cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ach.journal@unud.ac.id
Editorial Address
JL PB Sudirman Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Archive of Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2302139X     EISSN : 25273620     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Archive of Community Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA YANG MENGONSUMSI KOPI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Ni Kadek Novi Ardiani; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i02.p12

Abstract

ABSTRAK Kualitas tidur merupakan gambaran yang menjelaskan tentang kemampuan seseorang mempertahankan waktu tidur dan tidak adanya gangguan yang dialami selama periode tidur. Banyak faktor dapat mempengaruhi kualitas tidur diantaranya penyakit, kondisi lingkungan seperti kebisingan dan cahaya, latihan fisik dan kelelahan, stress psikologi, obat-obatan dan zat kimia diet dan kalori, serta konsumsi kopi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur mahasiswa yang mengonsumsi kopi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional. Penentuan sampel pada penelitian menggunakan metode systematic random sampling dengan jumlah 118 responden. Hasil menunjukan proporsi mahasiswa dengan kualitas tidur buruk sebesar 50.85% dan kualitas tidur baik sebesar 49.15%. Variabel yang secara signifikan berhubungan dengan kualitas tidur mahasiswa yaitu jenis minuman kopi (OR=2.22; 95% CI=1.122-4.418; p=0.022) dan kelelahan psikis (OR=3.84; 95% CI=1.509-9.777; p=0.005). Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara jenis minuman kopi yang dikonsumsi mahasiswa dan faktor kelelahan psikis dengan kualitas tidur mahasiswa yang mengonsumsi kopi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Diharapkan untuk melakukan penelitian terkait dosis kafein pada jenis minuman kopi espresso, americano, cappuccino, dan latte serta meneliti faktor-faktor penyebab kelelahan psikis pada mahasiswa kedokteran yang kaitannya dengan kualitas tidur yang dialami mahasiswa. Kata kunci: Kualitas Tidur, Konsumsi Kopi, Mahasiswa ABSTRACT Sleep quality is a picture that explains about a person's ability to maintain sleep time and the absence of disturbances experienced during sleep periods. Many factors can affect sleep quality including diseases, environmental conditions such as noise and light, physical exercise and fatigue, psychological stress, drugs and chemicals, diet and calories, and coffee consumption. The purpose of this study was to determine factors related to sleep quality of students who consume coffee at the Faculty of Medicine, Udayana University. This research is an analytical study with a quantitative approach using a cross-sectional design. Determination of the sample in this study using systematic random sampling method with a total of 118 respondents. The results show the proportion of students with poor sleep quality by 50.85% and good sleep quality by 49.15%. Variables that were significantly related to student sleep quality were types of coffee drinks (OR = 2.22; 95% CI = 1,122-4,418; p = 0.022) and psychological fatigue (OR = 3.84; 95% CI = 1.509-9777; p = 0.005) . It can be concluded that there is a relationship between the types of coffee drinks consumed by students and psychological fatigue factors with the sleep quality of students who consume coffee at the Faculty of Medicine, Udayana University. It is expected to conduct research related to the dose of caffeine in the types of espresso, americano, cappuccino, and latte coffee drinks and examine the factors that cause psychological fatigue in medical students related to sleep quality experienced by students. Keywords: Sleep Quality, Coffee Consumption, Students
APLIKASI METODE PENCUCIAN TERHADAP PENURUNAN JUMLAH BAKTERI PATOGEN PADA SAYURAN SEGAR SELADA (Lactuca sativa L): SYSTEMATIC REVIEW Ni Putu Wiastari; I Nengah Sujaya
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i02.p03

