cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25034286     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, memuat hasil-hasil penelitian yang berkenaan dengan segala aspek bidang ilmu Sumber Daya Perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020" : 10 Documents clear
Kelimpahan Dan Distribusi Spasial Zooplankton Di Perairan Danau Tailaronto’oge Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi Maniati, Maniati; Sara, La; Salwiyah, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau “Tailaronto’oge” merupakan danau air asin yang terletak di sisi utara Pulau Kapota. Yang fungsi utamanya adalah sebagai penyedia kebutuhan masyarakat setempat. Danau ini memiliki kualitas air yang cukup jernih sehingga zooplankton dapat tumbuh memadai dan berkembang dengan baik karna makanan alaminya selalu tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan distribusi spasial zooplankton di perairan ini. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - September 2019. Stasiun pengambilan sampel zooplankton meliputi bagian inlet danau (stasiun I), bagian tengah danau (stasiun II), dan bagian pinggir danau dekat pemukiman masyarakat (stasiun III). Sampel zooplankton dari setiap stasiun diperoleh dengan cara menyaring air sebanyak 20 l kedalam plankton net No. 25 . Sampel DO diperoleh dengan cara botol volume 150 ml dimasukan kedalam perairan dalam keadaan tertutup rapat, botol tersebut dibuka tutupnya dengan secara perlahan-lahan air masuk melalui mulut botol sampai terisi penuh, ditutup diangkat dan dipastikan tidak ada gelembung udara didalam botol. Sampal zooplankton dianalisis di Laboratoriu Penguji FPIK UHO menggunakan metode sedwick Rafter cell (SRC) yang diamati dibawah mikroskop. Data yang diperoleh dianalisis kelimpahannya (APHA, 2005) dan distribusi (Brower et al., 1990). Hubungannya kelimpahan zooplankton dengan perameter kualitas  air dianalisiss menggunakan persamaan korelasi persamaan (setiawan, 2015). Hasil yang diperoleh bahwa jenis zooplankton terdiri dari 8 kelas yaitu kelas Maxillopoda (3 genera), kelas Cilliata (1 genera), kelas Rotatoria (1 genera), kelas Polychaeta (1 genera), kelas Xexanauplia (1 genera) dan kelas Protozoa (1genera), kelas Rotifera (1 genera), dan Prostomatea (1 genera). Kelimpahan zooplankton berkisar antara 58,5-387 ind/L. Distribusi zooplankton berkisar antara 2.87 – 4.47 ind/L. Hasil pengukuran kualitas air saat penelitian kisaran suhu 27-29 °C, kecarahan 1,80-2,06 %, salinitas 26-29 ppt, kecepatan arus 0,006-0,0157 m/s, pH 7-8, DO 4,9-5,9 mg/L. Kelimpahan ini termaksud kelimpahan yang rendah dengan kriteria 100-500 ind/L dan memiliki pola distribusi mengelompok (Id>1) dengan nilai 1,44-4,47. Parameter fisika kimia di perairan Danau Tailaronto’oge masih layak untuk pertumbuhan dan perkembangan zooplankton. Berdasarkan uji korelasi  kecerahan memiliki hubungan yang nyata terhadap kelimpahan zooplankton dengan nilai 0,994.Kata Kunci : Distribusi, kelimpahan, Danau Tailaronto’oge, dan zooplankton
Preferensi Habitat Benih Lobster (Panulirus spp.) Di Kawasan Konservasi Teluk Staring, Kecamatan Moramo, Konawe Selatan Tasidale, Siti Nurhajja; Sara, La; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preferensi habitat menunjukkan kesukaan suatu organisme terhadap berbagai pilihan sumberdaya dalam habitat. Habitat lobster (Panulirus spp.) umumnya di perairan yang mempunyai terumbu karang yang kondisinya baik. Teluk Staring merupakan satu-satunya lokasi penangkapan benih lobster di perairan Sulawesi Tenggara, yaitu terdapat di perairan Bororo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi benih lobster pada habitat yang sering ditemukan di perairan Bororo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2019. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di perairan ini sebagai tempat penangkapan benih lobster kemudian ditentukan 3 stasiun untuk pengambilan sampel dan pengukuran parameter kualitas air, yaitu di sekitar mangrove (stasiun I), perairan ditumbuhi lamun (stasiun II), dan perairan dekat terumbu karang (stasiun III). Masing-masing stasiun ditempatkan secara acak 15 alat tangkap “pocong-pocong”. Sample lobster yang ditemukan dari setiap stasiun dihitung jumlahnya untuk mengetahui kelimpahannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa benih lobster yang terbanyak (52 individu) ditemukan di stasiun III, kemudian disusul stasiun I (25 individu), sedang yang paling sedikit kelimpahannya ditemukan di stasiun II (13 individu). Data ini menjelaskan bahwa perairan yang berdekatan dengan terumbu karang lebih disukai (much preferred) oleh benih lobster dibandingkan dengan perairan disekitar hutan mangrove atau perairan yang ditumbuhi lamun. Hal ini menggambarkan pergerakan benih lobster di perairan ini kemungkinan tidak terlalu luas yaitu berkumpul disekitar terumbu karang dan bermigrasi disekitarnya di perairan dekat hutan mangrove dan padang lamun.Kata Kunci: Benih Lobster, perferensi habitat, terumbu karang, lamun dan mangrove
