cover
Contact Name
Nita Nurdiana
Contact Email
ampereupgrip@gmail.com
Phone
+628127868141
Journal Mail Official
ampereupgrip@gmail.com
Editorial Address
Jl Ahmad Yani Lrg Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang Sumatera Selatan 30251
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ampere
ISSN : 24772755     EISSN : 26222981     DOI : http://dx.doi.org/10.31851/ampere
Jurnal Ampere, The aim of this journal is to publish articles to all aspects of the latest outstanding developments in the field of Electrical Engineering. Power Systems ·Generator ·Power Distribution ·Electrical Power Convertion ·Protection Systems ·Electrical Materials ·Newreble Energy Signal, System and Electronics ·Digital Signal Processing ·Robotic Systems ·Micro Electronics ·Embedded Systems Computer system ·Information Technology ·Communication Systems
Articles 291 Documents
PERANCANGAN SISTEM ANTRIAN PENDAFTARAN MAHASISWA BERBASIS KOMPUTER Linda Wijayanti; Surya Abadi
Jurnal Ampere Vol 4, No 2 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.056 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v4i2.3451

Abstract

Almost in every private university, the enrollment of the prospective students is conducted every month, thus in some periods, there will be some overlapping with the enrollment for the current students. To overcome the extensive queue, especially at the university that has thousands of students, an automatically programmed and reliable queue system is needed. The queue system can substitute the designated person who distributes the ticket number and call the order. The hardware consists of computer, keypad, ATMega16 microcontroller, RS-232 communication, and USB to serial converter. Input from the keypad is processed by the computer using Borland Delphi. Computer is connected with the microcontroller and the other hardware. The queue system will visualize the queue number and the directed counter number in the LCD monitor and play the recorded sound file through the loudspeaker. The test result from this queue system has successfully generated an information about the queue number and directed counter number in the monitor and loudspeaker, and also control the overwhelmed queue to be more organized. Abstrak  Hampir di setiap perguruan tinggi swasta, pendaftaran calon mahasiswa baru dilakukan setiap bulan, sehingga pada masa tertentu akan terjadi pelayanan mahasiswa lama yang bersamaan dengan calon mahasiswa baru. Untuk mengatasi kepadatan antrian yang panjang pada perguruan tinggi yang jumlah mahasiswanya ribuan, dibutuhkan sistem antrian yang handal dan terprogram secara otomatis. Sistem antrian yang dirancang dapat menggantikan petugas khusus untuk memberikan nomor antrian dan memanggil nomor antrian.  Perangkat keras yang digunakan terdiri dari komputer, beberapa tombol tekan, mikrokontroler ATMega16, komunikasi RS- 232, dan konverter USB to serial. Masukan yang berasal dari tombol tekan diolah oleh komputer menggunakan program Borland Delphi. Komputer dihubungkan dengan mikrokontroler dan perangkat keras lainnya. Sistem antrian akan menghasilkan tampilan informasi nomor antrian dan nomor loket pada monitor LCD dan mengaktifkan file rekaman suara sebagai pemberitahuan melalui loudspeaker. Hasil pengujian sistem antrian telah berhasil memberikan informasi nomor antrian dan loket yang sesuai pada layar monitor maupun loudspeaker, serta telah berhasil mengatasi kepadatan antrian menjadi lebih teratur.Kata Kunci: antrian, pendaftaran, loket, mikrokontroler ATMega16, loudspeaker
SISTEM KWH METER ANALOG, DIGITAL DAN PRABAYAR Irine Kartika F
Jurnal Ampere Vol 1, No 1 (2016): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v1i1.479

