cover
Contact Name
Subhan
Contact Email
jsapalaut@uho.ac.id
Phone
+6285394139509
Journal Mail Official
jsapalaut@uho.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Elektronik Jurnal Gedung Kardiyo P. Kardiyo, Lt.2 FPIK-UHO, Jl. HEA Mokodompit No.1, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu, Kendari Sulawesi Tenggara 93232
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Sapa Laut
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : ""     EISSN : 25030396     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jsl.v5i4
Cakupan artikel Jurnal Sapa Laut Meliputi : Bio-ekologi Kelautan Oseanografi dan Sains Atmosfer Remote Sensing Kelautan dan GIS Bioteknologi Kelautan Mitigasi Bencana Pesisir dan Adaptasi Perubahan Iklim Pencemaran Laut Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Ekowisata Bahari
Articles 205 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS KIMA (TRIDACNIDAE) DI PERAIRAN DESA BUTON, KABUPATEN MOROWALI Arfianty, Nur Rahmy; Ira, .; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 3: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i3.13451

Abstract

Kima merupakan salah satu anggota bivalvia yang umum ditemukan pada daerah terumbu karang. Kima termasuk biota yang dilindungi karena tingkat eksploitasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis dan struktur komunitas kima di Perairan Desa Buton, Kabupaten Morowali. Pengambilan data dilakukan pada bulan maret 2019. Penelitian ini menggunakan metode belt transek dengan luas pengamatan 400 m2. Pengambilan data dilakukan pada 2 stasiun, dengan 3 kali pengulangan di setiap stasiun. Pengambilan data kualitas air dilakukan pada setiap stasiun pengamatan. Kima yang ditemukan ada 5 jenis yaitu Tridacna crocea, T. derasa, T. maxima, T. squamosa dan Hippopus hippopus. Kepadatan tertinggi stasiun I didaerah terumbu karang (0,4 ind/m²) dan kepadatan terendah stasiun II didaerah berpasir dengan campuran pecahan karang  (0,3 ind/m²). Indeks keanekaragaman stasiun I termasuk dalam kategori sedang (1,47) dan stasiun II termasuk dalam kategori rendah (0,7). Indeks dominansi stasiun I (0,25) dan stasiun II (0,28) termasuk dalam  kategori rendah. Indeks keseragaman stasiun I (0,92) termasuk dalam kategori besar dan stasiun II (0,26) termasuk dalam kategori sedang.Kata kunci: Kima, Struktur Komunitas, Desa Buton, Morowali
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN WAWORAHA KECAMATAN SOROPIA Rosdiana, .; Nurgayah, Wa; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 2, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v2i3.3609

Abstract

Makroalga merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang bernilai ekonomi, memiliki manfaat yang baik untuk manusia dan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur komunitas dan sebaran jenis makroalga di perairan Desa Waworaha Kecamatan Soropia. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan April-Juni 2017, yang meliputi pengambilan data dan pengolahan data penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan metode transek kuadrat (1 x 1 m) dan diletakkan pada jarak 10 m dari suatu kuadrat ke kuadrat berikutnya. Pengambilan data di setiap stasiunnya dilakukan sebanyak tiga kali dengan jarak sesuai dengan keberadaan makroalga. Jenis makroalga yang diperoleh yaitu Padina australis, Halimeda macroloba, Halimeda macrophysa, Dictyota bartayresiana, Halimeda opuntia, Turbinaria ornata, Gracilaria arcuata, Sargassum echinocarpum, Gelidiella acerosa, dan Amphiroa foliacea.. Kepadatan makroalga yang telah diperoleh berkisar antara 65–339 ind/m2, indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 1,14-1,59 kemudian indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,72-0,82 dan indeks dominansi (D) berkisar antara 0,32-0,38. Sedangkan sebaran jenis makroalga berkisar antara 1,61-1,84 dan kondisi tipe substrat sebagai tempat melekat makroalga pada perairan tersebut bertekstur lempung berpasir dan pecahan karang.Kata Kunci : Makroalga, Struktur Komunitas, Perairan Waworaha.
STUDI SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN TELUK BONE MENGGGUNAKAN CITRA AQUA MODIS Sunarni, Esse; Yasir Haya, La Ode Muhammad; Irawati, Nur
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 3: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i3.13456

