cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ach.journal@unud.ac.id
Editorial Address
JL PB Sudirman Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Archive of Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2302139X     EISSN : 25273620     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Archive of Community Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
PERSEPSI DOKTER UMUM DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA KLINIK KIMIA FARMA 125 DENPASAR TENTANG SISTEM KAPITASI BERBASIS PEMENUHAN KOMITMEN PELAYANAN DI ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Coratry Shovariah Premilga; Rina Listyowati; Putu Ayu Indrayathi
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.428 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p03

Abstract

ABSTRAK Sistem kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan yang diatur dalam peraturan BPJS Kesehatan No 2 tahun 2015 mulai diberlakukan per 1 Januari 2017. Adanya perubahan pola pembayaran kapitasi tentunya akan mendapatkan berbagai macam persepsi dokter umum sebagai PPK di FKTP Klinik Kimia Farma 125 Denpasar. Persepsi ini penting untuk diketahui karena akan mempengaruhi perilaku yang akan diberikan oleh dokter umum terhadap pasien JKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyelenggaraan dari sistem kapitasi JKN berbasis pemenuhan komitmen pelayanan. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dipilih delapan orang dokter umum di Klinik Kimia Farma 125 Denpasar yang ditentukan sesuai kriteria sebagai informan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2017 bertempat di Klinik Kimia Farma 125 Denpasar. Metode pengambilan data menggunakan metode wawancara mendalam (indepth interview) yang dilakukan selama 20 hingga 40 menit. Hasil penelitian persepsi dokter umum terhadap sistem kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan dimana sebagian besar dokter umum setuju besaran tarif kapitasi yang diberikan oleh BPJS Kesehatan cukup untuk melaksanakan pelayanan kesehatan, sistem kapitasi dirasa dapat meningkatkan kesejahteraan dokter. Standar pelayanan yang diberikan pada era JKN mengikuti standar yang telah diatur oleh BPJS Kesehatan. Dalam pelaksanaannya upaya komitmen pelayanan dilakukan dengan cara menambahkan poli untuk mengurangi waktu antrian. Indikator komitmen pelayanan yang diatur dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan mutu pelayanan. Untuk memaksimalkan pemberlakuan sistem kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan, diperlukan upaya tambahan dalam bentuk program promotif dan preventif. BPJS Kesehatan untuk mengelola layanan dan komunikasi dengan dokter diperlukan sosialisasi yang maksimal terhadap program promotif dan preventif untuk meningkatkan kunjungan sehat. Keywords: Persepsi, Kapitasi, Pemenuhan Komitmen Pelayanan ABSTRACT The capitation system based on fulfilling the service commitments regulated in BPJS Kesehatan No 2 tahun 2015 began to take effect as of January 1, 2017. The change in capitation payment patterns will certainly get a variety of perceptions of general practitioners as PPK at FKTP Kimia Farma 125 Denpasar Clinic. This perception is important to know because it will affect the behavior that will be given by general practitioners towards JKN patients. This study aims to determine the effectiveness of the implementation of the JKN capitation system based on fulfilling service commitments. The design of this study was descriptive qualitative, selected eight general practitioners at the Kimia Farma 125 Denpasar Clinic which were determined according to the criteria as informants. The study was conducted in May to July 2017 at the Kimia Farma 125 Clinic in Denpasar. The data collection method uses the in-depth interview method (indepth interview) which is conducted for 20 to 40 minutes. The results of research on the perception of general practitioners of the capitation system based on the fulfillment of service commitments where most general practitioners agree that the amount of the capitation tariff provided by BPJS Health is sufficient to carry out health services, the capitation system is considered to be able to improve the welfare of doctors. Service standards provided in the JKN era followed the standards set by the Health BPJS. In the implementation of the service commitment efforts carried out by adding poly to reduce queuing time. Indicators of service commitment that are set can be a motivation to improve service quality. To maximize the implementation of a capitation system based on fulfilling service commitments, additional efforts are needed in the form of promotive and preventive programs. BPJS Health to manage services and communication with doctors requires maximum socialization of promotive and preventive programs to increase healthy visits. Keywords: Perception, Capitation, Fulfillment of Service Commitments
TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA RUJUKAN GAWAT DARURAT AMBULANS DESA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENGWI 1 TAHUN 2019 I Putu Yoga Kusuma Widnyana; Ni Made Sri Nopiyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.708 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p10

