cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3: Agustus 2020" : 9 Documents clear
STRUKTUR KOMUNITAS SPONS DI PERAIRAN LALANU KECAMATAN SOROPIA, SULAWESI TENGGARA Rahman, Sitti Rahmawati; Sadarun, Baru; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 3: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i3.13446

Abstract

Spons merupakan hewan yang memberikan sumbangan penting terhadap komunitas benthic laut. Keberadaannya mampu menjadi bioindikator kualitas perairan laut karena sifatnya yang menetap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 dan bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan mengetahui struktur komunitas spons yang meliputi indeks keanekaragaman, keseragaman, dominansi yang ada di Perairan Lalanu. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Belt transect dengan panjang 70m dan lebar 2m sehingga luas pengamatan 140m2 pengambilan data dilakukan 2 kali pengulangan. Jenis spons yang ditemukan di Perairan Lalanu 16 jenis, dimana komposisi jenis tertinggi terdapat pada spesies Petrosia sp., baik di daerah reef flat maupun daerah reef slope. Struktur kominitas spons pada Perairan Lalanu di daerah reef flat dan reef slope didapatkan hasil dengan kategori yang sama. Dimana indeks keanekaragaman dengan kategori sedang, indeks keseragaman dengan kategori tinggi dan indeks dominansi dengan kategori rendah.Kata kunci : Komposisi Jenis, Perairan Lalanu, Spons, Struktur Komunitas
KEANEKARAGAMAN DAN KEPADATAN TERIPANG BERDASARKAN KARAKTERISTIK HABITAT (LAMUN DAN KARANG) DI PERAIRAN DESA BANABUNGI KEC. KADATUA KAB. BUTON SELATAN Sulita, Wa Ode; Emiyarti, .; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 3: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i3.13453

Abstract

Teripang merupakan salah satu hewan dari filum Echinodermata yang memiliki peranan secara ekologis maupun ekonomis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 dan bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan teripang berdasarkan karakteristik habitat lamun dan karang. Pengambilan data dilakukan dengan metode transek kuadrat (1×1 m2) dengan panjang transek garis 100 m. Pengambilan data dilakukan sebanyak tiga kali pada tiap stasiun, yakni pada siang hari dan malam hari dengan jarak yang menyesuaikan dengan keberadaan teripang. Jenis teripang yang diperoleh yaitu Actinopyga miliaris,Stichopus horrens, Bohadschia vitiensis, Bohadschia similis, Actinopyga lecanora, Stichopus chloramatus, Holothuria pardalis, Stichopus variegatus, Synapta maculata, Halothuria scabra. Kepadatan (Di) teripang  yang diperoleh berkisar antara 0,1 - 0,16 (siang hari) dan 0,66 - 6,66 (malam hari). Indeks keanekaragaman (H') diperoleh berkisar antara 1,06 – 1,19 (siang hari) dan 1,16 – 1,68 (malam hari). Indeks keseragaman jenis (E) diperoleh berkisar antara 0,86 – 0,97 (siang hari) dan 0,72 – 0,83 (malam hari). Indeks dominansi (D) diperoleh berkisar antara 0,34 – 0,35 (siang hari) dan 0,22 – 0,36 (malam hari). persentase tutupan lamun teringgi terdapat pada stasiun II dengan nilai persentase rata-rata sebesar 112,54 % dan persentase terendah terdapat pada stasiun I dengan nilai persentase rata-rata sebsesar 74,68 %. Kondisi substrat pada lokasi penelitian adalah kerikil kecil, pasir sangat kasar dan pasir sangat halus.Kata Kunci: Teripang, Keanekaragaman, Kepadatan.
KOMPOSISI JENIS DAN POLA DISTRIBUSI KRUSTASEA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI DESA LAOSU JAYA, KECAMATAN BONDOALA KABUPATEN KONAWE Rahyudin, Edi; Ramli, Muhammad; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 3: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i3.13447

Abstract

Krustasea merupakan hewan yang diketahui berasosiasi dengan baik di ekosistem mangrove, namun informasi mengenai komposisi jenis dan pola distribusi krustasea ini masih sangat kurang sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan pola distrbusi krustasea yang meliputi indeks keanekaragaman, keseragaman, dominansi yang ada di Desa Laosu Jaya Kec. Bondoala Kab. Konawe. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Juni 2019. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode transek kuadrat berukuran 10 x 10 m2 dengan tiga stasiun pengambilan sampel yang berdasarkan kondisi ekosistem mangrove yaitu rusak, sedang dan padat.Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis krustasea pada setiap stasiun dengan nilai tertinggi yaitu krustasea jenis kepiting P. guttatum dengan persentase 47% - 52% pada bulan gelap, 45% - 49% pada bulan terang. Keanekaragaman (H’) diperoleh sekitar 1,69 - 1,80 pada bulan gelap, 1,69 – 1,83 pada bulan terang. Keseragaman (E) diperoleh sekitar 1,54 – 1,69 pada bulan gelap, 1,58 – 1,69 pada bulan terang. Dominansi (C) diperoleh sekitar 0,26 – 0,30 pada bulan gelap, 0,24 – 0,28 pada bulan terang. Untuk pola penyebaran krustesea pada setiap stasiun termasuk kedalam kategori merata/ seragam.Kata Kunci: Krustasea, Komposisi Jenis, Pola Distribusi, Keanekaragaman, Keseragaman, Dominansi.
PENGARUH ARUS LAUT TERHADAP SEBARAN TSS DI PERAIRAN RAROWATU UTARA KABUPATEN BOMBANA Saiful, Muhammad; Yasir Haya, La Ode Muhammad; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 3: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i3.13454

