cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2502731X     DOI : 10.37887/jimkesmas
Core Subject : Health,
FKM UHO dari berbagai disiplin ilmu kesmas, diantaranya epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, promosi kesehatan, kesehatan reproduksi, biostatistika, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 550 Documents
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT PARU OBTRUKTIF KRONIK (PPOK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO- LEPO KOTA KENDARI TAHUN 2017 Ismail, Laode; Sahrudin, Sahrudin; Ibrahim, Karma
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.412 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.3031

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia. Prevalensi,morbiditas, dan mortalitas PPOK mulai meningkat diseluruh dunia dan diperkirakan merupakan masalahkesehatan yang membutuhkan perhatian khusus dalam penatalaksanaan pencegahan terhadap penurunanprogesivitas fungsi paru. Banyak faktor yang dapat memicu seorang terkena penyakit paru obstruktif kronikyaitu kebiasaan merokok, riwayat penyakit pernafasan (Asma, Bronchtis, dan Enfisema) , usia, jenis kelamin,genetik, polusi udara, dan depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok,riwayat penyakit pernafasan, dan depresi terhadap kejadian penyakit paru obstriktif kronik di wilayah kerjapuskesmas lepo- lepo kota kendari 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian epidemiologianalitik observasional menggunakan desain case control study. Populasi dalam penelitian berjumlah 1.420 jiwadengan jumlah sampel sebanyak 47 kasus dan 47 kontrol, pengambilan sampel menggunakan teknik purposivesampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwah kebiasaan merokok memiliki OR sebesar 2,641 yang artinyaresponden perokok berisiko 2 kali lebih besar menderita penyakit paru obstruktif kronik dan riw ayat penyakitpernafasan memiliki OR sebesar 7,451 artinya responden yang memiliki riwayat penyakit pernafasan berisiko 7kali lebih besar menderita penyakit paru obstruktif kronik. Sedangkan depresi tidak memiliki hubungan yangsignifikan terhadap kejadian penyakit paru obstruktif kronik dengan nilai OR sebesar 1,000. Bagi masyarakatdiharapkan agar selalu melakukan hal- hal positif disetiap kegiatan dan menjaga kesehatan dengan melakukanperilaku hidup bersih dan sehat serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas ataupun rumahsakit.Kata kunci : PPOK, depresi, merokok, riwayat penyakit
MODEL PREDIKSI BERAT LAHIR BAYI BERDASARKAN BERAT BADAN IBU SEBELUM HAMIL DAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN PERTRIMESTER DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU TAHUN 2015-2016 Nurhudayaen, Nurhudayaen; Majid, Ruslan; ainurafiq, ainurafiq
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.124 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2858

Abstract

Berat badan lahir merupakan salah satu indikator kesehatan pada bayi yang baru lahir. Berat bayipada saat lahir sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil. Bila ibu hamil kurus ataugemuk sebelum hamil akan menimbulkan risiko pada janin terutama apabila peningkatan atau penurunansangat menonjol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model prediksi berat lahir bayi berdasarkanberat badan ibu sebelum hamil dan pertambahan berat badan pertrimester di wilayah kerja PuskesmasPuuwatu tahun 2015-2016. Jenis penelitian ini merupakan desain kohort historis. Populasi adalah seluruhjumlah bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu pada tahun 2015 sampai bulan November 2016berjumlah 556 bayi. Besar sampel adalah 103 bayi diperoleh berdasarkan teknik pengambilan sampel yaitupurposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan model prediksi yang diperoleh dari analisis regresi linearberganda yaitu Berat Lahir Bayi= 2404,824+ 9,186*berat badan sebelum hamil + 81,415*pertambahan beratbadan trimester I + 27,241*pertambahan berat badan trimester III (R2= 17%) dengan semua asumsi regresilinear terpenuhi.Kata kunci: model prediksi, kohort historis, berat lahir bayi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN 19 NOVEMBER KECAMATAN WUNDULAKO KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2016 Amried, Elvin Tirtasari; Asfian, Pitrah; ainurafiq, ainurafiq
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.038 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1248

