cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal METTEK (Jurnal Ilmiah Nasional Dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2016)" : 9 Documents clear
KARAKTERISTIK LAPISAN NiCr PADA BAJA KARBON SEDANG DENGAN METODE PELAPISAN FLAME SPRAY COATING DENGAN VARIASI JARAK SEMPROTAN I Made Widiyarta; I Made Parwata; I Putu Lokantara; Davin Perangin-Angin
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik lapisan NiCr pada baja karbon sedang dengan proses pelapisan powder flame spray coating dengan variasi jarak nosel penyemprotan terhadap permukaan material yang dilapisi (20 mm, 30 mm dan 40 mm) diinvestigasi. Hasil lapisan menunjukkan pada jarak penyemprotan 20 mm dan 30 mm terlihat hasil lapisan merata dan tidak terdapat celah antara material pelapis dan material induk. Sedangkan untuk hasil pelapisan pada jarak penyemprotan 40 mm memperlihatkan munculnya porosity, partikel pelapis yang tidak cair dan terdapat oksidasi/jarak antara material pelapis dan material induk.
EfektifitasCarburizer dari Sumber Karbon Berbeda Pada Proses Pack Carburizing Dewa Ngakan Ketut Putra Negara
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pack carburizing merupakan salah satu metode pengerasan permukaan pada logam yang diaplikasikan pada komponen yang membutuhkan sifat keras pada permukaan dan ulet pada inti seperti poros, crankshaft dan roda gigi. Carburizer yang merupakan campuran dari karbon dan energizer merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi proses ini. Pada penelitian ini diteliti efektifitas penggunaan karbon dari arang bambu, pelepah kelapa, tulang bebek dan tulang kambing sebagai sumber carburizer.Karbon-karbon tersebut dicampur dengan energizer dengan komposisi 20% BaCO3 dan 80% karbon. Proses dilakukan dengan memanaskan specimen pada plat baja yang berisi carburizer sampai suhu 900ºC, diholding selama 3 jam dan didinginkan dengan air. Keefektifan karbon dievaluasi dari tingkat kekerasan dan kedalaman kekerasan (total case depth) yang bisa dicapai dari masing-masing carbon yang digunakan.Kekerasan diukur dengan menggunakan metode Vikers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa carburizer dengan arang tulang kambing memberikan kekerasan permukaan yang paling tinggi (556,37 HV) diikuti oleh arang bambu (532,01 HV), arang pelepah kelapa (363,41 HV) dan arang tulang bebek (340,41 HV). Sedangkan dari segi kedalaman tingkat kekerasan, carburizer dengan arang bambu memberikan efektifitas kedalaman yang paling tinggi yaitu sampai 2,6 mm diikuti oleh carburizer dengan arang tulang kambing, arang tulang bebek dan arang pelepah kelapa dengan kedalaman kekerasan berturut-turut sebesar 1,4 mm, 1,2 mm dan 1 mm.
