cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
CHEMPUBLISH JOURNAL
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 126 Documents
Sintesis, Karakterisasi dan Immobilisasi Kompleks Besi (II) pada Support Silika Modifikasi Gusliani Eka Putri
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.676 KB)

Abstract

Suatu komplek Besi(II) asetonitril dan aquabidest telah digrafting pada silika modifikasi. Keberhasilan proses immobilisasi dibuktikan melalui karakterisasi dengan FTIR, AAS, TGA dan Mikroskop Optik. Metoda immobilisasi dilakukan secara langsung dan tak langsung. Metoda immobilisasi yang baik dilakukan secara langsung terlihat dari hasil metal loading yang besar terdapat pada metoda langsung yaitu sebesar 3,56%. Nilai leaching yang terendah terdapat pada grafting langsung SiO2-[AlCl3]-Fe(H2O)6 yaitu sebesar 0,28% . Pada  umumnya semua amobilat cukup stabil  karena nilai leachingnya  dibawah 10%. Berdasarkan data TGA, katalis ini disarankan untuk digunakan pada temperature di bawah  144,6 °C.   Kata kunci : immobilisasi, silika modifikasi, komplek besi(II)
Identifikasi Senyawa Hidrokarbon Polisiklis Aromatis (HPA) dan Aktivitas Antimikrobanya pada Ikan yang Diawetkan dengan Asap Cair dewi yudiana shinta
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.043 KB)

Abstract

Asap cair merupakan bahan kimia hasil destilasi asap dari pembakaran biomassa dan juga bersifat sebagai desinfektan. Senyawa fenol, karbonil dan asam-asam organik yang terdapat dalam asap cair berperan penting dalam pengawetan ikan. Hidrokarbon Polisiklis Aromatis (HPA) banyak dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan-bahan organik seperti pengolahan makanan yang tidak tepat. Sifatnya yang lipofil dan karsinogenik, maka pencemaran HPA di lingkungan terutama dalam makanan tidak boleh dianggap ringan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa Hidrokarbon Polisiklis Aromatis (HPA), jumlah dan jenis bakteri pada ikan yang sudah diawetkan dengan asap cair dan hubungannya dengan senyawa HPA. Analisis statistik menggunakan uji Korelasi Pearson. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan dua jenis bakteri (Bacillus dan Pseudomnas), rata-rata jumlah koloni bakteri 245,67 dan senyawa antimikroba pada ikan yang sudah diawetkan dengan asap cair, yaitu Tetradecanoic acid, Hexadecanoic acid, Methanol, 1-Propanol-o-d, 1,2,3-Propanetriol, Hydroxyacetic acid, Butane, Dodecanoic acid, Heptadecene dan 2-Butanol, tapi tidak terdapat korelasi antara senyawa Hidrokarbon Polisiklis Aromatis dengan jumlah koloni bakteri pada ikan yang telah diawetkan dengan asap cair. Asap cair dapat digunakan sebagai pengawet ikan karena tidak mengandung senyawa karsinogenik. Bakteri yang tumbuh pada ikan yang diawetkan pada asap cair merupakan bakteri yang berspora dan bersifat tahan terhadap bahan kimia. Kata Kunci : Asap cair, Hidrokarbon Polisiklik Aromatik (HPA), antimikroba.
Desulfurisasi Minyak Hasil Pirolisis Plastik Polipropilena Dengan Campuran Bentonit/Karbon Aktif Teraktivasi H3PO4 Heriyanti Heriyanti; Sutrisno Sutrisno; Sri Febriani; Debby Mutiara Ananda
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 1 No. 2 (2016): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.959 KB)

