cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021)" : 20 Documents clear
GALERI SENI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULER DI KOTA KENDARI Soviana, Soviana; Riyanti, Hapsa; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Kendari sebagai Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki banyak masyarakat yang minatnya terhadapkesenian terbilang tinggi. Perkembangan seni di Kota Kendari tidak pernah surut, terbukti dari banyaknya komunitaskesenian yang ada. Namun, kurangnya tempat yang memadai untuk memfasilitasi kesenian di Kota Kendari. PerancanganGaleri Seni di Kota Kendari bertujuan untuk tempat yang memfasilitasi kegiatan kesenian yang ada. Perancangan GaleriSeni di Kota Kendari menggunakan pendekatan Arsitektur Neo Vernakuler Tolaki melihat dari banyaknya adat dan sukudaerah, maka perancangan ditekankan pada Arsitektur Neo Vernakuler daerah Tolaki yang ada di provinsi SulawesiTenggara. Penelitian ini menggunakan metode teknik pengumpulan data dan teknik analisis. Data primer yang disajikanyaitu data data yang di observasi langsung seperti data data kesenian yang ada di Kota Kendari dan data tapak. Datasekunder yang disajikan yaitu data secara tidak langsung seperti data yang di dapat dari berdasarkan teori dan studiliterature, buku, jurnal, artikel, seperti teori pendekatan Arsitektur Neo Vernakuler. Adapun Teknik analisis yang dilakukanyaitu, teknik analisis dekskritif berupaya mencatat, menganalisa, serta menginterprestasikan aspek perencanaan bangunangaleri seni dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernakuler. Adapun kesimpulan yang dari penelitian ini yaitu bagaimanamenerapkan elemen-elemen arsitektur Neo Vernakuler Tolaki Pada Bangunan, penerapan teknologi pada bangunan sepertikonstruksi yang digunakan, penerapan tatanan massa bangunan yang sesuai dengan kaidah Arsitektur Neo VernakulerTolaki. Diharapkan dengan adanya perencanaan bangunan Galeri Seni dapat menjadi wadah bagi masyarakat Kota Kendaridalam menambah wawasan tentang kesenian daerah khususnya Seni Lukis dan Seni Patung.Kata Kunci: Galeri Seni, Kota Kendari, Arsitektur Neo VernakulerABSTRACTKendari City as the Capital of Southeast Sulawesi Province has many people whose interest in the arts is fairly high.The development of art in Kendari City has never subsided, as evidenced by the many existing art communities. However,the lack of adequate places to facilitate the arts in Kendari City. The design of the Art Gallery in Kendari City aims to be aplace that facilitates existing artistic activities. The design of the Art Gallery in Kendari City uses the Neo VernacularTolaki Architecture approach. Seeing from the many regional customs and ethnicities, the design emphasizes the NeoVernacular Architecture of the Tolaki area in the province of Southeast Sulawesi. This research uses data collectiontechniques and analysis techniques. The primary data presented is data that is directly observed, such as data on art inKendari City and site data. The secondary data presented is indirect data such as data obtained from theory and literaturestudies, books, journals, articles, such as the theory of the Neo Vernacular Architecture approach. The analysis techniqueused is descriptive analysis technique which attempts to record, analyze, and interpret the planning aspects of the artgallery building with the Neo Vernacular Architecture approach. The conclusions from this research are how to apply theelements of Neo Vernacular Tolaki architecture in buildings, the application of technology in buildings such as theconstruction used, the application of building mass arrangements in accordance with the rules of Tolaki Neo VernacularArchitecture. It is hoped that with the planning of the Art Gallery building, it can be a forum for the people of Kendari Cityto add insight into regional arts, especially Painting and Sculpture.Keywords: Art Gallery, Kendari City, Neo Vernacular Architecture
PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR HIJAU PADA GEDUNG UPTD PENGEMBANGAN TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN LOKAL DI KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Sabah, Hasma Mal; Rinnarsuri, Dwi; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGedung UPTD pengembangan teknik budidaya tanaman lokal dengan pendekatan arsitektur hijau di Kabupaten MunaSulawesi Tenggara. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) demi peningkatan rasa kecintaan terhadap tanaman panganyang sudah ada sejak dulu di pulau Muna (2) dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal sehingga tidak mengalami kepunahanyang semakin berkembangnya jaman (3) memberikan suatu wadah bagi tanaman agar tidak diserang oleh hama (4) dapatdijadikan sebagai tempat penilitian, dan tempat wisata (5) untuk menerapkan prinsip-prinsip arsitektur hijau pada gedungUPTD pangan lokal Muna. Penelitian ini menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pedekatan arsitektur hijau.Sumber data primer adalah antara lain data tapak dan data kantor dinas ketahanan pangan. Sumber data sekunder antaralain arsitektur hijau dan gedung UPTD pangan lokal. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi,wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara data reduksi, data sajikan, dan data disimpulkan.Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: pertama, orientasi bangunan memimpihkan sisi utara, sirkulasi tamu dipisahkandengan sikulasi servis; kedua, kebutuhan ruangan berkonsep bentuk dan tampilan bangunan.Kata kuci: Kabupaten Muna, UPTD pengembangan teknik budidaya tanaman lokal, Arsitektur HijauABSTRACTThe UPTD building develops local plant cultivation techniques with a green architectural approach in Muna Regency,Southeast Sulawesi. This research is aimed as follows: (1) for the sake of increasing a sense of love for food plants thathave existed for a long time on the island of Muna (2) can be used as herbal medicines so that they do not experienceextinction as the times are developing (3) provide a place for plants to avoid extinction. attacked by pests (4) can be usedas research sites, and tourist attractions (5) to apply the principles of green architecture to the Muna local food UPTDbuilding. This study uses an architectural design method with a green architectural approach. Primary data sourcesinclude site data and food security office data. Secondary data sources include green architecture and the local food UPTDbuilding. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation. The dataanalysis technique was carried out by means of data reduction, data presentation, and data concluded. This research isconcluded as follows: first, the orientation of the building leads to the north side, the guest circulation is separated fromthe service circulation; second, the need for space with the concept of the shape and appearance of the building.Keywords: Muna Regency, UPTD development of local plant cultivation techniques, Green Architecture
TAMAN BUDAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR DI KABUPATEN MUNA Zubair, La Ode Muhammad; Kadir, Ishak; Umar, Muhammad Zakaria
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTaman budaya dengan pendekatan arsitektur neo vernakular di Kabupaten Muna penting direncanakan sebagai berikut:(1) Potensi wisata daerah dan kebudayaan Muna perlu dilestarikan agar terinventarisir dengan baik; (2) Arsitektur neovernakular derivatif dari arsitektur vernakular yang perlu ditampilkan dengan pola baru. Taman budaya adalah sarana untukmempromosikan dan mengembangkan kebudayaan daerah. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) Untuk mengolahtapak pada bangunan taman budaya di Kabupaten Muna; (2) Untuk mengolah kebutuhan ruangan pada bangunan tamanbudaya di Kabupaten Muna; (3) Untuk menerapkan prinsip-prinsip arsitektur neo vernakular pada bangunan taman budayadi Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber dataterdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data dilaksanakan dengan cara data direduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Berdasarkan hasildesain penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: Pertama, fasad menghadap timur dan barat, bangunan berbentuk rumahpanggung, dan sirkulasi kendaraan ke tapak sesuai bentuk tapak; Kedua, besaran ruangan didapatkan ruangan perpustakaansebesar 881 m2, museum budaya sebesar 917,7 m2, pergelaran seni tari sebesar 897,5 m2, pengelola taman budaya sebesar192,64 m2, resto mini sebesar 100,2 m2; Ketiga, prinsip-prinsip arsitektur neo vernakular didapatkan perancangan tematikthe modification of local house dan ditransformasikan ke bangunan-bangunan taman budaya Muna.Kata Kunci: Taman Budaya Muna, Arsitektur neo vernakular.ABSTRACTIt is important to plan a cultural park with a neo vernacular architectural approach in Muna Regency as follows: (1)The potential for regional tourism and Muna culture needs to be preserved so that it is properly inventoried; (2) Neovernacular architecture is a derivative of vernacular architecture that needs to be presented with a new pattern. Culturalparks are a means to promote and develop regional culture. This research is aimed as follows: (1) To cultivate the site of acultural park building in Muna Regency; (2) To process the need for space in the cultural park building in Muna Regency;(3) To apply the principles of neo vernacular architecture to the cultural park building in Muna Regency. This study usesan architectural design method with a qualitative approach. Data sources consist of primary data and secondary data.Data collection techniques consist of observation, interviews and documentation. The data analysis technique was carriedout by reducing the data, presenting the data, and inferring the data. Based on the results of this research design, it isconcluded as follows: First, the facade faces east and west, the building is in the form of a house on stilts, and thecirculation of vehicles to the site according to the shape of the site; Second, the size of the room is 881 m2 of library space,917.7 m2 of cultural museum, 897.5 m2 of dance performances, 192.64 m2 of cultural park management, 100.2 m2 of minirestaurant; Third, the principles of neo vernacular architecture were obtained from the thematic design of the modificationof local house and transformed into the buildings of the Muna cultural park.Keywords: Muna Cultural Park, Neo vernacular architecture.
