cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 18298966     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Gradasi Teknik Sipil diterbitkan pertama kali dengan nama Jurnal Teknik Sipil pada bulan Agustus 2004 dengan ISSN 1829 – 8966, yang diterbitkan oleh Unit Pengembangan dan Kerjasama Jurusan Politeknik Negeri Banjarmasin. Ruang lingkup makalah meliputi bidang Teknik dan Manajemen dengan konsentrasi Bidang Transportasi, Geoteknik, Struktur, Keairan dan Manajemen Konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Pengaruh Penggunaan Pasir Putih Sebagai Bahan Tambah Untuk Stabilisasi Tanah Desa Bangkuang Kabupaten Barito Selatan Syahdi Syahdi; Muhammad Suhaimi
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v3i2.749

Abstract

Tanah merupakan salah satu dari sekian banyak material yang bervariasi (heterogen) antara satu lokasi dengan lokasi yang lain., maka dalam penelitian ini melakukan penambahan material pasir putih yang kemudian dicampurkan dengan tanah asli yang berasal dari desa Bangkuang Kecapamatan Karau Kuala Kabupaten Barito selatan. Kegiatan penelitian dilakukan di laboratorium Geoteknik dan Transportasi Politeknik Negeri Banjarmasin meliputi beberapa metode pungujian dilakukan sesuai dengan standar penelitian yaitu: SNI 03-1965-2008, SNI 03-1964-2008, SNI 03-1967-2008, SNI 03-1965-2008,SNI 03-1743-2008 SNI 03-1738-2011, dan SNI 2828:2011. Hasil penelitian, dengan penambahan pasir putih sangat berpengaruh terhadap perbaikan sifat – sifat tanah yang akan digunakan untuk bahan stabilisasi subgredre, maka didapat nilai sifat-sifat tanah diberi bahan pasir putih (0%) meliputi; kadar air (W) 23,87%, berat jenis (Gs) 2,59, batas cair (LL) 33,9%, batas plastis (PL) 20,11%, plastisitas indeks (PI) 13,79%, kadar air optimum (OMC) 18,6%, kepadatan kering maksimum (dMax) 1,61 Gr/Cm3 dan CBR desain 5%. Nilai sifat-sifat tanah diberi bahan tambah pasir putih. Nilai sifat-sifat tanah diberi bahan tambah pasir putih (15%) meliputi; berat jenis gabungan (Gs) 2,62, batas cair (LL) 29,6%, batas plastis (PL) 19,52%, plastisitas indeks (PI) 10,08%, kadar air optimum (Omc) 81,5%, kepadatan kering maksimum (dMax)) 1,54 Gr/Cm3 dan CBR desain 6,1%, berat isi kering (d) 1,538 gr/cm³. Abstract Land is one of the many varied material (heterogeneous) between one site and another location., then in this research performs addition material of white sand is then blended with the native soil that comes from the village of Karau Kuala Kecapamatan District Bangkuang Barito South. Research activities carried out in the laboratory of Geotechnical and transportation State Polytechnic Banjarmasin includes several methods of pungujian conducted in accordance with the standards of research, namely: in accordance with the SNI 03-1965-2008, SNI 03-1964-2008, SNI 03-1967-2008, SNI 03-1965-2008, SNI 03-1743-2008, SNI 03-1738-2011, and SNI 2828:2011. Results of the study, with the addition of white sand is very influential towards the improvement of the nature – nature of the land to be used for subgredre stabilization materials, then obtained the value soil properties are given materials white sand (0%) include; moisture content (W) 23.87%, heavy types (Gs) 2.59, liquid limit (LL) 33.9%, limits plastis (PL) 20.11%, plasticity index (PI) 13.79%, optimum moisture content (OMC) 18.6%, maximum dry density (/dMax) 1.61 Gr/Cm3 and CBR design 5%. The value soil properties are given the added ingredient of white sand. The value soil properties are given the added ingredient of white sand (15%) include; the weight of the combined type (Gs) 2.62, liquid limit (LL) 29.6%, limits plastis (PL) 19.52%, plasticity index (PI) 10.08%, optimum moisture content (Omc) 81.5%, maximum dry density (/dMax)) 1.54 Gr/Cm3 and CBR design 6.1%, weight dry (/d) 1.538 gr/cm ³.
Perencanaan Perencanaan Sruktur Jembatan Lengkung Pada Sungai Sombe-Lewara Atur P. N. Siregar; Anwar Dolu; M Z H Ragalutu
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i2.753