Abstract

ABSTRAK Layanan rujukan gawat darurat Ambulans Desa merupakan salah satu layanan yang cukup banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mengwi 1 Kabupaten Badung. Namun, hingga saat ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap kepuasan pasien layanan rujukan gawat darurat Ambulans Desa. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kepuasan pasien terhadap rujukan gawat darurat Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan datanya menggunakan survei kuesioner yang diisi melalui wawancara responden. Sampel dipilih secara consecutive sampling dengan jumlah sampel 75 orang dari 6 desa di wilayah kerja Puskesmas Mengwi 1 Kabupaten Badung. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat. Penghitungan indeks kepuasan yang dimodifikasi dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi nomor 14 tahun 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan layanan rujukan gawat darurat Ambulans Desa sudah memuaskan dengan memperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat mencapai 3,64 (konversi 91). Kepuasan dari dimensi bukti fisik 3,58 (konversi 89,50), dimensi kehandalan 3,65 (konversi 91,25), dimensi daya tanggap 3,70 (konversi 92,50), dimensi jaminan 3,67 (konversi 91,75), dan dimensi empati 3,64 (konversi 91). Secara umum layanan rujukan gawat Ambulans Desa dinilai sudah memuaskan. Namun, tetap perlu dilakukan monitoring evaluasi kualitas layanan secara berkesinambungan dan peningkatan pada komponen-komponen yang masih dinilai kurang memuaskan.. Kata kunci: Kepuasan pasien, rujukan gawat darurat, ambulans desa ABSTRACT The Village Ambulance emergency referral service is one of the services that is quite widely utilized by the community in the working area of the Mengwi 1 Badung public health center. There has never been an evaluation of the patient satisfaction of the Village Ambulance emergency referral service. This study aims to assess patient satisfaction emergency referral services. This research is a quantitative descriptive cross-sectional study with data collection using a questionnaire survey filled with interview to respondents. A total of 75 service users was selected with consecutive sampling from 6 villages in the working area of the Mengwi 1 Badung public health center. Data analysis was performed by univariate analysis. The calculation of the satisfaction index refers to and is modified from the Regulation of the Minister of Administrative Reforms Bureaucracy Reform number 14 of 2017. The results of this study indicate that overall the emergency ambulance referral service for the Village has been satisfactory by obtaining a Community Satisfaction Index score 3,64 (convertion 91). Satisfaction from tangible dimension 3,58 (convertion 89.50), reliability dimension 3,65 (convertion 91.25), responsiveness dimension 3,70 (convertion 92.50), assurance dimension 3,67 (convertion 91.75), and empathy dimensions 3,64 (convertion 91). However, monitoring of service quality evaluations still needs to be carried out continuously and improvements to components that are still considered unsatisfactory should be conducted. Keywords: Patient satisfaction, emergency referral, village ambulance
KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TABANAN II TAHUN 2019 Ida Ayu Putu Mita Diantari; I Made Sutarga
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.596 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p04