Abstract

ABSTRAK Selada merupakan sayuran segar yang kerap dikonsumsi mentah. Banyaknya kasus keracunan akibat konsumsi selada, karena memiliki risiko tinggi untuk terkontaminasi bakteri patogen, perlu penanganan yang baik sebelum dikonsumsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pencucian terhadap penurunan bakteri patogen pada selada selama satu dekade terakhir. Systematic Review digunakan dalam penelitian ini. Pencarian literature pada Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Kata kunci yang dimasukkan ke database yaitu “Pencucian Selada” dan “Penurunan Bakteri Patogen”. Didapatkan 20 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan telah dilakukan penilaian kualitas artikel. Berdasarkan 20 artikel, metode pencucian selada diterapkan selama satu dekade terakhir yaitu air mengalir, air oksidasi elektrolisis, air ozon, electrolyzed acidic water, klorin, natrium hipoklorit, persulfat, asam asetat, PAA, cuka, SCFA, belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L), serta sabun pencuci sayuran. Hampir semua metode pencucian mampu mengurangi bakteri patogen pada selada. Namun, penurunan tidak signifikan saat dicuci dengan air mengalir. Hasil review menunjukkan kombinasi klorin dan asam sebagai larutan pencuci merupakan metode yang paling efektif, penurunannya mencapai 5 Log CFU/g atau lebih dari 80% E.coli O157:H7 pada selada. Berdasarkan hasil review, direkomendasikan kombinasi asam asetat dan jus lemon sebagai larutan pencuci skala rumah tangga, sedangkan penggunaan kombinasi klorin dan asam direkomendasikan untuk skala industri. Kata Kunci: metode pencucian, penurunan bakteri patogen, selada, systematic review ABSTRACT Lettuce is a fresh vegetable that is often consumed raw. Many food posioning has been reported due to lettuce consumption, lettuce has high risk on pathogenic bacterial contamination, therefore it requires proper handling before it is consumed. The purpose this study is review washing methods for decreasing pathogenic bacteria in lettuce over the past decade. Systematic review was used in this study. Literature search on Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect with the keyword "Lettuce Washing" and "Decreasing Pathogenic Bacteria". Twenty articles are found that meet as well as article quality. The methods of washing lettuce applied over the past decade that were running water, electrolyzed oxidizing water, ozone water, elektrolyzed acidic water, chlorine, sodium hypochlorite, persulphate, acetic acid, vinegar, short chain fatty acid, peracetic, starfruit (Averrhoa bilimbi L), and vegetable washing detergen. All washing methods were able to reduce pathogenic bacteria in lettuce. However, insignificant reduction was found in running water. The study found that combination of chlorine and acid as a washing solution was the most effective method, reduced 5 Log CFU/g or more than 80% of E. coli O157:H7 in lettuce. Based on this study, combination of acetic acid and lemon is recomended for washing method in household scale,while combination of chlorine and acid is recommended in industrial scale. Keywords: washing method, decreasing pathogenic bacteria, lettuce, systematic review
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI KABUPATEN BADUNG Ni Putu Gita Antari; Ni Luh Putu Suariyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i02.p08