Abstract

Sulfur merupakan salah satu komponen pengotor dalam bahan bakar cair. Keberadaan sulfur dalam bahan bakar cair merupakan salah satu penyumbang terjadinya pendemaran udara. Upaya peningkatan kualitas udara harus dimulai dari kualitas bahan bakar cair. Oleh karena itu, dibutuhkan metode untuk penghilangan sulfur dalam bahan bakar cair. Adsorpsi adalah metode yang umum digunakan pada proses pemurnian minyak. Bentonit dan karbon adalah adsorben yang biasanya menyerap zat warna dan pengotor pada minyak. Kemampuan bentonit dan karbon dapat ditingkatkan dengan aktivasi untuk memperbesar luas permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengadsorpsi minyak dari plastik PP untuk meningkatkan kualitasnya. Proses aktivasi karbon mengunakan akitivator H3PO4. Hasil adsorpsi menunjukkan terjadi pemucatan warna pada minyak dan kenaikan nilai kalor serta penurunan kadar surfur minyak. Kenaikan nilai kalor tertinggi terjadi pada minyak dari plastik PP bening yaitu sebesar 1,96% pada komposisi 60% bentonite dan 30% karbon aktif. Sedangkan nilai kandungan sulfur minyak mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar terjadi pada minyak dari plastik PP warna yand diadsorpsi dengan komposisi bentonite dan karbon aktif 25% bentonite dan 75% karbon aktif, penurunan sebesar 0,14%. Kata kunci: bentonite, karbon aktif, H3PO4
Ekstraksi Adsorben Ramah Lingkungan dari Matriks Biologi: Asam Humat Tinja Kuda (AH-TK): Asam Humat Tinja Kuda (AH-TK) Rahmat Basuki; Sri Juari Santosa; Bambang Rusdiarso
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.815 KB)

Abstract

Telah berhasil dilakukan ekstraksi asam humat dari serbuk tinja kuda kering dan serbuk tinja kuda yang direndam terlebih dahulu dengan disinfektan. Metode ekstraksi dilakukan berdasarkan prosedur Stevenson (1994) di bawah atmosfer udara. Pemurnian dilakukan dengan larutan 0,1 M HCl/0,3 M HF (1:1). Hasil ekstraksi adalah 4 jenis asam humat dari tinja kuda yaitu, asam humat tinja kuda kotor (AHTK), asam humat tinja kuda murni (AHTK-Mur), asam humat tinja kuda desinfektan kotor (AHTK-Dis), dan asam humat tinja kuda desinfektan murni (AHTK-Dis-Mur). Karakterisasi keempat asam humat dari tinja kuda menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FT-IR menunjukkan pola serapan dan puncak-puncak serapan yang mirip dengan asam humat pembanding dari tanah gambut, yaitu asam asam humat tanah gambut (AHTG) dan asam humat tanah gambut murni (AHTG-Mur) yang merupakan pola/serapan karakteristik asam humat berdasarkan Stevenson (1994). Kadar abu AHTG, AHTG-Mur, AHTK, AHTK-Mur, AHTK-Dis, AHTK-Dis-Mur masing-masing sebesar 7,31; 1,20; 15,66; 0,99; 18,02; dan 1,82 % (b/b). Keasaman total AHTK, AHTK-Mur, AHTK-Dis, AHTK-Dis-Mur berturut-turut adalah 400,6; 415,3; 282,5; dan 333,1 cmol/kg. Hasil tersebut menunjukkan AHTK-Mur memiliki keasaman dan kadar abu paling baik.
Studi Pengaruh Waktu Kontak, Laju Alir, dan Ukuran Packing terhadap Adsorpsi Cr(VI) edwin permana
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.009 KB)

Abstract

ABSTRAK Industri elektroplatting merupakan penghasil limbah logam berat berbahaya, salah satunya kromium heksavalen. Kromium heksavalen merupakan logam yang berbahaya, mempunyai kadar racun yang tinggi dan bersifat karsinogenik penyebab kanker. Sehingga dilakukanlah upaya meminimalisasi limbah cair kromium dengan cara adsorpsi. Penelitian ini difokuskan pada pembuatan adsorben dari campuran tanin dan bentonit dengan perbandingan massa 1:3. Sampel yang digunakan adalah limbah cair sintetis dimana komposisi dari logam kromium heksavalen sesuai dengan limbah industri elektroplatting yaitu K2Cr2O7. Variabel yang digunakan adalah ukuran packing 1,0 cm dan 1,5 cm, dengan laju alir sebesar 180 ml/menit dan 240ml/menit sedangkan waktu kontak 20 menit hingga 100 menit. Pada hasil penelitian ini menunjukkan penyerapan krom tertinggi terjadi pada ukuran packing 1,5 cm dengan laju alir 240 ml/menit dan waktu kontak 20 menit yaitu 80,37%. Kata Kunci : Elektroplatting, adsorpsi, kromium heksavalen
Formulasi Nanopartikel Ekstrak Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) Sebagai Zat Warna Sediaan Lipstik Indri Maharini
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.582 KB)