Abstract

Suhu permukaan laut merupakan salah satu parameter  oseanografi yang sangat penting bagi kehidupan organisme di lautan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran suhu permukaan laut dengan menggunakan citra satelit Aqua MODIS pada perairan Teluk Bone secara spasial dan temporal. Data yang digunakan yaitu data suhu permukaan laut bulanan April 2018-Maret 2019 yang diperoleh dari sensor satelit Aqua MODIS level-3 yang diunduh dari NASA (OCEAN COLOR atau link http://modis.gfsc.nasa.gov/data kemudian pengolahan data citra dilakukan menggunakan software SeaDas. Hasil dari data citra sebaran suhu permukaan laut tertinggi pada Mei 2018 berkisar antara 29,13-32,00oC terletak di perairan Palopo dan suhu permukaan laut terendah berada pada bulan Maret 2019 berkisar antara 27,10-30,60oC. terletak di perairan Bulukumba.Kata kunci: Teluk Bone, satelit Aqua MODIS, suhu permukaan laut.
KANDUNGAN LOGAM BERAT PB PADA SEDIMEN DAN KERANG (POLYMESODA EROSA) DI PERAIRAN KOEONO, KECAMATAN PALANGGA SELATAN, KABUPATEN KONAWE SELATAN Mariani, Reni Ulfa; Emiyarti, .; Haya, La Ode Muhammad Yasir
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15495

Abstract

Perairan Koeono merupakan pusat aktifitas pertambangan jenis ore nickel. Kondisi perairan tersebut diduga telah tercemar logam berat diantaranya jenis logam berat Timbal (Pb), namun informasi tentang konsentrasi bahan pencemar berbahaya (logam berat Pb) di lokasi penelitian belum tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada sedimen dan Bivalvia jenis kerang (Polymesoda erosa) di Perairan Koeono. Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling. Sampel diambil dengan dua kali pengulangan. Analisa logam berat Pb menggunakan metode Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi logam berat Timbal (Pb) pada sedimen berada pada kisaran 0.145-0.345 mg/l dan kerang jenis polymesoda erosa pada kisaran 1.14-2.65 mg/l. Berdasarkan standar baku mutu oleh Kepmen LH No 51 Tahun 2004 dan BPOM dinyatakan kandungan timbal pada sedimen dan kerang (Polymesoda erosa) sudah melewati ambang batas baku mutu dan kerang tidak layak dikonsumsi.Kata kunci: Kerang; Sedimen; logam berat Pb; Perairan Koeono
KEANEKARAGAMAN DAN KEPADATAN JENIS KIMA DI PERAIRAN PULAU WAWOSUNGGU KABUPATEN KONAWE SELATAN Hasni, .; Sadarun, Baru; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 2, No 4: November 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v2i4.3819

Abstract

Kima merupakan salah satu organisme yang hidup pada daerah terumbu karang dan ditemukan dalam jumlah besar pada perairan dangkal. Kima (Tridacnidae) hidup bersimbiosis dengan ganggang dinoflagellata (Symbiodinium) yang tumbuh di jaringan mantel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kepadatan jenis kima (Tridacnidae), serta mengetahui parameter lingkungan yang mempengaruhi kehidupan kima di Perairan Pulau Wawosunggu Kecamatan Moramo. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai April 2017. Penelitian ini menggunakan metode transek sabuk (belt transect) dengan ukuran 70mx10m. Pengamatan dilakukan pada tiga stasiun berdasarkan keberadaan kima. Hasil penelitian menunjukan bahwa  keanekaragaman kima tergolong rendah dengan nilai 0,28-0,47 dan hanya ditemukan tiga jenis kima, yaitu Tridacna  maxima, T. crocea, dan T. squomosa. Kepadatan jenis kima di Perairan Pulau Wawosunggu yaitu pada stasiun I   (bagian timur) 0,06 ind/m², stasiun II (bagian utara) 0,03 ind/m², dan stasiun III (bagian barat) 0,02 ind/m².Kata Kunci : Keanekaragaman, Kepadatan, Kima, Pulau Wawosunggu
STRATEGI KELEMBAGAAN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI WakatobiAIS DI KEPULAUAN WAKATOBI Amir, Andi Besse; Asuhadi, Sunarwan; Hidayanti, Nelly; Rahmadani, .
Jurnal Sapa Laut Vol 5, No 4: November 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i4.15500

