cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PERENCANAAN RUMAH SAKIT HEWAN UHO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU Damayanti, Herlina; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Rumah Sakit Hewan UHO dengan konsep arsitektur hijau merupakan salah satu fasilitas kesehatan khusus hewan yang dapat melayani kebutuhan perawatan kesehatan hewan, baik secara rawat inap maupun rawat jalan. Selain itu, masyarakat bisa mendapatkan informasi dari rumah sakit mengenai cara-cara di dalam menjaga kesehatan hewan yang mereka pelihara dan juga dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa Fakultas Peternakan UHO. Dengan demikian, masyarakat juga dapat terhindar dari efek atau pengaruh negatif dari memelihara hewan yakni kemungkinan tertularnya penyakit hewan terhadap manusia.Agar kotoran hewan tidak menyebar di area sekita Fakultas Peternakan, Rumah Sakit Hewan UHO menyediakan fasilitas pengolahan limbah. Hasil proses perombakan tersebut dapat menghasilkan pupuk organik cair yang bermutu berupa gas yang biasa disebut biogas.
PERENCANAAN STUDIO DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DENGAN PENDEKATAN GAYA ARSITEKTUR FUTURISTIK DI KENDARI Pangerang, Syafrian Adiguna; Syukur, La Ode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Komunikasi Visual (DKV) merupakan kerangka pengiriman atau penerimaan pesan atau berita dalam bentuk yang dapat dipahami oleh indera penglihatan. Bahkan untuk pengembangan yang lebih lanjut karya-karya Desain Komunikasi Visual tidak hanya lagi menggunakan indera penglihatan sebagai media, akan tetapi sudah digabungkan dengan media lain seperti pendengaran, serta mempertimbangkan tanggapan atau manfaat bagi para penikmat karya tersebut.Di Sulawesi tenggara pada umumnya dan di Kota Kendari pada khususnya telah banyak berkembang komunitas-komunitas desain seperti Desain Grafis, Ilustrasi, sinematografi (videografi), fotografi, web desainer dan komunitas-komunitas yang lainnya. Akan tetapi komunitas-komunitas tersebut belum bisa berkolaborasi dan bahkan sangat konsumtif. Sehingga perlu adanya Perencanaan Studio Desain Komunikasi Visual yang dapat mempersatukan dan mengkolaborasikan komunitas-komunitas tersebut dalam satu wadah dan membuat kolaborasi dari komunitas-komunitas tersebut menjadi produktif.Studio merupakan tempat bekerja bagi pelukis, tukang foto, dan sebagainya[1]. Studio Desain Komunikasi Visual ini diharapkan dapat mewadahi minat dan bakat komunitas-komunitas desainer yang bernaung di bawahnya untuk menghasilkan karya-karya berkualitas dengan daya jual yang tinggi.Pada Studio Desain Komunikasi Visual ini menganut Gaya Arsitektur Futuristik sebagai penekanan terhadap langgam bangunan ini. Gaya arsitektur futuristik sendiri adalah anggapan media (majalah dan media-media online yang mengamati arsitektur tapi tidak memahami landasan teori arsitektur) tentang gaya arsitektur yang sangat modern yang muncul dan berkembang di abad 21 dengan landasan teori arsitektur Neo-Modernisme sebagai acuan teori dasarnya. Gaya ini sangat dibutuhkan sebagai tempat kerja desainer Desain Komunikasi Visual sebagai analogi perpindahan zaman dari zaman analog menuju zaman digital yang konon seni DKV ini adalah seni yang lahir di zaman digital tersebut karena hampir semua komponen karya DKV adalah hasil olahan digital.
PUSAT PENELITIAN HUTAN LAMBUSANGO DI BUTON Hasim, Hermizi; Rianty, Hapsa
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1297.718 KB)