Abstract

Penyebaran TSS di perairan pantai dan estuari dipengaruhi oleh pola arus pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola arus, sebaran TSS dan untuk mengetahui hubungan pola arus dan sebaran TSS di Rarowatu Utara Kabupaten Bombana. Pengambilan data lapangan meliputi pengukuran arus menggunakan current meter, pengukuran pasang surut, dan pengambilan sampel air TSS. Hasil pengukuran arus yang diperoleh yaitu kecepatan arus rata-rata pada saat pengukuran di lokasi stasiun adalah 0,611 m/s dengan arah arus dominan ke arah barat laut. Kecepatan arut tertinggi terdapat pada stasiun V dengan kecepatan arus 0,111 m/s dan kecepatan arus terendah didapatkan pada stasiun IV dengan kecepatan arus yaitu 0.093 m/s. Nilai rata-rata kandungan TSS pada saat pasang yaitu 22,15 mg/l. Hasil pengukuran TSS tertinggi berada pada stasiun IV yaitu 24,6 mg/l sedangkan hasil pengukuran terendah pada stasiun III yaitu 15,4 mg/l. Sebaran TSS sangat dipengaruhi oleh pola arus dimana kecepatan arus yang tinggi dan cenderung mengarah ke barat laut menyebabkan konsentrasi sedimen tersuspensi terakumulasi di dekat dengan garis pantai dan estuari.Kata Kunci: arus, pasang surut, TSS, perairan Rarowatu Utara
KEANEKARAGAMAN DAN POLA DISTRIBUSI GASTROPODA DI DAERAH LAMUN DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM Husen, Harnia; Nurgayah, Wa; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 3: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i3.13448

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang tumbuh berkembang dengan baik di lingkungan laut sedangkan gastropoda merupakan organisme yang memiliki kaki dan perut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-November 2017 bertempat di Perairan Tanjung Tiram dengan menggunakan metode transek kuadrat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan pola distribusi gastropoda yang berasosiasi di padang lamun. Penentuan sampel menggunakan metode transek kuadrat.  Nilai indeks keanekaragaman (H’) tertinggi berada pada stasiun III dengan nilai 1,71 dan yang terendah berada pada stasiun I dengan nilai 1,21. Nilai kriteria keanekaragaman organisme gastropoda di Perairan Tanjung Tiram di kategorikan sedang. Indeks keseragaman(E) gastropoda yang tertinggi berada pada stasiun III 0,95 dipengaruhi oleh keberadaan padang lamun yang sangat padat dan yang terendah pada stasiun I 0,88 dipengaruhi oleh keberadaan lamun yang jarang. Pola distribusi organisme gastropoda di perairan Tanjung Tiram lebih dominan tersebar secara merata. Skala kondisi kepadatan lamun tertinggi berada pada stasiun III sebesar 642m² keadaan ini dipengaruhi oleh keberadaan padang lamun yang berada cukup jauh dari aktivitas masyarakat dan yang terendah berada pada stasiun I yaitu 209,33 m². Kata Kunci: Keanekaragaman, Pola Distribusi Gastropoda, Kepadatan Lamun  Tanjung Tiram
STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA (GASTROPODA DAN BIVALVIA) BERDASARKAN KERAPATAN LAMUN DI PERAIRAN DESA LIYA MAWI KABUPATEN WAKATOBI Suparman, .; Ramli, Muhammad; Purnama, Muhammad Fajar
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 3: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i3.13455

Abstract

Ekosistem lamun merupakan ekosistem laut dangkal yang mempunyai peranan dalam kehidupan biota laut. Salah satu jenis biota laut yang berada di padang lamun adalah moluska. Dari delapan kelas moluska, dua diantaranya sering ditemukan pada ekosistem lamun yaitu gastropoda dan bivalvia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan lamun dan struktur komunitas Moluska (gastropoda dan bivalvia). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Desember 2019 di Perairan Desa Liya Mawi Kabupaten Wakatobi. Pengambilan kerapatan lamun dan struktur komunitas moluska menggunakan transek kuadrat dengan luas area 1 m2 dengan tiga kali pengulangan. Kerapatan jenis lamun di lokasi penelitian tergolong kategori rapat (> 100 ind/m2) dan sedang (50-100 ind/m2). Di Perairan ini, terdapat 259 individu moluska yang terdiri dari 15 famili dan 17 jenis, yaitu 10 famili dan 12 jenis dari kelas gastropoda sedangkan kelas bivalvia yaitu 5 famili dari 5 jenis. Kep  berkisar antara (6,33-19,67 ind/m2), indeks keanekaragaman berkategori sedang (1,47-1,69), indeks keseragaman berkategori tinggi (0,74-0,98), dan indeks dominansi berkategori rendah (0,21-0,27). Struktur komunitas Moluska (gastropoda dan bivalvia) masih dalam kondisi stabil di lokasi studi.Kata Kunci:  Kerapatan lamun, stuktur komunitas, moluska, Desa Liya Mawi
STRUKTUR KOMUNITAS KIMA (TRIDACNIDAE) DI PERAIRAN DESA BUTON, KABUPATEN MOROWALI Arfianty, Nur Rahmy; Ira, .; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 3: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i3.13451

