cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 205 Documents
KAJIAN BIOAKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER SPONS LAUT Haliclona sp., DARI PERAIRAN TANJUNG TIRAM MORAMO UTARA, SULAWESI TENGGARA Ode, Muhammad Fajrin; Ramli, Muhammad; Sahidin, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 1: Februari 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i1.6803

Abstract

Spons merupakan salah satu komponen organisme penyusun terumbu karang yang menghasilkan senyawa metabolit sekunder dan mempunyai potensi yang belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dan bioaktivitas antibakteri ekstrak aseton spons Haliclona sp. terhadap tiga bakteri pathogen Salmonella typhi, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pengujian dan identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan menggunakan reagen (pereaksi). Sedangkan aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak aseton spons Haliclona sp. teridentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, terpenoid, tannin (terkondensasi) dan saponin. Sedangkan kemampuan bioaktivitas antibakteri ekstrak aseton spons Haliclona sp. dikategorikan sedang terhadap bakteri S. typhi, dan dikategorikan lemah terhadap bakteri E. coli dan S. aureus. Ekstrak aseton dari spons Haliclona sp. menunjukkan potensi aktivitas inhibitor pertumbuhan bakteri patogen (antibakteri) terhadap S. typhi.Kata Kunci: Antibakteri, Senyawa Metabolit Sekunder, Spons.
KONDISI LAMUN BERDASARKAN DISTRIBUSI SPASIAL TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI PERAIRAN DESA TANJUNG TIRAM KABUPATEN KONAWE SELATAN Wali, Ado; Afu, La Ode Alirman; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 2: Mei 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i2.8324

Abstract

Perairan Desa Tanjung tiram mengalami perubahan yang sangat kompleks akibat perubahan pemanfaatan lahan di darat dan berdampak pada kondisi lamun. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi lamun berdasarkan distribusi spasial total Suspended Solid (TSS) di Perairan Desa Tanjung Tiram, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 - April 2019. Penentuan titik stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling berdasarkan keberadaan ekosistem lamun. Jumlah stasiun sebanyak 3 stasiun dengan 4 titik sampling pada masing-masing staisun. Metode pengambilan data kerapatan lamun menggunakan transek kuadrat 1x1 m2 dengan transek garis sepanjang 100 m secara tegak lurus ke arah laut pada saat surut terendah. Analisis sampel TSS menggunakan metode gravimetri dan distribusi spasial TSS diperoleh melalui interpolasi menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lamun dengan kerapatan sangat jarang berada pada daerah dermaga (Stasiun II) dengan kandungan TSS memiliki nilai tertinggi dengan rata-rata 1,546 mg/L, sedangkan kondisi lamun dengan kerapatan agak rapat berada pada daerah yang dekat daratan (Stasiun III) dengan kandungan TSS terendah dengan nilai rata-rata 1,45 mg/L.Kata Kunci: KondisiLamun, TSS, Desa Tanjung Tiram
JENIS DAN KEPADATAN REKRUITMEN KARANG BERDASARKAN BENTUK PERTUMBUHAN KARANG SCLERACTINIA DI PERAIRAN DESA LALANU KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Karmila, .; Sadarun, Baru; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 3: Agustus 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i3.8774

Abstract

Rekrutmen karang adalah faktor penting dalam menjaga stabilitas keberadaan terumbu karang dan dalam pemulihan setelah adanya gangguan substansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kepadatan rekruitmen karang berdasarkan bentuk pertumbuhan karang Scleractinia di perairan Lalanu. Pengambilan sampel rekruitmen karang dilakukan dengan menggunakan metode Belt Transek (transek sabuk) yang berukuran 200 m2.. Transek sabuk dipasang sejajar garis pantai. Jenis dan jumlah  individu karang baru didata yang berada di dalam transek tersebut. Diperoleh 6 jenis rekruitmen karang berdasarkan bentuk pertumbuhan yang diperoleh di lokasi penelitian yaitu Coral mushroom (CMR), Coral Massive (CM), Coral Branching (CB), Acropora Branching (ACB), Coral folliose (CF),dan Coral Encrustig (ACE). Kepadatan rekrutmen karang tertinggi terdapat pada stasiun I yaitu 0,2 ind/m2 dan terendah ditemukan pada stasiun III sebanyak 0,16 ind/m2. Rekruitmen karang berdasarkan bentuk pertumbuhan yang ditemukan di semua stasiun (frekuensi kemunculan 100%) adalah  Acropora Branching (ACB),  Coral Massive (CM), dan Coral folliose (CF).                   Kata Kunci : Karang scleractinia, rekruitmen karang, kepadatan, Perairan Lalanu 
ANALISA PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN LAKUDO KABUPATEN BUTON TENGAH Nurbiah, .; Yasir Haya, La Ode Muhammad; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 3: Agustus 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i3.8779