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan strategi kelembagaan untuk implementasi WakatobiAIS di perairan Kepulauan Wakatobi. Pengumpulan data meliputi angket, studi pustaka, dan wawancara. Pengolahan data menggunakan Stakeholders Mapping, dan Analisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemanfaatan WakatobiAIS di Kabupaten Wakatobi sangat memungkinkan, dibutuhkan kemitraan teknis untuk mewujudkannya, khususnya Syahbandar, LPTK BRSDM KP, Pemerintah Daerah, PSDKP, dan Taman Nasional. Untuk kemitraan tersebut, dibutuhkan inisiatif Pemda Wakatobi untuk mensinergikan kelembagaan yang ada di Wakatobi.Kata kunci : Strategi kelembagaan, Implementasi, WakatobiAIS, Wakatobi
HUBUNGAN FAKTOR OSEANOGRAFI TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT DENGAN METODE RAKIT JARING APUNG DI PERAIRAN LAKORUA KECAMATAN MAWASANGKA TENGAH KABUPATEN BUTON TENGAH Bolqiah, Sofri; Kasim, Ma'ruf; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 3, No 1: Februari 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v3i1.6506

Abstract

Beberapa hal penentu keberhasilan pertumbuhan rumput laut selain kualitas bibit adalah faktor oseanografi dan metode yang digunakan dalam membudidaya rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor oseanografi terhadap pertumbuhan rumput laut dengan menggunakan metode rakit jaring apung. Penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas produksi yang maksimal dan sebagai bahan informasi tambahan bagi masyarakat petani rumput laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desemeber 2015-Januari 2016 di Kelurahan Lakorua Kecamatan Mawasangka Kabupeten Buton Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Rakit Jaring Apung. Parameter uji pertumbuhan rumput laut adalah Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS), dan parameter pengaruh pertumbuhan adalah faktor oseanografi data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 22,0 For Windows  dan Argis 10,2. Laju pertumbuhan spesifik terjadi pada hari ke 14 dengan kisaran nilai 2,75%/hari untuk stasiun satu dan stasiun dua 2,42%/hari, namun pada pengukuran hari ke 28 mengalami penurunan dengan kisaran nilai 1,65%/hari untuk stasiun satudan stasiun dua1,28%/hari dan untuk pengukuran hari ke 42 dengan kisaran nilai 1,34%/hari untuk stasiun satu dan stasiun dua1,57%/hari. Pertumbuhan rumput laut selama pemeliharan berhubungan positif dengan salinitas, suhu dan DO.Kata Kunci: Pertumbuhan, Rakit Jaring Apung,  Faktor Oseanografi.
POLA DISTRIBUSI MAKROALGA PADA EKOSISTEM LAMUN DAN KARANG DI PERAIRAN DESA WAWATU KECAMATAN MORAMO UTARA Kalani, Winda Sari; Emiyarti, .; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 1: Februari 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i1.8289

Abstract

Makroalga merupakan sumber daya hayati laut yang memiliki nilai ekonomis penting, antara lain sebagai bahan makanan, obat-obatan dan bahan industri. Makroalga dapat dijumpai pada rataan terumbu karang dan lamun dimana masih terdapat sinar matahari yang cukup untuk melakukan fotosintesis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui distribusi magroalga pada ekosistem lamun dan karang di Perairan Desa Wawatu Moramo Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018-April 2019, yang meliputi pengambilan data dan pengelolaan data penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode transek kuadrat (1 x 1 m) dan diletakkan pada jarak 10 m dari suatu kuadrat ke kuadrat berikutnya. Pengambilan data tiap stasiunnya terdiri dari 3 sub stasiun. Jenis makroalga yang ditemukan pada tiap stasiun yaitu 1 jenis kelas Chlorophyta (Codium decorticatum), 4 jenis kelas Phaeophyta (Padina australis, Dictyota dichotoma, Sargassum polycytum, Turbinaria ornota) dan 7 jenis kelas Rhodophyta (Gracilaria dura, Gracilaria ferguisonni, Gracilaria coronopifolia, Gracilaria textori,  Amphiroa fraglilissima, Sympiloca hydnoides, Spermothamnion sp.). Kepadatan makroalga yang diperoleh berkisar antara 21,4-35,633 ind/m2, indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 1,824-1,864, indeks keseragaman antara 0,896-0,937, indeks dominansi antara 0,186-0,180 dan distribusi jenis makroalga antara 0,168-0,412. Pola distribusi makroalga pada ekosistem lamun dan karang  yaitu merata.Kata Kunci: Makroalga, Distribusi Jenis Makroalga, Perairan Desa Wawatu
KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN MEGABENTOS BERDASARKAN PERSENTASE TUTUPAN KARANG DI PERAIRAN DESA BUTON, KECAMATAN BUNGKU SELATAN, KABUPATEN MOROWALI, SULAWESI TENGAH Bangapadang, Messy; Emiyarti, .; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 2: Mei 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i2.8327

