cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
Penerapan Arsitektur Elektik Pada Perencanaan Pusat Kerajinan Tangan Di Kota Kendari achlan wahyu ramdhan sauala; Burhan Said; Alim Bahri
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.27628

Abstract

Sulawesi tenggara dikenal sebagai salah satu kota wisata dengan kekhasan budayanya yang menjadi daya tarik bagi para turis. Selain itu Sulawesi Tenggara juga memiliki banyak potensi kerajinan yang dapat lebih dikembangkan lagi, misalnya Kendari dengan kerajinan tenun, perhiasan emas dan perak, pandan, rotan, Buton dengan kerajinan tenun, pandan, nentu, bambu, rotan, Muna dengan kerajinan tenun, nentu, pandan, agel, dan masih banyak lagi daerah-daerah di Sulawesi Tenggara dengan potensi kerajinan yang mereka miliki. Namun, dengan keterbatasan waktu para wisatawan dan tersebarnya lokasi sentra-sentra kerajinan tersebut sehingga tidak semua sentra kerajinan dapat mereka kunjungi. Dewan Kerajinan Tangan Sulawesi Tenggara (2022) mencatat jumlah usaha kerajinan dan tenaga kerja di Sulawesi Tenggara cukup banyak dari beragam kerajinan. Penelitian ini ditunjukan untuk: Pertama, menentukan lokasi yang tepat untuk bangunan pusat kerajinan tangan di Kota Kendari. Kedua, menciptakan desain yang dapat memfasilitasi kegiatan pusat kerajinan tangan di Kota Kendari yang efektif, nyaman, aman. Ketiga, mewujudkan perencanaan gedung pusat kerajinan tangan yang sesuai dengan standar pembangunan dan dapat memenuhi konsep serta ide dasar perencanaan dengan pendekatan arsitektur eklektik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu data yang          diambil dengan studi literatur, pengumpulan data, survey, wawancara dan studi banding. Dari data ini dapat diketahui bahwa jumlah industri kerajinan di Sulawesi Tenggara cukup besar maka diperlukan suatu wadah bagi industri-industri kerajinan yang ada di Sulawesi Tenggara ini. Dalam perencanaanya, pusat kerajinan tangan ini berlandaskan pada budaya lokal Sulawesi Tenggara khususnya kerajinan tangan. Adapun pendekatan desain yang mengacu pada hal tersebut adalah arsitektur eklektik dimana pendekatan arsitektur eklektik merupakan suatu aliran memilih, memadukan unsur-unsur atau gaya ke dalam bentuk tersendiri. Dengan mengunakan pendekatan arsitektur eklektik, dapat memadukan unsur-unsur tradisional namun dapat diterima diera modern serta memiliki ciri khas tersendiri. Sehingga fungsi bangunan sebagai wadah produksi, publikasi, informasi, komersial, pendidikan dan pelatihan dapat terwujud. Kata Kunci: Kerajinan Tangan, Arsitektur Eklektik, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
HOTEL KONVENSI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU DI KOTA KENDARI Suci Ariska Fausia; Dwi Rinnarsuri Noraduola; Muhammad Arsyad
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25212