Abstract

Garis pantai adalah garis batas pertemuan antara daratan dan air laut, dimana posisinya tidak tetap dan dapat berpindah sesuai dengan pasang surut air laut dan erosi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi perubahan garis pantai dan mengestimasi laju perubahan garis pantai menggunakan data Citra dari Tahun 1998-2018 di Wilayah Pesisir Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah.  Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Mei Tahun 2019. Metode yang   digunakan  dalam penelitian ini adalah metode Overlay (tumpang susun) antara Citra Landsat 5 TM Tahun 1998, Citra Landsat 7 +ETM Tahun 2001 dan 2010 dan Citra Landsat 8 OLI  Tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 20 tahun perubahan garis pantai yang terjadi di lokasi peneltian berupa abrasi dan akresi. Perubahan garis pantai berupa abrasi berkisar antara 11-156 m  terjadi di Desa Lolibu, Wajogu, Moko, Mone, Teluk Lasongko, Matawine, Wongko Lakudo, Lakudo, Gu Timur, Nepa Mekar, Boneoge, Waara dan One Waara. Sedangkan akresi berkisar antara 10-102 m terjadi di Desa Lolibu, Moko, Mone, Teluk Lasongko, Wongko Lakudo, Lakudo, Gu Timur, Nepa Mekar, Boneoge, Mandongka, Waara dan One Waara. Laju perubahan garis pantai berupa abrasi berkisar antara  0.55-7.80 m/thn sedangkan akresi berkisar antara 0.50-5.10 m/thn. Perubahan tersebut utamanya disebabkan oleh faktor  hidro-oseanografi yakni arus, pasut dan gelombang serta faktor antropogenik yakni pembangunan pemukiman, penambangan pasir dan degradasi hutan mangrove.Kata Kunci: Perubahan Garis Pantai, Citra Landsat, Kecamatan Lakudo 
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KEPADATAN KARANG LUNAK DI PERAIRAN LALANU KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Fadly, Muhammad; Sadarun, Baru; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i4.10765

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi keanekaragaman jenis dan kepadatan karang lunak di Perairan Lalanu. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan yakni pengambilan data lapangan dan analisis sampel. Pengambilan data lapangan yang dilaksanakan pada September 2018, bertempat di Perairan Lalanu,  Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengamatan keanekargaman dan kepadatan karang lunak menggunakan Metode Belt Transek  pada tiap titik stasiun pengamatan. Lebar diameter Belt Transek  yang digunakan yaitu 5 m dengan ukuran 2,5 m ke kanan dan 2,5 m ke kiri dengan panjang 70 m yang dibentangkan sejajar garis pantai dengan menggunakan meteran roll. Pada tiap stasiun dilakukan pengulangan sebanyak dua kali pengulangan. Berdasarkan hasil pengambilan data jenis karang lunak di perairan Lalanu yang ditemukan yaitu sebanyak 6 jenis yakni Sinularia, Asterospicularia Sp, Sarcophyton Sp, Xenia, Cavernularia, dan Cespitularia. Keanekaragaman tertinggi perairan Lalanu yakni pada stasiun III dimana pada stasiun tersebut didapatkan nilai kepadatan karang lunak sebesar 0,034 ind/m2, sedangkan Kepadatan karang lunak terendah pada stasiun I dengan jumlah 0,021 koloni/m2. Frekuensi kemunculan karang lunak yang ditemukan pada tiap stasiun menunjukkan bahwa dari 6 koloni karang lunak yang di temukan pada setiap stasiun, ada 2 jenis karang lunak yang memiliki  frenkuensi kemunculan tertinggi  (100 %) yaitu jenis Asterospicularia Sp. dan  Sarcophyton Sp.Kata kunci :  Keanekaragaman, Kepadatan, Karang Lunak, Perairan Lalanu
REKRUITMEN KARANG DI PULAU HARI KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Rafilu, Abdul Haris; Sadarun, Baru; Palupi, Ratna Diyah
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i1.10948

