cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 18298966     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Gradasi Teknik Sipil diterbitkan pertama kali dengan nama Jurnal Teknik Sipil pada bulan Agustus 2004 dengan ISSN 1829 – 8966, yang diterbitkan oleh Unit Pengembangan dan Kerjasama Jurusan Politeknik Negeri Banjarmasin. Ruang lingkup makalah meliputi bidang Teknik dan Manajemen dengan konsentrasi Bidang Transportasi, Geoteknik, Struktur, Keairan dan Manajemen Konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Pengaruh Agregat Setempat Terhadap Nilai Indeks dan Biaya Pada Analisa Satuan Pekerjaan Beton f’c 20 MPa Muhammad Humaidi; Khairil Yanuar; Aunur Rafik
Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v2i2.604

Abstract

Penggunaan material setempat yaitu agregat kasar dan agregat halus dalam pembuatan beton memiliki beberapa keuntungan yaitu mudahnya mendapatkan material, harga yang lebih murah dan biaya distribusi yang murah. Biaya distribusi dipengaruhi oleh jarak dan seberapa besar energi yang dipakai. Material setempat bisa dianggap sebagai green material karena proses distribusinya yang tidak banyak memerlukan energi. Kontraktor dalam menyusun biaya konstruksi (building cost) selain memperhatikan harga satuan juga harus memperhatikan indeks yang sesuai apabila menggunakan material setempat. Hal ini dilakukan agar biaya konstruksi yang ditawarkan kompetitif dan tetap memberikan keuntungan (profit) yang wajar. Untuk mendapatkan indeks material setempat untuk beton perlu dilakukan concrete mix design, yaitu dengan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk agregat kasar dan agregat halus serta melakukan perencangan proporsi campuran beton berdasarkan SNI 03-2834-2000 Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. Proporsi campuran beton yang didapat merupakan indeks campuran dalam satu meter kubik beton. Indeks yang didapat dengan menggunakan material setempat kemudian dibandingkan dengan indeks yang terdapat pada SNI SNI 7394:2008. Hal ini dilakukan karena besaran indeks akan mempengaruhi biaya satuan pekerjaan beton. Proporsi yang didapat kemudian dibuat dalam bentuk benda uji untuk dilakukan uji tekan beton. Uji tekan beton digunakan untuk mengetahui apakah proporsi tersebut sudah memenuhi kuat tekan yang disyaratkan. Biaya satuan pekerjaan beton didapat dengan mengalikan harga satuan material pembuat beton dengan indeks materialnya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa indeks semen dan agregat kasar dari hasil concrete mix design denga material lokal leboh besar 57 kg dan 60 kg, sedangkan indeks agregat halus dan air lebih kecil 4 kg dan 30 liter dibandingkan indeks pada SNI SNI 7394:2008. Biaya yang diperlukan untuk membuat 1 m3 beton dengan agregat lokal sebesar Rp978.094,80 lebih besar dari menggunakan indeks SNI sebesar Rp. 877.918,40 atau dengan selisih 11,4%.
Metode Stabilisasi Semen Terhadap Peningkatan Nilai CBR Tanah Dasar Jalan Lingkungan Muhammad Firdaus; Muhammad Suhaimi; Fathurrozie Fathurrozie
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v3i1.605

Abstract

Dalam makalah ini mendiskusikan mengenai pengembangan fasilitas infrastruktur umum di Komplek Bumi Mas Lestari Perdagangan Banjarmasin yaitu Pembangunan Jalan lingkungan yang secara khusus meninjau bagian tanah dasar dan ketebalan timbunan sirtu. Perhitungan daya dukung tanah dasar mengacu kepada input nilai CBR metode SNI yaitu index dan engineering properties, uji kepadatan tanah standar proctor di laboratorium dan uji CBR Laboratorium. Studi penelitian terhadap tanah dasar yang dibandingkan adalah tanpa dan dengan penggunaan penambahan semen 9% terhadap tanah asli lanau lunak berlempung plastisitas rendah, hasil yang dapat mewakili untuk perbandingan nilai kelayakan subgrade adalah pemenuhan terhadap ketentuan nilai CBR subgrade pada Spesifikasi Umum Bina Marga sebesar minimum 6% pada pelaksanaan timbunan jalan, karena antara nilai CBR tanah dasar asli yang dihasilkan 4% dan setelah distabilisasi menggunakan semen menghasilkan peningkatan 9,8%, tanah dasar telah memenuhi persyaratan dan dapat digunakan menjadi bagian dari konstruksi perkerasan jalan diatasnya sebagai penopang. Abstract This paper discuss infrastucture development of road transportation in Bumi Mas Lestari Housing Compex Construction mainly Road access facility construction mainly for subgrade and embankment of thickness materials. The calculation of theoretical bearing capacity of subgrade based on Standar Nasional Indonesia (SNI), including Proctor Standard and CBR test laboratory.research focus on cement mixing between natural condition of subgrade using 9% cement ratio in silty clayey low plasticity type of soil sample. Conduct Bina Marga Specification of Road Construction, minimum CBR Design is 6% was allowed with 9,8% CBR Design after mixing cement as stabilitation of 4% CBR design before.
Pengaruh Supeltas Terhadap Tingkat Pelayanan Simpang Jalan Trans Kalimantan-Komplek Griya Permata Riska Hawinuti
Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v2i2.606