KEPADATAN DAN DISTRIBUSI UKURAN GASTROPODA (Conomurex luhuanus) DI PERAIRAN WAWOSUNGGU KECAMATAN MORAMO KABUPATEN KONAWE SELATAN Sarah, Waode Bunga; Bahtiar, Bahtiar; Purnama, Muhammag Fajar
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan Wawosunggu memiliki sumberdaya perikanan yang sangat beragam. Salah satu komoditas hasil laut ditemukan gastropoda jenis Conomurex luhuanus atau masyarakat setempat menyebutnya dengan siput raci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan distribusi ukuran gastropoda C. luhuanus di Perairan Wawosunggu. Pengambilan sampel organisme dilakukan sekali sebulan selama 3 bulan dari bulan Maret sampai Mei 2019, denggan menggunakan metode purposive random sampling. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 15 kali ulangan dalam setiap stasiun penelitian. Total sampel yang diperoleh selama penelitian sebanyak 290 individu. Berdasarkan hasil analisis kepadatan C. luhuanus berkisar  0.015 ind/m2-0,032 ind/m2. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney kepadatan C.luhuanuspada setiap bulannya tidak memiliki perbedaan. Hasil analisis distribusi ukuran C.luhuanus yang ditemukan menunjukan nilai pada kisaran 4,31-6.28 cm. Indeks distribusi menunjukan  C. luhuanus mempunyai penyebaran seragam. Hasil pengukuran parameter lingkungan perairan Wawosunggu masih menunjukan kisaran normal yang menunjang kehidupan C.luhuanus.Kata Kunci : Kepadatan, distribusi ukuran, C. luhuanus.
Komposisi Jenis Dan Ukuran Krustasea Hasil Tangkapan Bukan Target Perikanan Rajungan (Portunus pelagicus) yang didaratkan di Bungkutoko Kota Kendari Wandewa, Rahma Safitri Ade; Hamid, Abdul; Kamri, Syamsul
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Bungkutoko dari bulan September hingga November 2019 dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan ukuran krustasea bukan target perikanan rajungan (Portunus pelagicus) pada periode bulan terang dan gelap. Penelitian ini adalah  penelitian survei. Pengambilan contoh dilakukan pada nelayan rajungan yang menggunakan bubu lipat sebanyak dua kali dalam sebulan, yaitu pada periode bulan terang dan bulan gelap. Data yang dianalisis meliputi komposisi jenis, proporsi krustasea bukan target, sebaran kelas ukuran, dan uji t independent untuk menguji perbedaan jumlah jenis dan ukuran krustasea bukan target berdasarkan periode bulan. Total jenis krustasea bukan target  perikanan rajungan yang ditemukan sebanyak 14 jenis, yaitu pada periode bulan terang sebanyak 8 jenis dan didominasi oleh T.crenata, dan pada periode bulan gelap sebanyak 13 jenis dan didominasi  oleh C. anisodon.  Lebar karapas T. crenata dan T. danae pada periode bulan gelap cenderung lebih besar dari pada bulan terang, sedangkan C. anisodon pada periode bulan terang cenderung lebih besar dari pada bulan gelap.  Hasil uji t lebar karapas ketiga jenis kepiting tersebut tidak berbeda nyata (p>0,05) antara periode bulan terang dan gelap. Kelimpahan krustasea bukan target jantan lebih tinggi dari pada betina, dan proporsi krustasea bukan target pada periode bulan terang rendah dari pada periode bulan gelap.Kata Kunci: Bycatch, komposisi jenis, krustasea, perikanan, Sulawesi Tenggara
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Belanak (Mugil dussumieri) di Perairan Pulau Balu Kecamatan Tiworo Utara Kabupaten Muna Barat Sutriana, Sutriana; Yasidi, Farid; Nadia, La Ode Abdul Rajab
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Pulau Balu, kabupaten Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan belanak (Mugil dussumieri) di perairan Pulau Balu, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat. Hasil dalam penelitian ini dapat digunakan untuk memberikan informasi tentang pola pertumbuhan ikan belanak di perairan Pulau Balu dan dapat digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan konservasi sumber daya ikan dan berkelanjutan. Total sampel dalam penelitian ini adalah 206 individu, terdiri dari 99 jantan dan 107 betina. Distribusi ukuran panjang kelas jantan dan betina dibagi menjadi 9 kelas. Frekuensi terpanjang pada jantan di panjang kelas 180-205,24 mm dan terendah di kelas panjang 284-309, 24 mm, sedangkan yang terpanjang pada betina di kelas panjang 180-205,24 mm dan terendah pada panjang kelas 284-309, 24 mm. Pola pertumbuhan jantan dan betina ikan belanak terjadi pada bulan Juli, Agustus dan September dengan alometrik negatif. Nilai kondisi faktor jantan adalah 1,0350 (Juli), 1,0226 (Agustus), 1,0251 0 (Juli), 1,0226 (Agustus), 1,0251 (September) dan betina 1,0977 (Juli), 1,0292 (Agustus), 1,1300 (September).Kata kunci :  Ikan mullet (Mugil dussumieri), pola pertumbuhan, faktor kondisi,  perairan Pulau Balu.