VARIASI WAKTU PENAHANAN PADA PIROLISIS FLUIDISASI BED BRIKET BATOK KELAPA MUDATERHADAP ANALISIS PROKSIMAT I Wayan Ambara Antara; I Nyoman Suprapta Winaya; I Wayan Widhiada
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan konsumsi pemakaian energi dan berkurangnya cadangan bahan bakar yang berasal dari fosil, maka dilakukan penelitian untuk menemukan cadangan sumber energi yang terbarukan. Batok kelapa muda potensial dikembangkan menjadi sumber energi alternatif karena ketersediaanya cukup melimpah, yang merupakan hasil sampingan dari pengolahan industri minuman, baik sekala menengah dan kecil. Pada penelitian ini teknologi yang dipergunakan untuk mengolah limbah batok kelapa muda menjadi briket bioarang adalah pirolisis fluidized bed menggunakan media gas argon. Pada proses pirolisis tersebut dilakukan variasi waktu penahanan masing masing 15,30,45,60 menit dengan temperatur pirolisis 523oK sehingga diharapkan mendapatkan performasi briket yang terbaik. Dari hasil penelitian diperoleh analisis proksimat sebagai berikut, semakin lama waktu penahanan maka karbon tetap meningkat dari 2,46% menjadi 5,075%, moisture contents mengalami penurunan dari 10,415% menjadi 4,735%, kadar abu meningkat dari 2,2% menjadi 4,835% serta kandungan zat volatile berfluktuasi, dimana pada rentang waktu penahanan 15 menit sampai 45 menit kandungan zat volatile meningkat dari 84,92 % menjadi 89,22% sedangkan pada waktu penahanan 60 menit zat volatile menurun menjadi 85,36. Adanya variasi waktu penahanan yang diberikan pada briket batok kelapa muda pada proses pirolisis fluidisasi bed menggunakan media gas argon, mampu meningkatkan fixed carbon, serta menurunkan kandungan moisture content, dimana zat volatile yang terbentuk mengikuti trend dari fluktuasi kandungan gas mampu bakar yang terdapat pada bahan bakar.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI POSISI PENYEMPROTAN DAN JARAK NOSEL TERHADAP WAKTU PEMADAMAN SISTEM PEMADAMAN KABUT AIR I Gusti Ngurah Bagus Mahendra Putra; Ainul Ghurri; I Wayan Widhiada
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pemadaman kebakaran berbasis air telah banyak dikembangkan untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif dan efisien. Para peneliti dari berbagai negara telah mulai mengembangkan sistem baru untuk menggantikan sistem konvensional. Sistem pemadam kebakaran berbasis kabut air digunakan karena lebih efektif dan efisien dalam mengurangi energi panas pada kebakaran. Keefektifan sistem ini sangat tergantung pada posisi api, posisi nosel dan distribusi spray kabut air. Jarak dan posisi semprotan kabut air akan berpengaruh pada cakupan dan momentum kabut air menembus api. Pada paper ini, pengaruh dari posisi penyemprotan dan jarak nosel terhadap bahan bakar akan diteliti. Penggunaan kabut air untuk memadamkan api berjenis kolam api dilakukan dengan variasi posisi penyemprotan (atas dan samping) dan variasi jarak nosel ke api (20 cm, 25 cm, dan 30 cm). Hasil penelitian menunjukkan penyemprotan kabut air cukup efektif untuk memadamkan api berjenis pool fire. Variasi jarak nosel berpengaruh terhadap waktu pemadaman. Makin jauh jarak semprotan, makin lama waktu yang dibutuhkan untuk memadamkan api. Jarak nosel mempengaruhi cakupan dan kekuatan penetrasi kabut air ke dalam permukaan api. Posisi penyemprotan dari atas dan dengan jarak nosel 20 cm menghasilkan waktu pemadaman tercepat. Pengaruh dari jarak semprotan dan posisi semprotan terhadap waktu pemadaman berbanding lurus dengan volume air yang digunakan untuk memadamkan api. Makin dekat jarak semprotan dan dengan posisi semprotan dari atas manghasilkan waktu pemadaman tercepat dan konsumsi air yang paling sedikit. Hasil pengujian dengan sistem pemadaman berbasis kabut air akan lebih efektif jika dilakukan dekat dengan sumber api dan posisi semprotan dari atas api apabila momentum yang dimiliki tidak cukup kuat untuk menembus api.