Abstract

The appearanced of the peoples called “Supeltas" (Sukarelawan Pengatur lalulintas=Traffic Regulatory Volunteers) occurs along with the increasing number of queue vehicles that will turn towards the road. Supeltas itself is persons (not official from the government) who manage traffic flow expecting voluntari giffts from people passing through the road. Often, these activities broke the road rules and exacerbate existing congestion. The purpose of this study was to compare the performance of unsignalizes intersections between the existing and non-existent of "Supeltas" it self. The requirement data needed are the primary data in the form of geometric data, traffic conditions, traffic and environmental conditions data, and secondary data in the form of population and location map. Traffic data collection is done using manual calculation for 2 periods on Tuesday, Wednesday and Thursday at 06.30-08.00 in the morning, noon 12.00-14.00 and afternoon at 16.30-18.30 WITA for each condition of rush hours. The calculation refers to MKJI 1997. The calculation results obtained by the degree of saturation (DS) without the "Supeltas" amounting to 1,816 and with the provision "Supeltas" of 1,525, this DS value exceeds the IHMC ( Indonesian Highway Manual Capacity) previsions 0,75. It can be concluded that the existence of "Supeltas" made a positive impact to reduce the number of DS where it decreased 16.02%.
Perancangan Lapis Pondasi Agregat Tanpa Penutup Aspal Pada Gradasi Batas Tengah Dengan Menggunakan Clay Stone Ahmad Norhadi; H. Muhammad Fauzi; Akhmad Marzuki; Zuraida Zuraida
Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2018
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v2i2.609

Abstract

“Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” is a strong layer structure because it receives a direct load of vehicles above the surface. In general, the making of access roads for mining sites does not use pavement with asphalt. One of the materials for mining pavement generally uses the mine's surface excavation using a clay stone as an addition to a mixture or filler for the aggregate layer structure. Clay stone is a sedimentary rock that is strong if it is in the soil and will become soft when submerged in water. “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” is dominated by fine particles which is a maximum diameter of 19 mm making it difficult to adjust the gradation composition. So to get the ideal gradation of “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” composition, it is necessary to do Research on “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” on Middle Border Gradations Using Clay Stone". The purpose of this study was to determine the value of the mixture composition between clay stone and broken stone, the value of PI content (plastic index) and CBR value “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal” must meet the requirements of material properties in accordance with the General Revised 3rd Edition of Bina Marga specifications, the gradation consists of material passed the filter ¾, maximum liquid limit value of 35%, minimum plasticity index value of 4% and maximum 15 %, clumps of clay and fragile granules of at least 0% and a maximum of 5%, coarse aggregate abrasion is a maximum of 40% and has a minimum CBR (California Bearing Ratio) value of 60%. From the results of this study, it can be seen the mixture composition between clay stone and stone, PI value (plastic index) and CBR value from the gradation of the middle boundary of the “Lapis Pondasi Agregat tanpa penutup aspal”. The composition of the mixture of clay stone and aggregate rock broke on the middle boundary gradation, ie 1-2% broken stone by 20%, 1-1 broken stone by 33%, stone ash by 35%, and clay stone by 12%. Based on the results of the examination of the liquid limit and plastic limit, the Plastic Index (PI) value of the clay stone was 35.696% and for the combination of the mixture of broken stone with an additional 12% clay stone was 13.941%. Based on the results of laboratory density and CBR examinations, it was found that the design CBR value of broken stone aggregate was 73%, the clay stone was 1,150% and for the combination of clay stone and aggregate rock was broken by 64%.
Pengaruh Penambahan Plastik LDPE Terhadap Hasil Marshall untuk HRS-WC Riska Hawinuti; Surat Surat; Rifanie Gazalie
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v3i1.701