Abstract

ABSTRAKPenyaluran energi listrik dibutuhkan suatu alat pembatas dan pengukur (APP) dengan alat ini dapat ditentukan daya pemakaian dan waktu pemakaian sehingga konsumen dapat mengetahui berapa biaya pemakaian energi listrik tiap bulannya.Alat pembatas dan pengukur (APP) sering dikenal dengan KWH meter, dimasyarakat jenis dari KWHmeter memiliki beberapa jenis yaitu KWH analog KWH  digital dan KWH digital pulsa. Perbandingan KWH Meter Analog dan digital bertujuan mengetahui perhitungan tiap alat pembatas dan pengukuran KWH meter, mengetahui nilai ekonomis dari tiap jenis KWH meter dan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari tiap jenis KWH meter.Prinsip kerja KWH meter analog adalah Alat ini bekerja menggunakan metode induksi medan magnet dimana medan magnet tersebut menggerakkan piringan yang terbuat dari aluminium. Putaran piringan tersebut akan menggerakkan counter digit sebagai tampilan jumlah KWHnya. KWH meter digital merupakan suatu alat pengukuran yang memiliki fungsi mengukur jumlah pemakaian energi atau Jumlah pemakaian daya dalam satuan waktu dan bekerja berdasarkan program yang dirancang pada mikroprosesor yang terdapat di dalam piranti KWH meter digital Tersebut. KWH meter digital pulsa prabayar merupakan pengembangan dari jenis KWH meter digital yang membedakan adalah menggunakan progarm pulsa prabayar.Kata Kunci : Alat pembatas dan Pengukur (APP), KWH Meter Analog, Digital dan Prabayar
PERANCANGAN ROBOT HUMANOID BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 Sopian Soim; Bahri Joni; Junaidi Junaidi; Faisal Damsi
Jurnal Ampere Vol 1, No 2 (2016): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v1i2.898

Abstract

ABSTRAKRobot adalah sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu. Robot humanoid adalah robot yang mempunyai karakteristik menyerupai manusia. Perancangan suatu robot humanoid yang memiliki kemampuan bergerak seperti manusia dan menjaga keseimbangan. Pada perancangan robot ini manggunakan  mikrokontroler ATmega 32 sebagai sistem kontrol pergerakan robot,  motor servo yang terletak disetiap persendian kaki untuk pergerakan robot dan untuk posisi robot berdiri ketika jatuh menggunakan sensor gyro. Robot ini memiliki kemampuan berjalan kedepan, belok kesamping kiri dan juga kekanan yang dikontrol oleh mikrokontroler ATmega 32. Pada prinsipnya, robot humanoid yang dirancang  hanya robot dapat berjalan dan menjaga keseimbangannya namun dalam penelitian ini robot dapat berjalan dengan pengontrol masing-masing  sudut dari motor servo dan robot berdiri ketika jatuh parameternya posisi kemiringan dari badan robot terhadap referensi sumbu X dan sumbu Y. Kata kunci : Robot  Hummanoid,  Mikrokontroler, motor servo,
PERANAN AUTOMATIC VOLTAGE REGULATOR SEBAGAI PENGENDALI TEGANGAN GENERATOR SINKRON Alimin Nurdin; Abdul Azis; Reri Aresta Rozal
Jurnal Ampere Vol 3, No 1 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.728 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i1.2144

Abstract

Synchronous generators are electrical machines that function to convert mechanical energy into electrical energy. Synchronous generators have problems that are voltage instability when the load changes, so it requires equipment that can control the stability of the synchronous generator voltage, namely Automatic Voltage Regulator (AVR). Automatic Voltage Regulator (AVR) is a voltage regulating device used in synchronous generators to stabilize the output voltage generated from a synchronous generator. Automatic Voltage Regulator (AVR) works by regulating the excitacy of the exciter, if the load increases then the Automatic Voltage Regulator (AVR) will command the exciter to work by increasing the reverse excitation current if the load decreases then the Automatic Voltage Regulator (AVR) will command the exciter to reduce excitation flow. ABSTRAK Generator sinkron merupakan mesin-mesin listrik yang berfungsi untuk mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Generator sinkron mempunyai permasalahan yaitu ketidakstabilan tegangan pada saat perubahan beban, sehingga dibuthkan peralatan yang dapat mengendalikan kestabilan tegangan generator sinkron yaitu Automatic Voltage Regulator(AVR).Automatic Voltage Regulator (AVR)  merupakan sebuah divais pengatur tegangan yang digunakan pada generator sinkron untuk menyetabilkan tegangan keluaran yang dihasilkan dari generator sinkron. Automatic Voltage Regulator (AVR)  bekerja dengan mengatur arus penguatan (excitacy) pada eksiter,  apabila  beban bertambah  maka Automatic Voltage Regulator (AVR)  akan memerintahkan eksiter untuk  berkerja dengan menambah arus eksitasi sebaliknya apabila beban berkurang maka Automatic Voltage Regulator (AVR)  akan memerintahkan  eksiter untuk  mengurangi arus eksitasi
KENDALI SUHU AIR DENGAN SENSOR TERMOKOPEL TIPE-K PADA SIMULATOR SISTEM PENGISIAN BOTOL OTOMATIS Dewi Permata Sari; Sabilal Rasyad; Amperawan Amperawan; Selamat Muslimin
Jurnal Ampere Vol 3, No 2 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.382 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i2.2393

