cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ach.journal@unud.ac.id
Editorial Address
JL PB Sudirman Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Archive of Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2302139X     EISSN : 25273620     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Archive of Community Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM UPAYA KESEHATAN BERSUMBERDAYA MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN GERMAS DI DESA GUNAKSA A.A. Sagung Ratu Putri Saraswati; Dinar Saurmauli Lubis
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p01

Abstract

ABSTRAK Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat merupakan wadah pengembangan yang menggunakan dana desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana keterlibatan masyarakat desa dalam pelaksanaan UKBM. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Informan pada penelitian ini adalah Kepala Desa Gunaksa, BPD, Petugas Puskesmas II Dawan, Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, Kader Kesehatan Desa, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam. Analisis tematik dan uji validitas menggunakan triangulasi sumber dan metode. Partisipasi masyarakat dalam UKBM untuk meningkatkan GERMAS di Desa Gunaksa tingkatan partisipasi semu (takonism). Pada saat perencanaan dan evaluasi Musrenbang Desa keterlibatan masyarakat satu arah tidak adanya jaminan pendapat atau ide masyarakat dapat diterima sebagai bentuk perubahan program. Hasil keputusan program dalam bentuk SK yang direncanakan dalam Musrenbang disebarluaskan kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui dan mengikuti program. Tahap pelaksanaan, keterlibatan masyarakat dalam bentuk menjadi kader posyandu, kader jumantik, kader PAUD, kader anti rokok, dan pengguna fasilitas kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian maka pemerintahan diharapkan melibatkan peran serta masyarakat dalam perencanaan anggaran dana program di Musrenbang, pelaksanaan program, serta evaluasi program dalam survei mawas diri dan musyawarah masyarakat desa untuk mencapai program kesehatan yang optimal dan dapat bermanfaat untuk masyarakat.
PENGEMBANGAN FORMULIR DIGITAL RAPID CONVENIENCE ASSESSMENT IMUNISASI DASAR DAN LANJUTAN BERBASIS EPICOLLECT5 DATA COLLECTION DI PROVINSI BALI Putu Dwiki Damadita; I Ketut Tangking Widarsa
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i01.p09

Abstract

ABSTRAK Rapid Convenience Assessment (RCA) imunisasi dasar dan lanjutan merupakan survei cakupan imunisasi yang dilaksanakan sebagai bentuk penilaian terhadap pelaksanaan imunisasi dasar dan lanjutan. Proses pengumpulan data pada kegiatan RCA imunisasi dasar dan lanjutan mengalami beberapa permasalahan, yaitu adanya pengulangan pencatatan data dari kuesioner ke dalam komputer, adanya missing data dan data yang bermasalah. Aplikasi Epicollect5 Data Collection dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan formulir digital RCA imunisasi dasar dan lanjutan berbasis Epicollect5 Data Collection. Penelitian ini menggunakan pendekatan participatory action research dan model pengembangan System Development Life Cycle (SDLC), dengan melibatkan 11 orang pegawai dan petugas imunisasi di Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar dan Kota Denpasar sebagai subyek penelitian. Penelitian dilakukan dari bulan Maret hingga Mei 2020. Pengembangan formulir digital dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan informasi RCA, pengembangan prototipe formuir digital, dan uji coba. Formulir digital dibuat dalam aplikasi Epicollect5 Data Collection dan terdiri dari 5 bagian utama, yaitu form identitas formulir, lokasi RCA imunisasi, identitas responden, imunisasi dasar, dan imunisasi lanjutan. Output data yang dapat dihasilkan oleh formulir digital dalam website Epicollect yaitu berupa tabel, pemetaan lokasi, dan analisis sederhana. Uji coba dilakukan pada 11 pegawai dan petugas imunisasi yang menjadi subyek penelitian. Hasil uji coba menunjukan bahwa petugas imunisai mendukung penggunaan formulir digital dilihat dari aspek ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha dan minat memanfaatkan. Diharapkan formulir digital yang dikembangkan dapat digunakan dalam kegiatan RCA imunisasi yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Bali di masa mendatang. Kata kunci: Pengembangan formulir digital, RCA imunisasi dasar dan lanjutan, Epicollect5 Data Collection
KELELAHAN KERJA DAN DETERMINAN PADA PENGEMUDI MINIBUS ANTAR PROVINSI JAWA-BALI TAHUN 2019 Steven Adytama; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p09