Abstract

Plastik sebagai hasil sampingan dari aktivitas masyarakat, menjadi penyumbang terbesar sampah di Indonesia, sehingga diperlukan penanganan khusus agar permasalahan plastik tersebut dapat terselesaikan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan plastik tersebut sebagai bahan tambahan campuran beraspal HRS-WC sehingga diharapkan selain berkurangnya jumlah sampah, jumlah penggunaan aspal minyak pun dapat ditekan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan plastik LDPE (Low Density Poly Ethylene) terhadap karakteristik campuran beraspal HRS-WC, mengetahui perbandingan nilai karakteristik marshall antara campuran HRS-WC dengan dan tanpa tambahan plastik LDPE, menentukan kadar aspal optimum dan kadar campuran plastik LDPE optimum pada campuran HRS-WC. Pengujian yang dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Poliban, antara lain pengujian agregat, pengujian aspal dan pengujian marshall. Benda uji yang dibuat berupa benda uji tanpa tambahan plastik dan dengan tambahan plastik sebanyak masing-masing 15 buah. Dari hasil pengujian, campuran aspal tanpa Plastik LDPE diperoleh nilai stabilitas 1.490 kg, flow 4,20 mm, VMA 110% dan Marshall Quotient 380 kg/ mm sedangkan pada campuran dengan plastik LDPE, nilai stabilitas sebesar 1.900 kg, flow 4,20 mm, nilai VMA105% dan nilai Marshall Quotient 610 kg /mm. Dengan nilai KAO sebesar 6,50% dan kadar plastik sebesar 5,0%.
EVALUASI PEMODELAN BANJIR 2-D KOTA MANADO Aris Rinaldi; Dasniari Pohan; Idham Riyando Moe; Reza Adhi Fajar
Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v5i1.729

Abstract

Permasalahan banjir Kota Manado merupakan permasalahan utama yang wajib ditangani secara komprehensif. Perubahan tata guna lahan, intensitas curah hujan yang sering dan lama, kapasitas tampung sungai yang mengecil, sedimentasi dan sampah, dan perubahan iklim menjadi penyebab terjadinya banjir di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan model dua dimensi dengan simulasi efek perubahan tata guna lahan dan efek hujan kala ulang serta observasi banjir guna mencari solusi terhadap permasalahan banjir yang sering terjadi di Kota Manado. Hasil dari penelitian ini adalah terjadi perubahan tata guna lahan dan peningkatan luas area terdampak banjir yang menggenangi Kota Manado, di lain hal kapasitas sungai yang kecil, sehingga pemerintah Kota Manado perlu memperbaiki daerah sempadan sungai yang dipadati dan dihuni oleh masyarakat guna meningkatkan kapasitas aliran air di sungai saat musim hujan dengan intensitas lama dan besar
Analisis Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Irigasi Pada Petak Sawah Di Daerah Irigasi Rawa Kecamatan Mandastana Andri Iriansyah; Fitriani Hayati; Fakhrurrazi Fakhrurrazi
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v3i1.730

Abstract

Kabupaten Barito Kuala adalah salah satu pemerintah kabupaten yang berbatasan dengan provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, Indonesia. Dalam musim hujan pada waktu pasang air Sungai Kapuas, Sungai Barito dan air kiriman dari Kabupaten Banjar yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Mandastana dapat membanjiri sebagian besar wilayah ini dan mengakibatkan permukaan tanah tergenang terus menerus. Masalah yang dialami oleh persawahaan di Kecamatan Mandastana adalah masalah yang mempengaruhi tata kelola air terkait saluran irigasi yang ada di pertanian itu sendiri mengalami pasang surut air, yang bergerak naik turun yang disebabkan oleh pasang air pada Sungai Barito dan Sungai Kapuas, dimana pada saat pasang area persawahan mengalami kelebihan air. Metode perhitungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode mock untuk perhitungan debit andalan dan neraca air dan metode penman dan standar KP-01 untuk perhitungan kebutuhan air. Berdasarkan analisis neraca air (ketersediaan air dari curah hujan dikurang kebutuhan air disawah kondisi eksisting) didapat hasil 3,017 m3/detik, sehingga pada petak sawah terjadi kelebihan air, jadi apabila ingin dilakukan perluasan lahan persawahan ketersediaan air masih mencukupi untuk mengairi air di sawah. Abstract Barito Kuala Regency is one of the district governments that borders the provinces of Central Kalimantan and South Kalimantan, Indonesia. During the rainy season at the time of the tide of the Kapuas River, the Barito River and consignment water from Banjar Regency, which is directly adjacent to Mandastana District, can overwhelm most of this area and result in continuous inundation of the land surface. The problem experienced by the field in Mandastana Subdistrict is a problem that affects water management related to irrigation channels in agriculture itself which experiences tidal water, which moves up and down caused by tides on the Barito River and Kapuas River, where at the time of tide the area rice fields experience excess water. The calculation method used in this study is the mock method for calculating the mainstay discharge and water balance and penman method and the KP-01 standard for calculating water requirements. Based on the analysis of water balance (availability of water from rainfall minus water requirements under existing conditions) obtained results of 3.017 m3 / sec, so that the paddy fields occur excess water, so if you want to expand rice fields the availability of water is still sufficient to irrigate water in the fields.
Tinjauan Nilai Permeabilitas Tanah Tanggul Canal Blocking Muhammad Amad Arifin; Fathurrozie Fathurrozie
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v3i1.732