Abstract

Bangunan Hotel Konvensi Di Kota Kendari didesain dengan arsitektur Hijau sebagai fasilitas akomodasi Kota Kendari yang terletak di jalan H.Alala Kecamatan Kendari Barat. Hotel Konvensi ini akan memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan mereka dalam hal Konvensi ataupun kegiatan lain yang menggunakan bangunan konvensi yang berskala besar dan memadai kemudian memiliki fasilitas penunjang yang disiapkan untuk pengunjung dan pengguna Hotel Konvensi ini seperti, Toko,ruang spa, ruang gym, kolam renang, dan fasilitas penunjang lainnya.Didalam perancangan ini akan diterapkan beberapa prinsip Arsitektur Hijau (Green Architecture) yakni dengan memperhatiakn kenyamanan pengguna Hotel Konvensi yaitu kenyamanan thermal,prinsip hemat enargi dan tetap memperhatikan estetika bangunan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk merancang Hotel Konvensi yang menerapkan beberapa prinsip Arsitektur Hijau di Kota Kendari; (2) Untuk mewujudkan hasil rancanagn Hotel Konvensi dengan pendekatan Arsitektur Hijau di Kota Kendari; penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis yaitu dengan mengumpulkan, mengannalisis dan menyimpulkan data yang diperlukan dan berkaitan dengan masalah dan mengaitkannya dengan konsep arsitektural. Data primer berupa wawancara dengan narasumber yang terkait untuk mendapatkan informasi, observasi lapangan, asumsi mengenai aspek-aspek yang berhubungan dengan pembahasan. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara mempelajari studi pustaka berupa buku,internet, dan bahan bacaan yang berkaitan dengan teori, konsep standar perencanaan dan perancangan fasilitas bangunan,juga yang berkaitan dengan arah pengembanagan dari lokasi yang akan di gunakan.Kata Kunci: Hotel Konvensi, Arsitektur Hijau, Kota Kendari.
PERENCANAAN GEDUNG PUSAT PERKAWINAN DI KABUPATEN BOMBANA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR MODERN Muhammad Ihsan Gaffar; Sitti Belinda Amri; Alim Bahri
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.27521

Abstract

Meningkatnya jumlah perkawinan di Kabupaten Bombana menurut data BPS Kabupaten Bombana, yaitu terjadi pada tahun 2016 hingga tahun 2018. Pada tahun 2016 ke 2017 terjadi pertambahan populasi rumah tangga sebesar 3,22% atau sebanyak 1239 rumah tangga, sedangkan untuk pertambahan populasi rumah tangga dari tahun 2017 ke 2018 yaitu sebesar 2,58% atau sebanyak 1027 rumah tangga. Pelaksanaan rangkaian acara perkawinan terkendala akan sarana dan prasarana penunjang yang tidak tersedia. Rangkaian acara dan upacara perkawinan ini biasanya hanya dilaksanakan di hotel-hotel ataupun dengan membuat tenda sendiri di jalanan-jalanan umum tanpa ada gedung khusus untuk acara dan upacara perkawinan itu sendiri. Hal ini tentunya akan menjadi sebuah permasalahan karena dapat mengganggu orang atau pengguna jalan lain, serta akan memberikan kesan yang kurang baik terhadap pemandangan jalanan kota.Perancangan ini dilakukan dengan metode studi literatur, observasi langsung dan studi banding dengan tujuan sebagai berikut: (a) Mewujudkan Gedung Pusat Perkawinan yang dapat mewadahi acara perkawinan masyarakat Kabupaten Bombana; (b) Mewujudkan Gedung Pusat Perkawinan di Kabupaten Bombana dengan menerapkan pendekatan Arsitektur Modern.Penerapan Arsitektur Modern pada Gedung Pusat Perkawinan diaplikasikan pada bentuk dan tampilan bangunan, mulai dari bentuk bangunan yang bersifat kubism, penerapan bukaan dengan banyak penggunaan elemen kaca, dan memiliki ruang terbuka yang difungsikan sebagai wedding outdoor, serta desain ruang luar yang terkoneksi dengan eksisting sekitar tapak.Kata Kunci: Perkawinan, Gedung Pusat Perkawinan, Bombana, Arsitektur Modern. The increasing number of marriages in Bombana Regency according to Bombana Regency BPS data, which occurred from 2016 to 2018. In 2016 to 2017 there was an increase in the household population by 3.22% or as many as 1239 households, meanwhile the increase in the household population from 2017 to 2018 was 2.58% or as many as 1027 households. The implementation of a series of wedding events is constrained by the unavailability of supporting facilities and infrastructure. This series of events and wedding ceremonies are usually only held in hotels or by making their own tents on public streets without a special building for the wedding ceremony and ceremony itself. This of course will be a problem because it can disturb people or other road users, and give a bad impression to the city street view.This design is carried out using literature study methods, direct observation and comparative studies with the following objectives: (a) Realizing the Marriage Center Building that can accommodate the wedding ceremony of Bombana Regency's people; (b  Realizing the Marriage Center Building in Bombana Regency by applying the Modern Architecture approach.The application of Modern Architecture in the Marriage Center Building is applied to the shape and appearance of the building, starting from the shape of the building that is cubism, the application of openings with a lot of use of glass elements, and having open spaces with the function as outdoor weddings, as well as the design of outdoor spaces that are connected to the existing around the site.Keywords: Marriage, Marriage Center Building, Bombana, Modern Architecture.
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA GEDUNG PLANETARIUM SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KOTA KENDARI Ayu Ningtyas Mandaremi; Arman Faslih; Hapsa Rianty
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.27615

