cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2022)" : 21 Documents clear
PERENCANAAN CO-WORKING SPACE DENGAN KONSEP PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER DI ERA NEW NORMAL DI KOTA KENDARI Naura Sofwa Azhra
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.25035

Abstract

Kemudahan memperoleh fasilitas teknologi informasi melalui internet dan tingginya dinamika pekerjaan menciptakan suatu revolusi baru mengenai cara masyarakat melakukan pekerjaannya yang kini telah banyak dilakukan dengan teknologi berbasis digital. Perencanaan co-working space perlu dibangun untuk memwadahi dinamika tersebut. Tujuan perencanaan ini yaitu untuk menyediakan ruang kerja untuk orang – orang dengan latar yang berbeda-beda antara lain yaitu, enterpreneur, freelancer, start-up, asosiasi, konsultan, investor, artist, peneliti , pelajar dll yang fokus menciptakan ruang kerja yang mendukung kolaborasi, partisipasi, keterbukaan, inovasi, fleksibilitas, berbagi peralatan, pengetahuan dan pengalaman. Dalam penelitian ini menggunakan metode perencanaan arsitektur dengan pendekatan kualitatif dengan cara kajian yang sistematis. Hasil dari penelitian ini berupa gedung co-working space yangberlokasi strategi dan memiliki kemudahan dalam aksesibilitas, menyediakan ruang kerja yang aman, nyaman dan efektif digunakan dalam masa pandemic, dan penerapan konsep arsitektur kontemporer yang saat ini dimitani banyak orang. Kata Kunci: Coworking Space, Kontemporer, Era New Normal, Kendari
TECHNO PARK DI KOTA KENDARI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU Nur Fauzy Kurniawan
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.25027

Abstract

Techno Park di Kota Kendari dengan pendekatan Arsitektur Hijau bertujuan agar mampu menjadi tempat bekerja dan pengembangan di bidang Ekonomi kreatif & penggiat Startup, sekaligus berfungsi sebagai tempat untuk berkolaborasi, serta mampu mewadahi kegiatan lain yang berbasis perkumpulan atau komunitas di Kota Kendari. Tulisan ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan menguraikan berbagai permasalahan dan kebutuhan Techno park. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Sedangkan untuk data sekunder berasal dari beberapa buku referensi, dokumen perencanaan tata ruang, studi kasus dan literatur lainnya. Desain ruang Techno park dianalisis berdasarkan pelaku, aktivitas pelaku, kebutuhan ruang dan pola hubungan ruangnya. Techno Park adalah sebuah inisiatif/organisasi yang dikelola secara profesional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mendorong budaya inovasi dan daya saing industri dan institusi berbasis pengetahuan di dalamnya. Arsitektur Hijau adalah konsep yang minim mengkonsumsi sumber daya alam, energi, air, dan material, Serta minim menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi yang terpilih adalah Kecamatan Kadia, Kota Kendari.Techno park memiliki fasilitas Ruang Kerja, Pusat Pengembangan Startup, Pengelolah, Servis, Parkir, dan Penunjang lainnya. Arsitektur hijau dipilih sebagai konsep perencanaan yang diaplikasikan pada fasad ataupun interior bangunan, terlihat dari penggunaan material dan bangunan yang menyesuaikan bentuk dari tapak serta bentuk dan tampilan bangunan.
MAL PELAYANAN PUBLIK DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NUSANTARA DI KABUPATEN MUNA laode muhamad agus
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.25014

Abstract

Desain Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan pendekatan arsitektur nusantara di Kabupaten Muna penting didesain sebagai berikut: (1) penulis ikut mensukseskan visi misi Kabupaten Muna; (2) penulis ikut berpartisipasi dalam mengglobalkan arsitektur nusantara; (3) penulis ikut juga mensukseskan amanat UU RI No. 6 tahun 2017 Pasal 3; (4) penulis turut membantu program pemerintah pusat yang sesuai dengan amanat UU No. 23 Tahun 2017 terkait mendesain MPP di Kabupaten Muna. Saat ini kantor pelayanan pemerintahan di Kabupaten Muna cenderung sporadis sehingga tidak efektif. Oleh karena itu diperlukan pengembangan pelayanan publik antara lain desain Mal Pelayanan Publik (MPP). MPP adalah sistem pelayanan pemerintahan dan swasta dalam satu gedung sehingga pelayanan masyarakat lebih efektif. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) untuk mengolah tapak pada MPP dengan pendekatan arsitektur nusantara di Kabupaten Muna; (2) untuk mengolah kebutuhan ruangan pada MPP dengan pendekatan arsitektur nusantara di Kabupaten Muna; (3) untuk menerapkan prinsip-prinsip arsitektur nusantara pada MPP di Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara data direduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: pertama, pengolahan tapak berdasarkan aspek-aspek demografis setempat sehingga menghasilkan denah tapak; kedua, pengolahan ruangan didapatkan dengan cara menganalisis 25 instansi, kebutuhan ruangan, hubungan ruangan, dan struktur organisasi ruangan sehingga didapatkan total kebutuhan ruangan sebesar 5.330,75 m2. Ketiga, prinsip-prinsip arsitektur nusantara diterapkan pada MPP melalui perancangan tematik “Mengglobalkan Rasa Lokal” yang dicuplik dari siluet fasad Rumah Adat Barugano Wuna, topi Panglima Perang Kerajaan Wuna, dan ornamen Kawuwu.Kata Kunci: Mal Pelayanan Publik, Arsitektur Nusantara. 
Perencanaan Arena Olahraga Elektronik Kendari dengan Pendekatan Arsitektur Hi-Technology Naviud Muhammad Akbar
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.26573