Abstract

ABSTRAK Kelelahan kerja menjadi salah satu penyebab masalah transportasi di Indonesia dalam bentuk kejadian kecelakaan dengan angka kematian yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelelahan kerja dan determinan pada pengemudi minibus antar provinsi Jawa-Bali tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan total sampel pengemudi minibus antar provinsi Jawa-Bali sebanyak 32 orang dalam satu perusahaan. Pengambilan data dilakukan secara langsung setelah pengemudi minibus tiba dipangkalan bus perusahaan di Denpasar dengan wawancara menggunakan kuesioner IFRC Jepang dan tes kecepatan waktu reaksi. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariate menggunakan tes uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh responden tidak mengalami kelelahan kerja secara subyektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh responden tidak mengalami kelelahan kerja secara subyektif. Sedangkan secara obyektif responden mengalami kelelahan kerja ringan (50%), kelelahan kerja sedang (34,38%) dan kelelahan kerja berat (15,63%). Proporsi kelelahan sedang dan berat secara obyektif lebih tinggi pada kelompok umur ?43 tahun dan jam kerja >40 jam/minggu (p<0,05) sedangkan status perkawinan, status gizi dan masa kerja tidak mempunyai perbedaan bermakna (p>0,05). Disarankan agar untuk pengemudi minibus mengurangi jam kerja menjadi sekali perjalanan pulang-pergi dalam seminggu pada trayek jarak jauh, melakukan program medical check up dan menempatkan pada trayek lebih dekat pada pengemudi minibus yang berumur ?43 tahun. Kata kunci: Kelelahan Kerja, Pengemudi Minibus, Antar Provinsi Jawa-Bali
FRONT COVER & TOC I Nengah Sujaya
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
DETERMINAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENERAPAN KEWASPADAAN STANDAR DI RUMAH SAKIT UMUM DI KOTA DENPASAR TAHUN 2020 I Gusti Agung Ngurah Arya Pradnyana; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i01.p04

Abstract

ABSTRAK Kewaspadaan standar adalah praktik pencegahan infeksi minimum yang berlaku untuk semua perawatan pasien, terlepas dari status infeksinya dengan tujuan untuk melindungi dan mencegah tenaga perawatan kesehatan menyebarkan infeksi kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kepatuhan perawat dalam penerapan kewaspadaan standar di Rumah Sakit Umum di Kota Denpasar. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan metode kuantitatif dan rancangan cross-sectional. Sampel dari penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Umum di Kota Denpasar sebanyak 76 responden dari 260 perawat yang terpilih menggunakan metode systematic random sampling. Penelitian dilakukan selama bulan April Tahun 2020. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariabel, bivariabel dan multivariabel. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 59,21% responden patuh dalam menerapkan pedoman kewaspadaan standar. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, iklim keselamatan, ketersediaan sarana dan fasilitas, serta informasi dan pelatihan dengan kepatuhan penerapan kewaspadaan standar (p<0,05). Analisis multivariabel menunjukkan bahwa variabel ketersediaan sarana dan fasilitas merupakan variabel yang paling memiliki pengaruh paling kuat dengan penerapan kewaspadaan standar. Sebagai upaya meningkatkan kepatuhan, agar selalu menjadikan perlindungan pekerja terhadap pajanan penyakit infeksi sebagai hal yang harus diutamakan melalui pemenuhan kebutuhan tersedianya sarana dan fasilitas yang berhubungan dengan penerapan kewaspadaan standar. Kata Kunci: Kepatuhan, Kewaspadaan Standar, Penyakit Infeksi, Perawat, Rumah Sakit.
GAMBARAN FAKTOR KELENGKAPAN PENCATATAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) OLEH BIDAN DI PUSKESMAS DI KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Meske Krull; Dian Kurniasari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p05