Abstract

ABSTRAK Skizofrenia merupakan penyakit yang berpotensi tinggi menimbulkan kekambuhan. Kekambuhan skizofrenia mengakibatkan 72% penderita skizofrenia tidak mampu bekerja, 69% direhospitalisasi, 22% melakukan percobaan bunuh diri, dan 20% dipasung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Kabupaten Badung. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain Crossectional. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Jiwa Puskesmas I Abiansemal dan RSUD Mangusada pada Januari–Juni 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia yang melakukan pengobatan di lokasi penelitian. Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 112 sampel. Data dianalisis secara Univariat, Bivariat dan Multivariat. Hasil penelitian menunjukkan proporsi pasien skizofrenia mengalami kekambuhan sebesar 35,71%. Variabel yang berhubungan dengan kekambuhan pasien skizofrenia di Kabupaten Badung yaitu dukungan keluarga (p=0,0308; PR:1,86; 95% CI:1,13-3,06), kepatuhan minum obat (p=0,0120; PR:1,87; 95 CI:1,16-3,03), tingkat pendidikan (p=0,0004; PR:2,89; 95% CI:1,47-5,69), dan status pekerjaan (p=0,0014 ; PR:4,11; 95% CI:1,37-12,30). Variabel yang paling berhubungan dengan kekambuhan pasien skizofrenia yaitu tingkat pendidikan (OR:8,9). Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan. Sebagai upaya mencegah kekambuhan, keluarga pasien skizofrenia diharapkan lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kekambuhan pasien skizofrenia. Kata Kunci: Skizofrenia, Kekambuhan, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Jarak Tempat Tinggal dengan Pelayanan Kesehatan Jiwa ABSTRACT Schizophrenia is a disease that potentially results of relapse. 72% patients with relaps schizophrenia causes inability to work, 69% is re-hospitalised, 22% attempted suicide, 20% are put into the stock. This study aims to describe the factors that related to the relapse of schizophrenia patients in Badung Regency. This study is observational analytic with crossectional design. This study done in Poliklinik Jiwa Puskesmas I Abiansemal and RSUD Mangusada in January-June 2020. Sample of this study were patients with schizophrenia disease that came to research area. Used Simple Random Sampling technique with 112 samples. Univariat, Bivariat, and Multivariat Analysis used in analysing data. The results showed 35.71% of schizophrenia patients had relapse. Variables were related to relapse of schizophrenia patients were family support (p=0,0308; PR:1,86; 95%CI:1,13-3,06), medication adherence (p=0,0120; PR:1,87; 95%CI:1,16-3,03), education level (p=0,0004; PR:2,89; 95%CI:1,47-5,69), and employment status (p=0,0014;PR:4,11; 95%CI:1,37-12,30). Variable most associated with relapse in schizophrenic patients is level of education (OR:8,9). It can concluded that factors related to relapse in schizophrenia patients in Badung Regency are family support, medication adherence, education level, and employment status. In effort to prevent relapse, schizophrenia patients' families are expected to pay more attention to factors that can cause schizophrenia patients to recur. Keywords: Schizophrenia, Relapse, Family Support, Medication Adherence, The Distance of Their Home's with Psichiatry Clinic
PENGETAHUAN MENGENAI GARAM BERIODIUM PADA IBU RUMAH TANGGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMPAKSIRING I Kadek Nuansa Putri Wulandari; Ni Ketut Sutiari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i03.p10

Abstract

ABSTRAK Universal Salt Iozation merupakan strategi untuk mengurangi defisiensi iodium dengan menambahkan iodium kedalam garam. Dalam evaluasi kinerja gizi tahun 2020 Bali termasuk dalam Provinsi yang masih rendah pada konsumsi garam beriodium yaitu sebesar 80,6% dari target 82%. Cakupan penggunaan garam beriodium akan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan masyarakat mengenai garam beriodium. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan Ibu Rumah Tangga mengenai garam beriodium di wilayah kerja Puskesmas Tampaksiring I. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian yaitu ibu rumah tangga yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tampaksiring I dengan sampel sebanyak 111. Pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan checklist. Dilaksanakan pada April - Juni 2021 dan dianalisis menggunakan Analisis Univariat. Hasil penelitian ini memperoleh mayoritas tamat SMP (25,2%) dan 75,7% sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Sebesar 55,9% responden sudah menggunakan garam beriodium dan 59,5% responden memiliki pengetahuan baik mengenai garam beriodium.Kata Kunci: Pengetahuan, Garam Beriodium, Ibu Rumah Tangga
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI LANSIA PADA POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR SELATAN : ANALISIS JALUR Ni Made Vidya Pratiwi; Ketut Tangking Widarsa; Ni Made Dian Kurniasari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i03.p01