Abstract

Olahraga Elektronik sedang mengalami perkembangan tiap tahunnya ditandai dari kenaikan jumlah pemain, hadiah dan kompetisi olahraga elektronik. Seperti olahraga lainnya, terdapat kompetisi olahraga elektronik, sebagai contoh sebagai salah satu cabang olahraga di Asian Games 2018. Selain itu, e-sport juga sudah dipertandingankan pada PON XX di Papua Tahun 2021. Semakin berkembangnya olahraga elektronik di Kendari juga berdampak pada komunitas maupun tim olahraga elektronik yang ada di Kota kendari. Menurut data salah satu Even Organizer (EO), Aku Bangga Indonesia (ABI) setidaknya mereka telah membuat turnamen olahraga elektronik setidaknya 7 turnamen di Kota Kendari. Menurut salah satu anggota ABI untuk turnamen yang diadakan hampir semua bertempat pada warkop-warkop dan area terbuka dengan kebisingan suara yang tinggi. Penelitian ditunjukan untuk: pertama, menentukan tapak/site yang sesuai dengan pusat penelitian. Kedua, mengetahui penerapan arsitektur Hi-Tech pada Arena Olahraga Elektronik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu data yang diambil dengan studi literatur, pengumpulan data, survey, wawancara dan studi banding.. Dari pemaparan diatas, penulis tertarik untuk melakukan perancangan Arena Olahraga Elektronik Kendari berada di Kecamatan Kadia, dalam kawasan pusat Kota. Selain sebagai wadah atau fasilitas bagi ajang turnamen, olahraga elektronik juga dapat menjadi media pengembangan minat dan bakat para gamers di bidang electronic sport di Kota Kendari. Merancang fasilitas khusus untuk olahraga elektronik yang efisien serta efektif bagi penggunanya dengan Hi-Technology yang merupakan konsep memanfaatkan kemajuan teknologi abad ke-21 dapat menjadi strategi yang cukup signifikan dalam menciptakan Perancangan Arena Olahraga Elektronik Kendari yang ikonik sehingga dapat menarik pengunjung dari lokal maupun non local. Kata Kunci: Arena Olahraga, Hi-Teknology, Kota Kendari, Olahraga Elektronik
Pusat Kesehatan dan Pemeliharaan Hewan dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis di Kota Kendari Adinda Noorhaliza
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.25092

Abstract

Kurangnya perhatian dari pemerintah dalam mengantisipasi masalah populasi kucing dan anjing liar menyebabkan timbulnya permasalahan dimana banyak ditemukan kucing dan anjing liar tak bertuan yang keberadaannya berpotensi mengganggu lingkungan perkotaan, salah satunya adalah wabah penyakit. Kota Kendari sendiri memang telah memiliki sarana kesehatan yang melayani khusus untuk hewan peliharaan. Pelayanan yang ada hanya dokter hewan praktek mandiri yang jumlahnya masih terbatas. Disisi lain, belum tersedia layanan kesehatan hewan yang melayani 1x24 jam. Dengan demikian, perlu disediakan gedung pusat kesehatan dan pemeliharaan hewan. Gedung pusat kesehatan dan pemeliharaan hewan ini mencakup aula sebagai area kontes hewan ataupun kegiatan edukasi, critical care unit (ruang bedah), ruang periksa, penampungan hewan terlantar, rawat inap penyakit menular dan tidak menular, pet hotel sebagai tempat penitipan hewan, klinik obat, area retail, salon hewan, dan juga terdapat UGD yang melayani 1x24 jam. Data hewan terlantar dan juga minat masyarakat dalam memelihara anjing dan kucing di Kota Kendari menjadi salah satu dasar perancangan bangunan ini. Dengan menggunakan arsitektur ekologis yaitu suatu sebuah konsep yang memadukan ilmu lingkungan dan ilmu arsitektur. Penerapan pendekatan ini dapat diaplikasikan melalui penggunaan ruang yang sederhana, pemanfaatan ruang terbuka bagi kesehatan hewan, bangunan hemat energi, serta pengolahan limbah yang benar dan sesuai. Kata Kunci: Arsitektur Ekologis, Hewan liar, Kota Kendari, Pusat Kesehatan Hewan, Pusat Pemeliharaan Hewan
Perencanaan Hotel Wisata Dan Shopping Mall dengan Pendekatan arsitektur Metafora di Kabupaten Wakatobi Putri Sri Wangi; Arman Faslih; Muhammad Arzal Tahir
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.26837