Abstract

Bulu babi, bintang laut biru, teripang, kima, lola, siput drupella, lobster, dan bintang laut berduri merupakan organisme  megabentos yang berasosiasi dengan terumbu karang. Terumbu karang adalah habitat bagi ribuan biota, baik yang hidup sementara maupun menetap selamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan keanekaragaman megabentos serta untuk mengetahui hubungan persentase tutupan karang dengan kepadatan dan keanekaragaman jenis megabentos di Perairan Desa Buton, Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2019, yang meliputi pengambilan data dan pengolahan data. Pengambilan data megabentos dilakukan dengan menggunakan metode Belt Transect yang ditarik sejajar garis pantai dengan luasan 150 m2. Untuk pengambilan data persentase tutupan karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) dengan menarik transek sejajar garis pantai sepanjang 60 m2. Nilai kepadatan megabentos yang tertinggi dengan nilai 2,37 ind/m2berada pada kondisi karang yang baik dengan nilai tutupan persentase 73,03% dan yang terendah dengan nilai 2,13 ind/m2berada pada kondisi karang yang sedang dengan nilai tutupan persentase 48,32%. Hasil indeks keanekaragaman jenis megabentos pada kondisi karang yang baik diperoleh 1,73, untuk kategori kondisi karang yang sedang diperoleh nilai 1,59, danuntuk kategori karang yang buruk diperoleh nilai 1,32. Hasil perhitungan korelasi kepadatan megabentos dengan persentase tutupan karang diperoleh nilai r = 0,57 dengan kategori hubungan sedang, sedangkan untuk hubungan keanekaragaman jenis dengan persentase tutupan karang sangat kuat diperoleh nilai r = 0,99.Kata Kunci: Megabentos, Kepadatan,  Keanekaragaman, Desa Buton
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN KARANG JENIS FAMILI FUNGIIDAE DI PERAIRAN DESA ATOWATU KABUPATEN KONAWE Syam, Sahril; Sadarun, Baru; Palupi, Ratna Diyah
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 3: Agustus 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i3.8777

Abstract

Karang famili Fungiidae merupakan karang yang masuk ordo Scleractinia yang hidup soliter dan bebas tidak melekat pada substrat dasar perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan jenis karang famili Fungiidae di perairan Desa Atowatu. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan    Januari 2019. Stasiun pengambilan data terdiri dari 3 stasiun penelitian. Penentuan stasiun menggunakan metode purposive sampling yaitu dengan memilih stasiun berdasarkan keberadaan karang famili Fungiidae di daerah reef flat dan reef slope. Pengambilan data kelimpahan karang Fungiidae menggunakan metode Belt transect, dengan panjang transect 70 x 2 m. Hasil penelitian keanekaragaman famili Fungiidae di perairan Desa Atowatu terdiri dari 8 genus, 22 spesies, dan 1300 individu dengan genus fungia yang medominasi hasil penelitian. Kelimpahan yang didapatkan pada daerah reef flat tertinggi pada stasiun I (2.39 individu/m2) kemudian disusul stasiun III (2.25 individu/m2) dan yang terendah stasiun II  (1.83 individu/m2). Daerah reef slope tertinggi didapatkan pada stasiun II (1.70 individu/m2) kemudian disusul stasiun I (1.67 individu/m2) dan terendah stasiun III (1.00 individu/m2). Rata-rata kelimpahan famili Fungiidae sebesar 2,16 individu/m2 pada daerah reef flat dan reef slope sebesar 1,45 individu/m2. Keanekaragaman dan kelimpahan famili Fungiidae dominan di zona reef flat dibandingkan reef slope.Kata kunci : Keanekaragaman, Kelimpahan, Karang Fungiidae, Reef flat, Reef slope

Page 7 of 21 | Total Record : 205