Abstract

Kecamatan Kinovaro secara geografis memiliki banyak sungai yang panjang dan lebar yang menjadi kendala dalam proses pemenuhan kebutuhan masyarakat dan perkembangan daerah tersebut. Maka perlu adanya fasilitas penunjang, salah satunya adalah jembatan. Jembatan merupakan konstruksi vital maka harus didesain sedemikian rupa agar mampu menerima beban dengan baik. Jembatan tipe portal lengkung dapat menjadi alternatif untuk jembatan bentang panjang, karena selain bentuknya yang memiliki nilai estetika, jembatan dengan tipe pelengkung juga dapat mereduksi momen lentur sehingga penampang yang diperoleh menjadi lebih efisien. Abstract Kinovaro is a subdistrict where has many long and wide rivers and being obstacles in the process of fulfilling community needs and the development of the area. So that it needs to have a facilitis, one of that is a bridge. Bridges is important constructions so it needs to be designed carepully in order to have a proper calculation. Curved bridge type can be an alternative for long span bridges, because it has a nice aesthetic value, can also reduce bending moments so that it can provide an optimum cross section. The purpose of this Final Project is to obtain bending moments and curved axial forces, dimensions and reinforcement. The method used for structural analysis is the finite element method through the SAP2000 program, while for reinforcement design using the strength method based on SNI 2847-2013. The results of structural analysis, the are critical bending moment is 21869.332 kN.m and the critical axial force is 15944.307 kN, both of which are in the arching position. From the design results is found out that the girder dimensions of 60 x 80 cm. Thickness of the top arch is 60 cm and nearby support is 140 cm. While the column thickness at the top of the arch is 40 cm and nearby support is 80 cm. From the results of reinforcement design, the girder reinforcement of 16D25 mm was obtained on the support, and of 10D25 mm was at the middle length of the beam. Reinforcement of columns was obtained of D25-100 mm nearby support area and D25-200 mm at the top area. Whereas for the arches obtained of D25-80 mm for the supporting area and D25-100 mm at the top of the arch area. Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mendapatkan momen lentur dan gaya aksial pelengkung, dimensi dan tulangan struktur yang efisien. Metode yang digunakan untuk analisa struktur adalah metode elemen hingga menggunakan program SAP2000, sedangkan untuk perencanaan tulangan menggunakan metode kekuatan berdasarkan SNI 2847-2013. Dari hasil analisa struktur diperoleh momen lentur pelengkung terbesar adalah 21869,332 kN.m dan gaya aksial terbesar adalah 15944,307 kN, keduanya berada pada perletakan pelengkung. Dari hasil perencanaan diperoleh dimensi gelagar 60 x 80 cm, tebal pada puncak pelengkung adalah 60 cm dan pada perletakan adalah 140 cm, sedangkan untuk tebal kolom pada puncak pelengkung adalah 40 cm dan pada perletakan adalah 80 cm. Dari hasil perencanaan tulangan diperoleh tulangan gelagar pada tumpuan 17D25 mm dan lapangan 10D25 mm. Tulangan kolom diperoleh tulangan D25-100 mm untuk daerah perletakan pelengkung dan D25-200 mm pada daerah puncak. Sedangkan untuk pelengkung diperoleh D25-80 mm untuk daerah perletakan dan D25-100 mm pada daerah puncak pelengkung.
Analisis Neraca Keseimbangan Air Baku Layanan PDAM Amuntai Al-Qadar - Al-Qadar; Fakhrurrazi Fakhrurrazi
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i2.771