PENEREAPAN PRINSIP ARSITEKTUR EKLEKTIK PADA PONDOK PESANTREN MODEREN DI KABUPATEN WAKATOBI Herisman, Herisman; Kotta, Muhammad Husni; Umar, Muhammad Zakaria
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPondok pesantren moderen di Wakatobi hendaknya didesain dengan arsitektur eklektik. Arsitektur lokal yangcenderung terabaikan di Wakatobi adalah Benteng Liya Togo. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) Untuk mengolahtapak pada kompleks gedung pondok pesantren moderen di Kabupaten Wakatobi dengan pendekatan arsitektur eklektik; (2)Untuk mengolah kebutuhan ruangan pada kompleks gedung pondok pesantren moderen di Kabupaten Wakatobi denganpendekatan arsitektur eklektik; (3) Untuk menerapkan prinsip-prinsip arstitektur eklektik pada kompleks gedung pondokpesantren moderen di Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatankualitatif. Sumber data primer antara lain data tapak dan data Benteng Liya Togo. Sumber data sekunder antara lainarsitektur eklektik dan pondok pesantren moderen. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi,wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara data direduksi, data disajikan, dan datadisimpulkan. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: Pertama, orientasi bangunan memipihkan sisi timur, sirkulasi tamudipisahkan dengan sirkulasi servis, dan tata massa tidak tembus pandang; Kedua, kebutuhan ruangan berkonsep bentuk danfungsi berjalan beriringan; Ketiga, perancangan bangunan berkonsep tematik yaitu semangat menjiplak lokal.Kata Kunci: Benteng Liya Togo, Pondok Pesantren Moderen, Arsitektur Eklektik.ABSTRACTModern Islamic boarding schools in Wakatobi should be designed with eclectic architecture. Local architecture thattends to be neglected in Wakatobi is Liya Togo Fort. The aims of this research are as follows: (1) To process the site of amodern Islamic boarding school building complex in Wakatobi Regency with an eclectic architectural approach; (2) Toprocess the space requirements in a modern Islamic boarding school building complex in Wakatobi Regency with aneclectic architectural approach; (3) To apply the principles of eclectic architecture to the modern Islamic boarding schoolbuilding complex in Wakatobi Regency. This study uses an architectural design method with a qualitative approach.Primary data sources include site data and Liya Togo Fort data. Secondary data sources include eclectic architecture andmodern Islamic boarding schools. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, anddocumentation. The data analysis technique was carried out by reducing the data, presenting the data, and inferring thedata. This research is concluded as follows: First, the orientation of the building flattens the east side, the circulation ofguests is separated from the circulation of services, and the mass system is not see-through; Second, the need for a spacewith the concept of form and function goes hand in hand; Third, the building design has a thematic concept, namely thespirit of local plagiarism.Keywords: Liya Togo Fort, Modern Islamic Boarding School, Eclectic Architecture
PENERAPAN PRINSIP- PRINSIP ARSITEKTUR HIJAU PADA PERENCANAAN HOTEL PARIWISATA DIKABUPATEN MUNA KOTA RAHA Minsi, Salfin Hartani; Hapsarianty, Hapsarianty; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKunjungan Kawasan Wisata Kabupaten Muna Tahun 2019 bahwa jumlah wisatawan domestik dan manca negara yangberkunjung mencapai tiga juta jiwa pertahun Jumlah tersebut melampaui target dari tahun sebelumnya. Pengunjung yangdatang ke Kabupaten Muna didominasi oleh wisatawan domestik.Keadaan tersebut berpengaruh pada tingkat hunian diKabupaten Muna pada akhir pekan atau liburan hari raya.Hal tersebut menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Munauntuk meningkatkan serta mengatur agar wisatawan yang datang dapat ditampung kebutuhannya.Sehingga perlunya wadahseperti hotel pariwisata untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.Penempatan lokasi perencanaan terhadap cuaca yangsangat panas maka penulis mengambil pendekatan Arsitektur Hijau. Penelitian ini ditunjukan untuk; pertama, menentukantapak/site dalam merencanakan hotel pariwisata dengan pendekatan arsitektur hijau; kedua, mengetahui apakah potensipada tapak dapat mendukung perencanaan hotel pariwisata di kabupaten muna; ketiga, untuk menerapkan prinsip-prinsiparsitektur hijau pada perencanaan hotel pariwisata di kabupaten muna. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulandata, analisa, dan tahap rancangan.Berdasarkan hasil desain perencanaan disimpilkan sebagai berikut; pertama, tapakditempatkan pada area yang mudah dijangkau; kedua, potensi pada tapak meliputi view yang mendukung aktivitasberwisata; ketiga, perancangan bangunan berkonsep memperhatikan kondisi iklim beserta hemat energi.Kata Kunci: Kabupaten Muna, Hotel Pariwisata, Arsitektur Hijau.ABSTRACTVisits to the Muna Regency Tourism Area in 2019 that the number of domestic and foreign tourists visiting reachedthree million people per year. This number exceeded the target from the previous year. Visitors who come to MunaRegency are dominated by domestic tourists. This situation affects the occupancy rate in Muna Regency on weekends orholiday holidays. This is the concern of the Muna Regency government to improve and regulate so that tourists who comecan be accommodated for their needs. So the need for containers such as tourism hotels to meet the needs of visitors.Placement of the planning location against very hot weather, the authors take the Green Architecture approach. Thisresearch is aimed at; first, determining the site/site in planning a tourism hotel with a green architectural approach;second, knowing whether the potential on the site can support the planning of tourism hotels in Muna district; third, toapply the principles of green architecture to tourism hotel planning in Muna district. This research uses data collection,analysis, and design stages. Based on the results of the planning design, it can be summarized as follows; first, the site isplaced in an easily accessible area; second, the potential on the site includes views that support tourist activities; third, theconcept of building design takes into account climatic conditions and saves energy.Keywords: Muna Regency, Tourism Hotel, Green Architecture.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA PERENCANAAN STUDIO DESAIN GRAFIS DI KENDARI Yasin, Baharuddin; Ma’ruf, Annas ,; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKStudio desain grafis di kendari hendaknya di desain dengan aristektur kontemporer, yang mana arsitektur kontemporermeruapakan suatu aliran baru atau penggabungan dari beberapa gaya arsitektur lainnya. Penelitian ini ditujukan untukmerancang sebuah Studio Desain Grafis dengan menerapkan pendekatan Arsitektur Kontemporer pada fasad dan ruangbangunan. Penelitian ini menggunakan metode arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer antara lain datatapak dan data komunitas desain grafis di kota kendari. Sumber data sekunder antara lain arsitektur kontemporer dan studiodesain grafis. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, dan wawancara. Teknik analisis datadilakukan dengan cara data direduksi dan data disajikan. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: pertama, studio desaingrafis di kendari menerapkan prinsip metode geometri dikitari pada tapak sehingga aksesibiltas mudah; kedua, pada fasadbangunan untuk menampilkan bahwa bangunan ini merupakan bangunan kontemporer nantinya akan menerapkan prinsipprinsiparsitektur kontemporer daintaranya yaitu; (1) bentuk lekuk dan melengkung, (2) palet warna netral dan tegas, (3)material anti menstream, dan (4) jendela super besar, ketiga, untuk merencanakan ruang-ruang yang dapat memicuperkembangan inovasi dan kreaktivitas maka diperlukan pengaturan elemen ruang dalam seperti penerapan warna, modelsirkulasi, pencapaian ruang, dan pengaturan pencahayaan.Kata Kunci: Studio, Grafis, Kontemporer, KendariABSTRACTThe graphic design studio in Kendari should be designed with contemporary architecture, where contemporaryarchitecture is a new flow or a combination of several other architectural styles. This research is aimed at designing aGraphic Design Studio by applying the Contemporary Architecture approach to the facade and space of the building. Thisstudy uses architectural methods with a qualitative approach. Primary data sources include site data and data from thegraphic design community in the city of Kendari. Secondary data sources include contemporary architecture and graphicdesign studios. Data