Abstract

Kima merupakan salah satu anggota bivalvia yang umum ditemukan pada daerah terumbu karang. Kima termasuk biota yang dilindungi karena tingkat eksploitasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis dan struktur komunitas kima di Perairan Desa Buton, Kabupaten Morowali. Pengambilan data dilakukan pada bulan maret 2019. Penelitian ini menggunakan metode belt transek dengan luas pengamatan 400 m2. Pengambilan data dilakukan pada 2 stasiun, dengan 3 kali pengulangan di setiap stasiun. Pengambilan data kualitas air dilakukan pada setiap stasiun pengamatan. Kima yang ditemukan ada 5 jenis yaitu Tridacna crocea, T. derasa, T. maxima, T. squamosa dan Hippopus hippopus. Kepadatan tertinggi stasiun I didaerah terumbu karang (0,4 ind/m²) dan kepadatan terendah stasiun II didaerah berpasir dengan campuran pecahan karang  (0,3 ind/m²). Indeks keanekaragaman stasiun I termasuk dalam kategori sedang (1,47) dan stasiun II termasuk dalam kategori rendah (0,7). Indeks dominansi stasiun I (0,25) dan stasiun II (0,28) termasuk dalam  kategori rendah. Indeks keseragaman stasiun I (0,92) termasuk dalam kategori besar dan stasiun II (0,26) termasuk dalam kategori sedang.Kata kunci: Kima, Struktur Komunitas, Desa Buton, Morowali
STUDI SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN TELUK BONE MENGGGUNAKAN CITRA AQUA MODIS Sunarni, Esse; Yasir Haya, La Ode Muhammad; Irawati, Nur
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 3: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i3.13456

Abstract

Suhu permukaan laut merupakan salah satu parameter  oseanografi yang sangat penting bagi kehidupan organisme di lautan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran suhu permukaan laut dengan menggunakan citra satelit Aqua MODIS pada perairan Teluk Bone secara spasial dan temporal. Data yang digunakan yaitu data suhu permukaan laut bulanan April 2018-Maret 2019 yang diperoleh dari sensor satelit Aqua MODIS level-3 yang diunduh dari NASA (OCEAN COLOR atau link http://modis.gfsc.nasa.gov/data kemudian pengolahan data citra dilakukan menggunakan software SeaDas. Hasil dari data citra sebaran suhu permukaan laut tertinggi pada Mei 2018 berkisar antara 29,13-32,00oC terletak di perairan Palopo dan suhu permukaan laut terendah berada pada bulan Maret 2019 berkisar antara 27,10-30,60oC. terletak di perairan Bulukumba.Kata kunci: Teluk Bone, satelit Aqua MODIS, suhu permukaan laut.
HUBUNGAN KUALITAS PERAIRAN DENGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN KOEONO, KECAMATAN PALANGGA SELATAN, KABUPATEN KONAWE SELATAN Azis, Abd.; Nurgayah, Wa; Salwiyah, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 3: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i3.13452

Abstract

Kelimpahan fitoplankton selalu berubah menyesuaikan dengan kondisi lingkungan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan fitoplankton dan hubungannya dengan kualitas perairan di perairan Koeono Kabupaten Konawe Selatan. Pengambilan data ini dilaksanakan pada bulan Februari- Mei 2019 di tiga stasiun pada kedalam 0,5 m, 5 m, dan 10 m, pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net berukuran mata jaring 25 µm. Hasil penelitian ini menemukan terdapat 31 genera fitoplankton dari 4 kelompok kelas Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Dynophyceae dan kelas Coscinodiscophyceae. Kelimpahan fitoplankton di perairan Koeono tertinggi terdapat pada stasiun II pada kedalaman 0,5 m sebesar 281 sel/L dan terendah terdapat pada stasiun III pada kedalaman 5 m sebesar 72 sel/L. Hasil Uji Korelasi terhadap perbedaan kelimpahan fitoplankton pada semua stasiun menunjukkan hasil tidak berbeda nyata. Analisis korelasi menunjukkan parameter yang memiliki hubungan kuat dan mempengaruhi kelimpahan fitoplankton adalah DO dan kecerahan dengan tingkat korelasi positif sebesar 0,6192 dan 0,6429. Parameter yang lain seperti salinitas, arus,  pH, nitrat dan fosfat tidak memperlihatkan hubungan yang nyata.Kata Kunci: Fitoplankton, Kelimpahan, Kualitas Air, Perairan Desa Koeono

Page 1 of 1 | Total Record : 9