Abstract

Abstrak PDAM BNA Amuntai adalah unit penyedian air bersih di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang melayani penyediaan air bersih untuk keperluan masyarakat tiga kecamatan yaitu Amuntai Utara, Selatan dan Tengah. Laju angka pertumbuhan di tiga kecamatan ini membuat kebutuhan air bersih semakin bertambah setiap tahunnya. Pengadaan air bersih untuk masyarakat bertujuan agar lapisan masyarakat menjalani pola hidup sehat.Untuk mengetahui jumlah kebutuhan air bersih pada tahun tertentu, menggunakan analisis proyeksi penduduk dengan standar kebutuhan air bersih berdasarkan panduan Kementrian PU. Menghitung ketersedian air disungai Balangan (debit andalan) menggunakan analisis data klimatologi dan data bangkitan hujan menggunakan metode mock. Hasil analisis jumlah penduduk di tiga kecamatan layanan PDAM BNA Amuntai pada tahun 2049 berdasarkan hasil proyeksi penduduk sebanyak 154.972,2 jiwa. Dengan layanan 90% kebutuhan masyarakat terhadap air bersih layanan PDAM BNA Amuntai pada tahun 2049 sebanyak 771.843,38 m³/bulan. Hasil analisis debit andalan ketersedian air baku sebanyak 12.933.464,72 m³/bulan. Sehingga persentase kebutuhan air bersih sebesar 5,97%. terhadap ketersedian air baku di sungai. Abstract PDAM BNA Amuntai is a clean water supply unit in the North Hulu Sungai Regency that serves clean water for the needs of the community of three sub-districts, namely North, South and Central Amuntai. The rate of growth in these three sub-districts makes the need for clean water growing every year. The provision of clean water aims to ensure that the layers of society live a healthy lifestyle. Analysis of population projections with clean water requirements based on the Ministry of Public Works guidelines to calculate clean water needs. Calculating the availability of water in the Balangan river (mainstay discharge) using climatological data analysis and rainfall generation data using the mock method. The results of the analysis of the population in the three sub-districts of PDAM BNA Amuntai service in 2049 based on the projection of the population of 154,972.2 people. With 90% service, the community's need for clean water services at PDAM BNA Amuntai in 2049 is 771,843.38 m³/month. The results of the main discharge analysis of the availability of raw water were 12,933,464.72 m³/month. So the percentage of clean water needs is 5.97%. towards the availability of raw water in the river
Perbandingan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rumah Konvensional dan Rumah RISHA di Kota Banjarmasin Puji Rahayu; Aunur Rafik; Rinova Firman Cahyani
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v3i2.783

Abstract

Masih banyak sebagian orang yang belum memenuhi kebutuhan kepemilikan rumah karena faktor ekonomi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dan juga faktor dari bencana alam sehingga diperlukan rancangan bangunan yang memenuhi standar dengan kualitas baik dan harga terjangkau seperti rumah dengan teknologi RISHA. Dari permasalahan tersebut maka pada penelitian ini akan dilakukan penelitian mengenai perbandingan rencana anggaran biaya (RAB)Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan rumah konvensional tipe 36 pada salah satu perumahan di wilayah Banjarmasin Timur. Metode deskriptif dan komparatif digunakan dalam penyelesaian penelitian ini. Kedua metode ini digunakan untuk menggambarkan semua data yang kemudian dianalisa dan dibandingkan berdasarkan kenyataan secara langsung. Hasil rencana anggaran biaya (RAB)untuk rumah konvensional sebesar Rp122.355.689 (Seratus Dua Puluh Dua Juta Tiga Ratus Lima Puluh Lima Ribu Enam Ratus Delapan Puluh Sembilan Rupiah) dan hasil rencana anggaran biaya (RAB)rumah RISHA sebesar Rp. Rp119.640.109,00 (Seratus Sembilan Belas Juta Enam Ratus Empat Puluh Ribu Seratus Sembilan Rupiah) dengan selisih rencana anggaran biaya (RAB) antara kedua rumah tersebut sebesar Rp2.715.580,00 (Dua Juta Tujuh Ratus Lima Belas Ribu Lima Ratus Delapan Puluh Rupiah) dengan perbandingan sebesar 2,22%. Abstract There are still many people who have not met the needs of home ownership due to economic factors for low income people and also factors from natural disasters so that building designs that meet standards of good quality and affordable prices such as houses with RISHA technology are needed. From these problems, this research will conduct a research on the comparison of the budget plan of Simple Healthy Instant Homes (RISHA) with conventional houses of type 36 in one housing complex in East Banjarmasin. Descriptive and comparative methods are used in the completion of this research. Both of these methods are used to describe all data which is then analyzed and compared based on reality directly. The results of the planned budget for a conventional house of Rp122,355,689,00 (One Hundred Twenty Two Million Three Hundred Fifty Five Thousand Six Hundred Eighty Nine Rupiah) and the results of RISHA's housing cost budget plan of Rp119.640.109,00 (One Hundred Nineteen Million Six Hundred Forty Thousand Hundred Nine Rupiah) with the difference in the planned budget between the two houses amounting to Rp2.715.580,00 (Two Million Seven Hundred Fifteen Thousand Five Hundred Eighty Rupiah) at a ratio of 2.22%.
Perbandingan Biaya Galian Tanah Menggunakan Alat Berat Dengan Proses Pengerjaan Manual Gusti Arya Kusuma; Rezky Anisari
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i2.784