Abstract

Wakatobi merupakan daerah yang memilki banyak potensi wisata terutama dalam wisata lautnya dan merupakan salah satu 10 destinasi yang menjadi ikon pariwisata dalam Wonderfull Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut maka diperlukan membangun sebuah hotel wisata dan shopping mall di Kabupaten Wakatobi yang memilki potensi sangat besar dalam menjangkau lebih banyak wisatawan yang tujuan utamanya untuk berbelanja, kuliner, bahkan untuk beristirahat. Terlebih di Wakatobi letak hotel atau tempat menginap wisatawan biasa terletak jauh dari pusat perbelanjaan sehingga menyulitkan para wisatawan dalam berbelanja kebutuhannya. Penelitian ditunjukan untuk: Pertama, menentukan tapak/site yang sesuai dengan hotel wisata dan shopping mall di Kabupaten Wakatobi. Kedua, merencanakan hotel wisata dan shopping mall di Kabupaten Wakatobi. Ketiga, mengetahui penerapan arsitektur metafora pada hotel wisata dan shopping mall di Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu data yang diambil dengan studi literatur, pengumpulan data, survey, wawancara dan studi banding. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik analisis data dilakukan dengan cara direduksi dan data disajikan. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: Pertama, tapak ditempatkan di area pesisir pantai Kabupaten Wakatobi berlokasi pada Jl. Poros Longa, tapak berada dekat dengan permukiman pedesaan berada pada Desa Longa,  dengan memperhatikan kriteria lahan dan juga karakteristik tapak yang sesuai dengan bangunan hotel wisata dan shopping mall di Kabupaten Wakatobi; Kedua, bangunan hotel wisata dan shopping mall di Kabupaten Wakatobi dirancang fungsional dan menyedikan fasilitas yang lengkap; Ketiga bangunan hotel wisata dan shopping mall menerapkan arsitektur metafora yang menghasilkan bentuk bangunan berupa tiga heksagon yang merupakan metafora dari metafora gabungan dari scutum dari karapas kura-kura dan bentukan tersebut dibuat menjadi 3 yang melambangkan “the heart of triangle”. Tampilan bangunan menggunakan elemen material kaca dan secondary skin pada fasad bangunan untuk memberikan kenyaman pada pengguna dalam menikmati pemandangan laut Wakatobi. Secondary skin  memiliki bentuk yang melengkung dan bergelombang yang merupakan metafora dari ombak lautan dan bentuk tersebut juga diterapkan pada interior bangunan serta ruang luar pada tapak sehingga menghasilkan tampilan bangunan yang menarik pengunjung atau wisatawan.   Kata kunci : hotel wisata dan shopping mall, Kabupaten Wakatobi, wisata,    arsitektur metafora ABSTRACTWakatobi is an area that has a lot of tourism potential, especially in marine tourism, and is one of the 10 destinations that have become tourism icons in Wonderful Indonesia. To support this, it is necessary to build a tourist hotel and shopping mall in Wakatobi Regency, which has enormous potential in reaching more tourists whose main purpose is to shop, culinary, and even to rest. Moreover, in Wakatobi, the location of hotels or places to stay for tourists is usually far from shopping centers, making it difficult for tourists to shop for their needs. The research aims at: First, determining the appropriate sites for tourist hotels and shopping malls in Wakatobi Regency. Second, planning tourist hotels and shopping malls in Wakatobi Regency. Third, knowing the application of metaphorical architecture in tourist hotels and shopping malls in Wakatobi Regency. This study uses qualitative methods, namely data taken from literature studies, data collection, surveys, interviews, and comparative studies. Data sources consist of primary and secondary data. Data analysis technique is done by reducing and presenting data. Based on the results of this study, it is concluded as follows: First, the site is located in the coastal area of Wakatobi Regency, located on Jl. Axis Longa, the site is close to a rural settlement in Longa Village, taking into account the land criteria and also the characteristics of the site in accordance with tourist hotel buildings and shopping malls in Wakatobi Regency; Second, tourist hotel buildings and shopping malls in Wakatobi Regency are functionally designed and provide complete facilities; The three tourist hotel buildings and shopping malls apply a metaphorical architecture which result in the shape of the building in the form of three hexagon which is a metaphor for combined metaphor of the scutum of the turtle’s carapace and the formation is made into 3 which symbolizes “the heart of triangle”. The appearance of the building uses glass material elements and secondary skin on the facade of the building to provide user comfort in enjoying the Wakatobi sea view. Secondary skin has a curved and wavy shape which is a metaphor for ocean waves, and this shape is also applied to the interior of the building as well as the outer space on the site so as to produce a building display that attracts visitors or tourists. Keywords: tourist hotel and shopping mall, Wakatobi Regency, tourism, metaphorical architecture
GEDUNG WISATA EDUKASI BIOTA LAUT WAKATOBI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN Adinda Qadisha Marzabillah
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.25011