Abstract

ABSTRAK Presentase kematian akibat diabetes di Indonesia merupakan yang tertinggi kedua setelah Sri Lanka. Salah satu perilaku pengendalian DM yaitu kepatuhan minum obat. Kepatuhan pengobatan yang rendah dapat mengakibatkan peningkatan penyakit komplikasi dan risiko rawat inap. Puskesmas Tabanan II merupakan puskesmas yang memiliki jumlah kunjungan pasien DM tipe 2 terbanyak di Kabupaten Tabanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat pada pasien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tabanan II. Desain penelitian merupakan observasional deskripstif dengan menggunakan rancangan studi cross sectional untuk menggambarkan kepatuhan minum obat pada pasien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tabanan II. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode systematic random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis inferensial berupa analisis univariat dan analisis bivariat. Sampel dalam penelitian ini yaitu pasien DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Tabanan II. Hasil analisis memperlihatkan bahwa dari 69 responden, 52 responden (75,36%) dikategorikan patuh dan 17 responden (24,64%) sisanya dikategorikan tidak patuh. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, jenis obat yang dikonsumsi, lama menderita DM, dan dukungan keluarga. Disarankan agar puskesmas dapat meningkatkan edukasi terkait pentingnya dukungan keluarga kepada keluarga pasien DM tipe 2 agar kepatuhan minum obat dapat meningkat. Kata Kunci : Diabetes Melitus, Kepatuhan Minum Obat, Dukungan Keluarga
HUBUNGAN PERSEPSI IKLIM KESELAMATAN DENGAN KEPATUHAN PEKERJA KONSTRUKSI PADA PROGRAM K3 DI PROYEK X Aldian Noor Qolbi; Partha Muliawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.88 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p01

Abstract

ABSTRAK Pekerja konstruksi bangunan merupakan pekerjaan padat karya yang sangat berisiko terhadap kesehatan dan keselamatannya. Kepatuhan pekerja pada program K3 di proyek merupakan salah satu perilaku keselamatan yang berhubungan langsung dengan kecelakaan kerja. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan adalah persepsi pekerja terhadap iklim keselamatan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan persepsi iklim keselamatan terhadap kepatuhan pekerja pada program K3 di proyek X. Penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 108 orang yang dipilih dengan metode systematic random sampling. Hasil menunjukan proporsi responden patuh pada program K3 sebesar 54,63%. Terdapat hubungan bermakna antara persepsi prioritas dan keberterimaan risiko (p=0,015) serta persepsi komunikasi dan kepercayaan dalam pelaksanaan (p=0,030) dengan kepatuhan pada program K3. Selain itu, responden yang memiliki persepsi baik terhadap prioritas dan keberterimaan risiko berpotensi 4,7 kali lebih patuh terdapat program K3 dibanding responden yang memiliki persepsi cukup. Sebagai upaya meningkatkan kepatuhan, pekerja diharapkan lebih peduli terhadap risiko yang dihadapinya di tempat kerja. Kata kunci: pekerja konstruksi, kepatuhan, persepsi iklim keselamatan ABSTRACT The construction activities had a high risk of work accident. The workers compliance with OHS program is directly related to work accident on the construction project. One of the factors that related with the workers compliance is the perception of safety climate. The aim of this study is to analyze the correlation between the perception of safety climate to the construction workers compliance with OHS program. This analytic study designed by cross sectional method. The number of the respondents was 108 selected based on systematic random sampling. The result of this study showed that the proportion of the workers compliance with OHS program was 54,63%. The study also showed that variable workers safety priority and risk non-acceptance (p=0,015) and variable safety communication and trust in safety competence (p=0,030) positively correlated with the workers compliance. Furthermore, respondents who had a good perception of workers safety priority and risk non-acceptance potentially 4,7 times to be compliant with OHS program compared with the respondents who had enough perception. To improve compliance, the workers should be more aware of the risk on the worksite. Key words: The construction workers, the compliance, the perception of safety climate
PERAN BIDAN PRAKTIK SWASTA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABIANSEMAL IV KABUPATEN BADUNG Ni Wayan Dian Titrawati; Ni Komang Ekawati; Desak Nyoman Widyanthini
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.821 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i01.p08

