cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ach.journal@unud.ac.id
Editorial Address
JL PB Sudirman Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Archive of Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2302139X     EISSN : 25273620     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Archive of Community Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022" : 12 Documents clear
Front Cover & TOC Volume 9 Issue 2 (Agustus 2022) I Nengah Sujaya
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal Arc. Com. Health merupakan jurnal elektronik (e-journal) resmi yang diterbitkan oleh PSSKM (Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat) Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Berikut adalah front cover dan table od content dari Volume 9 Issue 2 (Agustus 2022).
PERSEPSI PELAKU USAHA (COFFEE SHOP) TERHADAP KEBIJAKAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT DI KOTA DENPASAR Kadek Dwi Widyantari Utami; Ni Komang Ekawati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p06

Abstract

ABSTRAK Pelanggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga saat ini masih terjadi. Banyak Coffee Shop tidak mengindahkan kebijakan PPKM sehingga berisiko meningkatkan penyebaran Covid-19. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi pelaku usaha (Coffee Shop) terhadap PPKM di Kota Denpasar. Desain penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Informan penelitian yaitu tujuh orang pelaku usaha (Coffee Shop) di mal dan luar mal di Kota Denpasar. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam dan observasi. Teknik analisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian yaitu pelaku usaha mempersepsikan Coffee Shop tidak rentan menjadi kluster Covid-19 dikarenakan sudah menerapkan pola hidup sehat dan protokol kesehatan. Persepsi manfaat, pelaksanaan PPKM tidak memberikan manfaat dari segi profit melainkan dari segi perilaku kesehatan masyarakat. Persepsi hambatan pelaksanaan PPKM lebih banyak dirasakan oleh Coffee Shop yang berdiri sendiri bukan di mal yaitu tidak adanya sosialisasi kebijakan secara langsung. Adapun dorongan dari pelaku usaha menerapkan PPKM yaitu mempertahankan keberlangsungan usaha dan membangun images positif. Penerapan PPKM di mal lebih baik daripada di luar mal karena sosialisasi dan monitoring langsung yang diberikan oleh pihak mal. Bagi dinas terkait agar melakukan sosialisasi terkait Covid-19 serta urgensi kebijakan PPKM dalam upaya kolaborasi penanggulangan Covid-19. Bagi pihak mal atau desa adat terkait agar melakukan monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan PPKM. Kata Kunci: Covid-19, Coffee Shop, Persepsi, PPKM, Health Belief Model ABSTRACT Violations of the Implementation of Community Activity Restrictions (PPKM) are still happening. Many Coffee Shops do not heed the PPKM policy so they risk increasing the spread of Covid-19. The purpose of the study was to determine the perception of business actors (Coffee Shop) on PPKM in Denpasar City. The research design is descriptive qualitative. Research informants are seven business people (Coffee Shop) in malls and outside malls in Denpasar City. Data collection techniques are in-depth interviews and observation. The analysis technique uses thematic analysis. The results of the study are that business actors perceive that Coffee Shops are not vulnerable to being a Covid-19 cluster [u1] because they have implemented a healthy lifestyle and health protocols. Perceived benefits, the implementation of PPKM does not provide benefits in terms of profit but in terms of public health behavior. The perception of barriers to implementing PPKM is felt more by coffee shops that stand alone, not in malls, namely the absence of direct policy socialization. The encouragement from business actors to implement PPKM is to maintain business continuity and build positive images. The implementation of PPKM in malls is better than outside malls because of socialization and direct monitoring provided by the mall. Relevant agencies are required to carry out socialization related to Covid-19 and the urgency of PPKM policies in collaborative efforts to overcome Covid-19. For the relevant mall or traditional village to carry out monitoring and evaluation related to the implementation of PPKM. Key Words: Covid-19, Coffee Shop, Perception, PPKM, Health Belief Model
HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN TENTANG MUTU PELAYANAN DENGAN MINAT KUNJUNGAN ULANG PASIEN RAWAT JALAN RIS HOSPITAL 2021 Sri Hartina Amelia Harun; Rina Listyowati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p11