Abstract

Sampai saat ini penyakit DBD masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat diIndonesia. Faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit DBD antara lain faktor host, lingkungan,perilaku hidup bersih dan sehat serta faktor virusnya sendiri (Depkes RI, 2004). Berdasarkan profilkesehatan Kabupaten Kolaka penyakit DBD merupakan penyakit yang endemis di Kabupaten Kolak a.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD diKelurahan 19 November Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka Tahun 2016. Jenis penelitian inimenggunakan studi analitik observasional menggunakan metode survei dan wawancara denganpendekatan Cros Sectional Study. Sampel dalam penelitin ini yaitu seluruh penderita dengan gejala DBDyang berasal dari Kelurahan 19 November yang memeriksakan diri di Laboratorium Rumah Sakit UmumKolaka dari bulan Februari-April 2016 sebanyak 46 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakanTotal Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan secara langsung.Hasil penelitian di uji secara statistik dengan uji Chi Square pada tingkat kepercayaan 95% menggunakanprogram SPSS versi 16.0. hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan antara kebiasaan tidur pagi danatau sore (p=0,001), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,021), frekuensi pengurasan kontainer(p=0,008), penggunaan obat/anti nyamuk (p=0,008), keberadaan jentik (p=0,003) dengan kejadian DBDdi kelurahan 19 November Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka Tahun 2016. Sedangkankeberadaan kasa pada ventilasi tidak mempunyai hubungan terhadap kejadian DBD di Kelurahan 19November Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka Tahun 2016 dengan nilai p=0,563.Kata Kunci : kejadian DBD, Faktor Perilaku, Faktor Lingkungan
FAKTOR RISIKO KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2016 nursusila, nursusila; Majid, Ruslan; Ahmad, La Ode Ali Imran
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.712 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.3411

Abstract

Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500gram tanpa memandang masa kehamilan. BBLR berkaitan dengan tingginya angka kematian bayi dan balita,juga dapat berdampak serius pada kualitas generasi mendatang, yaitu akan memperlambat pertumbuhan danperkembangan anak, serta berpengaruh pada penurunan kecerdasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui besar faktor risiko kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Provinsi SulawesiTenggara Tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan rancangan casecontrol study. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Rumah Sakit Umum BahteramasProvinsi sulawesi Tenggara. Yang melahirkan BBLR (kasus) dan BBLN (kontrol) pada bulan januari sampaiNovember tahun 2016. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 94 responden yang terdiri dari 47 kasus dan 47kontrol berdasarkan maching (Umur) dengan Tehnik PurposiveSampling. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa Antenatal Care (OR = 2,601, 95% C1= lower limit 1,131 upper limit 5,980) dan Anemia (OR= 6,036, 95%C1= lower limit 2,326, upper limit 15,663), merupakan faktor risiko kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)di RSU Bahtermas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2016. Sedangkan Paritas bukan merupakan faktor risikokejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan nilai (OR= 1,190, 95% C1= lower limit 0,525, upper limit2,634).Kata Kunci : Berat Badan Lahir Rendah, Antenatal Care (ANC), Anemia, Paritas .
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUUWATU KOTA KENDARI TAHUN 2017 Amalagusman, Amalagusman; Junaid, Junaid; Fachlevy, Andi Faizal
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.51 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i7.3416

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) Tuberculosis atau TB paru merupakan penyakit infeksi yangdisebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang pada umumnya mempengaruhi paru-paru. Menurut WorldHealth Organization (WHO) pada tahun 2014 menunjukkan TB paru membunuh 1,5 juta orang di dunia, kematianterjadi pada 890.000 laki-laki, 480.000 pada perempuan dan 180.000 pada anak-anak. Menurut profil kesehatanIndonesia (2014), TB dapat menyerang semua umur, tidak hanya usia tua, tetapi juga usia muda dan usiaproduktif. Berdasarkan jenis kelamin, tuberkulosis lebih banyak menyerang laki -laki daripada perempuan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko seperti Perilaku Kesehatan, Riwayat Kontak dan KepadatanHunian Terhadap Kejadian TB paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2017. Penelitian inimenggunakan rancangan penelitian survei analitik dengan pendekatan case control study. Populasi dalampenelitian ini 510 penderita TB paru dengan jumlah sampel sebanyak 40 kasus 40 kontrol. Teknik pengambilansampel menggunkan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi-squre pada tingkat kepercayaaninterval 95% (α=0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko perilaku memiliki risiko 2 kali lebihbesar menderita penyakit TB paru, dan faktor risiko riwayat kontak memiliki risiko 9 kali lebih besar menderitapenyakit TB paru. Sedangkan faktor risiko kepadatan hunian bukan merupakan faktor risiko yang bermaknaterhadap kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2017.Kata kunci: TB paru, perilaku, riwayat kontak, kepadatan hunian
P E N G A R U H P E MB E R I A N J U S ME N T I M U N + P E P A Y A + SEMANGKA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIYA KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2017 Batin, Wa Ode Selvia; tina, Lymbran; Saptaputra, Syawal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.488 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler yang merupakan penyebab utama kematiandi seluruh dunia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian jus mentimun + pepaya +semangka terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi di wilayah kerjaPuskesmas Liya Kabupaten Wakatobi tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan desainPretest-Posttest With Control Group. Jumlah subjek penelitian 30 penderita hipertensi yang memiliki tekanandarah ≥140 mmHg dan atau ≥90 mmHg. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dankelompok kontrol dengan dosis 50 g mentimun, 50 g pepaya dan 200 g semangka selama 7 hari. Hasil ujistatistik menunjukan ada perbedaan nilai tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah perlakuanjus mentimun + pepaya + semangka selama 7 hari pada kelompok perlakuan dengan nilai signifikan p=0,000(α=0,05) dengan selisih penurunan tekanan darah sistolik sebesar 4,67 mmHg dan tekanan darah diastoliksebesar 5,93 mmHg. Sementara itu, pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan nilai tekanan darah sebelumdan sesudah perlakuan dengan nilai signifikan p=0,18 untuk tekanan sistolik dan p=0,11 untuk tekanan darahdiastoliknya. Ada perbedaan nilai tekanan darah sesudah perlakuan dan kelompok kontrol dengan nilaisignifikan p=0,000 (α=0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian jus mentimun +pepaya + semangka terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik penderita hipertensi , sehinggapemanfaatan tanaman obat herbal lebih digalakkan dan dipromosikan kepada masyarakat, khususnya untukmengobati penyakit hipertensi.Kata kunci: hipertensi, tekanan darah, mentimun, pepaya, semangka
STUDI TENTANG PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS BURANGA KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2016 Nurniati, Linta; Lestari, Hariati; Lisnawaty, Lisnawaty
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.991 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1254