Abstract

ABSTRAK Buku kesehatan Ibu dan anak (KIA) merupakan buku pedoman yang dimiliki oleh Ibu dan anak, yang berisi informasi dan catatan ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Gambaran Faktor Kelengkapan pencatatan buku KIA oleh bidan di Puskesmas di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini adalah penelitian deskritip dan dilaksanakan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ,dilakukan dari bulan Februari sampai Juni 2019, dengan pendekatan cross sectional dimana jumlah sampel 65 bidan diambil per Probablity Proportional to Size di 4 tempat pelayanan kesehatan yaitu Puskesmas Oepoi, Bakunase, Oesapa dan Manutapen. Pengumpulan data primer dilakukan dengan pengisian kuisioner oleh bidan, berisikan pertanyaan terkait dengan identitas responden, pengetahuan, sikap, pelatihan dan supervisi bidan terhadap pencatatan buku KIA. Data dianalisis menggunakan statistical package for social science secara deskritip. Hasil penelitian menunjukkan pencatatan buku KIA tidak lengkap (52,3%), Pengetahuan bidan kurang (78,5%), semua bidan memiliki sikap positif dan pernah mendapatkan pelatihan tentang kelengkapan buku KIA (100,0%) dan supervisi bidan dalam upaya kelengkapan pencatatan buku KIA sudah berjalan baik (96,9%)Saran yaitu Bidan harus meningkatkan kepatuhan dalam melengkapi buku KIA mengingat manfaat dari buku KIA sangat penting dalam memberikan pelayanan.
PEMETAAN CAKUPAN IMUNISASI MR DAN KASUS CAMPAK RUBELLA DI PROVINSI BALI TAHUN 2019 Ni Made Suweni Handayani; Made Pasek Kardiwinata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i01.p08

Abstract

ABSTRAK Informasi mengenai cakupan imunisasi MR dan kasus campak rubella di Dinas Kesehatan pada umumnya disajikan dalam bentuk tabel dan grafik sehingga belum dapat digunakan untuk melihat detail informasi mengenai kedua hal tersebut secara geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi kejadian campak rubella dan cakupan imunisasi MR dalam bentuk kewilayahan di Provinsi Bali. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Analisis yang digunakan yaitu deskriptif dengan menyajikan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan kampanye imunisasi MR di setiap desa di Provinsi Bali belum merata dan masih terdapat desa yang belum mencapai target 95%. Masih ditemukan beberapa kasus pasca kampanye imunisasi MR di Provinsi Bali. Sebaran kasus suspek campak ditemukan paling banyak di daerah perkotaan dan padat penduduk seperti Kabupaten Badung, Klungkung, dan Kota Denpasar. Sedangkan kasus positif rubella ditemukan di daerah pedesaan terkait dengan status imunisasi yang belum lengkap. Dinas Kesehatan dapat memanfaatkan peta digital dalam pengambilan keputusan untuk mengendalikan campak dan rubella serta meningkatkan cakupan imunisasi MR dengan mempertimbangkan aspek kewilayahan, melakukan monitoring dan evaluasi terhadap suatu program pengendalian campak dan rubella yang telah dilaksanakan setiap tahunnya. Kata Kunci: Pemetaan, Campak Rubella, Imunisasi
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI REMAJA BALI DALAM KEINGINAN MEMILIKI JUMLAH ANAK IDEAL I Gusti Ayu Agung Putri Krismayanthi; Istiana Marfianti; Putu Ayu Indrayathi; Ni Made Ari Listiani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p10

