cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP, Jalan Professor Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23033622     EISSN : 25487213.     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019" : 10 Documents clear
Analisis Hubungan KarakteristiK Pasien Peserta BPJS dengan Tingkat Kepuasan Pasien Peserta BPJS terhadap Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Darul Istiqomah Kendal Fanny Ardhitunggal Hakim; Chriswardani Suryawati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.7.3.2019.157-162

Abstract

 RS Muhammadiyah Darul Istiqomah Kendal merupakan RS tipe D yang ingin meningkatkan mutu pelayanannya setelah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Peningkatan mutu pelayanan berhubungan erat dengan tingkat kepuasan pasien. Untuk mengukur tingkat kepuasan pasien ada sepuluh indikator  yang dikembangkan Linder-pelz(1982) dalam krowinski antara lain accessibility/convenience;availability of resources; continuity of care; efficacy/outcomes of care; finances; humaneness; information gathering; information giving; pleasantness of surroundings; quality/competence.Desain penelitian ini cross sectional dengan pendekatan kuantitatif, jumlah sampel 120 dengan mengukur tingkat kepuasan antara karakteristik pasien yang meliputi umur; jenis kelamin; pendidikan; pekerjaan; penghasilan; status kepesertaan JKN dengan 10 indikator  yang dikembangkan Linder-pelz(1982).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden merupakan pasien peserta BPJS PBI dengan berpenghasilan < 1500000. Rata-rata pasien puas terhadap pelayanan rawat inap. Indikator dengan skor kepuasan tertinggi adalah indikator quality/competence(87,5%) dan dimensi dengan skor kepuasan terendah adalah dimensi availability of Resources (61,66%). Penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kepuasan (p=0,304), dan antara usia dengan kepuasan (p=0, 346), ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan kepuasan,  penghasilan dengan kepuasan, status kepesertaan BPJS dengan kepuasan, antara pendidikan dengan kepuasan (p=0,00).Kesimpulan dari penelitian ini untuk manajemen RSDI yang harus segera diprioritaskan Kesiap siagaan perawat, kelengkapan alat pemeriksaan kesehatan, kemudahan cara pembiayaan pelayanan, tidak adanya biaya tambahan untuk obat tertentu, keseragaman dalam pelayanan keperawatan, penyampaian informasi tindakan, penyampaian informasi keadaan klinis, kebersihan dan kenyamanan lingkungan RS dan kompetensi karyawan..   
Apakah Ada Pengaruh Terapi Bermain Puzzle Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Yang Mengalami Hospitalisasi Di Rs Bhakti Rahayu Surabaya Diani Octaviyanti Handajani; Nourma Yunita
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.7.3.2019.198-204

Abstract

Kecemasan hospitalisasi adalah Suatu perasaan subjektif mengenai ketegangan yang diakibatkan dampak hospitalisasi yaitu suatu keadaan seorang anak sakit yang membutuhkan adaptasi terhadap rumah sakit yang asing. Penelitian dilakukan dengan Pre-eksprimen dengan one group pra-post test design. Subjek Penelitian 32 anak, sampel 30 anak, accidental sampling, kuesioner pengukuran kecemasan Spence Children’s Anxiety Scale , uji Mc Nemar. Hasil Penelitian menunjukan setelah dilakukan terapi bermain puzzle jumlah anak mengalami kecemasan 11 anak (36,7%) dan anak yang dalam keadaam normal sejumlah 19 anak (63,3%). Analisis uji Mc Nemar p<α (0,05), nilai p = 0,002 < 0,05 maka H0  ditolak dan H 1 diterima.
Analisis Kebutuhan Tenaga Berdasarkan Beban Kerja Sebagai Dasar Perencanaan SDM Di Instalasi Farmasi RS. Permata Medika Semarang Bagus Ronggonundarmo; Sutopo Patria Jati; Farid Agushybana
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.7.3.2019.205-211

