cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kelautan Tropis
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 14108852     EISSN : 25283111     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 435 Documents
Prediksi Perubahan Arus Akibat Reklamasi pada Pangkal Breakwater Barat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan Pendekatan Model Matematik Sugeng Widada
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 3 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.719 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i3.527

Abstract

Kebutuhan lahan dan dermaga, Pelindo III Tanjung Emas Semarang berencana melakukan reklamasi seluas 22,02 Ha menempel di sebelah barat pangkal break water barat pelabuhan. Daratan baru hasil reklamasi akan merubah bentuk garis pantai, maka dipastikan akan merubah pola arus yang selanjutnya berakibat pada pola transport sedimen dan sedimentasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mempredikasikan pengaruh reklamasi tersebut di atas terhadap pola arus di perairan sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, sehingga dapat dilakukan antisipasi dampak lanjutan yang mungkin terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif denganpendekatan pemodelan matematis. Data arus diperoleh melalui pengukuran menggunakan ADCP dan data pasut diperoleh dari pengamatan palem pasut. Sedangkan data batimetri diambil dari data hasil pengukuran yang dilakukan oleh Pelindo III sebelumnya.Model hidrodinamika yang digunakan dalam penelitian ini adalah model POM (the Princeton Ocean Model) untuk kasus model 2D. Hasil penelitian menunjukan pola arus di perairan pelabuhan Tanjung Emas dan sekitarnya dipredikasikan tidak mengalamai perubahan yang signifikan dengan adanya reklamasi seluas 22 Ha di pangkal break water barat pelabuhan tersebut. Namun demikian arus menjadi sangat lambat hingga kurang dari 0,1 m/det tepat disisi barat lahan reklamasi sehingga berpotensi terjadinya sedimentasi di lokasi tersebut. Demikian juga tepat di sebelah timur lahan reklamasi, arus saat pasang masuk ke kolam labuh dengan kecepatan 0,2 m/det dan keluar saat surut dengan kecepatan 0,06 m/det sehingga berpotensi terjadi sedimentasi di sisi barat kolam labuhKata Kunci: Pelabuhan, Pelindo, Arus, Reklamasi, Tanjung MasPelindo III Tanjung Emas Semarang planned reclamation area of 22.02 ha on the west base of the west break water to Tmeet the needs of the land and pier. The new land reclamation will change the coastline, then it certainly will change the current pattern which in turn resulted in sediment transport and sedimentation patterns. The research was conducted to determinethe reclamation effect to the current in the waters around the Tanjung Emas Port Semarang, so it can be anticipatted the continued impact that may occur. The method used in this research is quantitative method with a mathematical modeling approach. Current was measured using ADCP and the tide was observed by tide gauge While the bathymetric taken from data which measured by Pelindo III earlier. Hydrodynamic model used in this study is a model POM (the Princeton Ocean Model) for the case of 2D models. The results showed that the current in the waters of Tanjung Emas harbor and surrounding predicated not experiencing a significant change in the reclamation area of 22 hectares at the base of the break water west of the port. However, the current becomes very slow to less than 0.1 m / s in the west side of reclaimed land, so it potential occurrence of sedimentation in these locations. Likewise, just east of land reclamation, the current flows into the pond at a speed of 0.2 m / s and out with a speed of 0.06 m / s, so it potential occurrence of sedimentation.Keywords: Port, Pelindo, Currents, Reclamation, Tanjung Mas
Daya Serap Mangrove Rhizophora sp. Terhadap Logam Berat Timbal (Pb) Di Perairan Mangrove Park, Pekalongan Endang Supriyantini; Ria Azizah Tri Nuraini; Cintya Pramesthi Dewi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 1 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.48 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i1.1349