Ketahanan Thallus Rumput Laut K. alvarezii dan E. denticulatum Terhadap Keberadaan Hewan Epifauna pada Alat Budidaya Verti Net di Perairan Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan Tambunan, Reside; Kasim, Ma`ruf; Salwiyah, Salwiyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan epifauna pada thallus rumput laut dapat mengganggu dan menghambat pertumbuhan rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan thallus rumput laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum terhadap keberadaan epifauna yang dibudidaya menggunakan Verti Net di Periran Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan. Hasil Penelitian didapatkan 14 jenis epifauna yang terdiri dari 5 kelas diantaranya 3 jenis kelas Bivalvia, 2 jenis kelas Gastropoda, 7 jenis kelas Crustacea, 1 jenis kelas Ophiuroidea, dan 1 jenis kelas polychaeta. Berdasarkan hasil analisis dominansi jenis epifauna yang dominan ditemukan yaitu kelas gastropoda dan kelas crustacea yang menempel pada thallus rumput laut. Hasil pengukuran kualitas air saat penelitian di Perairan Desa Tanjung Tiram kisaran suhu 29-30 °C, kecerahan 92%, kecepatan arus 0,097-0416 m/det, salinitas 30-32 ppt, nitrat 0,0246-0,0416 mg/L, fosfat 0,0018-0,6034 mg/L, dan DO (Oksigen terlarut) 5,7-6,6 mg/L. Dari hasil persentase tingkat kerusakan bahwa epifauna tidak berpengaruh besar terhadap kerusakan rumput laut. Jika dilihat dari laju pertumbuhan harian dari kedua jenis rumput laut tersebut bahwa jenis rumput laut K. alvarezii mengalami pertumbuhan yang kurang baik dibandingkan dengan rumput E. denticulatum. Berdasarkan hasil uji korelasi, Do merupakan parameter oseanografi yang berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan K. alvarezii dan E. denticulatum.Kata Kunci : Ketahanan thallus, Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum, verti net.
Musim Penangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) yang didaratkan di Kota Kendari Ishak, Anisa Aulia; Alimina, Naslina; Arami, Hania
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan tongkol (Euthynnus affinis) merupakan jenis ikan yang dapat ditangkap sepanjang tahun. Namun demikian, produksi jenis ikan ini ditemukan melimpah hanya pada bulan-bulan tertentu, sedangkan pada bulan lain mengalami penurunan. Hal ini dapat berdampak pada fluktuasi harga dan selanjutnya berkaitan dengan penyediaan fasilitas pengolahan maupun pemasaran jenis ikan ini. Dengan demikian perlu adanya penelitian untuk mengetahui musim penangkapan ikan tongkol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan musim penangkapan ikan tongkol berdasarkan hasil tangkapan yang didaratkan di PPS dan PPI. Ikan tongkol yang didaratkan di PPS dan PPI ditangkap dengan menggunakan beberapa alat tangkap yaitu pukat cincin, pancing tonda. Dan pancing ulur. Musim penangkapan ditentukan melalui analisis runtun waktu terhadap hasil tangkapan per upaya penangkapan bulanan ikan tongkol selama lima tahun. Data yang digunakan yaitu data produksi dan jumlah upaya penangkapan yang bersumber dari statistik PPS dan PPI tahun 2014 sampai 2018. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks musim penangkapan ikan tongkol yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari dan  Pangkalan Pendaratan Ikan Sodohoa berkisar 76,38%  sampai 138,14% yang terjadi pada bulan Juli sebesar (118,19%), Agustus sebesar (100,38%), September sebesar (104,09), Oktober sebesar (138,14%), November sebesar (110,65%), dan Desember sebesar (107,78%) dengan musim puncak terjadi pada bulan Oktober.Kata kunci : Ikan tongkol, musim penangkapan, PPI Sodohoa, PPS Kendari
Kebiasaan Makanan Ikan Gabus (Channa Striata) di Perairan Rawa Aopa Watumohai, Desa Pewutaa Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan Liana, Liana