Abstract

ABSTRAK Ditengah pertumbuhan dan persaingan rumah sakit, Rumah Indonesia Sehat Hospital terdapat ulasan yang kurang memuaskan meskipun kunjungannya meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dari persepsi pasien tentang mutu pelayanan dengan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RIS Hospital. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel 193 pasien rawat jalan, penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan mutu pelayanan kehandalan (p=0,003) dan bukti fisik (p=0,00) dengan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan. Sedangkan karakteristik responden seperti umur (p=0,39), jenis kelamin (p=0,23), pendidikan (p=0,38), pekerjaan (p=0,30), dan variabel persepsi tentang mutu pelayanan daya tanggap (p=0,06), jaminan (p=0,38), serta empati (p=0,112) tidak memiliki hubungan dengan minat kunjungan ulang pasien rawat jalan. Untuk itu, RIS Hospital perlu meningkatkan mutu pelayanan. Kata Kunci: Mutu Pelayanan, Persepsi Pasien, Kunjungan Ulang. ABSTRACT In the midst of hospital growth and competition, Rumah Indonesia Sehat Hospital received unsatisfactory reviews despite of its increasing visits. This study was conducted to determine the relationship between the patient's perception of the quality of service and the interest in outpatient re-visits at RIS Hospital. This research was quantitative research with 193 outpatients in 2021 were used as samples, and cross-sectional design. The results showed that there was a relationship between service quality, reliability (p=0.003), and physical evidence (p = 0.00) with interest in outpatient re-visits. While the characteristics of respondents such as age (p=0.39), gender (p=0.23), education (p=0.38), occupation (p=0.30), and the variable perception of service quality responsiveness (p=0 .06), assurance (p=0.38), and empathy (p=0.112) had no relationship with the interest in outpatient re-visit. For this reason, RIS Hospital needs to improve their quality of service. Keywords: Quality of Service, Patient Perception, Repeat Visits
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MENGEMUDI TIDAK AMAN PADA SUPIR KOPERASI USAHA PINGGIR JALAN (KUPJ) Angela Flora Berliana Br Siahaan; Putu Cintya Denny Yuliyatni
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p02

Abstract

ABSTRAK Perilaku mengemudi tidak aman merupakan perilaku mengendarai kendaraan yang tidak sesuai dengan standar keamanan dan keselamatan serta dapat mebahayakan keselamatan orang-orang sekitarnya. Perilaku mengemudi tidak aman dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor prediposisi (umur, masa kerja, durasi kerja, shift kerja, waktu tempuh satu kali keberangkatan dan tingkat pengetahuan), faktor pendukung (kondisi kendaraan) dan faktor pendorong (dukungan/motivasi keluarga). Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku mengemudi tidak aman pada supir Koperasi Usaha Pinggir Jalan. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di pangkalan Koperasi Usaha Pinggir Jalan yang berlokasi di Kota Medan. Sampel dari penelitian adalah supir Koperasi Usaha Pinggir Jalan sebanyak 81 orang. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis menggunakan regresi logistic berganda. Hasil penelitian menunjukkan 76,54% memiliki perilaku mengemudi tidak aman dan 23,46% memiliki perilaku mengemudi aman. Durasi kerja (p = 0,02) merupakan variabel yang berhubungan signifikan dalam memengaruhi perilaku mengemudi tidak aman. Kata Kunci: Perilaku Mengemudi Tidak Aman, Sopir, Koperasi Usaha Pinggir Jalan (KUPJ) ABSTRACT Unsafe driving behavior was the behavior that was not in accordance with safety and security standards while driving which could endanger people’s safety around it. Unsafe driving behavior could be affected by several factors, such as predispositions factor (age, work period, work shift, one-way travel time, and knowledge), supporting factors (vehicle condition), and driving factors (family support). This research meant to analyze the factors related to unsafe driving behavior among Koperasi Usaha Pinggir Jalan Drivers. This research was conducted at the base of Koperasi Usaha Pinggir Jalan. This research used simple random sampling method on 81 Koperasi Usaha Pinggir Jalan Drivers. Data analysis was performed by using multiple logistic regression. The result showed that 76,54% drivers had unsafe driving behavior while the rest 23.46% had safe driving behavior. Work period (p = 0,02) was significantly related variable on affecting unsafe driving behavior. Keywords: Unsafe driving, driver, Koperasi Usaha Pinggir Jalan (KUPJ)
HUBUNGAN PENGETAHUAN KEBAKARAN DENGAN KESIAPSIAGAAN KEBAKARAN PADA PEKERJA OPERATOR DI PT. XYZ Kezia Handari Pertiwi; Ni Luh Putu Ariastuti
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p07