Abstract

Air sangat berpengaruh pada sifat-sifat teknis tanah dan juga air berperan sangat penting dalam masalah-masalah teknis yang berhubungan dengan tanah yaitu permeabilitas. Permeabilitas tanah yaitu kecepatan air yang menembus tanah pada periode tertentu dan dinyatakan dalam cm/jam. Nilai permeabilitas sangat penting dalam menentukan penggunaan dan pengelolaan praktis tanah. Koefisien permeabilitas tanah memiliki nilai yang berbeda untuk berbagai jenis tanah. Ada dua macam alat untuk menentukan nilai permeabilitas, yaitu constant head permeameter dan falling head permeameter. Lokasi penelitian tanggul canal blocking berada di Hutan Lindung Liang Anggang yang terletak di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Dimana tubuh tanggul canal blocking menggunakan tanah urugan setempat (tanah gambut) dijadikan tubuh tanggul canal blocking. Tugas Akhir ini menggunakan metode survei dan pengambilan data tanah pada kawasan tanggul canal blocking. Bila dilihat nilai permeabilitasnya pada tubuh tanggul yang didapat, termasuk kelas sangat rendah yaitu kurang < 0,125 cm/jam. Jadi penggunaan tanah urugan setempat untuk dijadikan tubuh tanggul sudah cukup efektif . Water is very influential on the technical properties of soil and also water plays a very important role in the technical problems related to soil, namely permeability. Soil permeability is the speed of water that penetrates the soil in a certain period and is expressed in cm / hour. Permeability values ​​are very important in determining the practical use and management of land. The soil permeability coefficient has different values ​​for various types of soil. There are two types of tools for determining permeability values, namely constant permeability head and permeability falling head. The research location of the canal blocking dikes is in the Liang Anggang Protected Forest located in Liang Anggang District, Banjarbaru City, South Kalimantan Province. Where the canal blocking embankment body uses local soil (peat soil) as a canal blocking embankment body. This Final Project uses a survey and retrieval of soil data in the canal blocking embankment area. If you see the permeability value on the embankment body obtained, including the class is very low, which is less than 0.125 cm / hour. So the use of local land to be used for embankment is quite effective.
Penilaian Kinerja Fisik Sungai Desa Baru (Waki) Kabupaten Hulu Sungai Tengah Sakinah . Sakinah; Herliyani Farial Agoes
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v3i1.744