Abstract

Abstrak Dalam proyek konstruksi biasanya pihak pengerja dalam hal ini dapat disebut kontraktor lapangan terkadang mengalami beberapa kendala dalam mengerjakan proyek yang tidak mempunyai akses jalan yang baik, permasalahan tersebut adalah sulitnya untuk mobilisasi alat berat.Akan tetapi terkadang pelaksanaan secara manual pun sulit dilaksanakan dikarenakan terbatasnya waktu pengerjaan dan perekrutan pekerja untuk proyek tersebut. Lokasi penelitian untuk ini mencakup daerah Desa tatah alayung kecamatan mandastana kabupaten barito kuala. Metode penelitian data untuk Tugas Akhir ini ialah dengan observasi, yaitu melakukan pengamatan di lapangan berkaitan dengan materi yang dibahas. Observasi dilakukan Daerah Irigasi Rawa (DIR) tanipah Desa Tatah Alayung Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala. Berdasarkan analisis perhitungan didapat Volume pekerjaan galiannya sebesar 216,476.80 m3. Biaya excavator long-arm sebesar 1,928,609,738 rupiah, Biaya excavator long-arm + Ponton sebesar 2,571,479,650 rupiah, dan Biaya excavator standard sebesar 714,480,000 rupiah. Jika pekerjaan dilakukan dengan menggunakan alat-alat manual dan dikerjakan oleh pekerja galian didapatkan hasil sebesar 22,580,000,000 rupiah. Rasio perbandingan biaya antara alat berat dengan pekerjaan manual adalah 2,571,479,650 : 22,580,000,000 atau sama dengan 1 : 8,78 (Bila diambil dari biaya alat berat yang terbesar). Kata kunci : Excavator, Biaya, Pekerja Abstract In construction projects, usually the workman in this case can be called a field contractor, sometimes experiencing some obstacles in working on projects that do not have good road access, the problem is the difficulty of mobilizing heavy equipment. However, sometimes even manual implementation is difficult to carry out due to limited working time and recruitment of workers for the project. The research location for this area includes tatah alayung village, mandastana sub-district, barito kuala district. This data research method is by observation, which is conducting observations in the field relating to the material discussed. Observations were carried out in the Swamp Irrigation Area (DIR) Tanipah, Tatah Alayung Village, Mandastana District, Barito Kuala Regency. Based on the analysis of calculations, the volume of excavation works is 216,476.80 m3. The cost of long-arm excavators is 1,928,609,738 rupiahs, the cost of long-arm excavators + Pontoons is 2,571,479,650 rupiahs, and the cost of standard excavators is 714,480,000 rupiahs. If the work is carried out using manual tools and is carried out by excavated workers, the result is 22,580,000,000 rupiah. The ratio of the cost ratio between heavy equipment with manual work is 2,571,479,650: 22,580,000,000 or equal to 1: 8,78 (If taken from the largest cost of heavy equipment). Keywords : Failure, Settlement, Eccentricity
EVALUASI PERENCANAAN MENGGUNAKAN 2 METODE DI RUAS JALAN ANJIR PASAR ahmad noor irpansyah; Ria Adriyati
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v3i2.790