Abstract

This observation discusses about water temperature control by using thermocouple K-type sensor in an automatic bottle filling system simulator. This control system is purposed to keep the bottle unexpand in the effect of high temperature water. In this observation, we obtained that the bottle will defend or unexpand if it is filled with water in a temperature of ±65°c. This temperature will be used as reference in a water temperature control by using thermocouple sensor. The control system works by monitoring the heater activites in order not to heat the water more than the deterimined setpoint temperature, which is 60°c. In the control process, a thermocouple sensor is supported by PLC Schneider Modicon TM221M16R. The communication process between the thermocouple sensor and PLC utilizes analog input in PLC device. Generated voltage by a thermocouple in the effect of temperature difference between hot junction and cold junction is read by PLC. Generated voltage in the effect of these two points difference is very small, about 40μV/°c. Therefore, IC op amp LM 358 is used as a voltage amplifier. The output of LM 358 is used as PLC analog input to control the water temperature.Abstrak— Pada penelitian ini dibahas mengenai kendali suhu air dengan sensor termokopel tipe-K pada simulator system pengisian botol otomatis. Pengontrolan ini ditujukan untuk menjaga agar botol yang digunakan tidak mengalami pemuaian akibat terisi oleh air dengan suhu tinggi. Dari peneltian didapatkan bahwa botol yang digunakan dalam system ini dapat bertahan atau tidak mengalami pemuaian jika diisi oleh air dengan suhu ± 65oC. Suhu inilah yang kemudian dijadikan sebagai referensi dalam kendali suhu air oleh sensor termokopel. Kendali suhu ini dilakukan dengan cara memantau aktivitas heater agar tidak memanaskan air melebihi suhu setpoint yang ditentukan yaitu 60oC. Pada proses kendalinya, sensor termokopel dibantu oleh PLC Schneider Modicon TM221M16R. Proses komunikasi antara sensor termokopel dan PLC memanfaatkan analog input yang tersedia diperangkat PLC. Adapun yang dibaca oleh PLC adalah tegangan yang dihasilkan oleh termokopel akibat perbedaan suhu antara hot junction dan cold junction. Tegangan yang dihasilkan oleh perbedaan kedua titik ini sangat kecil, berkisar antara 40μV/oC. Oleh karena itu digunakanlah IC op amp LM 358 sebagai penguat tegangan. Keluaran dari LM 358 inilah yang dijadikan sebagai input analog PLC untuk mengontrol suhu air.
SISTEM MONITORING BEBAN LISTRIK BERBASIS ARDUINO NODEMCU ESP8266 Anggher Dea Pangestu; Feby Ardianto; Bengawan Alfaresi
Jurnal Ampere Vol 4, No 1 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.738 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v4i1.2745

Abstract

Penggunaan daya listrik di rumah tangga selama ini hanya dapat dilihat melalui alat ukur kWh meter yang didistribusikan oleh PLN. Penggunaan alat tersebut tidak memberikan informasi tentang berapa besar daya listrik yang digunakan secara real-time. kWh meter hanya menunjukkan jumlah daya kumulatif yang terpakai. Oleh karena itu, diperlukan alat yang dapat memperlihatkan penggunaan daya listrik secara real-time, sehingga memudahkan penggunauntuk memantau konsumsi energi listrik. Tujuan penelitian adalah memonitoring beban listrik rumah tangga menggunakan arduino NodeMCU ESP8266 secara real-time. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu : 1). Pemilihan peralatan software dan hardware, 2). Perancangan sistem, 3). Pembuatan program, dan 4). Pengujian alat. Hasil dari pengujian alat menggunakan beban induktif berupa lampu LED 15 Watt sebanyak 2 buah dan beban resistif berupa setrika listrik yang diset pada titik panas maksimum, alat bekerja dengan baik dan mampu membaca besaran arus dan daya yang digunakan pada saat pengkondisian ON terhadap beban induktif dan beban resistif, tingkat akurasi alat dalam membaca berkisar 96% sampai dengan 98%. 
KARAKTERISTIK KABEL YANG DI TEKUK SAAT DI ALIRI ARUS Emidiana Emidiana; Matra Widodo
Jurnal Ampere Vol 3, No 1 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.963 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i1.2121