Abstract

Ketersediaan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan dengan kemampuan dan kualitas, serta professional merupakan indikator keberhasilan farmasi yang efektif dan efisien. Kecukupan tenaga masih kurang dikarenakan peningkatan jumlah resep namun tidak diimbangi jumlah tenaga sehingga meningkatkan beban kerja dan komplain pasien terkait lamanya waktu tunggu obat. Penelitian bertujuan menganalisis kesesuaian beban kerja dengan jumlah SDM dan mengetahui kendala pemenuhan jumlah tenaga.Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara dan observasi langsung. Informan utama adalah apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Informan triangulasi adalah kepala seksi penunjang medis,kepala bidang kepegawaian dan direktur rumah sakit.  Analisis data menggunakan rumus WISN berdasarkan data selama observasi, melakukan kategorisasi data, melakukan verifikasi dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan instalasi farmasi masih kekurangan SDM diketahui dari hasil perhitungan WISN dan wawancara dengan informan. Beban kerja farmasi belum sesuai karena jumlah pelayanan resep tidak diimbangi dengan jumlah tenaga, SPO pola dan distribusi ketenagaan belum dijalankan dengan baik dan jumlah sarana prasarana belum mencukupi. Pemenuhan tenaga sesuai beban kerja masih memiliki kendala disebabkan efisiensi biaya dan melakukan modifikasi tenaga untuk mengatasi beban kerja yang ada.Penelitian ini merekomendasikan penambahan tenaga disesuaikan beban kerja, menjalankan SPO dengan baik dan melengkapi sarana prasarana untuk meningkatkan pelayanan farmasi.
Hubungan Status Gizi Ibu Saat Hamil Dengan Berat Lahir Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Pegantenan Pamekasan Eka Pramudieta; Endah Mulyani; Rizka Esty Safriana; Aidha Rachmawati
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.7.3.2019.181-185

Abstract

AbstrakIbu  hamil  dengan  status  gizi  buruk atau mengalami  KEK  (Kurang  Energi  Kronis)  cenderung  melahirkan  bayi  BBLR  dan dihadapkan  pada  risiko  kematian  yang  lebih  besar  dibanding  dengan  bayi  yang dilahirkan  ibu  dengan  berat  badan  yang  normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan  antara  status  gizi  ibu  dengan  berat  bayi  lahir  di Wilayah Kerja Puskesmas Pegantenan Pamekasan pada  bulan Mei – Juni 2018. Jenis penelitian analtik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 40 orang dengan menggunakan simple random sampling diperoleh jumlah sampel 36 orang diuji menggunakkan uji chi square dan pengambilan data dilakukan dengan menggunakkan kuisioner. Ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Pegantenan Pamekasan pada bulan Mei – Juni 2018 hampir seluruhnya memiliki status gizi baik yaitu 80,6%, dan berat lahir bayinya hampir seluruhnya > 2500gr. Hasil uji chi-square diperoleh nilai p = 0,003 dan α = 0,05 maka p< α, artinya ada hubungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan antara status gizi ibu dengan bayi berat bayi lahir di wilayah kerja puskesmas pegantenan pamekasan. Kata Kunci : status gizi, ibu hamil, berat bayi lahir.
Evaluasi Penerimaan Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan Ibu Dengan Metode Tam Di Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo Martunus Martunus; Farid Agushybana; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.7.3.2019.212-216

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan bahwa pengumpulan data kesehatan ibu pada dinas kesehatan Kabupaten Bungo sering mengalami keterlambatan pengumpulan, kurang lengkapnya pengisian data dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyajikan data yang diperlukan. Salah satu model evaluasi yang dapat digunakan untuk menilai penerimaan dan penggunaan sebuah sistem teknologi informasi adalah evaluasi dengan menggunakan metode model penerimaan teknologi (Technology Acceptance Model atau TAM). Metode pada penelitian ini ialah oobservasional anallitik, menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel persepsi terhadap kemudahan, persepsi terhadap kemanfaatan dengan variabel sikap dan minat untuk menggunakan sistem informasi kesehatan ibu.  Tujuan penelitian ini adalah Menerapkan evaluasi penerimaan sistem informasi pelayanan kesehatan ibu dengan menggunakan metode TAM di dinas kesehatan Kabupaten Bungo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif. Subyek penelitian yaitu, bidan desa dan bidan koordinator di 19 puskesmas sejumlah 38 orang. Variabel persepsi terhadap kemudahan berpengaruh terhadap sikap untuk menggunakan SIK dengan nilai P-Value=0,000. Variabel persepsi terhadap kemudahan berpengaruh terhadap minat untuk menggunakan SIK dengan nilai P-Value=0,002. Variabel persepsi terhadap kemanfaatan berpengaruh terhadap sikap untuk menggunakan SIK  dengan nilai P-Value=0,003. Variabel persepsi terhadap kemanfaatan berpengaruh terhadap minat untuk menggunakan SIK dengan nilai P-Value=0,002. Perlunya ada pelatihan yang berkelanjutan terkait Sistem Informasi Kesehatan Ibu sehingga dapat meningkatkan keterampilan dan  menambah kepercayaan diri bidan dalam menggunakan Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan Ibu.
Model Pengadaan Obat dengan Metode ABC VEN Di RS X Semarang Siska Wulandari; Sugiarto Sugiarto
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.7.3.2019.186-190

