cover
Contact Name
Nita Nurdiana
Contact Email
ampereupgrip@gmail.com
Phone
+628127868141
Journal Mail Official
ampereupgrip@gmail.com
Editorial Address
Jl Ahmad Yani Lrg Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Sumatera Selatan 30251
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ampere
ISSN : 24772755     EISSN : 26222981     DOI : http://dx.doi.org/10.31851/ampere
Jurnal Ampere, The aim of this journal is to publish articles to all aspects of the latest outstanding developments in the field of Electrical Engineering. Power Systems ·Generator ·Power Distribution ·Electrical Power Convertion ·Protection Systems ·Electrical Materials ·Newreble Energy Signal, System and Electronics ·Digital Signal Processing ·Robotic Systems ·Micro Electronics ·Embedded Systems Computer system ·Information Technology ·Communication Systems
Articles 291 Documents
ANALISA KONTRIBUSI PERAN PEKERJAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN (PDKB) TERHADAP PENINGKATAN KWH JUAL PADA PENYULANG VIRGO DI PT. PLN (PERSERO) WS2JB AREA LAHAT Putra, Dian Eka
JURNAL AMPERE Vol 1, No 1 (2016): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.837 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v1i1.3463

Abstract

Listrik merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan karena hampir 90% dari kehidupanmenggunakan listrik, sehingga  PT. PLN (persero) harus berupaya keras untuk tetap menjaga pasokanlistrik agar tetap tersalurkan. Seiring berjalannya waktu banyak persoalan yang dihadapi yaitu sering terjadinya padam. Padam dalam artian putusnya aliran listrik ke pelanggan baik dikarenakanpemeliharaan dan perbaikan atau dikarenakan gangguan. Pemadaman karena pemeliharaan danperbaikan dapat dilakukan dengan PDKB atau Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan. PDKBmerupakan sebuah Tim yang berkompetensi untuk melakukan pekerjaan yang notabene tanpamemadamkan aliran listrik Keuntungan yang diperoleh jika meminimal kan padam, menekan rasioSAIDI dan SAIF, kWh salur tidak berkurang, rupiah jual tidak berkurang , serta yang paling pentingpelayanan terhadap pelanggan akan semakin baik, maka  semakin sering listrik mengalir maka semakinbanyak pendapatan untuk perusahan.
RUGI-RUGI DAYA PADA TRANSFORMATOR U.019 PT. PLN 9PERSERO) WS@JB RAYON AMPERA AKIBAT KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN Azis, Abdul; Nurdiana, Nita; Nisa, Ulfa lathifatun
JURNAL AMPERE Vol 3, No 1 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.136 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i1.3475

