cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2022)" : 7 Documents clear
PENGEMBANGAN GOOGLE SITE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI BERNYANYI UNISONO DI KELAS VII SMP ISLAM PARISKIAN KOTA SERANG Elsa Muthia Elsa; Suhaya Suhaya; Fuja Siti Fujiawati
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.13175

Abstract

Abstract: Learning art and culture is learning that is closely related to practical learning. Students will find it difficult to understand the material if they only learn through writing in the book, while in arts and culture subjects such as singing Unisono material, it must be visualized. Website-based learning media is an alternative to support the process of learning activities so that they can be accessed anytime and anywhere. This study aims to determine the process of developing the google site as a learning medium, to determine the feasibility of the google site as a learning medium and to determine the response of students to the google site as a learning medium for the unisono singing material in class VII. The research method used is research and development (R&D) with the ADDIE development model (analysis, design, development, implementation, evaluation). From the validation process carried out by media experts with a percentage of 83.7% belonging to the "very feasible" category, material experts with a percentage of 93% belonging to the "very feasible" category were used, and user responses with a percentage of 86.1% which included into the “very feasible” category. The conclusion obtained from this study is that the learning media developed in the form of a website is included in the very feasible category and can be used as a learning medium.Keywords: Media for learning, Google Site, Singing Unisono Abstrak: Pembelajaran seni budaya merupakan pembelajaran yang erat kaitannya dengan pembelajaran secara praktik. Siswa akan sulit memahami materi jika hanya belajar melalui tulisan dibuku saja, sedangkan dalam mata pelajaran seni budaya seperti pada materi bernyanyi unisono harus divisualisasikan. Media pembelajaran berbasis website menjadi salah satu alternatif untuk menunjang proses kegiatan pembelajaran agar dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan google site sebagai media pembelajaran, mengetahui kelayakan google site sebagai media pembelajaran dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap google site sebagai media pembelajaran pada materi bernyanyi unisono di kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah reseach and development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation). Dari proses validasi yang dilakukan ahli media dengan persentase 83,7% yang termasuk ke dalam kategori “sangat layak” digunakan, ahli materi dengan persentase 93% yang termasuk ke dalam kategori “sangat layak” digunakan, dan respon pengguna dengan persentase 86.1% yang termasuk ke dalam kategori “sangat layak” digunakan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu media pembelajaran yang dikembangkan dalam bentuk website termasuk dalam kategori sangat layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Google Site, Bernyanyi Unisono
TEKNIK VIBRATO BIOLA DALAM MEMAINKAN LAGU TRADISI SUNDA Fensy Sella
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.14289

Abstract

Teknik permainan vibrato pada alat musik biola merupakan teknik yang cukup sulit untuk dipelajari. Selain penjarian ketepatan nada yang perlu waktu panjang untuk dikuasai, teknik vibrato juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dikuasai seorang pemain biola. Musisi orkestra baik di luar negeri dan di Indonesia khususnya pemain biola, selalu menggunakan teknik vibra sesuai dasar yang dipelajari pada musik Barat. Berdasarkan hasil observasi peneliti, teknik vibrato tersebut dimainkan dengan teknik yang berbeda jika dimanfaatkan sebagai pengiring musik tradisi Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan vibrato dalam permainan biola tradisi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas permainan dalam mengiri lagu-lagu tradisi Sunda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan musikologis dimana peneliti mengumpulkan data sebanyak-banyaknya melalui wawancara sumber dan observasi langsung. Penelitian difokuskan pada penerapan teknik memegang dan memainkan vibrato biola dalam mengiringi lagu-lagu tradisi sunda. Hasil dalam penulisan ini yaitu bahwa permainan biola dalam lagu tradisi Sunda mempunyai beberapa teknik yang sangat berbeda dengan teknik biola musik barat. Teknik vibrato biola dalam iringan musik sunda memberikan pengaruh yang besar terhadap karakter musik tradisi sunda tersebut. Selain itu, perbedaan warna baru pada permainan biola tradisi Sunda yaitu memainkan teknik vibrato yang berbeda dengan teknik vibrato biola dalam musik Barat. Kata Kunci: Teknik vibrato, vibrato biola, lagu tradisi sunda
MAKNA KARYA SENI MENURUT CLIVE BELL Ambrosius Markus Loho
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.14799