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gabus (channa striata) merupakan jenis fauna yang hidup pada perairan tawar. Ikan ini  mampu bertahan hidup selama musim kemarau dengan menggali lumpur pada danau, kanal dan rawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebiasaan makanan ikan gabus (C. striata) pada bulan januari-maret 2018 bertempat di perairan Rawa Aopa Aopa Watumohai Desa Pewutaa Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan. Pengamatan sampel ikan dilaksanakan di Laboratorium Pengujian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil penelitian terhadap indeks bagian terbesar pada lambung ikan gabus yang di tangkap menunjukkan bahwa indeks bagian terbesar yang ditemukan dalam  isi lambung ikan gabus adalah jenis makanan  ikan (62,39%) hal ini berarti ikan merupakan makanan utama pada ikan gabus. Selanjutnya didapatkan cacing (6,53%), Keong (2,27%) dan  serasah (5,50%) merupakan makanan pelengkap pada ikan gabus. Sedangkan MTT (23,31%). Tinggi mtt dan serasah yang diperoleh dalam lambung ikan gabus memungkinkan dalam keadaan memakan  mangsanya ikan gabus sempat memakan dedaunan.Kata kunci : Kebiasaan Makan, Ikan Gabus, Rawa Aopa
Mortalitas dan Tingkat Eksploitasi Ikan Kurisi (Nemipterus hexodon, Quoy dan Gaimard, 1824) Di Perairan Teluk Kolono Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara Neni, Neni; Bahtiar, Bahtiar; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi  ikan kurisi (Nemipterus hexodon) di Teluk Kolono mengalami penangkapan yang cukup intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ukuran, mortalitas dan tingkat eksploitasi ikan kurisi (Nemipterus hexodon) di perairan Teluk Kolono. Pengambilan contoh dilakukan setiap dua minggu selama bulan Februari sampai April 2019 dengan menggunakan rawai dasar. Selama periode penelitian diperoleh sebanyak 500 individu ikan sampel dan seluruhnya diukur panjang totalnya (TL). Analisis sebaran frekuensi panjang, mortalitas dan tingkat eksploitasi dianalisis menggunakan perangkat lunak Microsoft Excels dan Fisat II versi 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kurisi yang diperoleh berada pada selang ukuran 124-256 mm dengan frekuensi terbesar pada kelas panjang 154-183 mm (kelas ke-2 dan 3). Nilai koefisien mortalitas alami = 0,71 dan mortalitas penangkapan = 1,49. Tingkat eksploitasi saat ini mencapai 0,68. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa kematian ikan kurisi di perairan Teluk Kolono lebih didominasi oleh kematian akibat kegiatan penangkapan dan mengindikasikan telah terjadi lebih tangkap.Kata kunci :  frekuensi panjang, mortalitas, eksploitasi, Nemipterus hexodon, Teluk Kolono
Kebiasaan Makanan Ikan Gelodok Periopthalmus sp. di Kawasan Pantai Mangrove Teluk Kolono Desa Puupi Kabupaten Konawe Selatan Hardianti, Hardianti; Halili, Halili; Asriyana, Asriyana
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di  di Perairan Desa Puupi Kecamatan Kolono Konawe Selatan selama Tiga bulan yaitu pada bulan Februari sampai April 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makanan pada ikan gelodok (Periopthalmus sp.) berdasarkan bulan penangkapan dan jenis kelamin. Informasi mengenai kebiasaan makan dari ikan ini sangat dibutuhkan agar dapat di lakukan upaya domestikasi untuk menjaga kelestarian ikan gelodok. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode koleksi bebas. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 76 individu.  Sampel ditangkap dengan menggunakan seser yang dibuat secara manual yang terbuat dari rotan dan dilapisi waring. Alat tangkap ini memiliki diameter lingkaran sepanjang 30 cm, dan panjang 1-2 m. Jenis makanan yang terdapat dalam ikan gelodokyaitu crustacea, zooplankton, fitoplankton, polychaeta, insekta serta beberapa jenis makan yang tidak teridentifikasi. Berdasarkan hasil analisis, kelompok makanan jenis crustacea mendominasi baik dari segi bulan penangkapan maupun berdasarkan jenis kelamin, sehingga ikan gelodok dapat dikategorikan karnivora. Ikan ini memiliki kebiasaan makan diurnal.Kata Kunci: Ikan gelodok, karnivora, Desa Puupi

Page 1 of 1 | Total Record : 10