Abstract

Pengelolaan obat di puskesmas merupakan hal yang sangat penting yang perlu di  perhatikan,mengingat dengan pengelolaan yang tidak sesuai dengan prosedur yang tepat akan terjadi masalahtumpang tindih anggaran dan pemakaian yang tidak tepat guna. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengelolaan obat di puskesmas Buranga Kabupaten Wakatobi tahun 2016. Jenispenelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatanfenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dan observasilangsung. Untuk menjamin keabsahan data yang dikumpulkan, digunakan teknik metode triangulasiyaitu triangulasi sumber, triangulasi metode, dan triangulasi teori. Hasil penelitian terkaitpengelolaan obat di Puskesmas Buranga menunjukkan bahwa perencanaan obat di puskesmasberdasarkan persediaan obat tanpa melihat pola penyakit yang terjadi di puskesmas. Pengadaan obatdilakukan setiap tiga bulan dengan membuat Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat(LPLPO). Penyimpanan obat belum masuk standar penyimpanan obat yang baik, dimanapenyimpanan obat tidak berdasarkan abjad melainkan berdasarkan kebiasaan. Pendistribusian obatke unit-unit pelayanan kesehatan dengan sistem amprah. Pencatatan dan pelaporan obat dipuskesmas dilakukan setiap hari dalam kartu stok obat kemudian diregister bulanan. Kesimpulan daripenelitian ini, terkait pendistribusian serta pencatatan dan pelaporan sudah sesuai standarpengelolaan obat di Puskesmas. Tetapi perencanaan, pengadaan, dan penyimpanan obat belum sesuai dengan pedoman pengelolaan obat yang ada.Kata kunci: pengelolaan, obat, puskesmas
FAKTOR RISIKO KURANGNYA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) TATANAN RUMAH TANGGA TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN 2017 Grafika, Dewi; Sabilu, Yusuf; Munandar, Sabril
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.318 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i7.3421

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian terutama pada anak balita. Cakupan perilakuhidup bersih dan sehat di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua Kota Kendari suda cukup baik tetapi justrupenyakit diare meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kurangnya perilaku hidup bersihdan sehat tatanan rumah tangga terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Benu -Benua KotaKendari Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan Case Control.Populasi dalam penelitian ini yaitu ibu yang memiliki balita yang menderita diare di wilayah kerja PuskesmasBenu-Benua, berdasarkan data bulan Januari sampai bulan Mei 2017 jumlah kasus diare sebanyak 52 balita.Sampel kasus 52 balita dan sampel kontrol 52 balita. Hasil penelitian ini diperoleh dari data analisis menggunakanuji statistik Odds Ratio hasil diperoleh dari kelompok kasus yang terdapat lebih banyak yang tidak menggunakanASI eksklusif dengan jumlah 61 balita (58,7%) sedangkan yang tidak beri siko berjumlah 43 balita (41,3%), dan nilaiOdds Ratio pemberian ASI eksklusif berisiko /tidak berisiko berjumlah 2,059, mencuci tangan yang berisikodengan jumlah 56 (53,8%) sedangkan yang tidak berisiko berjumlah 48 (46,2%) nilai Odss Ratio mencuci tanganberisiko/tidak berisiko 1,364, sedangkan penggunaan jamban sehat yang berisiko dengan jumlah 41 (39,4%) danyang tidak berisiko berjumlah 63 (60,0%) dan nilai Odds Ratio penggunaan jamban sehat berisiko / tidak berisikodi peroleh hasilnya 0,567.Kata Kunci : Diare, ASI Eksklusif, Cuci tangan, Jamban Sehat
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMINOREA PADA REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 8 KENDARI TAHUN 2016 Nurwana, Nurwana; Sabilu, Yusuf; Fachlevy, Andi Faizal
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.863 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2873

