cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
CHEMPUBLISH JOURNAL
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Validasi Metode Analisa Kadar Timbal (Pb) dalam Rambut Karyawan SPBU di Indarung Corry - Handayani
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.417 KB)

Abstract

Timbal (Pb) adalah logam berat yang dapat menyebabkan keracunan dan terakumulasi dalam tubuh manusia. Mekanisme masuknya timbal kedalam tubuh manusia dapat melalui system pernafasan, oral, ataupun langsung melalui permukaan kulit. Timbal yang diabsorsi dalam tubuh sebanyak 95% diikat oleh eritrosit kemudian diangkut oleh darah keorgan-organ tubuh dan kemudian akan disimpan dalam jaringan lunak (sum-sum tulang, sistim saraf, ginjal, hati) serta jaringan keras (tulang, kuku, rambut, gigi).Berdasarkan pada profesi seseorang, maka kontaminasi logam timbal (Pb) dapat terjadi karena berhubungan langsung atau tidak langsung dengan sumber pencemaran logam timbal (Pb). Telah dilakukan uji validasi metode destruksi basah untuk penentuan kadar timbal (Pb) dalam rambut. Destruksi basah menggunakan campuran HNO3 dan HClO4. Analisis kandungan timbal hasil destruksi dilakukan dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA).Untuk menentukan metode destruksi yang valid dilakukan validasi metode yang meliputi uji akurasi, presisi, dan linearitas serta penentuan LoD dan LoQ. Uji presisi dilakukan dengan menghitung persen recovery, yaitu 96,24%. Hasil uji presisi adalah 3,2%. Sementara itu, linearitas kurva standar diperoleh sebesar 0,9996 dengan LoD dan LoQ berturut-turut 0,0804 mg/g dan 0,2680 mg/g. Perhitungan konsentrasi Pb dalam sampel rambut hasil dari metode destruksi berturut-turut 0,0139 ppm dan 0.1648 ppm. Hasil ini lebih tinggi dari LoD namun lebih rendah dari LoQ. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa metode destruksi ini dapat dipercaya atau valid untuk analisa kadar logam timbal (Pb) dalam rambut dengan SSA.
UJI FENOLIK DAN UJI TOKSISITAS EKSTRAK METANOL KULIT JENGKOL (Archidendron jiringa) Misri Yanty Lubis; Lamek Marpaung; M Pandapotan Nasution; Partomuan Simanjuntak
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.688 KB)

Abstract

Selama ini kulit jengkol tidak dimanfaatkan, merupakan barang yang terbuang dan menjadi sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kulit jengkol dapat dimanfaatkan sebagai alternatif obat herbal dengan  terlebih dahulu dilakukan uji fenolik untuk melihat kandungan senyawa fenoliknya. Uji fenolik ekstrak dilakukan dengan menggunakan FeCl3. Senyawa fenolik yang terkandung dalam tumbuhan mempunyai aktivitas biologi yang beragam, seperti anti-inflamasi, antimikroba, antikanker dan lain-lain. Efek toksik ekstrak metanol dari kulit jengkol (Archidendron jiringa) telah diamati dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak dibuat dengan cara maserasi menggunakan metanol selama 1 x 24 jam. Ekstrak diuji toksisitasnya menggunakan larva udang Artemia salina yang berumur 24 jam. Efek toksik ekstrak diidentifikasi dengan persentasi kematian larva udang menggunakan analisis probit (LC50). Hasil menunjukkan ekstrak metanol dari kulit jengkol bersifat toksik, dengan LC50 = 39,27. Hasil ini dapat dijadikan dasar untuk menggunakan kulit jengkol sebagai alternatif obat herbal. Kata kunci: Toksisitas, uji fenolik, BSLT, LC50, analisis probit.
Isolasi, Karakterisasi dan Uji Potensi Bakteri Penghasil Enzim Termostabil Air Panas Kerinci Priya Tri Nanda
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.749 KB)

