cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
Tafsir Garap Gender Dalam Gendhing Kembang Sore Laras Slendro Pathet Sanga Kendhangan Jangga Kendhang Satunggal yuwono prastyo; Asep Saepudin
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.6943

Abstract

Gendhing Kembang Sore Laras Slendro pathet Sanga kendhangan Jangga kendhang Satunggal merupakan salah satu gendhing gaya Yogyakarta yang bersumber dari buku gendhing-gendhing gaya Yogyakarta “Wiled Berdangga Laras Slendro Edisi Revisi jilid 1” halaman 247 tahun 2015.            Pembahasan pada gendhing  Kembang Sore, difokuskan pada garap gender. dengan berpijak pada tradisi karawitan gaya Yogyakarta dan upaya pengembangan garap baru dengan pertimbangan musikal karawitan. Proses penggarapan dilakukan  melalui beberapa tahap, yaitu: persiapan penulisan balungan gendhing, analisis susunan balungan gendhing, analisis Amba-ambahan, analisis pathet, tafsir garap, struktur penyajian, latihan, dan penyajian. Kesimpulan penelitian diperoleh bahwa tafsir gender dalam gendhing Kembang Sore  memiliki kerumit. 
BOOM TARI TRADISI MENJADI KEARIFAN LOKAL KOMUNITAS SENI TURONGGO YAKSO KRIDHO BUDHOYO KOTA BATAM Doni Febri Hendra; Yongki Pernando
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.9110

Abstract

Penelitian ini memaparkan eksistensi komunitas seni Turonggo Yakso Kridho Budhoyo melanjutkan kearifan lokal dalam pengembangan seni budaya Jawa Timur di Kota Batam Kepulauan Riau. Merupakan penelitian deskriptif kualitatif, data diperoleh dengan tehnik pengumpulan data secara observasi lansung ke lapangan dan bersentuhan lansung dengan objek penelitian, wawancara dan dokumentasi. Data di analisis dengan tehnik deskriptif kualitatif guna memperoleh keabsahan data dari sumber. Hasil penelitian ini akan menuliskan tentang: bentuk penyajian komunitas seni Turonggo Yakso Kridho Budhoyo, serta eksistensinya membawa kearifan lokal di kota Batam. Yang membedakan komunitas seni ini dengan komunitas seni Jawa lainnya yang ada di kota Batam adalah pada garapan tari diciptakan lansung oleh komunitas ini tanpa menghilangkan bentuk asli dari kebudayaan aslinya dan bentuk kepala kuda lumping mereka adalah kepala raksasa. Mengembangkan potensi dan sumber lokal baik berupa material dan nonmaterial yang dijadikan sebagai kekuatan didalam mewujudkan perubahan kearah yang lebih baik.Kata kunci: boom tari tradisi, Turonggo Yakso Kridho Budhoyo 
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS GERAK TARI MELALUI KEUNIKAN GERAK TARI TRADISIONAL DAERAH Dwi Junianti Lestari; Alis Triena Permanasari; Nabila Hani Sabnur; Hadiyatno Hadiyatno; Arif Permana Putra
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.9899