Abstract

   In the installation of electrical wiring, both installations for housing, offices and industry, the cables sometimes have to be bent. This cable bending will affect cable characteristics, one of which changes the cable resistance value. This study will discuss the effect of cable bending on the value of resistance. Data is taken by experimenting with a voltage and current flowing on a cable that is not bent and with a cable that is bent once, twice, thrice, four times and five times bending. From the results of the test, the calculation is obtained and the following results are obtained: for cables that are not bent, the resistance value is 900 Ohm / km. The cable is bent once, the resistance value is 600 Ohm / km. Whereas for cables that are bent twice at 700 Ohm / km, they are bent three times to 550 Ohm / km, four times 700 Ohm / km and five times 560 Ohm / km. The up and down measurement results occur because the bending direction is not always in the same direction. ABSTRAK Pada pemasangan kabel instalasi listrik, baik instalasi untuk perumahan, perkantoran maupun industry, kabelnya kadang-kadang harus ditekuk. Penekukan kabel ini akan mempengaruhi karakteristik kabel, salah satunya merubah nilai tahanan kabel. Penelitian ini akan membahas mengenai pengaruh tekukan kabel terhadap nilai tahanan. Data diambil dengan melakukan eksperimen dengan mengalirkan tegangan dan arus pada kabel yang tanpa di ditekuk dan  dengan kabel yang ditekuk dengan satu kali, dua kali, tiga kali, empat kali dan lima kali tekukan. Dari hasil pengujian tersebut dilakukan perhitungan dan didapat hasil sebagai berikut : untuk kabel yang tidak ditekuk, nilai tahanannya adalah 900 Ohm/km. Kabel yang ditekuk satu kali, nilai tahanannya adalah 600 Ohm/km.   Sedangkan untuk kabel yang ditekuk dua kali tahanannya 700 Ohm/km, ditekuk tiga kali tahannanya menjadi 550 Ohm/km, empat kali 700 Ohm/km dan lima kali 560 Ohm/km. Hasil pengukuran yang naik turun tersebut terjadi karena arah tekukan yang tidak selalu searah.   
EVALUASI ILUMINASI LAMPU PENERANGAN JALAN SOEKARNO - HATTA PALEMBANG Nita Nurdiana
Jurnal Ampere Vol 1, No 2 (2016): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v1i2.896

Abstract

ABSTRAKFasilitas Penerangan Jalan Umun sangat diperlukan untuk menunjang aktifitas dan mobilitas masyarakat. Jalan Soekarno-Hatta Palembang merupakan jalan arteri primer dimana hampir 24 jam kendaraan melalui jalan tersebut.  Banyak faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran yang dilakukan antara lain pengotoran lampu,  Jarak antar tiang, tinggi tiang dan jenis lampu yang digunakan. Dari Hasil perhitungan illuminasi untuk lampu  LED 80 watt  dengan jarak tiang 36 m dan tinggi 10 meter yaitu 3,63  lux sedangkan hasil pengukuran untuk lampu LED 80 watt yaitu  4,3 lux. Lampu SON-T 250  dengan jarak antar tiang 40 meter dan tinggi 11 m yaitu 9,8 lux, sedangkan untuk pengukuran lampu SON-T 250 lux adalah 1,9 lux. Dengan membandingan hasil perhitungan dan pengukuran didapat bahwa Penerangan Umum di jalan Soekarno-Hatta Palembang belum sesuai standar dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Pembinaan Jalan Kota baik dari segi iluminasi, jarak tiang dan tinggi tiang. Kata Kunci : PJU, Iluminasi, Lampu LED, Lampu SON-T
STUDI KEMAMPUAN PANEL LVMDP TERHADAP PEMBEBANAN M. Saleh Al Amin
Jurnal Ampere Vol 2, No 2 (2017): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.43 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v2i2.1773