Abstract

Rekruitmen karang merupakan bagian penting dalam proses pemulihan terumbu karang di perairan. Tingkat rekruitmen karang diketahui sebagai salah satu mekanisme kunci yang memungkinkan terumbu karang melakukan pemulihan setelah terjadinya gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan rekruitmen karang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus 2017 pada 4 (empat) titik stasiun penelitian. Pengambilan data rekruitmen karang dilakukan dengan metode transek kuadrat 1x1 m sebanyak 5 (lima) kali ulangan mengunakan alat bantu SCUBA. Terumbu karang yang diamati adalah karang muda yang berukuran dengan panjang maksimal 5 cm atau disebut karang muda. Hasil Penelitian menunjukan bahwa rata-rata kelimpahan rekruitmen karang di lokasi penelitian secara umum sebesar 2,1 koloni/m². Kelimpahan terendah adalah 0,35 koloni/m² terdapat pada stasiun I dan tertinggi adalah 2,6 koloni/m² terdapat pada stasiun IV. Adanya perbedaan kelimpahan tersebut dikarenakan karakteristik habitat dan substrat dasar perairan pada tiap lokasi penelitian yang berbeda. Rekruitmen karang paling banyak dijumpai pada substrat rubble atau pecahan karang mati, tipe substrat ini terdapat pada stasiun II dan stasiun IV. Pecahan karang mati menjadi habitat paling cocok untuk pertumbuhan koloni baru, karena menyediakan biofilm dan perlindungan dari predator serta kondisi yang ekstrem.Kata kunci :  Karang Muda, Pulau Hari, Rekruitmen.
KEANEKARAGAMAN DAN KEPADATAN SPONS DI PERAIRAN LALOWARU SULAWESI TENGGARA Yanti, Hilda; Palupi, Ratna Diyah; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i1.10954

Abstract

Spons sebagai salah satu hewan primitif yang hidup menetap dan bersifat filter feeder (menyaring). Hewan tersebut memberikan sumbangan yang penting terhadap komunitas bentik laut dan sangat umum dijumpai di perairan tropik dan sub tropik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan spons di Perairan Lalowaru, Kabupaten Konawe Selatan. Pengambilan data ini dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2016. Pengambilan data spons dilakukan dengan metode transek kuadrat. Garis transek sepanjang 50m dibentangkan tegak lurus pantai yang mewakili kondisi perairan pada kedalaman yang berbeda. Kemudian transek kuadrat ukuran 1m2 diletakkan dengan jarak 5m disetiap pengulangannya. Didapatkan bahwa keanekaragaman jenis spons di Perairan Lalowaru sebanyak 7 famili yaitu Agelasidae, Callyspongidae, Chalinidae, Irchinidae, Petrosiidae, Pseudoceratinidae, dan Microcionidae, 7 genus yakni Agelas , Callyspongia , Chalinula , Ircinia , Xestospongia , Pseudoceratina , dan Clatrhia . dan 243 individu. Kepadatan spons dilokasi penelitian dengan nilai kepadatan tertinggi terdapat pada genus spons Xestospongia  dengan nilai 15,34 ind/10m² dan terendah genus Pseudoceratina  dengan nilai 0,34 ind/10m².Kata kunci : Keanekaragaman, Kepadatan, Spons, Perairan Lalowaru
POTENSI KEANEKARAGAMAN JENIS DAN SEBARAN SPONS DI PERAIRAN PULAU SAPONDA LAUT KABUPATEN KONAWE Haedar, Haedar; Sadarun, Baru; Palupi, Ratna Diyah
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 1, No 1: Februari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v1i1.923