Abstract

Abstrak : Kurikulum 2013 merupakan rencana dan pengaturan yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 Kota Serang. Pembelajaran efektif dan bermakna dalam kurikulum 2013 diartikan bahwa siswa terlibat secara aktif sebagai pusat kegiatan pembelajaran, serta pembentukan sikap dan karakter. Substansi muatan lokal dikelompokan ke dalam mata pelajaran Seni Budaya. Ruang lingkup materi Seni Budaya meliputi seni rupa, seni musik, seni teater, dan seni tari. Pemahaman yang diharapkan yaitu siswa memiliki wawasan tentang berbagai gerak tari tradisional yang tersebar di Nusantara. Adapun penguasaan gerak tradisional yang dimaksudkan adalah siswa memiliki pengalaman memperagakan gerak tari tradisional daerah. Proses penciptaan gerak tari muncul berdasarkan bakat dan daya kreatif siswa. Hasil observasi proses pembelajaran yang dilakukan menunjukkan bahwa pemahaman tentang gerakan, musik, penjiwaan, serta unsur penciptaan atau kreativitas dalam menciptakan gerak tari oleh siswa  masih rendah. Maka dari itu dibutuhkan proses pembelajaran yang berbeda untuk mecapai tujuan yang diinginkan dalam pemebelajaran yaitu dengan cara mengembangkan kreativitas gerak tari melalui keunikan gerak tari tradisional daerah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran Tari Tradisional Daerah. Pengamatan ini dilakukan dengan empat kali proses pembelajaran dengan penerapan tahapan-tahapan dalam menciptakan kreativitas tari. Tahapan tersebut meliputi tahapan kreativitas penciptaan tari yaitu tahap apresiasi, tahap inspirasi tahap pembentukan dan tahap pementasan. Hasil Penelitian ini menunjukkan untuk meningkatkan kreativitas dalam menciptakan gerak tari perlu adanya stimulus melalui rangsangan  sebagai hasil aktivitas positif dalam menanamkan kecintaan akan akar budaya Nusantara. Kata Kunci : Pembelajaran, Tari Tradisional Daerah, Kreativitas. Abstract : Curriculum 2013 is a plan and arrangement that is used as a guideline for the implementation of learning in Junior High School (SMP) 11 Serang City. Effective and meaningful learning in curriculum 2013 means students are actively involved as the center of learning activities, as well as the formation of attitudes and characters. Local content substances are grouped into cultural arts subjects. The scope of material for Cultural Arts includes fine arts, music, theater and dance. The expected understanding is that students have insight into various traditional dance movements that are spread throughout the archipelago. Mastery of traditional movements means students have experience demonstrating regional traditional dance movements. The process of creating dance movements appears based on the talents and creative power of students. The results of the observation of the learning process showed that the understanding of movement, music, inspiration, and the elements of creativity or creativity of students in creating dance movements was still low. Therefore, a different learning process is needed to achieve the desired goals in learning, namely by developing the creativity of dance movements through the uniqueness of regional traditional dance movements. This research is a qualitative research with a descriptive method that aims to identify and describe the process and results of learning traditional dance. This observation is carried out four times in the learning process by applying the stages of creating dance creativity. These stages include the creative stage of dance creation, namely the appreciation stage, the inspiration stage, the formation stage and the performance stage. The results of this study indicate that to increase creativity in creating dance movements, a stimulus through stimulation is needed as a result of positive activities in instilling love for the cultural roots of the archipelago. Keywords: Learning, Regional Traditional Dance, Creativity.
Olah Tubuh dan Olah Rasa dalam Pembelajaran Seni Tari Terhadap Pengembangan Karakter Ayu Vinlandari Wahyudi; Indra Gunawan
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.8610

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan seberapa besar peranan olah tubuh dan olah rasa dalam pembelajaran seni tari serta dampak olah tubuh dan olah rasa terhadap pengembangan karakter individu. Olah tubuh dan olah rasa merupakan tahapan sebelum dilaksanakan pembelajaran seni tari, tentunya dengan maksud agar tarian dapat terolah dengan optimal, baik dari segi fisik maupun dari psikis. Dalam tubuh manusia terdapat sistem kontrol motorik dan kognisi yang menjalankan fungsi dari otak, yakni kontrol motorik sebagai pengontrol gerakan tubuh dan kognisi yang memiliki kemampuan untuk berpikir, membayangkan, serta merasakan. Otak manusia mengandung karya yang berasal dari saraf yang secara bersamaan bertanggung jawab untuk kontrol motorik, persepsi, imitasi, perencanaan gerakan, dan berimajinasi. Dewasa ini, banyak fenomena yang terjadi dalam kehidupan yang disebabkan oleh tidak selarasnya pikiran dan hati manusia. Permasalahan tersebut merupakan gejala dari krisis karakter atau kerusakan moral individu. Hal tersebut sangat berdampak negatif terhadap masa depan para generasi penerus bangsa. Dengan demikian, diperlukan adanya sebuah media dalam dunia pendidikan khususnya dalam pengembangan karakter individu, yaitu dengan pembelajaran seni tari. Olah tubuh dan olah rasa dalam tari diharapkan mampu mengembangkan karakter individu, karena menyangkut aspek motorik dan kognisi. Tulisan ini diharapkan mampu memberikan dampak bagi keterampilan individu dalam menari dan pengembangan budi pekerti.  Kata Kunci : Olah Tubuh, Olah Rasa, Pembelajaran Seni Tari, Pengembangan Karakter
APLIKASI MOBILE APPS GAMELAN UNTUK PEMBELAJARAN SENI Giri Mustika Roekmana; Fuja Siti Fujiawati; Rian Permana; Dedi Hermansyah
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.9901