Abstract

Kebutuhan akan sumber air semakin meningkat setiap tahunnya sehingga pemanfaatan sumber air khususnya yang berasal dari sungai, harus semakin efisien dan efektif, sejalan dengan kebutuhan sumber daya yang ada maka di perlukan suatu perawatan serta pemeliharaan sungai,identifikasi sungai merupakan salah satu kegiatan dalam rangka pemeliharaan sungai. PadaDesaBaru (Waki) KecamatanBatuBenawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah belum ada Penilaian kinerja fisik sungai secara lengkap.Penyusunan penilaian dilakukan dengan metode observasi lapangan. Observasi lapangan berdasarkan (SE DIRJEND SDA KEMEN PUPR NO/05/SE/D/2016 dan PP NO/38/2011) yangdilakukan mulai dari bagian Hulu hinggabagian hilir sungai.Berdasarkan hasil survey mengenai identifikasi sungai di Desa Baru (Waki) Kecamatan Batu Benawa, yaitu : panjang sungai 2 Km , lebar sungai antara 50 m– 82,5 m, kedalaman sungai antara 0,20 – 2,2 m.Penilaian Kinerja Sungai terhadap sungai Desa Baru (Waki) memperlihatkan bahwa kategori tindakan untuk Sungai DesaBaru (Waki) pada hasil penilaian bernilai 74,264 % masuk pada kategori pemeliharaan Preventif dengan tindakan yang dapat dilakukan berupa pengamanan administratif, pengamanan fisik, pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala. Abstract The need for water sources is increasing every year so that the use of water sources, especially those originating from rivers, must be more efficient and effective, in line with the existing resource needs, so that a river is needed to maintain and maintain rivers. . In Baru Village (Waki) Batu Benawa Subdistrict, Hulu Sungai Tengah District, there has not been a complete assessment of the physical performance of the river. Compilation of assessment is done by field observation method. Field observations are based on (SE DIRJEND SDA PUBLIC MINISTRY OF PUPR NO/ 05/SE/D/2016 and PP NO/ 38/2011) carried out from the upstream to the downstream part of the river. Based on the survey results on river identification in Baru Village (Waki) Batu Benawa District, namely : river length 2 km, river width between 50 m - 82.5 m, river depth between 0.20 - 2.2 m. River Performance Assessment of the Sungai Baru River (Waki) shows that the action category for Sungai Desa Baru (Waki) on the valuation results is 74.264% in the Preventive maintenance category with actions that can be taken in the form of administrative security, physical security, routine maintenance, periodic maintenance.
Analisis Kebutuhan Air Bersih Kecamatan Anjir Muara dan Kecamatan Anjir Pasar Riska Norastina; Faryanto Effendi
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v3i1.745

Abstract

ABSTRAK Air adalah salah satu kebutuhan pokok manusia yang sangat berperan penting dalam kehidupan, air dapat diperoleh dari berbagai sumber, tergantung pada kondisi dan daerah setempat. Penyediaan air bersih untuk masyarakat saat ini menjadi salah satu permasalahan penting, dalam rangka memenuhi kebutuhan air bersih yang semakin meningkat setiap tahunnya. Maka PDAM Unit IKK Anjir Muara Pasar perlu mengkaji kembali kebutuhan air bersih. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pengumpulan data primer dan data sekunder, kemudian dilakukan perhitungan proyeksi penduduk 10 tahun mendatang menggunakan 3 metode yaitu metode aritmatik, metode geometrik, dan metode least square. Kebutuhan air bersih yang dihitung yaitu kebutuhan domestik, kebutuhan non domestik, dan kehilangan air. Sehingga didapatlah kebutuhan air total 10 tahun mendatang. Hasil perhitungan yaitu kebutuhan air domestik tahun 2028 adalah 37,053 L/dtk, kebutuhan air non domestik tahun 2028 adalah 2,27 L/dtk, kehilangan air tahun 2028 adalah 7,864 L/dtk. Total kebutuhan air tahun 2028 adalah 47,19 L/dtk, kapasitas produksi tahun 2028 yaitu 47,19 L/dtk. Kapasitas produksi yang terpasang saat ini adalah 70 L/dtk, sehingga pada tahun 2028 kapasitas yang terpasang saat ini memenuhi untuk 10 tahun ke depan. Abstract Water is one of the basic human needs that plays an important role in life, water can be obtained from various sources, depending on conditions and the local area. The provision of clean water for the community is now one of the important problems, in order to meet the growing need for clean water every year. So the IKK PDAM Unit Promote the Estuary Market needs to review the need for clean water. The research method used is by collecting primary data and secondary data, then calculating the population projection for the next 10 years using 3 methods, namely arithmetic methods, geometric methods, and least square method. The calculated clean water needs are domestic needs, non-domestic needs, and water loss. So that you get the total water needs for the next 10 years. The calculation result is that domestic water demand in 2028 is 37,053 L/sec, non-domestic water needs in 2028 are 2.27 L/sec, water loss in 2028 is 7.864 L/sec. The total water demand in 2028 is 47.19 L/sec, production capacity in 2028 is 47.19 L/sec. The currently installed production capacity is 70 L/sec, so that in 2028 the installed capacity currently meets for the next 10 years.

Page 9 of 23 | Total Record : 224