Abstract

Pada misi pertama pemerintah kota Kendari tahun 2017-2022 yaitu “meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, dengan tujuan peningkatan kualitas pendidikan” maka dapat dilakukan dengan pembuatan wisata edukasi. Adapun wisata edukasi yang ada di Kota Kendari sekarang sangatlah minim sehingga pejalar jarang atau bahkan tidak pernah melakukan wisata edukasi, khususnya dibidang astronomi. Dengan demikian dibutuhkan wadah yang dapat menyediakan fasilitas untuk menampung aktivitas masyarakat dan pelajar terutama yang membutuhkan informasi mengenai fenomena alam dan tata surya, serta dapat menambahkan wawasan pengetahuan dibidang astronomi dan antariksa. Dengan penggunaan pendekatan arsitektur futuristik yang mengarah atau menuju masa depan serta memanfaatkan kemajuan teknologi sekarang, sesuai dengan ilmu astronomi yang selalu berkembang dari masa ke masa yang beriringan dengan perkembangan dan teknologi. Perancangan ini dilakukan dengan metode studi literatur, observasi langsung dan studi banding yang kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain, dan maket. Planetarium di Kendari diharapkan mampu menambah minat dan wawasan masyarakat dan pelajar mengenai ilmu astronomi, meningkatkan prestasi akademik siswa di kompetisi antar provinsi maupun nasional dalam bidang astronomi dan dapat menjadikan minat baru masyarakat sehingga dapat terbentuk komunitas-komunitas pecinta astronomi atau perbintangan, serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Kota Kendari
PENERAPAN ARSITEKTUR EKOLOGI PADA GEDUNG SENTRA KELAUTAN DAN PERIKANAN TERPADU DI KABUPATEN WAKATOBI La Ode Muhammad Rizal; Annas Ma'ruf; Arief Saleh Sjamsu
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.27629

Abstract

Kabupaten Wakatobi merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara yang memiliki kekayaan laut yang melimpah. Selain pariwisata, perikanan dan kelautan merupakan salah satu sektor unggulan Kabupaten Wakatobi yang merupakan bagian dari pengembangan kegiatan perikanan dan kelautan dari visi pemerintah Kabupaten Wakatobi yang berbasis pada potensi sumber daya wilayah kepulauan dan karakteristik wilayah. Berdasarkan hal tersebut, tentu kabupaten Wakatobi membutuhkan wadah untuk pengolahan hasil laut untuk meningkatkan daya jual hasil laut, namun saat ini Kabupaten Wakatobi belum memiliki wadah untuk pengolahan hasil laut. Hal tersebut melatarbelakangi dibutuhkannya Gedung Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu dengan penerapan Arsitektur Ekologi yang mampu mengahdirkan suatu pembangunan yang dapat berfungsi dengan baik dan tetap berkelanjuran untuk generasi masa kini maupun generasi selanjutnya. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mendapatkan bangunan yang dapat mewadahi aktivitas kelautan dan perikanan Kabupaten Wakatobi dan menciptakan desain bangunan yang ekologis. Perancangan ini dilakukan dengan metode studi literatur, observasi langsung dan studi banding yang kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain, dan maket. Hasil yang diperoleh diharapkan mampu mengembangkan potensi sumber daya wilayah sehingga mampu meningkatkan produktifitas kelautan dan perikanan di wilayah Kabupaten Wakatobi sendiri. Kata Kunci: Kelautan, Perikanan, Arsitektur Ekologi, Wakatobi
BANGUNAN PENGEMBANGAN PERTANIAN PERKOTAAN (URBAN FARMING) DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE DI KOTA KENDARI I MADE RAY AGUS SUPRIATNA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25273