Abstract

Abstrak : Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini ditandai dengan semakin majunya bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor Pendidikan yang mengakibatkan semakin banyaknya sumber belajar yang tersedia yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Salah satu perkembangan teknologi tersebut diantaranya adalah pemanfaatan komputer dan aplikasi mobile yang banyak di kembangkan saat ini untuk mendukung proses pembelajaran. Mengenal alat musik tradisional Indonesia merupakan salah satu tujuan dari  Pembelajaran Seni Budaya pada jenjang SMP. Salah satu alat musik tradisional yang menjadi pilihannya adalah Gamelan Degung, terutama bagi sekolah yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat dan Banten. Pembelajaran alat musik gamelan dilakukan secara optimal pada jenjang pendidikan SMP untuk mengembangkan beberapa aspek perkembangan peserta pada jenjang tersebut. Namun kurangnya ketersediaan fasilitas alat musik tradisional gamelan menjadi salah satu permasalahan yang muncul dalam pembelajaran alat musik tradisional. Oleh karena itu pemanfaatan aplikasi mobile apps Gamelan untuk pembelajaran seni budaya dapat dijadikan media pengenalan alat musik tradisional.  Kata Kunci : Media Pembelajaran, Alat Musik Tradisi,  Mobile Apps GamelanAbstract : The development of science and technology is currently frightened by the advancement of the field of Information and Communication Technology (ICT) in various sectors of life, including the education sector which results in many available learning resources that can be utilized in learning. One of these technological developments includes the use of computers and mobile applications that are being developed at this time to support the learning process. Getting to know Indonesian traditional musical instruments is one of the goals of Learning Cultural Arts at the junior high school level. One of the traditional musical instruments he chose was Gamelan Degung, especially for schools located in West Java and Banten Provinces. Learning gamelan instruments is carried out optimally at the junior high school level to develop several aspects of the participants at that level. However, the fact that the facilities for traditional gamelan instruments are one of the problems that arise in learning traditional musical instruments. Therefore, the use of the Gamelan Degung mobile application for learning cultural arts can be used as a medium for the introduction of traditional musical instruments. Keywords : Learning Media, Traditional Musical Instruments, Mobile Apps Gamelan
FAKTOR KEGAGALAN REPRESENTASI GAMBAR POSTER SISWA MADRASAH TSANAWIYAH (MTS) NEGERI II MALANG Siti Kholifatul Umaami; Imam Tri Laksono; Yudha Prihantanto; Robby Hidajat
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.7653

Abstract

Artikel ini mengkaji faktor yang membuat  kegagalan representasi visual gambar poster siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Malang Jawa Timur. Poster yang dimaksud adalah gambar yang pemilihan objek dan pesan tertulis. Kajian ini bertujuan mendiskripsikan faktor penyebab gagal merepresentasikan visual gambar poster. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan subjek poster siswa Mts. Karya dilukis oleh  125 siswa pada kelas paralel. Analisis menggunakan seleksi berkriteria atas kemampuan analisis estetik guru pengampu. Analisis pada tingkat pertama adalah memilih objek visual yang sesuai dengan dengan pesan. Kedua menganalisis aspek teknik trampil memvisualisasikan bentuk dan pewarnaan, ketiga memilahkan kesuaian serasi antara visual dengan pesan tulisan. Hasil penelitian ini menunjukan (1) karya siswa mengalami kegagalan pada aspek representasi objek secara teknis, baik bentuk atau warna, (2) mengalami kegagalan karena faktor ketepatan merepresentasikan gagasan dalam poster, dan, (3) Mengalami kegagalan karena faktor representasi pesan dalam bentuk tulisan, baik pemilihan font atau penempatan.
ESTETIKA SENGGAKAN DALAM KARAWITAN JAWA : Studi Kasus Gending Widhanti Andyarini Hibatussyam; Asep Saepudin
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v5i2.6920

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang estetika senggakan dalam sajian karawitan. Senggakan yang dikaji adalah senggakan yang terdapat dalam Gendhing Widhanti Laras Pelog Pathet Barang. Hal ini dibahas atau dikaji menggunakan metode deskriptif analisis. Tulisan ini membahas senggakan secara detail sesuai dengan aplikasinya dalam sajian karawitan. Senggakan adalah vokal yang menyela di dalam sindhenan atau gerongan yang berbentuk rangkaian kata-kata dengan makna tertentu. Senggakan pada umumnya dilakukan oleh sejumlah pengrawit atau wiraswara, bahkan oleh pesindhen yang bukan vokal tunggal. Kedudukan senggakan dalam gendhing karawitan adalah  untuk melengkapi teks atau cakepan yang pokok maupun yang tidak berkaitan. Namun, ada kalanya senggakan berfungsi memberi komentar atau jawaban terhadap teks pokok. Studi kepustakaan tersebut ditinjau dari konsep – konsep mengenai pembelajaran seni dan estetika seni. Estetika senggakan dalam Karawitan Jawa sangat menarik untuk dikaji secara mendalam pada penelitian ini.

Page 1 of 1 | Total Record : 7