Abstract

Power losses in distribution transformers can cause neutral currents. Neutral currents in distribution transformers can be caused by load imbalances. This study investigates the load imbalance on the secondary side of the transformer U.019 PT. PLN (PERSERO) Palembang Ampera Rayon. Measurement results and calculations show that if a neutral current load is equalized and power losses due to load imbalance in the distribution transformer are reduced. Unbalanced expense loss due to the neutral current of Peak Expense of 41,5090A and the lowest Expense of 12,1244A so that the percentage of loss in Peak Load loss is 5,3443% and the lowest expense is 1,8562%, and due to the falling unbalanced load voltage is obtained Percentage of Peak Loads of 7.28365% and Lowest Load of 2.43736% of balanced load loss due to neutral currents at balanced load, At Peak Load of 4.9482% and afternoon of 1.7647% and due to balanced load voltage drop in Peak can be 4,94819% and the lowest load can be 1,76471%. The load equalization results in the average peak load that is 262.66667 A with the current load current is IR 262A, IS 263A and IT 263A and at the lowest load average current is 95.0000 A, with a perfect load current IR 94 A, IS 95 A and IT 95 A. Difference Between Unbalanced Charges due to neutral currents with a balanced load at peak loads of 3.961% and the lowest load of 915% while the difference in the voltage drop is unbalanced and balanced at peak load 2.33546% and the Lowest Load amounting to 0.67265% ABSTRAK Rugi-rugi daya pada transformator distribusi dapat menimbulkan arus netral. Arus netral pada transformator distribusi dapat disebabkan ketidak seimbangan beban. Penelitian ini menyelidiki ketidakseimbangan beban pada sisi sekunder transformator U.019 PT. PLN  (PERSERO) Rayon Ampera Palembang. Hasil pengukuran dan perhitungan menunjukkan bahwa apabila dilakukan pemerataan beban arus netral dan rugi ? rugi daya akibat ketidakseimbangan beban pada transformator distribusi berkurang.  rugi rugi beban ketidak seimbang akibat arus netral Beban Puncak sebesar 41,5090A dan Beban terendah sebesar  12,1244A sehingga persentase rugi rugi daya Beban Puncak sebesar  5,3443% dan beban Terendah 1,8562% ,dan akibat jatuh tegangan beban ketidak seimbang di peroleh persentase pada Beban Puncak  Sebesar 7,28365%  dan Beban Terendah 2,43736% rugi rugi beban seimbang akibat arus netral pada beban seimbang, Pada Beban Puncak sebesar  4,9482% dan siang 1,7647%  dan akibat jatuh tegangan beban seimbang  Benan Puncak  di dapat 4,94819% dan Beban Terendah di dapat  1,76471%. Hasil pemerataan beban di dapat arus rata rata Beban Puncak  yaitu 262,6667 A dengan arus beban perfasa yaitu IR  262A , IS 263A dan  IT  263A dan pada beban Terendah arus rata rata  yaitu 95,0000 A ,dengan arus beban perfasa yaitu IR 94 A , IS 95 A dan  IT 95 A. Selisih Antara Beban Tidak Seimbang akibat arus netral  dengan beban seimbang pada beban puncak sebesar 3,961% dan beban Terendah sebesar 915% sedangkan selisih pada jatuh tegangan tidak seimbang dan seimbang pada beban puncak 2,33546% dan Beban Terendah sebesar 0,67265% Kata kunci: ketidak seimbangan beban, pemerataan beban ,Transformator distribusi
PENGAPLIKASIAN SENSOR WARNA PADA NAVIGASI LINE TRACKING ROBOT SAMPAH BERBASIS MIKROKONTROLER Husni, Nyayu Latifah; Rasyad2, Sabilal; Putra, M S; Hasan, Yordan; Rasyid, Johansyah Al
JURNAL AMPERE Vol 4, No 2 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.526 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v4i2.3450

Abstract

Static garbage boxes, which cannot move to the location where people want to dispose the garbage, is one of the reasons why people tend to litter.  This static garbage box tends not to save energy and time of people who will dispose the garbage. In this research, a concept of handling waste using garbage robots is offered.  This garbage robot is designed to move towards the location of people who want to dispose of trash.  This robot can run automatically.  Another advantage of using this garbage robot is the navigation of the robot that uses line tracking so that the robot's way to the garbage location can be arranged.  Garbage locations are distinguished by color, while robot motion systems are based on line sensors as line track detectors.  Using the robot that can go to the location, people who will dispose of the garbage can save more energy and timeAbstrak  Kotak sampah statis, yang belum bisa bergerak menuju tempat orang yang ingin membuang ?sampah, merupakan salah satu sebab orang cenderung membuang sampah ?sembarangan.  Hal ini diakrenakan kotak sampah statis tidak menghemat ?energi dan waktu orang yang akan membuang sampah. Pada penelitian ini, ditawarkan sebuah konsep penanggulangan sampah ?menggunakan robot sampah.  Robot sampah ini dirancang dapat bergerak menuju lokasi ?orang yang ingin membuang sampah. Robot ini dapat berjalan secara otomatis. ?Keuntungan lain dari penggunaan robot sampah ini adalah navigasi yang ?menggunakan line tracking sehingga jalannya robot menuju ?lokasi sampah dapat tertata. Lokasi sampah dibedakan berdasarkan warna, sedangkan sistem gerak robot berbasis sensor garis sebagai pendeteksi line track. Dengan adanya robot sampah yang bisa menuju lokasi, orang yang akan membuang sampah dapat lebih menghemat ?energi dan waktu.  ? Kata kunci : Robot sampah, Sensor warna, Line Tracking 
PENGUKURAN GROUNDING SIIP PANEL DISTRIBUSI INSTALASI REKAM MEDIS RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Putra, Dian Eka; Udi, Jaka
JURNAL AMPERE Vol 3, No 1 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.749 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i1.2114