Abstract

Pesatnya laju pertumbuhan populasi dan perkembangan pembangunan sarana dan prasarana di suatu kota akan menimbulkan masalah lingkungan, mulai dari konversi lahan sampai degradasi kualitas lingkungan akibat polusi dan sampah. Dalam Jurnal Geografi Aplikasi Dan Teknologi, UHO, 2020 memproyeksikan penggunaan lahan terbangun di kota kendari dalam jangka waktu 5 tahun saja lahan terbangun di kota kendari mengalami penambahan yang cukup besar, rata-rata ±16%. Hal ini diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk yang juga cukup tinggi di kota Kendari.. Hal ini akan berdampak pada jumlah konsusmsi pangan kota. Tujuan yang ingin dicapai adalah menciptakan sebuah gagasan desain metode pengembangan kawasan pertanian perkotaan dengan memanfaatkan ruang air sebagai respon terhadap berkurangnya lahan produktif beberapa tahun kedepan yang tetap mengedepankan prinsip berkelanjutan. Konsep desain bangunan mengedepankan fungsi produksi melalui ruang budidaya serta edukasi tentang pertanian perkotaan. Hal ini bertujuan agar kedepan dapat menjadi acuan pengembangan-pengembangan konsep serupa. Dengan menggunakan sistem floating structure pada bangunan sehingga dapat mengurangi dampak negatif yang diberikan terhadap lingkungan. Dengan konsep ini bangunan memiliki sifat yang lebih fleksibel serta lebih mudah dalam pengembangan kedepannya. Kata kunci : Bangunan, Ruang Air, Urban Farming, Struktur Apung.
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA REST AREA LINTAS SULAWESI TENGGARA – SULAWESI SELATAN Anjely Ismi Azizha; M. Arzal Tahir; Aspin Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.27614

Abstract

ABSTRAK Transportasi darat lintas Sulawesi Tenggara – Sulawesi Selatan kini menjadi salah satu pilihan favorit bagi masyarakat dalam melakukan perjalanan. Lintasan ini sering di gunakan sebagai akses jalan lintas pengendara jalur darat dari Sulawesi Tenggara ke kota Makassar atau ke daerah – daerah yang berada di Sulawesi Selatan maupun sebaliknya. Jarak tempuh yang cukup jauh kadang membuat pengemudi kelelahan yang akhirnya dapat menyebabkan kecelakaan, dimana pengendara yang tidak mempersiapkan kondisi fisik dan kondisi kendaraan untuk perjalanan tersebut. Oleh karena itu untuk mengurangi resiko tersebut diperlukan sarana pemberhentian sementara untuk beristirahat berupa penyediaan fasilitas Rest Area yang penentuan lokasi dan fasilitasnya menyesuaikan dengan jarak / interval dan kondisi yang ada. Di jalan lintas Sulawesi Tenggara – Sulawesi Selatan sendiri belum terdapat Rest Area yang di lengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang di harapkan mampu menambahkan kenyamanan pengguna jalan. Sehubung dengan hal tersebut, untuk mendukung fungsi dan keberadaan fasilitas Rest Area yang mencerminkan kondisi lokalitas daerah setempat, maka pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular diterapkan sebagai suatu penerapan elemen arsitektur berupa elemen fisik dan non fisik dengan tujuan melestarikan unsur-unsur lokal kemudian sedikit banyak mengalami perubahan menuju suatu karya yang lebih modern tanpa mengesampingkan nilai-nilai tradisi setempat.  Ditambah dengan fasilitas Rest Area yang diharapkan para pengguna tidak hanya singgah untuk sementara waktu melainkan bisa menggunakan fasilitas yang ada sebagai alternatif wisata. Kata Kunci: Arsitektur Neo-Vernakular, Lintas Sulawesi Tenggara-Sulawesi Selatan, Pengendara Jalur Darat, Rest  Area
PENERAPAN ARSITEKTUR ISLAM PADA PONDOK PESANTREN MODEREN DI MUNA BARAT la ashak; Muh Husni Kotta; Sitti Rosyidah
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25204