Abstract

Perencanaan Pusat Penelitian Hutan Lambusango bertujuan untuk mendapatkan lokasi yang tepat, tampilan bangunan yang mencerminkan unsur ekologi arsitektur dan untuk mendapatkan hasil perencanaan yang bersifat ekologi arsitektur yang dapat memberi rasa aman,nyaman dan berestetika pada perencanaan Pusat Penelitian Hutan Lambusango di Buton. Metode pembahasanyang di gunakan adalahmenggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan cara memaparkan data-data yang telah di peroleh baik secara primer maupun secara sekunder. Dan juga di lakukan pengamatan, dokumentasi, perumusan masalah dan kemudian menganalisa data mengenai objek terpilih di lapangan, menentukan bentuk tampilan yang bersifat Ekologi arsitektur dan untuk mendapatkan hasil perencanaan yang bersifat ekologi arsitektur yang dapat memberi rasa aman,nyaman dan berestetika. Desain Pusat Penelitian Hutan Lambusango menganut prinsip ekologi Arsitektur sebagai acuan karena sangat selaras dengan kondisi lingkungan setempat.Pendekatanekologi atau eko arsitektur bukan merupakan konsep rancangan bangunan hi-tech yang spesifik, tetapi konsep rancangan yang menekankan pada suatu kesadaran dan keberanian sikap untuk memutuskan konsep rancangan yang menghargai pentingnya keberlangsungan ekositim di alam. Seperti,bangunan utama (bangunan penelitian) dengan tampilan pohon pada fasad dan daun sebagai atap bangunanyang menggunakan garden roof. Dalam perencanaan struktur bangunan didesain dapat mendukung kekuatan bangunan dan mengunakan sumber tenaga listrik yang terbarukan atau tenaga surya agar dapat mengurangi pemakaian tenaga yang bergantung pada fosil yang dapat merusak lingkungan.Kata kunci:pusat penelitian, hutan Lambusango, arsitektur ekologis
PERENCANAAN FASILITAS BIOSKOP DALAM PUSAT PERBELANJAAN DENGAN PENEKANAN PADA SARANA EVAKUASI KEBAKARAN DI KOTA KENDARI Irwansyah, Muhammad; Ornam, Kurniati
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioskop sebagai fasilitas hiburan yang terletak biasanya pada lantai atas dalam gedung pusat perbelanjaan memiliki resiko kebakaran yang tinggi. Penempatan ini ditinjau dari segi keselamatan mempunyai resiko tinggi karena secara fisik dan mental, pengguna bioskop memiliki karakteristik yang berbeda untuk menyelamatkan diri dalam keadaan darurat. Pengunjung bioskop biasanya tidak mengenal kondisi fisik bangunan secara jelas. Karakteristik bioskop dengan penggunaan bahan akustik seperti: material dinding, tempat duduk, dan lantai merupakan bahan mudah terbakar, sehingga pada peristiwa kebakaran akan menyebabkan api berkembang cepat dan mempunyai nilai pelepasan panas yang tinggi.Perencanaan fasilitas bioskop dalam pusat perbelanjaan dengan penekanan pada sarana evakuasi kebakaran adalah salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengakomodasi semua kesatuan sistem dan mewadahi fungsi-fungsi yang terkait dengan peayanan jasa perdagangan dan pelayanan pertunjukan film yang aman dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Berdasarkan studi literatur, data yang telah terkumpuln kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Perencanaan Fasilitas bioskop dalam Pusat Perbelanjaan dengan penekanan pada Sarana Evakuasi Kebakaran di Kota Kendari adalah bangunan low rise building. Tampilan bangunan lebih dipengaruhi oleh ciri dan karakter serta aktifitas yang terjadi dalam bangunan sehingga bentuk bangunan lebih ke Integrated Mall atau penggabungan Mall terbuka dan Mall tertutup. Kata Kunci: bioskop, pusat perbelanjaan, evakuasi kebakaran
PERENCANAAN RUMAH SAKIT IBU & ANAK DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT DI KOTA KENDARI Fitriani, Nur; Ornam, Kurniati
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.732 KB)