Abstract

Human activities in the Mangrove Park waters, Pekalongan area can  be increasing the present of heavy metal in acuatiq environmental and aquatic organisms. The purpose of this research is (1) to know the heavy metal content of Pb in water, sediment, root and mangrove leaves Rhizophora sp; (2) to know the level of Pb heavy metal pollution in Mangrove Park area; (3) Bioconcentration factor (BCF) on root and Rhizophora sp.This research was conducted in November 2015 and January 2016. The materials used in this study are water samples, sediments, roots, and leaves Rhizophora sp. The method of determining the location of research stations based on Purposive Sampling Method. Analyze heavy metal Pb using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) at the Laboratory of Center for Industrial Pollution Prevention Technology (BBTPPI). The results showed that in Mangrove Park waters, Pekalongan has not polluted Pb metal since it has not exceeded the determined threshold limit. The content of Pb in sediment is still below the specified quality standard of 12.06-14.77 mg / kg (November 2015) and 10.65-13.26 mg / kg (January 2016). The content of Pb at the root is 0.25-0.32 mg / kg (November 2015) and 0.15-0.47 mg / kg (January 2016). The content of Pb metal on leaves is 0.17-0.22 mg / kg (November 2015) and 0.17-0.59 mg / kg (January 2016). Based on the bioconcentration factor, the ability of Rhizophora sp. In accumulating Pb metals is low.  Kegiatan manusia di kawasan Perairan Mangrove Park, Pekalongan dapat meningkatkan kehadiran logam berat di lingkungan perairan dan organisme air. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kandungan logam berat Pb dalam air, sedimen, akar dan daun mangrove Rhizophora sp. di kawasan Mangrove Park Pekalongan;(2) mengetahui tingkat pencemaran logam berat Pb di kawasan Mangrove Park Pekalongan; (3) Mengetahui Biokonsentrasi Faktor (BCF) pada akar dan daun Rhizophora sp. Penelitian dilakukan pada bulan November 2015 dan Januari 2016. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah sampel air, sedimen, akar, dan daun Rhizophora sp. Metode penentuan lokasi penelitian berdasarkan Purposive Sampling Method. Analisis logam berat Pb menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) di Laboratorium Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI). Hasil penelitian menunjukkan di perairan Mangrove Park, Pekalongan belum tercemar logam Pb karena belum melebihi batas ambang yang ditentukan. Kandungan Pb dalam sedimen masih dibawah baku mutu yang ditentukan yaitu 12.06-14.77 mg/kg (November 2015) dan 10.65-13.26 mg/kg (Januari 2016). Kandungan Pb pada akar sebesar 0.25-0.32 mg/kg (November 2015) dan 0.15-0.47 mg/kg (Januari 2016). Kandungan logam Pb pada daun 0.17-0.22 mg/kg (November 2015) dan 0.17-0.59 mg/kg (Januari 2016). Berdasarkan factor biokonsentrasi, kemampuan Rhizophora sp. dalam mengakumulasi logam Pb tergolong rendah.  
Bakteri Simbion Karang Lunak Sinularia sp. sebagai Agen Antibakteri Sekar Widyaningsih; Nor Sa’adah
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 1 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.071 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i1.2454

Abstract

The disease caused by bacterial pathogen infection has become a major problem in the world of health. Therefore, it needs new bioactive compond to resolve that problem. Symbiotic bacteria of softcoral are one promising source. This is because symbiotic bacteria of softcoral have the same bioactive compounds as their host. Symbiotic bacteria were isolated from softcoral Sinularia sp. that collected from Tanjung Gelam Waters, Karimunjawa Jepara. The symbiotic bacteria screened for antibacterial activity against E.coli, Proteus sp., Enterobacter sp. and S. aureus with diffution agar method. One of ten symbiotic bacteria was active against, SNTGA 5, with inhibition zone 9.067 ± 0.305 mm against E coli, 8.533 ± 0.416 mm against S. aureus, 9.067 ± 0.058 mm against Enterobacter sp., dan 9.1± 0.557 mm against Proteus sp. The molecular identification based on partial 16S DNA, that active isolate was closely related to Pseudomonas stutzeri. Penyakit akibat infeksi bakteri patogen telah menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan. Oleh karenanya, diperlukan bahan aktif baru guna mengatasi masalah tersebut. Bakteri simbion karang lunak merupakan salah satu sumber yang menjanjikan. Hal ini karena bakteri simbion karang lunak memiliki senyawa bioaktif yang sama dengan inangnya. Bakteri simbion diisolasi dari karang lunak Sinularia sp. yang dikoleksi dari Perairan Tanjung Gelam Karimunjawa Jepara. Bakteri simbion diuji aktivitasnya terhadap E.coli, Proteus sp., Enterobacter sp. dan S. aureus dengan metode difusi agar. Satu dari 10 bakteri simbion memiliki aktivitas antibakteri, SNTGA5, dengan besar zona hambat 9.067 ± 0.305 mm terhadap E coli, 8.533 ± 0.416 mm terhadap S. aureus, 9.067 ± 0.058 mm terhadap Enterobacter sp., dan 9.1± 0.557 mm terhadap Proteus sp.. Identifikasi molekuler dilakukan dengan menggunakan PCR 16S DNA, dimana isolat yang aktif memiliki memiliki kekerabatan terdekat dengan Pseudomonas stutzeri. 
The Toxic Metal Arsenic Contamination of the Coastal Aquifers in the North Coast of Java, Indonesia Chrisna Adhi Suryono
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 2 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.18 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i2.518