Abstract

ABSTRAK Cakupan ASI Eksklusif pada tahun 2016 di Wilayah Kerja Puskesmas Abiansemal IV masih rendah yaitu 77%. Peran bidan praktik swasta sangat penting untuk keberhasilan dalam pemberian ASI Eksklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran bidan praktek swasta dalam pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Abiansemal IV Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam pada 8 orang informan yaitu ibu-ibu yang mempunyai bayi usia 0-24 bulan dan 4 orang informan kunci yaitu bidan praktik swasta. Selain itu dilakukan juga observasi di tempat bidan praktik swasta. Hasil penelitian ini menunjukkan bidan praktik swasta memberikan informasi ASI Eksklusif pada saat antenatal care yaitu ketika kehamilan ibu memasuki trimester ketiga dan pemberian informasi ASI Eksklusif juga dilakukan ketika bayi lahir serta pada saat evaluasi perilaku pemberian ASI Eksklusif. Namun terdapat satu bidan praktik swasta yang menyediakan susu formula. Persepsi ibu terhadap peran bidan cukup baik karena menurut ibu, bidan praktik swasta memberikan pelayanan yang ramah, namun tidak semua mendapatkan perawatan payudara di bidan praktik swasta. Ibu yang mendapatkan informasi yang lengkap dari bidan memiliki pengetahuan yang baik terkait ASI Eksklusif. Meskipun pengetahuan ibu baik namun tidak memberikan ASI Eksklusif karena mengalami hambatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bidan berperan cukup baik dalam pemberian informasi ASI Eksklusif yaitu pada saat kehamilan ibu memasuki trimester ketiga dan pada saat ibu sudah melahirkan bayi, pengetahuan ibu pada manfaat lebih baik dibandingkan dengan pengertian ASI Eksklusif, persepsi ibu terhadap peran bidan praktik swasta cukup baik, hanya satu orang ibu yang telah memberikan ASI Eksklusif. Saran yang dapat diberikan adalah kerjasama antara pihak puskesmas dan bidan praktik swasta lebih ditingkatkan terkait promosi ASI Eksklusif, Puskesmas Abiansemal IV dapat memberikan leaflet atau brosur terkait pemberian ASI Eksklusif kepada bidan praktik swasta serta penelitian ini dapat dijadikan sumber referensi untuk penelitian selanjutnya terkait alasan-alasan ibu tidak memberikan ASI Eksklusif. Kata kunci: Peran Bidan Praktik Swasta, Pengetahuan Ibu, Perilaku Ibu, Persepsi Ibu Terhadap Peran Bidan Praktik Swasta ABSTRACT Coverage of exclusive breastfeeding in 2016 in the working area of ??Abiansemal IV Puskesmas was still low at 77%. The role of private practice midwives is crucial for success in exclusive breastfeeding. The purpose of this study was to determine the role of private practice midwives in exclusive breastfeeding in the working area of ??Abiansemal IV Health Center, Abiansemal District, Badung Regency. This research is a qualitative research with purposive sampling technique. The data collection method was carried out by in-depth interviews with 8 informants namely mothers who have babies aged 0-24 months and 4 key informants namely private practice midwives. In addition, observations were also made at the private practice midwife's place. The results of this study indicate that private practice midwives provide information on exclusive breastfeeding during antenatal care, namely when the mother's pregnancy enters the third trimester and exclusive breastfeeding information is also performed when the baby is born and at the time of evaluating the behavior of exclusive breastfeeding. But there is one private practice midwife who provides formula milk. The mother's perception of the role of the midwife is quite good because according to the mother, the private practice midwife provides friendly service, but not all get breast care at the private practice midwife. Mothers who get complete information from midwives have good knowledge related to exclusive breastfeeding. Even though the mother's knowledge is good, she does not provide exclusive breastfeeding due to obstacles. The conclusion of this study is that midwives play a fairly good role in providing exclusive breastfeeding information, namely when the mother's pregnancy enters the third trimester and when the mother has given birth to a baby, the mother's knowledge of benefits is better than the understanding of exclusive breastfeeding, the mother's perception of the role of private practice midwife well, only one mother has given exclusive breastfeeding. Suggestions that can be given are cooperation between the puskesmas and private practice midwives to be improved in relation to the promotion of exclusive breastfeeding, Abiansemal IV Puskesmas can provide leaflets or brochures related to exclusive breastfeeding to private practice midwives and this research can be used as a reference source for further research related to reasons mother does not give exclusive breastfeeding. Keywords: Role of Private Practice Midwives, Mother's Knowledge, Mother's Behavior, Mother's Perception of the Role of Private Practice Midwives
DETERMINAN PERILAKU IBU DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK USIA DINI DI DESA KUTAMPI KALER TAHUN 2019 Putu Candra Semara Putri; Desak Putu Yuli Kurniati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 6 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.451 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2019.v06.i02.p08