Abstract

Telah diisolasi 3 isolat bakteri termofilik yang berpotensi dalam menghasilkan enzim termostabil dari sumber air panas Sungai Tutung Kabupaten Kerinci. Ketiga isolat bakteri tersebut memiliki karakteristik dengan bentuk bulat, ukuran sedang, warna kuning, permukaan cembung, tepi utuh dan gram negatif dengan bentuk basil. Bakteri termofilik berpotensi dalam menghasilkan enzim amilase dan katalase termostabil.
Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri dari Ekstrak Kasar Metanol Daun Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides (L) Presl ) Aliyah - fahmi
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.045 KB)

Abstract

Penelitian tentang aktivitas antioksidan dan antibakteri dari ekstrak kasar metanol daun sisik naga (Drymoglossum piloselloides (L) Presl) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak kasar metanol daun sisik naga oleh metode peredaman radikal bebas oleh 0,5 mM 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) 40 ppm menggunakan Spektrofotometer UV Visibel pada panjang gelombang 515-517 nm diperoleh IC50 sebesar 9,7 mg / L dengan persen peredaman tertinggi sebesar 99,0574 % pada konsentrasi 100 ppm pada panjang gelombang 517 nm merupakan zat yang memiliki aktivitas antioksidan yang paling kuat. Untuk menguji aktivitas antimikroba ekstrak kasar metanol daun sisik naga dengan Metode Difusi Agar memberikan zona hambat pada S. mutans ekstrak konsentrasi masing-masing 1%, 2% dan 3% adalah 0,55; 0,56 dan 0, 83 , E. Coli adalah 1,03; 1,30 dan 1,34 , di mana lebih besar dari konsentrasi ekstrak meningkatkan penghambatan S. mutans dan E. coli sehingga efektif untuk dikembangkan sebagai agen antibakteri. Kata kunci: Antioksidan, Antibakteri, Drymoglossum piloselloides (L) Presl, Spektrofotometer UV Visibel dan Metode Difusi Agar..
Pengujian Antioksidan Minyak Atsiri, Ekstrak Air dan Ekstrak Etanol dari Batang Kecombrang (Etlingera elatior) Dengan Metode DPPH Rika Silvany; Mimpin Ginting; Adil Ginting
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.883 KB)

Abstract

Senyawa antioksidan berperan penting dalam pertahanan tubuh terhadap pengaruh buruk yang disebabkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antioksidan minyak atsiri, ekstrak air dan ekstrak etanol dari batang Kecombrang (Etlingera elatio) dengan metode DPPH. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan ekstrak etanol yang bersifat antioksidan kuat dengan nilai IC50 44,58 mg/L.
Perbandingan Metode Ekstraksi Natrium Alginat: Metode Konvensional dan Microwave Assisted Extraction (MAE) Amran Amir; Agrippina Wiraningtyas; Ruslan Ruslan; Nurfidianty Annafi
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.579 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode microwave assisted extraction (MAE) dengan metode konvensional dalam ekstraksi natrium alginat dari rumput laut Sargassum sp. dan melakukan analisis sifat fisik dan sifat kimia natrium alginat hasil ekstraksi. Rumput laut Sargassum sp. yang digunakan pada penelitian ini diambil dari perairan Teluk Bima. Produk natrium alginat yang dihasilkan selanjutnya dikarakterisasi sifat fisik dan sifat kimia. Analisis sifat fisik meliputi rendemen, kecerahan dan viskositas, sedangkan analisis sifat kimia meliputi kadar air, kadar abu dan analisis struktur. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan metode MAE dapat mempercepat proses ekstraksi dibandingkan metode konvensional. Selain itu rendemen natrium alginat yang dihasilkan pada metode MAE lebih tinggi dari metode konvensional. Ekstraksi dengan metode MAE selama 16 menit diperoleh rendemen sebesar 37,13% sedangkan ekstraksi dengan metode konvensional selama 1 jam diperoleh rendemen sebesar 19,25%. Sifat fisik dan sifat kimia natrium alginat hasil ekstraksi dengan metode MAE diperoleh kadar air 14,43%,  kadar abu 14,63%, kecerahan 78,62 dan viskositas 95,00 cps. Sedangkan metode konvensional diperoleh kadar air 15,32%,  kadar abu 31,48%, kecerahan 78,75 dan viskositas 5,50 cps. Kata kunci : natrium alginat, sifat fisik dan sifat kimia, metode MAE dan metode konvensional.
KUALITAS PROTEIN SUSU SAPI SEGAR BERDASARKAN WAKTU PENYIMPANAN Elisa Putri
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.339 KB)

