pasien post-operasi dan pasien stroke. Mengetahui hubungan antara lama penggunaan kateter dengan angka kejadian infeksi saluran kemih di RSUD Undata Palu.Rancangan penelitian cross sectional, sampel berjumlah 30 orang yang terdiri dari 13 orang dengan lama penggunaan kateter ≤ 3 hari dan 17 orang dengan lama penggunaan kateter > 3 hari yang dirawat di RSUD Undata Palu pada 2 April sampai 18 Mei tahun 2013. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Variabel penelitian ini adalah lama penggunaan dan infeksi saluran kemih.Dari hasil pengelolahan data chi square, menunjukkan bahwa p-value kurang dari 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara lama penggunaan kateter dengan infeksi saluran kemih pada pasien yang menggunakan kateter (p = 0,000).Terdapat hubungan antara lama penggunaan kateter dengan kejadian infeksi saluran kemih (p = 0.000) dengan (α = 0.05).Diharapkan agar keluarga dan petugas kesehatan dapat melakukan perawatan pada kateter yang sedang terpasang, serta mengganti kateter tiap 3 hari untuk mengurangi resiko infeksi saluran kemih.Kata kunci : Lama penggunaan kateter dan infeksi saluran kemih, lama penggunaan kateter, infeksi saluran kemih, ISK.
FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ULKUS KAKI DEABETIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSU ANUTAPURA PALU Istiqomah Istiqomah; Asri Ahram Efendi
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian Diabetes Melitus (DM) di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun dan akan mencapai angka 21,3 juta orang pada tahun 2030. Sulawesi Tengah masuk dalam 17 provinsi dengan prevalensi DM di atas prevalensi nasional. Ulkus Kaki Diabetik (UKD) merupakan komplikasi kronik yang paling sering ditemui pada pasien DM, menyebabkan satu juta amputasi pada penyandang DM setiap tahunnya atau 1 kasus setiap 30 detik di seluruh dunia. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian terkait faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian UKD di RSU Anutapura Palu.Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko yang berhubungan terhadap kejadian ulkus kaki diabetik di RSU Anutapura PaluDesain penelitian menggunakan Cross Sectional dengan sampel penelitian sebanyak 54 orang, menggunakan sumber data primer (kuesioner) dan rekam medis RSU Anutapura Palu tahun 2013 yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Pengambilan sampel dilakukan secara Accidental Sampling. Olahan data ini dilakukan dengan cara editing, coding, entry dan tabulating, dengan penggunaan software SPSS versi 15.Uji hipotesis atau analisis bivariat menggunakan uji chi square dan untuk mendapatkan faktor risiko yang mempunyai hubungan paling erat dengan kejadian ulkus kaki diabetik maka digunakan analisis multivariat dengan uji regresi logistik  ganda  dengan  metode backward wald.Uji statistik menggunakan uji Chi Square dengan program SPSS versi 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (p = 0,012),lama menderita DM  (p = 0,020),  hipertensi (p = 0,007), hiperglikemia (p=0,006) , obesitas (p = 0,027), dan merokok ( p = 0,037) dengan kejadian UKD. Dengan menggunakan uji regresi logistik berganda metode backward wald, dari semua variabel independen, tidak ditemukan faktor risiko yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kejadian UKD.Terdapat enam variabel yang mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian UKD, yaitu usia, lama menderita DM, hipertensi, hiperglikemia, obesitas dan merokok. Namun dari enam variabel tersebut tidak ditemukan faktor risiko yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kejadian UKD.Kata kunci : Faktor risiko, Diabetes Melitus, Ulkus Kaki Diabetik
RASIONALITAS PEMBERIAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI RSUD UNDATA PALU TAHUN 2012 Sari, Puspita; Saputra, Oktoviandri
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit penyebab kematian di Indonesia, dan pemakaian obat yang tidak rasional merupakan salah satu masalah pada pusat pelayanan kesehatan yang banyak dihadapi oleh negara berkembang, pengobatan yang tidak rasional dapat berakibat pada resistensi bakteri terhadap antibiotik tertentu.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengumpulan data kualitatif, menggunakan rekam medis sebagai alat penelitian dengan sampel berjumlah 70 rekam medis pasien demam tifoid. Analisi data menggunakan analisis univariat untuk mendeskripsikan pasien dan analisis kriteria rasionalitas menurut Pedoman Pelayanan Medik PAPDI dan Buku Ajar Infeksi Penyakit dan Pediatri Tropis IDAI.Dari 70 sampel yang diperoleh, sampel dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok pasien berumur 12 tahun keatas dan kelompok pasien 12 tahun kebawah. Ketepatan indikasi pada kelompok 12 tahun keatas adalah 100% tepat, sedangkan pada kelompok 12 tahun kebawah 96,42%. Ketepatan obat pada kelompok 12 tahun keaatas adalah 100% tidak tepat, sedangkan pada kelompok 12 tahun kebawah hanya 7,14%. Ketepatan pasien pada kedua kelompok 100% tepat. Ketepatan frekuensi, dosis dan durasi pemberian pada kedua kelompok 10% tidak tepat.Dari 4 kriteria yang dapat diteliti, pengobatan pasien demam tifoid di RSUD Undata Palu Tahun 2012 dapat dikatakan tidak rasional, karena kriteria pengobatan rasional belum mencapai tepat 100% baik pada kelompok berumur 12 tahun keatas maupun 12 tahun kebawah.Kata Kunci: Rasionalitas Pemberian Antibiotik, Pasien Demam Tifoid.
HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PERAN TUTOR PADA TUTORIAL DENGAN PRESTASI BELAJAR DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS TADULAKO Kiay Demak, Indah Puspasari; Paulus, Etwien Reskinta
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Dalam dunia pendidikan kedokteran kurikulum Problem Based Learning (PBL) dipandang lebih efektif dibanding dengan metode konvensional Teacher Center Learning. Tutorial merupakan inti dari PBL yang dapat meningkatkan pemahaman dan pengembangan pengetahuan yang lebih baik. Kesuksesan tutorial tidak lepas dari peran tutor didalamnya, jika persepsi mahasiswa baik terhadap peran tutor dalam hal ini kinerja tutor dalam memimpin jalannya tutorial diharapkan prestasi belajar mahasiswa akan baik pula.Tujuan : Mengetahui hubungan persepsi mahasiswa terhadap peran tutor pada tutorial dengan prestasi belajar di Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako.Metode : Penelitian cross sectional dengan uji Chi-square. Dalam hal ini peneliti mencari hubungan antara variabel bebas (persepsi mahasiswa terhadap peran tutor)  dengan variabel terikat (prestasi belajar). Sampel berasal dari mahasiswa angkatan 2008, 2009, 2010, 2011 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel dengan teknik Total Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner.Hasil : Tidak terdapat hubungan antara persepsi mahasiwa terhadap peran tutor pada tutorial dengan prestasi belajar (p = 0,769 berarti p > 0,05)Kata kunci : PBL, Persepsi mahasiswa, Peran tutor, Prestasi belajar
PENGARUH LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) TERHADAP WAKTU PENUTUPAN LUKA SAYAT (Vulnus scissum) PADA MENCIT (Musmusculus) Usman, Abd Rachman; Salikunna, Nur Asmar
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Luka adalah rusaknya sebagian jaringan tubuh, segala aktivitas dalam kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan resiko terjadinya luka. Luka dapat dirawat sendiri oleh pasien dengan bahan yang efektif mematikan mikroba, tetapi dapat menimbulkan iritasi, resistensi dan infeksi yang harus diobati dengan obat yang lebih paten dan harganya semakin mahal. Secara tradisional, bekicot digunakan oleh masyarakat sebagai obat penyembuh luka.Tujuan : Mengetahui efek pemberian lendir bekicot (Achatina fulica) terhadap waktu penutupan luka sayat (Vulnus scissum) pada mencit (Mus musculus).Bahan & Metode :  Anastesi lidocain, lendir bekicot, alkohol 70%, dan pelet. Pada penelitian akan dilakukan pengamatan terhadap kelompok kontrol tanpa pemberian lendir bekicot dan kelompok perlakuan yang diberikan lendir bekicot 2x/hari.Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok perlakuan yang diberikan lendir bekicot lebih cepat waktu penutupan luka sayat dengan rataan waktu 6.75 hari sedangkan kelompok kontrol tanpa pemberian lendir bekicot (Achatina fulica)  rata-rata waktu penutupan luka 8.1 hari.Kesimpulan : Pemberian lendir bekicot (Achtina fulica) memiliki efek mempercepat penutupan luka sayat (Vulnus scissum) yang dapat ditinjau dengan terjadi pertautan kedua tepi luka.Kata kunci : Lendir bekicot, Luka sayat dan Mencit.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI KELURAHAN NUNU KECAMATAN TATANGA Patandianan, Ribka Elda; Suarayasa, Ketut; Towidjojo, Vera Diana
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara adalah segolongan penyakit akibat pertumbuhan sel-sel jaringan payudara yang tidak normal. Kanker diproyeksikan menjadi penyebab kematian pertama di dunia pada tahun 2010. Kanker merupakan penyebab kematian utama di negara maju, dan kedua di negara berkembang. SADARI adalah pemeriksaan/ perabaan sendiri untuk menemukan timbulnya benjolan abnormal pada payudara. SADARI hanya untuk mendeteksi dini adanya ketidak normalan pada payudara, tidak untuk mencegah kanker payudara. SADARI sebaiknya dilakukan selama sebulan sekali dan dianjurkan mulai melakukan SADARI pada usia 20 tahun karena pada umumnya pada usia tersebut jaringan payudara sudah terbentuk sempurna. Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia atau hsail tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan sebagainya). Sikap adalah respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek tertentu yang sudah melibatkan faktor pendapat dan emosi yang bersangkutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan tindakan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia subur (WUS) di Kelurahan Nunu Kecamatan Tatanga.Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian survei bersifat deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan cara proporsional cluster random sampling.Hasil Penelitian: Hasil penelitian pengetahuan responden di Kelurahan Nunu adalah baik sebanyak 93 orang (98,9%) dan cukup 1 orang (1,1%). Sikap yang positif mengenai SADARI yaitu sebanyak 90 orang (95,7%) sedangkan terdapat 4 orang (4,3%) yang memiliki sikap negatif. Tindakan SADARI yang melakukan (sebulan sekali selama 3 bulan terakhir) sebanyak 59 orang (62,8%) dan tidak melakukan (sebulan sekali selama 3 bulan terakhir) sebanyak 35 orang (37,2%).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna baik antara pengetahuan dengan tindakan maupun sikap dengan tindakan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita subur (WUS).Kata kunci : SADARI, pengetahuan, sikap, hubungan.
COMPARISON BETWEEN RECITATION METHOD AND NON RECITATION OF THE PRE PRACTICAL SESSION TEST (PPST) VALUE IN FACULTY OF MEDICINE ANDHEALTH SCIENCE, TADULAKO UNIVERSITY 2014 Kiay Demak, Indah Puspasari; Warsana, Kadek Agus
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Metode pembelaran resitasi adalah metode pembelajaran dengan cara  dosen  memberikan  tugas  kepada  mahasiswa  agar  mahasiswa  melakukan kegiatan  belajar  berdasarkan  tugas  tersebut  dan  tugas  tersebut  akhirnya  akan dipertanggungjawabkan. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat juga harus dilakukan di Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan agar dicapai hasil yang lebih maksimal.salah satu metode pembelajaran yang dapat menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa adalah metode pembelajaran resitasi. Atas dasar tersebut maka penelitian ini sangat perlu untuk dilakukan agar dapat dipilih metode yang paling depat demi tercapainya hasil pembelajaran yang lebih maksimal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment menggunakan desain eksperimen non equivalent (post test) control group desain secara kuantitatif untuk membandingkan metode pembelajaran resitasi dan non resitasi terhadap nilai Pre Practical Session Test (PPST) di Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako.Hasil: Pada  penelitian  ini,  diperoleh  nilai  probabilitas  (0,520>0,05).  Hal  ini  menunjukan bahwa hipotesis 1 ditolak, artinya tidak ada perbedaan peningkatan nilai PPST mahasiswa dengan metode pembelajaran resitasi. Hal tersebut juga menunjukan bahwa nilai PPST kelompok resitasi dan nonresitasi tidak memiliki perbedaan  rata-rata yang bermakna yaitu 2,51351 sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran resitasi tidak mempengaruhi nilai PPST mahasiswa. Hal ini disebabkan karena hasil belajar dipengaruhi oleh interaksi faktor internal dan faktor eksternal sedangakan metode belajar termasuk dalam salah satu dari faktor eksternal.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disipulkan bahwa metode pembelajaran  resitasi  tidak  dapat  meningkatkan  nilai  PPST  mahasiswa  PSPD FKIK  UNTAD  angkatan  2012  yang  berada  pada  blok  11  (  digestion and absorbsion) Kata kunci     : metode pembelajaran reistasi, nilai PPST, proses belajar, belajar,  faktor yang mempengaruhi hasil belajar
EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK BELIMBING WULUH (Averrhoa Bilimbi) TERHADAP MENCIT (Mus Musculus) YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT Hi. Himran, Angriana; Sabir, M.