Abstract

Pesatnya perkembangan industri dan aktivitas domestic di daerah pantai utara Jawa mendorong untuk perlunya dilakukan penelitian tentang kemungkinan adanya pencemaran logam Arsen (As) di akifer dangkal kota-kota Jakarta, Semarang dan Surabaya. Sebanyak 30 contoh air dari sumur-sumur yang berasal dari zona pemukiman di daerah pesisir dianalisis kandungan logam As dengan menggunakan teknik Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil analisis menunjukkan adanya kandungan logam As sebesar 59.65 μg L−1 di Jakarta. Rerata dan simpangan baku dari logam As di Jakarta, Semarang and Surabaya adalah 15.47 ± 18.79, 1.25 ± 2.05 and 0.59 ± 0.26 μgL-1. Terdapat korelasi yang nyata antara logam As dan Fe di airtanah. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kandungan logam As dan Fe di daerah akifer pantai utara Jawa masih berada di bawah ambang yang dipersyaratkan oleh Indonesian Drinking & Domestic Water Quality Standard for Ground Water and WHO’s (World Health Organization) Guideline Values for Drinking Water, kecuali untuk stasion 5 dan 6 dari Jakarta.Kata kunci: Arsen (As), AAS, akifer pantaiA study was conducted to assess the Arsenic (As) metal contamination of the shallow aquifers in Jakarta, Semarang, and Surabaya city of Java and its relation to the highly developed industrial and domestic activities in the coastal region. Arsen was assayed in the waters of 30 wells throughout the terrestrial cities, in residential zones using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) technique. Analysis of the As level revealed that high As contents were found primarily in Jakarta, to a maximum of 59.65 μg L−1. The mean and standard deviation of As in Jakarta, Semarang and Surabaya were 15.47 ± 18.79, 1.25 ± 2.05 and 0.59 ± 0.26 μgL-1, respectively. The groundwater As concentration shows a correlation with Fe significantly. It was concluded that the levels of As in some investigated 3 Indonesian metropolis cities were below the maximum allowable concentrations of metals recommended by Indonesian Drinking & Domestic Water Quality Standard for Ground Water and WHO’s (World Health Organization)Guideline Values for Drinking Water, except for station 5 and 6 of Jakarta.Keywords: Arsenic (As), AAS, coastal aquifer
Pertumbuhan ikan Nila Larasati (Oreochromis niloticus) di Tambak dengan Pemberian Ransum Pakan dan Padat Penebaran yang Berbeda Ali Djunaedi; Rudhi Pribadi; Retno Hartati; Sri Redjeki; Retno W. Astuti; Bintang Septiarani
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 2 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.261 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i2.840