Abstract

ABSTRAKKebakaran merupakan bencana yang dapat merugikan bagi perusahaan maupun pekerja. Kurangnya pengetahuan dan kesiapsiagaan menjadi penyebab timbulnya korban dari kejadian kebakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan pekerja terhadap kebakaran di PT. XYZ. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja bagian operator di PT. XYZ sebanyak 98 responden yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juli 2021. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dalam bentuk google form. Hasil penelitian menunjukkan 60,2% responden memiliki pengetahuan kebakaran yang baik dan 66,33% responden memiliki kesiapsiagaan kebakaran yang baik. Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan pekerja terhadap kebakaran (p= 0,000). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan kebakaran maka semakin baik kesiapsiagaan kebakaran seseorang. Perusahaan perlu melakukan evaluasi pelatihan kebakaran dengan memberikan pre-test dan post-test serta melakukan sosialisasi terkait prosedur kesiapsiagaan dan tindakan darurat kebakaran di perusahaan.Keywords: Pengetahuan, Kesiapsiagaan, Kebakaran ABSTRACTFire is a disaster that can be detrimental to companies and workers. Lack of knowledge and preparedness are the cause of victims of fire incidents. The purpose of this study is to determine the relationship between fire knowledge and fire preparedness on operator workers at PT. XYZ. This research is a quantitative study with cross sectional approach. The sample in this study are workers in the operator section at PT. XYZ. As many as 98 respondents were obtained using accidental sampling technique. This research was conducted from January to July 2021. The instrument used in this study was a questionnaire in the form a google form. The result showed 60,2 % of the respondents have good knowledge of fire and 66,33% respondents have good preparedness of fire. The result of bivariate analysis with the chi-square test showed that there is a relationship between fire knowledge and fire preparedness on operator workers (p= 0,000). The result of the study conclude that the better the fire knowledge, the better fire preparedness. Companies need to evaluate fire training by providing pre-test and post-test and socializing fire preparedness and emergency procedures in the company.Keywords: Knowledge, Preparedness, Fire
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI RSU BHAKTI RAHAYU DENPASAR Ni Made Rahayu Pradnyasari; Dinar Saurmauli Lubis; Ni Komang Ekawati; Komang Ayu Kartika Sari; Desak Putu Yuli Kurniati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p01

Abstract

ABSTRAK IMD adalah meletakkan bayi diatas dada atau perut ibu dan membiarkan bayi mencari puting susu ibu pada satu jam pertama kelahiran. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan implementasi kebijakan IMD di RSU Bhakti Rahayu. Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Informan utama penelitian yaitu bidan pelaksana dan perawat Unit Bedah Sentral. Informan pendukung yaitu ibu hamil dan ibu bersalin. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi. Strategi keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Terdapat SOP sebagai petunjuk kerja unit pelaksana, monitoring dilakukan setiap persalinan dan pembagian tugas dilakukan secara situasional. Jumlah, kompetensi dan pelatihan Sumber Daya Manusia sudah terpenuhi, ketersediaan fasilitas sudah baik. SOP disampaikan saat pelatihan dan KIE mengenai IMD diberikan saat ANC. Bidan sudah memiliki sikap mendukung tetapi ditemukan kesalahpahaman tatalaksana IMD. Hambatan pelaksanaan IMD adalah tidak ada ruang observasi khusus persalinan SC, kondisi ibu dan bayi dengan tindak lanjut medis dan kurangnya dukungan suami mendampingi saat bersalin. Kesimpulannya adalah implementasi kebijakan IMD sudah berjalan sesuai SOP walaupun terdapat kesalahpahaman tatalaksana IMD dan hambatan pada pelaksanaannya. Peran rumah sakit dapat dimaksimalkan untuk mendukung implementasi IMD sesuai SOP yang berlaku, bagi peneliti selanjutnya agar memilih topik serupa terkait implementasi IMD di fasilitas kesehatan dengan metode yang berbeda. Kata kunci : Implementasi, IMD dan rumah sakit ABSTRACT EIB is placing the baby on the mother's chest or stomach and letting the baby look for the mother's nipple in the first hour of birth. The purpose of this study is to describe the implementation of the EIB policy at Bhakti Rahayu General Hospital. The research design is descriptive qualitative. The main informants of the study were midwives and nurses of the Central Surgical Unit. Supporting informants are pregnant women and mothers giving birth. Data collection by in-depth interviews and observations. The data validity strategy uses source triangulation. There are SOPs as work instructions for the implementing unit, monitoring is carried out every delivery and the division of tasks is carried out situationally. The number, competence and training of Human Resources have been met, the availability of facilities is good. The SOP was delivered during the training and information about EIB was given during the ANC. Midwives already have a supportive attitude but there are misunderstandings about the management of EIB. Barriers to the implementation of IMD are that there is no special observation room for cesarean delivery, the condition of the mother and baby with medical follow-up and the lack of husband support during delivery. The conclusion is that the implementation of the EIB policy has been running according to the SOP, although there are misunderstandings in the management of EIB and obstacles to its implementation. The role of the hospital can be maximized to support the implementation of EIB according to the applicable SOP, for further researchers to choose a similar topic related to the implementation of EIB in health facilities with different methods. Keywords : Implementation, Early Initiation of Breastfeeding (EIB), hospital
GAMBARAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH GENERIK DI PUSKESMAS KEDIRI I KABUPATEN TABANAN Siluh Ayu Made Dwita Adriani; Luh Putu Sinthya Ulandari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p03