Abstract

Rumah sakit Ibu & Anak merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang berfungsi memberikan perawatan dan pengobatan medis kepada ibu hamil baik pra ataupun pasca melahirkan dan anak usia 0-12 tahun. Rumah sakit Ibu & Anak dengan pendekatan Healing Environment sebuah bangunan desain lingkungan terapi yang memadukan antara unsur alam, indra dan psikologis sehingga para pasien yang datang secara psikologi menjadi lebih rileks dan diharapkan dapat membantu proses penyembuhan (Healing Environment).  Unsur alam dapat dirasakan melalui indra. Dengan indra dapat membantu melihat, mendengar dan merasakan keindahan alam yang didesain. Hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi psikologis pasien. Selain itu bentuk bangunan pada rumah sakit ibu & anak dirancang dengan proses pendekatan karakter ibu dan anak yakni lembut dan ceria, hal ini untuk menghilangkan kesan rumah sakit yang menakutkan dan monoton. Secara psikologis, pasien akan merasakan kenyamanan dan keamanan dalam diri mereka. Ketiga aspek tersebut saling berhubungan dan mempengaruhi lingkungan terapi yang dirancang. Contoh aplikasi dari konsep ini yaitu penerapan elemen air seperti air mancur, kolam, akuarium ataupun gambar-gambar latar yang menggambarkan pemandangan alam, serta perpaduan warna pada interior rumah sakit dan perpaduan warna pada tanaman yang digunakan untuk membuat taman pada eksterior rumah sakit Konsep Healing Environment pada rumah sakit Ibu dan Anak di Kota Kendari diterapkan pada ruang dalam utama seperti lobby, Instalasi  Rawat Jalan , Instalasi Kebidanan &  kandungan, Rehabilitasi Medik serta rawat inap ibu dan anak serta ruang luar yang berupa taman-taman yang membantu pemulihan (healing garden). Kata Kunci: rumah sakit, bentuk bangunan, interior, healing environment
PERENCANAAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN KHUSUS PARU DAN PERNAPASAN UNIVERSITAS HALU OLEO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU Jenahat, Adriana Anastasia; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.011 KB)

Abstract

ABSTRAKProyeksi penduduk Sulawesi Tenggara penderita penyakit paru dan pernapasan meningkat dari angka 193,043 jiwa menjadi 210,511 jiwa dari tahun 2013 hingga tahun 2023. Jumlah ini menunjukkan laju peningkatan sebesar 1,09% per tahun. Penyakit paru dan pernapasan adalah penyakit dengan jumlah penderita terbanyak diantara penyakit lain di Sulawesi Tenggara setiap tahunnya. Sulawesi Tenggara membutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat dan fasilitas penelitian penyakit paru dan pernapasan. Universitas Halu Oleo sebagai universitas terbesar di Sulawesi Tenggara diproyeksikan 10-20 tahun mendatang memiliki rumah sakit pendidikan khusus bagi penyakit endemik yakni penyakit paru dan pernapasan sebagai fasilitas pelayanan pasien umum dan penelitian. Untuk menentukan kebutuhan rawat inap Rumah Sakit Pendidikan Khusus Paru dan Pernapasan UHO, digunakan proyeksi BOR Rumah Sakit Umum Bahteramas untuk tahun 2023 sebagai rumah sakit regional dan mengasumsikan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Paru dan Pernapasan UHO dapat mengakomodir 50% dari jumlah tempat tidur yang dibutuhkan. Perhitungan menunjukkan bahwa rumah sakit tersebut membutuhkan 150 ruang perawatan. Merujuk kebutuhan akan penanggulangan terhadap kerusakan lingkungan dan menciptakan lingkungan yang menyembuhkan bagi pasien penderita penyakit paru dan pernapasan, pendekatan Arsitektur Hijau merupakan konsep pendekatan yang sangat sesuai bagi desain rumah sakit. Penulisan penelitian ini menunjukkan bagaimana konsep arsitektur hijau diterapkan pada desain makro, mikro, dan desain fisik rumah sakit. Akhirnya mencapai hasil perancangan yang memenuhi kebutuhan akan fungsi pelayanan kesehatan masyarakat, pendidikan dan penelitian Rumah Sakit Pendidikan Khusus Paru dan Pernapasan Universitas Halu Oleo.Kata kunci: perencanaan, rumah sakit pendidikan, penyakit paru dan pernapasan, arsitektur hijau
PERENCANAAN GALERI FOTOGRAFI DI KENDARI Muliani Kasim, Ulfa Septia; Syukur, La Ode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.835 KB)