Abstract

Red Nile Tilapia  of Larasati strain (Oreochromis niloticus)have capability to digest feed quite efficient, able to grow faster and diseases resistant.  They are also tolerant to high salinity and more resilent to environmental change, therefore very prospecytive to be cultivated in tambaks (brackishwater pond).  The objective of present work was to determine the effect of larvae stocking density and feed ration on the growth and survival rate of Nile Tilapia in brackishwater pond. The larvae was hacthed in freshwater and acclimatized gradually in brackishwater media and then reared ini cage size of 1x1x1,5meter3with different food ration (3, 5 and 7% body weight)andstocking density of 10, 15, 20 indv./m2).The result showed that the more food ration gave the better growth rate of larvae in stocking density of 10 and 15 indv./m2, the best food ration in 20 indv./m2 was 5% body weight. Upon that result it is recommended to  stock the alvae at level of 20 indv./meter and gave food of 5% per body weight.  The treatments was not influenced the survival rate of fish cultured.   Ikan Nila Larasati memiliki kemampuan mencerna makanan secara efisien, memiliki pertumbuhan yang cepat serta lebih resisten terhadap penyakit, daya adaptasi luas dan toleransinya yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan sehingga prospektif dibudidaya di tambak.  Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian tentang pengaruh padat tebar dan ransum pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan Nila Larasati yang dipelihara pada tambak air payau.  Ikan Nila Larasati dibenihkan di lingkungan air tawar dan diaklimatisasi secara bertahap di media air payau sebelum digunakan dalam penelitian ini. Percobaan pemeliharaan ikan Nila Larasati dilakukan pada karamba berukuran 1x1x1,5meter3dengan ransum pakan(3, 5 dan 7% bobot biomasa ikan) dan padat penebaran yang berbeda (10, 15, 20 ekor/m2).Hasil penelitian menunjukkan pemberian ransum pakan harian baik 3, 5 dan 7% perhari pada ikan nila dengan kepadatan 5, 10 dan 20 ekor/meter menunjukkan hasil pertumbuhan berat mutlak yang relatif baik, namun untuk efisiensi pakan disarankan untuk melakukan penebaran 20 ekor/meter dengan ransum 5% berat biomasa ikan perhari. Kelulushidupan ikan Nila Larasati tidak dipengaruhi oleh perlakuan.     
Jenis Pelarut Metanol Dan N-Heksana Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rumput Laut Gelidium sp. Dari Pantai Drini Gunungkidul – Yogyakarta Wahyu Bagio Leksono; Rini Pramesti; Gunawan Widi Santosa; Wilis Ari Setyati
Jurnal Kelautan Tropis Vol 21, No 1 (2018): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.447 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v21i1.2236

Abstract

Gelidium sp. the one of red seaweed which has potential as naturalantioxidant. The researh was to know the activity of methanol extract, n-hexane Gelidium sp., and determined totalphenolic compound of pigments (chlorophyll a and carotenoid). Decriptiveexplorative method was used in this research and it was taken from Drini Beach, Gunungkidul, Yogyakarta. Maseration to this sample was done by methanol as solvent, evaporated by rotary evaporator and partitied by n-hexane solvent with separatoryfunnel. Antioxidant activity was determined by transfer electron method using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) as free radicals. Totalphenolic compound being tested using Folin-Ciocalteu solution with gallic acid as standard and measured at a wavelength of 725 nm, while the chlorophylls were spectrophotometry method and measured at a wavelength of 663 nm and 646 nm as well as carotenoidswere measured at a wavelength of 470 nm. The results showed that IC50 value of methanol extract was 340,10 ppm and n-hexane was 66,25 ppm. IC50 value of methanol extract was categorized as very weak in antioxidant activity, while n-heksan extract was categorized as strong. Total phenolic content in each extract were 46,55 and 135,62 (mg GAE/g extract), chlorophyll a 8,47 and 10,88 (mg/g extract sample) and carotenoids 50,38 and 84,27 (μmol/g extract sample).  Gelidium sp. merupakan salah satu rumput laut merah yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol dan n-heksan Gelidium sp. (segar), menentukan kadar total fenolat dan pigmen (klorofil a dan karotenoid). Metode deskriptif eksploratif digunakan dalam penelitian ini dan diperoleh diambil dari Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta dibersihkan dengan air tawar, dimaserasi dengan pelarut metanol, diuapkan dengan rotary evaporator dan dipartisi dengan pelarut n-heksan menggunakan corong pemisah (separatory funnel). Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode transfer elektron menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) sebagai radikal bebas. Kadar total fenolat diuji dengan metode Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai larutan standar dan diukur pada panjang gelombang 725 nm. Kadar klorofil a diukur dengan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 663 nm dan 646 nm sedangkan kadar karotenoid diukur pada panjang gelombang 470 nm. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak metanol sebesar 340,10 ppm dan ekstrak n-heksan 66,25 ppm. Nilai IC50ekstrak metanol termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat lemah sedangkan n-heksana termasuk kategori kuat. Kadar total fenolat pada masing-masing ekstrak 46,55 dan 135,62 (mg GAE/g ekstrak), kadar klorofil a sebesar 8,47 dan 10,88 (mg/g sampel) dan kadar karotenoid sebesar 50,38 dan 84,27 (µ mol/g sampel).Kata kunci: Gelidium sp., Antioksidan, DPPH
Distributian of Depth and Clay-Silt to Sand Ratio of Land Subsidence in Coastal Semarang City by Resistivity Methods Sugeng Widada; Muhammad Zainuri; Gatot Yulianto; Sidhi Saputra; Baskoro Rochaddi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 22, No 1 (2019): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.6 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v22i1.4463