Abstract

Penyimpanan susu sapi segar di dalam lemari es dilakukan untuk menunda perubahan kualitas kadar protein susu. Secara umum, perubahan suhu mengakibatkan penundaan seluruh perubahan akibat reaksi biokimia (dekarboksilasi, deaminasi dan reaksi Strickland) akibat mikroorganisme. Proses ini menyebabkan perubahan zat gizi yang dikandung susu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui umur penyimpanan susu sapi segar pada suhu 4OC yang masih layak dikonsumsi berdasarkan kualitas kadar protein sesuai dengan SNI susu segar No. 01-3141-1992. Pemeriksaan kadar protein  dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara Medan. Sampel susu sapi segar diambil dari peternakan sapi di Jl. Brigjend Katamso Medan. Sampel dibagi menjadi 5 (lima) kelompok, dengan variasi waktu  penyimpanan yaitu 0 jam (control), 3 jam, 6 jam, 9 jam, dan 12 jam, dan sampel susu disimpan di dalam lemari es (4oC) Analisis kadar protein dilakukan dengan metode Kjeldhal. Dari hasil penelitian kadar protein 0 jam (control) adalah 4,26% , 3 jam 3,72%, 6 jam 3,21%, 9 jam 2,65%, dan 12 jam 1,82%. Terdapat pengaruh yang tidak signifikan waktu penyimpanan terhadap kualitas kadar protein p<0,05. Namun yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) susu segar No. 01-3141-1992 untuk dikonsumsi, yaitu susu sapi segar yang disimpan selama 6 jam pada suhu 4oC. Kata Kunci: Kadar protein, susu sapi segar, waktu penyimpanan
PENENTUAN KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG TERHADAP KANDUNGAN NITRAT, BESI, MANGAN, KEKERUHAN, Ph, BAKTERI E.coli DAN COLIFORM Vivi Sisca
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.983 KB)