Abstract

Dismenorea adalah nyeri selama haid atau Nyeri yang ditimbulkan akibat menstruasi yang dirasakan remaja diperut bawah atau di pinggang, bersifat seperti mulas-mulas, ngilu, dan seperti ditusuk-tusuk, diare, bahkan hinggapingsan yang terasa sebelum atau selama menstruasi. Klasifikasi dismenorea berdasarkan jenisnya terdiri dari:dismenorea primer dan dismenorea sekunder, Karakteristik dismenorea primer yaitu terjadi pada 6 -12 bulansejak menstruasi pertama sedangkan Dismenorea sekunder dapat terjadi kapan saja setelah haidpertama,tetapi yang paling sering muncul di usia 20-30 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiFaktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Disminorea Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 8 Kendari Tahun 2016.Jenis penelitian ini adalah Observasional Analitik dengan pendekatan Cross sectional study. Populasi dalampenelitian ini adalah seluruh siswi kelas X, XI dan XII SMA Negeri 8 Kendari tahun 2016 yaitu berjumlah 289 orang.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 responden yang di ambil dengan menggunakan metode ProportionalStratified Random Sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah menarche pada usia awal, lama menstruasi,stress, status gizi, kebiasaan olahraga. Data dianalisis menggunakan uji exact fisher pada tingkat kepercayaan 95%(α=0,05).Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara menarche pada usia awal (p =0,047 ), lama menstruasi (p =0,043), status gizi (p =0,037) dengan kejadian disminorea. Kesimpulannya yaitu adahubungan antara manarche pada usia awal, lama menstruasi dan status gizi dengan kejadian disminore, namuntidak terdapat hubungan antara stress dan kebiasaan olahraga dengan kejadian disminore pada remaja putri diSMA Negeri 8 kendari tahun 2016Kata Kunci: kejadian disminore, menarche pada usia awal, lama menstruasi, stress,status IMT, kebiasaanolahraga
HUBUNGAN MASA KERJA, PENGGUNAAN MASKER, DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KAPASITAS VITAL PARU (KVP) PADA POLISI LALU LINTAS DI KOTA KENDARI TAHUN 2016 Musniatun, Wa Ode; Lestari, Hariati; Saptaputra, Syawal
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.726 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1260

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan tingkat pencemaran sangat memprihatinkan, Jakartaditetapkan sebagai kota dengan kadar polutan tertinggi setelah Beijing. Kota Kendari yangmerupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara berpotensi menimbulkan polusi. Peningkatan jumlahkendaraan di Kota Kendari yaitu mencapai 128.257 atau sekitar 87%. Salah satu subyek yang seringterpapar dengan polusi ialah Polantas. Polutan udara tersebut dapat mengakibatkan berbagaimacam gangguan kesehatan terutama gangguan pada saluran pernafasan. Kapasitas vital paru (KVP)adalah jumlah udara maksimal yang dapat dikeluarkan dari paru setelah udara dipenuhi secaramaksimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas vital paru sangat bervariasi masa bekerjayaitu masa kerja, penggunaan APD dan kebiasaan merokok seseorang. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui hubungan masa kerja, penggunaan masker, dan kebiasaan merokok denganKapastas Vital Paru pada polisi lalu lintas di Kota Kendari. Desain penelitian ini adalah analitikobservasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 28 responden yang memenuhikriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukurankapasitas paru dengan alat Spirometer. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi spearman denganprogram SPSS version 16 for windows.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 6 orang memilikikapasitas paru < 80% (tidak normal), masa kerja tidak berhubungan dengan kapasitas paru denganniali significancy 0,550 (P > α=0,05). Penggunaan masker (P= 0,00< 0,05) dan kebiasaan merokok (P=0,006 < 0.05) menunjukan korelasi bermakna.Kata Kunci: Masa kerja, Penggunaan masker, Kebiasan merokok, KVP

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2024): Vol 9, No 1A (2024): Vol 8, No 4 (2023): Vol 8, No 3 (2023): Vol 8, No 3 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 2 (2023): Vol 8, No 1 (2023): Vol 8, No 1 (2023): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 4 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 3 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 4 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 3 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 2 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 6, No 1 (2021): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 4 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 3 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 2 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 5, No 1 (2020): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 4 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 3 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 2 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 4 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 4 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 3 (2018): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 2 (2018) Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2018): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 8 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 7 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 4 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat More Issue