Abstract

Jalan Anjir Pasar Marabahan Daerah Wanaraya Kabupaten Barito Kuala ini berada pada daerah rawa merupakan jalur transportasi sangat penting dalam kegitan-kegiatan pergerakan manusia dan barang yang dapat meningkatkan perkembangan ekonomi daerah dan wilayah tersebut dari penelitian yang dibuat ini untuk mencari perhitungan tebal lapis perkerasan jalan untuk jalan baru dan mencari perbandingan tebal lapis perkerasan jalan untuk jalan baru. Dari data yang diperoleh, maka membuat suatu perhitungan perbedaan pada Tebal Lapis Perkerasan tersebut. Perhitungan yang digunakan adalah Metode Analisa Komponen dan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 dengan data-data yang digunakan seperti data lalu lintas, data CBR (California bearing ratio), data jumlah penduduk dan data curah hujan. Hasil dari penelitian tersebut bahwa didapat perbandingan tebal lapis perkerasan dari Metode Analisa Komponen yaitu Laston dengan tebal 5 cm, LPA (agregat kelas A) dengan tebal 15 cm, LPB (agregat kelas B) dengan tebal 10 cm. Sedangkan dengan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 yaitu Burda dengan tebal 2 cm, LPA (agregat kelas A) dengan tebal 25 cm dan Lapis Penopang dengan tebal 35 cm.
Analisis ketersediaan dan kebutuhan air untuk Daerah Irigasi Pitap Refky Husada Aditama; Adriani Muhlis
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v3i2.794

Abstract

Agriculture is a field that plays a very important role in meeting the food needs of a country. Irrigation is aimed at controlling or controlling water on land, so that the farming process is more productive and effective. One area that has the potential to be developed is Balangan Regency, South Kalimantan. Therefore made Pitap irrigation channels. The construction of the irrigation channel has been around for more than 6 years (until 2019), it is necessary to observe and analyze the water demand and the availability of water in the irrigation in order to create a suitable development planning and productivity of agricultural products for the area. This study uses primary and secondary data collection methods, and the results obtained in the form: Water demand in November is 5.45 m3 / second for the first half, and for the second half is 5.72 m3 / second, water availability in November is 3,981 m3 / second (taken from the mainstay of 80% monthly discharge), the water balance shows that in November there was a water shortage deficit of 1.47 m3 / second for the first half, and 1.74 m3 / second.
STABILISASI TANAH DENGAN MENGGUNAKAN PASIR DAN ABU SERABUT KELAPA TERHADAP NILAI CBR Gusti Alvin Erliawan; Muhammad Firdaus
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v3i2.798

Abstract

Land is a very important basic material in a construction, because basically the soil serves as the object of all types of konstruki and as a base they saw on a structure must have the nature and power of a good support, ground the sand mixture is stabilized with 10% coconut fibres 1% ash, sand mix 10% ash 3% coconut fibers, sand mix 10% coconut fibres 5% ash. Research done in the laboratory of Geotechnical and Civil Engineering Transfortasi State Polytechnic Banjarmasin, testing is done at the programme LEVEL include: Testing water content in accordance with SNI 03-1965-2008, Heavy Type Testing in accordance with SNI 03-1964-2008, testing the limits of Liquid in accordance with SNI 03-1967-2008, testing the limits of Plastis accordance with SNI 03-1966-2008, Compaction Testing in accordance with STANDARD 03-1743-2008, and California Bearing Ratio Testing in accordance with STANDARD 03-1744-2012. From the results obtained by testing the value of the physical properties and mechanical ground on mixed 0%: 69.15% w, Gs 2.505, LL 49.50%, PL 31.64%, PI 13.61% 27.5% opt, w, Y d max 1.268 Gr/Cm3, CBR design 3.1%. From the results obtained by testing the value of the physical properties and mechanical Sand mixture soil at 10% Coconut Fibres 1% Ash: Gs (combined), 2.369 LL 49.55%, PL 33.18% PI, 16.37%, w opt 35.25%, Yd max 1.178 Gr/Cm3, CBR design of 6.8%. From the results obtained by testing the value of the physical properties and mechanical ground on mixed Sand Ash 10% 3% Coconut Fibres: Gs (combined), 2.369 LL 49.50%, PL 34.08% PI, 15.42%, w opt 25.50%, Yd max 1.205 Gr/Cm3, CBR design of 7.3%. From the results obtained by testing the value of the physical properties and mechanical Sand mixture soil at 10% Coconut Fibres 5% Grey: Gs (combined) 2.668, LL 49.40%, PL 35.79%, 13.61% PI, w opt 20.45%, Yd max 1.315 Gr/Cm3, CBR design 8.0%.
Pengaruh Bentuk Rancangan Denah Terhadap Volume Dan Harga Rumah Tipe 36 Di Banjarmasin Selatan Rinova Firman Cahyani; Sahlan Hadi; Aunur Rafik
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i1.801