Abstract

Lipstick merupakan sediaan dekoratif yang banyak digunakan oleh wanita. Dalam sediaan ini biasanya mengandung bahan pewarna sintetik. Penggunaan lipstick sangat mungkin tertelan bersama ludah, makanan dan minuman oleh karena itu sangat berbahaya jika dalam sediaan lipstik mengandung zat pewarna berbahaya. Zat warna alami dibutuhkan keberadaannya karena dianggap lebih aman dibandingkan dengan pewarna sintetik. Buah naga merupakan tanaman yang mengandung betasianin. Senyawa ini merupakan zat warna merah pada buah yang berkhasiat sebagai antioksidan. Antioksidan diperlukan dalam formulasi sediaan lipstick untuk mencegah teroksidasinya lemak dari basis yang dapat menyebabkan bau tengik pada sediaan. Dalam penelitian ini akan dilakukan formulasi nanopartikel ekstrak buah naga. Nanopartikel mampu mencegah terjadinya migrasi zat warna pada sediaan lipstick. Metode pembuatan sediaan nanopartikel menggunakan gelasi ionic. Komposisi formula nanopartikel buah naga yaitu : eksrak cair buah naga konsentrasi 1 g/ 25 ml 4 bagian, larutan kitosan 1 mg/ml 1 bagian dan 0,05 bagian Na TPP konsentrasi 0,4 mg/ml. hasil sediaan nanopartikel menunjukkan larutan opalesen dan stabil dalam penyimpanan. Sediaan lipstick berkonsisitensi rendah dengan warna pink pucat. Kata kunci: nanopartikel, buah naga, antioksidan, zat warna, lipstik
Pengaruh pH Dan Suhu Terhadap Stabilitas Antosianin Dari Ekstrak Kulit Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas (L.) Lam.) Sandra tri juli fendri; B A Martinus; Meindika Dwi Haryanti
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.128 KB) | DOI: 10.22437/chp.v2i2.4305

Abstract

The aim of this research is to knowing about the stability of anthocyanin dye against the influence of pH and temperature, and also degradation of color from purple sweet potato’s peel extracts. The process of sweet potato extraction was done by maceration using ethanol 96%. Anthocyanin stability test was performed on the pH, and variation of pH are 1, 3, 5, 7 and 9. While, temperature variation that used are room temperature, 40°C, 60°C, 80°C and 100°C. To know the absorbance value for color degradation of anthocyanin was measured using a UV-Vis spectrophotometer at 528 nm wavelength maximum. The results of analysis data statistic by using (ANOVA) two way advanced to Duncan test (SPSS 17.0) in stability of pH and temperature are showed that samples more stabile at pH 1 than pH 3 and 5 because there are significant value. The result of % color degradation from pH sample 1, 3 and 5 respectively are 1,47% ; 49,63% and 52,32%.
Proses Pembuatan Kertas Dari Kombinasi Limbah Ampas Tebu dan Sekam Padi Dengan Proses Soda Yuli Ristianingsih; Nelli Angraeni; Annisa Fitriani
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.338 KB) | DOI: 10.22437/chp.v2i2.4455