Abstract

Semarang City is the capital of Central Java province, located in the northern coast of Java island, Indonesia which is geologically composed of alluvial deposits. The natural consolidation of young alluvial deposits has caused a land subsidence. On the other hand, load of buildings and constructions causes an increase in the pressure of land surface, and finally, leads to an increase in the rate of land subsidence. The drilling data indicated that not all layers of lithology are soft layers supporting the land subsidence. A research  on the depth of soft litology and its percentage of hard lithology has not been conducted ever before. On the other side, an analysis regarding this kind of  research can be conducted based on resistivity method. Sounding system method with Schlumberger electrode configuration was selected for field data collection. The goals of this research were to  determine  the  resitivity of  lithology so that it can be used to interpretate distribution of depth  and clay-silt  to sand ratio of land subsidence area. The results showed that the area with  the depth of the upper layer of clay-silt   less than  3  m and clay-silt  to sand ratio less than  4   were the high land subsidence area.
Ekologi Mangrove Di Segara Anakan Ditinjau dari Aspek : Kelimpahan dan Distribusi Chrisna Adhi Suryono
Jurnal Kelautan Tropis Vol 18, No 1 (2015): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.247 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v18i1.510

Abstract

Kawasan hutan mangrove Segara Anakan merupakan yang paling luas di Pulau Jawa, tetapi sekarang ini sudah banyak mengalami penurunan luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui struktur populasi dan distribusi mangrove di Segara Anakan Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, sedangkan pengambilan sampel dengan menggunakan Point Centered Quarter Method (PCQM). Data yang telah diperoleh dianalisa untuk memperoleh nilai kepadatan relatif, dominansi relatif, frekuensi relatif dan nilai penting.Hasil akhir menunjukan bahwa struktur populasi hutan mangrove Ujung Alang Segara Anakan Cilacap masih cukup baik dengan H’=2,427 – 2,076 dan e = 0,686 – 0,902. Jenis mangrove yang didapatkan 10 jenis Avecinia marina, A. alba, Avecinia marina, A. alba, Soneratia caseolaris, S. alba, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Bruguiera cylindrical, B. gymnorhiza, Aegiceras corniculatum dan Nypa fruticans, S. alba, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Bruguiera cylindrical, B. gymnorhiza, Aegiceras corniculatum dan Nypa fruticans. Jenis mangrove yang mendominansi adalah Avecinia marina (NP= 58 - 73,5 %) dan Soneratia caseolaris (NP = 62,1 – 69,8 %)Kata kunci : kelimpahan, distribusi, mangroveThe mangrove areas in Segara Anakan Cilacap is the widest mangroves in the Java Island, but nows that mangrove have been decreased in large. The aims of the reseach was to understand the population stucture and distribution. The Poit Centered Quarter Method (PCQM) was used to take data samplers along the trancks. The data was colected analised to find relative density, relative dominance, relative frequency and the important value of each species.The result showed that the population structure at Ujung Alang Segara Anakan Cilacap was stil good condition wich H’ = 1,427 – 2,076, e= 0,686 – 0,902. There were 10 species found : Avecinia marina, A. alba, Avecinia marina, A. alba, Soneratia caseolaris, S. alba, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Bruguiera cylindrical, B. gymnorhiza, Aegiceras corniculatum dan Nypa fruticans, S. alba, Rhizophora apiculata, R. mucronata, Bruguiera cylindrical, B. gymnorhiza, Aegiceras corniculatum and Nypa fruticans. The mangrove dominance was Avecenia marina (IV= 58 - 73,5 %) and Soneratia caseolaris (IV = 62,1– 69,8 %).Key words : abundance, distribution, mangrove 
Genangan Banjir Rob Di Kecamatan Semarang Utara Gentur Handoyo; Agus A.D. Suryoputro; Petrus Subardjo
Jurnal Kelautan Tropis Vol 19, No 1 (2016): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1703.378 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v19i1.601