Abstract

The search of meaning of a work of art is not separated from the constituent element. The work of an art cannot only be enjoyed as a result that already exists and be limited in what appears in front of a subject, each subject has its own perspective. Thus, the beauty of the meaning of the work of art that exists in front of the subject depends on the way of view of the subject. So from that, every work of art is not by itself beautiful and meaningful because it depends on the subject found that would give justification to do it. The work of art becomes meaningful, when the subject found the aesthetic qualities in the work of art itself. In order that, this work of writing will elaborate on the meaning of the work of art for the sake of finding the form of meaning of the work of art. The writing work will focus on the thought of Clive Bell on the form of meaning (significant form).  With a focus on the theory and thinking, the writer will identify the work of art that is meaningful, which starts from the aesthetic qualities of the work of art. For Clive Bell, the meaning of the work of art refers to the qualities of objects appearing and being discovered by the subject. That is the meaningful form of the work of art.keywords: work of art, the meaning of a work of art, meaningful, form, aesthetic, quality.
Tari Tradisioal Nyello’ Aeng Untuk Membentuk Karakter Siswa Kelas Rendah di SD Negeri Bator 2 Sulistiana Sulistiana; Ahmad Sudi Pratikno
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.13664

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui karakter anak melalui tari tradisional nyello’ aeng. Proses penelitian ini yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan bentuk eksperimen. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas rendah yang mengikuti ekstrakurikuler tari di SDN Bator 2. Hasil dalam penelitian ini menghasilkan karakter siswa kelas rendah di SD Negeri Bator 2 sudah mulai terbentuk dengan adanya tari tradisonal nyello’ aeng . Hal tersebut direalisasikan ketika anak belajar seni tari tradisonal nyello’ aeng anak mampu mengingat gerakan tari nyello’ aeng yang menggambarkan kehidupan para wanita remaja ketika mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari, anak juga memahami makna dari setiap gerakan yang digerakkan yang menggambarkan kegembiraan dan bercanda bersama. Tari tradisional nyello’ aeng juga dijadikan sebagai suatu tradisi dan warisan daerah madura yang harus dilestarikan.
PERAN SANGGAR BALE SENI CIWASIAT TERHADAP PERKEMBANGAN KESENIAN RAMPAK BEDUG DI BANTEN Risnawati Risnawati; Alis Triena Permanasari; Dwi Junianti Lestari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.15383

Abstract

Abstract : Art continues to grow, then the greater the effort made in keeping local arts awake. This study aims to find out and describe how the general description of the Bale Seni Ciwasiat Studio and the role of the Bale Seni Ciwasiat Studio in the development of Rampak Bedug art in Banten. The research method used is descriptive qualitative method with phenomenological approach. The data collection technique is the observation, interview, documentation technique and literature study. The results of this study are in the form of a description of the role of the Bale Seni Ciwasiat Studio on the development of the Rampak Bedug art in Banten namely as a studio that is a place for the preservation of the Rampak Bedug art and maintaining local culture. Conservation efforts can be seen from efforts that involve the community directly such as collaborating with school, TNI and use of social media. In preserving local culture, Bale Seni Ciwasiat Studio carries out activities for cultivating the art of Rampak Bedug, training and performances as well as being involved in introducing the art of Rampak Bedug to the art community. Keywords: Studio Role, Development, Rampak Bedug art  Abstrak : Kesenian terus berkembang, maka semakin besar pula usaha yang dilakukan dalam menjaga agar kesenian lokal tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana gambaran umum Sanggar Bale Seni Ciwasiat dan peran Sanggar Bale Seni Ciwasiat terhadap Perkembangan Kesenian Rampak Bedug di Banten. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan datanya yaitu teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini berupa deskripsi tentang peran Sanggar Bale Seni Ciwasiat terhadap Perkembangan Kesenian Rampak Bedug di Banten yaitu sanggar yang menjadi tempat pelestarian kesenian Rampak Bedug dan menjaga kebudayaan lokal. Upaya pelestarian dilihat dari upaya yang melibatkan masyarakat seperti bekerja sama dengan lembaga sekolah, TNI dan pemanfaatan sosial media. Dalam menjaga kebudayaan lokal, Sanggar Bale Seni Ciwasiat melakukan kegiatan penggarapan Kesenian Rampak Bedug, pelatihan dan pementasan serta terlibat dalam mengenalkan Kesenian Rampak Bedug pada komunitas seni. Kata Kunci: Peran Sanggar, Perkembangan, Kesenian Rampak Bedug
PENGEMBANGAN METODE HAND SIGN KODALY PADA SIMBOL HARMONI TONAL DALAM PERMAINAN ANSAMBEL ANGKLUNG DIATONIS Toni S Sutanto; Agus Firmansah
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.13332