Abstract

Salah satu limbah yang dapat diolah menjadi bahan baku alternatif pembuatan kertas adalah sekam padi dan ampas tebu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi bahan baku (sekam padi dan ampas tebu) terhadap yield pulp yang dihasilkan dan mengetahui karakteristik kertas kombinasi antara sekam padi dan ampas tebu menggunakan proses soda berdasarkan uji SEM dan XRD. Penelitian ini menggunakan proses soda karena cocok untuk bahan baku non wood, biaya operasi murah dan tidak menggunakan senyawa sulfur. Bahan baku kering yang dicampur dengan NaOH dimasak menggunakan autoclave (120°C, 1 atm) selama 60 menit. Pencampuran bahan baku dilakukan pada perbandingan ampas tebu dan sekam padi yaitu 1:3; 1:2; 1:1; 2:1 dan 3:1. Pulp diberi pemutih NaClO 5,25% (v/v), kemudian dicetak dan dikeringkan sebagai produk kertas. Yield pulp terendah diperoleh pada perbandingan 3:1 sebesar 33,48%. Berdasarkan observasi dari SEM diketahui serat sekam padi dan ampas tebu berukuran 5,88-9,8 µm dan 8,82-14,71 µm, sedangkan berdasarkan observasi XRD, chemical treatment dapat meningkatkan karakteristik peak intensity pada sekam padi sebesar 81,67% (selulosa I) dan 89,82% (selulosa II) dan untuk ampas tebu sebesar 75% (selulosa I) dan 67,91% (selulosa II).
Adsorpsi Air Gambut Menggunakan Karbon Aktif Dari Buah Bintaro Heriyanti Heriyanti; Aji Wilaksono; Nafisah Amri; Kevin Naoki Davidson; Bagas Rimawan; Rahmawati Rahmawati
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.543 KB) | DOI: 10.22437/chp.v2i2.4470

Abstract

Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi merupakan daerah dataran rendah yang banyak mengandung air gambut. Air gambut dapat diadsorpsi menjadi air bersih yaitu dengan menggunakan karbon aktif dari buah bintaro (Cerbera odollam). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh aktivasi terhadap karbon aktif yang dihasilkan. Aktivasi kimia menggunakan tiga activator (KOH, ZnCl2, dan H3PO4) dan aktivasi secara fisika pada suhu 600oC. Karbon aktif dikarakterisasi menggunakan SEM-EDX sebelum dan sesudah adsorpsi. Air gambut hasil adsorpsi dianalisis kadar warna, pH, COD, TDS, KMnO4, dan Fe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi aktivator berpengaruh terhadap karbon aktif yang diperoleh. Hal ini dapat dilihat dari rendemen yang dihasilkan, dimana rendemen tertinggi terdapat pada karbon aktif dengan aktivator H3PO4 yaitu sebesar 85,25%. Hasil analisis adsorpsi dapat diketahui bahwa karbon aktif buah bintaro dapat menaikkan pH air gambut dari 4,80 menjadi 6,50, menurunkan kadar logam Fe pada air gambut sebesar 75% yakni dari 0,080 mg/L menjadi <0,02 mg/L dan dapat menurunkan nilai kandungan zat organik (KMnO4) pada air gambut dari 184 mg/L menjadi 151 mg/L. Hasil karakterisasi SEM-EDX menunjukkan adanya perbedaan morfologi perrmukaan karbon aktif sebelum dan sesudah adsorpsi.
Pemanfataan Serbuk Sekam Padi Sebagai Adsorben Untuk Menurunkan Konsentrasi Senyawa Piridaben Pada Pestisida Samite 135EC Roni Saputra; Hengky Oktarizal
CHEMPUBLISH JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2017): Chempublish Journal
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.979 KB) | DOI: 10.22437/chp.v2i2.4475

Abstract

Pesticides are very useful in many areas of human activities, especially in agriculture to ensure food availability. However, pesticides also have a negative impact on the environment and health. Pesticides are classified as endocrine disrupting chemicals (EDCs), which are chemicals that can interfere with the metabolic system, binding and eliminating hormones in the body, one of which is the danger of carcinogenicity. The concentration hazard present in Pesticide was experiment to decrease the concentration by using rice husk absorbent powder. This research is an experimental research that aims to reduce the concentration of pyridaben compounds contained in pesticides by using rice husk absorbent powder. By varying the sample treatment, variations of optimum concentrations of 10, 20, 30, 40 and 50 mg/L, contact time of 12 hours, 24 hours, 2 days, 4 days and 7 days, and weight of rice husk powder 25, 50, 100, 150, 200 mg. Analysis performed on pesticides is the content of pyridaben in pestisida samite 135EC. From this research, the best result was obtained at concentration 30 mg/L with 29,74% absorption efficiency, 24 hours contact time with 92,36% absorption efficiency, and 150 mg of rice husk powder with 54,88% absorption efficiency. This condition indicates that rice husk powders are effectively used to decrease the concentration of pyridaben compounds because of their effectiveness above 50%.

Page 3 of 13 | Total Record : 126