Abstract

Kepemilikan rumah untuk tempat tinggal merupakan kebutuhan tak terelakkan yang harus dipenuhi oleh setiap keluarga. Pertumbuhan penduduk di Banjarmasin yang semakin meningkat dan keterbatasan daya beli, hal ini menjadikan permintaan rumah tipe 36 sangat tinggi. Pengembang(developer) sebagai penyedia jasa perumahan berusaha memenuhi harapan konsumen untuk membangun rumah tipe 36 dengan harga terjangkau namun tetap memperhatikan kualitas, keindahan dan kenyamanan bagi penghuninya. Rumah tipe 36 ditawarkan dengan berbagai varian bentuk rancangan denah dan tampilannya sehingga konsumen binggung dalam menentukan pilihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh bentuk rancangan denah terhadap volume pekerjaan dan biaya pembangunan rumah tipe 36. Denah rumah tipe 36 diambil dari Perumahan di wilayah Banjarmasin Selatan. Berdasarkan gambar kerja masing-masing bentuk rancangan denah dihitung volume kerjanya kemudian dianalisis Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan SNI tahun 2016. Dengan menggunakan metode deskriptif dan komparatif harga rumah masing-masing bentuk rancangan denah dibandingkan. Hai ini dapat menjadi acuan bagi pengembang untuk menentukan pilihan rancangan denah rumah tipe 36 dengan harga terjangkau oleh konsumen. Berdasarkan analisis Rencana Anggaran Biaya untuk rancangan dengah rumah tipe 36 Perumahan Mahatama memiliki harga yang paling ekonomis yaitu Rp. 225.790.322 dengan selisih harga 7,83 %.
Pintu Air Perencanaan Pintu Otomatis Pada Desa Jelapat Baru Kec. Tamban Muhammad Rizki; Darmawani Darmawani
Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2019
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v3i2.802

Abstract

Kegiatan penelitian dilakukan untuk menjawab keingintahuan penulis tentang pintu klip yang dipengaruhi kondisi pasang surut lahan pertanian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mempelajari dokumen yang didapat berupa data sekunder dari instansi terkait. Observasi digunakan untuk mengumpulkan data primer dan dilengkapi teknik yang telah dipelajari dari dokumen. Wawancara (Interview) digunakan untuk mengumpulkan data primer secara langsung di lapangan berguna untuk mengetahui kondisi saluran tersier. Pada lokasi penelitian, setiap harinya terjadi pasang surut harian tunggal (diurnal tide). Selama bulan gelap sampai bulan purnama pada tanggal 7 Februari 2019 - 21 Februari 2019 (1 Jumadil Akhir 1440 - 15 Jumadil Akhir 1440) didapat pasang tertinggi 1,55 m. Lalu surut terendah 0,71 m. Perencanaan tata airnya adalah sistem 1 arah pada 1 saluran yang diujungnya terdapat saluran pembuang agar racun pada tanah dapat terbilas, pintu air ini berbentuk persegi dengan tinggi dan lebar 0,558 m tinggi engsel sama dengan tinggi muka air maksimum= 1,06 m dengan ketinggian h yaitu 0,503 m dan ambang pintu 0,5 m. α= 10° maka H lubang = 0,55 m. Pintu air otomatis ini akan membuka jika selisih ΔH= 0,01 m, dan akan menutup jika selisih ΔH= 0,00 m.

Page 10 of 23 | Total Record : 224