Abstract

Wakatobi memiliki potensi dan kedudukan penting terutama dalam bidang kelautan dan pariwisata. Sebagai daerah yang terkenal di sektor pariwisata membuat Wakatobi terus dikunjung oleh ribuan wisatawan pada setiap tahunnya baik dari wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Potensi yang dimiliki Taman Nasional Wakatobi perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan kepariwisataan dan peningkatan jumlah pengunjung di Kabupaten Wakatobi. Tujuan penelitian ini adalah mewujudkan Gedung yang dapat mewadahi aktifitas wisata dan edukasi biota laut Wakatobi. Metode penelitian digunakan yaitu deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, jurnal, buku-buku arsitektur, wawancara, dan survei lapangan. Konsep arsitektur yang digunakan adalah Arsitektur Berkelanjutan yaitu pendekatan desain yang menyatukan dan menyeimbangkan aspek kualitas lingkungan alami, kebutuhan sosial dan pertumbuhan ekonomi. Adapun hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu konsep dan model rancangan Gedung Wisata Edukasi Biota Laut Wakatobi dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan yang berfungsi sebagai wadah wisata dan edukasi serta memberikan informasi kepada pengunjung agar lebih mengenal tentang kekayaan bawah laut Wakatobi tanpa merusak alam serta menjaga keberlangsungan hidup biota laut. Kata Kunci: wisata edukasi, arsitektur berkelanjutan, Wakatobi.
PUSAT INDUSTRI KREATIF DI KOTA KENDARI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR INDUSTRIAL Uswa Sani Magfira; Asri Andreas Herman Balo; Muhammad Arzal Tahir
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.26810

Abstract

Pelaku ekonomi kreatif  di Kendari mulai  tumbuh dan  berkembang dalam  beberapa tahun  terakhir. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya generasi muda di Kendari yang merintis usaha sehingga diperlukan fasilitas sebagai penunjang pelaksanaan dan kemampuan Industri yang dijalankan agar dapat menghasilkan kualitas produksi yang baik serta optimal. Rancangan dilakukan dengan metode pengumpulan data melalui wawancara tidak terstruktur dan studi literatur maupun studi preseden. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain, dan maket. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa lokasi perencanaan berada pada Kecamatan Kadia, dalam kawasan pusat kota. Dengan penerapan arsitektur industrial, bangunan mengedepankan aspek fungsional dan efisien dengan cenderung menggunakan material mentah maupun material pabrikasi dengan menggunakan teknik ekspos yang dimanfaatkan kembali menjadi elemen estetika interior. Kata kunci : Pusat Industri Kreatif, Arsitektur Industrial, Kendari
SANGGAR BUDAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MUNA Muhammad Safar
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.26203