Abstract

Di Indonesiakhususnya kota-kota besar,perkembanganfotografitampakdengansemakinbanyaknyajumlahpenggemarfotografi dan tumbuhnyaklub-klub fotografi.Namun tumbuhnya klub-klub fotografi tidak hanya terbentuk di kota-kota besar di Indonesia, namun juga merambah di kota Kendari.Namun di kota Kendari belum memiliki sebuah wadah yang dapat memfasilitasi perkembangan fotografi, sehingga para pecinta dan penikmat fotografi sulit untuk menemukan sebuah tempat yang layak untuk memamerkan ataupun menikmati hasil karya dari fotografi.Perencanaan Galeri Fotografi di Kendari adalah sebuah wadah yang dapatmendukungperkembangan duniafotografisecaralebihprofessional dan memilikiaspek-aspek  pendukung seperti sarana  pameran, edukasidansarana  komersialserta dapat menampung segala aktivitas yang berhubungan dengan fotografi.Bangunan ini akan memberikan wisata untuk menikmati hasil karya fotografi, sarana komersial dan studio foto outdoor sebagai penunjang dari edukasi. Kata Kunci : galeri fotografi, wadah, fasilitas
PERENCANAAN GEDUNG PUSAT SENI ISLAM DI KENDARI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ISLAM Ardin, Ardin; Tahir, Muhammad Arzal
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.44 KB)

Abstract

Pusat Seni Islam adalah suatu wadah berfungsi sebagai pusat perkembangan budaya Islam, juga sebagai wadah untuk melestarikan hasil-hasil peninggalan kebudayaan Islam. Selain dari hal tesebut juga berfungsi untuk mendidik para generasi Islam untuk menggali seni dan Budaya Islam serta dapat menggungah para generasi Islam untuk mengenali, mencintai serta memahami tentang kekayaan seni dan budaya yang dimiliki oleh Islam. Metode pembahasanyang dipakai adalah metode deduktif, pembahasan mengenai aspek-aspek yang menyangkut fasilitasGedung Pusat Seni Islam di Kendarihingga konsep arsitektural dengan metode studi kompilasi data sekunder dan data primer.Bangunan pada proyek ini bermasa majemuk, dan ditunjang fasilitas penunjang seperti, pameran hasil kebudayaan Islam dengan titik berat benda - benda seni Islam termasuk diantaranya Arsitektur Islam. Selain itu dari kegiatan tersebut juga didapatkan informasi-informasi terbaru tentang perkembangan kebudayaan Islam baik di Indonesia maupun di dunia Islam. Tahap berikutnya untuk lebih mengenal atau mendalami kebudayaan Islam khususnya seni Islam, maka disediakan fasilitas untuk belajar seperti kelas - kelas seni kaligrafi, seni tari, seni music, seni suara dan pengkajian Arsitektur Islam.Demikian pula untuk mendalaminya dilakukan penelitian dan pengembangan kebudayaan Islam berupa kegiatanforum ilmiah, seminar, diskusi antara ulama, pengajian agama. Untuk kegiatan tersebut disediakan ruang seminar/diskusi. Dan lebih legkapnya dalam menyelenggarakan MTQ maka disediakan pula ruang plaza terbuka atau ruang pertunjukkan MTQ.sehingga pusat seni islamini dapat menjadi pusat kegiatan Islam di Kendari.Kata kunci :  seni Islam, arsitektur Islam.
PERENCANAAN KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA DENGAN PEDEKATAN PENCAHAYAAN ALAMI Adriansyah, Ikrar; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.731 KB)