Abstract

ABSTRAK Penggunaan Energi Listrik berbanding lurus dengan keandalan instalasi listrik yang digunakan pada  gedung instalasi rekam medis RSUP DR. Mohammad Hoesin Palembang, didalam aktivitasnya  menggunakan peralatan canggih (complicated).  Salah satunya pada instalasi listrik yaitu pada instalasi grounding atau pentanahan. Nilai resitansi atau tahanan pentanahan menurut Persyratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000  tidak melebihi  5?, sehingga Berdasarkan perhitungan dengan variabel-variabel didapat nilai resistansi yaitu 0,67 ?, sehingga perlunya ada perbandingan nilai resitansi dari hasil perhitungan dengan nilai resitansi  hasil pengukuran langsung pada sistem grounding  tahanan pentanahan pada waktu pagi dan sore hari di panel listrik instalasi rekam medis  RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Dari hasil pengukuran langsung pada pagi hari antara pukul  07.30 sampai 10.30 Wib didapatkan nilai tahanan resistansi dengan rata-rata 0.11?, Berdasarkan pengukuran resistansi tahanan pentanahan pada waktu sore hari  pada pukul 15.00 sampai 17.00 Wib didapatkan nilai tahanan resistansi dengan rata-rata 0.07?.ABSTRACT The use of electrical energy is directly proportional to the reliability of electrical installations used in the building of General Hospital DR. Mohammad Hoesin Palembang, in his activities using sophisticated (complicated) equipment. One of them is in the electrical installation, namely the installation of grounding or earthing. Grounding resistance value according to General Electrical Installation (PUIL) 2000 does not exceed 5?, so that based on the calculation with the variables, the resistance value is 0.67 ?, so there is a need for a comparison of the value of the resitance from the calculation with the value of the resitance directly to grounding, grounding system in the morning and evening in the electrical panel of General Hospital medical record installation Dr. Mohammad Hoesin Palembang. From the results of direct measurements in the morning between 7:30 a.m. and 10:30 p.m, resistance resistance values were obtained with an average of 0.11?. Based on measurements of ground resistance resistance in the afternoon at 3:00 p.m. to 5:00 p.m., resistance resistance values were obtained with an average of 0.07?.  
PREDIKSI BEBAN LISTRIK JANGKA PENDEK WILAYAH SUMBAGSEL BERBASIS JARINGAN SYARAF TIRUAN Emidiana, Emidiana
JURNAL AMPERE Vol 1, No 1 (2016): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.911 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v1i1.3464

Abstract

Dengan  semakin  meningkatnya  kebutuhan  tenaga  listrik  dan  beragamnya  karakteristikpelanggan,  perusahaan penyedia tenaga listrik harus mampu memprediksi  jumlah kebutuhan energilistrik pada  periode tertentu agar  pelayanan  kepada  pelanggan tetap handal  dan ekonomis.  Energitenaga listrik tidak dapat disimpan dalam skala besar, berarti energi yang dibangkitkan dan disalurkanharus sesuai dengan kebutuhan.  Jika listrik yang tersedia melebihi kebutuhan maka frekwensi sistemakan naik,  sedangkan jika kurang maka frekwensi sistem akan turun. Karena kebutuhan listrik tidaklinier, maka diperlukan suatu metode yang dapat  memprediksi  kebutuhan listrik dengan tepat.  Salahsatu  metode  tersebut  adalah  Artificial  Neural  Network  (Jaringan  Syaraf  Tiruan)  yang  mempunyaikemampuan  pendekatan yang  baik terhadap ketidaklinieran.  Pada  penelitian ini  dilakukan prediksibeban  listrik  jangka  pendek  di  wilayah  Sumbagsel  menggunakan  Jaringan  Syaraf  Tiruan  denganprogram Matlab. Hasil prediksi dibandingkan dengan data aktual. Rata-rata MAPE hasil prediksi adalahsebesar  3,2471%.  Error  peramalan  masih  dalam batas  toleransi  deviasi  peramalan  beban  yangditentukan oleh PLN yaitu sebesar ± 5%.
ANALISIS KEANDALAN PENYULANG PAJAJARAN 20KV MENGGUNAKAN METODE SECTION TECHNIQUE UNTUK ASIAN GAMES XVIII DI PALEMBANG Putra, Dian Eka; Nurhadiyanto, Muhammad
JURNAL AMPERE Vol 4, No 1 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.327 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v4i1.3469