collection techniques were carried out by means of observation and interviews. The data analysistechnique was carried out by reducing the data and presenting the data. This research is concluded as follows: first, thegraphic design studio in Kendari applies the principles of the geometry method around the site so that accessibility is easy;second, on the facade of the building to show that this building is a contemporary building, it will apply the principles ofcontemporary architecture, namely; (1) curved and curved shapes, (2) neutral and bold color palettes, (3) anti-streammaterials, and (4) super large windows, third, to plan spaces that can trigger the development of innovation and creativity,it is necessary to arrange elements interior spaces such as the application of color, circulation models, space achievement,and lighting arrangements.Keywords: Studio, Graphic, Contemporary, Kendari.
PENERAPAN WATERFRONT DEVELOPMENT PADA PERENCANAAN FLOATING MARINA DI KOTA KENDARI Hidayat, Rahmad; Said, Burhan; Syukur, La Ode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Kendari memiliki potensi pengembangan pariwisata bahari yang sangat besar. Pengembangan marina merupakansalah satu cara pemenuhan aspek amenities dan accessibility pada wisata bahari. Floating Architecture merupakan solusisustainable bagi pengembangan pesisir dan menjadi jalan tengah antara pembangunan & konservasi. Floating Architecturemerupakan bagian dari konsep Waterfront Development. Perancangan ini bertujuan untuk memperoleh suatu rancanganmarina di Kota Kendari yang menerapkan konsep Floating Architecture dan Waterfront Development di dalamnya. Dalamperancangan ini metodologi yang digunakan adalah metode Analisis Sintesa. Hasil perancangan memperoleh polapengembangan marina sebagai fasilitas bagi kapal wisata (yacht) dan perahu kecil dengan fasilitas akomodasi dan rekreasi.Selanjutnya penerapan Floating Architecture difokuskan pada aspek struktural bangunan dengan penggunaan sub structureberupa sistem concrete tray. Sementara penerapan Waterfront Development dilakukan dengan pengolahan tapak yang fokuspada aspek waterfront planning, pubic acces, cultural relics & heritage, environment & ecosystem, serta aspek tourism andrecreation.Kata Kunci: Kota Kendari, Marina, Floating Architecture, Waterfront DevelopmentABSTRACTKendari City has a huge potential for marine tourism development. Marina establishment is one way to fulfill theaspects of amenities and accessibility in marine tourism. Floating Architecture is a sustainable solution for coastaldevelopment and a middle ground between development & conservation. Floating Architecture is part of WaterfrontDevelopment concept. This project aims to obtain a marina design in Kendari City that applies the concept of FloatingArchitecture and Waterfront Development in it. In this project the methodology used is the Analysis Synthesis method. Theresults of the design obtained a pattern of marina development as a facility for yacht and small boats with accommodationand recreation facilities. Furthermore, the application of Floating Architecture is focused on the structural aspects of thebuilding by using a sub structure in the form of a concrete tray system. While the implementation of WaterfrontDevelopment is carried out by site processing that focuses on aspects of waterfront planning, public access, cultural relics& heritage, environment & ecosystem, as well as aspects of tourism and recreation.Keywords: Kendari City, Marina, Floating Architecture, Waterfront Development
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA GEDUNG BIOSKOP XXI DI KOTA KENDARI Abdi Guna, Muhammad Alan; Andrias HB, Asri; Arsyad, Muhammad