Abstract

Pondok Pesantren Moderen di Muna Barat didesain dengan arsitektur Islam. Perencanaan ini sangat memperhatikan ciri dan prinsip dari arsitektur islam itu sendiri dimana bangunan yang dihasilkan tidak terdapat gambar atau ornament makhluk hidup secara utuh, terdapat ornament yang mengingatkan kepada Allah SWT, tidak ditunjukan untuk pamer, ruang-ruang yang didesain bisa menjaga akhlak dan prilaku, dan keberadaan bangunan tidak merusak alam. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk Merancang Pondok Pesantren Moderen yang merepresentasikan kegiatan  Santriwan dan santriwati di Muna Barat; (2) Untuk Mewujudkan   Hasil   rancangan   Pondok   Pesantren   Moderen   dengan pendekatan Arsitektur Islam.; Penelitian ini menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer antara lain data tapak. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara data direduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Berdasarkan proses penelitian diproses perancangan diperoleh: Pertama, perencanaan sarana dan prasarana Pondok Pesantren modern yang memmenuhi segala kebutuhan santriwan dan santriwati yang ada pada Pondok pesantren tersebut; Kedua penerapan Arsitektur Islam pada Pondok Pesantren Moderen di Muna Barat yakni: Pemisahan zona antara ikhwan dan akhwat, sirkulasi antara ikhwan dan akhwat dibuat terpisah, pada bentuk dasar menerapkan  bentuk geometri, dan pada tampilan bangunan mendominasi bentuk geometri berulang dan ornamentasi kaligrafi agar pengguna bangunan senantiasa mengingat Allah SWT, dan pada bangunan masjid didesain dengan skala monumental sebagai bentuk penerapan konsep Hablumminallah yakni hubungan antara manusia dan Allah SWT.
PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA GEDUNG YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) DI KOTA KENDARI INDAH FURY SAPUTRY; Irma Nurjannah; Siti Belinda Amri
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.27613

Abstract

Di Kota Kendari tercatat sebanyak 2.693 jiwa penyandang cacat, dimana cacat fisik sendiri diantaranya: tunanetra 280 jiwa, tunawicara/tunarungu 470 jiwa, tunadaksa 1.300 jiwa. Berdasarkan jumlah penyandang cacat tersebut, di Kota Kendari belum tersedia wadah yang dapat menampung pembinaan anak berkebutuhan khusus secara medik, pendidikan dan juga sosial dalam satu tempat. Menanggapi hal tersebut, maka perencanaan gedung yayasan yang khusus menangani anak cacat, dimana nantinya tempat ini akan menjadi ruang bagi anak melakukan terapi dan juga melakukan pembelajaran yang akan dibina oleh tenaga ahli, bangunan ini berupa Gedung Yayasan Pembinaan Anak Cacat di Kota Kendari. Adapun nantinya gedung ini akan menampung anak berkebutuhan khusus dengan penyediaan fasilitas berupa fasilitas pendidikan dan juga fasilitas terapi. Dalam proses perencanaan gedung ini harus memperhatikan perilaku-perilaku dari anak berkebutuhan khusus, oleh karena itu perencanaan ini menggunakan pendekatan arsitektur perilaku.