Abstract

Air minum adalah air yang digunakan untuk konsumsi manusia. Menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum antara lain tidak berasa,tidak berbau,tidak berwarna, dan tidak mengandung logam-logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, namun terdapat resiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri atau zat-zat berbahaya . Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100oC, banyak zat berbahaya , terutama logam tidak dapat dihilangkan dengan cara ini. Sejalan dengan kemajuan dan peningkatan taraf kehidupan, maka jumlah penyediaan air selalu meningkat, akibatnya kegiatan untuk pengadaan sumber-sumber air baru setiap saat terus dilakukan. Air tawar bersih yang layak minum, kian langka di perkotaan. Air tanah sudah tidak aman dijadikan bahan air minum karena telah terkontaminasi rembesan dari tangki septic tank maupun air permukaan. Hal tersebutlah yang membuat depot-depot air minum isi ulang bermunculan, air minum yang bisa diperoleh depot-depot ini harganya bisa sepertiga lebih murah dari produk air minum dalam kemasan yang bermerek, yang juga disebut berasal dari mata air yang bersih dan berasal dari air pegunungan. Tidak heran kalau air minum isi ulang banyak diminati oleh konsumen. Keberadaan depot air minum isi ulang semakin meningkat sejalan dengan dinamika keperluan masyarakat terhadap air minum yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi. Namun tidak semua depot air minum isi ulang terjamin keamanan produknya, karena sebagian depot-depot tersebut belum terdaftar di Departemen Kesehatan Oleh karena itu, untuk mengetahui secara persis apakah air depot tersebut layak minum atau tidak, memang perlu dilakukan melalui pengujian laboratorium.Berdasarkan hal tersebut diatas , maka dilakukan uji bakteriologis , pH, kekeruhan, nitrat, logam besi dan mangan pada air minum isi ulang pada beberapa depot  yang ada di kota Bukittinggi. Penelitian ini dilakukan di laboratorium kimia analitik jurusan kimia fakultas matematika dan Ilmu pengetahuan alam universitas andalas padang. Sampel yang dianalisa diambil dari air minum isi ulang pada depot-depot sebagai berikut: Sampel 1 : di daerah Tengah Sawah, Sampel 2 : di daerah Tigo baleh, Sampel 3 : di daerah Bukit Apit, Sampel 4 : di daerah Birugo. Cara Kerja : Penentuan pH, Penentuan Kekeruhan, Penentuan Nitrat, Penentuam Besi dan Mangan, Penentuan E.coli dan Coliform dirujuk kepada tabel MPN (Angka Paling Mungkin) dengan 7 tabung seri 5-1-1 Ditinjau dari variai waktu : Konsentrasi nitrat, Bakteri E.Colidan coliform makin meningkat, dan kandungan kekeruhan menurun, sedangkan untuk konsentrasi besi, mangan dan pH tidak mengalami perubahan.Dari semua parameter yang telah diuji untuk masing-masing sampel sampai dengan minggu kedelapan, ternyata masih berada dibawah ambang batas yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI No.492/MenKes/SK/VII/2010, kecuali kandungan E.coli dan Coliform melewati ambang batas yang telah ditetapkan. Kata Kunci : Air minum Isi Ulang
AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH DAN DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi Linn) TERHADAP MIKROBA Salmonella tyhipimurium dan Aspergillus flavus Ana Suliani; Madyawati Latief; Silvi Leila Rahmi
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.923 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa antimikroba ekstrak etil asetat buah dan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn)  terhadap mikroba Salmonella thypimurium dan Aspergillus flavus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi ekstrak 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%  dengan 3 x ulangan. Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak etil asetat buah dan daun belimbing wuluh menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap Salmonella thypimurium, tetapi tidak dapat menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap Aspergillus flavus. Konsentrasi 6% pada ekstrak etil asetat buah dan daun belimbing wuluh menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap Salmonella thypimurium dengan diameter zona hambat 2,83 mm pada buah dan 2 mm pada daun.
Isolasi Dan Karakterisasi Terpenoid Serta Uji Antioksidan Dari Ekstrak Kulit Batang Shorea singkawang Mai Efdi; Syafrizayanti Syafrizayanti; Dian Kumala Sari
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.162 KB)

Abstract

Isolasi dan karakterisasi terpenoid dari fraksi etil asetat ekstrak kulit batang Shorea singkawang telah dilakukan. Senyawa ini diisolasi dengan metode maserasi, kromatografi kolom, dan rekristalisasi serta dikarakterisasi dengan metode spektroskopi. Terpenoid tersebut berupa padatan putih dengan titik leleh 140-142°C dan berdasarkan data GC menunjukkan adanya 1 puncak. Berdasarkan data spektroskopi UV dan IR, senyawa hasil isolasi dalam pelarut metanol menunjukkan serapan maksimum pada panjang gelombang 201 nm dan memiliki gugus –OH, -CH2, -CH3, dan geminal dimetil namun belum diketahui posisi dari gugus-gugus tersebut. Hasil uji antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan ekstrak etil asetat memiliki potensi sebagai antioksidan dengan EC50 sebesar 0,075%. Kata kunci : Shorea singkawang, terpenoid, uji antioksidan  

Page 2 of 13 | Total Record : 126