Abstract

  Procurement of drugs at RS X was carried out unsystematically by the head of the RS Pharmacy Installation. This procurement causes the costs incurred by the Hospital to be unplanned and inefficient. The value of the use of active pharmaceutical supplies in 2016 with the number of pharmaceutical supplies of 2119 is worth Rp. 168,232,696 and the number of 2041 inactive supplies worth Rp. 533,260,268. The data shows the inefficiency of pharmaceutical supplies within 1 year which results in the use of budget funds less efficiently. The purpose of this study was to determine the role of the ABC VEN method as a basis for procurement systems in Hospital X.       The type of research conducted is quantitative, pre experimental using descriptive analytical methods with analysis of ABC and VEN methods. Samples were taken as much as 500 from the data of drug use for 1 year in RS X Pharmacy Installation.       The results of the study of 500 drug items with the ABC method found Group A 19.8%, Group B 40%, Group C 40.2%, the VEN method obtained group V 7.8%, Group E 88.8%, group N 3, 4%, with the ABC method VEN AV group 2%, AE 17.6%, AN 0.3%, BV 4.2%, BE 35%, BN 1.2%, CV 1.8%, CE 37%, CN 1.8%. The CE (C Essential) group is more due to its function as prevention and prevention of patient diseases. Before doing the ABC VEN method the inventory value is Rp. 6,188,183,555 and after the ABC VEN method was Rp. 5.833.095.547 with a difference of Rp. 355.089.998, (6.8%) of the total usage fee.        The conclusion of this study is that the system used by the Pharmacy Pharmacy Installation has not been efficient, causing losses for hospitals. Difference in inventory value before and after the ABC VEN method is Rp. 355,089,998. Suggestions are changing the old system to a new system through prior socialization and regulation.
Gambaran Kepesertaan JKN Tahun 2019 Silvia Nurvita
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.7.3.2019.217-222

Abstract

National Health Insurance (JKN) is a program of the National Social Security System with the principle of social health insurance that is mandatory for the Indonesian population under Law No. 40 of 2004. The National Health Insurance has been implemented by the BPJS since January 1, 2014. BPJS of Health is a public legal entity that coordinates directly under the President and in 2019 all Indonesian people have to become JKN participants to make Universal Health Coverage (UHC). The purpose of this study was to study the JKN participant in 2019. This study used a descriptive type of research. The subject of this study is the all population of Indonesia. This study will discuss the number of JKN participants, types of JKN participation, rights and obligations, procedures for registration, cost, and how to use a National Health Insurance card. The results of this study show data from BPJS of Health on August 8, 2014 that National Health Insurance participants 126,487,166 people from total population 257,5 million. JKN participation continues to increase every year until 2019. Data from BPJS Health of JKN participants as of April 1, 2019 amounted to 219,669,453 people with a total PBI-APBN 96,517,386 people, PBI-APBD 35,925,726 people, PPU – PN 17,279,621 people, PPU-BU 33,187,465 people, PBPU 31,600,985 people, and Not Workers 5,158,270 people. In 2019 all Indonesia people became JKN participants. The conclusion that the number of JKN participants continued to increase, April 1, 2019 JKN participants 219.669.453 people from total population 257,5 million and in 2019 Indonesia be expected UHC. Suggestions  this research, companies that have not yet register their employees in JKN and people have not yet become JKN participants are immediately register through the office / website BPJS of Health or care center 1500400, Mobile JKN, e-DABU.
Supervisi dan Ketersediaan Buku KIA Terhadap Penggunaan Buku KIA oleh Bidan Desa Muhdar Muhdar; Cahya Tri Purnami; Titi Suherni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.7.3.2019.7-14