Abstract

20 kv Pajajaran feeder as one of the suppliers that resembles electrical energy to Jakabaring Sport City (JSC). The reliability of the 20 kV voltage distribution affects the XVIII ASEAN GAMES event at Jakabaring Sport City (JSC). The fundamental problems in the distribution of electric power are the quality, continuity and availability of electrical power services to customers. Reliability illustrates a measure of the level of service of electricity supply from a system greatly influenced by system configuration, safety devices installed and protection systems. To determine the reliability of Pajajaran 20 kV, a reliability index is determined, namely the magnitude to compare the appearance of a distribution system. Reliability index with Section Technique Method to find out indicators that are expressed in probability quantities. Reliability index load points that are usually used include the average load termination rate, average time out and load termination average system reliability index that is widely used, among others, Section Technique Method on the Average Interruption duration Index (SAIDI) system obtained value 2 , 5707 hours / mop and the Average Interruption Frequency Index (SAIFI) Section Technique Method obtained a value of 2.6933 times / mopAbstrak-- Penyulang Pajajaran 20 kV sebagai salah satu penyulang yang menyupai energi listrik ke Jakabaring Sport City (JSC). Keandalan distribusi tegangan 20 kV mempenggaruhi  perhelatan ASEAN GAMES ke XVIII di Jakabaring Sport City (JSC). Permasalahan yang mendasar pada distribusi daya listrik adalah pada mutu, kontinuitas dan ketersediaan pelayanan daya listrik pada pelanggan. Keandalan menggambarkan suatu ukuran tingkat pelayanan penyediaan tenaga listrik dari sistem sangat dipengaruhi oleh konfigurasi sistem, alat pengaman yang terpasang dan sistem proteksinya. Untuk mengetahui keandalan Pajajaran 20 kV  maka ditetapkan suatu indeks keandalan yaitu besaran untuk membandingkan penampilan suatu sistem distribusi. Indeks keandalan dengan Metode Section Technique untuk mengetahui indikator yang dinyatakan dalam besaran probabilitas. Indeks Keandalan titik beban yang biasanya digunakan meliputi laju pemutusan beban rata-rata, waktu keluar rata-rata dan lama pemutusan beban rata-rata Indeks keandalan sistem yang banyak digunakan antara lain Metode Section Technique pada Sistem Average Interruption duration Index (SAIDI) diperoleh nilai 2,5707 jam/pel dan Metode Section Technique  Sistem Average Interruption Frequensy Index (SAIFI) diperoleh nilai 2,6933 kali/pel.  Kata Kunci : Asian Games ke XVIII, Jakabaring Sport City (JSC), Penyulang 20 kV, SAIDI, SAIFI.
PERANGKAT NAVIGASI ARAH ANGIN, ARAH KAPAL, DAN KECEPATAN ANGIN UNTUK NELAYAN TRADISIONAL Gunadhi, Albert; Sitepu, Rasional; Bilal, Zein; Angka, Peter; Agustine, Lanny
JURNAL AMPERE Vol 4, No 2 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.826 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v4i2.3449