Abstract

ABSTRAK Maraknya kasus kekerasan seksual pada anak menunjukkan pentingnya sebuah tindakan pencegahan berupa pemberian pendidikan seks sejak usia dini yang bertujuan untuk mengurangi resiko anak mengalami tindakan kekerasan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku ibu dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia dini di desa Kutampi Kaler tahun 2019. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2019 di lingkungan desa Kutampi Kaler dengan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dimana sampel yang digunakan adalah ibu yang memiliki anak usia dini berumur 3-5 tahun di lingkungan desa Kutampi Kaler yang berjumlah 73 responden. Data yang diperoleh merupakan data primer yang didapat dari hasil pengisian kuesioner oleh responden. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara perilaku ibu dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia dini dengan pengetahuan, persepsi dan tingkat pendidikan. Tidak ada hubungan antara perilaku ibu dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia dini dengan sosial ekonomi, Paparan sumber informasi dan pengalaman pendidikan seks ibu. Kata kunci : pendidikan seks, peran ibu, anak usia dini
PELAKSANAAN TUGAS KADER TUBERKULOSIS DI KABUPATEN BADUNG TAHUN 2019 Ni Wayan Emi Liana Anggraeni; Made Pasek Kardiwinata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.183 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i01.p06

Abstract

ABSTRAK Upaya pengendalian secara pasif oleh petugas kesehatan masih belum dapat menekan angka tuberkulosis di Kabupaten Badung. Dibutuhkan adanya kegiatan penemuan kasus secara aktif serta pendampingan pasien selama menjalani pengobatan lengkap yang lebih optimal, tidak hanya dari petugas pemegang program namun juga dibutuhkan peran serta dari masyarakat, salah satunya adalah dengan memanfaatkan tenaga kader. Keberhasilan pelaksanaan tugas kader memiliki peran penting dalam membangun kerja sama dengan petugas kesehatan untuk menekan kejadian tuberkulosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan tugas kader TB di Kabupaten Badung tahun 2019. Desain penelitian ini adalah observasional cross-sectional deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kader TB yang ada di Kabupaten Badung berjumlah 50 orang. Data diperoleh dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas kader TB masih kurang yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan kader TB dalam pendampingan pengobatan. Diantara pelaksanaan tugas yang kurang tersebut, dijumpai temuan bahwa kader TB yang berjenis kelamin laki-laki, memiliki pekerjaan selain sebagai kader TB serta memiliki tingkat pengetahuan baik, cenderung memiliki pelaksanaan tugas yang baik. Disarankan bagi instansi terkait dalam perekrutan kader selanjutnya agar lebih memprioritaskan kader berjenis kelamin laki-laki dikarenakan kebanyakan tugas dari kader TB berada di luar ruangan. Kata Kunci : Pelaksanaan tugas, Kader, TB ABSTRACT Passive control efforts by health workers still cannot reduce the rate of tuberculosis in Badung Regency. Active case-finding activities are needed as well as mentoring patients while undergoing more optimal complete treatment, not only from program officers but also from the community's participation, one of which is to use community TB workers. The successful implementation of work perfomance community TB workers has a very important role in building cooperation with health workers to reduce the incidence of tuberculosis. This study aims to determine the Implementation of Work Perfomance Community TB Workers in Badung Regency 2019. The design of this study was cross-sectional observational descriptive. The sample in this study was that all tuberculosis cadres in Badung Regency gathered 50 people. Data obtained by interview techniques using questionnaires. The results showed that the implementation of TB cadre assignments was still lacking caused by the involvement of TB cadres in treatment assistance. Among the implementation of these lacking tasks, found the finding that TB cadres who are male, have jobs other than as TB cadres and have a good level of knowledge, need to have good implementation tasks. Furthermore, further submissions for male cadres greater than the TB cadre assignments were outdoors. Key Word : Job, cadre, TB
TINGKAT DEPRESI MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA TAHUN 2019 Ni Made Betti Ratricia Surya Dewi; I Made Subrata; Made Pasek Kardiwinata; Ni Komang Ekawati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 7 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2020.v07.i02.p06