Abstract

ABSTRAK Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menemukan terjadinya penurunan TFR dari 2.60 anak per wanita menjadi 2.4 anak per wanita dan masih belum mencapai target nasional tahun 2018 sebesar 2.31 anak per wanita. Provinsi Bali menjadi salah satu provinsi dengan TFR terendah sebesar 2.2 anak per wanita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi remaja Bali memiliki jumlah anak ideal. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder dari Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program KKBPK (SKAP) tahun 2018 dengan rancangan cross-sectional. Besar sampel adalah 632 remaja belum kawin usia 15-24 tahun yang terdiri dari 334 remaja perempuan dan 298 remaja laki-laki. Variabel yang diteliti adalah jenis kelamin, umur, tempat tinggal, pendidikan, kuintil kekayaan, keterpaparan remaja terhadap informasi kesehatan reproduksi dan sumber informasi kependudukan dengan variabel terikatnya adalah keinginan keluarga menginginkan banyak anak (>2). Berdasarkan jenis kelaminnya, sebanyak 58.5% remaja perempuan usia 15-24 tahun lebih menginginkan memiliki anak >2 dibandingkan remaja laki-laki (41.4%). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang berhubungan secara signifikan yakni jenis kelamin (p=0.014, OR= 1.722, 95% CI= 1.115-2.593) dan televisi (p=0.043, OR=1.729, 95% CI= 1.017-2.937). Sementara faktor protektifnya adalah pamflet/brosur/leaflet (p=0.002, OR=0.444, 95% CI=0.265-0.747). Simpulan yang dapat ditarik pada penelitian ini adalah preferensi remaja Bali dalam keinginannya memiliki jumlah anak ideal dipengaruhi oleh faktor internal seperti jenis kelamin dan eksternal yakni media massa seperti televisi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RUMAH SAKIT UMUM, KOTA DENPASAR Kadek Eni Dwiari; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p04

Abstract

ABSTRAK Rumah sakit merupakan suatu industri jasa dengan berbagai potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja, sehingga diperlukan upaya meminimalisir risiko bahaya di rumah sakit dengan pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross-sectional, bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan K3RS. Penelitian dilakukan di satu rumah sakit umum yang terletak di Kota Denpasar pada bulan Maret 2019. Sampel penelitian ini berjumlah 187 responden yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 53,48% responden mengaku melaksanakan K3RS yang baik. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin, sikap, kebijakan, kepemimpinan dan ketersediaan sarana prasarana K3RS terhadap pelaksanaan K3RS (p<0,05). Berdasarkan hasil analisis multivariabel, sikap merupakan faktor individu yang paling signifikan berpengaruh terhadap pelaksanaan K3RS responden (adjusted PR=1,59; 95% CI 1,11-2,30).
HUBUNGAN SAFETY CULTURE DENGAN PERILAKU KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PUSAT TEKNOLOGI DAN KESELAMATAN REAKTOR NUKLIR BATAN TAHUN 2020 Carolyna Mairing; I Made Ady Wirawan; Deswandri Deswandri
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i01.p05

Abstract

ABSTRAK Safety culture merupakan budaya organisasi yang mengutamakan pada nilai–nilai dan sikap keselamatan. Walaupun instansi telah menghimbau tenaga kerja untuk mengutamakan keselamatan, namun tenaga kerja belum memahami bahwa perilaku K3 bagi tenaga kerja merupakan hal penting untuk menghindari PAK maupun KAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan safety culture dan faktor individu dengan perilaku K3 di Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN) BATAN. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan rancangan cross-sectional study. Responden pada penelitian ini berjumlah 51 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil menunjukan proporsi responden berperilaku K3 baik sebesar 49,02%. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi mempunyai proporsi perilaku K3 lebih tinggi secara bermakna (p=0,023), sedangkan pada variabel umur, jenis kelamin, masa kerja dan safety culture tidak berhubungan secara bermakna dengan perilaku K3 (p>0,05). Oleh karena itu perlu dicermati faktor penyebab lebih luas yang mempengaruhi perilaku K3. Selain itu pihak manajemen hendaknya melakukan upaya untuk meningkatkan perilaku K3. Kata Kunci: Safety culture, Perilaku K3, Tenaga Kerja