Abstract

Traditional fishermen use the land wind to sail at night, land winds are winds that blow from land to sea. In the morning fisherman return to port using sea wind, sea winds are winds that blow from sea to land. To aids traditional fisherman sailing navigation, a instrument measurement that can  measure wind speed, wind direction, ship direction, and can work at night without using voltage generator is needed. This measuring instrument can measure wind speed with the lowest speed is 0,001 m/s, and the average measurment error is 0,001 m/s, wind direction measurment sensor can measure from whereabouts the wind coming and also measuring whereabouts the ship heading, also have voltage source 12-13,4 Volt DC to supply Arduino Uno and the sensors used at this measuring instrument. ABSTRAKS - Nelayan tradisional memanfaatkan angin darat untuk berlayar pada malam hari, angin darat adalah angin yang berhembus dari daratan ke laut. Pada pagi hari nelayan kembali kedaratan dengan memanfaatkan angin laut. Angin laut adalah angin yang berhembus dari laut ke daratan. Untuk membantu navigasi melaut nelayan tradisional, dibutuhkan sistem pendukung yang dapat mengukur kecepatan angin, arah angin, arah kapal, dan bisa bekerja pada malam hari tanpa sumber listrik dari generator. Alat ini mengukur dengan batas terendah kecepatan angin yang dapat diukur adalah 0,01m/s, dan rata-rata kesalahan pengukuran kecepatan angin 0,001 m/s, sensor pembaca arah angin  dapat mengukur dari mana datangnya angin dan arah kapal menuju, serta sistem pembangkit tegangan 12-13,4 Volt DC untuk menyuplai Arduino Uno dan sensor-sensor yang digunakan. Kata kunci: Arduino Uno, Anemometer, HCM5883L, Kompas 
PENGARUH KAPASITAS KAPASITOR PADA KUMPARAN BANTU TERHADAP PEMANASAN MOTOR INDUKSI SATU FASA Emidiana, Emidiana
JURNAL AMPERE Vol 2, No 2 (2017): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.687 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v2i2.1771

Abstract

ABSTRAKMotor yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah motor induksi 1 fasa, karena harganya yang relatif murah dan mudah untuk dioperasikan. Dalam pemakaian sehari-hari, motor induksi 1 fasa sering mengalami kerusakan karena pemanasan. Sebagian besar pemanasan yang terjadi disebabkan oleh rusaknya kapasitor start, yang menyebabkan menurunnya kecepatan motor dan dapat menyebabkan arus hubung singkat. Bila hubung singkatnya terjadi dalam waktu yang lama, energy panas yang terjadi akan semakin besar dan dapat menyebabkan kerusakan isolasi kumparan. Hal ini dapat diatasi dengan mengganti kapasitor yang rusak tersebur. Dari hasil perhitungan didapat bahwa Semakin besar nilai kapasitor, maka semakin kecil nilai rugi-rugi daya dan rugi ? rugi energi motor induksi tersebut.Kata kunci : Motor Induksi, 1 Fasa, KapasitorThe most used to motor in daily life is a single phase induction motor, because they have low cost and easy to operate. In daily life, 1 phase induction motor is usually get broken because of the heat. Most of the heat happened because of the broken start capacitor and it cause to decrease the motor speed and cause short circuit current. When this happened for a long time motor become heater and can cause the broken of winding insulation. We can handle this by changing the broken capacitor. From the result of calculation, we know that the higher the value of capacitor, the lower power losses and energy losses of the motor inductionKeyword : Induction Motor, 1 phase, Capacitor
PERANAN KAPASITOR PADA PEMBANGKITAN TEGANGAN GENERATOR INDUKSI SATU FASA M Saleh Al Amin
Jurnal Ampere Vol 4, No 1 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.659 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v4i1.2876