Abstract

ABSTRAK Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Generik merupakan sebuah aplikasi sistem informasi kesehatan daerah yang dibuat dengan tujuan untuk memudahkan petugas puskesmas saat melakukan pelaporan ke berbagai program di lingkungan Kementerian Kesehatan. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran SIKDA Generik di Puskesmas Kediri I. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dari penelitian ini berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan dan Puskesmas Kediri I dengan total informan sebanyak 11 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pedoman wawancara mendalam dan lembar observasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum tersedianya SOP khusus terkait SIKDA Generik dan petugas SIKDA belum mengetahui adanya pedoman dan kebijakan SIKDA Generik. Dalam pelaksanaan implementasi SIKDA Generik sudah dapat dilakukan dengan baik dan setiap petugas mampu menginput data secara real time. Data-data yang diinput belum dapat merekam seluruh kegiatan puskesmas, sehingga data dan laporan yang dihasilkan pun masih terbatas. Terdapat beberapa kendala pada sarana prasarana dan juga SDM dalam implementasi SIKDA Generik Kata kunci : Implementasi, SIKDA Generik, Puskesmas ABSTRACT The Generic Regional Health Information System (SIKDA) is a regional health information application system that was created with the aim of making it easier for puskesmas officers to report various programs to the Ministry of Health. The purpose of this study was to find out the description of Generic SIKDA at Puskesmas Kediri I. This study used a qualitative method. Informants from this study came from the Tabanan District Health Office and Kediri I Health Center with a total of 11 informants selected through purposive sampling technique. Data collection was carried out using in-depth interview guidelines and observation sheets. Data analysis was carried out by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions or verification. The results showed that there were no specific SOPs related to Generic SIKDA and SIKDA officers were not aware of the existence of Generic SIKDA guidelines and policies. In the implementation of Generic SIKDA, it can be done well and every officer is able to input data in real time. The inputted data has not been able to record all puskesmas activities, so the data and reports produced are still limited. There are several obstacles to infrastructure and human resources in the implementation of Generic SIKDA. Keywords: Implementation, Generic SIKDA, Public Health Center
ANALISIS PERBEDAAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN, DAN SIKAP IBU DAN KELUARGA PADA KELUARGA SEHAT DAN TIDAK SEHAT PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA DI DESA TUSAN KABUPATEN KLUNGKUNG Ni Wayan Rina Andriani; Luh Putu Sinthya Ulandari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p08