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan gedung bioskop XXI bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang ada pada 2 bioskop di kota kendari.Tulisan ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan menguraikan permasalahan dan kebutuhan ruangnya.Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Sedangkan data sekunder menggunakan buku referensi,dokumen perencanaan tata ruang dan literature lainnya. Desain ruang dianalisis berdasarkan pola aktivitas pelaku,kebutuhan ruang dan pola hubungan ruangnya. Perencanaan bioskop XXI menggunakan penekanan arsitektur futuristik.Maka hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi yang terpilih adalah Kecamatan Kadia. Fasilitas studio bioskopsebagai fasilitas utama yang ditunjang dengan ruang lainnya seperti lounge, restoran, timezone dan beberapa unit retail.Arsitektur Futuristik dipilih sebagai konsep perancangan untuk diaplikasikan pada interior maupun fasad bangunan,seperti penggunaan fosfor resin pada fasad dan bentuk bangunan yang menyerupai drone.Kata Kunci: Gedung bioskop XXI, Kota Kendari, arsitektur futuristikABSTRACTPlanning for the XXI cinema building aims to solve the problems that exist in 2 cinemas in Kendari city. This paper usesa qualitative descriptive analysis method by describing the problems and space requirements. Primary data were collectedthrough observation and interviews. Meanwhile, secondary data uses reference books, spatial planning documents andother literature. Spatial design is analyzed based on the activity patterns of the actors, space requirements and patterns ofspatial relationships. Planning for the XXI cinema uses an emphasis on futuristic architecture. So the results of this studyindicate that the location chosen was Kadia District. Cinema studio facilities as the main facility supported by other spacessuch as lounges, restaurants, timezone and several retail units. Futuristic architecture was chosen as a design concept to beapplied to interiors and facades of buildings, such as the use of phosphor resin on the facades and building shapes thatresemble drones.Keywords: XXI Cinema Building, Kendari City, futuristic architecture
PERENCANAAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TIPE C DI MUNA BARAT Safiuddin, Darul Jalal; Halim, Halim; Arsyad, Muhammad
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenyediaan fasilitas kesehatan di Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Muna Barat masih terbatas, sehinggamasyarakat lebih cenderung memilih pelayanan kesehatan di luar wilayah Muna. Ketersediaan sarana kesehatan yangmasih kurang memadai maka hendaknya diadakan perencanaan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C di Muna Barat .Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) Untuk menentukan lokasi yang tepat untuk perencanaan rumah sakit umumdaerah tipe c; (2) Untuk merancang kebutuhan ruang sesuai dengan standar yang disyaratkan dan dapat mewadahi seluruhaktifitas yang berlangsung; (3) Untuk merancang gubahan bentuk bangunan rumah sakit umum daerah tipe c. Penelitian inimenggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer antara lain data tapak dandata umum lingkungan Muna Barat. Sumber data sekunder yaitu Rumah Sakit Tipe C. Teknik pengumpulan datadilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara datadireduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: Pertama, sesuai RTRW kotaMuna Barat lokasi yahng tepat untuk diadakan pengadaan rumah sakit adalah Kecamatan Sawerigadi; Kedua, kebutuhanruang pada perencanaan Rumah Sakit mengacu pada standar dan undang-undang kesehatan yang telah ditentukan; Ketiga,konsep bentuk dan penampilan bangunan adalah persegi panjang yakni yang menunjukan sesuatu yang murni dan rasional.Kata Kunci: Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C, Arsitektur Rumah Sakit, dan Fasilitas KesehatanABSTRACTThe provision of health facilities in Southeast Sulawesi, especially West Muna Regency, is still limited, so people aremore likely to choose health services outside the Muna region. The availability of health facilities that are still inadequateshould be held planning of Type C Regional General Hospital in West Muna. This research is intended as follows: (1) Todetermine the appropriate location for the planning of general hospital area type c; (2) To design the needs of the space inaccordance with the required standards and can accommodate all activities that take place; (3) To design the compositionof the form of public hospital building type c. This research uses architectural design methods with a qualitative approach.Primary data sources include tread data and general data of the West Muna environment. Secondary data sources areType C Hospitals. Data collection techniques are carried out by means of observation, interview, and documentation. Dataanalysis techniques are performed by means of reduced data, data presented, and data inferred. This research wasconcluded as follows: First, according to RTRW West Muna city the right location for hospital procurement is SawerigadiSubdistrict; Second, the need for space in hospital planning refers to the standards and laws of health that have beendetermined; Third, the concept of the shape and appearance of a building is a rectangle that shows something pure andrational.Keywords: General Hospital Area Type C, Hospital Architecture and Medical Facility