Abstract

A generator is an electric machine to convert mechanical energy into electrical energy by electromagnetic induction. The generator is used as the generation of electrical energy used to fill electricity. In today's modern era, Electricity Energy is needed, energy needs will increase every year, increasing demand for servants of energy needed to support the provision of everyday life, industrial and commercial needs. The emergence of various industries with various scales is an important factor that requires increased electricity. To meet all these needs, it is designed and made to produce electricity. The several types of power plants that are used at present, generators produce a type of generator that is developed as a generator, based on still in a limited capacity. the voltage generation process in this generator is somewhat different from a synchronous generator or direct current generator, because it uses electronic components to be capacitors as generator excitation. Thus the capacitor in the generator has a very important roleAbstrak-- Generator merupakan mesin listrik untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik dengan cara induksi elektromagnet. Generator digunakan sebagai pembangkitan energi listrik yang melayani suatu beban listrik.          Pada zaman modern sekarang ini Energi Listrik sangat dibutuhkan, kebutuhan akan energi listrik cenderung meningkat setiap tahun karena semakin banyaknya kebutuhan pelayan beban yang memerlukan energi listrik untuk menunjang aktifitas hidup masyarakat sehari-hari, kebutuhan industri dan komersial. Munculnya berbagai industri dengan berbagai skalanya merupakan faktor penting yang menjadikan kebutuhan energi listrik semakin melonjak. Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut maka dirancang dan dibuatlah pembangkit guna menghasilkan energi listrik tersebut. Dari beberapa jenis pembangkit listrik yang digunakan pada saat sekarang ini, generator induksi merupakan jenis pembangkit yang baru dikembangkan sebagai generator pembangkit, walaupun masih dalam kapasitas yang terbatas. Proses pembangkitan tegangan pada generator induksi ini agak berbeda dengan generator sinkron maupun generator arus searah, karena menggunakan komponen elektronik berupa kapasitor sebagai eksitasi generator. Dengan demikian kapasitor dalam generator induksi memiliki peranan yang sangat penting.
STUDI PENERAPAN OVER LOAD SHEDDING (OLS) RELAY PADA SISI SEKUNDER TRANSFORMATOR DAYA 20 MVA PENYULANG ARIES 20 KV DI GARDU INDUK LAHAT Dian Eka Putra; Andi Siahaan
Jurnal Ampere Vol 2, No 1 (2017): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.161 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v2i1.1205

Abstract

ABSTRAKPembebanan pada Transformator daya 20 MVA di Gardu Induk Lahat terus mengalami kenaikan seiring bertambahnya waktu, dikemudian hari kemungkinan transformator daya  tersebut memiliki beban penuh atau melebihi kapasitasnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut salah satunya diperlukan proteksi beban lebih terhadap transformator daya tersebut yaitu relai Over Load Shedding (OLS) yang dikoordinasi pada sisi sekunder  transformator daya pada setiap penyulang 20 kV.            Karena Relay OLS termasuk pada OCR incoming 20 KV dan cara kerja OLS mentripkan penyulang 20 kV berdasarkan beban lebih. Maka ketiganya harus dikoordinasikan, untuk penyulang dipilih salah satu yaitu penyulang Aries. Arus gangguan hubung singkat maksimum pada penyulang aries sebesar 3430.4 A, waktu kerja (t) = 0.2229 s, sedangkan Arus gangguan hubung singkat maksimum OCR incoming 20 kV 4600 A, waktu kerja (t) =  0,877 s.  Untuk Set OLS yaitu 580 A dan waktu relai OLS diambil 2 detik. Dari hasil diatas menujukkan apabila terjadi hubung singkat pada penyulang Aries OCR bekerja terlebih dahulu dari OLS, ketika terjadi beban lebih pada transformator daya, maka OLS bekerja terlebih dahulu dengan melepas penyulang aries. Jika incoming 20 kV  tidak diterapkan OLS, ketika Imaks transformator daya setting PLN (650 Ampere) maka OCR incoming 20 kV bekerja dengan mentripkan PMT Incoming 20 kV, otomatis seluruh penyulang akan hilang beban atau trip. Kata kunci :  Relai arus lebih, OLS (over load shedding), setting relai, transformator daya.

Page 7 of 30 | Total Record : 291