PENGARUH LGV TERHADAP PERFORMA DAN EMISI GAS BUANG PADA MOBIL TRANSMISI MANUAL Aris Budi Sulistyo; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Nyoman Budiarsa
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya laju pertumbuhan perekonomian masyarakat Indonesia menyebabkan kebutuhan masyarakat juga semakin tinggi. Liquefied Gas Vehicle (LGV) yang merupakan pengembangan dari Liquefied Petroleum Gas (LPG). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemakaian bahan bakar Liquefied Gas for Vehicle (LGV) terhadap torsi, daya, konsumsi bahan bakar spesifik dan emisi gas buang kendaraan mobil dengan transmisi manual. Metode Analisis data yang digunakan pada penelitian adalah ini terdiri dari dua tahap, yaitu tahap pengumpulan data dan tahap pengolahan data. Analisis ini juga membahas tentang konsumsi bahan bakar spesifik, kemudian trend analisis, termasuk juga optimasi dan analisis desain faktorial yang dijabarkan menggunakan software Sigmaplot.13. Hasil yang diperoleh adalah pemakaian bahan bakar Liquefied Gas for Vehicle (LGV) meningkatkan torsi, daya, dan menurunkan konsumsi bahan bakar spesifik serta menurunkan emisi gas buang kendaraan. LGV bekerja dengan baik pada putaran tinggi. Hal ini berarti LGV hanya cocok digunakan pada pembebanan sedang dan putaran mesin tinggi. Penggunaan bahan bakar vigas cenderung menghasilkan daya dan torsi yang lebih baik dibanding bensin. Keunggulan LGV dibandingkan dengan bensin oktan 88 pada putaran tinggi mengindikasikan bahwa penghematan bahan bakar akan dicapai lebih baik pada penggunaan LGV dibandingkan dengan bensin oktan 88 pada kecepatan tinggi
SISTEM KONTROL KESTABILAN SUHU PADA INKUBATOR BAYI BERBASIS ARDUINO UNO DENGAN MATLAB/ SIMULINK Bayu Nurcahya; I Wayan Widhiada; I Dewa Gede Ary Subagia
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi baru lahir memerlukan perhatian khusus pada proses persalinan, hal ini berpengaruh pada kesehatan bayi itu sendiri. Begitu pula dengan bayi lahir premature mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Suhu sekitar bayi dikondisikan sesuai dengan kebutuhan bayi agar bayi mampu beradaptasi dan tidak rentan terhadap penyakit, terkait hal tersebut diperlukan alat inkubator yang membantu menormalkan suhu dan kelembaban di sekitar tubuh bayi. Untuk mengatur pengontrolan suhu dalam inkubator tersebut diperlukan mikrokontroler Arduino Uno agar temperatur yang dikehendaki yaitu 36 0C tetap terjaga dan stabil. Kemudian dilakukan pengamatan dan analisis data untuk mengetahui laju perpindahan panas pada inkubator serta hubungan parameter-parameter penelitian dengan Matlab/Simulink. Dari hasil penelitian diperoleh kestabilan suhu 36 0C pada Inkubator bayi dapat terjaga dengan menggunakan Mikrokontroler Arduino Uno. Nilai perpindahan panas paling tinggi adalah saat temperatur pada 36 0C, dan terjadi kestabilan temperatur sehingga inkubator ini mampu menjaga temperatur sekitar, mempertahankan suhu tubuh bayi dalam batas normal serta menjaga kelembaban udara sesuai dengan batasan nilai yang dibutuhkan dalam inkubator bayi
ANALISA UNJUK KERJA BAHAN BAKAR HASIL PENGOLAHAN OLI BEKAS PADA MOTOR DIESEL Dewa Gede Angga Pranaditya; Ainul Ghurri; Wayan Nata Septiadi
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oli bekas adalah limbah yang mengandung logam berat dari bensin atau mesin bermotor. Diketahui bahwa oli bekas memiliki nilai kalor yang cukup besar sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini melakukan pemanfaatan limbah oli bekas dilakukan dengan treatment terhadap oli bekas menggunakan media asam sulfat sebagai pelarut residu yang terkandung. Oli bekas diendapkan dan disaring untuk mengurangi residu yang bersifat makro, kemudian dipanaskan pada reaktor dengan suhu 150oC dan dilakukan treatment dengan asam sulfat serta dilakukan pengadukan dengan putaran 300 rpm, , dilanjutkan dengan melakukan beberapa kali filter dan kemudian penambahan larutan alkali NaOH untuk mengurangi kadar asam bahan bakar hasil treatment sebelum siap digunakan