Abstract

ABSTRAK            Panel LVMDP merupakan peralatan listrik yang terdiri dari beberapa komponen listrik, yang berfungsi sebagai pembagi utama saluran distribusi tegangan rendah ke setiap saluran beban, sebagai pembatas daya utama, dan pengaman pada rangkaian utama sistem distribusi tegangan rendah. Komponen-komponen yang terdapat pada panel LVMDP ini antara lain, MCCB utama, MCCB salauran setiap beban atau cabang, Selector  Switch, Contactor, KWh meter, ACB, UVT, OVT, OCR, EFR, RPR, GFCI, RCD, TOR, Busbar tembaga, CT, Alat ukur arus, tegangan, frekwensi, Faktor kerja, Synkronous meter, Capacitor Bank, Pushbutton, Pilot Lamp, dan peralatan penunjang lainnya, seperti terminal, dan lainnya. Komponen utama yang sangat berperan dalam penyaluran daya suatu panel LVMDP dalam keadaan normal adalah MCCB, yang dapat memikul seluruh beban panel dalam keadaan steady state. MCCB ini akan ditunjang oleh komponen-komponen lainnya apabila terjadi gangguan, seperti bila terjadi hubung singkat, yang terjadi setelah MCCB. Bila terjadi gangguan sebelum MCCB, maka komponen yang akan bekerja adalah UVT atau OVT, dan seterusnya, sehingga bila terjadi gangguan maka MCCB akan di backup oleh komponen penunjang.  Tetapi bila terjadi kegagalan pada komponen penunjang, maka MCCB harus dapat berfungsi sebagai proteksi terhadap panel LVMDP secara keseluruhan, baik dari gangguan beban lebih, maupun gangguan hubung singkat, tetapi MCCB tidak dapat menanggulangi gangguan di luar kemampuannya. Dengan demikian kemampuan MCCB untuk melindungi panel LVMDP dari gangguan beban lebih dan hubung singkat, tertera pada nameplate MCCB tersebut.Kata Kunci : LVMDP, kemampuan MCCB.The LVMDP panel is an electrical apparatus composed of several electrical components, which serve as the main divider of low voltage distribution channels to each load channel, as the main power constraint, and the safety in the main circuit of low voltage distribution system. The components contained in this LVMDP panel are, among others, the main MCCB, MCCB of each load or branch, Selector Switch, Contactor, KWh meter, ACB, UVT, OVT, OCR, EFR, RPR, GFCI, RCD, TOR, Busbar copper , CT, Current measuring instrument, voltage, frequency, Working factor, Synkronous meter, Capacitor Bank, Pushbutton, Pilot Lamp, and other supporting equipments, such as terminal, and others. The main component that plays an important role in channeling the power of an LVMDP panel under normal circumstances is the MCCB, which can carry the entire load of the panel in a steady state state. This MCCB will be supported by other components in case of interference, such as when a short circuit occurs, which occurs after MCCB. In case of interference before MCCB, then component that will work is UVT or OVT, and so on, so that if there is interference then MCCB will be backed by supporting components. However, in case of failure of the supporting components, MCCB must be able to function as a protection against the LVMDP panel as a whole, either from overloading, or short circuit, but MCCB can not cope with interference beyond its capability. Thus the ability of MCCB to protect LVMDP panels from overloading and short circuit, is shown on the nameplate MCCB.Keywords :  LVMDP, MCCB capability
PEMBANGKITAN TEGANGAN GENERATOR INDUKSI SATU FASA Saleh Al Amin
Jurnal Ampere Vol 3, No 2 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.408 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i2.2398

Abstract

electric power generation machines currently used, induction generators arealternative electric energy generation machines that are being used, because they haveadvantages, especially in the field of construction which can reduce the manufacturing costs of engine manufacturing. At this time an induction generator is produced for one phase small power, which is mostly used for the household sector as a backup generator. Excitation of a single phase induction generator uses an exciter coil on the side of the rotor which is a closed loop circuit, and a coil at the side of the stator which is supplied with a capacitor. The voltage will be generated due to the magnetic remanence in the rotor core, which generates an induced voltage in the stator coil, so that the capacitor will be charged, which will eventually generate a nominal voltage on the side of the power coil at the stator. Dari beberapa mesin pembangkit tenaga listrik yang digunakan sekarang ini, generatorinduksi merupakan mesin pembangkit energi listrik alternatif yang mulai digunakan, karenamemiliki keunggulan, khususnya dibidang konstruksi yang dapat menurunkan biaya produksi pabrikasi mesin. Pada saat ini generator induksi diproduksi untuk daya kecil satu fasa, yang kebanyakan digunakan untuk sektor rumah tangga sebagai pembangkit cadangan. Eksitasi Generator induksi satu fasa menggunakan kumparan eksiter di sisi rotor yang merupakan rangkaian loop tertutup, dan sebuah kumparan di sisi stator yang diseri dengan kapasitor. Tegangan akan terbangkit karena adanya remanensi magnet di inti rotor, yang memnbangkitkan tegangan induksi di kumparan stator, sehingga kapasitor akan terisi muatan, yang akhirnya akan terbangkit tegangan yang nominal di sisi kumparan daya di stator

Page 8 of 30 | Total Record : 291