Abstract

Metode hand sign dalam ansambel angklung dipopulerkan oleh kelompok Saung Angklung Ujo (SAU). Metode tersebut terdiri dari delapan bentuk simbol hand sign, setiap jenis simbol secara visual terhubung dengan nada do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Setiap satu simbol diperagakan melalui tangan kanan instruktur/pelatih, sehingga apabila instruktur memperagakan simbol hand sign, gerakannya akan menjadi rangkaian nada atau melodi. Aplikasi metode Hand Sign Kodaly pada ansambel angklung tidak dapat digunakan untuk memberikan instruksi musical yang berkaitan dengan struktur harmoni, padahal dalam sebuah karya musik tonal antara melodi dengan struktur harmoni merupakan satu kesatuan. Pada penelitian ini akan dikembangkan rancangan bentuk simbol hand sign harmoni/akor berdasarkan struktur trinada tingkat I sampai dengan VII dalam tonalitas major yang diperagakan melalui tangan kiri. Metode penelitian yang digunakan yaitu educational research and development (R&D), dengan subjek penelitian mahasiswa pendidikan musik. Hasil penelitian ini bertujuan menghasilkan prototype symbol hand sign harmoni/akor untuk ansambel angklung diatonis.
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN SENI PERTUNJUKAN TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI Fuja Siti Fujiawati; Reza Mauldy Raharja
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v7i1.15386

Abstract

Abstract : This study aims to describe the perceptions of art education students towards learning during the covid-19 pandemic, how the implementation of both good and theoretical learning has been carried out so far and how they have responded. The research method used is a descriptive quantitative approach. The research sample was 164 students of the Performing Arts Education Study Program FKIP Untirta who were still active in lectures during the covid-19 pandemic. Data was collected by filling out questionnaires through google form, which were then analyzed with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that performing arts education students could take bold lessons during the pandemic, but art education students wanted face-to-face learning for practical courses, especially music, dance and theater. This is shown by the students' answers for the Music, Tariff and Theater subject groups which showed an average of above 50%, the answers strongly disagreed that the learning was easy to do. As for the music subject group as much as 53%, the dance class group 54.9%, and the theater class group 47.6% who answered strongly disagree that learning the practice of music, dance and theater is easy to do in bold learning during a pandemic. Matters related to practical courses are generally carried out face-to-face due to the use of tools, practical understanding and direct training. Meanwhile, in learning the implementation of practice has not been optimally carried out because it is constrained by various things, especially technical matters. Keywords: Student Perception, Online Learning, Art Education  Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa pendidikan seni terhadap pembelajaran daring selama pandemic covid-19, bagaimana pelaksanaan pembelajaran seni baik praktek maupun teori dilaksanakan selama ini dan bagaimana tanggapannya. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian sebanyak 164 mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP Untirta yang masih aktif dalam perkuliahan selama pandemic covid-19. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuisioner melalui google form, yang kemudian di analisis dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan mahasiswa pendidikan seni pertunjukan dapat mengikuti pembelajaran daring dengan baik selama pandemic, namun mahasiswa pendidikan seni pertunjukan menginginkan pembelajaran secara tatap muka untuk mata kuliah bersifat praktek terutama musik, tari dan teater. Hal ini ditunjukan dari jawaban mahasiswa untuk kelompok mata kuliah Musik, tari dan teater menunjukan rata rata diatas 50% menjawab sangat tidak setuju pembelajaran tersebut mudah dilakukan. Seperti untuk kelompok mata kuliah musik sebanyak 53%, kelompok mata kuliah tari 54.9%, dan kelompok mata kuliah teater 47.6% yang menjawab sangat tidak setuju pembelajaran praktek music, tari dan teater mudah dilakukan dalam pembelajaran daring di masa pandemi. Hal ini berkaitan dengan mata kuliah yang bersifat praktek yang pada umumnya dilakukan secara tatap muka langsung dikarenakan penggunaan alat, pemahaman praktek dan latihan secara langsung. Sedangkan dalam pembelajaran daring pelaksanaan praktek belum optimal dilakukan karena terkendala berbagai hal, terutama hal teknis.  Kata Kunci : Persepsi Mahasiswa, Pembelajaran Daring, Pendidikan Seni  

Page 1 of 1 | Total Record : 7