Abstract

ABSTRAK Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan upaya mewujudkan keluarga sehat berdasarkan 12 indikator keluarga sehat. Keberhasilan PIS-PK diukur dengan Indeks Keluarga Sehat mencerminkan status kesehatan suatu keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik, pengetahuan, dan sikap ibu dan keluarga pada keluarga sehat dan tidak sehat di Desa Tusan Kabupaten Klungkung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel penelitian ini adalah ibu dari keluarga sehat dan tidak sehat sebanyak 80 sampel yang dipilih secara systematic random sampling. Penelitian dilakukan pada bulan April Tahun 2021. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara keluarga sehat dan tidak sehat di Desa Tusan Kabupaten Klungkung, yaitu variabel umur ibu, pendidikan ibu, pengetahuan ibu, dan sikap ibu (p < 0,05). Sedangkan variabel penghasilan keluarga dan jumlah anggota keluarga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keluarga sehat dan tidak sehat (p > 0,05). Pihak Puskesmas diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga tentang 12 indikator keluarga sehat melalui kegiatan sosialisasi dengan memberdayakan kader kesehatan dan melibatkan tokoh masyarakat. Kata Kunci: PIS-PK, Keluarga, Karakteristik, Pengetahuan, Sikap ABSTRACT Healthy Indonesia Program with Family Approach is an effort to create a healthy family based on 12 indicators of healthy families. The success of PIS-PK is measured by the Healthy Family Index which reflects the health status of family. This research aims to determine the differences in characteristics, knowledge, and attitudes of mothers and families in healthy and unhealthy families in Tusan Village Klungkung Regency. This research was an analytic observational with a cross sectional study. The sample of this research were mothers from healthy and unhealthy families which were 80 sample that selected by systematic random sampling. It was conducted in April 2021. Data were collected using a questionnaire via google form. The results showed that there were significant differences between healthy and unhealthy families in Tusan Village Klungkung Regency, namely the variables of mother's age, mother's education, mother's knowledge, and mother's attitude (p < 0.05). While family income and number of family members variables did not have a significant difference between healthy and unhealthy families (p > 0.05). The primary health care is more increase family’s knowledge and attitudes about 12 indicators of healthy families through socialization activities by empowering health cadres and involving community leaders. Keywords: PIS-PK, Family, Characteristics, Knowledge, Attitudes
HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI MASYARAKAT KABUPATEN TABANAN TERHADAP PENERIMAAN VAKSINASI COVID-19 TAHUN 2021 I Gede Andre Cahya Pratama; Ni Luh Putu Suariyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p04

Abstract

ABSTRAK Di masa pandemi, pemerintah melakukan beragam upaya pencegahan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan tingkat keparahan akibat Covid-19, salah satunya melalui vaksinasi. Penerimaan vaksinasi tidak terlepas dari pengaruh karakteristik sosiodemografi, karena dapat mengaruhi sikap seseorang untuk menerima vaksinasi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai hubungan sosiodemografi dengan penerimaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Tabanan. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Variabel bebas terdiri dari usia, status perkawinan, pekerjaan, pengeluaran, agama, pendidikan dan kepemilikan asuransi kesehatan, sedangkan variabel terikatnya adalah penerimaan vaksinasi. Kriteria inlukasi merupakan masyaraakat Kabupaten Tabanan berusia 25 – 50 yang belum melakukan vaksinasi dengan total sampel 100 orang. Teknik sampling adalah consecutive. Data yang dikumpulkan akan dianalisa secara deskriptif dan bivariat menggunaan chi square dan regresi logistik sederhana. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat hubungan antara variabel status perkawinan (OR:2,38 95%CI: 0,635-8,914), pekerjaan (Karyawan Swasta OR:1,73 95%CI: 0,524 – 5,722; Tidak Bekerja OR: 1,83 95%CI: 0,665 – 5,053), tingkat pendidikan (SMA/sederajat OR: 7,87 95%CI: 0,762 – 81,366; Diploma/Sarjana OR: 9,66 95%CI: 0,89 – 104,81) dan kepemilikan asuransi (OR: 2,91 95%CI: 0,338 – 25,129) berhubungan dengan penerimaan vaksinasi. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi gambaran penerimaan vaksinasi serta menjadi landasan untuk pengoptimalan program edukasi kepada masyarakat. Kata kunci: Vakinasi, Covid-19, Sosiodemografi, Tabanan ABSTRACT During pandemic, government carried out various prevention to break the chain of spread and severity of Covid-19, which is through vaccination. Reception of vaccination can not be separated from the influence of sociodemographic characteristics, because it can affect a person's attitude to receive vaccination. Therefore, a study was conducted on the sociodemographic relationship with receipt of COVID-19 vaccination in Tabanan Regency. The design is descriptive research with cross sectional study design. The independent variables are age, marital status, occupation, expenditure, religion, education and ownership of health insurance. Dependent variable is vaccination receipts. The inclusion criteria are people of Tabanan Regency aged 25-50 who haven’t vaccinated with a total sample 100 people. The sampling technique is consecutive. Data will be analyzed descriptively and bivariately using chi square and simple logistic regression. The results showed that there was a relationship between marital status variables (OR: 2.38 95% CI: 0.635-8.914), occupation (Private Employees OR: 1.73 95% CI: 0.524 – 5.722 ; Not Working OR: 1.83 95% CI: 0.665 – 5.053), education level (SMA/equivalent OR: 7.87 95%CI: 0.762 – 81,366 ; Diploma/Bachelor OR: 9.66 95%CI: 0.89 – 104.81) and insurance ownership ( OR: 2.91 95% CI: 0.338 – 25.129) related to vaccination acceptance. The results of this study are expected to be an illustration of vaccination acceptance for optimizing education programs for community. Keywords: Vaccinate, COVID-19, sosiodemographic, Tabanan
PERSEPSI IBU HAMIL DALAM MENGAKSES PELAYANAN ANTENATAL DI PUSKESMAS KARANGASEM I PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ni Luh Yukti Trisnalanjani; Desak Putu Yuli Kurniati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p09