Abstract

ABSTRAKPartisipasi lansia di wilayah kerja Puskesmas Denpasar Selatan II masih jauh di bawah target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi lansia pada Posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Selatan. Penelitian cross-sectional dilakukan pada 120 lansia yang dipilih dari 6 Posyandu di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Selatan. Data dukungan kader, petugas kesehatan, dan keluarga serta pengetahuan dan sikap lansia dikumpulkan dengan wawancara. Sebaliknya tingkat partisipasi lansia diukur dari jumlah kehadiran yang tercatat di register register Posyandu. Data dianalisis dengan metode analisis jalur dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan dukungan kader tidak berpengaruh terhadap partisipasi, pengetahuan, dan sikap lansia (p > 0,05). Dukungan tenaga kesehatan berpengaruh secara tidak langsung melahui peningkatan pengetahuan dan sikap dengan loading factor sebesar 0,09 dan 0,27 secara berurutan. Sebaliknya dukungan keluarga berpengaruh secara langsung dan tidak langsung melalui pengetahuan dan sikap dengan total efek 0,127 (p<0,05). Pengetahuan berpengaruh secar langsung dan tidak langsung terhadap partisipasi melalui sikap dengan total efek 0,785 (p<0,05). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa dukungan kader tidak berpengaruh terhadap partisipasi lansia, sebaliknya dukungan keluarga dan petugas kesehatan berpengaruh melalui peningkatan pengetahuan lansia. Oleh karena itu dukungan keluarga dan tenaga kesehatan agar dioptimalkan.Kata Kunci : Lansia, Posyandu lansia, Partisipasi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PEGAWAI MENGENAI KESELAMATAN PASIEN PADA PUSKESMAS RAWAT INAP KOTA DENPASAR Ni Nyoman Intan Widya Sari; Putu Ayu Indrayathi
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i03.p15

Abstract

ABSTRAKKeselamatan pasien merupakan suatu sistem yang membuat asuhan pasien menjadi lebih aman. Dengan adanya pandemi COVID-19, membuat fasilitas pelayanan kesehatan memiliki tantangan dalam memastikan dan meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan pegawai puskesmas mengenai keselamatan pasien pada puskesmas rawat inap di Kota Denpasar. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross-sectional study. Sampel dari penelitian ini yaitu seluruh pegawai puskesmas medis dan non medis yang bekerja di puskesmas rawat inap Kota Denpasar yaitu 124 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil univariat dengan menggunakan uji beda proporsi menunjukkan karakteristik pegawai di puskesmas tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Hasil bivariat dengan menggunakan Simple Logistic Regression menunjukkan tidak ada hubungan antara variabel umur, jenis kelamin, pengalaman kerja, tingkat pendidikan, pelatihan terhadap tingkat pengetahuan. Hasil multivariat menggunakan Binary Logistic Regression menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna (Ho diterima). Memberikan pelatihan kepada pegawai puskesmas, mengevaluasi mutu pelayanan, mengembangkan standar kinerja, membentuk tim keselamatan pasien dan mengoptimalkan perannya dan memperbaiki sistem pencatatan, pelaporan serta penyimpanan data.Kata kunci: Pengetahuan, Keselamatan pasien, Puskesmas, Pegawai, Puskesmas Rawat Inap
METODE-METODE PENGOLAHAN AIR GAMBUT YANG EFEKTIF DALAM MENURUNKAN INTENSITAS WARNA AIR SUNGAI KAHAYAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Lentar Aditya Djinu; I Gede Herry Purnama
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i03.p06

Abstract

ABSTRAKAir gambut adalah salah satu air permukaan yang terdapat pada daerah gambut yang tersebar di dataran rendah seperti di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Karakteristik air gambut sendiri memiliki intensitas warna yang cukup tinggi (berwarna merah kecoklatan). Air gambut sering digunakan masyarakat untuk melakukan kegiatan sehari-hari dan memiliki risiko membawa penyakit yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Tujuan pada penelitian ini untuk meninjau dan mengetahui metode-metode pengolahan air gambut yang efektif dalam menurunkan intensitas warna pada artikel-artikel penelitian selama satu dekade terakhir. Metode Systematic Literature Review yang digunakan pada penelitian ini, dengan sumber literatur yang ditemukan pada portal Google Scholar, Science Direct, dan Garuda Ristekbrin. Pencarian dilakukan dengan kata kunci “pengolahan air”, “menurunkan intensitas warna”, “air gambut”, “water treatment", "reducing color intensity", dan "peat water". Setelah artikel melalui proses peninjauan terdapat 16 artikel dan ditemukan Pengolahan berbeda-beda. Pengolahan Secara kimia menggunakan proses koagulasi dan flokulasi, pengolahan secara fisik menggunakan proses filtrasi, dan pengolahan secara biologis dengan penambahan bakteri yang dapat membantu penguraian zat organik pada air gambut. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 Tahun 2010, kualitas warna air ditetapkan maksimum 15 TCU. Metode pengolahan air yang paling efektif untuk menurunkan intensitas warna secara kimia dengan efisiensi penurunan warna mencapai 99,20%.Kata Kunci: Systematic Literature Review, Metode Pengolahan, Air Gambut, Efektif, Penurunan Intensitas Warna.
TINDAKAN PENCEGAHAN COVID-19 OLEH MAHASISWA UNIVERSITAS UDAYANA Ni Putu Ita Dewi Astiti; Made Pasek Kardiwinata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i03.p11