Abstract

The high MMR of the government issued a Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia concerning the MCH Handbook, stating that the MCH Handbook is a tool for early detection of disorders or health problems for mothers and children, so that when the MCH handbook is not utilized properly it will be difficult to detect early on mothers and child. The purpose of this study was to determine factors: perception of supervision and availability of MCH books influenced the use of MCH books. This type of observational quantitative research is cross sectional. The population of all village midwives is 124 people who work in 16 puskesmas working areas in Kolaka Regency. Sampling was done by simple rondom sampling method, obtained as many as 55 people who met the inclusion and exclusion criteria. The analysis uses moment or sperman’s rho product analysis, and multivariate analysis with linear regression test. Results: perception perception variables with Pearson's R. correlation test obtained r = 0.244 and p = 0.73 where the value of p> 0.05 means that there is no significant relationship between perception of supervision with the use of the MCH handbook. Variable availability of MCH books with the Spearman correlation test, s Rho obtained r = 0.157 and p = 0.25 where p> 0.05, which means there is no significant relationship between the availability of MCH books with the use of MCH books. Conclusion: the study found that the perception of supervision and provision of MCH books did not significantly influence the use of MCH books in antenatal services by village midwives in Kolaka District. Suggestions Kolaka District Health Office needs to increase the role of periodic supervision and procurement of MCH books in accordance with the target number and availability of MCH books at health service sites.
Perilaku Berpantang Makan pada Ibu Hamil Suku Dayak di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat Siti Nurul Huda; Martha Irene Kartasurya; Sulistiyani Sulistiyani
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.7.3.2019.191-197

Abstract

Setiap daerah mempunyai pola makan tertentu khususnya pada ibu hamil yang disertai dengan kepercayaan akan pantangan, tabu, dan larangan terhadap beberapa makanan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa perilaku berpantang makan pada ibu hamil Suku Dayak di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Penelitian kualitatif dilakukan pada 5 ibu hamil sebagai informan utama. Informan triangulasi terdiri dari 2 orang tua yang tinggal satu rumah dengan ibu hamil dan satu dukun bersalin. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dan pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan content analysis. Jenis makanan yang dipantang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah. Alasan berpantang karena akan berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Penganjur untuk berpantang adalah orang tua / mertua, suami, dan keluarga terdekat / kerabat. Pantang makan masih dilakukan oleh ibu hamil dan makanan yang paling banyak dipantang adalah ikan. Diharapkan dapat meningkatkan KIE (Konseling, Informasi, dan Edukasi) kepada keluarga terdekat ibu hamil tentang pentingnya gizi seimbang dan pola makan yang baik bagi ibu hamil untuk mengubah persepsi yang salah tentang perilaku berpantang makan pada saat hamil.
Analisis Implementasi Total Quality Management (TQM) Pada Kasus Pending Klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Di RSUD Kendal Tahun 2018 Faik Agiwahyuanto; Shinta Octaviasuni; Moh. Umar Nauful Fajri
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.7.3.2019.15-24

Abstract

Background: Improvements in hospitals are needed to become a going concern hospital. One strategy that can be applied is Total Quality Management (TQM). TQM seeks continuous improvement of all hospital functions. The National Health Insurance Program (JKN) has been run by the Regional Hospital General Hospital (RSUD) Dr. H. Soewondo Kendal as of January 1st, 2014. Health financing is the most important part of implementing JKN held in hospitals by BPJS Kesehatan through submission of claims. During the implementation of JKN in Kendal General Hospital, problems were found between the difference between the visits of BPJS Health patients to hospitalizations and the Health BPJS visits claimed, thus causing pending cases of late claims. File claims that are late in submission will be included in the claim process the following month.Objective: Analyze the pending causes of the Health BPJS file based on TQM implementation.Method: This type of research uses qualitative phenomenological methods and case study research designs. The research subjects were 7 officers who were directly involved in the claim process. The research instrument is the patient claim file by paying BPJS Kesehatan. Data analysis using the Importance Performance Analysis (IPA) technique.Summary: Pending causes of claims from casemix manpower factors with educational background not medical records and lack of coding staff. The factor of the casemix section method is no Standard Operating Procedure (SOP) for claiming BPJS Health. Material factors still have claims files that cannot be submitted due to inappropriate SEP numbers or often purif. Casemix machine factors (INA CBGs) already use computers and printers. The money factor for hospital income was delayed due to pending claims and claims that failed to purify.Conclusion: The process of implementing the BPJS Health claim in Dr. Hospital H. Soewondo Kendal is in accordance with the theory but there are still file claims that are pending.Suggestion: Organize education to officers intensively and standardize the time of collecting investigations and operating reports to medical records so that the files will be claimed as soon as possible and sent to BPJS.

Page 1 of 1 | Total Record : 10