Abstract

ABSTRAK Depresi merupakan penyakit gangguan mental yang ditandai dengan penurunan mood, perasaan bersalah serta menarik diri dari kehidupan sosial. Depresi dapat terjadi pada semua kelompok umur termasuk mahasiswa. Penelitian yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Muhamdiyah Sumatra Utara mendapatkan hasil bahwa mahasiswa yang mengalami depresi dalam menyusun skripsi sebesar 23.80%. Tingginya prevalensi depresi tersebut, serta belum adanya penelitian terkait hal ini di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, menunjukkan bahwa penelitian ini penting dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang menyusun skripsi. Desain penelitian ini adalah cross sectional desktiptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 80 mahasiswa yang diukur menggunakan kuisioner BDI II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebesar 27.50% mengalami depresi ringan, 11.25% mengalami depresi sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa prevalensi depresi mahasiswa yang menyusun skripsi cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan preventif dan promotif untuk menurunkan kejadian depresi pada mahasiswa.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN KELELAHAN KERJA DENGAN TURNOVER INTENTION PADA PEKERJA OUTSOURCING PT X TAHUN 2020 Putu Intan Tillama; I Made Ady Wirawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i01.p11

Abstract

ABSTRAK Pekerjaan di bandar udara didominasi oleh sektor penyedia jasa, seperti ground handling yang mengharuskan pekerjanya berhadapan langsung dengan konsumen, serta dihadapkan dengan intensitas kerja tinggi akibat padatnya jadwal penerbangan. Sehingga, dapat memengaruhi beban kerja yang diterima serta rentan mengalami kelelahan, dan dapat menyebabkan adanya turnover intention pada pekerja. Selain itu, angka turnover pekerja outsourcing di PT X pada tahun 2019 mencapai 197 orang dengan persentase 28%. Apabila turnover tahunan dalam suatu perusahaan mencapai angka 10%, maka turnover pada perusahaan tersebut dapat dikategorikan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja dengan turnover intention pada pekerja outsourcing di bandar udara. Penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 137 orang yang dipilih dengan menggunakan metode stratified random sampling. Beban kerja fisik (p=0,2702) dan beban kerja mental (p=0,5181) tidak memiliki hubungan dengan turnover intention. Sedangkan, kelelahan kerja memiliki hubungan ringan positif dengan turnover intention (p=0,0056).
ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODELING KINERJA SISTEM INFORMASI DAN DATA IMUNISASI BALI TINGKAT PUSKESMAS DENGAN MODEL DELONE DAN MCLEAN TAHUN 2020 I Made Esa Sadana Yoga; I Ketut Tangking Widarsa
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i01.p01

Abstract

ABSTRAK Sistem Informasi dan Data Imunisasi (SIDI) Bali diterapkan sejak awal tahun 2019 sebagai register pencatatan kohort imunisasi utama dan wajib namun masih ditemui banyak kendala dalam pelaksanaannya khususnya di tingkat puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna dan manfaat bersih SIDI Bali tingkat Puskesmas di Provinsi Bali. Penelitian cross-sectional dilakukan pada seluruh petugas imunisasi puskesmas se-Provinsi Bali sebanyak 114 responden. Penelitian dilaksanakan dari Bulan Maret-Juni Tahun 2020. Seluruh data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukan faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna secara signifikan adalah kualitas informasi dan kualitas layanan dengan pengaruh total masing-masing sebesar 0,326 dan 0,241. Faktor-faktor yang memengaruhi manfaat bersih secara signifikan adalah kualitas informasi (0,379), kualitas layanan (0,337) dan kepuasan pengguna (0,667). Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan kualitas di berbagai aspek dengan cara memperlengkap format luaran sistem, meningkatkan akurasi dan relevansi data, menerapkan NIK anak, adanya supervisor dan tim khusus di setiap kabupaten/kota untuk merespon kendala, dan modul kerja dan modul mengatasi kendala sebagai antisipasi apabila ada pergantian petugas. Kata Kunci: Sistem Informasi, DeLone dan McLean, SEM