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Di Indonesia belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) adalah tanaman yang mudah untuk ditemukan, terutama di Palu. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) banyak digunakan untuk bumbu dalam proses memasak, sebagai obat untuk gusi berdarah, dengan cara dikunyah. dan beberapa daerah di Kabupaten Morowali digunakan sebagai obat demam dengan dikunyah. Ini adalah latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak belimbing wuluh dalam keberhasilan untuk menurunkan demam pada mencit (Mus musculus).Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan  desain  penelitian pre test-post test control group desain, terdapat 5  kelompok yang diamati yaitu 3 kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak buah belimbing wuluh dan 1 kelompok kontrol negatif diberikan aquades dan 1 lagi kelompok kontrol positif diberikan paracetamol. Pada kelompok perlakuan diberikan terapi ekstrak belimbing wuluh secara oral dimasukan ke dalam tubuh mencit dengan menggunakan sonde. Variabel yang diamati yaitu suhu mencit.Hasil Penelitian : Hasil tes yang dilakukan pada kelompok kontrol negatif, bahwa tikus demam yang diberi akuades diperoleh sig 0,588 (p> 0,05) ini menunjukkan bahwa kelompok kontrol negatif tidak memberikan efek antipiretik pada mencit. Hasil pengujian dari kelompok kontrol positif, yang diberi parasetamol diperoleh sig 0,042 (p <0,05), menunjukkan bahwa kelompok kontrol positif menunjukkan efek penurunan demam pada tikus. Kemudian, tes yang digunakan adalah ONE WAY ANOVA. Pada tes ini, diperoleh nilai p (signifikansi) = 0,017 (p <0,05), yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan pada ketiga kelompok percobaan. Setelah itu, dilanjutkan dengan tes Post Hoc, dan itu diperoleh p <0,05 pada ekstrak belimbing wuluh diberikan dengan dosis 0,25 gram dan 1 gram.Kesimpulan : Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki efek antipiretik pada tikus (mus musculus)Keyword : Belimbing Wuluh, efek antipiretik.
HUBUNGAN SELF DIRECTED LEARNING READINESS DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA TAHUN PERTAMA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FKIK UNTAD Kiay Demak, Indah Puspasari; Pasambo, Trisnawanta Asih
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Self Directed Learning Readiness concept that requires students to be ready to plan, implement, and evaluate their own learning process can be used as a benchmark to measure the success of students in academic achievement in the learning environment.Purpose. The research was conducted to analyze the relationship of SDLR with academic achievement and pattern of SDLR for the first year student in Medical School of Tadulako University.Method. This research was an analytic study with cross-sectional approach. Subjects were 111 first year students. The score of SDLR was measured by a questionnaire. The correlation between the SDLR and academic achievement were analyzed by Spearman correlation test.Results. There were 68.5% students with high SDLR level and 31.5% students with medium SDLR level. The results of spearman test were 0.013 for p value and strength of correlation (r) 0.235.Conclusion. There is a significant correlation between SDLR and academic achievement of the first year medical student. However, this relationship is weak because of the multitude of factors that may affect the academic achievement of the students. Keywords: self-directed learning, readiness, academic achievement
THE COMPARISON OF INHIBITORY EFFECT BETWEEN ANTISEPTIC SOAP WITH BETEL LEAF EXTRACT (Piper betle Linn) ON THE GROWTH OF Escherichia coli Tiroyo, Amelia Julianty; Munir, Muhammad Ardi; Hutasoit, Gina Andhyka
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Infectious diseases are still a major cause of morbidity and mortality in developing countries. One of the most commonly way to prevent the spread of infectious diseases is washing hands with antiseptic soap. Recently, lifestyle back to nature is widely used by the public which is they using herbs. Betel leaves can be used as an antibacterial because it contains 4.2% of essential oil. Escherichia coli bacteria are the primary pathogens that cause infections in humans.Method. This research is a true laboratorial experimental research post test only control group. The test material used are LB soap, DT soap, 25% and 50% betle leaf extract, 1% povidone iodine as positive control and distilled water as negative control. Each treatment was replicated four times. Antibacterial effect determine by the extent of the inhibition zone formed.Result. The result shows that the average of inhibition highest test material is LB soap is 49,875 mm, followed by 50%, 25 % betel leaf extract and DT soap with each zone of inhibition formed is 27,05 mm, 23,525 mm, and 22,25 mm. For the positive control group had inhibitory zone is 29,525 mm, and the negative control was not formed inhibition zones. Statistical test results using Kruskal-Wallis had significance value p<0,05, which means there is a significant difference from the sixth treatment given to the growth of Escherichia coli.Conclusion. There are differences between the inhibition of antiseptic soap and betle leaf extract (Piper betle Linn) to the growth of Escherichia coli. Keyword. Antiseptic soap, Betel leaf extract (Piper betle Linn), Escherichia coli, antibacterial, inhibitory effect

Page 6 of 13 | Total Record : 124