Abstract

Pada awalnya Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara bernama Perpustakaan Wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan berbagai regulasi pemerintah, sehingga pada akhirnya Perpustakaan Provinsi Sulawesi tenggara disatukan dengan lembaga kearsipan menjadi Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomer 2 Tahun 2008.Tujuan Perencanaan kantor perpustakan dan arsip adalah untuk menyatukan kantor yang terpisah menjadi satu bangunan gedung. Selain itu menciptakan suasana kantor yang nyaman dan aman bagi pegawai, koleksi perpustakaan dan arsip dengan mengoptimalkan pencahayaan alami didalam banguan. Cahaya matahari merupakan salah satu sumber cahaya yang sangat bermanfaat bagi manusia. Sebagai Negara yang dilalui garis katulistiwa, Indonesia stabil menerima cahaya matahari diseluruh wilayah sepanjang tahun, Namun patut disayangkan bahwa energi matahari yang tersedia kurang dimanfaatkan. Cahaya matahari yang begitu melimpah sering kali “ditolak” untuk masuk kedalam bangunan. Konsekwensinya, cahaya buatan yang boros energi lebih banyak digunakan. Dengan menggunakan standar pencahayaan dalam bangunan, metode memasukkan cahaya didalam bangunan dan material yang mendukung pencahaayan alami pada bangunan. Diharapkan dengan perencanaan kantor perpustakaan dan arsip dapat mengoptimalkan kegiatan didalam bangunan serta memaksimalkan pencahayaan alami didalam bangunan sehingga dapat meminimalisir penggunaan pencahayaan buatan pada siang hari dan meningkatkan aktifitas didalam bangunan baik pengguna maupun koleksi.Kata kunci : perpustakaan, kantor, cahaya.
PERENCANAAN KAWASAN WISATA PANTAI MEMBUKU DI KABUPATEN BUTON UTARA Rusdi, Ahmad Sofyan; Herman Balo, Asr Andrias
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.45 KB)

Abstract

Indonesia memiliki banyak potensi dan sumber daya alam yang belum dikembangkan secara maksimal, termasuk didalamnya di sektor pariwisata.Pengembangan kepariwisataan berkaitan erat dengan pelestarian nilai-nilai kepribadian dan pengembangan budaya bangsa dengan memanfaatkan seluruh potensi keindahan dan kekayaan alam Indonesia. Pemanfaatan disini bukan berarti merubah secara total, tetapi lebih berarti mengelola, memanfaatkan dan melestarikan setiap potensi yang ada, dimana potensi tersebut dirangkaikan menjadi satu daya tarik wisata. Kawasan wisata Pantai Membuku merupakan area peruntukan pengembangan wisata, dilihat dari potensi yang ada berupa perairan pantai pasir putih dan juga masih dalam satu lingkup area terdapat danau dengan keunikan tersendiri yakni di tengah bebatuan yang masih alami. Ee Tasikana yang merupakan wisata lokal masyarakat yang diperuntukan sebagai permandian.Dengan banyaknya potensi alam di kawasan ini dan belum ada pengelolaan secara optimal, maka perlu adanya Pengembangan dan Penataan Kawasan Wisata Alam dengan Pendekatan Konsep Eko-Arsitektur.  Sehingga dapat merencanakan suatu kawasan wisata yang terintegrasi baik wisata pantai dan wisata permandian alam  dengan mengeksplor potensi-potensi alam, sosial, budaya dan masyarakat setempat.Pendekatan Konsep Eko-Arsitektur  diterapkan pada kawasan ini karena sebagai bentuk upaya melestarikan serta mempertahankan kondisi alami lingkungan  tapak sehingga kenyamanan dan keamanan pengguna wadah kegiatan lebih diperhatikan dan kondisi tapak dapat tertata, serasi dan selaras dengan alam baik pada saat ini maupun masa yang akan datang. Kata kunci: kawasan pantai, wisata alam, pantai Membuku, eko-arsitektur

Page 3 of 21 | Total Record : 209