Abstract

Penelitian potensi keanekaragaman jenis dan sebaran spons di Perairan Pulau Saponda Laut Kabupaten Konawe dilaksanakan pada bulan Juni 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biodiversitas, kepadatan, frekuensi kemunculan, dan sebaran jenis spons berdasarkan kedalaman. Penelitian ini menggunakan metode transek sabuk (belt transek) dengan ukuran 500m­­2. Pengamatan dilakukan di tiga titik stasiun penelitian yang diambil berdasarkan keberadaan spons. Kepadatan berturut-turut didapatkan sebesar 0,5  ind/10m2 (Utara),  0,3 ind/10m2 (Selatan), dan 0,2 ind/10m2 (Timur). Frekuensi kemunculan tertinggi didapat pada spons jenis Stylotella sp. yang tersebar di kedalaman 2, 4 dan 9 m di semua titik stasiun penelitian. Jumlah species spons yang ditemukan di Perairan Pulau Saponda Laut sebanyak 12 species yang masuk dalam 10 family 9 ordo. Secara umum index keanekaragaman spons di lokasi penelitian masuk dalam kategori sedang.
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN POLA SEBARAN LAMUN DI PERAIRAN LAKALIBA KABUTEN BUTON SELATAN Mudin, Pupun Amalia; Ramli, Muhammad; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 2: Mei 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i2.12164

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan pola sebaran lamun di Perairan Lakaliba Kabupaten Buton Selatan. Studi ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2019, yang meliputi pengambilan data dan pengolahan data penelitian. Pengambilan data lamun menggunakan metode transek garis dan transek kuadrat 1m x 1m, yang diletakkan pada jarak 10 m dari satu kuadrat ke kuadrat berikutnya sepanjang 90 m. Pada setiap stasiun dipasang tiga transek garis secara tegak lurus garis pantai.Pengambilan data di setiap stasiunnya dilakukan sebanyak 3 sub-stasiun. Karakteristik stasiun adalah stasiun 1 berada di area yang tidak ada aktiivitas masyarakat, selanjutnya di stasiun 2 berada di dekat pemukiman warga dan breakwater, dan stasiun 3 di dekat dermaga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lamun yang ditemukan di Perairan Lakaliba Kabupaten Buton Selatan adalah Enhalus acoroides, Thallasia hemprichii, Halodule pinifolia, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata dan Cymodocea serrulata.Keanekaragaman jenis di Stasiun I berada pada kategori rendah, dibandingkan pada Satsiun II dan III yang berada pada kategori sedang.Kata kunci: keanekaragaman, pola sebaran, lamun, Perairan Lakaliba.
HUBUNGAN KANDUNGAN NUTRIEN DALAM SUBSTRAT TERHADAP KEPADATAN LAMUN DI PERAIRAN DESA LALOWARU KECAMATAN MORAMO UTARA Handayani, Dewi Riski; Armid, Armid; Emiyarti, Emiyarti
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 1, No 2: Mei 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v1i2.929

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015–Januari 2016 di Perairan Desa Lalowaru Kecamatan Moramo Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kandungan nutrien dalam substrat (yaitu nitrat dan fosfat) dan kualitas perairan terhadap kepadatan lamun. Data tentang kondisi lamun dan pengukuran parameter lingkungan dikumpulkan sebanyak 3 kali dalam transek kuadrat ukuran 1´1 m pada 3 stasiun pengamatan. Hubungan kandungan nutrien dalam substrat dan parameter lingkungan terhadap kepadatan lamun diuji menggunakan analisis korelasi bivariate dan uji regresi. Hasil pengukuran kandungan nitrat dalam substrat pada stasiun pengamatan berkisar  0,021-0,026 ppm, sedangkan untuk kandungan fosfat berkisar 0,518-0,956 ppm. Kepadatan lamun tertinggi ditemukan pada Stasiun I yaitu 776,67 tegakan/m2, kemudian Stasiun II dengan kepadatan 755,83 tegakan/m2, dan kepadatan terendah pada stasiun III yaitu 506,67 tegakan/m2. Terdapat hubungan yang nyata antara kandungan nutrien dalam substrat (nitrat dan fosfat) terhadap kepadatan lamun dengan koefisien korelasi 0,832* dan -0,703. Lebih lanjut, parameter lingkungan (suhu dan kedalaman laut) dijumpai berpengaruh nyata terhadap kepadatan lamun dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,997** dan 0.904*.

Page 2 of 21 | Total Record : 205