Abstract

ABSTRAK Pelayanan Antenatal (ANC) adalah salah satu bentuk pelayanan kesehatan ibu yang bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu hamil selama periode kehamilan. Kekhawatiran terhadap penularan Covid-19 menyebabkan penurunan akses ibu hamil terhadap ANC. Namun di Puskesmas Karangasem I, cakupan ANC pada masa pandemi justru dapat meningkat dibanding sebelum pandemi. Berdasarkan Teori Health Belief Model (HBM), perilaku seseorang dalam mengakses pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh persepsi ancaman terhadap penyakit dan persepsi bahwa perilaku tertentu dapat mengatasi penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi ibu hamil dalam mengakses ANC di Puskesmas Karangasem I pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling terdiri dari ibu hamil, suami ibu hamil, dan bidan Puskesmas Karangasem I. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dan observasi. Validasi data melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode.Hasil penelitian menunjukkan meskipun merasa rentan dan menganggap Covid-19 sebagai penyakit yang serius, kekhawatiran ibu hamil dengan kondisi janinnya mendorong ibu untuk tetap melakukan ANC selama pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan. Ibu hamil juga menganggap manfaat yang diperoleh dari ANC lebih besar dari hambatan untuk ANC, serta disaat bersamaan ada kesadaran dari dirinya sendiri serta dukungan bidan yang memicu kunjungan antenatal pada masa pandemi. Kata kunci : Pelayanan Antenatal, Persepsi, Ibu Hamil, Pandemi Covid-19, Bali ABSTRACT Antenatal care (ANC) is a service provided for pregnant women to maintain their health during pregnancy. During Covid-19 pandemic, routine antenatal visit is one of risk factors for pregnant women contracting Covid-19. Concern over Covid-19 transmission has declining access of pregnant women to ANC. However, at The Public Health Center of Karangasem I, ANC coverage during Covid-19 pandemic has even increased. Based on The Health Belief Model Theory, health behavior is determined by perceptions about disease and particular practice will effective reducing the threat. The present study aims to describe the perceptions of pregnant women in accessing ANC during Covid-19 pandemic. The study conducted using qualitative design and phenomenological approach. The research informants are pregnant women, husband, and midwives chosen through purposive sampling. Data collected using in-depth interviews and observation. The data analyzed using thematic analysis. Data validation using data source triangulation and method triangulation. The result showed despite of feeling vulnerable and consider Covid-19 as a serious disease, the concerns of pregnant women over their fetus encourage them to access ANC by health protocols. Pregnant women also consider the benefits of ANC are bigger than the risk. They have self-awareness and support from midwifes as cues to action. Keywords: Antenatal Care, Perception, Pregnant Women, Covid-19 Pandemic, Bali

Page 1 of 2 | Total Record : 12