Abstract

Kabupaten Muna merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara yang terdiri dari berbagai suku yang memiliki berbagai macam corak budaya. Salah satu budaya Muna yang telah diangkat menjadi kegiatan internasional yaitu festival layang-layang tradisional, selain itu Muna juga memiliki tarian nasional yang seringkali ditampilkan pada festival budaya daerah maupun nasional. Namun, belum tersedianya wadah untuk pembelajaran dan pertunjukan kesenian budaya, sehingga dapat menurunkan ketertarikan masyarakat khususnya para remaja. Hal tersebut menjadi latar belakang dibutuhkannya Sanggar Budaya Muna untuk melestarikan serta meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap kesenian budaya Muna. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mendapatkan desain bangunan yang menerapkan pendekatan arsitektur berkelanjutan namun tetap dapat memfasilitasi segala kegiatan kesenian dan budaya. Perancangan ini dilakukan dengan metode studi literatur, observasi langsung dan studi banding yang kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain, dan maket. Hasil yang diperoleh, yaitu desain Sanggar Budaya Muna dengan pendekatan Arsitektur Berkelanjutan diaplikasikan pada sistem pencahayaan dan penghawaan, penerapan strategi energi, konservasi air, pengelolalaan limbah, penggunaan material lokal pada fasad bangunan, penerapan strategi ekonomi, serta pelestarian budaya pada pola fasad motif batik daerah, serta bangunan utama yang mencerminkan identitas daerah.Kata Kunci: Sanggar Budaya, Arsitektur Berkelanjutan, Kabupaten Muna
PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR TROPIS PADA GEDUNG MIX-USE BUILDING KOTA KENDARI Asdillah -; Burhan Said; Hapsah Rianty
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.26841

Abstract

ABSTRAKPenduduk kota Kendari merupakan masyarakat Modern yang menuntut Mobilitas dengan gaya hidup yang nyaman, memberi keamanan dan kemudahan dalam menjalankan aktifitas, serta memerlukan sentral aktifitas yang bisa  menghubungkan kebutuhan bekerja, tempat tinggal, dan hiburan. Oleh karena itu perancangan Mixed use building yang mewadahi Apartemen sebagai hunian merupakan pilihan yang tepat. Selain sebagai Hunian, Apartemen merupakan properti yang menguntungkan jika digunakan sebagai Investasi. Hal ini dikarenakan Fasilitas Apartemen yang Komplit dilengkapi seperti Kolam Renang, Pusat Kebugaran, Area Jogging, dan harga sewa unit apartemen lebih tinggi dari pada rumah. Disamping kebutuhan Hunian, pembangunan Mall sebagai tempat kegiatan jual beli dan Refresing yang menawarkan Kenyamanan, Kemudahan, Kecepatan dan Layanan terbaik merupakan Solusi yang tepat untuk menangani tingginya permintaan kebutuhan hidup, serta perkantoran salah satu tempat berkerja meningkatkan per Ekonomian kota dan membantu masyarat untuk hidup menetap disatu tempat one stop living. Arsitektur Tropis memberikan beberapa keuntungan baik dari sudut pandang Investor, pengunjung Mall, dan pemilik unit Apartemen. Dari sudut pandang Investor, penerapan arsitektur Tropis pada perancangan akan menghemat energi dan biaya pembangunan dengan pemilihan bahan bangunan yang sesuai dan sistem perawatan yang cenderung lebih mudah. Sedangkan dari sudut pandang pengunjung Mall, bangunan yang menerapkan arsitektur Tropis akan memiliki daya tarik tersendiri, hal ini dikarenakan pengaturan suhu dan penyesuaian dengan kondisi lingkungan akan membuat bangunan lebih terasa nyaman begitupun dengan pemilik unit Apartemen dan Kantor.Kata kunci : Mix-Use Building, Arsitektur Tropis, Kota Kendari ABSTRACTThe residents of Kendari city are a modern society that demands mobility with a comfortable lifestyle, provides security and convenience in carrying out activities, and needs a central activity that can connect the needs of work, shelter, and entertainment. Therefore, the design of a Mixed use building that accommodates apartments as residences is the right choice. Apart from being a residence, apartments are profitable properties if used as an investment. This is because the complete apartment facilities are equipped such as swimming pools, fitness centers, jogging areas, and rental prices for apartment units are higher than houses. In addition to residential needs, the construction of a Mall as a place for buying and selling activities and Refresing that offers the best Comfort, Convenience, Speed and Service is the right solution to handle the high demand for living needs, as well as offices one of the places to work to improve the economy of the city and help the community to live in one stop living place. Tropical Architecture provides several advantages both from the point of view of Investors, Mall visitors, and Apartment unit owners. From the Investor's point of view, the application of Tropical architecture to the design will save energy and development costs with the selection of suitable building materials and maintenance systems that tend to be easier. Meanwhile, from the point of view of Mall visitors, buildings that apply Tropical architecture will have their own charm, this is because temperature settings and adjustments to environmental conditions will make the building feel more comfortable as well as apartment and office unit owners. Keywords: Mix-Use Building, Tropical Architecture, Kendari City

Page 2 of 3 | Total Record : 21