Abstract

ABSTRAKKasus COVID-19 terus meningkat, usia remaja dan dewasa muda digolongkan sebagai kelompok yang memiliki tingkat kepatuhan yang masih rendah dalam langkah-langkah mencegah penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian untuk melihat hubungan antara karakteristik sosiodemografi, riwayat penyakit komorbid, dan tingkat pengetahuan dengan tindakan pencegahan COVID-19 oleh mahasiswa Universitas Udayana. Desain penelitian adalah penelitian observasional dengan rancangan studi potong lintang terhadap 80 mahasiswa terpilih melalui teknik multistage random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 61,25% mahasiswa menerapkan tindakan baik dalam pencegahan COVID-19. Mahasiswa sering mengunjungi tempat keramaian 47,50%, kurang menjaga jarak 28,75%, dan sering sentuh mulut, hidung, dan mata sebelum cuci 30%. Hasil uji regresi logistik sederhana menunjukkan jenis kelamin (OR=1,9) status pekerjaan orang tua (OR=1,62), dan riwayat penyakit komorbid pada orang tua (OR=1,68) sebagai faktor risiko terhadap tindakan pencegahan COVID-19. Sedangkan usia, fakultas, dan pengetahuan menunjukkan bukan sebagai faktor risiko terhadap tindakan pencegahan COVID-19. Bagi peneliti yang tertarik dengan topik ini dapat meneliti faktor determinan memengaruhi tindakan pencegahan COVID-19 yang buruk seperti sering mengunjungi tempat keramaian, dan sentuh area mulut, hidung, dan mata sebelum cuci tangan.Kata kunci : COVID-19, Tindakan Pencegahan, Mahasiswa Universitas Udayana
GAMBARAN PENDERITA DIARE PADA BALITA DI UPTD PUSKESMAS II DINAS KESEHATAN KECAMATAN DENPASAR BARAT PERIODE JUNI-NOVEMBER TAHUN 2019 M. Fakhrurrozi; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i03.p02

Abstract

ABSTRAKDi Kota Denpasar, pada tahun 2019 ditemukan dan dilayani sebanyak 4923 balita penderita diare atau 30,8% dari jumlah perkiraan kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penderita diare pada balita di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat Periode Juni-November tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian deskriptif dan menggunakan desain penelitian cross sectional. Total sampel sebanyak 79 balita. Teknik pengambilan menggunakan total sampling. Data bersumber dari data sekunder UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukan di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat Periode Juni-November Tahun 2019. Penderita diare terbanyak dialami balita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 60,76%. Penderita diare pada balita terbanyak terjadi pada kategori umur 12 - 36 bulan sebanyak 54,43%. Penderita diare pada balita terbanyak dari Desa Padangsambian Kelod sebanyak 32,91%. Mayoritas penderita diare tanpa dehidrasi sebanyak 75,95% balita, terdapat juga 24,05 penderita dengan dehidrasi ringan/sedang. Terdapat 26,58% balita penderita diare mendapatkan cairan ringer laktat. Terdapat 12,66% balita penderita diare mendapatkan antibiotik. Disarankan Puskesmas melalui posyandu lebih intensif melakukan program sosialisasi terkait tindakan pencegahan dan penanganan kepada orang tua yang memiliki balita, terutama balita laki-laki dan balita berusia 12 – 36 bulan.Kata kunci: Diare, Balita, Dehidrasi, Puskesmas II Denpasar Barat
Front Cover & TOC Vol.8 No.3 I Nengah Sujaya
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-