sebagai campuran bahan bakar pada mesin diesel. Bahan bakar yang hasil ditreatment diuji pada mesin diesel yang dikopel pada universal dynamometer. Dari hasil penelitian didapat karakteristik sifat sampel bahan bakar uji masih mendekati solar. Pengujian unjuk kerja mesin yaitu torsi dan daya mesin memiliki selisih yang cukup besar dengan rentang 30 – 68% lebih kecil dari solar nilai 1.540 – 1.273 Nm untuk torsi dan 0.183- 0.149 Hp untuk BHP pada putaran 1000-2000 rpm. BSFC memiliki selisih lebih besar 20 – 150% dari solar berkisar antara 0.666-0879 kg/hp.jam pada putaran 1000-2000 rpm. Pada pengujian emisi gas buang selisih melebihi 30% dengan solar
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN BAKAR PERTALITE TERHADAP UNJUK KERJA DAYA, TORSI DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR BERTRANSMISI OTOMATIS I Wayan Budi Ariawan; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baru-baru ini pemerintah memperkenalkan produk bahan bakar baru yang diberi nama Pertalite dengan nilai oktan 90.Pemerintah mengatakan dari segi kualitas Pertalite memiliki kualitas pembakaran yang lebih sempurna di banding Premium, dan kualitas nya hampir setara dengan Pertamax. Namun dari segi harga Pertalite di pasarkan lebih murah dari Pertamax. Meskipun sudah disampaikan keunggulan bahan bakar Pertalite namun pemerintah belum menyampaikan hasil riset resmi untuk mengetahui performansi mesin akibat pemakaian bahan bakar Pertalite.Untuk mengetahui performa mesin dari pemakaian bahan bakar Pertalite maka perlu dilakukan pengujian unjuk kerja mesin dengan bahan bakar Pertalite, meliputi pengujian daya, torsi, konsumsi bahan bakar, serta konsumsi bahan bakar bakar sfesifik (SFC). Pada pengujian ini bahan bakar Pertalite akan dibandingkan dengan pemakaian bahan bakar Premium dan bahan bakar Pertamax. Pengujian dilakukan dengan variasi putaran mesin yang berbeda.Dari hasil pengujian penggunaan bahan bakar Pertalite menghasilkan uji kerja Daya,Torsi, dan Konsumsi Bahan Bakar yang lebih baik dibandingkan Premium, namun masih kalah unjuk kerjanya dibandingkan bahan bakar Pertamax. Pertalite lebih hemat bahan bakar, dan menghasilkan daya yang lebih besar dibandingkan Premium, sehingga menghasilkan SFC yang lebih baik dibandingkan Premium. Bila dibandingkan Pertamax, SFC Pertalite lebih rendah
Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Pertalite Terhadap Akselerasi Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Bertransmisi Otomatis A.A Wira Kresna Ningrat; I Gusti Bagus Wijaya Kusuma; I Wayan Bandem Adnyana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum mengeluarkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, Pertamina sudah memasarkan beberapa jenis BBM seperti Premium, Pertamax dan Pertamax Plus. Keunggulan dari Pertalite adalah Pertalite dinilai lebih bersih daripada Premium karena memiliki Research Octant Number (RON) di atas 88 yang terkandung dalam Premium. Kemudian harga jual Pertalite yang lebih murah ketimbang Pertamax dengan kadar RON 92. Meskipun sudah disampaikan keunggulannya, namun belum disampaikan hasil riset resmi untuk mengetahui kinerja mesin akibat pemakaian Pertalite. Pengujian ini dilakukan pada kendaraan sepeda motor empat langkah dengan sistem transmisi otomatis dalam kondisi standar dengan bahan bakar Pertalite dibandingkan dengan Premium dan Pertamax. Pengujian dilakukan dengan variasi putaran mesin, pengujian akselerasi dengan putaran mesin dari 3000 rpm sampai dengan 6000 rpm dan pada pengujian emisi gas buang putaran mesin dari 3000 rpm, 3500 rpm, 4000 rpm, 4500 rpm dan 5000 rpm. Dari hasil pengujian akselerasi penggunaan bahan bakar Pertalite pada putaran engine 3000 – 6000 rpm menujukan akselerasi pada penggunaan bahan bakar Pertalite lebih baik dibandingkan pada penggunaan bahan bakar Premium dan kandungan emisi gas buang Pertalite secara garis besar berkurang pada gas HC, CO2, CO dan O2 sehingga dapat dikatakan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar Premium.

Page 1 of 1 | Total Record : 9