MUSEUM MARITIM DENGAN PENDEKATAN ECO-TECH DI KOTA KENDARI Febrianti, Rizka Amalia; Santi, Santi; Alikhsan, Ainusalbi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan museum maritim bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang berada pada satu-satunya museum di kotaKendari. Tulisan ini menggunakan metode analisis desktiptif kualitatif dengan menguraikan berbagai permasalahan dankebutuhan museum. Data primer dikumpulakn melalui observasi dan wawancara. Sedangkan untuk data sekunder berasaldari beberapa buku referensi, dokumen perencaan tata ruang, studi kasus dan literatur lainnya. Desain ruang museumdianalisis berdasarkan pelaku, pola aktivitas pelaku, kebutuhan ruang dan pola hubungan ruangnya. Perencanaan museummaritim menggunakan pendekatan arsitektur eco-tech. Eco-tech merupakan perpaduan kata antara ekologis dan teknologi.Menurut Niomba dkk, Eco-Tech Architecture adalah sebuah metode perancangan yang mengaitkan dan menyelaraskanlingkungan dan berlandaskan kepedulian tentang konservasi lingkungan global dengan penekanan pada efisiensi energipemakaian lahan dan pengolahan sampah efektif dalam tatanan arsitektur. Dan museum maritim merupakan museum yangsecara khusus mengangkat maritim sebagai tema utamanya. Di dalam museum maritim, dipamerkan berbagai macambenda-benda bersejarah berbau maritim, seperti kapal, lukisan, senjata angkatan laut, maupun benda-benda lain yangberhubungan dengan dunia maritim. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi yang terpilih adalah KecamatanNambo, pulau Bungkutoko. Museum maritim memiliki fasilitas pameran utama yang ditunjang dengan ruang lainnyaseperti auditorium, bioskop mini, perpustakaan, ruang edukasi, workshop, cafetaria, dan fasilitas lainnya. Arsitektur ecotechdipilih sebagai konsep perencaan yang di aplikasikan pada fasad ataupun interior bangunan, terlihat dari penggunaanmaterial dan bangunan yang menyesuaikan bentuk dari tapak.Kata Kunci: Museum Maritim, Kota Kendari, Arsitektur Eco-Tech.ABSTRACTThe planning of the maritime museum aims to overcome the problems that exist in the only museum in the city ofKendari. This paper uses a qualitative descriptive analysis method by describing various problems and needs of themuseum. Primary data was collected through observation and interviews. Meanwhile, secondary data comes from severalreference books, spatial planning documents, case studies and other literature. The design of the museum space is analyzedbased on the actors, the activity patterns of the actors, the space requirements and the patterns of spatial relationships. Theplanning of the maritime museum uses an eco-tech architectural approach. Eco-tech is a combination of words betweenecological and technology. According to Niomba et al, Eco-Tech Architecture is a design method that links and harmonizesthe environment and is based on concerns about global environmental conservation with an emphasis on energy efficiencyof land use and effective waste management in architectural settings. And the maritime museum is a museum thatspecifically raises maritime as its main theme. In the maritime museum, various historical objects related to maritime areexhibited, such as ships, paintings, naval weapons, and other objects related to the maritime world. The results of this studyindicate that the selected location is Nambo District, Bungkutoko Island. Maritime museum has main exhibition facilitieswhich are supported by other spaces such as auditorium, mini cinema, library, education room, workshop, cafeteria, andother facilities. Eco-tech architecture was chosen as a planning concept that is applied to the facade or interior of thebuilding, seen from the use of materials and buildings that adapt to the shape of the site.Keywords: Maritime Museum, Kendari City, Eco-Tech.

Page 2 of 2 | Total Record : 20