Abstract

Kota Semarang yang memiliki wilayah Pesisir di bagian utara adalah daerah yang terkena dampak kenaikan muka laut. Dampak utama yang diakibatkan oleh kenaikan permukaan air laut adalah terjadinya banjir pasang. Kecamatan Semarang Utara merupakan salah satu tempat di Kota Semarang yang sering dilanda banjir rob. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi genangan rob di Kecamatan Semarang Utara. Metode yang digunakan adalah metode admiralty, sedangkan peramalan pasang surut menggunakan software Mike 21. Model genangan rob dibuat berdasarkan nilai HHWL tahunan yang dikoreksi dengan MSL tahunan. Berdasarkan hasil model genangan rob, luas genangan banjir rob di Kecamatan Semarang Utara yang terjadi pada tahun 2014 mencapai 823.545 ha atau 70,991% dari luas wilayah Kecamatan Semarang Utara.  
Potensi Ekosistem Mangrove Sebagai Sumber Bakteri Untuk Produksi Protease, Amilase Dan Selulase Subagiyo Subagiyo; Muhammad Salauddin Ramadhan Djarod; Wilis Ari Setyati
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 2 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.869 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i2.1703

Abstract

The mangrove ecosystem is a productive ecosystem. The production and accumulation of organic matter on the floor of the mangrove ecosystem allows this region to be rich in microbials that are potential to be developed as a source of a wide range of extra cellular enzymes. In this research, bacteria were isolated and used as the source of enzyme. The bacteria were isolated from the existing mangrove sediments on the north coast of Semarang, Central Java. The bacterial potential as a source of protease, amylase and cellulase is done semiquantitatively using well diffusion agar method. The results obtained 18 bacteria isolates which were all capable to produce amylase and cellulase, but only 7 isolates were able to produce proteases. Five isolates had amylase activity above 300 mm2 / ml, three isolates with protease activity above 300 mm2 / ml and 2 isolates with cellulase activity of 225.40 and 204.50 mm2 / ml. Seven isolates are capable of producing amylase, protease and cellulase. The results showed that mangrove ecosystem is a potential source of microbes to produce enzymes protaese, amylase and cellulase and also possible for various other extracellular enzymes.  Ekosistem mangrove merupakan ekosistem produktif. Produksi dan akumulasi bahan organik di lantai ekosistem mangrove memungkinkan daerah ini kaya akan mikrobia yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber berbagai macam enzim ekstra seluler. Pada penelitian ini dilakukan isolasi bakteri sebagai sumber enzim. Bakteri  diisolasi dari sedimen mangrove yang ada di pantai Utara Semarang, Jawa Tengah. Pengujian potensi bakteri ini sebagai sumber protease,  amilase dan selulase dilakukan secara semikuantitatif menggunakan metode well diffusion agar. Hasil penelitian mendapatkan 18 isolat bakteri yang seluruhnya mampu memproduksi amylase dan selulase, tetapi hanya 7 isolat yang mampu memproduksi protease. Lima isolat memiliki aktivitas amylase diatas 300 mm2/ml, tiga isolat dengan aktivitas protease diatas 300 mm2/ml dan 2 isolat dengan aktivitas selulase yaitu sebesar 225,40 dan 204,50 mm2/ml. Tujuh isolat  yang mampu menghasilkan amylase, protease dan selulase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove merupakan sumber potensial mikrobia untuk menghasilkan enzim protaese, amylase dan selulase serta juga dimungkinkan untuk berbagai macam ensim ekstraseluler lainnya. 

Page 3 of 44 | Total Record : 435